cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
Efektivitas Serbuk Biji Kelor (Moringa Oleifera) sebagai Biokoagulan dalam Penurunan Kadar Fosfat pada Air Limbah Laundry Khusnani, Ersa Sukma; Marsum, Marsum; Ma'ruf, Fauzan
Buletin Keslingmas Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i4.12431

Abstract

Nilai ambang batas kadar fosfat air limbah industri sabun dan detergen sesuai Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2012 sebesar 2 mg/L. Kadar fosfat pada air limbah laundry yang berlebih dapat menyebabkan eutrofikasi. Pengukuran pendahuluan oleh peneliti menggunakan Hydrotest – 1000 terhadap salah satu limbah laundry, diperoleh hasil bahwa air limbah tersebut mengandung fosfat yang yang tinggi yaitu sebesar 22 mg/L. Koagulasi – flokulasi merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar fosfat. Serbuk biji kelor sebagai biokoagulan merupakan pilihan alternatif dalam rangka mengurangi penggunaan bahan sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas serbuk biji kelor sebagai biokoagulan dalam penurunan kadar fosfat air limbah laundry dengan dosis yang bervariasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah quacy experiment dengan metode non equivalent group control pre-post test design. Analisis hasil penelitian dengan uji One Way ANOVA menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelima variasi dosis serbuk biji kelor dalam menurunkan kadar fosfat air limbah laundry. Terdapat salah satu dosis yang memiliki kemampuan lebih baik dalam penurunan kadar fosfat air limbah laundry yaitu dosis 50 mg/L. Efektivititas penurunan kadar fosfat tertinggi terjadi pada dosis 50 mg/L sebesar 52,45%. Disarankan agar melakukan penelitian lain dengan variasi dosis serbuk biji kelor yang berbeda dan menambah waktu pengendapan flok setelah proses koagulasi – flokulasi.
Pengaruh Penggunaan APD dan Masa Kerja Terhadap Kecelakaan Kerja pada Petugas Pengolah Sampah di Depo TPS Sutorejo Surabaya Tahun 2024 Prasetiyo, Adrian Hilmy; Suryono, Hadi; Anggraeni, Sri; Winarko, Winarko; Marlik, Marlik
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i1.12433

Abstract

Puncak kinerja fisik petugas pengolah limbah terjadi sekitar usia 15 tahun dan menurun seiring bertambahnya usia. Petugas pengolah limbah sering bersentuhan langsung dengan sampah, sehingga penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara konsisten sangat penting. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penggunaan APD dan masa kerja terhadap kecelakaan kerja pada petugas pengolah sampah di Depo TPS Sutorejo, Surabaya, tahun 2024. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 29 tenaga kerja yang dipilih secara random sampling dari populasi 31 orang. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, lalu dianalisis menggunakan uji korelasi chi-square dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75,8% responden mengalami kecelakaan kerja, dan 58,6% responden menggunakan APD tidak lengkap. Uji chi-square menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara penggunaan APD terhadap kecelakaan kerja dengan p-value 0,000 (p<0,05). Selain itu, ditemukan pula pengaruh signifikan masa kerja terhadap kecelakaan kerja. Kesimpulannya, penggunaan APD dan masa kerja berpengaruh terhadap kecelakaan kerja pada petugas pengolah sampah di Depo TPS Sutorejo. Penelitian ini menyarankan pentingnya pemantauan kinerja petugas untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja
Analisis Bibliometrik: Tren Penelitian Pengolahan Limbah Cair 2019-2024 Fitrah, Muhammad Aidil; Rachmawati, Ayudhia; Syamsir, Syamsir
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i1.12443

Abstract

Pengolahan limbah cair merupakan masalah lingkungan utama yang telah mendapatkan perhatian besar dalam penelitian ilmiah karena dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren penelitian dalam bidang pengolahan limbah cair selama lima tahun terakhir (2019-2024) untuk memberikan rekomendasi perkembangan riset tentang pengolahan limbah cair dimasa mendatang. Data diperoleh dari basis data artikel ilmiah Google Scholar, Sqopus, dan PubMed. Penelusuran menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan kata kunci wastewater treatment dan dianalisis menggunakan VOSviewer. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah publikasi pada tahun 2020, diikuti oleh penurunan hingga tahun 2024. Topik utama dan terbaru yang muncul meliputi photocatalytic degradation, antibiotik, microplastic, ARGs, microalga, dan energy recovery. Temuan ini memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk merumuskan kebijakan, inovasi teknologi, serta pendekatan preventif  sekaligus memberikan saran kepada peneliti dalam melakukan kajian penelitian yang mengarah pada topik-topik tersebut dimasa mendatang.
Pengaruh Variasi Umpan Terhadap Jumlah Kecoak Yang Terperangkap Di PT “X” Dahlan, Nazzela Rakhma; Setyoko, Sadono; Irianto, Redi Yudha; Prijanto, Teguh Budi
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i1.12484

