Jurnal Rekayasa Mesin
Rekayasa Mesin(d/h MANDEGANI) diterbitkan sejak 1997, dengan frekuensi 3 kali setahun. Misi : media komunikasi bagi dosen, praktisi, dan ilmuwan tentang karya ilmiah (scientific article) hasil-hasil penelitian, survei, studi kasus dan telaah pustaka yang erat hubungannya dengan teknik mesin, meliputi topik/tema seperti perancangan mesin, instalasi, perawatan & perbaikan mesin, bahan konstruksi & komponen mesin, teknik pengerjaan logam, pembuatan komponen mesi n, pengujian bahan dan komponen mesin, teknik pengukuran & kontrol kualitas proses/produk industri manufaktur, manajemen & teknik produksi industri manufaktur, pembentukan dan pengembangan desain produk, aplikasi komputer dalam sistem kendali & operasi mesin, mesin-mesin kalor & fluida, sistem pembangkitan energi, mesin pendingin & pengkondisian udara, pembangkitan energi alternatif & terbarukan.
Articles
478 Documents
Perbandingan Karakteristik Pompa Tunggal dengan Pompa Ganda yang Dioperasikan secara Seri maupun Paralel
Sri Wuryanti;
Maridjo Maridjo;
Slameto Slameto;
Ika Yuliyani;
Indriyani Indriyani
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 18, No 2 (2023): Volume 18, Nomor 2, Agustus 2023
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32497/jrm.v18i2.3967
Pompa adalah mesin untuk menggerakan fluida cair. Pompa menggerakkan fluida dari tempat bertekanan rendah ke tempat dengan tekanan yang lebih tinggi, untuk mengatasi perbedaan tekanan ini maka diperlukan tenaga (energi). Energi yang digunakan ini mempengaruhi efisiensi, sehingga perlu melakukan analisa efisiensi yang terbaik pada pompa. Berhubung pompa ada berbagai type, maka akan dilakukan perbandingan karakteristik (efisiensi pompa tunggal dan pompa ganda). Tujuan penelitian ini adalah membandingkan karakteristik pompa jenis tunggal dengan pompa ganda dengan operasi seri maupun paralel. Metode yang digunakan adalah membuat instalasi pompa baik dioperasikan secara tunggal maupun ganda, yang dipasang seri maupun paralel. Percobaan menghasilkan efisiensi terbaik adalah pompa yang dipasang paralel yakni efisiensi tertinggi 97% (dioperasikan secara paralel), diikuti pompa ganda yang dioperasikan secara seri yakni tertinggi 79%, kemudian pompa tunggal axial dengan efisiensi tertinggi adalah 68% dan terakhir pompa tunggal sentrifugal dengan efisiensi tertinggi adalah 65%.
The Effect of Shot Peening Hardening Treatment on Pressure Variation on Mechanical Properties and Microstructure of S45C Steel
Sakuri Sakuri;
M. Agung;
Nugrah Rekto Prabowo;
Utis Sutisna;
Reza Azizul Nasa Al Hakim
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 18, No 2 (2023): Volume 18, Nomor 2, Agustus 2023
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32497/jrm.v18i2.4307
The purpose of the study was to determine the mechanical properties and microstructure of S45C steel with automatic shot peening treatment. S45C steel is classified as medium steel with a carbon content of 0.51%. Variations of shot peening treatment with varying pressures of 5 bar, 6 bar, and 7 bar. Steel ball shooting uses a size of 0.8 mm, a distance of 100 mm, and a shooting angle of 90o. Hardness test using Vickers and microstructure observation using a microscope. The results of the average hardness test at a pressure of 5 bar are 193.3 VHN, at a pressure of 6 bar with a hardness of 227.2 VHN, and 7 bar with a hardness of 250 VHN. So it can be concluded that the higher the pressure used, the higher the level of hardness obtained. The results of the microstructute photo shown that the higher the pressure released, the more a structure with more martensite phases will be obtained, this has a direct relationship with the hardness of S45C steel.
