cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Buletin Udayana Mengabdi
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14120925     EISSN : 25498304     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Udayana Mengabdi (JUM) diterbitkan sebagai media komunikasi, informasi, edukasi dan pembahasan masalah-masalah pembangunan, utamanya hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan hasil-hasil penelitian dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya adalah untuk menyebarluaskan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan penelitian, tidak saja kepada masyarakat ilmiah, tetapi juga masyarakat umum. serta meningkatkan kecerdasan penulis dan pembaca.
Arjuna Subject : -
Articles 979 Documents
PELATIHAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI DESA BELANGA KINTAMANI SUKEWIJAYA SUKEWIJAYA; I M., RINDANG DWIYANI; I.A. MAYUN; N.N. ARI MAYADEWI; COK. G.A. SEMARAJAYA
Buletin Udayana Mengabdi Vol 7 No 2 (2008): Volume 7 No.2 – September 2008
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.097 KB)

Abstract

ABSTRACT Nowadays, demand of mushroom increase along with the changing of consume pattern which concerning on various and the quality of food, however, their supply relatively low. Low knowledge and skill of mushroom producer is one of limitation. Belanga rural community potentially develop cause of their natural resources, hence the knowledge and skill need to be improved by workshop. The workshop was covered the member farmer’s organization of Belanga (Subak Abian) by planting method and postharvest including their marketing. Field trip to mushroom producer and by monitoring and evaluating of workshop topic included to this workshop. At the present, the farmer was produced the oyster mushroom even if on small scale area. Confidently, by their improved skill of oyster mushroom farmers financial in Belanga may perhaps be enhanced.
PELATIHAN TEKNIK PEMBUATAN BUBUR KERTAS (PULP) DARI LIMBAH KORAN BEKAS BAGI SENIMAN DAN PENGRAJIN OGOH-OGOH DI DESA MELINGGIH, PAYANGAN, GIANYAR T.G.T. Nindhia; I. W. Surata; I. K. A. Atmika; D. N. K. P. Negara; A. A. I. A. S. Komaladewi; M Sucipta; I. N. Suarnadwipa
Buletin Udayana Mengabdi Vol 13 No 2 (2014): Vol 13, No. 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1390.269 KB)

Abstract

The region of Melinggih in the sub district of Payangan, located at Gianyar regency in the province of Bali is supporting area for the tourist destination of Ubud and Sukawati. In this area, there are residing talented artist of fine arts, sculptor, dance and so called artist for ogoh-ogoh . Ogoh-ogoh is a local name for a created figure which will be carried together by group of peoples in celebration of Balinese new years. The creation method of ogoh-ogoh improve from time to time which is the important things is to obtain the good result and light to carry on. Recently the ogoh-ogoh is created by using styrofoam shaped by using knife. The price of styrofoam are expensive, easily broken, and easily burn therefore the ogoh-ogoh maker then explore how to make ogoh-ogoh by using pulp from paper or used newspaper. To support this challenge, the activity of training in making pulp from waste paper or used newspaper was conductedKeywords: Pulp, paper, ogoh-ogoh and training.
PELATIHAN TEKNOLOGI FERMENTASI KOMBINASI FESES SAPI DAN BABI DALAM DIGESTER MOBILE SEBAGAI UPAYA PRODUKSI BIOENERGI ALTERNATIF Suryatika Suryatika; R. Dalem; N. Simpen; N. S. Miwada
Buletin Udayana Mengabdi Vol 10 No 1 (2011): Volume 10 No.1 – April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.062 KB)

