cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,642 Documents
PERBANDINGAN BIAYA RUMAH SAKIT DENGAN PAKET INA-CBGS PADA PEMBAYARAN KLAIM SECTIO CAESAREA PASIEN BPJS DI RSU INDAH KOTA BAGAN BATU RIAU TAHUN 2025 Indah Maharani Hasibuan; Felix Kasim; Sri Melda Br. Bangun
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4808

Abstract

Sistem pembiayaan yang digunakan oleh BPJS kesehatan yaitu sistem Indonesia Case Based Group’s (INA-CBGs) untuk biaya pengganti dari BPJS untuk klaim pembiayaan. Metode operasi caesar menjadi salah satu layanan BPJS yang mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun di mana operasi caesar di rumah sakit terus meningkat sehingga pembiayaan juga mengalami peningkatan. Tarif INA-CBGs adalah besaran pembayaran klaim oleh BPJS kesehatan kepada fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut atas paket layanan yang didasarkan kepada pengelompokan diagnosis penyakit dan prosedur (PMK nomor 52, 2016). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan biaya rumah sakit dengan paket INA-CBGs pada pembayaran klaim sectio caesarea pasien BPJS di RSU Indah Kota Bagan Batu Riau Tahun 2025. Jenis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan informan. Teknik pengumpulan data yang utama dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara yang mendalam atau indept interview. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa naratif. Hasil analisa menunjukkan bahwa rata-rata biaya pelayanan tindakan Sectio Caesarea di RSU Indah Kota Bagan Batu Riau meliputi komponen obat-obatan, alat kesehatan, jasa medis, dan biaya administrasi. Total biaya aktual yang dikeluarkan rumah sakit lebih tinggi dibandingkan dengan tarif klaim yang diterima melalui sistem INA-CBGs, terutama pada kasus dengan komplikasi medis. Diharapkan Manajemen rumah sakit sebaiknya mengadakan evaluasi berkala terhadap perbedaan antara biaya aktual dan tarif klaim INA-CBGs.
PELATIHAN DAN PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DI INDONESIA: TINJAUAN NARATIF Muhammad Taufan Umasugi; Endah Fitriasari
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4809

Abstract

Kader kesehatan merupakan tenaga kesehatan lini depan yang vital dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. Tinjauan naratif ini menyintesis literatur terkini (2024-2025) mengenai inisiatif pelatihan dan pemberdayaan kader kesehatan di Indonesia. Berdasarkan analisis terhadap 47 studi, kami mengidentifikasi enam bidang fokus utama dalam pelatihan kader kesehatan: deteksi dini dan pencegahan penyakit, kesehatan ibu dan anak, penatalaksanaan penyakit kronis, perawatan gawat darurat dan bantuan hidup dasar, kesehatan jiwa, serta pengembangan produk kesehatan alternatif. Meskipun terdapat keragaman pendekatan pelatihan, tantangan signifikan masih ditemukan, meliputi keterbatasan sumber daya, tindak lanjut yang tidak memadai, kompensasi yang bervariasi, dan disparitas geografis dalam akses pelatihan dan penelitian. Tinjauan ini menyoroti peluang untuk memperkuat program kader kesehatan melalui standarisasi kerangka evaluasi, perluasan cakupan geografis, model pelatihan berkelanjutan, peningkatan integrasi teknologi, dan jalur karier yang lebih jelas. Temuan ini menawarkan wawasan berharga bagi para pemangku kebijakan dan pelaksana program yang berupaya memaksimalkan potensi tenaga kader kesehatan Indonesia dalam mencapai cakupan kesehatan universal.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA BULLYING PADA PELAJAR SMP N 54 MERANGIN Oril Ardianto
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4812

Abstract

Bullying merupakan perilaku yang tidak diharapkan terjadi terutama di lingkungan sekolah. KPAI menemukan bahwa anak mengalami bullying di lingkungan sekolah sebesar (87.6%). Dari angka (87.6%) tersebut, (29.9%) bullying dilakukan oleh guru, (42.1%) dilakukan oleh teman sekelas, dan (28.0%) dilakukan oleh teman lain kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya bullying pada SMP N 54 Merangin. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, yakni untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan terjadinya bullying di SMP N 54 Merangin. Penelitian ini dilakukan Di Desa Bukit Beringin Kabupaten Merangin yang dilaksanakan pada tanggal 24-27 Juli 2023. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pelajar SMP N  54 Merangin yang tinggal di Desa Bukit Beringin Kabupaten Merangin sebanyak 66 orang. Sampel    dalam  penelitian ini menggunakan teknik simple random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki hubungan keluarga yang kurang baik sebanyak 14 responden (34,1%), dipengaruhi teman sebaya sebanyak 21 responden (51,2%), dipengaruhi faktor lingkungan sebanyak 22 responden (53,7%), dipengaruhi media massa sebanyak 21 responden (51,2%) dan melakukan perilaku bullying sebanyak 23 responden (56,1%). Ada hubungan antara teman sebaya (p=0,000), faktor lingkungan (p=0,000), media massa (p=0,000) dengan perilaku bullying dimana p value < 0,05. Tidak ada hubungan antara hubungan keluarga(p=0,571) dengan perilaku bullying dimana p value > 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa teman sebaya, faktor lingkungan dan media massa mempengaruhi perilaku bullying. Diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan baik di sekolah dan lingkungan rumah serta memberikan bimbingan konseling pada pelaku bullying.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT PURUN TIKUS (ELEOCHARIS DULCIS) PADA KOMPOSIT POLIESTER TERHADAP SIFAT MEKANIKA Pardi Pardi; Herawati Herawati; Kurnia Rahmayanti; Putri Serianti; Melda Sofia; Cut Nursadrina; Syarifah Asyura; Abdul Mukti; Ismiati Ismiati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4818

