cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis
Published by Universitas Jambi
ISSN : 14128241     EISSN : 26211246     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Ilmiah Sosio-ekonomika BIsnis -In english translate to Journal Agriculture of economy is a scientific journal that publishes various original research articles and review (by invitation) about n socio economy, including agribusiness and food information and regulation. This journal is an official publication of Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Jambi Agricultural University Indonesia, published since 2010. It is published regularly 2 times a year (in January, and July).
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
ANALISIS KOMPARASI PENDAPATAN USAHATANI KELAPA DALAM POLA MONOKULTUR DAN TUMPANG SARI DI KECAMATAN MENDAHARA KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Wahyuni, Asih; Alamsyah, Zulkifli; Damayanti, Yusma
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.976 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v21i1.5094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis struktur biaya dan penerimaan usahatani kelapa dengan pola monokultur dan pola tumpangsari kelapa dengan pinang di Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur, (2) Melihat besarnya perbedaan pendapatan usahatani kelapa dalam petani yang menggunakan pola monokultur dan petani yang menggunakan pola tumpangsari. Pemilihan lokasi penelitian dengan pertimbangan lokasi penelitian merupakan daerah dengan luas tanam dan produksi terbesar di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian dilakukan dari tanggal 9 Januari 2014 sampai tanggal 9 Februari 2014 dengan metode simple random sampling. Daerah sampel penelitian yaitu Kelurahan Mendahara Ilir dan Desa Sungai Tawar dengan pertimbangan desa ini memiliki jumlah petani paling banyak dengan mengusahakan usahatani monokultur dan tumpangsari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan yang signifikan antara petani yang menggunakan pola monokultur dan pola tumpangsari, baik dalam hal penerimaan, biaya dan pendapatan usahatani. Penerimaan pada usahatani tumpangsari lebih besar dari penerimaan pada usahatani monokultur, begitu juga dalam hal biaya usahatani. Biaya usahatani pada tumpangsari lebih besar dari biaya usahatani pada monokultur. Meskipun biaya yang dikeluarkan pada usahatani pola tumpangsari lebih besar dari biaya usahatani yang dikeluarkan pada usahatani monokultur namun dengan adanya tambahan penerimaan dari usahatani pinang akan menyebabkan pendapatan pada usahatani tumpangsari juga lebih besar dari pendapatan usahatani monokultur. Kata Kunci : Monokultur, Tumpangsari, Kelapa Dalam
Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Kinerja Penyuluh Pertanian Di BP3K Kabupaten Tanjung Jabung Barat Satriadi, Satriadi; Lubis, Arsyad; Aprollita, Aprollita
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.389 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v21i1.5095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan kerja penyuluh pertanian, mengetahui kinerja penyuluh pertanian, dan mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dengan kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang disesuaiakan dengan tujuan penelitian. Penelitian ini sudah dilakukan pada tanggal 17 maret sampai dengan 18 april 2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode sensus yaitu dengan mengambil semua responden berdasarkan kecamatan yang mempunyai produktivitas tertinggi. Kecamatan yang mempunyai produktivitas padi tertinggi yaitu Kecamatan Batang Asam dan Kecamatan Seyerang, sehingga total sampel sebanyak 12 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder sedangkan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan pencatatan. Untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja penyuluh pertanian diukur dengan menggunakan Skala Likert, sedangkan kinerja penyuluh diukur dengan mengikuti ketetapan dari permentan (2013) dan untuk mengetahui derajat hubungan antara kepuasan kerja dan kinerja penyuluh pertanian digunakan uji korelasi Rank Sperman (rs). Hasil penelitian menunjukan Tingkat kepuasan kerja penyuluh di Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebagian besar berada pada kategori sedang, sedangkan Tingkat kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebagian besar berada pada tingkat cukup dan Hubungan antara kepuasan kerja dengan kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada tingkat kepercayaan 95 persen terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kepuasan kerja dengan kinerja penyuluh.Kata kunci : Penyuluh, Kepuasan Kerja dan Kinerja Penyuluh Pertanian
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEUNTUNGAN USAHATANI KELAPA SAWIT (SWADAYA MURNI)DI KECAMATAN JAMBI LUAR KOTA KABUPATEN MUARO JAMBI Iskandar, Ridho; Nainggolan, Saidin; Kernalis, Emy
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.83 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v21i1.5096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Untuk mengetahui besarnya struktur biaya dan keuntungan yang diperoleh dari usahatani kelapa sawit swadaya murni di Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi (2) Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keuntungan usahatani kelapa sawit swadaya murni di Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi. Metode analisis data yang digunakan dalam analisis ini adalah analisis Deskriftif Kuantitatif yaitu analisis keuntungan yang terdiri dari analisis penerimaan dan biaya produksi untuk usahatani kelapa sawit (swadaya murni). Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan usahatani kelapa sawit (swadaya murni) digunakan metode Analisis Regresi Linier Berganda. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 01 November 2015 sampai dengan 01 Desember 2015. Hasil penelitian ini menunjukan (1) rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp.33.154.125/tahun dan rata- rata biaya yang dikeluarkan oleh petani per hektarnya sebesar Rp.9.688.247/Ha/tahun. Rata-rata keuntungan usahatani kelapa sawit (swadaya murni) sebesar Rp.51.541.875/tahun dan rata-rata keuntungan usahatani kelapa sawit (swadaya murni) per hektarnya sebesar Rp.15.641.177/Ha/Tahun. (2) faktor biaya pupuk urea, biaya pupuk lain, biaya tenaga kerja, luas lahan dan umur tanaman (dummy) secara bersama- sama berpengaruh sangat nyata terhadap keuntungan usahatani kelapa sawit (swadaya murni) di daerah penelitian. Sedangkan secara parsial biaya pupuk urea dan biaya pupuk lain (non urea) berpengaruh negatif terhadap keuntungan usahatani kelapa sawit swadaya murni. Dari hasil penelitian diharapkan Perlu adanya bantuan oleh pemerintah, sehingga petani mampu memperluas usahatani kelapa sawitnya Kata kunci : Keuntungan, Usahatani Kelapa Sawit, dan Faktor Produksi
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI DODOL KENTANG LUBUK NAGODANG DI KABUPATEN KERINCI Lika, Noli Putri; Murdy, Saad; Ulma, Riri Oktari
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.741 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v21i1.5097

