cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
MAJALAH BIAM
ISSN : 02151464     EISSN : 25484842     DOI : -
Core Subject : Education,
Majalah BIAM is a print and online journal that is part of the Ministry of Industry and dedicated as a media dissemination of scientific articles focusing on the field of marine products technology, in addition, Majalah BIAM generally receive articles in the field of Natural Materials, Industry, Various Food Products, Essential Oils and the Environment.
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
PROFIL ASAM LEMAK IKAN LAYANG SEGAR (Decapterus macrosoma) Komers R. W. Manduapessy
Majalah BIAM Vol 13, No 1 (2017): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.478 KB) | DOI: 10.29360/mb.v13i1.3051

Abstract

Sumber daya perikanan di Indonesia khususnya di Maluku dari jenis ikan pelagis kecil memegang peranan  penting dalam konsumsi harian masyarakat. Ikan pelagis kecil meliputi ikan-ikan yang hidup di permukaan laut seperti ikan tongkol (Auxis thazard), ikan layang (Decapterus macrosoma), ikan selar (Selaroides sp) dan lain-lain. Lemak disusun oleh asam-asam lemak yang terdiri atas asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Kemampuan tubuh untuk mensintesis asam lemak tak jenuh yang mempunyai  dua atau  lebih  ikatan rangkap sangat terbatas, sehingga asam lemak tersebut harus didapatkan dari makanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui jenis asam lemak yang terdapat pada ikan layang segar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi ekstraksi lemak, kemudian proses transesterifikasi dan pengamatan dengan GCMS.  Hasil penelitian menunjukan ditemukannya  Asam Lemak Ikan Layang (Decapterus macrosoma) segar yaitu   asam miristat, asam palmitat, asam stearat, asam nonadekanoat, asam arakidat, asam lignoserat, asam heptadekanoat, yang tergolong asam lemak jenuh, sedangkan asam lemak yang tidak jenuh yaitu asam palmitoleat, asam arakidonat, asam eikosenoat dan asam Oleat.
PENGARUH WAKTU PENYERAPAN DAN MEDIA PENYERAP TERHADAP EFEKTIVITAS PENYERAPAN KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA LIMBAH LABORATORIUM Ignacius D. Sukaryono
Majalah BIAM Vol 10, No 2 (2014): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.24 KB) | DOI: 10.29360/mb.v10i2.2030

Abstract

Peranan laboratorium sangatlah penting sebagai tempat melakukan pengujian terhadap parameter yang hendak dianalisa. Pengujian yang dilakukan sebagian besar menggunakan bahan kimia dan menghasilkan limbah yang bersifat berbahaya jika tidak tepat dalam pengolahannya. Salah satu pengolahan limbah laboratorium yaitu dengan menggunakan media penyerap berupa arang aktif dan bio keramik. Dari hasil penelitian didapatkan nilai efektivitas penyerapan sampel larutan limbah laboratorium untuk beberapa macam parameter logam berat. Nilai efektivitas penyerapan tertinggi terdapat pada penyerapan kandungan logam Cr sampel C2 yaitu sebesar 95,9 % dan nilai efektivitas penyerapan terendah terdapat pada penyerapan logam Cd sampel A1 yaitu sebesar 14,53 %. Kombinasi media penyerapan 1 bagian arang aktif dan 2 bagian bio keramik dengan waktu penyerapan 14 hari lebih optimal dalam menyerap kandungan logam berat dan waktu penyaringan dalam sampel larutan limbah laboratorium. Sedangkan untuk parameter kandungan logam berat yang paling optimal diserap media penyerap adalah kandungan logam Cr. Kualitas sampel larutan limbah laboratorium sebelum dan setelah penyerapan tergolong buruk dan tidak masuk ke dalam keempat golongan air menurut peruntukannya sesuai dengan PP No 20 Tahun 1990.
SITOTOKSISITAS BEBERAPA JENIS TERIPANG YANG DIKOLEKSI DARI PULAU SEIRA DAN PULAU LUANG Maria A. Leha; Alex S.W. Retraubun; Trijunianto Moniharapon; Partomuan Simanjuntak
Majalah BIAM Vol 16, No 1 (2020): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29360/mb.v16i1.6181

