cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 376 Documents
Kiai, Transformasi Pesantren dan Pencarian Model Gender Mainstreaming di Pesantren Subulussalam Tulungagung Abidin, Ahmad Zainal; Ahmadi, Imam; Imamah, Fardan Mahmudatul
Jurnal Penelitian Vol 14, No 1 (2020): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v14i1.7128

Abstract

Artikel ini berusaha mengungkap bagaimana peran kiai dapat dimaksimalkan untuk melakukan transformasi pesantren dengan menitikberatkan pada aspek keadilan gender di lingkungan pesantren. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan metode deskriptif-partisipatoris, tulisan ini menunjukkan peran kiai sebagai sumber kebijakan yang memiliki implikasi langsung terhadap proses pengarusutamaan gender. Hal ini bertolakbelakang dengan pemahaman umum yang merujuk pada pandangan Geertz dimana Kiai sebagai penjaga tradisi dan konservatisme beragama, sulit untuk menerima perubahan. Namun saat ini, ditemukan berbagai upaya yang membuktikan argumentasi Dhofir terhadap Geertz, bahwa kiai dapat menjadi pusat inovasi di lingkungan pesantren yang secara signifikan. Melalui perencanaan dan pembiasaan, seluruh aktivitas yang melibatkan santri putra maupun putri di pesantren Subulussalam Tulungagung diupayakan untuk menunjukkan model gender mainstreaming, dimana keduanya memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam menjalankan program pondok pesantren. Kerja sama tersebut untuk mengajarkan dengan santri bahwa kedudukan putra dan putri adalah setara baik dalam ruang publik maupun ruang domestik.
Model Pendidikan Budaya Bugis dalam Penerapan Nilai-nilai Pluralisme di IAIN Palopo Salik, Yunus
Jurnal Penelitian Vol 14, No 2 (2020): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v14i2.8251

Abstract

IAIN Palopo sebagai lembaga Pendidikan Tinggi yang memiliki tata kelolah dengan pola kepemimpinan yang efektif dan efisien, akuntabel, kredibel, transparan, bertanggung jawab, dan adil. Adapun deskripsi nilai utama kearifan lokal yang dijadikan sistem manajemen yang diinternalisasikan terlebih dahulu sebagai dasar dalam melaksanakan kegiatan manajerial namun juga diterapkan ke mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan  pendekatan etnopedagogi. Penerapan budaya Bugis pada IAIN dilakukan model tudassipulung, pelaksanaan ini cukup efektif, Hal ini terlihat nilai Bugis (Pesse) diterapkan dalam kampus maupun di luar kampus. Nilai pluralisme empati dalam pendidikan kearifan lokal budaya Bugis terjelma konsep pesse seperti nilai Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakaingge, Sipakatou. Budaya Bugis punya cinta dan kasih sayang terhadap sesama ditunjukkan dengan pepatah seperti Mali siparappe, rebba sipatokkong, malilu sipakainge (orang lain terhanyut, dibantu, orang lain terjatuh dibantu agar bangkit, orang lain keluar dari norma-norma diingatkan/diinsyafkan). Orang Bugis menghargai kedamaian, senang membantu sesama manusia, apalagi jika itu saudara sesama manusia. kearifan lokal, misalnya; Sipakatau artinya saling memanusiakan manusia, Sipakalebbi artinya saling memuliakan, Sipakaingge’, artinya saling mengingatkan. Hal tersebut harus tetap dipelihara dan disosialisasikan, sehingga menjadi perekat bagi terciptanya serta terpeliharanya kerukunan umat beragama di Kota Palopo.
Why Zakat Collection in Indonesia is Not As Effective As it is in Malaysia Purwatiningsih, Aris Puji; Yahya, Muchlis
Jurnal Penelitian Vol 14, No 1 (2020): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v14i1.6785

Abstract

The purpose of this article is to find out the practices and problems of why zakat in Indonesia have not been manage optimally as it is in Malaysia. This study applies descriptive method by collecting data and information from previous articles about zakat, especially zakat management in Indonesia and Malaysia. The findings show that the main problems in managing zakat in Indonesia are: first, there is no government regulation that requires all Muslim citizens who have property that reach nisab requirement to give out zakat. Secondly, Moslem community prefers to pay zakat to the people whom they have already known rather than to the existing formal zakat institutions. Third, there is a lack of good cooperation between zakat institutions owned by the government and the other institutions run by private parties. The result of this of this study may be useful to be used by all parties involved in zakat management so that it can be managed more optimal.
Penerapan Pembelajaran Daring Berbasis Whatsapp Group Untuk Siswa Madrasah Ibtidaiyyah di Tengah Pandemi Covid-19 Laelasari, Iseu; Dewi, Nofita Puspa
Jurnal Penelitian Vol 14, No 2 (2020): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v14i2.8447

