cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
Analisis dukungan orangtua terhadap penyesuaian diri remaja tunanetra Yuni Astuti; Martunis Yahya; Dahliana Abd.
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.534 KB)

Abstract

Abstract: Blind teenagers are able to adjust themselves well to home, school and community environment, and seen from the achievement of blind teenagers, which blind teenagers are able to compete in education like teenagers in general. The subject of this research is blind parents parenting. While the object of this study is parental support to adolescent self-adjustment of visual impairment. This study aims to find out the description of parental support to adolescent adjustment of visual impairment in high school Blind LB Banda Aceh. Specifically, this study describes the parental support of adolescent self-adjustment with visual impairment. The method used in this research is descriptive qualitative. This research data comes from observation of blind teenagers and through direct interviews with blind teen parents. The results showed that parents can provide good support so that blind teenagers are able to adjust, then viewed from the social side of parental support to blind teenagers there are two family characters, the first family who dare not release their children to interact, the second more freedom to children to interact with the environment so that children have friends and feel like other normal children. Therefore, parents as the first and principal educator for children in the family should be expected to always support and pay attention to the child both in terms of physical and spiritual, so that the lack of possessed can develop the talent and potential that exist in him.Keyword: Parental Support, Self-Adjusment, Visually Impaired, Adolescent. Abstrak: Remaja tunanetra mampu menyusuaikan diri dengan baik dilingkungan rumah, sekolah maupun masyarakat, dan dilihat dari prestasi remaja tunanetra, yang mana remaja tunanetra mampu bersaing dalam dunia pendidikan layaknya seperti remaja pada umumnya. Subjek penelitian ini adalah orangtua remaja tunanetra Sedangkan objek penelitian ini adalah dukungan orangtua terhadap penyesuaian diri remaja tunanetra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan orangtua terhadap penyesuaian diri remaja tunanetra di SMA LB kota Banda Aceh. Secara khusus, penelitian ini mendeskripsikan tentang dukungan orangtua terhadap penyesuaian diri remaja tunanetra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini bersumber dari observasi terhadap remaja tunanetra dan melalui wawancara langsung dengan orangtua remaja tunanetra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orangtua dapat memberikan dukungan yang baik sehingga remaja tunanetra mampu menyesuaikan diri, kemudian ditinjau dari segi sosial dukungan orangtua terhadap remaja tunanetra terdapat dua karakter keluarga, yang pertama keluarga yang tidak berani melepas anaknya untuk berinteraksi, yang kedua lebih memberikan kebebasan terhadap anak untuk melakukan interaksi dengan lingkungannya supaya anak memiliki teman dan merasa seperti anak normal lainnya. Oleh karena itu orangtua  selaku pendidik pertama dan utama bagi anak dalam keluarga diharapkan hendaknya selalu berusaha mendukung dan memperhatikan anak baik dalam segi jasmani maupun rohani, sehingga dengan kekurangan yang dimiliki bisa mengembangkan bakat dan potensi yang ada pada diri nya.Kata kunci : Dukungan Orang Tua, Penyesuaian Diri, Remaja, Tunanetra.
Analisis faktor penyebab perilaku tidak disiplin pada siswa SMP Negeri 3 Banda Aceh Ana Fiara; Nurhasanah Nurhasanah; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.564 KB)

Abstract

Abstract: Discipline is an important aspect that students must have in order to complete education well and support their success. This study aims to determine the types of violations of student discipline, the factors causing violations of student discipline and the services provided by the counseling teacher to overcome violations of student discipline. The approach used in this study is qualitative with narrative methods. The research subjects were students who committed disciplinary violations and counseling teachers. Data collection is done through in-depth interviews and data analysis with narrative methods. The results showed that the types of disciplinary violations committed were incomplete attributes, various types of truant behavior, not doing assignments, going out of class, using e-cigarettes and fighting. While the factors that cause students' undisciplined behavior are low self motivation factors, poor time management, family factors, teacher factors, a supportive environment and peer influence. As well as the services provided by counseling teachers are information services, group counseling services, individual services and other activities such as home visits, and case conferences.Keywords: disciplinary violations, causal analysis, guidance and counseling services Abstrak: Kedisiplinan merupakan aspek penting yang harus dimiliki siswa agar dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan menunjang kesuksesannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pelanggaran disiplin siswa, faktor penyebab pelanggaran disiplin siswa dan layanan yang diberikan oleh guru BK untuk mengatasi pelanggaran disiplin siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode naratif. Subjek penelitian adalah siswa yang melakukan pelanggaran disiplin dan guru BK. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan analisis data dengan metode naratif. Hasil yang diperoleh mengenai pelanggaran disiplin siswa SMP Negeri 3 Banda Aceh terdapat jenis pelanggaran disiplin seperti atribut kurang lengkap, terlambat datang kesekolah, tidak mengerjakan tugas, tidak hadir kesekolah, membolos, keluar masuk kelas, menggunakan rokok elektrik dan berkelahi. Sedangkan faktor penyebab perilaku tidak disiplin siswa adalah faktor motivasi diri rendah, manajemen waktu yang kurang baik, faktor keluarga, faktor guru, lingkungan yang mendukung dan pengaruh teman sebaya. Serta layanan yang diberikan oleh guru bimbingan konseling adalah layanan informasi, layanan konseling kelompok, layanan individual dan kegiatan lain seperti home visit (kunjungan rumah), dan konferensi kasus. Kata kunci: pelanggaran disiplin, analisis penyebab, layanan bimbingan dan konseling
Penerimaan diri remaja di panti asuhan LPI Markaz Al-Ishlah Banda Aceh Teuku Hery Setyawan Hf; Nurhasanah Nurhasanah; Abu Bakar
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.358 KB)

