cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Riset Gizi
ISSN : 2338154X     EISSN : 26571145     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/jrg
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 466 Documents
Media Booklet Gizi Seimbang dan Status Fungsional Keluarga Efektif dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu Balita Nafilah, Nafilah; Eliyana, Eliyana
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.11809

Abstract

Introduction: Families have various functions that must be carried out effectively, one of which is the function of family care. Maintaining family health begins with providing balanced and adequate nutrition for all family members, especially for toddlers who are still in the golden period of growth and development. Unbalanced nutrition triggers health problems for toddlers and can even cause death. The low knowledge and awareness of mothers towards the fulfillment of balanced nutrition results in the emergence of negative behavior in mothers and families.Purpose: This study aims to determine the effectiveness of using booklet media on changes in mothers knowledge about balanced nutrition and family functions.Methods: A quasi-experimental design with pretest-posttest group involved 20 mothers as respondents who were divided into two groups. This study was conducted in Truko Village using a questionnaire on knowledge of balanced nutrition and family functional roles. Data were analyzed using univariate and bivariate where paired sample t-test was used to measure the mean difference in knowledge related to family functional role. Furthermore, the Wicoxon test was used to analyze differences in mean knowledge of mothers about balanced nutrition.Results: Based on the results of the analysis, there was a significant difference in both mothers' knowledge about the functional role of the family and about the functional role of the family before and after being given education using booklet media. This means that the use of booklets as educational media is proven effective.Conclusion: The better the knowledge, the more positive the mother's behavior related to the fulfillment of nutrition and the implementation of family functions. Therefore, health promotion efforts need to be a shared responsibility so that the level of public health, especially toddlers, can reach an optimal level. 
Edukasi Gizi Melalui Media Flashcard Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Siswa Overweight Mardiana, Mardiana; Yuspita, Rina; Sihite, Nathasa Weisdania; Nilawati, Nurul Salasa; Yulianto, Yulianto
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.11864

Abstract

Latar belakang: Overweight atau kegemukan ialah suatu penyakit yang dicirikan oleh akumulasi lemak tubuh yang berlebihan. Anak yang menderita kelebihan berat badan akan mempunyai risiko tinggi terjadinya obesitas. Analisis data Riskesdas (2018) mengenai status gizi anak usia 5-12 tahun mengungkapkan prevalensi overweight sebesar 10,8% dan obesitas sebesar 9,2% secara nasional. Di tingkat provinsi, Sumatera Selatan mencatat angka overweight 10,2% dan obesitas 9,1%. Lebih spesifik lagi, di Kota Palembang ditemukan prevalensi overweight 8,12% dan obesitas mencapai 11,59%.Tujuan: Studi ini dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan flashcard tentang pencegahan obesitas anak dapat memperbaiki pemahaman dan perilaku siswa overweight.Metode penelitian: Penelitian ini mengadopsi pendekatan quasi-eksperimental dengan memberikan tes awal dan akhir pada satu kelompok sampel. Penelitian dilakukan sepanjang tahun 2024, mulai dari bulan kedua hingga bulan kelima. Analisis data dilakukan dengan uji statistik non-parametrik Wilcoxon.Hasil: Nilai p yang diperoleh dari uji Wilcoxon lebih kecil dari 0.05, mengindikasikan adanya perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok pada kedua variabel yang diukur.Kesimpulan: Adanya pengaruh edukasi media flashcard “Pencegahan Overweight pada Anak” terhadap pengetahuan dan sikap siswa overweight di SD Negeri 126 Palembang.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fast Food dengan Gangguan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri Putriana, Dittasari; Habibah, Itna Husnatul; Hidayati, Ririn Wahyu
JURNAL RISET GIZI Vol. 12 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i2.11883

Abstract

Latar Belakang: Menstruasi merupakan proses keluarnya darah yang sehat dari area rahim yang kemudian mengalir keluar dari tubuh melalui vagina. Salah satu permasalahan yang sering muncul pada remaja adalah siklus menstruasi yang tidak teratur ataupun gangguan siklus menstruasi. Faktor yang mempengaruhi gangguan siklus menstruasi salah satunya yaitu kebiasaan konsumsi fast food. Kebiasaan konsumsi  fast food  beresiko 5,6 kali lebih besar mengalami gangguan menstruasi.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja putri usia 15-18 tahun di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta yang berjumlah 38 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Data kebiasaan konsumsi fast food pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner Qualitative Food Frequency Questionnaire (Q-FFQ). Data siklus menstruasi pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner siklus menstruasi. Analisis data menggunakan chi-square (p-value <0,05).Hasil:  Hasil uji chi-square  menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta dengan (p = 0,001 dan OR = 11).Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.
Formulasi Cookies Lidah Kucing Substitusi Tepung Ikan Gabus Dan Tepung Kacang Hijau Sebagai Alternatif PMT Balita Gizi Kurang Muhlishoh, Arwin; Putri, Nova Anggita; Ma'rifah, Bahriyatul
JURNAL RISET GIZI Vol. 12 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i2.11888