Abstract

This study aims to describe the application of whatsapp group online learning for Madrasah Ibtidaiyyah students in the middle of the covid-19 pandemic at MI NU Nurus Shofa Kudus. Researchers use qualitative descriptive methods. In this study the methods of data collection were observation and interviews. Research indicates that almost most of MI NU Nurus Shofa's teachers carried out online studies in the middle of the covid-19 pandemic. As for the most widely used application in promoting online learning the whatsapp application, for then the whatsapp group is created. A teacher's material delivery is by having his students look at TVRI television and read the LKS book according to his subject. The methods of learning used are assignments and practices, the learning media used is a mobile phone using a whatsapp application, while the learning model is used a video. The problem students are experiencing is that they have not been able to use the whatsapp application, to send assignments, to do the problem, to understand the material, and to limit access to the Internet. In this case it takes a teacher's creativity to achieve the purpose of learning.
Telaah Fikih Muamalah tentang Praktik Gadai Perkebunan di Desa Japan Kabupaten Kudus Muna, Ahmad Nilnal
Jurnal Penelitian Vol 15, No 1 (2021): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v15i1.10751

Abstract

AbstrakPraktik gadai saat ini masih juga terjadi kendati sistem perbankan dan sistem permodalan perbankan maupun turunannya sudah begitu masif dan begitu banyak jumlahnya serta semakin memudahkan. Tak terkecuali apa yang dilakukan masyarakat Japan kecamatan Dawe kabupaten Kudus. Praktik ar-Rahn dengan menggadaikan kebun maupun sawah sebagai jaminan tetap ada dan subur di masyarakat pedesaan.Studi mengenai praktik mu’amalah khususnya gadai di kalangan masyarakat menjadi penting adanya untuk mengukur dan mengetahui bagaimana praktik ar-rahn di tengah-tengah masyarakat. Sudah sesuai dengan tuntunan fiqih mu’amalah atau tidak.Pada penelitian ini penulis berfokus pada praktik gadai perkebunan yang dilakukan di masyarakat Desa Japan Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Melalui penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif, yakni pendekatan penelitian yang tidak menggunakan perhitungan angka-angka dalam menguji kebenaran datanya. Oleh karena itu masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara, tentatif, dan akan berkembang atau berganti setelah peneliti berada di lapangan. Lokasi dalam penelitian ini adalah berada di Desa Japan Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Sementara waktu penelitian ini adalah mulai Januari sampai Maret tahun 2021.Penelitian ini ingin mengungkap praktik gadai perkebunan praktik gadai perkebunan yang dilakukan di masyarak Desa Japan Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Apakah praktik tersebut sudah sesuai dengan kaidah dalam fikih muamalah dan bagaimana solusinya. Fiqih Muamalah Study about pawn practice in Japan Dawe Kudus The current practice of pawning is still occurring even though the banking system and banking capital system and its derivatives are already so massive and so many in number and making it easier. The people of Japan, Dawe sub-district, Kudus district were no exception to this. The practice of ar-Rahn by mortgaging gardens and rice fields as a guarantee of existence and fertility in rural communities.The study of mu'amalah practices, especially pawning among the community, is important to measure and find out how ar-rahn practices in the community. It is in accordance with the guidance of fiqih mu'amalah or not.In this study the authors focused on the practice of plantation pawning carried out in the community of Japan Village, Dawe District, Kudus Regency. Through field research (field research) with a qualitative approach, namely a research approach that does not use numerical calculations to test the correctness of the data. Therefore problems in qualitative research are still temporary, tentative, and will develop or change after researchers are in the field. The location in this research is in Japan Village, Dawe District, Kudus Regency. Meanwhile, the time of this research is from January to March 2021.This study aims to reveal the practice of plantation pawning in the practice of plantation pawning in the Japanese village community, Dawe District, Kudus Regency. Is this practice in accordance with the rules in muamalah fiqh and what is the solution
Pengasuhan Disiplin Positif Islami Sebagai Upaya Penurunan Kekerasan Terhadap Anak di Kabupaten Sidrap Sulvinajayanti, Sulvinajayanti; Saleh, Adnan Achiruddin; Hamang, M. Nasri
Jurnal Penelitian Vol 15, No 1 (2021): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v15i1.10241