Abstract

Abstract: This research with title “Teenager Self Acceptance Of LPI Markaz Al-Ishlah Orphanage In Banda Aceh” raised the issue of how self-acceptance in adolescents at the Islamic Education Institution Markaz Al-Ishlah Banda Aceh. This study aims to find out the picture of self-acceptance in adolescents in the future. The approach used is quantitative with the type of descriptive correlational research. The population in this study is all students in Islamic Education Day Markaz Al-Ishlah Banda Aceh, amounting to 162 students. Random sampling (probability sampling) using simple random sampling technique. A total sample of 115 santri aged 15-16 years. Data collection used questionnaire method with likert scale model and self disclosure inventory by Jeanette Murrad Lesmana which was adapted. To determine the level of self-acceptance in adolescents based on the categorization obtained the results of the analysis that generally adolescents have a very high level of self-acceptance as many as 103 students (89%). The results of this study indicate that there is a positive, strong and significant relationship between self-acceptance in adolescents with = 0.564 at a significance level of 0.05.Keywords : Self Acceptance, Teenager, Orphanage Abstrak: Penelitian yang berjudul “Penerimaan Diri Pada Remaja di Panti Asuhan LPI Markaz Al-Ishlah Kota Banda Aceh” mengangkat masalah bagaimana penerimaan diri pada remaja di Panti Asuhan Lembaga Pendidikan Islam Markaz Al-Ishlah Banda Aceh, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri pada remaja kedepannya. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua santri di Dayah Pendidikan Islam Markaz Al-Ishlah Banda Aceh yang berjumlah 162 orang santri. Penarikan sampel secara acak (probability sampling) dengan menggunakan teknik simple random sampling. Total sampel sebanyak 115 orang santri usia 15-16 tahun. Pengumpulan data menggunakan metode quesioner (angket) dengan model skala likert dan self disclosure inventory oleh Jeanette Murrad Lesmana yang diadaptasi. Untuk mengetahui tingkat penerimaan diri pada remaja berdasarkan kategorisasi diperoleh hasil analisis bahwa umumnya remaja memiliki tingkat penerimaan diri yang sangat tinggi yaitu sebanyak 103 siswa (89%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada kaitan yang positif, kuat dan signifikan antara penerimaan diri pada remaja dengan = 0.564 pada taraf signifikan 0.05.Kata kunci: Penerimaan Diri, Remaja, Panti Asuhan
Persepsi siswa terhadap perilaku altruisme guru di SMA Negeri Kabupaten Nagan Raya Murni Murni; Martunis Yahya; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.456 KB)