Abstract

Masyarakat di Desa Stambul Jaya, Kabupaten Aceh Tenggara, memanfaatkan tanaman purun tikus (Eleocharis dulcis) sebagai bahan baku untuk pembuatan kerajinan tangan. Produk-produk yang dihasilkan meliputi tikar, topi, keranjang belanja, tas, dan bakul. Serat purun juga dapat diolah menjadi papan komposit. Dalam penelitian ini, pembuatan material komposit menggunakan metode pengepresan cetakan dengan ukuran 20x20x0,5 cm. Penelitian ini mempelajari pengaruh variasi komposisi serat purun (5%, 10%, dan 15%) terhadap resin poliester, serta susunan serat (sejajar, acak, dan anyaman). Analisis sifat mekanika komposit meliputi Uji tarik (tensile test) dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa tensile strength komposit pada sampel sejajar 5% cukup tinggi, menurun pada 10%, lalu sedikit naik pada 15%. Pada sampel acak, nilai naik pada 5%, menurun sedikit pada 10%, dan sangat menurun pada 15%. Sementara itu, pada sampel anyaman, nilai naik pada 5%, menurun sedikit pada 10%, dan sangat menurun pada 15%. Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak rasio serat purun dapat meningkatkan flexural strength komposit karena serat ini membentuk ikatan kuat dengan matriks poliester. Perlakuan treatment pada serat juga meningkatkan jumlah sisi aktif yang berikatan dengan matriks. Sedangkan Uji lentur (flexural test) dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sampel sejajar, nilai flexural strength menurun pada 5%, naik pada 10%, dan naik lagi pada 15%. Pada sampel acak, nilai naik pada 5%, menurun pada 10%, lalu naik lagi pada 15%. Sementara pada sampel anyaman, nilai naik sedikit pada 5%, menurun pada 10%, dan pada 15% sama dengan 5%. Variasi 10% pada semua pola menunjukkan tren naik dan turun.Kata Kunci: Serat purun tikus (Eleocharis dulcis), komposit, poliester, sifat mekanika.
PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENDOKUMENTASIAN PROSES KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CUT NYAK DHIEN KABUPATEN ACEH BARAT Zahra Amalia Marshanda; Andara Maurissa; Hajjul Kamil; Noraliyatun Jannah; Suraya Putri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4823

Abstract

Pengetahuan perawat dalam pendokumentasian keperawatan merupakan hal yang sangat penting karena sangat berpengaruh pada mutu dokumentasi dan pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan perawat tentang pendokumentasian proses keperawatan di RSUD Cut Nyak Dhien Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di ruang rawat inap sebanyak 332 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin. Sampel penelitian berjumlah 181 responden Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibuat oleh peneliti berdasarkan SOP Rumah Sakit Cut Nyak Dhien, total jumlah kuesioner 36 pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan perawat tentang pendokumentasian proses keperawatan di ruang rawat inap RSUD Cut Nyak Dhien Kabupaten Aceh barat berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 116 responden (64,1%), pengetahuan sedang yaitu 44 responden (24,3%) dan pengetahuan rendah berjumlah 21 orang (11,6%).. Tingkat pengetahuan perawat akan berpengaruh pada pelaksanaan dan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan. Semakin tinggi tingkat pengetahuan yang dimiliki maka semakin meningkat juga kualitas dan kelengkapan pendokumentasian keperawatan. Saran penelitian yaitu diharapkan bagi perawat agar mengikuti pelatihan terjadwal terkait proses pendokumentasian yang benar upaya untuk meningkatkan pemahaman dalam melakukan dokumentasi keperawatan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP KONSUMSI SUPLEMEN DALAM UPAYA MENCEGAH TERPAPAR COVID- 19 PADA MAHASISWA AKADEMI KESEHATAN SUMENEP TAHUN 2022 Nasrianti Syam; Firman Firdauz Saputra; Meutia Paradhiba; Eva Flourentina Kusumawardani; Laila Apriani Hasanah Harahap; Rifaldi Aditiya Pratama
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.4826