Abstract

Sitotoksik beberapa jenis teripang asal dari pulau Seira dan pulau Luang, terhadap larva udang, Artemia salina telah diteliti dilakukan. Penyarian senyawa kimianya dari teripang dilakukan dengan 2 metode ekstraksi yaitu cara maserasi dengan etanol 96% (6 kali), dan cara dekok dengan akuades (3 kali).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan daya sitotoksik di antara ekstrak etanol dan ekstrak air. Daya toksisitas ekstrak etanol 96 % memberikan LC50 degan level sedang 39,87 ppm dan 66,06 ppm untuk teripang Stichopus hermanii, dan Stichopus vostus.  Sedangkan untuk ekstrak air menunjukkan sitotoksik yang sangat lemah yaitu berkisar 707,94 ~ 67.608 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak air banyak mengandung senyawa garam.    
APLIKASI LARUTAN ATUNG (Parinarium glaberimum, Hassk) DAN KONSENTRASI TEPUNG PADA PENGOLAHAN BAKSO DARI SURIMI DAGING MERAH IKAN TUNA PADA KELOMPOK USAHA MASYARAKAT DI PARIGI WAHAI SERAM UTARA Fredy Pattipeilohy; Trijunianto Moniharapon; Febe F. Gaspersz; Meigy N. Mailoa; Raja B.D. Sormin; Lillian M. Soukotta; Imanuel V. Soukotta
Majalah BIAM Vol 16, No 2 (2020): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29360/mb.v16i2.6567

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi pengawet alami larutan atung (Parinarium glaberimum, Hassk) pada pencucian daging merah dari limbah produksi tuna loin asal Parigi Wahai Seram Utara dan konsentrasi tepung terhadap kualitas dan nilai kalori bakso ikan. Perlakuan pencucian dengan larutan atung (A1) menghasilkan kualitas bakso ikan yang lebih baik dengan  kadar air 68,50%, protein 17,63%, kadar lemak 0,54%, karbohidrat 10,58%, kandungan TPC 1,35x104  koloni dengan nilai kalori  118,6 kkal.  Perlakuan konsentrasi tepung tapioka 15% (B1) menghasilkan kualitas bakso ikan dengan  kadar air 68,50%, protein 18,73%, kadar lemak 0,59%, karbohidrat 10,25%, dengan nilai kalori  120,3 kkal.  Interaksi perlakuan pencucian dengan larutan atung dengan konsentrasi tepung tapioka 15% (A1B1) menghasilkan kualitas bakso ikan dengan  kadar air 68,60%, protein 19,19%, kadar lemak 0,48%, karbohidrat 10,03%, dengan nilai kalori  120,4 kkal.
Review : Analisis Profil Protein Ikan Dengan Metode SDS-PAGE Marni Kaimudin
Majalah BIAM Vol 16, No 1 (2020): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29360/mb.v16i1.6077

Abstract

Ikan merupakan bahan makanan yang mengandung berbagai macam senyawa bioaktif dan memiliki absorpsi protein yang lebih tinggi dari hewan lainnya yang berfubgsi sebagai zat pembangun, pengatur dan pembakar bagi tubuh.  Struktur protein tidak stabil terhadap beberapa faktor antara lain; pH, radiasi, temperatur dan pelarut organik. Untuk melihat perubahan protein pada ikan, dilakukan review analisis profil protein ikan dengan metode SDS-PAGE berdasarkan data sekunder. Profil protein ikan yang diperoleh berdasarkan perlakuan penggaraman, pengendapat ammonium sulfat dan isopropyl. Sebagai pembanding, analisis profil protein dilakukan terhadap tumbuhan dengan perlakuan pengendapan ammonium sulfat. Profil protein ikan dengan metode SPS-PAGE diperoleh berat molekul sekitar 17-152 kDA dan pada tumbuhan (fitase Bacillus subtilis ) sebesar 36,6 kDa yang disebabkan oleh struktur molekul penyusunnya berbeda.
PENGARUH CARA PEMASAKAN DENGAN WAKTU YANG BERBEDA TERHADAP KOMPOSISI PROKSIMAT IKAN LEMA (Rastrelliger kanagurta) Louisiana Latupeirissa
Majalah BIAM Vol 16, No 2 (2020): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29360/mb.v16i2.5797