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk : 1) mengetahui besar biaya, penerimaan dan keuntungan usaha dari agroindustri dodol kentang Lubuk Nagodang di Kabupaten Kerinci, 2) mengetahui kondisi dan menentukan posisi agroindustri dodol kentang Lubuk Nagodang di Kabupaten Kerinci, 3) memformulasikan alternatif strategi yang dapat diterapkan oleh agroindustri dodol kentang Lubuk Nagodang di Kabupaten Kerinci. Penelitian ini dilaksanakan pada Tanggal 14-31 Juli 2016. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menggunakan analisis usaha dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) biaya total agroindustri dodol kentang Lubuk Nagodang adalah sebesar Rp .2.238.615 dan penerimaan sebesar Rp. 5.864.000, sehingga keuntungan yang diperoleh pengrajin dodol kentang Lubuk Nagodang sebesar Rp. 3.625.385 per proses produksi, 2) identifikasi lingkungan agroindustri menunjukkan posisi agroindustri dodol kentang Lubuk Nagodang di Kabupaten Kerinci berada pada kuadran I dengan titik kuadran (0,08;0,14) mendukung kebijakan pertumbuhan agrresive, 3) alternatif strategi yang dapat diterapkan untuk memajukan agroindustri dodol kentang Lubuk Nagodang yaitu : a) bekerjasama dengan pemerintah dalam pengembangan agroindustri dodol kentang, b) meningkatkan kualitas, kuantitas dan memperluas pangsa pasar produksi dodol kentang Lubuk Nagodang melalui peningkatan kemampuan teknis tenaga kerja dan kerja sama dengan pemasok bahan baku kentang, c) memodifikasi kemasan untuk dapat meningkatkan daya tarik produk. Kata Kunci : Strategi Pengembangan , Dodol Kentang, Analisis Usaha, Analisis SWOT
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KOPI LUWAK DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Anjani, Novia; Malik, Adlaida; Fitri, Yanuar
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.64 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v21i1.5098

Abstract

Kopi luwak merupakan salah satu produk olahan Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang memanfaatkan kopi kotoran luwak sebagai bahan baku. Nilai tambah yang cukup tinggi dan terjaminnya ketersediaan bahan baku menjadi prospek yang baik dalam pengembangan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan agroindustri kopi luwak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 27 November hingga 23 Desember 2015. Data yang diambil dalam penelitian adalah data selama 6 bulan pada periode Juni - November 2015. Penentuan responden dilakukan secara sengaja (purposive) yang terdiri dari pihak internal dan eksternal dengan pertimbangan bahwa responden memiliki kaitan dan memahami perkembangan usaha agroindustri kopi luwak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Responden internal yaitu pemilik atau pimpinan agroindustri (3 orang), responden eksternal berasal dari dinas-dinas dan instansi terkait (4 orang). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan analisis SWOT. Hasil analisis data lingkungan agroindustri melalui matriks IFAS dan EFAS menunjukkan bahwa pada matriks strategis internal, total nilai kekuatan lebih besar dibandingkan dengan total nilai kelemahan. Pada matriks strategis eksternal, total nilai peluang lebih besar dibandingkan dengan total nilai ancaman, sehingga usaha agroindustri kopi luwak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat berada pada posisi Aggressive Strategy. Berdasarkan analisis melalui matriks SWOT, dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang maka alternatif strategi yang dapat diterapkan oleh usaha agroindustri kopi luwak yaitu: 1) peningkatan jumlah produksi, 2) diversifikasi dan modifikasi kemasan, 3) perluasan jangkauan pemasaran dan 4) bekerjasama dan menanggapi respon pemerintah. Kata Kunci: Strategi Pengembangan, Kopi Luwak dan Analisis SWOT.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI IKAN PATIN (STUDI KASUS DI DESA PUDAK KECAMATAN KUMPEH ULU KABUPATEN MUARO JAMBI) Chaidir, Nurdiana; Napitupulu, Dompak; sardi, Idris
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.109 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v21i1.5099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan agroindustri ikan patin di Desa Pudak Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri ikan patin memiliki sejumlah faktor kekuatan, yaitu modal, lokasi, tenaga kerja, kualitas produk, dan teknologi. Disamping faktor kekuatan yang dimiliki, perkembangan industri ini juga didukung oleh faktor ekternal yang dapat menjadi peluang agar perusahaan ini dapat berkembang yakni: jumlah pesaing, jumlah pedagang, kemasan yang baik, konsumen, harga, serta komitmen pemerintah. Disisi lain, pengembangan industri ini juga memiliki sejumlah kelemahan dan ancaman yakni: permintaan berfluktuasi, akses, dan kurangnya promosi dalam pemasaran. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa dengan sejumlah faktor internal dan eksternal perusahaan agroindustri ikan patin tersebut, posisi perkembangan industri ini berada pada kuadran 1 (satu). Dengan dmikian, strategi yang dapat dilakukan untuk pengembangan usaha ini adalah strategi agresif (aggressive strategy) yang dapat dilakukan dengan: (1) meningkatkan modal, (2) mempertahankan mutu produk, (3) memperluas wilayah pemasaran, (4) meningkatkan kegiatan promosi, (5) pengembangan produk, serta (6) memanfaatkan bantuan maupun dukungan dari pemerintah secara maksimal. Kata Kunci : Ikan Patin, SWOT, Strategi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LOYALITAS KONSUMEN PADA RESTORAN CEPAT SAJI DI KOTA BENGKULU Agusman, Reazi; Irnad, Irnad; Suryanti, Melli
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.327 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v21i1.5101

Abstract

This study aims to is to find factors affecting loyalty consumers fast food restaurant in Bengkulu City seen from approach extended marketing mix (7p). Variable latent used in this research was extended marketing mix , demografy , customer satisfaction and loyalty consumers. A method of the sample collection with accidental where the sample collection on coincidence and the method of analysis the data used was structural equation modelling (SEM). The method for data analysis was Structural Equation Modeling to examine the causal relationship between observed variables. This study uses two-stage method, where first phased measurement Confirmatory Factor Analysis (CFA) and the second stage measurement was Second Order Confirmatory Factor Analysis (CFA-2). From the Googness Of Fit (GOF) 1 a gauge that indicates match a less well, 5 size gof showing match quite good (marginal fit) and 10 size gof showing match the best good fit. So that it can be concluded that match a whole model is good. The final result of this study shows the variables that make up the extended marketing mix is ​​product, price, place, physical evidence and process where this variable has a significant effect on loyalty both direct relationship and consumer satisfaction variable as Intervening variable. While the demographic variables have no significant effect on loyalty variable directly or indirect relationship with satisfaction as intervening variable. Keywords: Loyalty, Extended Marketing Mix, SEM, CFA and GOF
Hubungan Faktor-faktor Alih Fungsi Lahan Padi Sawah dan Perbedaan Tingkat Penerimaan Usahatani Petani Di Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci Peniarti, Peniarti; Rosyani, Rosyani; Elwamendri, Elwamendri
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.048 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v21i1.5102