Abstract

Abstract: Good relationship between teacher and student will present a good perception of students towards the teacher and become a supporting factor in planting good value to students. The purpose of this study is to describe students' perceptions of the behavior of teacher altruism in Nagan Raya District Public High Schools. The research method used was the survey approach. The study population was 1240 students from three schools in Nagan Raya Regency while the study sample was 184 students. Data collected using questionnaires. The data analysis technique used was descriptive statistical analysis. The results showed that in general students had the perception that at least teachers in general had altruism behavior, but when traced based on the items it turned out that there were still students who had negative perceptions, namely assuming only a little or no teacher who had altruistic behavior. Thus it is considered important to continue to improve teacher behavior in schools, especially concerning altruism so that it can later be a way of planting altruistic behavior in students.Keywords: Student Perceptions, Teacher Altruism Behavior Abstrak: Hubungan yang baik antara guru dan siswa, akan menghadirkan persepsi yang baik dari siswa terhadap guru dan menjadi faktor penunjang dalam penanaman nilai yang baik kepada siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggambarkan persepsi siswa terhadap perilaku altruisme guru di SMA Negeri Kabupaten Nagan Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan survey. Populasi penelitian ini berjumlah 1240 siswa dari tiga sekolah di Kabupaten Nagan Raya sedangkan sampel penelitian 184 siswa. Teknik pengumpulan data adalah angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum siswa memiliki persepsi bahwa paling sedikit pada umumnya guru memiliki perilaku altruisme, namun ketika ditelusuri berdasarkan butur soal maka ternyata masih ada siswa yang memiliki persepsi negatif, yaitu menganggap hanya sidkit atau bahkan tidak ada guru yang memiliki perilaku artruis. Dengan demikian dipandang penting untuk terus memperbaiki perilaku guru di sekolah terutama menyangkut dengan altruisme agar selanjutnya dapat menjadi jalan penanaman perilaku altruis pada siswa. Kata Kunci : Persepsi Siswa, Perilaku Altruisme Guru
Hubungan kemandirian berfikir dan kemampuan pengembangan diri pada mahasiswa BK FKIP Unsyiah Arival Hakimi; Martunis Yahya; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.938 KB)

Abstract

Abstract: Independence of thought greatly affects the lives of individuals, especially for the ability to self-develop. This study aimed to describe independent thingking and ability to self-develop while seeking the relationship between the two in students of Guidance and Counseling Depatrment of Syiah Kuala University. This study uses a quantitative descriptive approach. The samples in this study were 89 Unsyiah counseling students. Data collection is done using two psychological scales. The results showed that most (75.3%) counseling students had the independence to think in a fairly independent category. While for more than half (55.1%) of them have sufficient self-development skills. The correlation coefficient of independence thinking and the ability of self-development obtained was 0.440 which is significant at level 0.05. Therefore, in connection with the implementation of this research, it is expected that Unsyiah Counseling students will continue to develop independent thinking so that they do not have obstacles in improving their important personal development skills to become professionals in the future. Keywords: Independent thingking, self-develop, Counseling students Abstrak: Kemandirian berfikir sangat mempengaruhi kehidupan individu, terutama terhadap kemampuan individu untuk mengembangkan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemandirian berfikir dan kemampuan pengembangan diri sekaligus melihat hubungan keduanya pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa bimbingan konseling Unsyiah sebanyak 89 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala pengukuran psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan (75.3%) mahasiswa BK memiliki kemandirian berfikir pada kategori cukup mandiri. Sedangkan lebih dari setengah (55.1%) mahasiswa BK cukup memiliki kemampuan pengembangan diri. Koefisien hubungan kemandirian berfikir dan kemampuan pengembangan diri yang diperoleh adalah sebesar 0.440 yang signifikan pada level 0.05. Oleh karena itu sehubungan dengan pelaksanaan penelitian ini diharapkan mahasiswa Bimbingan dan Konseling Unsyiah agar terus mengembangkan kemandirian berfikir agar kurang memiliki hambatan dalam meningkatkan kemampuan pengembangan diri yang penting untuk menjadi profesional di masa yang akan datang. Kata kunci: Kemandirian Berfikir, Kemampuan Pengembangan Diri, Mahasiswa BK
Konformitas siswa ditinjau dari komunikasi interpersonal orangtua-anak di sekolah menengah atas Kota Banda Aceh Remita Sara; M. Husen; Fajriani Fajriani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