Abstract

Has done community service in order to provide the knowledge and skills to members of a group of cattle in the village of Pengotan, Bangli about how processing cow manure and pig waste into biogas, as an environmentally friendly alternative energy. Method of activities with demoplot how to create installations, mobile digester, which is a fermentation tank where the cow and pig feces to produce biogas (bioenergy) is ready to use. The group of farmers who participated in the training activities of household-scale biogas production is very enthusiastic follow until the end. Almost 100% of participants acknowledged that mobile digester offered as a place of production of biogas can be accepted and become the solution of cultural problems that have been developed in rural areas Pengotan.
PENGEMBANGAN POTENSI DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA MENDOYO DAUH TUKAD KABUPATEN JEMBRANA I. K. A. Atmika; I. G. A. K. Suriadi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mendoyo Dauh Tukad village located in the district Mendoyo, Jembrana Regency of Bali province, includingareas that have fertile land for agriculture with an average temperature of the village is 28o C - 30o C whichis good for a variety of crops. In addition to a potential agricultural area is also a great area to be used asbreeding areas to help improve the economy. Thus this village is a rural area that is fertile and rich inagriculture products, but everything is not fully utilized, therefore the necessary breakthrough to process thenatural resources. Gapoktan oyster mushroom cultivators constrained conditions of temperature and humidityin the mushroom house, so messelium do not grow well. Many straw that should be processed into animalfeed alternative. Livestock manure has the potential to be processed into organic fertilizer and biogas. The PENGEMBANGA POTENSI DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA MENDOYO DAUH TUKAD KABUPATENJEMBRANA98 | JURNAL UDAYANA MENGABDIpurpose of KKN PPM activities in the village Mendoyo Dauh Tukad is empowering communities inexploring the potential of the territory, to overcome the things mentioned above. Methods of implementationactivities are divided into three stages. The first stage is the preparation and debriefing, the second phase ofimplementation of activities in the field, and the third stage of evaluation and monitoring for correction andimprovement of the sustainability of the program. The preparation phase begins with the supervisor and thestudent court hearings with village officials and community leaders to determine the scale of priority actionsbased on the conditions and the potential that exists in the community, this event was held on July 92015.Tahap implementation of the activities carried out by counseling and practice in the field , as well asmentoring by students participating in service learning while in the field. Service activities carried out for onemonth starting on August 1, 2015 until August 30, 2015. The third phase is the evaluation and monitoring isdone by the implementation team or field supervisor and coordinator of corruption to see the impact andsustainability of programs that have been implemented.
PELATIHAN HIDROPONIK DI SMAN 1 DENPASAR, BALI M. Pharmawati; N. N. Wirasiti; I.G.A.S. Wahyuni; R. Kawuri
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.003 KB)

Abstract

Hidroponik merupakan salah satu teknik budidaya tanaman khususnya sayuran yang memiliki beberapa keuntungan antara lain tidak memerlukan lahan yang luas, nutrisi seimbang, bebas gulma serta produksi yang tinggi. Teknik budidaya sayuran secara hidroponik dapat memanfaatkan pekarangan rumah atau halaman sekolah. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pengenalan bertanam sayuran secara hidroponik. Tujuan kegiatan in adalah memperkenalkan dan melatih bertanam sayuran secara hidroponik bagi siswa SMAN 1 Denpasar. Metode yang digunakan terdiri dari metode ceramah, praktek dan diskusi yang meliputi pengenalan jenis-jenis tanaman sayuran, pengenalan berbagai teknik hidroponik serta teknik bertanam mulai dari persemaian, pembibitan, penanaman dan pemeliharaan. Sistem hidroponik yang dipilih adalah sistem hidroponik statis sederhana dengan menggunakan wick (sumbu). Kegiatan pertama di SMAN 1 Denpasar diikuti oleh 18 siswa dan dua guru pendamping. Evaluasi dilakukan melalui antusias dan keaktifan murid serta pertumbuhan tanaman yang dipraktekkan. Sumbu yang terbuat dari kain flannel mengakibatkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik dibandingkan sumbu kompor. Kegitan kedua merupakan pengenalan teknik hidroponik aktif diikuti oleh 8 orang siswa dan 2 guru pendamping.
Peran Kader Genjek Promosi Kesehatan untuk Mencegah Resistensi Mikroba Lentar Aditya Djinu; Ni Putu Aprilia Eka Susanti; I Putu Wily Anggara Wijaya; Putu Hary Chandrakrisna; I Putu Okta Diwian Jaya Putra
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 3 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.776 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i03.p16