Desain dan Pengaruh Perangkat Penggerak pada Sistem Pengupas Bawang Putih dengan Sistem Rotasi
Irfan Bahiuddin;
Atha Yudhana;
Satria Bhirawa Anuraga;
Hendricus Sujatmiko;
Muhammad Rizal Ramli
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 18, No 2 (2023): Volume 18, Nomor 2, Agustus 2023
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32497/jrm.v18i2.4329
Bawang putih termasuk salah satu jenis tanaman holtikultura yang dilapisi oleh kulit tipis yang tidak dapat dimakan. Oleh karena itu, sebelum digunakan, bawang putih harus melalui proses pengupasan yang dapat dilakukan dengan cara manual atau mesin. Pengupasan dengan mesin akan mempercepat proses pengolahan paska panen dibanding dengan manual. Bagian terpenting dari mesin pengupas bawang putih adalah bagian penggeraknya. Akan tetapi, tidak banyak studi sebelumnya bagaimana pengaruh konfigurasi penggerak pada mesin pengupas bawang putih. Oleh karena itu, perlu dilakukan studi tentang pengaruh konfigurasi penggerak pengupas terhadap efektifitas proses pengupasan. Makalah ini mempunyai tujuan untuk melakukan rancang bangun dan investigasi pengaruh konfigurasi penggerak terhadap mesin pengupas kulit bawang putih. Proses perancangan mesin pengupas kulit bawang putih dilakukan dengan dua tahapan yaitu perencanaan fungsi dan analisis teknik yang meliputi analisis daya dan torsi yang terjadi pada poros. Selanjutnya, perangkat penggerak divariasikan dengan mengubah beberapa susunan gear, pemasangan pengontrol berupa dimmer, dan pemasangan gearbox dengan rasio 1 : 4. Mesin pengupas kulit bawang putih dengan sistem rotasi telah berhasil dibuat dilengkapi dengan tenaga penggerak pengupas kulit bawang putih direncanakan menggunakan motor listrik dengan daya sebesar 135 Watt dengan kecepatan putar 1500 rpm. Setelah dilakukan perancangan dan pembuatan mesin dengan kapasitas massa bawang adalah 2 kg. Proses pengupasan dilakukan oleh tabung pengupas yang berputar dengan kecepatan putar yang diperoleh dari transmisi daya dengan beberapa variasi konfigurasi penggerak dan dimmer.
Analisis Kekuatan Adhesive Bonding Sambungan Tumpang Tunggal Aluminium 6063 - Komposit Serat Sabut Kelapa
Sri Hastuti;
Xander Salahudin;
Azam Akmal Nur Irsan;
Akhmad Nurdin
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 18, No 2 (2023): Volume 18, Nomor 2, Agustus 2023
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32497/jrm.v18i2.4304
Sambungan tumpang tunggal banyak digunakan pada beda material atau sama material antar adherend pada komponen sambungan mekanik. Sambungan ini diaplikasikan pada industri transportasi darat, laut dan udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan adhesive bonding sambungan tumpang tunggal bermaterial adherend aluminium paduan 6063 dengan komposit serat sabut kelapa. Adherend diberikan kekasaran permukaan menggunakan sandpapering grid 150. Adhesive menggunakan material perekat campuran lateks karet/getah karet dengan resin epoksi (Epoksi A dan Epoksi B dengan perbandingan 1:1). Sambungan tumpang tunggal dengan ketebalan 0,4 mm dicetak dengan cetakan dan tekanan 0,1 MPa. Sambungan di post-curing 100 0C selama 100 menit. Pengujian mekanik dilakukan uji tarik geser mengacu pada standar ASTM D1002. Hasil pengujian kekasaran menunjukkan kekasaran permukaan permukaan adherend 1,93 μm. Pengujian tarik geser menunjukkan kekuatan tertinggi pada variasi campuran perekat dengan penambahan 10% getah karet dengan ketebalan perekat 0,4 mm. Kekuatan tarik geser berbanding lurus dengan modulus elastisitas sambungan tumpang tunggal. Hal ini didukung dengan pengamatan secara makro terjadi mechanical interlocking akibat kekasaran permukaan dan memberikan pengaruh peningkatkan daya rekat adhesive terhadap adherend. Mode kegagalan pada sambungan tumpang tunggal terjadi stok—break failure mode, two-stage failure mode, dan thin layer cohesive failure mode.