Abstract

Pengaruh studi metode memasak dengan waktu yang berbeda pada komposisi proksimat ikan lema (Rastrelliger kanagurta) telah dilakukan. Ikan lema segar sebanyak 19 ekor ikan dibeli dari nelayan di desa Waai di Ambon. Mereka disimpan dii dalam kotak es dan dipindahkan ke laboratorium. Setibanya di laboratorium, ikan disiapkan dengan cara membuang insang dan jeroan, ikan yang dibersihkan dicuci dengan air keran beberapa kali untuk menghilangkan darah. Kemudian sebanyak 19 ekor ikan dibagi menjadi empat kelompok untuk memasak menurut metode memasak yang berbeda untuk merebus sebanyak 6 ekor ikan, memanggang sebanyak 6 ekor ikan dan menggoreng sebanyak 6 ekor ikan dan memasak selama 10 dan masing-masing 15 menit dan sebanyak 1 ekor ikan tidak dimasak sebagai kontrol, kemudian dianalisis komposisi proksimatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein, kadar lemak dan abu pada ikan goreng dengan waktu memasak selama 15 menit lebih tinggi dan signifikan berbeda dari kandungannya pada rebus dan dipanggang dengan waktu memasak masing-masing selama 10 dan 15 menit. Kelembaban dan kandungan karbohidrat pada goreng ikan lema dengan waktu memasak selama 15 menit lebih rendah dari isinya pada rebus dan panggang dengan waktu memasak masing-masing selama 10 dan 15 menit. Ada efek dari metode memasak dengan waktu yang berbeda pada komposisi terdekat ikan kembung. Kandungan protein, lemak, dan abu paling tinggi, sedangkan kadar air dan karbohidrat paling rendah pada ikan tenggiri goreng dengan waktu memasak selama 15 menit daripada metode memasak lainnya dengan waktu berbeda.
ANALISIS RESPON RENDEMEN DAN BEBERAPA VARIABEL LAINNYA PADA PENYULINGAN MINYAK KAYU PUTIH ASAL BIMA Husein Smith; Sumarsana Sumarsana; Syarifuddin Idrus
Majalah BIAM Vol 16, No 2 (2020): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29360/mb.v16i2.6627

Abstract

Minyak kayu putih dihasilkan dari proses penyulingan daun kayu putih, merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia. Di Kabupaten Bima terdapat beberapa industri penyulingan minyak kayu putih dari daun  Melaleuca cajuputi,  untuk itu perlu ada informasi komprehensif tentang  teknologi  penyulingan minyak kayu putih dari spesies tersebut yang berasal dari Bima, maka penelitian ini dilakukan agar dapat mengetahui kontribusi dari berbagai variabel pada proses penyulingan minyak kayu putih tersebut  terhadap rendemen dan variabel respon lainnya. Untuk dapat meningkatkan rendemen minyak, perlu diketahui kondisi optimum teknologi penyulingan minyak kayu putih. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari hubungan berbagai variabel prediktor terhadap laju alir kondensat dan rendemen minyak kayu putih. Untuk mengetahui pola hubungan dan korelasi antar variabel, data penelitian di analisis menggunakan analisis regresi korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh lama penyulingan dan variabel prediktor lainnya terhadap laju alir kondensat dan rendemen minyak kayu putih. Kisaran rendemen setiap jam selama 4 jam penyulingan yaitu 1,56% - 0,001% dengan jumlah rendemen setelah penyulingan 1,82%. model hubungannya  ; R=  0,83. Sedangkan kisaran laju alir kondensat selama penyulingan adalah 46,67 ml/menit  5,88 ml/menit model hubungan antar variabel tersebut     ; R= 0,99.
DETEKSI KAPANG PADA IKAN TENGIRI (Scomberomorus commerson) ASIN KERING ASAL PULAU BANDA Martha L. Wattimena; Raja B.D. Sormin
Majalah BIAM Vol 16, No 1 (2020): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29360/mb.v16i1.6078