Abstract

Menurut catatan statistik dari Badan Pusat Statistik (2018), pada tahun 2002 hingga tahun 2014 di Bali terjadi peningkatan jumlah penduduk yang melakukan pengobatan sendiri yaitu dari 71,71% menjadi 79,80%. Peningkatan tersebut merupakan peningkatan angka penduduk yang berobat sendiri dengan menggunakan obat modern. Peningkatan tersebut menunjukkan masyarakat Bali yang dalam hal ini mulai meremehkan kejadian penyakit. Salah satu budaya yang ditanamkan oleh orang tua di Bali pada anaknya adalah budaya untuk menghormati tradisi nenek moyang yang dilakukan secara turun-temurun. Pola pikir yang mudah dapat menyebabkan penggunaan obat-obatan turun-temurun diwariskan kepada anak dan cucunya hingga akhirnya penggunaan obat-obatan modern pada masa sekarang pun ikut diwariskan menggunakan pola pikir tersebut. Pada masa ini peranan anak dalam memengaruhi orang tua sangat terlihat. Pengaruh untuk berobat menggunakan kaidah Usada Bali perlu dilaksanakan oleh anak. Orang tua akan mulai memiliki pemahaman yang lebih tinggi tentang Usada Bali, sehingga anak dapat mempengaruhi Orang tua. Kesenian tradisional Genjek di Bali masih sangat erat digemari masyarakat Bali pada umumnya sudah menjadi ciri khas daerah tersebut. Maka GENOMS atau Genjek Promosi Kesehatan merupakan program pertunjukan oleh komunitas yang beranggotakan siswa SMA/sederajat yang memiliki kemampuan seni untuk mengenalkan Usada Bali kepada masyarakat melalui kesenian Bali berupa lagu Bali dan budaya magenjekan. Kata kunci : Obat Modern, Usada Bali, Genjek
DETEKSI DAN PENGOBATAN SERTA PENYULUHAN PENYAKIT KECACINGAN PADA SISWA SDN 1 MAMBANG KECAMATAN SELEMADEG TIMUR KABUPATEN TABANAN I.M. Sudarmaja; I.K. Swastika; N.L.P.E. Diarthini; P.A.A. Damayanti; N.L Ariwati
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.15 KB)

Abstract

Telah dilakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa deteksi dan pengobatan cacingan yang disertai penyuluhan pada siswa SD Negeri 1 Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan dengan tujuan untuk memberantas penyakit cacing usus pada siswa. Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pembagian pot feses yang sudah berisi identitas siswa dilanjutkan dengan pengumpulan feses. Dari 112 jumlah siswa seluruhnya, terkumpul sejumlah 88 sampel feses yang berarti tingkat partisipasi siswa sebesar 78,6%. Dari 88 sampel feses yang diperiksa ditemukan 2 sampel (2,3%) yang positif cacingan yaitu cacing Enterobius vermicularis. Kedua siswa yang positif cacingan sudah diobati menggunakan albendazole 400 mg termasuk keluarganya karena cacing ini sangat mudah menular di lingkungan rumah tangga. Penyuluhan yang dikerjakan pada siswa terbukti meningkatkan pengetahuan anak terhadap cacingan dan cara pencegahannya yang terlihat dari sebelum penyuluhan hanya sebagian kecil anak yang tahu jenis-jenis cacing yang hidup di usus manusia dan cara mencegahnya, tetapi setelah penyuluhan hampir semua anak bisa menjawab pertanyaan yang sama yang diajukan secara lisan.
PENGENDALIAN PARASIT UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS SAPI BALI PADA SAPI KANDANG SIMANTRI DI KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG BALI I.A.P. Apsari
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 2 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.978 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i02.p14

