cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fondasi@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman KM.3, Cilegon, 42435, Telephone (0254)395502 Ext. 19 Phone: (0254)395502 Ext.19
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Fondasi: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 23024976     EISSN : 25031511     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/jft.v9i1.7440
Core Subject : Engineering,
Terbitan berkala yang mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan sains dan teknologi dalam bidang teknik sipil (Struktur, Transportasi, Geoteknik, Sumber Daya Air dan Manajemen Konstruksi) sebagai bentuk kekayaan intelektual. Diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun yakni pada Bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
Perencanaan Persediaan Material Dengan Menggunakan Metode Material Requirement Planning (MRP) Pada Proyek Apartemen (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Nines Plaza & Residence Tower B) Andi Maddeppungeng; Dwi Novi Setiawati; Balqis Tuqa
Jurnal Fondasi Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i1.10624

Abstract

Proyek Konstruksi diperlukan perencanaan persediaan material, untuk proses pekerjaan pembangunan bisa berjalan dengan lancar, efektif dan efisien. Efektif (sesuai dengan planning) semua proses perencanaan termasuk sasaran perhitungan material dapat sesuai dengan yang direncanakan dan terpenuhi. Efisien (Menghemat) diusahakan dapat menghemat waktu, bisa menghemat pembekakan biaya, dan menghindari pemakaian anggaran.  Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh biaya paling ekonomis dari kedua teknik (lotsize) yang digunakan, mengetahui waktu pemesanan (offsetting) persediaan material yang diperlukan, untuk mendapatkan total biaya persediaan material yang dieperlukan pada Proyek Pembangunan Nines Plaza & Residence Tower B. Data dianalisis dengan menggunakan metode Material Requirement Planning (MRP).Berdasarkan hasil penelitian teknik Lotsizing yang membentuk biaya persediaan minimum dari kedua teknik Lot For Lot (LFL), dan Economic Order Quantity (EOQ) yaitu menggunakan teknik Lotsizing Lot For Lot (LFL) Rp2.274.517.928 
Evaluasi Kinerja Pelayanan Stasiun Maja Kabupaten Lebak - Banten Hendrian Budi Bagus Kuncoro; Dwi Esti Intari; Feby Agusti Mahendra
Jurnal Fondasi Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i2.9020

Abstract

Stasiun Maja merupakan  stasiun kereta api kelas II yang terletak di Kecamatan  Maja, Kabupaten  Lebak. Stasiun yang terletak pada ketinggian +40 mdpl ini termasuk ke dalam Daerah Operasi 1 Jabodetabek. Stasiun Maja adalah stasiun yang melayani perjalanan kereta komuter Jabodetabek. Melihat beberapa aspek pelayanan yang diberikan oleh pihak PT. KAI di Stasiun Maja dalam kondisi kurang baik maka sangat penting untuk mengetahui bagaimana kondisi Stasiun Maja saat ini dan tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan Stasiun Maja.Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan 100 kuesioner berisi kinerja dan harapan para pengguna jasa Stasiun Maja untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna jasa Stasiun Maja. Analisis tingkat kepuasan pengguna jasa Stasiun Maja dilakukan dengan metode ServQual dengan 5 dimensi Service Quality yaitu tangible, reliability, assurance, responsiveness, dan empathy.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh nilai pencapaian kepuasan setiap atribut yaitu, tangible sebesar 77,84%, reliability sebesar 83,98%, assurance sebesar 81,04%, responsiveness sebesar 80,96%, dan empathy sebesar 70,78%. Nilai kepuasan pengguna jasa stasiun maja sudah termasuk baik dengan nilai rata-rata pencapaian kepuasan pengguna jasa sebesar 78,53%.
Identifikasi Risiko Fase Operasional Dan Pemeliharaan Proyek Stadion Equestrian, Jakarta Berbasis Pendekatan Public Private Partnership Retna Kristiana; Ali Sunandar
Jurnal Fondasi Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i2.5932