Abstract

Pengukuran indeks populasi kecoak di PT X sebesar 15 (melebihi nilai baku mutu) belum adanya upaya pengendalian sehingga dapat berdampak terhadap kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui variasi umpan stroberi, biskuit dan telur ayam sebagai atraktan terhadap jumlah kecoak (Periplaneta americana) yang tertangkap di PT X. Penelitian eksperimen dengan desain quasi eksperimen pada skala laboratorium. Hipotesis pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh umpan selai stroberi, biskuit dan telur ayam sebagai atraktan pada alat perangkap kecoak yang dimodifikasi (trap with electro voltage) terhadap jumlah kecoak terperangkap. Hasil Penelitian terdapat pengaruh antara variasi umpan selai stroberi, biskuit, dan telur ayam pada alat terhadap jumlah kecoak terperangkap dengan nilai sig 0,001, kecoak merupakan serangga omnivore memakan semua jenis makanan yang dikonsumsi manusia, namun dari hasil penelitian ini variasi umpan yang mengandung protein dan karbohidrat seperti biskuit lebih disukai kecoak dengan persentase sebesar 39,2%. Perlunya dilakukan pengembangan penelitian dengan menggunakan variasi umpan yang lebih beragam seperti menggunakan variasi umpan dengan kombinasi antara umpan mengandung karbohidrat dan protein tinggi.
Skrining Cemaran Boraks Pada Makanan Yang Dijual Di Pasar Wage Kabupaten Banyumas Lukmitarani, Ratih; Gunawan, Asep Tata; Nur'aini, Nur'aini
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i1.12488

Abstract

Penyalahgunakan Boraks pada pangan antara lain sebagai pengenyal pada pangan dapat menyebabkan gangguan susunan saraf pusat, fungsi ginjal dan hati. Tujuan penelitian ini mengetahui adanya kandungan boraks pada makanan yang dijual di pasar Wage Kabupaten Banyumas melalui perbandingan keakuratan penggunaan tusuk gigi kunyit (3 jenis variasi saat pembuatan dengan perendaman tusuk gigi dengan larutan kunyit selama 8 jam, 16 jam dan 24 jam, Rapid Diagnostic Test (RDT) dengan pemeriksaan di laboratorium. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu analitik observational dengan pendekatan cross sectional. Objek penelitian adalah bakso, lontong, tahu, mie basah, frozen food dengan masing-masing sampel berjumlah 9 merk atau produsen yang berbeda yang memiliki ciri-ciri mengandung cemaran boraks pada Pasar Wage Kab. Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji kualitatif yang dilakukan menggunakan tusuk gigi kunyit dan Rapid Diagnostic Test (RDT) dari lima jenis sampel yang diperiksa menunjukkan bahwa tidak ada kandungan borak pada makanan yang diuji. Tusuk gigi yang positif akan berubah warna dari kuning menjadi kemerahan dan Rapid Diagnostic Test (RDT) akan berwarna kuning kemarahan pada test strip yang digunakan. Pada uji laboratorium menggunakan Uji Spektrofotometri UV-Vis menunjukkan hasil ada kandungan borak pada masing-masing sampel dengan nilai yang sangat rendah. Sampel bakso menunjukkan kadar berkisar antara 0,011294 ppm hingga 0,00231 ppm, sampel tahu rata-rata kadar berkisar antara 0,000347 ppm hingga 0,003024 ppm, sampel lontong rata-rata kadar berkisar antara 0,000123 ppm hingga 0,001233 ppm, sampel frozen food rata-rata kadar berkisar antara 0,00048 ppm hingga 0,002931 ppm, sampel mie basah rata-rata kadar berkisar antara 0,01059 ppm hingga 0,011426 ppm dari 9 sampel bakso yang diperiksa. Kesimpulan dari uji kualitatif yang digunakan mrnunjukkan kurang akurat dan efektifnya pengujian kandungan borak pada makanan. Pengujian menggunakan uji kuantitatif lebih direkomendasikan
Potensi Tanaman Azolla microphylla dan Pistia stratiotes Dengan Metode Fitoremediasi Dalam Pengolahan Limbah Tahu Syuhada, Ambar Dani; Saputra, Aditiyana Eka; Gunawan, Taufik
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i2.12642

