cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fondasi@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman KM.3, Cilegon, 42435, Telephone (0254)395502 Ext. 19 Phone: (0254)395502 Ext.19
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Fondasi: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 23024976     EISSN : 25031511     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/jft.v9i1.7440
Core Subject : Engineering,
Terbitan berkala yang mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan sains dan teknologi dalam bidang teknik sipil (Struktur, Transportasi, Geoteknik, Sumber Daya Air dan Manajemen Konstruksi) sebagai bentuk kekayaan intelektual. Diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun yakni pada Bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Abu Terbang (Fly Ash) Sebagai Upaya Peningkatan Daya Dukung Tanah Dasar (Studi Kasus : Karang Anyar, Lampung Selatan) Erdina Tyagita Utami; Hermon Frederik Tambunan; Indi Rezki Uli Simanjuntak
Jurnal Fondasi Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i1.10610

Abstract

Seluruh bangunan sipil berkaitan erat dengan tanah, karena tanah dapat digunakan sebagai bahan bangunan juga sebagai tempat bangunan dapat berdiri. Dalam membangun suatu jalan, tanah dasar merupakan bagian yang terpenting karena tanah dasar akan mendukung seluruh beban lalu lintas atau beban kontruksi dari atasnya. Dalam penelitian ini tanah dasar yang digunakan adalah jenis tanah lempung berplastisitas rendah yang berasal dari Karang Anyar, Lampung Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai daya dukung tanah CBR akibat pengaruh penambahan fly ash, dan pengaruh energi yang berasal dari tumbukan. Tanah berplastisitas rendah dicampur dengan fly ash dengan kadar 0%, 10%, 20%, dan 30%. Variasi tumbukan yang dilakukan untuk pengujian CBR yaitu 10, 25, dan 56. Pengambilan data CBR menggunakan metode CBR tanpa rendaman dan rendaman. Proses CBR rendaman dilakukan dengan merendam sampel selama 4 hari sebelum diuji.   Hasil yang diperoleh adalah terjadinya peningkatan nilai CBR pada setiap penambahan fly ash. Nilai tertinggi yang diperoleh pada pengujian CBR tanpa rendaman adalah 22,00% dan yang paling rendah 13,33%. Pada pengujian CBR rendaman diperoleh nilai tertinggi 3,73% dan terendah 1,33%. 
Studi Kuat Tekan Beton Geopolymer Dengan Fly Ash Sebagai Perkerasan Kaku Di Pesisir Pantai Blima Oktaviastuti; Yurnalisdel Yurnalisdel
Jurnal Fondasi Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i2.8515

Abstract

Penelitian ini berfokus pada campuran beton geopolymer dengan memodelkan campuran material yang menyesuaikan kondisi di pesisir pantai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses peresapan air laut pada beton geopolymer pada perkerasan kaku dan untuk mengetahui kuat tekan beton geopolymer pada perkerasan kaku. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan: (1)Peresapan air laut dan air PDAM pada benda uji perkerasan kaku beton geopolymer menghasilkan tingkat korosifitas pada tulangan sangat minimum, hal ini dikarenakan adanya tambahan zat aditif pada material beton geopolymer; dan (2)Kuat tekan beton geopolymer dengan perendaman menggunakan air laut menghasilkan nilai lebih signifikan dibandingkan perendaman air PDAM. 
Perancangan Manajemen Pemeliharaan Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Merley Misriani; Riswandi Riswandi; Satwarnirat Satwarnirat; Rahmi Hidayati; Puti Bungsu Fauziah Akmal
Jurnal Fondasi Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i1.7536

Abstract

Suatu gedung tidak akan lepas namanya dari pemeliharaan gedung. Perencanaan pemeSuatu gedung tidak akan lepas namanya dari pemeliharaan gedung. Perencanaan pemeliharaan seharusnya sudah ada sejak perancanaan gedung itu direncanakan untuk mempermudah proses pekerjaan pemeliharaan di masa akan datang. Pada Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas belum memiliki sistem pemeliharaan gedung sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem manajemen pemeliharaan Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, merencanakan penjadwalan kegiatan pemeliharaan dan struktur organisasi. Tahap awal yang dilakukan dengan mendata komponen pemeliharaan arsitektur, struktur, mekanikal, eletrikal dan tata ruang luar. Jadwal pemeliharaan terbagi dari rutin harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Struktur organisasi pada Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas terdiri dari Building Manager, Kepala Bagian Teknik, Kepala Bagian Tata Graha, dan Kepala Bagian Layanan  Pelanggan. Maka dari hasil penelitian bisa dijadikan acuan, masukan atau saran bagi pihak yang berkepentingan.liharaan seharusnya sudah ada sejak perancanaan gedung itu direncanakan untuk mempermudah proses pekerjaan pemeliharaan di masa akan datang. Pada Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas belum memiliki sistem pemeliharaan gedung sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem manajemen pemeliharaan Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, merencanakan penjadwalan kegiatan pemeliharaan dan struktur organisasi. Tahap awal yang dilakukan dengan mendata komponen pemeliharaan arsitektur, struktur, mekanikal, eletrikal dan tata ruang luar. Jadwal pemeliharaan terbagi dari rutin harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Struktur organisasi pada Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas terdiri dari Building Manager, Kepala Bagian Teknik, Kepala Bagian Tata Graha, dan Kepala Bagian Layanan  Pelanggan. Maka dari hasil penelitian bisa dijadikan acuan, masukan atau saran bagi pihak yang berkepentingan.
Pengaruh Penambahan Arang Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Dasar Terhadap Nilai Kuat Tekan Bebas (Studi Kasus di Jalan Raya Kubang Laban, Desa Trate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten) Enden Mina; Rama Indera Kusuma; Woelandari Fathonah; Herlambang Wibowo
Jurnal Fondasi Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i1.10614