Abstract

Proyek pembangunan Stadion Equestrian Jakarta menelan anggaran Rp 417 Miliar, biaya tersebut belum termasuk biaya operasional dan pemeliharaan. Disisi lain anggaran BUMD dan APBD cukup berat untuk menutup biaya operasional dan pemeliharaan sehingga dibutuhkan pembiayaan operasional dan pemeliharaan. Salah satu alternatif pembiayaan fase operasional dan pemeliharaan proyek stadion equestrian Jakarta adalah dengan upaya public private partnership. Untuk mensukseskan pembiayaan fase operasional dan pemeliharaan equestrian maka perlu mengidentifikasi risiko-risiko dalam skema public private partnership pada fase operasional dan pemeliharaan, sehingga dampak risiko tersebut dapat diminimalisir. Metode analisis yang digunakan adalah teknik delphi. Teknik delphi adalah metode yang  menggabungkan pengetahuan dan pendapat para ahli .
Analisis Motivasi Pekerja Bangunan pada Proyek Konstruksi Bangunan Apartemen Vincent Zetaria Panjaitan; Ida Ayu Ari Anggraeni
Jurnal Fondasi Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i1.7232

Abstract

Dampak  dari  kualitas dan kuantitas  pekerja  bangunan sangat berpengaruh dalam keberhasilan proyek konstruksi, maka usaha-usaha untuk menjaga dan meningkatkan kualitas dan kuantitas  pada  pelaksanaan  proyek  konstruksi  sangat  diperlukan. Salah satu usaha dalam menjaga kualitas dan kuantitas pekerja bangunan adalah dengan adanya pemberian motivasi pada pekerja bangunan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis motivasi pekerja bangunan proyek konstruksi apartemen. Adapun teori yang digunakan adalah Teori Maslow dan Teori Herzberg. Penelitian dilakukan pada lima bangunan apartemen dengan menggunakan kuisioner. Kuisioner di bagikan kepada 158 responden. Pengolahan data dengan mencari Relative Index, kemudian mewawancara Pakar. Hasil yang di dapatkan adalah tingkat kebutuhan pekerja bangunan adalah Physiological Needs (kebutuhan fisik), urutan pertama motivasi adalah ketepatan penerimaan gaji dengan Relative Index 0.948 , kedua adalah upah yang baik dengan Relative Index 0.918 dan ketiga adalah bonus dan upah tambahan dengan Relative Index 0.915. Alternatif yang dapat direkomendasikan adalah program keselamatan kerja yang baik dengan Relative Index 0.908, hubungan yang baik dengan sesama pekerja dengan Relative Index 0.872, dan tanggung jawab atas pekerjaan dengan Relative Index 0.867.
Pemetaan Konsistensi Tanah Menggunakan Sistem Informasi GeografisBerdasarkan Nilai Uji PenetrasiKerucut (CPT) Meissy Pratiwi; Ferra Fahriani; Roby Hambali
Jurnal Fondasi Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i1.10606

Abstract

Sebagai ibu kot aprovinsi, perkembangan infrastruktur di Kota Pangkalpinang cukup signifikan. Kajian pemetaan konsistensi tanah berdasarkan nilai CPT sangat diperlukan untuk menyediakan informasi spasial konsistensi tanah di Kota Pangkalpinang agar identifikasi awal dalam perencanaan suatu pekerjaan bangunan dapat dilakukan dengan mudah, cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedalaman tanah keras, klasifikasi tanah dan konsisitensi tanah berdasarkan data CPT di Kota Pangkalpinang.  Pada penelitian ini digunakan data sekunder berupa data CPT, peta administrasi dan peta DEM Kota Pangkalpinang. Data CPT yang digunakan berjumlah 77 titik yang tersebar pada 22 lokasi di Kota Pangkalpinang.Metode interpolasi spasia lyang digunakan pada penelitian  ini adalah metode IDW (Inverse Distance Weighted) yang telah terintegrasi pada perangkat lunak ArcGIS 10.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kedalaman tanah keras di Kota Pangkalpinang berdasarkan nilai tahanankonus(qc)berkisarantara 1.8 m – 21.6 m. Elevasitanahkerastertinggidengan interval sebesar 12.38 – 21.60 mdpl, sementara lokasi dengan elevasi tanah keras terdalam   terletak di TangkiTimbun (KecamatanPangkalbalam) dengan interval elevasisebesar -16.04 – (-10.21) mdpl. Klasifikasi tanah berdasarkan korelasi antara nilai rasio gesekan(FR) dengan nilai tahanan konus(qc) pada kedalaman tanah yang ditinjau terdiri dari pasir, pasirberlanau, lanauberpasir dan lanau, lempungberlanau, dan gambut. Kosistensitanah di Kota Pangkalpinang berdasarkan nilai tahanan konus(qc) pada kedalamantanahyang ditinjauadaempat,yaituagakpadat, padat, keras(hard), dan sangatpadat.   
Evaluasi Kepuasan Pelanggan Terhadap Kinerja Manajemen Proyek Kontraktor Besar (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Kampus Untirta Sindangsari) Siti Asyiah; Andi Maddeppungeng; Dhoni Sukma Alfalakh
Jurnal Fondasi Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i2.9002