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Gizi buruk disebabkan oleh kekurangan energi, protein, dan penyakit infeksi yang mempengaruhi pertumbuhan dan balita. Salah satu pendekatan pengelolaan gizi pada balita kurang gizi adalah dengan memberikan makanan tambahan lokal, seperti tepung ikan gabus dan tepung kacang hijau, yang kaya akan energi dan protein.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ikan gabus dan tepung kacang hijau terhadap mutu organoleptik dan kandungan gizi kue lidah kucing sebagai makanan tambahan alternatif untuk balita gizi buruk umur 12-59 bulan.Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perbandingan tepung terigu: tepung ikan gabus: tepung kacang hijau (F1 = 60%:20%:20%; F2 = 40%:20%:20%; F3 = 20%:40%:40%) dan 2 kali berulang. Data sifat organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney , sedangkan kandungan gizi dianalisis menggunakan uji Anova dan Duncan .Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua bahan substitusi berpengaruh nyata terhadap uji hedonik rasa, uji mutu warna hedonik, dan kandungan gizi (p<0,05), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap aroma, tekstur, aftertaste, sensasi rasa di mulut, uji warna hedonik, dan uji mutu rasa hedonik (p>0,05). Formulasi terpilih F2 secara hedonik memiliki aroma, rasa, warna, dan aftertaste yang kurang disukai, dengan tekstur yang cukup disukai dan sensasi di mulut . Uji mutu hedonik menunjukkan aroma agak amis, rasa kacang, rasa pahit, agak asin, aroma harum, rasa manis, aftertaste , sensasi di mulut , tekstur agak renyah, dan warna coklat. F2 hah kadar abu 2,15%, udara 4,25%, protein 18,56%, lemak 23,76%, karbohidrat 51,30%, energi dari lemak 213,80 kkal, dan energi total 493,20 kkal. Kesimpulan: Cookies F2 memenuhi persyaratan sebagai makanan tambahan dan cookies Standar Nasional Indonesia kecuali kadar abu. Ukuran sajian 25 gram (5 lembar) memberikan kontribusi 10-15% dari angka kecukupan gizi (AKG) balita usia 12-59 bulan dan dapat dianggap sebagai cookies berprotein tinggi berdasarkan label informasi gizi untuk anak usia 1-3 tahun sebesar 71,38% .
Efektivitas Konsumsi Ikan Lele Sebagai Alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Untuk Anak di Bawah Usia 3 Tahun hardiana, Yunita; Nugraeni, Dyan Kunthi; Riyanto, Agus; Budiman, Budiman
JURNAL RISET GIZI Vol. 12 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i2.12032

Abstract

Background: One of the health problems that often occurs in children under 3 years of age is underweight. The prevalence of underweight in Purwakarta Regency is 14.1%. One of the efforts to overcome this underweight problem is through the Supplementary Feeding Programme (PMT). Catfish can be an option of food ingredients for PMT because it is high in protein and omega-3. Objective: To determine the effectiveness of catfish consumption as an alternative to supplementary feeding (PMT) for children under 3 years of age.Methods: This research design used a quasi-experiment with a non-equivalent control-group before-after design approach. The sample size was 30 children for each intervention and control group. Statistical analysis used univariate, bivariate using paired T-test and Independent T-test, effectiveness using N-Gain test, and multivariate multiple logistic regression test.  Results: The results of the study using a paired T-test showed that there was a difference in the increase in body weight before and after administration of catfish PMT in the intervention and control groups (p-value = 0.001). The independent t-test results showed no significant difference in body weight after administration of catfish PMT in the intervention and control groups (p-value = 0.182). The results of the N-Gain test showed that the intervention group had an average of 7.55% and the control group had an average of 6.99%, which means that the provision of catfish PMT on weight gain is ineffective in the intervention and control groups.
Efektivitas Media Edukasi Gizi Terhadap Keamanan Makanan Ditinjau Dari Perilaku dan Pengetahuan Higiene Dan Sanitasi Penjamah Makanan Usaha Katering: Literatur Review Andita, Puteri Dwi; Kurniasari, Ratih
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12044