Abstract

Tanah memiliki karakteristik yang berbeda dari satu lokasi dengan lokasi lainnya, sehingga diperlukan penanganan dan perlakuan khusus dalam mengatasi permasalahan yang mungkin terjadi dalam perencanaan suatu konstruksi bangunan sipil. Tanah expansif yaitu tanah yang kurang baik seagai tanah dasar untuk membuat jalan karena  memiliki sifat kohesif dan memiliki kembang susut yang tinggi yaitu mengembang pada kondisi basah dan menyusut pada waktu kering sehingga menyebabkan kerusakan pada struktur jalan yang menjadikan jalan bergelombang atau retak – retak seperti yang terjadi di Jalan Raya Kubang Laban, Desa Trate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, BantenTujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh penambahan arang tempurung kelapa terhadap nilai kuat tekan bebas dan sifat fisik tanah sebelum dan setelah distabilisasi dengan variasi campuran arang tempurung kelapa (0%, 5%, 10%, 15% dan 20%) serta mengetahui klasifikasi tanah di Jalan Raya Kubang Laban berdasarkan sistem klasifikasi USCS.Hasil penelitian ini diperoleh jenis tanah termasuk kategori OH yaitu tanah Lempung organik dengan plastisitas sedang hingga tinggi. Penambahan arang tempurung kelapa dapat memperbaiki sifat fisik tanah yaitu dengan menurunnya nilai indeks plastisitas tanah, penurunan terbesar pada persentase 20% arang tempurung kelapa dari 21,44% menjadi 7,62% serta dapat meningkatkan nilai kuat tekan bebas dari 1,237 kg/cm2 menjadi 7,961 kg/cm2 dan besar kenaikan qu sebesar 543,482% pada persentase 10% arang tempurung kelapa dengan waktu pemeraman selama 28 hari. 
Stabilisasi Tanah Lempung Organik Menggunakan Semen Slag Terhadap Nilai Cbr Berdasarkan Variasi Kadar Air Optimum (Studi Kasus Jl. Raya Kubang Laban, Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang) Rama Indera Kusuma; Enden Mina; Woelandari Fathonah; Citra Diah Kartika
Jurnal Fondasi Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i2.9015

Abstract

Jalan raya merupakan salah satu sarana penggerak perekonomian di negara berkembang. Pada pembangunan konstruksi jalan raya sering ditemui tanah dasar yang memiliki Nilai California Bearing Ratio (CBR) rendah yang membuat lapisan perkerasan jalan menjadi tebal. Dalam penelitian ini penulis melakukan investigasi daya dukung tanah dasar menggunakan alat Dynamic Cone Penetrometer (DCP) di lokasi Jalan Raya Kubang Laban, Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang yang memiliki nilai CBR sebesar 2,16% dimana seharusnya nilai CBR subgrade adalah di atas 5%. Dalam penelitian ini sangat perlu untuk menguji standard proctor test untuk mengetahui berat isi kering maksimum dan kadar air optimum tiap campuran dikarenakan kadar SiO2  yang mempengaruhi nilai kadar air optimum dan berat isi kering di setiap campuran serta uji CBR Laboratorium yang bertujuan  untuk  mengetahui  nilai  CBR  rencana  tanah  sebelum  dan  sesudah  di  stabilisas i  dengan penambahan semen slag dengan variasi persentase 0%, 5%, 10%, dan 15% tanpa pemeraman berdasarkan kadar air optimumnya.Hasil dari penelitian diperoleh nilai CBR optimum sebesar 30% yang termasuk kategori sangat baik untuk subgrade, didapat dari penambahan semen slag pada kadar 10% dengan kadar air optimum sebesar 26,00%.
ANALISA PERKERASAN BANDAR UDARA MENGGUNAKAN METODE ACN-PCN DAN CBR (STUDI KASUS BANDAR UDARA INTERNASIONAL HUSEIN SASTRANEGARA BANDUNG) Muhammad Fakhruriza Pradana; Dwi Esti Intari; Faisal Ahmad Akbar
Jurnal Fondasi Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i1.7296

