cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Riset Gizi
ISSN : 2338154X     EISSN : 26571145     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/jrg
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 466 Documents
Formulasi Permen Jelly Daun Kelor Dan Jambu Biji Sebagai Alternatif SnackTinggi Zat Besi Dan Vitamin C Untuk Anak Dewi, Irma Anisa; Pertiwi, Estuasih Dyah; Fitriani, Fitriani; Rahmawati, Ana Yuliah; Wijaningsih, Wiwik
JURNAL RISET GIZI Vol. 11 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i1.10784

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi ADB di negara berkembang mencapai 30%, termasuk Indonesia. Solusinya adalah dengan mengkonsumsi sumber Fe dan Vitamin C untuk membantu penyerapan. Permen jeli jambu biji dan daun kelor sebagai upaya pemanfaatan bahan pangan lokal kaya vitamin C dan Fe untuk jajanan anak usia 3-12 tahun.Tujuan: Mengetahui pengaruh formulasi jambu biji dan daun kelor terhadap kadar vitamin C, Fe, elastisitas, dan tingkat preferensi permen jelly sebagai alternatif snack tinggi vitamin C dan Fe.Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dengan perbandingan jambu biji dan daun kelor, yaitu F1(0:0), F2(25:75), F3(50:50), dan F4 (75). :25). Kadar vitamin C menggunakan HPLC, kandungan zat menggunakan ICP-OES, kekencangan menggunakan metode TA-Texture Analyzer, dan tingkat kesukaan diuji oleh 15 orang panelis semi terlatih. Perbedaan kadar dan kekencangan vitamin C menggunakan ANOVA dan Duncan. Perbedaan kadar Fe dan tingkat kesukaan menggunakan Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney.Hasil: kandungan vitamin C tertinggi terdapat pada F2 (20,09mg/100g), kandungan Fe tertinggi terdapat pada F2 (0,94mg/100g), elastisitas tertinggi sebesar 1,57 Newton pada F1 sebagai kontrol, tingkat kesukaan tertinggi terdapat pada F1 sebagai kontrol. 3,76 berdasarkan warna, aroma, rasa, dan tekstur pada F3. Terdapat pengaruh yang nyata pada kadar vitamin C 28,4% dan kadar Fe 36,8%. Tidak terdapat pengaruh formulasi permen jelly terhadap kekenyalan, warna, aroma, rasa, dan tekstur.Kesimpulan: Pada F2 dapat menyumbang vitamin C terbesar yaitu 44,64% dari kebutuhan harian. F4 dapat menyumbangkan Fe terbesar yaitu 8,40% dari kebutuhan harian, namun tidak memenuhi 20% menurut AKG.
Efektifitas Cairan Rehidrasi Terhadap Denyut Nadi, Tekanan Darah Dan Kebugaran Atlet Bola Volley Rahmawati, Ana Yuliah; Tursilowati, Susi; Ismawanti, Zuhria
JURNAL RISET GIZI Vol. 11 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i1.10785

Abstract

Latar Belakang : Kehilangan cairan tubuh dan elektrolit saat olahraga dapat menyebabkan dehidrasi yang mengganggu performa atlet. Pemberian cairan yang efektif akan memperkecil perubahan denyut nadi sehingga akan menunda kelelahan dan memperpendek lama periode pemulihan denyut nadi. Keseimbangan cairan selama latihan merupakan hal yang penting untuk mengoptimalkan fungsi kardiovaskuler.Tujuan : mengetahui pengaruh pemberian cairan rehidrasi terhadap perubahan denyut nadi, tekanan darah dan kebugaran atlet Bola Volley setelah latihan fisikMetode : Jenis penelitian eksperimental dengan rancangan randomized pretest post test control group design. Subyek atlet laki laki bola volley yang berada di Klub Bola Volley Bina Taruna Mitra Kencana Semarang, Jawa Tengah (30 Orang) dikelompokkan menjadi tiga yaitu kelompok atlet yang diberi cairan air kelapa (kelompok A), diberi sprt drink merk “X” (kelompok B) dan diberi air putih (kelompok C). Uji pair t test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan. Uji anova untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Uji repeated measured untuk mengetahui cairan mana yang paling baik mempengaruhi denyut nadi.Hasil : Ada perbedaan perubahan denyut nadi sebelum dan sesudah pada masing masing kelompok yang diberi air kelapa, cairan komersial dan air putih (p=0,000 ; p=0,001 ; p=0,006). Tidak ada perbedaan tekanan darah sistolik (TDS) dan tekanan darah diastolic (TDD) serta kebugaran pada semua kelompok (p=0,000 ; p=0,001 ; p=0,006). Uji repeated measured pada perubahan denyut nadi tidak ada perbedaan pada 3 kelompokKesimpulan : Perubahan denyut nadi latihan fisik Atlet Bola volley dipengaruhi oleh pemberian air kelapa, sportdrink komersial dan air putih.
Efektifitas Kombinasi Buah Pisang Dan Jambu Biji Terhadap Daya Terima Dan Nilai Gizi Jus Sebagai Alternatif Selingan Bagi Pasien Hipertensi Azzahro, Afinsa Kumalasari; Jaelani, Mohammad; Larasati, Meirina Dwi
JURNAL RISET GIZI Vol. 11 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i1.10786