Abstract

Latar Belakang: Higiene Sanitasi merupakan salah satu upaya mendasar yang dilakukan dalam rangka mengendalikan faktor risiko yang memungkinkan terjadinya kontaminasi pada makanan baik itu berasal dari bahan makanan, tempat dan peralatan produksi atau penjamah. Pengetahuan tentang keamanan pangan akan menjadi dasar awal seseorang dalam menerapkan praktik higiene dalam tahap pengolahan makanan yang bertujuan untuk menjaga keamanan pangan. Salah satu bentuk upaya meningkatkan pengetahuan dan perilaku penjamah makanan mengenai higiene sanitasi adalah dengan pemberian edukasi dengan media komunikasi gizi.Tujuan: Untuk mengetahui Efektivitas Media Edukasi Gizi terhadap Keamanan Makanan ditinjau dari Perilaku dan Pengetahuan Higiene Sanitasi Penjamah Makanan Usaha Katering.Metode: Jenis penelitian ini adalah kajian literatur (literatur review) dengan melakukan pengkajian secara kritis dari hasil temuan maupun gagasan ilmiah dari penelitian  yang telah di publikasikan sebelumnya. Artikel yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari database google scholar dan PubMed dengan bantuan aplikasi Harzing’s Publish or Perish.Hasil: Peningkatan pengetahuan gizi setelah dilakukan edukasi menggunakan media gizi leaflet, booklet, poster, dan audiovisual sudah cukup efektif. Namun, perubahan perilaku praktik higiene sanitasi masih minim. Hal ini disebabkan karena adanya faktor penyediaan fasilitas catering yang kurang dan asumsi penjamah makanan yang menilai penggunaan APD menyusahkan saat bekerja.Kesimpulan: Terdapat pengaruh media gizi terhadap peningkatan pengetahuan higiene sanitasi penjamah makanan usah katering, tetapi belum maksimal pada penerapan praktik higiene sanitasi. Kata kunci: Higiene; Sanitasi; Penjamah makanan; Katering
Hubungan Massa Otot, Asupan Energi dan Protein Dengan Kekuatan Otot Tungkai Pada Atlet Sepak Bola Permadi, M Rizal; Alist, Arifah Novi
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12083

Abstract

Background: Leg muscle strength is important in soccer because all movements in the sport require leg muscle strength. Leg muscle strength is influenced by muscle mass, nutritional intake, age, and sex. Inadequate nutritional intake can disrupt an athlete's performance.Objective: This research aims to determine the relationship between muscle mass percentage and energy and protien intake with leg muscle strength among Pordes FC soccer athletes.Method: This study uses a cross-sectional research design. The subjects of this study were 25 Pordes FC soccer athletes from Kalisat, Jember Regency, aged 18-30 years, using total sampling techniques. Data on energy and protein intake were collected using the 2x24 hour food recall method, muscle mass was measured using BIA, and leg muscle strength was measured with the vertical jump test.Result:The analysis results for the variables of energy, protein, fat, and carbohydrate intake with leg muscle strength showed energy intake (p=0.000) and protein (p=0.001), indicating a significant relationship between energy, protein intake and leg muscle strength.Conclusion: The conclusion of this study is that there is a relationship between muscle mass percentage, energy and protein intake with leg muscle strength, in Pordes FC soccer athletes. Pordes FC athletes ought to diet based on their dietary requirements and choose high-quality protein sources.  
Media Motion Graphic Empat Pilar Gizi Seimbang Meningkatkan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Balita Al Rahmad, Agus Hendra; Shavira, Najwa
JURNAL RISET GIZI Vol. 12 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i2.12087

Abstract

ABSTRACTBackground: Nutritional status is a major global health issue that frequently leads to the deaths of children under five years old. According to the World Health Organization (WHO), malnutrition accounts for 45% of deaths in this age group. In Indonesia, one key factor contributing to high rates of malnutrition among children under five is insufficient maternal knowledge. Enhancing maternal understanding of nutrition can be achieved through nutrition education, with Motion Graphics being one effective educational media.Research Objective: To assess the impact of Motion Graphic media education on the four pillars of balanced nutrition regarding the knowledge and attitudes of mothers with toddlers in Cot Gadong Village, Jeumpa District, Bireuen RegencyMethods: This study uses the Research and Development method with the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Primary and secondary data are collected, and they are subsequently put through editing, coding, scoring, processing, and cleaning steps. Both quantitative and qualitative data were acquired. Utilizing SPSS software for data analysis, the T-Dependent test with a 95% confidence level (α = 0.05) was included.Results: The average scores from the tests are as follows: 85.51% from the material expert, 85.96% from the media expert, and 93.33% from the language expert. The average knowledge level before education was 41.57, which increased to 83.33 after education. Similarly, the average attitude score rose from 40.20 before education to 87.23 after education. Statistical analysis shows p values of 0.000 for both knowledge and attitude.Conclusion: The creation of Motion Graphic media on the four pillars of balanced nutrition can enhance both the knowledge and attitudes of mothers with toddlers in Cot Gadong Village, Jeumpa District, Bireuen Regency.
Pengaruh Pemberian Media Edukasi Gizi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Produktivitas Kerja Karyawan di Katering Industri Khumaisa, Najwa
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12328