Abstract

Pandemi Coronavirus Disease-19 (Covid-19) disebabkan oleh virus Corona yang penyebarannya meluas keseluruh penjuru dunia dengan kasus terkonfirmasi mencapai > 507 juta jiwa. Kasus Covid-19 di Indonesia mencapai > 6 juta kasus dan kasus di Provinsi Jawa Timur cukup tinggi yaitu hampir 400 ribu jiwa, diantaranya Kabupaten Sumenep dengan jumlah kasus 6386 jiwa. Salah satu upaya untuk mencegah terpapar atau terinfeksinya Covid-19 dapat mengkonsumsi suplemen kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap konsumsi Suplemen pada mahasiswa Akademi Kesehatan Sumenep. Metode penelitian yaitu menggunakan kuantitatif analitik, studi cross sectional. Populasi mahasiswa Akademi Kesehatan Sumenep, sampel penelitian sebanyak 37 mahasiswa. Variabel independen  yaitu pengetahuan tentang suplemen sedangkan variabel dependen perilaku konsumsi suplemen dianalisis dengan uji Chi Square. Terdapat 12 mahasiswa (32.4 %) yang memiliki pengetahuan cukup akan fungsi Suplemen dan 25 mahasiswa (67.6 %) yang memiliki tingkat pengetahuan baik akan fungsi suplemen. Sedangkan mahasiswa yang mengkonsumsi Suplemen 23 mahasiswa (62.2 %) dan 14 mahasiswa (37.8 %) tidak mengkonsumsi Suplemen. Hasil uji statistik menunjukan ? = 0,012 atau < 0,10. Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan terhadap konsumsi suplemen. Instansi terkait diharapkan dapat membuat program-program penyuluhan kepada masyarakat luas sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan fungsi suplemen terhadap pencegahan Covid-19
PERAN TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DALAM ERA DIGITAL: TINJAUAN NARATIF TENTANG PEMERATAAN LAYANAN KESEHATAN PADA POPULASI RENTAN Rahma Tunny; Fadly Kaliki; M Taufan Umasugi; Endah Fitriasari
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4834

Abstract

Latar Belakang: Kesenjangan akses layanan kesehatan masih menjadi tantangan global utama, terutama pada populasi rentan. Tinjauan naratif ini menganalisis literatur terkini mengenai peran tenaga kesehatan masyarakat (Community Health Workers/CHW) dalam konteks transformasi digital dan upaya pemerataan layanan kesehatan. Metode: Penelusuran sistematis dilakukan terhadap literatur yang dipublikasikan antara tahun 2016-2025. Sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola, tren, dan kesenjangan penelitian. Hasil: Hasil analisis mengidentifikasi lima tema utama: (1) integrasi teknologi digital dalam intervensi berbasis CHW; (2) pendekatan adaptif untuk pemerataan layanan kesehatan; (3) intervensi multisektoral antara kesehatan dan pendidikan; (4) penanganan penyakit kronis dan multimorbiditas di tingkat komunitas; dan (5) pengembangan kapasitas CHW dalam penerapan teknologi kesehatan. Ditemukan bahwa intervensi berbasis teknologi yang diimplementasikan oleh CHW menunjukkan potensi signifikan dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan, terutama pada daerah dengan sumber daya terbatas. Kesimpulan: Tinjauan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara tenaga kesehatan masyarakat dan inovasi teknologi dalam mencapai pemerataan layanan kesehatan. Diperlukan pendekatan kontekstual yang mempertimbangkan karakteristik lokal, kebutuhan populasi rentan, dan integrasi multisektoral untuk mengoptimalkan dampak intervensi kesehatan masyarakat.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA ROKOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE CERAMAH DAN LEAFLET PADA SISWA KELAS I DI SMP SWASTA ISLAM JAMIAH AL-AZIZIYAH BATEE ILIEK SAMALANGA KABUPATEN BIREUN TAHUN 2018 Finaul Asyura; Chairanisa Anwar; Eva Rosdiana; Ulfa Husna Dhirah; Siti Samaniyah; Ratna Wilis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4835