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan penyebab kematian utama dan kecacatan tertinggi di Indonesia. Konsumsi 2 porsi buah per hari dikaitkan dengan penurunan risiko hipertensi sebesar 7%. Kandungan kalium pada pisang dapat menghambat reabsorpsi natrium di ginjal dan meningkatkan ekskresi natrium melalui urin. Penambahan jambu biji diharapkan dapat mencegah terjadinya browning dan menurunkan tekanan darah.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh komposisi buah pisang dan jambu biji terhadap daya terima dan kandungan gizinya.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL). Data yang dikumpulkan adalah data kadar kalium dan vitamin C serta uji organoleptik dengan tingkat kesukaan. Uji Krukal Wallis untuk mengetahui pengaruh formula dengan uji organoleptik dan uji One Way Anova untuk mengetahui pengaruh formula terhadap kadar kalium dan vitamin C.Hasil: Kandungan kalium dan vitamin C dalam 1 porsi jus kombinasi adalah F1 (124.25; 59.71 mg), F2 (127.58 ; 57.23 mg) dan F3 (115.49 ; 51.24 mg). Terdapat perbedaan penerimaan panelis terhadap warna (p=0,008) dan rasa (p=0,014). Tingkat penerimaan jus kombinasi adalah 63% konsumen dapat menghabiskan 75% porsi F1, 23% pada F2, dan 43% pada F3.Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji organoleptik dengan parameter warna, aroma, rasa dan kekentalan panelis, konsumen menyukai formula jus F1.
Efektifitas Edukasi Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) Dengan Media Buku Saku Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Zein, Nihayatuz; Mintarsih, Sri Noor; Supadi, J.; Noviardhi, Astidio; Hendriyani, Heni
JURNAL RISET GIZI Vol. 11 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i1.10787

Abstract

Latar belakang : Penyakit Tidak Menular (PTM) kini banyak diderita di Indonesia. Meningkatnya kejadian PTM berkaitan dengan perubahan gaya hidup sehingga menimbulkan faktor risiko PTM yang dapat digambarkan dengan perilaku remaja saat ini seperti merokok, konsumsi sayur buah kurang, kurangnya olahraga dan aktivitas fisik dan konsumsi minuman beralkohol. Masalah ini dapat ditanggulangi dengan melakukan edukasi. Buku saku dapat digunakan sebagai salah satu media dalam kegiatan edukasi tersebut.Tujuan : Mengetahui pengaruh edukasi faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) dengan media buku saku terhadap pengetahuan dan sikap remaja di SMA Negeri 1 Wiradesa Kabupaten Pekalongan.Metode : Penelitian termasuk kedalam lingkup ilmu gizi masyarakat. Jenis penelitian quasi experiment design dengan rancangan Pretest Posttest dengan kelompok kontrol (Pretest-Posttest with Control Group). Jumlah sampel sebanyak 80 siswa. Data yang dikumpulkan yaitu pengetahuan dan sikap. Analisis statistik menggunakan uji Mann Whitney dan uji Independent T-Test.Hasil : Edukasi gizi dengan buku saku dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja di SMA Negeri 1 Wiradesa. Ada perbedaan pengetahuan dan sikap remaja sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi dengan media buku saku “AKSI CERDIK UNTUK CEGAH PTM (Penyakit Tidak Menular)” (p value = 0,000 dan p value = 0,002).Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian buku saku “AKSI CERDIK UNTUK CEGAH PTM (Penyakit Tidak Menular)” sebagai media edukasi gizi terhadap pengetahuan dan sikap remaja di SMA Negeri 1 Wiradesa.
Factors Causing Stunting In Toddlers In West Sumatra And Its Relationship With Sanitation And Environmental Hygiene : Literatur Review Azzahra, Nabila Azzahra; Razak, Abdul; Yuniarti, Elsa; Handayuni, Linda
JURNAL RISET GIZI Vol. 12 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v1i1.10854

