cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
METAMORFOSA Journal of Biological Sciences
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23025697     EISSN : 26558122     DOI : -
METAMORFOSA is an electronic scientific journal published periodically by the Master of Biology Udayana University, which includes scientific works in the field of Biology.
Arjuna Subject : -
Articles 316 Documents
Virtual Prediction of Zerumbone Compound in Lempuyang as Anti-Bacterial Agent Through In-Silico Approach Jatmiko Eko Witoyo; Nelsy Dian Permatasari; Panggulu Ahmad Ramadhani Utoro
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i02.p11

Abstract

A native herbaceous plant of Southeast Asia, lempuyang is also widely distributed in Indonesia. This plant's primary bioactive component, Zerombone, has a variety of bioactivities, including an anti-bacterial effect. Typically, transglycosylase and alanine racemase were necessary proteins for forming peptidoglycan membranes and are now frequently used as anti-bacterial targets. Thus, using an in-silico approach, this work assessed the interactions between the zerumbone and the protein targets. The PubChem database was searched for the zerumbone compound (CID 5470187). Transglycosylase (PDB code: 1SLY), alanine racemase (PDB code: 4WR3), and the control protein target were also obtained from the PDB database. The Molegro Virtual Docker 5.0 version and the Discovery Studio application 21.1.1 versions were used to interface with and visualize the protein target and zerumbone compound. The result demonstrated that, like the control, the zerumbone compound in lempuyang blocks the active sites of the transglycosylase and the alanine racemase. The zerumbone-alanine racemase complexes additionally showed lower energy binding than other complexes. In conclusion, zerumbone in lempuyang can be a new candidate for anti-bacterial agents by inhibiting the synthesis of membrane peptidoglycan via suppressing transglycosylase and alanine racemase activities.
Identification of Bacteria Caused Bacterial Wilt Disease in Potato Plants (Solanum tuberosum L.) in Taman Tanda Village, Tabanan, Bali I Komang Adi Widyastama; Retno Kawuri; Made Pharmawati
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah utama pada budidaya tanaman kentang di Desa Taman Tanda adalah serangan penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh patogen bakteri. Penyebab layu bakteri adalah bakteri dari famili Ralstoniaceae. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi bakter penyebab layu bakteri pada tanaman kentang di Desa Taman Tanda, Tabanan, Bali. Metode identifikasi diawali dengan isolasi patogen dari tanaman kentang yang sakit di lapangan menggunakan media selektif Ralstonia casein peptone glukose. Koloni yang tumbuh pada media selektif kemudian dikarakterisasi morfologi dan biokimia. Patogenitas dari patogen diuji dengan menginokulasi patogen pada tanaman kentang berumur 30 hari di rumah kaca. Tanaman kentang yang menunjukkan gejala layu bakteri seperti layu kering pada daun dan batang tanaman dikonfirmasi sebagai Ralstonia sp. Isolat patogen kemudian diekstrak 16S rRNA dan diamplifikasi dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan primer U1 forward dan reverse. Sekuensing 16S rRNA dilakukan satu arah dengan mengirim DNA ke PT. Genetika Science, Jakarta. Hasil sekuensing kemudian dianalisis BLASTN dengan membandingkan pusat data di GenBank. Analisis BLASTN menunjukkan isolat patogen teridentifikasi sebagai Ralstonia solanacearum strain K60-1 dengan kemiripan 100%. Dendogram dari isolat patogen dibuat dengan metode neighbor joining tree 1000 kali bootstrap. Berdasarkan identifikasi morfologi, biokimia, Postulat Koch, dan molekuler bakteri penyebab layu bakteri pada tanaman kentang di Desa Taman Tanda, Tabanan, Bali teridentifikasi sebagai Ralstonia solanacearum.
Role of Catecholamine Hormone to Increase the Virulence of Aeromonas hydrophila Ni Putu Widiantari; Yan Ramona; Pande Gde Sasmita Julyantoro
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i02.p17