Abstract

Limbah cair merupakan bagian terbesar dan berpotensi mencemari lingkungan. Air limbah tahu banyak mengandung BOD, COD, TSS, dan pH yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh fitoremediasi dengan tanaman Azolla Microphylla dan Pistia stratiotes (Kayu Apu) terhadap efektifitas penurunan BOD, COD, NH3 (Amoniak) pada air limbah tahu. Metode penelitian ini desain pre-eksperimental, pemeriksaan kadar BOD, COD, dan Amoniak sampel air limbah tahu dilakukan di Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup, Kota Cimahi. Uji statistik menggunakan uji t independen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh perlakuan tanaman Azolla dan Kayu apu terhadap kadar COD (P value = 0.014), sedangkan tanaman Azolla dan Kayu apu tidak berpengaruh terhadap penurunan kadar BOD dan Amoniak dengan nilai (p value = 0.228), dan (P value = 0,291). Tanaman Pistia stratiotes (Kayu Apu)  mampu menurunkan kadar COD sebesar 9,175% mg/L dan tanaman Azolla Microphylla mampu menurunkan kadar COD 1,385% mg/L. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan metode ini dengan proses aklimatisasi lebih diamati pada tanamannya, serta bobot tanaman ditambah dan konsentrasi pada air limbah tahu lebih turun dari konsentrasi 75%. 
Potensi Kadar Amonia dan Karakteristik Pekerja terhadap Gangguan Kesehatan Peternak Ayam Petelur Subchan, Vatimatuz Zahra Andhalucya; Krismahardi, Adnindya
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i2.12747

Abstract

Peternakan adalah segala urusan yang berkaitan dengan sumber daya fisik, benih, bibit dan/atau bakalan, pakan, alat dan mesin peternakan, budidaya ternak, panen, pascapanen, pengolahan, pemasaran, dan pengusahaannya. Populasi ternak Ayam Petelur di Kabupaten Jember mengalami peningkatan dari tahun 2018 dengan 1.172.197 ekor dan pada tahun 2021 mencapai 1.227.343 ekor. Pada peternakan ayam petelur, didapatkan limbah yang kotoran ayam memiliki kandungan bahan kering 26%, dan dari terkandung nitrogen 2,94% dan sulfida 0,52% serta gas NH3 yang terbentuk dari kotoran ayam yang mengalami proses dekomposisi. NH3 mudah terserap melalui inhalasi dapat merusak saluran pernapasan bagian atas dan merusak epitel. Paparan melalui kontak kulit atau mata dengan konsentrasi rendah di udara atau larutan dapat menyebabkan iritasi kulit atau mata yang cepat. Penelitian ini mengkaji efek kadar amonia pada peternakan ayam petelur, karakteristik pekerja dan dampaknya terhadap kesehatan pekerja di peternakan ayam petelur di Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Desain penelitian observasional dengan pendekatan triangulasi melalui wawancara, kuisioner, dan observasi. Sampel penelitian terdiri dari 15 pekerja dan dua kandang ayam petelur. Pengukuran kadar amonia dilakukan dengan metode impinger dan spektrofotometer, sementara data karakteristik pekerja dikumpulkan melalui kuisioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar amonia rata-rata di udara kandang adalah 2,033 ppm dan 0,185 ppm. Lebih dari 50% memilih mengenakan pakaian kerja yang tidak dilengkapi APD. Penilaian kesehatan menunjukkan tidak ada keluhan iritasi mata, kulit, atau gangguan pernapasan, meskipun 6,67% pekerja melaporkan kelelahan dan diare. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara kadar amonia di udara kandang dan kesehatan pekerja, tetapi tidak ada korelasi signifikan dengan durasi kerja atau penggunaan APD.
Penggunaan Larvitrap Modifikasi dan Atraktan Air Rendaman Jerami Untuk Mengendalikan Larva Aedes sp Widyanto, Arif; Utomo, Nur; Firdaust, Mela
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i1.12808

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan disebarkan oleh nyamuk Aedes sp. Upaya pengendalian vektor DBD yang selama ini dilakukan dengan metode kimia menggunakan insektisida yang ditujukan terhadap nyamuk dewasa maupun larva Aedes sp belum mampu menangani permasalahan penyakit DBD. Penggunaan insektisida yang tidak tepat justru dapat mengakibatkan risiko pencemaran lingkungan dan juga resistensi terhadap nyamuk Aedes sp. Penggunaan larvitrap merupakan metode pengendalian alternatif yang perlu dikembangkan. Larvitrap konvensional yang berwarna gelap memiliki kelemahan terkait kesulitan mengamati larva yang didapatkan. Modifikasi larvitrap yang berbahan stoples dan paralon hitam merupakan alternatif metode pengendalian nyamuk Aedes sp yang dapat digunakan untuk mengendalikan larva Aedes sp. Desa Pandak merupakan salah satu desa endemis DBD di Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas larvitrap modifikasi serta atraktan air rendaman jerami untuk mengendalikan Aedes sp. Penelitian ini merupakan penelitian terapan di masyarakat. Larvitrap dibuat dengan menggunakan bahan stoples berwarna bening dan paralon berwarna hitam. Pada larvitrap tersebut ditambahkan atraktan dari air rendaman jerami padi konsentrasi 20 g/l. Larvitrap dipasang pada rumah responden di Desa Pandak Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. Observasi dan penghitungan dilakukan terhadap larvitrap index dan jumlah larva Aedes sp yang terperangkap larvitrap. Hasil penelitian ditemukan jumlah larva Aedes sp sebanyak 1.540 larva pada indoor larvitrap, sedangkan pada outdoor larvitap sebanyak 2.174 larva. Larvitrap index pada pemasangan indoor diperoleh 36%, sedangkan pada outdoor larvitrap  diperoleh 63%. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa indoor dan outdoor larvitrap dapat digunakan sebagai alat pengendali Aedes sp.
Evaluasi Pengelolaan Limbah Medis Padat Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Rumah Sakit "X" Kota Pontianak Cahwariwasya, Wegi; Purnaini, Rizki; Asbanu, Govira Christiadora
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i1.12810

