cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2019): September 2019" : 20 Documents clear
GEJALA AWAL PERILAKU ANTISOSIAL TERHADAP SISWA DI SMP NEGERI 2 KUTA BARO KOTA ACEH BESAR Liza Refiza; said nurdin; nurbaity bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku antisosial merupakan sebuah tingkah laku yang menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat, karena sifatnya yang secara langsung maupun tidak langsung sangat mengganggu ketentraman hidup bermasyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu perilaku Antisosial remaja serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku antisosial pada remaja di SMP Negeri 2 Kuta Baro Aceh Besar. Subjek penelitian berjumlah lima orang remaja yang berperilaku antisosial. Sedangkan Objek penelitian adalah perilaku antisosial pada remaja di SMP Negeri 2 Kuta Baro Aceh Besar.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dan observasi.Hasil penelitian yang diperoleh adalah pada umumnya remaja tersebut secara keseluruhan memiliki perilaku antisosial, hal tersebut di lihat dari sikap yang mereka tunjukkan di sekolah yakni, membolos, membangkang, tidak mentaati disiplin serta merugikan masyarakat di sekitar lingkungan mereka. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku antisosial yaitu (1) Faktor keluarga kurangnya kasih sayang orang tua, penerapan pola asuh yang salah, dan lingkungan tumbuh kembang yang tidak kondusif akan menyebabkan anak lebih banyak melihat prilaku antisosial dalam kesehariannya (2) Faktor teman sebaya lingkungan teman sebaya merupakan suatu kelompok baru yang memiliki ciri, norma, kebiasaan yang jauh berbeda dengan apa yang ada di lingkungan rumah. Bahkan apabila kelompok tersebut melakukan penyimpangan, maka remaja juga akan menyesuaikan dirinya dengan norma kelompok. Saran yang diberikan kepada guru bimbingan dan konseling agar dapat memprogramkan dan melatih peserta didik dengan melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling  sesuai dengan kurikulum yaitu untuk mengatasi permasalahan-permasalahan  yang terjadi pada peserta didik, terutama pada peserta didik yang dikategorikan memiliki masalah perilaku antisosial.
Identifikasi Permasalahan Santri Pondok Pesantren Darul Ulum Komplek YPUI Kampung Keuramat Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh Eka May Sari; Dahliana Dahliana; M. Husen
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKata Kunci    : Permasalahan SantriPenelitian yang berjudul “Identifikasi Permasalahan Santri Pondok Pesantren Darul Ulum Komplek YPUI Kampung Keuramat Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh”, Penelitian ini mengangkat masalah bidang kesehatan, keadaan penghidupan, rekreasi dan hobi/kegemaran, kehidupan sosial-keaktifan, hubungan pribadi, masalah muda-mudi, kehidupan keluarga, agama dan moral, penyesuaian terhadap sekolah, masa depan dan cita-cita serta masalah dalam bidang penyesuaian terhadap kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui jenis-jenis permasalahan yang dihadapi oleh santri di Pondok Pesantren Darul Ulum.. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif Kuantitatif yaitu menggambarkan suatu kondisi atau perstiwa secara sistamatis, aktual dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu. Subjek penelitian adalah Santri Baru Pondok Pesantren Darul Ulum Komplek YPUI Kampung Keuramat Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Pengumpulan data menggunakan Angket DCM (Daftar Cek Masalah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran presentase bidang permasalahan santri baru Pondok Pesantren Darul Ulum bidang kesehatan 25%, keadaan penghidupan 15%, rekreasi dan hobi/kegemaran 37%, kehidupan sosial-keaktifan 81%, hubungan pribadi 34%, masalah muda-mudi 20%, kehidupan keluarga 28%, agama dan moral 4%, penyesuaian terhadap sekolah 29%, masa depan dan cita-cita 76%, penyesuaian terhadap kurikulum 9%. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa santri baru Pondok Pesantren Darul Ulum mempunyai masalah presentase teringgi pada bidang kehidupan sosial-keaktifan.