Abstract

Lingkungan yang ekstrim telah banyak dilaporkan dapat memicu terjadinya stres pada mahluk hidup yang terpapar, sehingga mengganggu kondisi homeostasinya. Dalam keadaan tertekan, organisme vertebrata akan melepas hormon-hormon stres, seperti katekolamin Norepinephrin (NE) dan Dopamin (Dopa), yang melibatkan axis hypothalamus-sympathetic-chromaffin (HSC) dan axis hypothalamus–pituitary-interrenal (HPI). Kedua sistem axis tersebut berturut-turut menghasilkan hormone katekolamin (antara lain adrenalin, noradrenalin, dan dopamine) dan hormon kortikosteroid (terutama kortisol). Kehadiran kedua kelompok hormon tersebut pada sistem peredaran darah inang berperan sebagai signal bagi bakteri patogen, seperti Aeromonas hydrophila, yang umum ditemukan dalam akuakultur, untuk memulai proses infeksinya. Hormon berperan untuk mengaktifkan gen-gen dalam aktivitas dan pembentukan flagella (memungkinkan sel bakteri berenang dengan cepat menuju inangnya), pembentukan pilli, produksi toksin, dan mengaktivasi proses pembentukan biofilm. Dengan kata lain, kondisi stres pada inang ini mempengaruhi metabolisme, pertumbuhan dan virulensi bakteri patogen tersebut, karena kondisi sistem imun inang berada pada titik terendah ketika organisme tersebut mengalami stres. Sekresi hormone katekolamin juga merupakan signal bagi bakteri patogen untuk mengaktifkan gen ferric uptake regulator (fur gene) yang berperan dalam proses pengkhelatan zat besi (Fe3+) di lingkunganya, sehingga terjadi pertumbuhan berlebih dari patogen tersebut. Peran hormone katekolamin dalam peningkatan patogenitas patogen adalah melemahkan ikatan kompleks protein transferrin dengan zat besi (Fe3+), sehingga terjadi peningkatan laju pertumbuhan patogen yang akhirnya berdampak pada peningkatan patogenitasnya. Kata kunci : Akuakultur, Endokrinologi mikroba, Patogenisitas, Stres.
Ethnobotanical Study of Sasak Traditional House At Ende Village, Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Baiq Regina Silva; Kurniasih Sukenti; Sukiman Sukiman
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i02.p18

Abstract

Rumah adat Sasak di Kampung Ende Kabupaten Lombok Tengah umumnya masih memanfaatkan jenis-jenis tumbuhan sebagai penyusunnya. Kearifan lokal dan sosial budaya terkait rumah adat Sasak masih dipertahankan hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan pengetahuan etnobotani masyarakat terkait rumah adat Sasak. Penelitian deskriptif eksploratif ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif berdasarkan pengumpulan data, observasi, wawancara, dokumentasi, dan bantuan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan snowball sampling . Data kualitatif dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif melalui penyelesaian free listing, Cultural Significance Index(CSI), dan Fidelity Level (FL). Ada 18 jenis tumbuhan dari 6 famili yang digunakan sebagai penyusun rumah adat Sasak dan 12 ragam pemanfaatan jenis tumbuhan meliputi atap, tiang, penyangga, pintu, dinding, pagar, lantai, penyimpanan barang, tangga, penyatu, tempat duduk, dan lain-lain. Nilai CSI menjelaskan Swietenia macrophylla Raja. sebagai spesies dengan nilai kepentingan tertinggi yaitu 41,25 untuk 7 ragam pemanfaatan dan lebih direkomendasikan penggunannya sebagai tiang sehingga memperoleh nilai FL 100%. Upaya konservasi dilakukan dengan menyembunyikan kembali jenis-jenis tumbuhan untuk bahan rumah adat Sasak.Sosial budaya dan kearifan lokal terkait rumah adat Sasak diterapkan melalui pemanfaatan jenis tumbuhan hingga proses pembangunan rumah adat Sasak. Penelitian ini diharapkan dapat menjaga konsistensi pengetahuan masyarakat terkait pentingnya konservasi sumber daya alam dan kearifan lokal untuk rumah adat Sasak ke depannya.
Antibacterial Activity And Stability Test Of Bidara Leaf Extract Toothpaste (Ziziphus mauritiana Lam) Against The Growth Of Streptococcus Mutans desy nawangsari; Asa Dwi Oktavia; Galih Samodra
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i02.p15