Abstract

One of the health problems that occurs in the world is stunting. Stunting or what is commonly known as short toddlers is a condition where toddlers are less tall compared to their age. West Sumatra Province is ranked 17th out of 34 provinces that experience stunting with a prevalence of stunting in toddlers (aged 24-59 months) of 36.2%, which is higher than the national prevalence, namely 30.8%. Stunting can also occur due to direct factors of stunting such as maternal nutrition during pregnancy, toddler nutrition and disease infections. Apart from direct factors, there are also indirect factors that can occur from various aspects, one of which is water, sanitation and hygiene (WASH). This research uses a literature study method using PICO. The research results obtained were that there was a relationship between the LBW factor (lower baby weight) and the incidence of stunting in toddlers, three articles were obtained. Two articles were found regarding the relationship between exclusive breastfeeding and MP-ASI. On the relationship between parenting styles, four articles were found. Three articles were found regarding the relationship between sanitation and the environment. Three articles were found regarding the relationship between height and height. One article was found regarding the relationship between zinc levels. On the relationship between mother's work, one article was found. Regarding the history of infectious diseases, one article was found. One article was found regarding the relationship between the age of pregnant women and the incidence of stunting in toddlers. From the conclusion above regarding the relationship between environmental sanitation and hygiene on stunting among toddlers in West Sumatra, the most common one is parenting patterns in children.Keyword : abstract; nutrition; words; research
Edukasi Melalui Brosur Berpengaruh Terhadap Peningkatan Pengetahun Ibu Balita Dan Hubungan MPASI Terhadap Wasting Fatin, Fairuz
JURNAL RISET GIZI Vol. 12 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i1.10910

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh gizi, sehingga sangat penting untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemantauan dapat dilakukan di Posyandu, selain itu Posyandu juga berfungsi sebagai media promosi kesehatan. MPASI merupakan makanan yang diberikan kepada bayi mulai usia 6 bulan, namun pengenalan MPASI kepada bayi seringkali dilakukan sebelum usia 6 bulan, sehingga dilakukan penyuluhan terkait MPASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu balita sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan terkait MPASI, efektivitas penggunaan media brosur dalam penyuluhan, serta hubungan usia pemberian MPASI dengan status gizi balita. Populasi merupakan balita di Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel. Subjek merupakan balita di Posyandu Cempaka II &IX. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan model one group pretest-posttest design. Hasil dan kesimpulan yang diperoleh yaitu terdapat peningkatan pengetahuan ibu balita sebelum dan setelah penyuluhan, namun media brosur dikatakan tidak efektif secara signifikan dengan p-value 0,225 (p>0,05), sedangkan usia awal pemberian MPASI tidak memiliki korelasi terhadap status gizi (wasting) dengan p-value=0,757 (p>0,05). 
Edukasi ASI Eksklusif Melalui Media Infografis Meningkatkan Pengetahuan Ibu Balita Amelina, Lisa; Harianti, Rini
JURNAL RISET GIZI Vol. 12 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i1.10912

Abstract

One of the reasons for the high wasting rate currently is the low coverage of exclusive breastfeeding. Inappropriate understanding by mothers regarding exclusive breastfeeding can also affect the growth of toddlers. The population in this study were toddlers in Mulyasejati Village, the subjects were 35 toddlers from Posyandu Cempaka 2 and 9. The sampling technique used accidental sampling. The pre-test and post-test data were then processed using IBM SPSS Statistics version 22.0 and Google Spreadsheet software. The pre-test and post-test scores were calculated using the Guttman scale with a correct answer worth 1 and an incorrect answer worth 0. The normality test used the Shapiro-Wilk test followed by the Wilcoxon test because the data distribution was not normally distributed. Based on anthropometric measurements, it was found that 33 (94.3%) toddlers had good nutritional status based on BMI/U and BW/TB, and 27 (77.1%) based on normal weight BW/U. The level of knowledge of mothers of toddlers regarding exclusive breastfeeding, the majority of mothers of toddlers have good knowledge. Knowledge of mothers of toddlers regarding exclusive breastfeeding is shown by p-value= 0.012 (p<0.05). In conclusion, there is an influence of providing education using infographic media on increasing the knowledge of mothers of toddlers with a p-value of more than 0.05. 
Analisis Dampak, Solusi serta Pencegahan Stunting: Literature Riview Dewi, Adjeng Permana; Rahmadini, Adinda; Setiawati, Julia; Wakhidah, Anisatu Zulkhistianingtias
JURNAL RISET GIZI Vol. 12 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i1.10943