Abstract

Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah terkenal dengan ikan cakalang asin (Cakalang Banda). Selain ikan cakalang asin, terdapat juga produk penggaraman lainnya yaitu ikan tenggiri asin, yang memiliki cita rasa khas. Produk ini diolah dengan metode penggaraman dan pengeringan. Penelitian ini bertujuan mendeteksi kapang pada ikan tenggiri (Scomberomorus commerson) asin asal Pulau Banda. Metode penelitian adalah metode deskriptif, mengamati ikan asin kering hasil pengolah tradisional selama penyimpanan  0 minggu, 2 minggu, 4 minggu, 6 minggu, dan 8 minggu. Parameter uji terdiri dari: kadar air, kadar garam, Total Plate Count (TPC) dan analisa kapang. Hasil penelitian menunjukkan: kadar air ikan tenggiri asin kering mengalami penurunan selama penyimpanan, kadar air berkisar antara 29.20% - 33.03%. Kadar garam berkisar antara 22.93% - 28.78%.  Nilai TPC mengalami peningkatan selama penyimpanan. Nilai TPC tertinggi terdapat pada penyimpanan minggu ke-8 yaitu 1,1 × 103 CFU/g dan nilai terendah pada penyimpanan minggu ke-0 yaitu [3,7] x 101 CFU/g. Nilai kapang ikan tengiri kering asin mengalami peningkatan sejalan dengan bertambahnya waktu penyimpanan, nilai tertinggi terdapat pada penyimpanan minggu ke-8 yaitu 1,5 x 103 CFU/g dan nilai terendah terdapat pada penyimpanan minggu ke-0 yaitu [1,2] x 101 CFU/g. Berdasarkan persyaratan mutu ikan asin kering (SNI.2721.1-2009), kadar garam dan nilai kapang ikan asin tengiri asin kering tidak memenuhi mutu yang disarankan.
AKTIVASI KARBON AKTIF DARI KULIT DURIAN SEBAGAI ADSOERBEN LIMBAH DARI KEGIATAN LAUNDRY Legiso Legiso; Tri Susanto; Kiagus A. Roni; Muhammad B. Ramadhan; Dwi W. Lestari; Farida Farida
Majalah BIAM Vol 16, No 2 (2020): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29360/mb.v16i2.5935

Abstract

Kulit durian dikenal sebagai limbah yang dapat mencemari lingkungan. Satu upaya untuk meningkatkan nilai ekonomis kulit durian bisa dilakukan dengan proses menjadi karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimum untuk penggunaan activator dari Kaliaum Hidroksida pada kualitas karbon aktif dan karbon aktif absorpsi limbah laundry. Karbon aktif dilakukan melalui dua proses, yaitu proses karbonisasi dan aktivasi pada suhu 500oC dengan larutan Kalium Hidroksida dengan memvariasikan konsentrasi aktivator , 10,15, 20, 25,30% dan pengadukan waktu 25 menit. Untuk menentukan kualitas karbon aktif, karbon aktif karakteristik yang diuji, seperti kadar air, kadar abu, dan daya serap yodium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik arang aktif. SNI 06-3730- 1995 memenuhi standar kadar air 14,12%, kadar abu 5,46% dan penyerapan larutan I2 580,27 mg / g dalam menyerap limbah laundry. Kondisi optimum terhadap karakteristik karbon aktif kulit durian yang didapat dalam penelitian ini ialah pada aktivator KOH 25 % diperoleh kadar COD sebesar 63,5 mg/L, BOD sebesar 15,1 mg/L, TSS sebesar 21,4 mg/L, TDS sebesar dan PH 8,70.
LOSION HERBAL PLUS KOMBINASI RUMPUT LAUT DAN MINYAK ATSIRI Voulda D. Loupatty
Majalah BIAM Vol 16, No 2 (2020): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29360/mb.v16i2.6663

Abstract

Indonesia memiliki sumberdaya alam melimpah yang  dapat  dimanfaatkan dalam berbagai bidang industry khususnya industry kosmetik. Penelitian pembuatan losion herbal plus kombinasi rumput laut dan minyak atsiri  bertujuan untuk  mendapatkan formulasi losion  dengan memanfaatkan rumput laut sebagai sediaan gel  alami,  minyak kayu putih dan minyak sereh sebagai bahan aktif antibakteri dan pengusir nyamuk serta mengetahui karakteristik fisik dari produk yang dihasilkan. Metode penelitian adalah metode eksperimental. Teknik produksi losion anti-nyamuk diawali dengan ekstraksi rumput laut Eucheuma cottonii yang diambil filtratnya dan digunakan sebagai sediaan losion. Sebagai pelembab ditambahkan minyak zaitun . Selanjutnya ditambahkan sopi sebagai bahan antiseptic dan pelarut lemak serta  minyak kayu putih dan minyak sereh sebagai bahan anti bakteri dan anti nyamuk. Karakteristik losion anti-nyamuk adalah berwarna putih gading, beraroma minyak kayu putih / minyak sereh, berbentuk semi padat dan homogen, dengan nilai pH 7. Keunggulannya adalah tidak menyebabkan iritasi, membuat kulit terasa halus, serta anti nyamuk.