Analisis Kegagalan Poros Track Roller Bearing pada Mesin Pembelah Bambu
Nareswari Novita Satiti;
Radhian Krisnaputra;
Sugiyanto Sugiyanto;
Ignatius Aris Hendaryanto;
Inggar Septhia Irawati;
Suryo Darmo;
Widia Setiawan
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 18, No 2 (2023): Volume 18, Nomor 2, Agustus 2023
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32497/jrm.v18i2.4334
Splitting merupakan salah satu tahapan proses produksi bambu laminasi. Splitting dilakukan dengan mesin pembelah bambu untuk mengubah batang bambu menjadi bilah-bilah bambu. Dalam proses splitting, komponen booster bergerak maju-mundur di sepanjang rel untuk mendorong bambu yang terletak pada bagian penopang sampai ujung bambu bertumbukan dengan pisau pembelah sehingga batang bambu terbelah menjadi bilah-bilah (bamboo strips). Pada mesin pembelah bambu terdapat track roller bearing yang berfungsi sebagai guide roller. Salah satu komponen penting dalam rangkaian track roller bearing adalah poros. Kasus kegagalan komponen berupa patahnya poros track roller bearing telah dijumpai pada mesin pembelah bambu yang terdapat di sentra kerajinan bambu, Rosse Bambu Yogyakarta. Kerusakan komponen mesin tentu menghambat berjalannya proses produksi bambu laminasi, oleh sebab itu dilakukan analisis kegagalan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui faktor penyebab kegagalan yang dialami oleh poros track roller bearing pada mesin pembelah bambu sekaligus sebagai upaya antisipasi untuk menghindari terjadinya kasus kegagalan yang serupa. Analisis kegagalan dilakukan dengan melakukan pengujian komposisi kimia material dengan metode Atomic Emission Spectroscopy (AES), pengamatan visual dan pengamatan skala makro terhadap permukaan patahan yang terbentuk, pengujian metalografi untuk mengetahui struktur mikro material poros track roller bearing yang patah, dan pengujian kekerasan Vickers. Permukaan patahan poros tampak terang dan berbentuk granular menunjukkan karakteristik patah getas. Hasil analisis menunjukkan bahwa material poros terbuat dari baja karbon tinggi AISI 1080 yang telah menerima perlakuan quenching dengan nilai kekerasan material sebesar 311,59 HV sehingga material bersifat keras dan getas. Sifat tersebut mengakibatkan poros tidak mampu menahan beban kejut yang diterima saat proses pembelahan bambu berlangsung. Kesimpulan yang diperoleh yaitu kegagalan yang terjadi disebabkan oleh faktor pemilihan material dan perlakuan panas yang dilakukan tidak sesuai untuk aplikasi poros track roller bearing pada mesin pembelah bambu.
Hasil Variasi Media Quenching Terhadap Kekuatan Tarik Baja S45C
Sulistyono Sulistyono;
M Hasyim Nurwansyah;
Asrori Asrori
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 18, No 2 (2023): Volume 18, Nomor 2, Agustus 2023
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32497/jrm.v18i2.3873
Dalam penelitian ini, baja S45C akan diuji dan dibandingkan nilai kekuatan tarik yang dimiliki sebelum dan setelah diberikan perlakuan panas Quench Hardening. Suhu pemanasan yang digunakan dalam proses perlakuan panas ialah 850 ℃, dengan holding time yaitu 30 menit. Media quenching yang digunakan yaitu “Es Batu Ditambah Air”, “Larutan NaCl 3,45%”, dan “Oli SAE 10W-30”. Hasil dari pengujian tarik menunjukkan bahwa media quenching “Es Batu ditambah Air” dan media quenching “Larutan NaCl 3,45%” menghasilkan rata-rata nilai kekuatan tarik 156,27 MPa dan 228,55 MPa, sementara pada raw material dan media quenching “Oli SAE 10W-30” menghasilkan rata-rata nilai kekuatan tarik 707,03 MPa dan 1.116,30 MPa.
Analisis Pembebanan Rangka Penopang Tangki IBC Dumping Table Hidrolik
Ampala Khoryanton;
Ardien Devri Karuniawan;
Farika Tono Putri
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 18, No 2 (2023): Volume 18, Nomor 2, Agustus 2023
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32497/jrm.v18i2.3767
Keamanan konstruksi menjadi salah satu tujuan dalam perancangan karena berkaitan dengan faktor keamanan dalam lingkungan kerja. Dumping table merupakan alat bantu yang digunakan dalam proses penuangan oli dari tangki IBC menuju tempat penimbangan. Mekanisme kerja dumping table hidrolik adalah untuk memiringkan tangki IBC kapasitas 1000 liter yang berisi oli Shell Catenex S-579. Massa total tangki IBC tersebut adalah 900 kg. Material rangka penyusun dumping table hidrolik adalah ASTM A36. Rangka dudukan tangki IBC dan dudukan silinder menjadi beban utama dalam konstruksi ini. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi finite element dengan software solidwork. Keamanan konstruksi dilihat melalui factor of safety (FOS), tegangan von misses, serta strain. Konstruksi ini memiliki tegangan von misses pada dudukan silinder hidrolik sebesar 1.222,582 Mpa dan pada rangka dudukan tangki sebesar 116.223 Mpa atau lebih kecil dari kekuatan yield. Dari hasil simulasi diketahui bahwa tidak terjadi regangan serta hasil simulasi pada FOS secara umum berwarna merah menunjukan jika keseluruhan konstruksi berada dalam batas aman.