Pelayanan siswa yang melanggar tata tertib sekolah (studi pada siswa SMP Negeri Kota Banda Aceh) Desi Ulan Dari; Martunis Yahya; Said Nurdin
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Counseling services for student who violate school discipline will help students to be more disciplined. This research was conducted to find out the types of problems in violating school rules, student services that violate school rules and the obstacles encountered by BK teachers in carrying out case services in dealing with students who violate school rules. The approach used in this research is a qualitative approach with descriptive methods. The locations of this research are SMP Negeri 2, SMP Negeri 4 and SMP Negeri 8 Kota Banda Aceh. Data collection techniques used were interviews and documentation. The results showed that the school rules violations that were still carried out repeatedly by students in the Banda Aceh City Middle School were smoking, ditching, fighting, and carrying cellphones (playing online games). In handling cases of disciplinary violations in schools, counseling teachers handle problems through the stages of understanding the description of the problem, studying the background and foreground of the problem by collecting a number of data, making efforts to prevent and solve problems, as well as involving relevant parties. Obstacles experienced are, BK teachers are less able to adjust the time with parents and school principals, less able to understand student characters, parents' greetings when visiting home are sometimes not good, lack of parent collaboration with BK teachers, subject teachers lack understanding with respect to their respective responsibilities, subject teachers deal with students' problems without cooperating with homeroom teachers and counseling teachers, and school principals lack collaboration with related parties (such as the health department, religious department, and police) in carrying out guidance and counseling activities .Keywords: Violations of School Rules, Service Problems, Service Obstacles Problems Abstrak: Pelayanan bagi siswa yang melanggar tata tertib sekolah akan membantu siswa agar lebih disiplin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis masalah pelanggaran tata tertib sekolah, pelayanan siswa yang melanggar tata tertib sekolah serta hambatan-hambatan yang dijumpai guru BK dalam melaksanakan pelayanan kasus dalam menangani siswa yang melanggar tata tertib sekolah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian ini adalah SMP Negeri 2, SMP Negeri 4, dan SMP Negeri 8 Kota Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelanggaran tata tertib sekolah yang masih dilakukan berulang kali oleh siswa di SMP Negeri Kota Banda Aceh yaitu, merokok, membolos, berkelahi, dan membawa HP (bermain game online). Dalam menangani kasus pelanggaran tata tertib di sekolah, guru BK menangani permasalahan melalui tahap memahami gambaran masalah, mempelajari latar belakang dan latar depan masalah dengan pengumpulan sejumlah data, melakukan usaha pencegahan dan pemecahan masalah, serta melibatkan pihak-pihak yang terkait. Hambatan yang dialami yaitu,  guru BK kurang mampu menyesuaikan waktu dengan orangtua siswa dan kepala sekolah, kurang mampu memahami karakter siswa, sambutan orangtua siswa pada saat melakukan kunjungan rumah kadang-kadang kurang baik, kurangnya kerjasama orangtua dengan guru BK, guru mata pelajaran kurang paham terhadap tanggung jawabnya masing-masing, guru mata pelajaran menangani masalah siswa tanpa bekerjasama dengan wali kelas dan guru BK, dan kepala sekolah kurang bekerjasama dengan pihak-pihak terkait (seperti, dinas kesehatan, departemen agama, dan kepolisian) dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling.Kata Kunci: Pelanggaran Tata Tertib Sekolah, Pelayanan Masalah, Hambatan Pelayanan Masalah
PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING OLEH GURU BIMBINGAN KONSELING PADA SMA NEGERI DI KABUPATEN PIDIE Cut Faradilla; Dahliana Abd; Nurbaity Nurbaity
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the implementation of guidance and counseling services at SMAN in Pidie Regency, types of services implemented and barriers in implementing guidance and counselling in schools. This research is a qualitative descriptive. The participants are the teachers of guidance and counseling at SMAN 1 Mutiara, SMAN 1 Sigli, and SMAN 1 Keumala. Data collection technique in research are conducted by interview, observation, and documentation. While the stages of data analysis using data reduction, data display and data verification. The result of the study showed that (1) The implementation of guidance and counselling at SMAN in Pidie Regency in general has been carried out even though it has not followed the guidelines. The stages implemented include the planning phase, the implementation phase,the evaluation phase, reporting, and follow-up. (2) The type of services that is often carried out by teachers is information services  and individual counseling. (3) The barriers experienced by counseling teachers are not able to apply existing theories when providing services to students, inadequate facilities and time for implemementian guidance and counseling services, negative impression of student on the services provided, and other parties in the school and parent students who lack cooperation.Keywords: implementation of guidance and counseling, types of services  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan bimbingan dan konseling pada SMA Negeri di Kabupaten Pidie, jenis layanan yang dilaksanakan  dan hambatan guru dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini yaitu guru bimbingan konseling di SMA Negeri 1 Mutiara, SMA Negeri 1 Sigli dan SMA Negeri 1 Keumala. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan tahapan analisis data yang dilakukan yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan bimbingan dan konseling pada SMA Negeri di Kabupaten Pidie secara umum telah dilaksanakan meskipun belum mengikuti panduan yang ada. Tahapan yang dilaksanakan meliputi tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi, pelaporan serta tindak lanjut. (2) Jenis layanan yang sering dilaksanakan oleh guru adalah layanan informasi dan layanan konseling individual. (3) Hambatan yang dialami oleh guru bimbingan konseling yaitu guru tidak mampu mengaplikasikan teori yang ada ketika memberikan layanan kepada siswa, fasilitas dan waktu yang kurang memadai untuk melaksanakan layanan bimbingan dan konseling, kesan negatif siswa terhadap layanan yang diberikan dan pihak lain disekolah serta orang tua siswa yang kuran bekerjasama.Kata Kunci: pelaksanaan bimbingan dan konseling, jenis layanan
Minat Siswa Dalam Mengikuti Layanan Bimbingan Klasikal Di MAN 4 Aceh Besar Nurul Iman; M. Husen; Nurhasanah Nurhasanah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIman, Nurul. 2019. Minat Siswa dalam Mengikuti Layanan Bimbingan Klasikal         (Penelitian Pada Siswa MAN 4 Aceh Besar) Pembimbing :      1. Drs. M. Husen, M.Pd         2. Dra. Nurhasanah, M.Pd Kata Kunci : Minat, Layanan Bimbingan KlasikalPenelitian  ini berjudul “ Minat Siswa Dalam Mengikuti Layanan Bimbingan Klasikal (Penelitian Pada Siswa MAN 4 Aceh Besar)”. bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran minat siswa dalam mengikuti layanan bimbingan klasikal di MAN 4 Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif sedangkan jenis penelitian bersifat deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa MAN 4 Aceh Besar yang berjumlah 486 siswa. penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purpossive sampling, oleh karena itu peneliti mengambil 20 % dari populasi yaitu 97 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner) , angket yang digunakan oleh peneliti merupakan angket adaptasi dari skripsi Kurnia Pasca Tarigan (2017) dengan menggunakan skala model likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran minat siswa dalam mengikuti layanan bimbingan klasikal diperoleh hasil analisis variabel sebanyak 47 siswa dengan persentase 49 % berminat dalam mengikuti layanan bimbingan klasikal. Sedangkan untuk analisis sub variabel yang terdiri dari aspek kognitif sebanyak 53 siswa dengan persentase 54,63 % memiliki ilmu dan mampu memahami materi layanan bimbingan klasikal, kemudian aspek afektif 46 siswa dengan persentase 47 % memiliki perasaan senang dan tertarik sehingga menimbulkan motivasi di dalam diri untuk mengikuti layanan bimbingan klasikal tersebut, sedangkan aspek psikomotorik 48 siswa dengan persentase 49,48 % berpartisipasi dan aktif  di dalam layanan bimbingan klasikal tersebut. Berdasarkan analisis setiap item pernyataan diperoleh hasil rata-rata berada pada kategori tinggi dan sangat tinggi. 
EFEKTIFITAS TEKNIK LATIHAN ASERTIF UNTUK MENINGKATKAN SELF ESTEEM PADA SISWA (MTsN 2 ACEH BESAR) Widya Aska Audina; Abu Bakar; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self esteem is an individual's ability to describe his situation both positively and negatively. The more individuals describe positive things about themselves, the higher self esteem they have, otherwise if the individual describes himself with negative things then the self esteem possessed will be low. This study aims to see the effect of assertive training techniques in improving self esteem in students. In this case the assertive training technique is an exercise in communicating what we want without taking rights and hurting the feelings of others which consists of a series of stages namely role playing, modeling and assertive training. The research approach used is quantitative Pre-Experimental Design with the form of One Group Pretest-Posttest Design. Subjects in this study are students who have low self esteem. Data collection method in this study uses a self esteem scale with a reliability of 0.878 which means it has very high reliability. Data analysis was done by categorizing it into category norms and then tested through Wilcoxon sign test. The results showed an average pre-test value of 78.1 higher than the post-test average of 119. The results of the data analysis obtained in this study were the Wilcoxon test value of Asymp.Sig (2-tailed) (0,005 0,05) Then testing the hypothesis in this study Ho is rejected and Ha is accepted. This means that assertive training techniques are effectively used to improve self esteem in students. Key Word: Assertive Training, Self Esteem, StudentsAbstrak: Self esteem (harga diri) adalah kemampuan individu dalam menggambarkan keadaan dirinya baik secara positif maupun negatif. Semakin individu menggambarkan hal positif mengenai dirinya maka akan semakin tinggi self esteem yang dimiliki, sebaliknya jika individu menggambarkan dirinya dengan hal negatif maka self esteem yang dimiliki akan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh teknik latihan asertif dalam meningkatkan self esteem pada siswa. Dalam hal ini teknik latihan asertif merupakan latihan mengkomunikasikan apa yang kita inginkan tanpa mengambil hak dan menyakiti perasaan orang lain yang terdiri dari serangkaian tahapan yaitu bermain peran, pencontohan dan latihan asertif. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif Pre-Experimental Design dengan bentuk One Group Pretest- Posttest Design. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa dengan self esteem rendah. Metode pengumpulan data dengan menggunakan skala self esteem dengan reliabilitas sebesar 0.878 yang menunjukkan reliabilitas sangat tinggi. Analisis data dihasilkan dengan mengkategorikan ke dalam norma kategori lalu diuji melalui Wilcoxon sign test. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata pre-test sebesar 78,1 lebih tinggi dari rata-rata post-test yaitu 119. Hasil analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah nilai Asymp.Sig (2-tailed) bernilai 0,005 atau menunjukkan probabilitas dibawah 0,05 (0,005 0,05). Maka pengujian hipotesis menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima yaitu teknik latihan asertif efektif digunakan untuk meningkatkan self esteem pada siswa. Kata Kunci: Latihan Asertif, Self Esteem, Siswa
PENERAPAN PERMAINAN LABIRIN UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI PADA ANAK ADHD (ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER) DI SLB BUKESRA BANDA ACEH Intan Yolanda; Syaiful Bahri; Fajriani Fajriani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The concentration of learning is a focused attention during the learning process and it facilitates the understanding of lessons explained by the teacher so that it can support student’s achievement. Learning concentration is called effective when it is characterized by the strength of memories possessed by individuals. This study aimed to see the effectiveness of the labyrinth game in improving the learning concentration of children with ADHD using a quantitative descriptive approach and the type of single-subject experimental design with the A-B-A design baseline logic. The subjects in this study were 3 students of Bukesra SLB Banda Aceh with low learning concentration. The instrument used in this study was the concentration scale. Data analysis techniques used in this research was data analysis in conditions and data analysis between conditions. The results of the study showed that the students’ learning concentration after being given the treatment of the labyrinth game was higher than their learning concentration before being given the treatment. This is supported by the results of data analysis on the level changes in condition with an increase in the intervention phase (B) was (+6) at AP, (+9) at MH, (+8) at AM and the baseline phase (A2) was (+8) at AP, (+8) at MH, (+8) at AM. The results of data analysis between conditions in all phase comparisons showed the percentage of overlap below 90%. Data analysis between conditions on observation’s results showed a percentage of 0% at AP, 0% at MH, and 0% at AM in a comparison of baseline (A1) with intervention (B) and baseline (A2). So that it can be concluded that there was a significant increase between the students’ learning concentration after being given treatment and the analysis results of observational data obtained a tendency toward positive direction and trace data or increasing the percentage of the three subjects.Keywords: ADHD Children, Labyrinth Game, Improving Concentration, Research single-subject experimental design, A-B-A design baseline logic. Abstrak: Konsentrasi belajar adalah terfokusnya perhatian pada saat proses pembelajaran yang memudahkan memahami pelajaran yang dijelaskan guru sehingga dapat menunjang prestasi siswa. Konsentrasi belajar dikatakan efektif ditandai dengan kuatnya ingatan yang dimiliki oleh individu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keefektifan permainan labirin dalam meningkatkan konsentrasi belajar anak ADHD dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan jenis penelitian single-subject experimental design baseline logic desain A-B-A. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang siswa ADHD dari SLB Bukesra Banda Aceh dengan konsentrasi belajar rendah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala konsentrasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data dalam kondisi dan analisis data antar kondisi. Hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi belajar siswa setelah diberikan perlakuan permainan labirin lebih tinggi dari konsentrasi belajar siswa sebelum diberikan perlakuan. Hal ini didukung oleh hasil analisis data pada perubahan level dalam kondisi dengan level peningkatan pada fase intervensi (B) yaitu (+6) pada AP, (+9) pada MH, (+8) pada AM dan fase baseline (A2) yaitu (+8) pada AP, (+8) pada MH, (+8) pada AM. Hasil analisis data antar kondisi pada semua perbandingan fase menunjukkan persentase overlap dibawah 90%. Analisis data antar kondisi pada hasil pelaksanaan observasi menunjukkan persentase 0% pada AP, 0% pada MH, dan 0% pada AM pada perbandingan fase baseline (A1) dengan intervensi (B) dan baseline (A2). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan antara konsentrasi belajar siswa setelah diberikan perlakuan dan hasil analisis data observasi diperoleh kecenderungan arah dan jejak data yang bersifat positif atau semakin meningkat persentase ketiga subjek.Kata kunci: Anak ADHD, Labirin, Konsentrasi, single-subject experimental design, baseline logic desain A-B-A.