Abstract

Kasus kekerasan pada anak masih marak terjadi khusunya yang terjadi dalam lingkup keluarga. Pelaku kekerasan berdasarkan hubungan orangtua baik suami maupun istri masih sangat tinggi persentasenya. Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan pengasuhan disiplin postif islami. Pengasuhan disiplin positif Islami mengarahkan orang tua melihat dibalik setiap perilaku, perasaan, dan pikiran anak sehingga orang tua mampu memahami perkembangan anak. Kekerasan disebabkan oleh persepsi yang terbangun yakni proses belajar, motivasi, dan kepribadian. Tujuan dari penelitian ini adalah efektifitas pengasuhan disiplin positif Islami bagi orang tua sebagai upaya penurunan kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sidenreng Rappang. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen yang dilakukan pada 34 orangtua yang berada dalam sebelas kecamatan di Kabupaten Sidrap. Taeknis analisis data yang digunakan adalah uji paired sample T Tes dengan desain eksperimennya yaitu pre test – post test design yaitu dengan membandingkan antara hasil pre test sebelum diberikan perlakuan dengan hasil post test setelah diberikan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan disiplin positif Islami efektif mengubah persepsi kekerasan orang tua terhadap anak di Kabupaten Sidrap.
REALITAS KEBERAGAMAAN GURU MADRASAH DI KUDUS (Respon Guru Madrasah di Kudus dalam Menyikapi Fenomena Guru non-Muslim Mengajar di Madrasah) Amin, Muhammad; Malik, Abdul; Ita, Muqtasidah
Jurnal Penelitian Vol 15, No 1 (2021): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v15i1.10529

Abstract

Penelitian ini timbul dari fenomena guru non-Muslim mengajar di Madrasah yang sedang viral di media sosial, tujuan dari penelitian ini adalah dalam rangka mengetahui secara empiris bagaimana paradigma keberagamaan guru Madarsah di Kudus serta respon mereka terhadap fenomena guru non-Muslim mengajar di Madrasah. Adapun dalam penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif yang berusaha mengungkapkan makna dari fenomena atau gejala yang terjadi. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan kuesioner/angket yang berisikan mengenai paradigma keberagamaan yaitu: Ekslusivisme, Inklusivisme dan Pluralisme, serta respon terhadap fenomena apabila terdapat guru non-Muslim mengajar di Madrasah. Kemudian angket disebar melalui google form kepada guru yang mengajar di Madrasah kota Kudus. Terdapat 100 responden yang telah berpartisipasi dalam survei ini. Setelah melakukan analisis data dengan pendekatan kuantitaif ditemukan fakta bahwa paradigma Inklusivisme menjadi paradigma dengan urutan paling banyak mendapat persetujuan, setelah itu paradigma Ekslusivisme dan yang terakhir paradigma Pluralisme. Meskipun guru madrasah di Kudus memiliki paradigma Inklusivisme yang tinggi akan tetapi mereka sebagian besar menolak apabila terdapat guru non-Muslim mengajar di Madrasah. Hal tersebut sungguh mengejutkan peneliti sendiri, karena seharusnya paradigma inklusivisme dapat menghantarkan sikap menerima apabila terdapat guru non-Muslim mengajar di Madrasah.
Sedekah Bumi : Model Kebersyukuran dan Resiliensi Komunitas pada Masyarakat Pesisir Utara Jawa Tengah Rochmawati, Nikmah; Alhassan, Mizano Liongga; Syafii, Mukhammad
Jurnal Penelitian Vol 15, No 1 (2021): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v15i1.9075