Pemanfaatan Biogas sebagai Sumber Energi Penghasil Energi Pendinginan, Energi Listrik dan Energi Pemanasan - Studi Fisibilitas
Luga Martin Simbolon;
Muhammad Arman;
Susilawati Susilawati
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 18, No 2 (2023): Volume 18, Nomor 2, Agustus 2023
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32497/jrm.v18i2.3884
Walaupun menjadi salah satu sumber polusi yang cukup tinggi, penggunaan bahan bakar fosil sebagai sumber energi masih menjadi yang dominan jika dibandingkan dengan jenis sumber energi yang lain. Selain itu, permasalahan yang terjadi saat ini adalah produksi bahan bakar fosil tidak sebanding dengan permintaan yang terus meningkat. Guna menurunkan dampak negatif dari penggunaan bahan bakar fosil, penggunaan energi yang ramah lingkungan terus dikembangkan, salah satunya adalah yang digunakan pada penelitian saat ini, yaitu pemanfaatan biogas sebagai sumber energi pendinginan, energi listrik dan energi pemanasan atau yang dikenal dengan trigeneration energy. Metoda yang digunakan adalah dengan cara memanaskan fluida dengan bahan bakar biogas, lalu fluida panas dialirkan ke sistem refrigerasi sistem absorpsi dan sistem pembangkit listrik TEG (thermoelectric generator). Berdasarkan hasil perhitungan, pemanasan fluida menggunakan biogas membutuhkan energi sebesar 615 watt. Kemudian besaran energi ini digunakan untuk sistem pendingin absorpsi dan TEG yaitu berturut-turut 70 dan 397 watt. Sisa energi sebesar 148 watt dapat digunakan untuk energi pemanasan. Ketika energi pemanasan tidak digunakan, maka energi dari fluida panas (615 watt) dapat seluruhnya digunakan atau di maksimalkan untuk pembangkitan energi pendinginan dan energi listrik. Keywords:
Teknologi Pirolisis untuk Konversi Sampah Plastik menjadi Bahan Bakar Minyak : Kajian Literatur
Bayu Megaprastio;
Mochamad Syamsiro;
Muhammad Arief Saputro;
Fadmi Rina
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 18, No 2 (2023): Volume 18, Nomor 2, Agustus 2023
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32497/jrm.v18i2.4443
Pada zaman ini, penggunaan bahan bakar minyak minyak (BBM) merupakan kebutuhan energi yang tidak dapat diperbarui yang tidak sebanding dengan meningkatnya jumlah kendaraan sehingga pasokan volume BBM semakin menurun. Selain itu, masalah lingkungan berupa peningkatan jumlah sampah yang juga semakin tinggi dikarenakan proses penguraian yang memerlukan khususnya pada sampah plastik. Oleh karenanya diperlukan cara mengatasi permasalahan tersebut dengan membuat bahan bakar minyak dengan mengekstrak energi yang terdapat pada sampah menggunakan termal. Pirolisis adalah proses dekomposisi secara kimia-termal pada keadaan tanpa oksigen yang terjadi didalam reaktor. Produk utama dari teknologi ini adalah MHP (Minyak Hasil Pirolisis). Minyak inilah yang diharapkan mampu mengatasi berkurangnya bahan bakar fosil dengan dilakukan pengujian performa MHP pada mesin secara langsung. Pengujian dilakukan dengan melihat kinerja yang dihasilkan dengan melakukan variasi campuran bahan bakar. Emisi gas buang juga dilakukan guna mendapatkan data dari efek penggunaan MHP sebagai campuran BBM. Hal ini ditujukan untuk mengetahui secara keseluruhan bagaimana potensi dari MHP agar nantinya bukannya menghasilkan energi terbarukan tetapi juga ramah lingkungan sehingga menghasilkan energi yang bersih dan berkualitas.