Abstract: Conformity is a social process where children make adjustments to be accepted well in groups of peers and avoid being isolated. This study aims to analyze differences in conformity in terms of parent-child interpersonal communication. The approach used in this study was a quantitative descriptive approach. The population of this study were all high school students in Banda Aceh, totaling 2201 people. Sampling was done by using random sampling so that the number of samples is 95 students. The sample was given a parental communication questionnaire and peer conformity. Furthermore, in the analysis phase the samples were grouped into samples with good parent-child communication (71 students) and samples with poor parent communication (14 people). Based on this grouping the difference analysis was carried out using the Mann Whitney test. The results of the analysis were obtained by Asymp. Sig 0,000 0,005. This means that there is a significant difference between conformity of students who have good and poor parent-child interpersonal communication. Based on these results, the researcher recommends that BK teachers be able to provide appropriate counseling services so students can make normal adjustments accordingly.Keywords: parent-child, interpersonal communications, conformity Abstrak: Konformitas merupakan proses sosial dimana anak melakukan penyesuaian diri untuk dapat diterima dengan baik dalam kelompok teman sebaya dan terhindar dari kondisi terisolir. Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis perbedaan konformitas ditinjau dari komunikasi interpersonal orangtua-anak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa sekolah menengah atas Kota Banda Aceh yang berjumlah 2201 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan random sampling sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 95 siswa. Selanjutnya untuk mengelompokan sampel maka dilakukan pengkategorian, sampel dipisah menjadi sampel komunikasi baik (71 siswa) dan sampel komunikasi kurang baik (14 orang). Analisis data menggunakan statistik non-parametrik dengan menggunakan uji Mann Whitney dengan hasil Asymp.Sig 0,000 0,005. Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara konformitas dari siswa yang memiliki komunikasi interpersonal orangtua-anak yang baik dan kurang baik. Berdasarkan hasil tersebut maka peneliti merekomendasikan kepada guru BK untuk dapat memberikan layanan bimbingan konseling yang sesuai agar siswa dapat melakukan penyesuaian yang normal dengan sebagaimana mestinya.Kata kunci: komunikasi interpersonal, orang tua-anak, konformitas
Analisis masalah belajar siswa jurusan IPS di SMA Negeri Banda Aceh Reka Mulya Castury; Nurhasanah Nurhasanah; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.787 KB)

Abstract

Abstract: Basically the selection of majors held in high school is an effort to develop students' abilities. However, in its implementation it actually caused discriminatory actions against the Social Sciences department so that a negative view appeared on them. This study was conducted to find out: (1) Learning problems faced by Social Sciences students, and (2) factors that influence students' learning problems. This study uses descriptive methods and quantitative approaches. The population is all students of Social Sciences majoring in class XI of Banda Aceh 3, 4 and 12 High Schools with 231 students. The sample of this study was 49 students. The data collection technique used the AUM-PTSDL questionnaire and the influencing factor questionnaire instrument. Analysis of AUM - PTSDL questionnaire data using the BK software program and questionnaire instruments using descriptive percentages. The results of the research in the three schools show that the most dominant learning problem is in the field of learning skills. Also found factors that influence learning problems are physical / child health factors, parenting / ways parents educate children and inadequate school facilities.Keywords: Learning problems, students of Social Science Department Abstrak: Pada dasarnya penjurusan yang dilaksanakan di SMA ialah sebagai upaya untuk mengembangkan kemampuan siswa. Namun, dalam pelaksanaannya justru menimbulkan tindakan diskriminatif terhadap jurusan IPS sehingga muncul pandangan negatif pada mereka. Studi ini dilakukan untuk mengetahui: (1) Masalah-masalah belajar yang dihadapi siswa jurusan IPS, dan (2) faktor yang mempengaruhi masalah belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kuantitatif. Populasinya adalah semua siswa jurusan IPS kelas XI SMA 3, 4 dan 12 Banda Aceh sebanyak 231 siswa. Sampel penelitian ini sebanyak 49 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket AUM – PTSDL dan instrumen angket faktor yang mempengaruhi. Analisis data angket AUM – PTSDL mengggunakan program software BK dan instrumen angket menggunakan deskriptif presentase P+f:Nx100%. Hasil penelitian di ketiga sekolah tersebut memiliki masalah belajar paling dominan ialah di bidang keterampilan belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi masalah belajarnya ialah faktor jasmaniah/kesehatan anak, pola asuh/cara mendidik orangtua dan fasilitas sekolah yang kurang memadai.Kata kunci: Masalah Belajar, Siswa Jurusan IPS
Persepsi orang tua serta dukungan pendidikan terhadap anak tuna grahita di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua Pidie Jaya Assyura Aulia ZF; Abu Bakar; Fajriani Fajriani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.436 KB)