Abstract

Bandara Husein Sastranegara merupakan salah satu pusat keluar dan masuknya turis asing maupun domestik. Dibutuhkannya moda transportasi udara yang mampu mengangkut penumpang dengan kapasitas yang lebih besar dari moda transportasi yang ada di Bandara Husein Sastranegara. Sehubungan dengan meningkatnya pelayanan pesawat untuk jarak jauh serta seiring optimalisasi dan pengembangan bandar udara Husein Sastranegara, diperlukan evaluasi sisi operasional kondisi perkerasan bandar udara tersebut, maka penelitian ini akan menganalisa nilai PCN bandar udara Husein Sastranegara dengan ACN relatif pada Boeing 787-9 dreamliner sebagai pesawat rencana, serta menganalisa ketebalan lapis perkerasan dengan metode california bearing ratio (CBR) menggunakan pesawat rencana Boeing 787-9 dreamliner.Penelitian ini bertujuan mengetahui kelayakan dan optimalitas operasional ACN pesawat Boeing 787-9 dreamliner terhadap PCN bandara Husein Sastranegara dan mengetahui kelayakan ketebalan perkerasan bandara Husein Sastranegara terhadap ketebalan perkerasan untuk pesawat Boeing 787-9 dreamliner. Penelitian ini menggunakan metode ACN-PCN dan CBR dengan pesawat rencana Boeing 787-9 dreamliner.Nilai ACN yang dihasilkan pada komputasi software COMFAA adalah 85,3/F/C/X dan nilai ACN dari tabel pesawat terbang adalah 87/F/C/X. Nilai PCN bandara Husein Sastranegara Bandung adalah 50/F/C/X/T. Bandar udara Husein Sastranegara Bandung belum layak menampung pesawat Boeing 787-9 dreamliner dan harus meningkatkan nilai PCN sebesar 87/F/C/X untuk dapat mengoptimalkan pesawat Boeing 787-9 dreamliner. Tebal perkerasan total yang dibutuhkan pesawat Boeing 787-9 dreamliner  adalah sebesar 127 cm. Tebal perkerasan eksisting yang ada di bandar udara Husein Sastranegara Bandung adalah 100 cm. Bandar udara Husein Sastranegara Bandung belum layak menampung pesawat Boeing 787-9 dreamliner dan harus overlay 27 cm untuk dapat menampung pesawat Boeing 787-9 dreamliner.
Analisis Faktor-Faktor Pemilihan Suplier Material pada Jasa Usaha Konstruksi dengan Metode Fuzzy AHP Nur Cholidah Fitriana; Budi Santosa
Jurnal Fondasi Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i1.7440

Abstract

Salah satu faktor kesuksesan sebuah perusahaan konstruksi adalah pemilihan pemasok. Pemilihan pemasok yang tepat dapat menjamin ketersediaan bahan baku untuk menjaga lintasan produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun prioritas faktor yang dapat digunakan oleh para kontraktor dalam memilih pemasok material sehingga pengusaha konstruksi dapat menentukan suplier mana yang dapat memberikan performa dari kriteria terbaik. Salah satu metode pemilihan supplier adalah dengan The analityc hierarchy process yang selanjutnya disebut AHP, adalah salah satu bentuk model pengambilan keputusan yang pada dasarnya berusaha menutupi semua kekurangan dari model-model sebelumnya. Penggunaan AHP dalam pengambilan keputusan dengan banyak kriteria bersifat subjektif. Selain itu para pengambil keputusan lebih yakin menentukan pilihannya terhadap tingkat kepentingan antar kriteria dengan memakai penilaian dalam interval dibandingkan penilaian dengan angka eksak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dikembangkan teknik memodifikasi dan teknik himpunan fuzzy dalam AHP yang disebut Fuzzy AHP. Berdasarkan hasil studi literatur penelitian ini mengidentifikasi 18 faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan supplier material. Faktor-faktor tersebut dikelompokkan dalam 4 kategori yaitu Struktur Umum dan Organisasi, Kemampuan produksi, Kualitas pelayanan, dan Harga. Kemudian melalui kuisioner penelitian ini mengumpulkan penilaian dari 15 narasumber terkait tingkat kepentingan dari masing-masing faktor. Pengolahan data kuisioner untuk menentukan bobot dilakukan dengan metode Fuzzy AHP. Hasil dari penellitian ini menunjukkan bahwa Kesesuaian material, Harga Bahan Baku, dan Kesesuaian tanggal pengiriman berada pada prioritas paling tinggi. KATA KUNCI: supplier material, fuzzy AHP
Stabilisasi Tanah Gambut Dengan Penambahan Kapur dan Fly Ash Sisa Pembakaran Cangkang Sawit Sebagai Subgrade Jalan Dila Oktarise Dwina; Nazarudin Nazarudin; Dyah Kumalasari; Ema Fitriani
Jurnal Fondasi Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i1.10275