Abstract

Lembaga kesehatan seperti rumah sakit wajib mengelola limbah medis padat dengan baik karena limbah tersebut berpotensi mengandung B3. Penanganan yang tepat sangat penting mengingat bahan-bahan ini sering mengandung zat berbahaya yang memerlukan prosedur penanganan dan pembuangan khusus. Ketidaktepatan dalam penanganan residu medis ini dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan jangka panjang serta menimbulkan bahaya kesehatan yang serius bagi masyarakat yang terpapar. Rumah Sakit "X"menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah medis padat. Permasalahan utama berkaitan dengan tenaga medis yang sering mencampurkan limbah medis padat. Masalah tambahan muncul dari petugas kebersihan yang tidak mematuhi protokol penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap, sehingga meningkatkan kemungkinan terpapar cairan biologis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menyebarkan sumber daya medis padat di Rumah Sakit "X" serta melakukan perbandingan dengan regulasi yang tercantum dalam Permen LHK Nomor 56 Tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Evaluasi kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku dilakukan melalui analisis data kuantitatif yang diperoleh dari instrumen checklist dengan penilaian menggunakan metode skala Likert untuk mengukur derajat kesesuaian. Berdasarkan temuan penelitian, persentase kepatuhan rumah sakit dalam penerapan pemeliharaan limbah medis mencapai angka sebesar 81,97% yang termasuk dalam kategori baik sekali. Rekomendasi yang diberikan adalah pihak Sanitasi Rumah Sakit "X" sebaiknya melakukan edukasi melalui sosialisasi dan pelatihan rutin kepada seluruh staf rumah sakit tentang pentingnya pemilahan limbah medis yang tepat. Selain itu, perlu juga mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan mendadak untuk memastikan bahwa prosedur telah diikuti oleh seluruh staf rumah sakit.
Analisis Faktor Risiko Dalam Penggunaan Pestisida Terhadap Keluhan Hipertensi Pada Petani Holtikurtura Di Desa Jembayan Kecamatan Loa Kulu Setiawan, Anggi Bagus; Ningsih, Riyan; Elvira, Vivi Filia
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i1.12812

Abstract

Peningkatan permintaan hasil hortikultura mendorong petani menggunakan pestisida kimia untuk mengendalikan hama. Namun, penggunaan yang tidak tepat, berlebihan, tanpa mengikuti aturan, dan tanpa APD menimbulkan risiko kesehatan, seperti hipertensi, serta mencemari lingkungan. Di Desa Jembayan, mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, dengan lonjakan penggunaan pestisida akibat ledakan hama dalam beberapa tahun terakhir.  Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional untuk menganalisis faktor risiko penggunaan pestisida terhadap hipertensi pada 50 petani hortikultura. Variabel yang diteliti meliputi jenis pestisida, frekuensi dan durasi penyemprotan, penggunaan APD, masa kerja, serta metode penyemprotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74% petani tidak menggunakan APD sesuai standar. Faktor risiko signifikan terhadap hipertensi meliputi durasi penyemprotan lebih dari tiga jam (P = 0,00), masa kerja >10 tahun (P = 0,015), arah angin (P = 0,00), dan kebiasaan merokok (P = 0,00), sedangkan penggunaan APD yang memadai (P = 0,021) mengurangi risiko.  Mayoritas responden adalah laki-laki produktif dengan pendidikan atas, namun tingkat kepatuhan terhadap penggunaan APD masih rendah karena alasan ketidaknyamanan. Meskipun frekuensi penyemprotan rendah, durasi lama serta paparan pestisida akibat arah angin dan kebiasaan merokok meningkatkan risiko. Pestisida yang paling sering digunakan adalah fungisida dan insektisida, dengan sebagian besar petani memiliki masa kerja lebih dari 10 tahun dan lahan kurang dari satu hektar. Oleh karena itu, diperlukan edukasi, penyediaan APD yang ergonomis, serta praktik pertanian aman untuk mengurangi dampak pestisida.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue