cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14111292     EISSN : 25415484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (p-ISSN: 1411-1292; e-ISSN: 2541-5484) is an online periodical journal of science that is published twice a year, in January and July by Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Udayana University. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil is a media to publish the results of scientific research students, academics, practitioners and observers in the field of civil engineering including structure, construction management, water resource management, transportation, geotechnical and environmental engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 403 Documents
PENAMBAHAN ABU SEKAM PADA BETON DALAM MENGANTISIPASI KERUSAKAN AKIBAT MAGNESIUM SULFAT PADA AIR LAUT Dharma Putra
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 10, No. 2 Juli 2006
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.09 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan prosentase optimal Abu Sekam sebagai bahan additive pada beton dalam mengantisipasi kerusakan beton akibat Magnisium Sulfat pada air laut. Material yang digunakan adalah pasir dan koral dari Karangasem, Semen type 1 merk Tiga Roda, dan abu sekam padi dari pabrik bata merah Kediri Tabanan. Benda uji berbentuk kubus dengan ukuran 10 cm x 10 cm x 10 cm, dengan komposisi volume campuran 1 semen : 2 pasir : 3 koral, faktor air semen 0,6. Prosentase penambahan abu sekam 0%, 10%, 12,5%, 15%, 17,5% dari berat semen. Setiap prosentase abu sekam dibuat 4 perlakuan dan setiap perlakuan dibuat 3 benda uji. Benda uji direndam dalam air laut dengan larutan 5% Magnesium Sulfat. Dibuat 6 bulan benda uji dengan 2 perlakuan dengan tanpa direndam sebagai kontrol. Pengujian kuat desak beton dilakukan setelah perendaman 90 hari. Kesimpulan penelitian adalah bahwa terjadi penurunan kuat tekan beton setelah direndam, Penambahan abu sekam dapat meningkatkan kuat tekan beton atau dapat mengantisipasi kerusakan pada beton. Prosentasi optimal penambahan abu sekam adalah 16,8% dari berat semen. Penambahan abu sekam mengurangi nilai slum.
PERBANDINGAN PERUBAHAN KINERJA STRUKTUR RANGKA STRUKTUR BETON BERTULANG DAN BAJA DENGAN DINDING PENGISI I Ketut Sudarsana; Putu Deskarta -
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 19, No. 2, Juli 2015
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.2 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan kinerja struktur rangka dengan dinding pengisi pada struktur beton bertulang dan struktur baja. Analisis dilakukan dengan membuat empat model struktur yaitu M1, M1I, M2 dan M2I yang berurutan merupakan struktur beton rangka terbuka (open frame), struktur beton rangka dinding pengisi (infill frame), struktur baja rangka terbuka dan struktur rangka dinding pengisi. Kinerja dari struktur didapatkan melalui analisis non-linear static pushover. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemodelan dinding pengisi pada struktur baja lebih efektif untuk meningkatkn kekakuan dari struktur baja dan membuat struktur baja berada dalam level kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan struktur beton bertulang. Namun pemodelan dinding pengisi pada struktur baja memberikan pengaruh yang lebih kecil terhadap kekuatan dan daktilitas struktur dibandingkan dengan struktur beton bertulang. Pada struktur rangka dinding pengisi baik pada struktur baja maupun struktur beton bertulang, keruntuhan struktur ditentukan oleh kegagalan pada elemen strut.
ANALISIS KEBUTUHAN PENANGANAN SIMPANG EMPAT GERUNG DI LOMBOK BARAT I Wayan Suteja
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 15, No. 2 Juli 2011
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.805 KB)

Abstract

Traffic congestions, traffic violations, and queuing problems inWestern Lombok Region were frequently occurred at the main intersection, inparticular at four legged intersection of Gerung. This is caused by ineffectiveoperation at the intersection e.g. the use of the area for parking and stopping ofpublic transport (angdes and cidomo). Therefore, it is required to evaluate thethe intersection performance and to propose the intersection management.Primary data collected includes geometric, environment condition and trafficdata. Performance analysis was conducted for the existing condition (unsignalisedintersection) and for the proposed new traffic signal. The analysiswas based on IHCM 1997 method. The analysis for existing condition showedthat the capacity of the intersection was 3,159 pcu/hour and the degree ofsaturation was 0.74. This indicated that traffic management is required toimprove the intersection performance such as redesigning geometric andapplying traffic signal
Cover and TOC, Vol. 22, No. 2, Juli 2018 I Gusti Agung Adnyana Putera
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 22, No. 2, Juli 2018
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.216 KB)

Abstract

PENERAPAN DINDING BATU BATA DENGAN RANGKA BETON BERTULANG BAMBU PADA REDESAIN RUMAH TRADISIONAL BALI AGE DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI TOTAL DI DESA PENGOTAN I Nyoman Sutarja
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 17, No. 1, Januari 2013
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1686.719 KB)

Abstract

Abstrak : Sebagian masyarakat Desa Pengotan Kabupaten Bangli yang tinggal di kawasan atau pinggiran hutan dan pertanian lahan kering belum memiliki perumahan dan lingkungan permukiman yang sehat dan layak. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2008 mengumumkan ada 134.804 rumah tangga miskin (RTM) di Bali, termasuk yang ada di Kabupaten Bangli. Desa Pengotan adalah salah satu dari sembilan desa di Kecamatan Bangli yang proporsi RTM terbanyak, yaitu 517 KK dari 956 KK di desa ini adalah RTM.  Salah satu variabel yang menyebabkan RTM tersebut adalah rendahnya kualitas rumah tradisional Bali Age yang dihuni, seperti :  bahan lantai bangunan tempat tinggal masih dari tanah, bahan dinding dari bambu berkualitas rendah, sehingga diperlukan adanya perbaikan rumah tersebut sehingga menjadi layak huni, yaitu bangunan yang memenuhi standar: keselamatan, kenyamanan, kesehatan serta kemudahan bagi penghuninya sebagaimana diatur dalam Undang-undang Bangunan Gedung Nomor 28/2002. Perbaikan rumah tradisional Bali Age dengan pendekatan ergonomi total yaitu pendekatan yang Sistemic, Holistic, Interdisiplinary dan Partisipatory serta kajian 6 kriteria Teknologi Tepat Guna. Beberapa aspek rumah tradidisional Bali Age yang diperbaiki seperti : aspek fisik rumah, yang meliputi redesain sistem struktur dengan penambahan dinding batu bata dengan rangka beton bertulang bambu, penambahan jendela untuk pencahayaan alami, penggantian penutup atap dan perbaikan penutup lantai. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Perbaikan rumah tradisional Bali Age dengan pendekatan ergonomi total di Desa Pengotan : a) dapat meningkatkan keamanan fisik bangunan, b) dapat meningkatkan kenyamanan, dan c) dapat meningkatkan kepuasan penghuni terhadap rumah huniannya.
ANALISIS PROSPEK OPERASIONAL A380 DAN B787 DREAMLINER PADA BANDAR UDARA INTERNASIONAL NGURAH RAI BALI I Wayan Suweda; I Gusti Putu Suparsa; Fitri Lathifah Nurdiana
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 18, No. 2, Juli 2014
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.678 KB)

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan transportasi penerbangan semakin meningkat, yang terlihat pada frekuensi penerbangan pada Bandar Udara Internasional Ngurah Rai. Fenomena ini ditangkap oleh dua produsen pesawat komersil dunia, Boeing dan Airbus, sebagai pangsa pasar yang baik untuk mengembangkan pesawat udara dengan terobosan baru. Perusahaan pesawat terbang asal Perancis, Airbus, memproduksi pesawat komersil terbesar di dunia, A380, yang mampu mengangkut hingga 800 orang penumpang. Meskipun Boeing tidak memproduksi pesawat dengan jumlah penumpang sebanyak A380, tetapi perusahaan ini mampu membuat pesawat terobosan baru yakni B787 Dreamliner, dengan pemakaian bahan bakar pesawat lebih irit 20% dibandingkan dengan pesawat jenis lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan airside dalam prospek operasional pesawat A380 dan B787 Dreamliner pada Bandar Udara Ngurah Rai. Metode penelitian adalah dengan mengumpulan data sekunder, yaitu ketentuan manufaktur pesawat dan dimensi serta perkerasan airside Bandar Udara Ngurah Rai. Runway Bandar Udara Ngurah Rai sudah mencukupi panjang yang dibutuhkan pesawat untuk take off, yaitu 2739 m. Take off weight yang dapat diangkut A380 dari Bandar Udara Ngurah Rai adalah 480 ton dan 228 ton untuk B787 Dreamliner. Geometrik dan jarak aman pada taxiway seluruhnya sudah memenuhi ukuran yang dibutuhkan oleh masing-masing tipe pesawat. Dimensi gate sudah dapat mengakomodasi seluruh dimensi pesawat. B787 Dreamliner dapat menggunakan gate yang biasa dipakai untuk pesawat wide body seperti B747, sedangkan A380 harus menggunakan 2 gate untuk pesawat wide body sekaligus. Pada analisis perkerasan diperoleh nilai ACN rigid pavement untuk A380 sebesar 68 dan 60 untuk ACN  flexible pavement. B787 Dreamliner tidak dapat dihitung nilai ACN nya, karena tekanan ban B787 melebihi tekanan ban yang diizinkan pada Bandar Udara Ngurah Rai. Dari analisis ini, dapat dilihat A380 memiliki prospek untuk beroperasi pada Bandar Udara Ngurah Rai, dengan jarak tempuh yang mampu dicapai hingga 13.700 km. Namun, B787 tidak memiliki prospek untuk beroperasi pada Bandar Udara Ngurah Rai, dikarenakan tekanan ban pesawat ini melebihi tekanan ban maksimum yang disyaratkan pada Bandara Ngurah Rai.
HUBUNGAN ANTARA MODULUS ELASTISITAS DENGAN KUAT TEKAN PADA BETON YANG DIBUAT DENGAN MENGGUNAKAN SEMEN PORTLAND-POZZOLAN MAUPUN SEMEN PORTLAND TIPE I I Made Alit Karyawan Salain; Ida Bagus Rai Widiarsa
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 10, No. 1 Januari 2006
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.758 KB)

Abstract

Hubungan antara modulus elastisitas (Ec) dengan kuat tekan (?’b) pada beton yang dibuat dengan menggunakan semen portland-pozzolan (PPC) maupun semen portland tipe I (PC) telah diteliti. Sebagai benda uji digunakan silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Campuran beton ditetapkan dalam perbandingan berat, antara semen : agregat halus : agregat kasar sebesar 1 : 2 : 3 dengan variasi fas : 0,4, 0,5, 0,7 dan 0,9. Pembuatan dan perawatan benda uji dilakukan dengan tata cara standar. Pengukuran Ec dan ?’b dilaksanakan pada umur 3, 7, 28 dan 90 hari, sesuai dengan ketentuan ASTM C 469-95 dengan menggunakan 3 (tiga) benda uji untuk setiap fas dan umur uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modulus elastisitas dan kuat tekan beton berkurang dengan meningkatnya fas dan meningkat dengan bertambahnya umur beton. Hubungan antara modulus elastisitas dengan kuat tekan beton menunjukkan hubungan non linier, dalam bentuk Ec = 4525,2 Ln ?’b - 3961,4 untuk beton dengan PPC dan Ec = 4302,3 Ln ?’b - 3582,2 untuk beton dengan PC. Pengaruh jenis semen terhadap modulus elastisitas baru terlihat pada beton dengan kuat tekan lebih besar dari 15 MPa, dimana untuk suatu nilai kuat tekan, modulus elastisitas beton dengan PPC mampu melampaui, sekitar 3% - 4%, modulus elastisitas beton dengan PC.
ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL BETON LAPIS AUS (AC-WC) DENGAN MENGGUNAKAN PLASTIK BEKAS SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT Made Andy Dwi Gunadi; I Nyoman Arya Thanaya; I Nyoman Widana Negara
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 17, No. 2, Juli 2013
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.949 KB)

Abstract

Agregat alam yang sering digunakan untuk konstruksi perkerasan jalan merupakan bahan baku yang tidak dapat diperbaharui dan dalam jangka panjang ketersediaannya akan habis. Penelitian ini menggunakan plastik jenis HDPE sebagai bahan pengganti sebagian agregat pada campuran aspal beton lapis aus (AC-WC). Sebagai pengganti sebagian dari agregat dipergunakan plastik HDPE dengan variasi, 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% terhadap berat total agregat. Plastik dicacah dengan menggunakan mesin pencacah plastik, dan dipotong lebih lanjut dengan alat potong manual (berbentuk relatif/ mendekati kubikal) hingga mencapai ukuran ? 4,75 mm. Agregat yang diganti adalah agregat kasar. Penggantian material agregat dengan plastik dilakukan pada kadar aspal optimum (KAO), dengan substitusi berdasarkan volume. Untuk penelitian ini dilakukan pemeriksaan plastik dan agregat serta aspal terlebih dahulu yang dilakukan berdasarkan SNI. Kemudian dilakukan pengujian Marshall untuk mencari kadar aspal optimum. Diperoleh nilai KAO sebesar 5,9%. Persentase inilah yang digunakan sebagai dasar penentuan kadar/jumlah aspal pada campuran AC-WC dengan plastik bekas sebagai pengganti sebagian agregat. Hasil penelitian menunjukkan nilai stabilitas tertinggi terjadi pada penggunaan kadar plastik 50% sebesar 875,1 kg dan terendah pada kadar plastik 10% sebesar 527,0 kg. Nilai Flow tertinggi pada penggunaan kadar plastik 50% sebesar 7,11 mm dan terendah pada kadar 0% sebesar 3,43 mm. Sedangkan nilai MQ tertinggi pada penggunaan kadar plastik 0% dan terendah pada kadar plastik 10% masing-masing sebesar 251,7 kg/m dan 109,3 kg/m. Untuk nilai VMA tertinggi terjadi pada penggunaan kadar plastik 10% sebesar 20,3% dan terendah pada kadar plastik 0% sebesar 15,2%. Nilai VIM tertinggi pada penggunaan kadar plastik 50% dan terendah pada kadar plastik 0% masing-masing sebesar 12,6% dan 4,9%. Sedangkan nilai VFB tertinggi pada penggunaan kadar plastik 0% sebesar 67,9% dan terendah pada kadar 50% sebesar 37,3%. Pengurangan porositas dilakukan dengan peningkatan energi pemadatan menjadi 2x100 tumbukan. Penambahan sebanyak 25 tumbukan pada masing-masing sisi dilakukan pada campuran dengan variasi kadar plastik 50%. Dari hasil pengujian Marshall dan perhitungan, diperoleh data berupa nilai karakteristik meliputi nilai stabilitas, Flow, Marshall Quotient, VIM, VMA, dan VFB, yaitu masing-masing secara berturut-turut sebesar 1539,7 kg; 8,38 mm; 183,51 kg/mm; 8,8%; 16,6%; dan 47,2%.
VARIASI AGREGAT PIPIH SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP KARAKTERISTIK LAPISAN ASPAL BETON (LASTON) I Made Agus Ariawan
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 15, No. 1 Januari 2011
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.295 KB)

Abstract

Laston is a mixture of continuously graded aggregates and asphalt as abinder. Based on its form, the used aggregate is classified as spherical, cube, oval,flaky and irregular. A flaky aggregate is unfavorable to be used as Lastoningredient, because it is broken easily that could affect gradation of aggregate andthe interlocking is weak. Therefore, the Determination of Flekiness indexs BS.812limits aggregate index flaky in the Laston for a maximum of 25%. Research iscarried out to study how the effect of flaky aggregate as coarse aggregate on thecharacteristic of Laston mixture where the Flaky Aggregate used are varied namely0%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35% of the total aggregate. By using 6.25% of KAO,the characteristics of the Laston are as follows. Decreases in the value of stabilityfrom 1144 kg to 1096.9 kg, the value of MQ from 313.21 kg/mm to 150.52 kg/mm,the value of VMA from 16.48% to 13.68%, and the value of VIM from 5.90% to2.73%, increases in the flow from 3.65 mm to 7.21 mm, and the value of VFB from64.2% to 80.1% are obtained. Based on regression and correlation analyses, theaddition of flaky aggregate strongly affects the value of the Laston characteristic.The correlation values (r) of each characteristic are greater than 0.97. Based on theanalysis of variance, the value of F count for each Laston characteristic is greaterthan F table of 3.11 with an error rate ( ) of 5%, the degree of freedom treatment v1 = 5 and degrees of freedom random v2 = 12. This proves that by varying thelevel of flaky aggregate makes the difference in the values of the Laston mixturecharacteristics.
PENGARUH TULANGAN KEKANGAN TERHADAP KUAT REKATAN DAN PANJANG PENYALURAN TULANGAN TERTANAM PADA BETON Putu Deskarta
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 22, No. 2, Juli 2018
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.176 KB) | DOI: 10.24843/JITS.2018.v22.i02.p03

Abstract

Kuat rekatan antara tulangan dengan beton dan panjang penyaluran baja tulangan sangat dipengaruhi oleh tegangan kekangan yang diberikan oleh beton. Tegangan kekangan ini bergantung pada tebal selimut beton dan tulangan kekangan yang tersedia. Penelitian tentang kuat rekatan tulangan umumnya dilakukan dengan memakai benda uji tarik cabut (pull-out) dengan posisi tulangan pada tengah penampang. Hal ini tidak mencerminkan kondisi tulangan pada balok beton bertulang yang mengalami lentur. Oleh sebab itu dilakukan penelitian pengaruh luas tulangan kekangan persatuan panjang terhadap rekatan tulangan yang tertanam pada tepi beton, dengan metoda pengujian ujung balok lentur. Penelitian ini dilakukan dengan membuat benda uji berupa tulangan yang tertanam pada balok beton dengan ukuran penampang 150x150 mm dan panjang yang bervariasi. Variasi panjang tulangan diambil dengan menggunakan acuan nilai panjang penyaluran dari formula SNI yang kemudian dikurangi secara bertahap. Tulangan ditanam pada tepi dengan tebal selimut beton yang konstan yaitu sebesar 2,5 kali diameter tulangan. Benda uji diberikan tulangan kekangan berupa sengkang dengan jarak yang divariasikan. Dari dua variable yang divariasikan itu dibuat 20 jenis benda dan setiap jenis benda uji diwakilkan oleh satu benda uji. Dari hasi penelitian tersebut didapat, panjang penyaluran dari tulangan semakin mengecil dengan meningkatnya luas tulangan sengkang. Selain itu didapat juga bahwa meningkatkan luas tulangan sengkang dapat meningkatkan kuat rekatan dari tulangan yang ditanamkan pada beton.

Page 4 of 41 | Total Record : 403


Filter by Year

2005 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 1, Maret 20230 Vol 27 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 2, September 2023 Vol 27 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 1, Maret 2023 Vol 26 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 26 No. 2, Juli 2022 Vol 26 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 26 No. 1, Januari 2022 Vol 25 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 25 No. 2, Juli 2021 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 25, No. 1, Januari 2021 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 24, No. 2, Juli 2020 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 24, No. 1, Januari 2020 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 23, No. 2, Juli 2019 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 23, No. 1, Januari 2019 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 22, No. 2, Juli 2018 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 22, No. 1, Januari 2018 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 21, No. 2, Juli 2017 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 21, No. 1, Januari 2017 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 20, No. 2, Juli 2016 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 20, No. 1, Januari 2016 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 19, No. 2, Juli 2015 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 19, No. 1, Januari 2015 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 18, No. 2, Juli 2014 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 18, No. 1, Januari 2014 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 17, No. 2, Juli 2013 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 17, No. 1, Januari 2013 Vol. 16, No. 2 Juli 2012 Vol. 16, No. 1 Januari 2012 Vol. 15, No. 2 Juli 2011 Vol. 15, No. 1 Januari 2011 Vol. 14, No. 2 Juli 2010 Vol. 14, No. 1 Januari 2010 Vol. 13, No. 2 Juli 2009 Vol. 13, No. 1 Januari 2009 Vol. 12, No. 2 Juli 2008 Vol. 12, No. 1 Januari 2008 Vol. 11, No. 2 Juli 2007 Vol. 11, No. 1 Januari 2007 Vol. 10, No. 2 Juli 2006 Vol. 10, No. 1 Januari 2006 Vol. 9, No. 2 Juli 2005 Vol. 9, No. 1 Januari 2005 More Issue