Abstract

Tanah gambut mempunyai sifat yang tidak menguntungkan bagi konstruksi. Untuk mendapatkan suatu lapisan pondasi yang kuat maka dibutuhkan tanah dasar yang baik. Tanah dasar merupakan pondasi bagi perkerasan jalan, tanah dasar yang mempunyai kekuatan rendah akan mengakibatkan perkerasan mudah mengalami keretakan. Maka dari itu perlu dilakukan perbaikan tanah untuk jenis-jenis tanah yang memiliki daya dukung tanah rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan 10% kapur, dan (10%, 15%, 20%, 25%) fly ash cangkang sawit masa pemeraman 7 hari dan 28 hari ditinjau dari nilai CBR. Dari hasil pengujian di laboratorium menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan kapur dan fly ash cangkang sawit dengan lamanya waktu pemeraman, maka nilai CBR akan semakin meningkat. Nilai CBR mengalami kenaikkan dan mencapai nilai maksimum pada kadar kapur sebanyak 10% dan fly ash 25% dengan masa pemeraman selama 28 hari yaitu sebesar 6,39%. Nilai tersebut mengalami kenaikan 3 kali lipat dari nilai CBR tanah gambut asli yaitu sebesar 2,05%.    
Kajian Desain Jembatan Sederhana Tipe Hollow Section Truss (HST) dari Material Kayu Kamper Handika Setya Wijaya; Azwar Erizaldy
Jurnal Fondasi Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i2.8522

Abstract

Indonesia memiliki lebih dari 80 ribu desa. Setiap desa, setidaknya membutuhkan tiga hingga empat jembatan untuk menyeberangi sungai, dan untuk mengakses fasilitas lainnya. Kebutuhan jembatan  yang banyak tersebut tidak dibarengi dengan anggaran negara yang dialokasikan terhadap pembangunan jembatan di desa-desa. Karena pembangunan jembatan membutuhkan biaya yang relatif mahal. Teknologi terkini dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam membangun jembatan di desa adalah teknologi “Judesa”. Teknologi Judesa telah dianggap sebagai jembatan yang eknomis padahal anggaran yang dikeluarkan relatif besar yaitu 370 juta. Maka dari itu penelitian ini menawarkan desain jembatan dengan rekayasa kayu dengan tipe rangka menggunakan inovasi “Hollow Section Truss (HST)” yang memiliki keunggulan yaitu kuat, lebih ekonomis dan berkearifan lokal karena material utama kayu dapat dicari di desa-desa setempat. Penampang Hollow Section akan meningkatkan inersia yang lebih besar dari pada kayu dengan penampang padat/ solid dengan luas penampang yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mencari jenis rangka yang kuat untuk diterapkan pada Hollow Section Truss. Dari hasil penelitian didapatkan Jembatan tipe rangka K (K Truss) memiliki rasio perkalian antara kekuatan dan penggunaan bahan paling baik dibandingkan dengan tipe rangka yang lain (Baltimore, Howe, Pratt, dan Warren). Jembatan K-Truss dengan inovasi HST mampu mengefisiensi bahan sebesar 14.90% untuk batang tarik dan 13% untuk batang tekan jika dibandingkan dengan jembatan K-Truss Konvensional.
Risk Management Analysis of Building Construction Project in the Jakarta City Ahmad Waris Maulana; Budi Santosa
Jurnal Fondasi Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i1.7199

Abstract

Building construction project is one of the projects that has a high risk based on the workload and the height of the building structure. Implementation of this construction takes a long and complex. Therefore, it can cause uncertainty of conditions in the field raises various risks in the implementation of the project. Risk management should apply at the initial phase for project development, risk management will be very useful in developing an understanding of project uncertainty. It is very important to understand the risk management concept before understanding the risks in building construction industry. This study aims to obtain the dominant most influential risk factors in a building construction project by using Relative Important Index (RII) Method. The RII method is used to look at the greatest risk factors. Primary data of the research were obtained by filling the risk factor questionnaire by 32 respondents with the positions of Consultans, Chief Expert, Project Manager, and Site Manager. The results showed that The events included in the high risk category are as follows; lack of detailed drawings, a change in design, the designs and drawings do not comply with the bill of quantity, the amount of labor is changing, lack of availability of workers, lack of control and coordination in the field, additional scope of work, inaccuracy and mismatch of detailed specifications on the design, lack of worker expertise and lack of qualified staff, error estimating costs and implementation time.