Abstract

Abstract: Children who are mentally orgasmic are children with intellectual limitations. They have a slow adjustment ability of children his age. Their educational support is influenced by how parents perceive the present of a mentally ill child in their life. This study aimed to determine the perceptions of parents who have children mentally disabled and education support for children with disabilities and to know the relationship between perceptions with education support for children with mentally illness. This study used the qualitative descriptive approach. The subjects were 8 parents who have children mentally disabled in Kecamatan Meureudu and Meurah Dua Pidie Jaya.  The data were collected through interviews. The result showed that the average parents have a good perception of children with disabilities. However, there are 2 parents who have negative perceptions. Almost all parents give full support to the education of children, only 1 parent who does not fully support the child’s education. There was a correlation between parental perceptions with educational support for children with disabilities, where parents with positive perceptions will support children’s education, and vice versa. Keywords: Parents Perception, Educational Support, Children with disabilities (Mentally disabled)  Abstrak: Anak tuna grahita adalah anak yang mengalami keterbatasan dalam intelektual. Mereka memiliki kemampuan penyesuaian diri yang lambat dari anak-anak seusianya. Dukungan pendidikan terhadap mereka sangat dipengaruhi oleh bagaimana orang tua mempersepsikan kehadiran anak yang mengalami tuna grahita dalam kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi orang tua yang memiliki anak tuna grahita dan dukungan pendidikan terhadap anak tuna grahita serta untuk mengetahui kaitan antara persepsi dengan dukungan pendidikan terhadap anak tuna grahita. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek yang diteliti berjumlah 8 orang yaitu orang tua yang memiliki anak tuna grahita di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua Pidie Jaya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata orang tua memiliki persepsi yang baik terhadap anak yang mengalami tuna grahita. Namun, terdapat 2 orang tua yang mempunyai persepsi negatif. Hampir seluruh orang tua memberikan dukungan penuh terhadap pendidikan anak, hanya 1 orang tua yang tidak mendukung sepenuhnya pendidikan anak. Terdapat kaitan antara persepsi orang tua dengan dukungan pendidikan terhadap anak tuna grahita, dimana orang tua yang berpersepsi positif akan mendukung pendididikan anak begitu pula sebaliknya.Kata kunci: Persepsi Orang Tua, Dukungan Pendidikan, Anak Tuna Grahita.
ANALISIS PERANAN KOMUNIKASI ORANG TUA DALAM PENANGGULANGAN PERILAKU MEROKOK DIKALANGAN REMAJA Azza Azzahara; Martunis Yahya; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.173 KB)

Abstract

ABSTRAKKata Kunci: peranan komunikasi orang tua, perilaku merokok dikalangan remajaPenelitian ini mengenai peranan komunikasi orang tua dalam penanggulangan perilaku merokok dikalangan remaja. Peran komunikasi orang tua yang baik akan membantu remaja agar terhindar dari perilaku merokok. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana peranan komunikasi orang tua dalam penanggulangan perilaku merokok dikalangan remaja. Penelitian dilakukan  dengan metode deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini berjumlah 7 orang siswa. Teknik pengumpulan data adalah wawancara,observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan komunikasi orang tua dalam menangulangi perilaku merokok remaja dilihat dari segi komunikasi orang tua dan kontrol orang tua. Komunikasi antara orang tua-anak yang diharapkan adalah komunikasi yang efektif, karena komunikasi yang efektif dapat menimbulkan pengertian, kesenangan, pengaruh  pada  sikap  hubungan  yang makin baik dari tindakan. Kontrol orang tua dalam penelitian ini mencakup kontrol orang tua terhadap anak seperti kontrol keuangan untuk membatasi kesempatan anak membeli rokok. Dalam penelitian ini ada beberapa responden yang tidak merorok lagi, dan ada yang sudah jarang merokok, dan kemudian ada siswa yang menggunakan rokok elektrik karena orang tua membelikan rokok elektrik guna supaya tidak ketergantungan dengan rokok biasa yang mengandung  nikotin.
ANALISIS KERJASAMA GURU BIMBINGAN KONSELING (BK) DENGAN GURU BIDANG STUDI DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR PADA SISWA DI SMP KOTA BANDA ACEH Muspida Rahmawati; M. Husen; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.741 KB)

Abstract

Problem that often occur in teaching learning processes is the trable of learning. Trouble of learning not only in academic. But, also in non-academic, therefore need to handling cooperation between guidance counseling teacher and the study teacher, so the aim of the stdy to know cooperation between guidance counseling teacher and the study teacher in addressing the trouble of learning on student in SMP Negeri Kota Banda Aceh. The approach research methodologhy conduched in this research are qualitative approach with descriptive method accompanying the tecniques of data collection the writer use interview and documentation. Techniques of processing and analysis the data were applyed descriptive qualitative analysys. The result of this research showed that cooperation of guidace counseling teacher with the study teacher to superintend the trobles of learning is quite interwined, but not overall, cooperation that occur in the session of data collection, both sides exchanged give the data about the state of student, both the data is writen and the data is verbal about the student, data presentation, the valve of raport, the valve of UTS (the middle test of semester), behavior attandance, although visit their house according the situation and conditions, cooperation between guidance counseling with the study teacher that unable to overcome by guidance counseling teacher and the study teacher. So, it need to involve the other party as trustee of the class, although the parent of student aceording tothe research above we can take the conclution that cooperation between guidance counseling teacher with the study teacher to addressing the trouble of learning not always interwined, but it is hanging with the problem of students when the session of data collecition.

Page 8 of 21 | Total Record : 206