Abstract

Sedekah bumi merupakan salah satu tradisi tahunan masyarakat petani di pesisir utara Jawa Tengah yang dilaksanakan setelah panen raya, tepatnya di bulan Dzulqo’dah pada hari weton Kliwon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model kebersyukuran dan resiliensi komunitas pada masyarakat Rembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam, observasi dan studi pustaka. Untuk mengantisipasi adanya distorsi data dalam pengumpulan data, dilakukan crosscek data melalui pencocokan hasil interview antar informan dan antara hasil observasi dan kajian pustaka dengan hasil interview. Dari pengkroscekan data, dilanjutkan dengan menganalisis data mana yang memiliki keakuratan yang paling tinggi. Selain itu, analisis juga menggunakan teori resiliensi dan kebersyukuran perspektif psikologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perayaan sedekah bumi dapat menjadi model untuk meningkatkan kebersyukuran dan resiliensi komunitas. Upacara sedekah bumi memicu peningkatan keyakinan spiritualitas dan kepasrahan kepada Tuhan, kebersyukuran dan resiliensi komunitas. Sedekah bumi merupakan strategi yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengantisipasi dan beradaptasi dalam menghadapi trauma, kesulitan, tragedy, ancaman dan semua hal yang menimbulkan stress. Sedekah bumi juga dilakukan sebagai ungkapam syukur masyarakat kepada Tuhan. Bersyukur adalah ungkapan terima kasih setelah seseorang memperoleh kebaikan yang dianggap berharga dan bersifat altruistik.
Harmonisasi Sosial Perkotaan: Telaah Probabilitas Konflik pada Tradisi Bangun Sahur atas Regulasi Pengeras Suara Masjid Pangestu, Perdana Putra
Jurnal Penelitian Vol 15, No 1 (2021): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v15i1.10657

Abstract

Realitas masyarakat urban dengan heterogenitas tinggi memunculkan probalititas polemik horizontal yang beragam, seperti topik mengenai terusiknya ruang privasi individu. Representasi fenomena tersebut tercermin pada salah satu aktivitas tradisi komunitas muslim, yakni membangunkan sahur pada bulan Ramadan. Pergeseran nilai substansial yang terjadi dalam habituasi ini, yang awalnya sarat dengan nilai kultural menjadi cenderung serampangan, akibat penggunaan pengeras suara (loudspeaker), khususnya di masjid secara berlebihan. Topik menarik ini memancing Penulis untuk mengulik bagaimana akseptasi regulasi pengeras suara masjid oleh Bimas Islam Kemenag RI di masyarakat perkotaan terhadap pelaksanaan tradisi bangun sahur Ramadan. Penelitian ini dilakukan dengan analisis kualitatif dengan orientasi kajian literatur. Penulis akan mengeksplorasi fenomena terkait eksistensi budaya bangun sahur dari masa ke masa, yang dikoneksikan dengan realitas multikultural masyarakat perkotaan. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan probabilitas konflik yang terjadi seputar operasional pengeras suara masjid secara eksesif, khususnya pada aktivitas bangun sahur Ramadan di lingkup spektrum perkotaan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa resolusi konflik yang terjadi seputar problem ini dapat diatasi dengan dialog secara inklusif antar elemen masyarakat. Temuan interaksi yang proporsional dan tepat akan mengarahkan publik perkotaan pada bilik kesepahaman kordial dan harmonisasi sosial.
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Proses Pembelajaran Online di SDN Cabean 3 Demak Wegasari, Kurnia
Jurnal Penelitian Vol 15, No 1 (2021): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v15i1.9109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi pelaksanaan pembelajaran online di SDN Cabean 3 Demak pada masa pandemi Covid-19, 2) mengidentifikasi dampak yang terjadi dalam pembelajaran online terhadap guru, siswa, dan orang tua di SDN Cabean 3 dalam pada masa pandemi Covid-19, dan 3) mengidentifikasi alasan dampak tersebut dapat terjadi dalam pembelajaran online terhadap guru, siswa, dan orang tua di SDN Cabean 3 dalam pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan metode studi kasus. Responden dalam penelitian ini adalah guru, siswa, dan orang tua siswa kelas 1 sampai dengan kelas V SDN Cabean 3. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terbuka, wawancara, dan dokumen. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian diperoleh bahwa, 1) pelaksanaan pembelajaran online di SDN Cabean 3 pada masa pandemi Covid-19 telah dilaksanakan. 2) pelaksanaan pembelajaran online, masing-masing kelas membuat grup WA, guru, 3) dampak positif dalam pembelajaran online adalah mendapatkan pengalaman baru dari pembelajaran online, kemampuan terhadap teknologi meningkat, dan waktu yang lebih fleksibel, 4) Sedangkan dampak negatif terkait kendala yang dialami antara lain, penambahan biaya kuota internet, gangguan jaringan internet, keterbatasan penguasaan teknologi, ketuntasan materi pelajaran tidak sesuai capaian kurikulum