Abstract

Proyek pembangunan kampus baru Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang diberi nama “The Civil Works for Construction of a New Campus of Untirta Sindangsari” merupakan wujud dari peningkatan kualitas pendidikan. Proyek ini berada di Jalan Raya Palka, Sindangsari, Pabuaran, Serang, Banten. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kriteria apa saja yang menjadi indikator keberhasilan proyek konstruksi untuk mendapatkan kepuasan pelanggan.Penelitian ini menggunakan metode survey lapangan dan penyebaran kuisioner yang dilakukan untuk mengukur kinerja manajemen proyek dari sudut pandang kepuasan dan kepentingan. Analisis data yang dilakukan menggunakan tiga metode, yaitu Customer Satisfaction Index (CSI), Analisis gap, dan Importance Performance Analysis (IPA).Berdasarkan analisis, diperoleh kepuasan pelanggan terhadap kinerja manajemen proyek sebesar 64,99% berdasarkan metode CSI termasuk kategori puas. Berdasarkan metode analisis gap, nilai tertinggi terdapat pada variabel (V8), (V9), (V10) dan (V37) memiliki skor 36 serta (V22) memiliki skor 33, hal ini menunjukkan pelanggan memberikan nilai sangat tidak puas. Sedangkan nilai terendah terdapat pada variabel (V17) dan (V33) memiliki skor 19, (V21) memiliki skor 17 dan (V20) memiliki skor 16, hal ini menunjukkan pelanggan memberikan penilaian sangat puas. Berdasarkan metode IPA, variabel (V13), (V11), (V2), (V15), (V8), (V10) dan (V9) menjadi indikator prioritas yang perlu ditingkatkan demi mencapai kepuasan pelanggan. 
Pengaruh Variasi Model Ketidakberaturan Vertikal pada Gedung Bertingkat Tinggi terhadap Respons Seismik dengan Analisis Respons Spektrum Reki Karunia; Baehaki Baehaki; Woelandari Fathonah
Jurnal Fondasi Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i1.7588