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan sawah pada tingkat petani dan mengetahui perbedaan penerimaan usahatani petani yang mengalihkan lahan sebelum dan sesudah alih fungsi di Desa Koto Dian dan Koto Tuo. Faktor-faktor alih fungsi adalah tingkatusia, lama pendidikan, luaslahan, jumlah tanggungan, dan pengalaman bertani. Metode pengambilan data diambil dari data primer dan sekunder. Data diolah dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan hubungan faktor-faktor alih fungsi lahan sawah, kemudian digunakan analisis uji beda dua rata-rata untuk mengetahui perbedaan penerimaan usahatani petani yang mengalih fungsikan lahan sawah sebelum dan sesudah alih fungsi lahan. Dengan jumlah responden sebanyak 37 petani yang mengalihkan sebagian lahan dan 20 petani responden yang mengalihkan semua lahan. Hasil analisis deskriptif yang menggambarkan hubungan faktor-faktor alih fungsi lahan adalah semakin tinggi tingkat usia, maka semakin tinggi tingkat alih fungsi lahan; semakin rendah tingkat pendidikan seorang petani, maka semakin tinggi tingkat alih fungsi lahan; semakin luas kepemilikan lahan, maka peluang petani untuk mengalih fungsikan lahannya lebihkecil; semakin banyak jumlah tanggungan yang harus ditanggung, maka alih fungsilahan akan semakin tinggi; dan semakin lama pengalaman dalam berusahatani, maka akan semakin berat dalam pengambilan keputusan untuk alih fungsi lahan. Kata kunci: hubungan faktor-faktor, alih fungsi lahan sawah, penerimaan usahatani.
HUBUNGAN PENYULUHAN PERTANIAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PETANI SAYURAN DI KECAMATAN KUMPEH ULU KABUPATEN MUARO JAMBI Prihatin, Ana Puja; Aprollita, Aprollita; Suratno, Tri
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.587 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v21i1.5103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas kerja petani sayuran dan mengetahui hubungan penyuluhan pertanian dengan produktivitas kerja petani sayuran di Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi. Penentuan lokasi ditentukan secara purposive dan penentuan responden dilakukan menggunakan teknik simple random sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan tabel distribusi frekuensi untuk mengetahui produktivitas kerja petani sayuran. Untuk mengetahui hubungan penyuluhan pertanian dengan produktivitas kerja petani sayuran digunakan analisis statistika non parametrik melalui uji Chi Square (x2). Hasil penelitian menunjukkan Produktivitas kerja petani sayuran dilokasi penelitian masih tergolong rendah yaitu sebesar 43%. Tinggi rendahnya produktivitas kerja petani sayuran dipengaruhi oleh jumlah produksi yang dihasilkan petani dan besarnya penerimaan yang diterima oleh petani. Penerimaan yaitu produksi dikali harga. Seringkali harga yang berlaku dikalangan petani sayuran masih tergolong rendah dan berada di bawah harga pasar, harga yang rendah tentu akan mempengaruhi besar kecilnya penerimaan serta produktivitas kerja petani.Terdapat hubungan yang nyata antara penyuluhan pertanian dengan produktivitas kerja petani sayuran di kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi sebesar 67,83%, hal ini menunjukkan bahwa semakin sering petani mendapatkan kegiatan penyuluhan pertanian maka petani akan semakin terdorong untuk meningkatkan produktivitas kerjanya. Kata Kunci : Penyuluhan, Produktivitas Kerja, Petani
PENDUGAAN MODEL PERAMALAN HARGA DAN INTEGRASI PASAR SPASIAL KACANG TANAH Sakinah, Fitri; sukiyono, ketut; Reswita, Reswita
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.101 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v21i2.5541

Abstract

This research is aimed at examining the best forecasting model for peanut price and analyzing the spatial market integration of peanuts in Bengkulu province. Monthly data of peanut from 2004:1 – 2013:12 are used for this research and three trend model, i.e., linear, quadratic and exponential trend are applied in which the selection of the best model is based on the lowest value of MAPE, MAD, and MSD. The VAR model of market integration is applied and combined with cointegration and Granger Causality test. This research finds that the best forecasting model is quadratic trend model. This research also concludes that spatial market of peanuts in Bengkulu has already well integrated and each district interplays a peanut price.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 28 No 01 (2025): Jurnal Ilmiah Sosio Ekonomika Bisnis Vol 27 No 02 (2024): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 27 No 01 (2024): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 26 No 02 (2023): Bahasa Inggris Vol 26 No 01 (2023): Bahasa Inggris Vol 25 No 02 (2022): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 25 No 01 (2022): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 24 No 02 (2021): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 24 No 01 (2021): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol. 23 No. 02 (2020): VOLUME 23 NOMOR 02 2020 Vol 23 No 02 (2020): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 23 No 01 (2020): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 22 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 22 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 20 No 2 (2017): Jurnal Sosioekonomika Bisnis Vol 20 No 1 (2017): Jurnal Sosioekonomika Bisnis Vol 19 No 2 (2016): Jurnal Sosioekonomika Bisnis Vol 19 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 18 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 18 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 17 No 2 (2014): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 17 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 16 No 2 (2013): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 16 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 15 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 15 No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 13 No 1 (2010): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis More Issue