DETERMINASI DIRI SANTRI PONDOK PESANTREN BABUN NAJAH ULEE KARENG BANDA ACEH Maisarah Anwar; M Husen; Nurbaity Nurbaity
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study entitled "Self Determination of Santri in Babun Najah Ulee Kareng Islamic Boarding School in Banda Aceh with the aim of getting a picture of santri's self-determination in the modern Babun Najah Ulee Kareng Islamic boarding school in Banda Aceh. This study uses a quantitative approach with a descriptive type. The study population was all santri at the level of tsanawiyah with 198 students. Sample selection was done randomly as many as 132 students. Data collection is done by distributing questionnaires (questionnaires). This study uses and adopts standardized instruments namely Instrument The Air Self Determination Profile Form For Student, which already has a scoring method. The results of the study show that the description of students' self-determination based on the category obtained by the results of variable analysis as much as 65 (49.24%) so that it can be said that less than half of the santri have strong self-determination. Categorization based on sub-variables in the aspect of capacity as many as 64 (48.48%) santri have high self-capacity and as many as 60 (45.54%) santri have good opportunities at school and at home, if seen in the indicators of doing as many as 57 (43, 18%) santri can be said that less than half of 132 santri can do things that are needs and desires independently, then in the feeling indicator found 59 (45%) santri can be said that less than half of santri have sensitivity to what is faced with the state of feeling, then on the indicators in the school there were 42 santri in the percentage of 32% of students who had good relations with the people in school, and in the indicators at home it was found that 79 santri were 59.84% santri indicating that more than half of the santri had support from home people. Based on the results of the analysis per item the self-determination of santri is in the high category. Keywords: Self-determination, santri ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Determinasi  Diri Santri di Pondok Pesantren Modern Babun Najah Ulee Kareng Banda Aceh dengan tujuan untuk mengetahui gambaran determinasi diri santri pondok pesantren modern Babun Najah Ulee Kareng Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif  dengan jenis deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh santri tingkat tsanawiyah dengan jumlah 198 santri. Pemilihan sampel dilakukan secara random sebanyak 132 santri. Penggumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket (kuesioner ). Penelitian ini menggunakan dan mengadopsi instrumen terstandar yaitu Instrument The Air Self Determination Profile Form For Student,  yang sudah memiliki cara skoring.  Hasil Penelitian menunjukkan bahwa gambaran determinasi diri santri berdasarkan kategori di peroleh hasil analisis variabel sebanyak 65 (49,24%) sehingga dapat dikatakan kurang dari setengah santri memiliki determinasi diri yang kuat. Pengkategorian berdasarkan sub variabel pada aspek kapasitas sebanyak 64 (48,48%) santri memiliki kapsitas diri yang tinggi dan sebanyak 60 (45,54%) santri memiliki kesempatan yang baik di sekolah dan dirumah, jika dilihat dalam indikator melakukan sebanyak 57 (43,18%) santri dapat dikatakan bahwa kurang setengah dari 132 santri dapat melakukan hal yang menjadi kebutuhan dan keinginan secara mandiri, kemudian dalam indikator merasakan didapatkan 59 (45%) santri dapat dikatakan kurang dari setengah santri memiliki kepekaan terhadap apa yang dihadapi dengan keadaan perasaan, selanjutnya pada indikator di sekolah didapatkan sebanyak 42 santri dalam persentase 32% santri yang memiliki hubungan baik dengan orang-orang di sekolah, dan dalam indikator di rumah didapatkan bahwa 79 santri jika dipersentasekan sebanyak 59,84% santri ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah santri memiliki dukungan dari orang rumah. Berdasarkan hasil analisis per item determinasi diri santri berada pada kategori tinggi. Kata Kunci : Determinasi Diri, Santri 