Abstract

Indonesia secara geografis terletak di kawasan cincin api pasifik, sehingga berpotensi terhadap ancaman gempa. Data BMKG menunjukkan adanya peningkatan aktivitas kegempaan dari 7000 kali (tahun 2017) menjadi 11920 kali (tahun 2018), 23 di antaranya menimbulkan kerusakan struktur. Kerusakan struktur dipengaruhi karakteristik gempa, salah satunya adalah frekuensi yang mampu merusak bangunan bertingkat tinggi. Konfigurasi ketidakberaturan pada bangunan bertingkat tinggi juga rentan terhadap kerusakan akibat gempa, terutama ketidakberaturan vertikal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan respons seismik model-model ketidakberaturan vertikal pada bangunan bertingkat tinggi berdasarkan tinjauan base shear, displacement, dan drift.Penelitian ini membandingkan 4 variasi model ketidakberaturan vertikal berdasarkan SNI 1726-2012, yaitu model A (tipe 1, 5a), B (tipe 1, 2, 5a), C (tipe 1, 3, 5a), dan D (tipe 1, 4, 5a). Tinjauan-tinjauan respons seismik pada seluruh model dibandingkan terhadap model A. Analisis yang digunakan adalah metode respons spektrum SNI 1726-2012.Dihasilkan nilai base shear untuk arah x dan y sebesar 96,41% dan 96,47% pada model B, 129,45% dan 128,66% pada model C, serta 79,52% dan 80,15% pada model D. Nilai displacement untuk arah x dan y sebesar 99,89% dan 99,87% pada model B, 90,52% dan 90,78% pada model C, serta 91,36% dan 89,98% pada model D. Nilai drift maksimum untuk arah x dan y sebesar 100,73% dan 100,88% pada model B, 105,24% dan 94,80% pada model C, serta 96,77% dan 98,76% pada model D. Nilai-nilai drift tersebut mendekati kinerja batas layannya. Disimpulkan bahwa model D memiliki respons seismik terburuk dikarenakan menghasilkan base shear terkecil dan drift yang terjadi sangat besar.
ANALISIS WAKTU BAKU KAPAL DI PELABUHAN PENYEBERANGAN MERAK ( Studi Kasus Dermaga 4 dan 5 ) Muhammad Fakhruriza Pradana; Rindu Twidi Bethary; Dewi Suharyanti
Jurnal Fondasi Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v8i1.5400

Abstract

Pelabuhan penyeberangan Merak merupakan pintu gerbang lalu lintas Jawa-Sumatera yang terletak di Kota Cilegon. Pelabuhan Merak saat ini memiliki 5 dermaga yang beroperasi. Pelabuhan Merak kurang mengoptimalkan penggunaan dermaga 4 dan 5, dikarenakan dermaga 4 dan 5 belum memiliki trayek tetap untuk jadwal kapal bersandar. Pengelolaan pelabuhan Merak yang tidak efektif merupakan salah satu penyebab rendahnya pelayanan. Salah satu parameter yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan pelayanan ada lahlamanya waktu operasional yang dibutuhkan kapal di pelabuhan.Data yang digunakan adalah data primer yang merupakan hasil dari wawancara berbagai sumber dan data hasil survey waktu bongkar muat dan manuver kapal. Data sekunder adalah jadwal keberangkat an kapal, jumlah dan kapasitas kapal.Waktu baku operasional merupakan jumlah dari waktu bongkar muat dan manuver dikalikan dengan kapasitas kapal. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Nilai waktu baku operasional kapal di Pelabuhan Merak rata-rata 62,124 menit/kapal. Dimana waktu baku dari masing-masing kapal sesuai dengan kapasitasnya adalah: kapal dengan kapasitas 20 kendaraan roda empat sebesar 54.273 menit, kapasitas 26 kendaraan roda empat sebesar 58.555 menit, kapasitas 30 kendaraan roda empat sebesar 61.410 menit, kapasitas 32 kendaraan roda empat sebesar 62.837menit, kapasitas 34 kendaraan roda empat sebesar 64.265 menit, kapasitas 35 kendaraan roda empat sebesar 64.978 menit, kapasitas 38 kendaraan roda empat sebesar 67.119 menit, kapasitas 40 kendaraan roda empat sebesar 68.547 menit. 2) Nilai rata-rata sebesar 62,124 menit/kapal menunjukkan operasional kapal di Pelabuhan Merak belum optimal karena lebih dari selang waktu keberangkatan yang ditetapkan di Pelabuhan Merak yaitu sebesar 60 menit.
Pengaruh Perendaman Cairan Kimia (Disenfektan) Terhadap Karakteristik Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) Siti Asyiah; Dwi Esti Intari; Ngakan Putu Purnaditya; Rindu Twidi Bethary; Woelandari Fathonah; Nopia Anggini
Jurnal Fondasi Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i2.12562