Abstract

Latar belakang: Tingginya kasus keracunan akibat makanan dan minuman didasari oleh hasil produk makanan dari usaha katering yang tidak berkualitas. Diperlukan media edukasi untuk menunjang produk makanan yang dihasilkan.Tujuan: Menganalisa pengaruh pemberian media edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan produktivitas kerja.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest-posttest. Hasil: Uji statistik menunjukkan adanya peningkatan yang bermakna pada pengetahuan dan produktivitas kerja setelah diberikan media edukasi.Kesimpulan: Media edukasi poster, video, dan hiasan dinding berpengaruh secara positif terhadap pengetahuan dan produktivitas kerja karyawan.  
Hubungan Pola Konsumsi Sumber Protein Hewani, Riwayat Penyakit Infeksi dan Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu dengan Kejadian Stunting Balita 12-59 Bulan Saputri, Ervina Ayu; Abdullah, Abdullah; Akhriani, Mayesti; Marthalena, Yenny
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12525

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah balita yang memiliki panjang atau tinggi badan kurang dibandingkan dengan anak seumurannya. Secara global 148,1 juta balita mengalami stunting pada tahun 2022. SKI 2023 melaporkan Kabupaten Pringsewu memiliki prevalensi stunting diatas target nasional sebesar 15,8%. Pada bulan Juni 2024 Puskesmas Banyumas melaporkan prevalensi tertinggi stunting terjadi di Pekon Sukamulya (16,3%). Pemahaman terhadap keterkaitan pola konsumsi protein hewani, riwayat penyakit infeksi, dan pengetahuan gizi ibu penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting pada balita.Tujuan: Menjelaskan hubungan pola konsumsi sumber protein hewani, riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan gizi ibu dengan kejadian stunting balita 12-59 Bulan di Pekon Sukamulya Kabupaten Pringsewu.Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif analitik dengan design penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Subjek ditentukan dengan rumus ukuran sampel untuk memperkirakan proporsi populasi dengan presisi mutlak penelitian sebanyak 80 balita usia 12-59 bulan. Data diperoleh menggunakan kuesioner Food frequency Questionnaire (FFQ), kuesioner riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan ibu. Analisis hasil penelitian menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukan 76.3% memiliki status gizi normal, sementara 23.8% nya mengalami stunting. Responden memiliki pengetahuan gizi baik sebanyak 71.3%, kurang 17.5%, dan cukup 11.3%. 80% Responden tidak pernah mengalami penyakit infeksi dalam 3 bulan terakhir, sementara 20% lainnya pernah mengalaminya. Kategori pola konsumsi protein hewani 53.8% responden dalam kategori baik, sedangkan 46.3% lainnya dalam kategori yang kurang.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola konsumsi protein hewani (p-value = 0,001 < 0,05), riwayat penyakit infeksi (p-value = 0,001< 0,05) dan pengetahuan gizi ibu (p-value = 0,003 < 0,05) dengan kejadian stunting. Diharapkan puskesmas meningkatkan program penjaringan skrining TBC pada balita. Ibu balita juga harus menerapkan PHBS di tatanan keluarga serta lebih rutin dalam mengikuti kelas pengasuhan.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): November 2025 Vol 13, No 1 (2025): Mei 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025 Vol. 12 No. 2 (2024): November 2024 Vol 12, No 2 (2024): November 2024 Vol 12, No 1 (2024): Mei 2024 Vol. 12 No. 1 (2024): Mei 2024 Vol 11, No 2 (2023): November (2023) Vol. 11 No. 2 (2023): November (2023) Vol 11, No 1 (2023): Mei 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): Mei 2023 Vol 10, No 2 (2022): November (2022) Vol. 10 No. 2 (2022): November (2022) Vol. 10 No. 1 (2022): Mei (2022) Vol 10, No 1 (2022): Mei (2022) Vol 9, No 2 (2021): November (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): November (2021) Vol. 9 No. 1 (2021): Mei (2021) Vol 9, No 1 (2021): Mei (2021) Vol 8, No 2 (2020): November (2020) Vol 8, No 1 (2020): Mei (2020) Vol 7, No 2 (2019): November (2019) Vol 7, No 1 (2019): Mei (2019) Vol 6, No 2 (2018): November (2018) Vol 6, No 1 (2018): Mei (2018) Vol 5, No 2 (2017): November (2017) Vol 5, No 1 (2017): Mei (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): Mei (2017) Vol 5, No 1 (2017): Mei (2017) Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol. 4 No. 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei (2016) Vol. 4 No. 1 (2016): Mei (2016) Vol 3, No 2 (2015): November(2015) Vol. 3 No. 2 (2015): November(2015) Vol. 3 No. 1 (2015): Mei (2015) Vol 3, No 1 (2015): Mei (2015) Vol. 2 No. 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol. 2 No. 1 (2014): Mei 2014 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol. 1 No. 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): Desember 2013 Vol. 1 No. 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 More Issue