LAYANAN REHABILITASI PADA PENYALAHGUNA NARKOBA DI RUMAH SAKIT JIWA ACEH Erlinda Sammelita; Syaiful Bahri; Nur hasanah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSalah satu cara penanggulangan masalah narkoba ialah dengan cara pemulihan melalui rehabilitasi. Rehabilitasi merupakan suatu bentuk perlindungan sosial yang membangun klien pengguna narkoba untuk tertib sosial agar tidak kembali menggunakan narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui layanan apa saja yang diberikan pada penyalahguna narkoba, 2) Mengetahui hambatan apa saja yang dialami oleh konselor adiksi pada saat diberikan layanan rehabilitasi, 3) Mengetahui apa saja upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan layanan rehabilitasi di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif serta menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini merupakan konselor adiksi, pengambilan subjek pada penelitian ini dilakukan menggunakan teknik purposive, yaitu subjek dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan rehabilitasi narkoba di Rumah Sakit Jiwa Aceh yaitu, 1) Layanan rehabilitasi narkoba di RSJ Aceh menggunakan pendekatan secara individu, kelompok, keluarga dan religius, layanan yang diberikan secara bertahap pertama yaitu detoksifikasi, kedua layanan primery dan ketiga layanan re-entery serta didukung oleh konselor yang memiliki keterampilan yang sudah mengikuti pelatihan tentang adiksi dan dinyatakan terakreditasi. 2) Hambatan yang dialami yaitu klien masih menutup diri, suka memanipulasi, tidak ada layanan religius untuk klien non muslim dan perlunya dukungan dari masyarakat untuk tidak memberikan stigma kepada pengguna narkoba, sedangkan 3) Upaya mengatasi hambatan dari setiap masalah klien bisa ditangani oleh konselor adiksi, dari pihak orangtua klien sudah bisa dikatakan sangat mendukung layanan rehabilitasi ini, karena orangtua klien juga diberikan pemahaman tentang adiksi lewat layanan pemulihan dukungan PENKES (Pendidikan Kesehatan Keluarga) serta seminar mengenai narkoba. Kata kunci : Rehabilitasi, penyalahguna narkoba, rehabilitasi narkoba
Analisis faktor-faktor penyebab ketidakhadiran siswa di sekolah dan upaya guru BK dalam mengatasinya (Suatu penelitian pada MAN 4 Kabupaten Aceh Besar) Roni Fitriadi; Nurhasanah Nurhasanah; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persentase ketidakhadiran siswa pada MAN 4 Kabupaten Aceh Besar hampir setiap bulan meningkat, meskipun berbagai kegiatan telah dilakukan oleh guru BK dalam upaya mengatasinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran ketidakhadiran siswa di sekolah, faktor-faktor yang menyebabkan ketidakhadiran siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah, serta upaya guru BK dalam mengatasi penyebab ketidakhadiran siswa di sekolah. Jenis penelitian ini penelitian deskriptif dengan pendekatan mixed methods yaitu menggabungkan dua pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian pada MAN 4 Aceh Besar dengan jumlah sampel 40 siswa dan 2 guru BK. Teknik pengumpulan data dengan angket,  wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data yaitu dengan analisis kuantitatif dan kualitatif dalam bentuk persentase dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan gambaran ketidakhadiran siswa di sekolah MAN 4 Kabupaten Aceh Besar berada pada kategori rendah sebanyak 6 siswa dengan persentase 15%, kategori sedang sebanyak 28 siswa dengan persentase 70%, serta kategori tinggi sebanyak 6 siswa dengan persentase 15%. di samping itu dari analisis angket yang telah di bagikan kepada siswa faktor-faktor penyebab ketidakhadiran siswa di sekolah diantara lain adalah berasal dari faktor lingkungan keluarga 45% jarang mengawasi anak untuk datang ke sekolah, dan faktor dari dalam diri siswa 40% malas datang ke sekolah, dan hampir sebagian 42,5% membantu pekerjaan di rumah seperti berjualan, dan membantu mengelola pertanian di sawah. hasil wawancara dengan siswa terdapat tidak mengerjakan PR, susah bangun pagi. Upaya yang telah dilakukan oleh guru BK untuk mengatasi ketidakhadiran siswa di sekolah adalah dengan cara memanggil siswa yang bersangkutan, melakukan konseling individual, dan langsung mengadakan home visit ke rumah siswa. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya kerja sama antara orang tua siswa dan guru di sekolah.Kata Kunci : Ketidakhadiran, Faktor-Faktor, dan Upaya Guru BK

Page 1 of 2 | Total Record : 20