Abstract

Salah satu penyebab tingginya perokok dikalangan remaja adalah kurangnya pengetahuan tentang bahaya merokok. Pengetahuan tentang bahaya merokok yaitu segala sesuatu dan informasi yang diperoleh mengenai hal yang berhubungan dengan bahaya merokok, Penggunaan metode dan media yang tepat dapat mempengaruhi pengetahuan responden. Penelitian ini ingin mengkaji Perbandingan Efektifitas Peningkatan Pengetahuan Tentang Bahaya Rokok dengan Menggunakan Metode Ceramah dan Leaflet Pada Siswa Kelas I di SMP Swasta Islam Jamiah Al-aZIziyah Batee Iliek Samalanga Kabupaten Bireuen.Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental design, dengan rancangan pretest-posttest two group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SMP sebanyak 60 siswa. Sampel sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 orang pada kelompok kasus (metode ceramah) dan 30 orang pada kelompok kontrol (kelompok leaflet). Pengumpulan data  dilakukan dari tanggal 08 sampai dengan 22 Januari 2018. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan uji statistik non parametrik (t-tes) dengan ? = 0,05. Hasil penelitian diperoleh ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan mengenai bahaya merokok melalui ceramah (p value= 0,011) dan ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan mengenai bahaya merokok melalui leaflet (p value= 0,001). Dari hasil uji independen sampel t-tes dapat disimpulkan media promosi leaflet lebih efektif dibandingkan dengan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan tentang bahaya merokok (p value 0,023).Disarankan Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen agar dapat melakukan penyuluhan dengan menggunakan metode leflet guna meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya merokok bagi kesehatan
HUBUNGAN KETERAMPILAN KADER DENGAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS INGIN JAYA DESA LAMBARO KECAMATAN INGIN JAYA ACEH BESAR Helviona Rachmy; Ratna Wilis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4837

Abstract

Peningkatan keterampilan kader kesehatan gigi di desa Lambaro menjadi fokus utama untuk memajukan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Data dari Puskesmas Ingin Jaya Desa Lambaro, Aceh Besar menunjukkan 751 kunjungan ke poligigi pada tahun 2023, dengan 651 kunjungan terkait masalah karies gigi dan penambalan, serta 98 kunjungan untuk pencabutan gigi. Pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut pada 10  yang mana status kebersihan gigi dan mulut nya pada kategori Buruk (OHI-S 3,4).  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur hubungan antara keterampilan kader kesehatan gigi dengan status kebersihan gigi dan mulut masyarakat. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional, di mana populasi penelitian mencakup seluruh masyarakat Desa Lambaro, dengan sampel yang diambil secara accidental dari 72 individu saat kegiatan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader posyandu memiliki keterampilan pada kategori cukup dan status kebersihan gigi dan mulut responden kebanyakan berada pada kategori sedang. Nilai P-Value pada kategori status kebersihan gigi dan mulut dengan keterampilan kader adalah 0,002 yang mana terdapat hubungan signifikan antara keterampilan kader dengan status kebersihan gigi dan mulut masyarakat, di mana penilaian baik pada status kebersihan gigi seluruhnya diberikan oleh responden yang dilayani oleh kader dengan keterampilan baik. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peningkatan kualitas keterampilan kader kesehatan gigi dengan peningkatan status kebersihan gigi dan mulut masyarakat. Ini menegaskan bahwa pelatihan dan edukasi untuk kader dapat memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan kebersihan gigi dan mulut masyarakat.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TRANSDERMAL PATCH DARI EKSTRAK ETANOL BUAH PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT.) SEBAGAI PEREDA NYERI Rulia Meilina; Indah Amelia Putri; Periskila Dina Kali Kulla; Fauziah Andika; Ratna Willis; Ismail Ismail; Syafriadi Syafriadi; Ardhana Yulisma; Fitra Alvionida; Yustika Wirda Ningsih
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4839

Abstract

Buah pala merupakan tanaman obat tradisional yang telah lama digunakan. Buah pala memiliki aktivitas sebagai analgesik karena mengandung senyawa flavonoid. Senyawa flavonoid memiliki peran dalam menghambat pembentukan prostaglandin. Rhematoid arthitis merupakan penyakit sendi yang menyebabkan nyeri, menurut WHO penderita penyakit ini telah mencapai 355 juta jiwa dengan penghantaran obat yang dapat mengiritasi lambung, sehingga diberikan alternatif lain dengan penghantaran obat secara transdermal untuk mengurangi first pass effect. Penelitian ini dilakukan untuk memformulasi ekstrak etanol buah pala menjadi sediaan transdermal patch sebagai pereda nyeri. Penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium, ekstrak yang didapat diformulasikan menjadi sediaan patch selanjutnya dilakukan uji evaluasi dan uji efektivitas analgesik. Analisa data dilakukan secara statistik dengan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah pala dapat diformulasikan menjadi sediaan transdermal patch yang memiliki efektivitas sebagai pereda nyeri dengan hasil pengujian terhadap hewan coba yaitu mencit yang telah dianalisis secara statistik sehingga diperoleh formulasi F1(10%), F2 (15%), dan F3(20%) memiliki perbedaan efektivitas sebagai pereda nyeri. Formulasi terbaik yaitu formula 3 dengan konsentrasi 20% dengan nilai p-value yaitu 0.000 atau <0.05.