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh terhambatnya penyerapan nutrisi. Permasalahan stunting pada anak berdampak pada buruknya perkembangan motorik, kognitif, dan sosial emosional. Gangguan ini dapat menyebabkan menurunnya prestasi di sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi literatur. Semua literatur yang diterbitkan di atas tahun 2009 mengenai kejadian dan pencegahan stunting pada anak dikumpulkan dan dikaji. Sumber perpustakaan yang diteliti berasal dari artikel penelitian yang dipublikasikan dari web pencarian Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah gizi kompleks, dampak dan pencegahan stunting, data yang diambil dari literatur. Balita dengan panjang badan lahir <48cm dan berat badan lahir <2500 gram termasuk bayi stunting atau pendek. Stunting menimbulkan dampak jangka pendek dan jangka panjang yang menyebabkan peningkatan angka kesakitan, kematian, dan penurunan kemampuan kognitif dan motorik. Memperhatikan jumlah nutrisi dapat menurunkan kejadian stunting. Pencegahan stunting pada ibu hamil dapat dilakukan dengan mengkonsumsi tablet suplemen darah , suplemen (energi, protein, kalsium, zat besi, vitamin A, zinc) dan memberikan ASI eksklusif pada balita. Jika anak sudah terlanjur mengalami stunting, maka harus melakukan pencegahan seperti menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mengonsumsi sayuran seperti brokoli, bayam, wortel, kentang, dan kubis. 
Peran ASI Eksklusif Dalam Mendukung Status Gizi Bayi Usia 6 -12 Bulan Mulyani, Ani; Mulyani, Nunung; Patimah, Siti
JURNAL RISET GIZI Vol. 12 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i1.11000

Abstract

Salah satu permasalahan kesehatan di Indonesia adalah kematian anak usia bawah lima tahun (balita). Status gizi pada balita dapat menimbulkan pengaruh yang sangat dapat menghambat pertumbuhan fisik, mental maupun kemampuan berpikir. Balita hidup penderita gizi buruk dapat mengalami penurunan kecerdasan (IQ) hingga 10%. Keadaan ini menunjukkan bahwa pada hakikatnya gizi yang buruk atau kurang dapat berdampak pada penurunan kualitas sumber daya manusia. Dampak paling buruk yang diterima adalah kematian pada umur yang sangat dini.1
Program “CERDIK” Meningkatkan Perilaku Pencegahan Hipertensi Pada Penderita Usia 45-54 Tahun Kamila, Adzkia Zahra; Vidyarini, Andra; Furqan, Mohammad
JURNAL RISET GIZI Vol. 12 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i1.11044

Abstract

Background: In Indonesia, there is an increasing prevalence of hypertension in the 45-54 age group. This degenerative disease has a significant impact with high morbidity and mortality rates, and affects the quality of life of sufferers. Hypertension can increase the risk of developing cardiovascular disease, coronary heart disease, stroke, kidney damage and diabetes mellitus. The "CERDIK" programme which includes regular health check-ups, smoking cessation, physical activity, a balanced diet, adequate rest, and stress management are good measures to prevent and control high blood pressure.Objective: To determine the relationship between knowledge and "CERDIK" behaviour with hypertension in 45-54 years old at UPTD Puskesmas Jatisampurna, Bekasi city.Methods: This study used a cross-sectional study design with purposive sampling technique. The population in this study were hypertensive patients aged 45-54 years at the UPTD Puskesmas Jatisampurna, Bekasi city. The sample in this study totalled 66 respondents. Data were analysed using the chi square test. Results: The results showed that there was no significant relationship between CERDIK knowledge (P value = 0.300 > 0.05) and hypertension and there was a significant relationship between CERDIK behaviour (P value = 0.007 < 0.05) and hypertension.Conclusion: The study shows that there is an association between CERDIK behaviour and hypertension

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): November 2025 Vol 13, No 1 (2025): Mei 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025 Vol. 12 No. 2 (2024): November 2024 Vol 12, No 2 (2024): November 2024 Vol. 12 No. 1 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Mei 2024 Vol 11, No 2 (2023): November (2023) Vol. 11 No. 2 (2023): November (2023) Vol 11, No 1 (2023): Mei 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): Mei 2023 Vol 10, No 2 (2022): November (2022) Vol. 10 No. 2 (2022): November (2022) Vol 10, No 1 (2022): Mei (2022) Vol. 10 No. 1 (2022): Mei (2022) Vol 9, No 2 (2021): November (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): November (2021) Vol. 9 No. 1 (2021): Mei (2021) Vol 9, No 1 (2021): Mei (2021) Vol 8, No 2 (2020): November (2020) Vol 8, No 1 (2020): Mei (2020) Vol 7, No 2 (2019): November (2019) Vol 7, No 1 (2019): Mei (2019) Vol 6, No 2 (2018): November (2018) Vol 6, No 1 (2018): Mei (2018) Vol 5, No 2 (2017): November (2017) Vol 5, No 1 (2017): Mei (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): Mei (2017) Vol 5, No 1 (2017): Mei (2017) Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol. 4 No. 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol. 4 No. 1 (2016): Mei (2016) Vol 4, No 1 (2016): Mei (2016) Vol 3, No 2 (2015): November(2015) Vol. 3 No. 2 (2015): November(2015) Vol. 3 No. 1 (2015): Mei (2015) Vol 3, No 1 (2015): Mei (2015) Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol. 2 No. 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol. 2 No. 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol. 1 No. 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): Desember 2013 Vol. 1 No. 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 More Issue