Abstract

Ekstrak daun bidara dengan konsentrasi 20% terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dengan nilai hambat 12,00 mm. Kandungan senyawa dalam daun bidara meliputi alkaloid, flavonoid, tannin dan saponin. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui sifat fisik, stabilitas dan aktivitas antibakteri sediaan pasta gigi dengan perbedaan konsentrasi ekstrak daun bidara yaitu FI(15%), FII(20%) dan FIII(25%). Metode ekstraksi yang digunakan yaitu remaserasi dengan pelarut etanol 70%, sedangkan metode penghambatan aktivitas antibakteri menggunakan difusi sumuran. Hasil evaluasi sifat fisik parameter pH FI(7,4±0,1); FII(7,1±0,1) dan FIII(7,0±0,1), parameter viskositas FI(5.581,5±61,25); FII(5.801,9±9,60) dan FIII(6.000,7±8,01). Dari hasil uji Oneway anova perbedaan konsentrasi ekstrak berpengaruh signifikan terhadap parameter pH dan viskositas (p-value<0,05). Sedangkan nilai pembentukan busa adalah FI(7,4±0,1); FII(7,3±0,3) dan FIII(7±0,1), dari hasil uji Oneway anova perbedaan konsentrasi ekstrak tidak berpengaruh signifikan pada parameter pembentukan busa (p-value>0,05). Hasil stabilitas uji T-test perbedaan konsentrasi ekstrak pasta gigi stabil pada parameter pH, dan FI pada parameter pembentukan busa karena nilai sig.(2-tailed<0,05). Sedangkan perbedaan konsentrasi ekstrak pasta gigi tidak stabil pada parameter viskositas serta FII, FIII pada parameter pembentukan busa karena nilai sig.(2-tailed<0,05). Pengujian antibakteri sediaan pasta gigi ekstrak daun bidara semua formula dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dengan zona hambat FI 4,39±0,45cm, FII 5,44±0,49cm dan FIII 8,38±0,28cm. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa FIII merupakan formula yang paling baik dengan nilai zona hambat paling besar.
Abudance and Dominance Gastropods in Pantai Bunga Beach Batu Bara Regency North Sumatra Nia Yunita; Melfa Aisyah Hutasuhut; Zahratul Idami
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i02.p16

Abstract

Gastropoda ialah salah satu dari beberapa organisme perairan yang berguna untuk keberlangsungan ekosistem yakni sebagai hubungan timbal balik dengan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan, dominansi dan keanekaragaman gastropoda di Pantai Bunga, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2022 dengan metode pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling pada tiga lokasi, tiap-tiap lokasi pengamatan dengan 30 plot berukuran 5×5 m2. Hasil dari penelitian ini ditemukan 21 spesies gastropoda yang termasuk kedalam 12 famili, dimana spesies yang paling banyak ditemukan yaitu Cerithidea alata sebanyak 302 individu. Individu paling sedikit ditemukan yaitu Tonna dolium yaitu sebanyak 4 individu. Didapatkan nilai kelimpahan berkisar antara 9,56-14,0 individu/m2, indeks dominansi berkisar 0,10-0,37 dengan kategori rata-rata spesies gastropoda tidak dominan yang diperkuat dengan nilai indeks dominansi pada masing-masing stasiun mendekati nol, indeks keanekaragaman berkisar 1,27-2,33 yang tergolong ke dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil pengukuran penelitian menunjukkan bahwa kondisi lingkungan Pantai Bunga masih tergolong seimbang serta cocok buat kehidupan gastropoda.