Abstract

World Health Organization (WHO) pada 11 Maret resmi menyatakan virus corona  baru atau COVID-19 sebagai pandemi,. COVID-19 yang telah menjadi pandemik penyakit global bagi seluruh dunia sangat memberikan dampak yang sangat luas, ditambah lagi belum ditemukannya vaksin atau cara lain untuk mencegahnya, namun upaya menahan penyebarannya sangat penting.  Untuk meminimalisir risiko penyebaran Covid-19 yang dapat menular antarmanusia, berbagai cara dilakukan. Salah satunya ialah menyemperotkan cairan disinfektan di berbagai ruas jalan. Berbagai metode penyemperotan pun dilakukan di berbagai tempat, mulai dari menggunakan drone, mobil taktis polisi di jalanan, petugas keliling di permukaan warga, hingga penyediaan bilik khusus disinfektan. Dengan melihat peningkatan kegiatan penyemprotan disinfektan di badan jalan khususnya, perlu diketahui pengaruh cairan disinfektan terhadap kualitas lapisan permukaan jalan beraspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh cairan disinfektan terhadap karakteristik AC-WC dalam pengujian Marshall  dengan kadar cairan disinfektan 100 %,  75 % disinfektan + 25 % air, 50 %  disinfektan + 50 % air dan 25 % disinfektan + 75 % air dengan waktu lama perendaman 1,2, dan 3 menit Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukan bahwa perendaman dengan cairan disinfektan dapat menurunkan karakteristik campuran aspal beton,. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh lamanya waktu perendaman disetiap variasi kadar disinfektan, pada kadar aspal optimum yaitu kadar  aspal 6 %  dan dikadar 100 % disinfektan pada waktu 3 menit. Hasil yang diperoleh  pada kadar aspal optimum saat pengujian seperti nilai stabilitas yaitu 1679,88 kg; nilai VIM  yaitu 12,38; nilai VFA yaitu 41,44; nilai flow yaitu 3,21; nilai VMA 20,97; dan nilai MQ yaitu 522,78.
Analisis Nilai Kapasitas Daya Dukung Pada Jenis Tanah Pasir Dengan Studi Kasus Pada Wilayah Semarang Bagian Selatan Undayani Cita Sari; Moh Nur Sholeh; Mirza Pratama
Jurnal Fondasi Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i2.11473

Abstract

Kota Semarang memiliki topografi yang berbeda untuk setiap wilayahnya. Pada bagian utara Semarang merupakan daerah pesisir dengan karakteristik tanah lunak. Sedangkan, pada wilayah bagian selatan secara umum merupakan pegunungan dengan karakteristik tanah keras. Berdasarkan hal tersebut, maka lokasi tanah keras di wilayah Semarang bagian utara lebih dalam dari pada di wilayah Semarang bagian selatan. Kondisi ini mempengaruhi penggunaan pondasi dalam untuk pembangunan infrastruktur di Kota Semarang. Studi ini bertujuan untuk mengetahui interval nilai kapasitas daya dukung pada wilayah Semarang bagian selatan yang dihitung berdasarkan metode empiris dengan menggunakan persamaan Metode Aoki De Alencar, Metode Philoponat, dan Metode Langsung (Direct Cone Method) yang dikemukakan oleh Meyerhoff. Sebagai batasan masalah, maka ditentukan pondasi dengan diameter 70 cm, 80 cm, 90 cm, dan 100 cm dengan kedalaman 7 meter dimana memiliki jenis tanah pasir untuk semua lokasi yang ditinjau. Dengan mengetahui interval nilai kapasitas daya dukung ini maka dapat sebagai salah satu alternatif yang memudahkan dalam analisis kapasitas daya dukung pada lokasi lain. Hasil menunjukkan pada perencanaan tiang tunggal, nilai kapasitas daya dukung dengan metode Langsung memberikan nilai lebih besar, yang disusul dengan Metode Philoponat dan Metode Aoki De Alencar. Semakin besar diameter tiang yang digunakan maka semakin besar pula nilai kapasitas daya dukung yang diperoleh. Dengan menggunakan diameter tiang 70 cm hingga 100 cm dapat memberikan nilai rata-rata kapasitas daya dukung 443 kN sampai 843 kN.