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada mayarakat ini adalah untuk dapat meningkatkan produktivitas sapi bali di kecamatan Mengwi Badung, melalui upaya pengendalian penyakit akibat parasit. Sapi yang terus berada di kandang tidak mengurangi kemungkinan terinfeksi oleh parasit. Sistem pertanian terintegrasi (SIMANTRI), cara pemeliharaan sapi dengan terus berada di kandang Simantri. Target khusus yang ingin dicapai adalah mengendalikan penyakit cacingan dan ektoparasit pada sapi kandang Simantri di kecamatan Mengwi Badung. Sasaran kegiatan ini adalah petani ternak Simantri yang memelihara sapinya dengan cara dikandangkan, sesuai kandang Simantri. Metode yang diterapkan untuk tercapainya tujuan kegiatan ini adalah melakukan spraying dan pemberian obat cacing langsung ke peternak Simantri di kecamatan Mengwi Badung untuk pengendalian penyakit parasit. Pengabdian kepada masyarakat di desa Penarungan Mengwi Badung berupa pelayanan kesehatan pada ternak sapi kandang Simantri, telah dilakukan pada tanggal 8 September 2017. Simpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat di desa Penarungan Mengwi Badung berupa pelayanan kesehatan telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Saran dari evaluasi hasil kegiatan ini, disarankan untuk menyertai pemberian obat anti protozoa disamping obat cacing dan vitamin pada ternak sapi kandang simantri.
PELATIHAN BASIC GUIDING BAGI PEMANDU WISATA LOKAL DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA AIR TERJUN GEROJOG SAMBEH TIBU NAGA DI DESA MANGGIS KABUPATEN KARANGASEM N.L.R. Purnawan; I D.P. Singarsa; I K. Sardiana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 1 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.183 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i01.p11

Abstract

Pelatihan Basic Guiding merupakan salah satu kegiatan yang dirancang pelaksana KKN PPM di Desa Manggis, Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem dalam upaya peningkatan kapasitas SDM masyarakat sebagai pengelola potensi desa. Hal ini berkaitan dengan upaya pengembangan Desa Manggis sebagai desa wisata dan pengembangan ekowisata Air Terjun Gerojog Sambeh Tibu Naga sebagai ikon kepariwisataan di desa tersebut. Metode yang ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui pendidikan, pelatihan, simulasi Ipteks, dan pendampingan. Materi mencakup tugas dan fungsi pokok dan etika pemandu serta keterampilan berkomunikasi yang efektif. Selain peningkatan kapasitas pemandu wisata lokal, luaran lainnya yang dihasilkan melalui kegiatan KKN PPM ini adalah buku saku sebagai panduan dasar melakukan aktivitas sebagai pemandu lokal.
SOSIALISASI DAN DEMONSTRASI PENGOLAHAN JERAMI PADI DENGAN TEKNOLOGI BIOFERMENTASI PADA KELOMPOK TERNAK PADAJAYA DESA DALUNG ARI ASTAWA. P; K. BUDAARSA
Buletin Udayana Mengabdi Vol 9 No 1 (2010): Volume 9 No.1 – April 2010
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.143 KB)

Abstract

ABSTRACT This Community service was conducted in a Livestock Group “Pada Jaya”, one of the Livestock Groups located at Dalung Village. Their members are people of Banjar Tegal Jaya, Dalung Village, Kuta Utara Sub District, Badung Regency. They are mostly farmers who are still having productive farm lands with very limited extensions. Nowadays, along with the care for their cattles, they usually give their cattle green woof from natural grasses. Sometimes, they also give rice straws from their waste of rice harvest which is plentiful enough along the year. They, however only do it only if they are in difficulties of getting enough fresh natural greens. Due to this condition, therefore socialization and demonstration for rice straw process with bio-fermentation technology were held. Bio-cas is a probiotik which helps to raise digestion for the livestocks. The substances derive from the cattle’s rumen liquid consisting of bacteria from genus Ruminococcus, Bacteroides, Lactobacillus and Streptococus with the other fermentative fungi genus in a media of sugar solution to fermente the organic complex into a simple organic. With this Community Service Program, the expected result is: The members of the group or breeders have knowledge and comprehension that rice straw could be used as source of livestock woof which could be stored within 3 to 4 months with a bio-cas fermentation method. From this Program, the members of the breeder group have got appropriate knowledge in utilizing rice straw. And moreover, through the use of the fermented rice straw, the members of the group would not be in difficulties to obtain green woof source for their cattles.

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 23 No 5 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 4 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 3 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 2 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 1 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 4 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 3 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 2 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 1 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 4 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 3 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 2 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 1 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 4 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 3 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 2 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 1 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 4 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 3 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 2 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 1 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 4 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 3 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 2 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 1 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 4 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 3 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 2 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 1 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017) Vol 16 No 2 (2017) Vol 16 No 1 (2017) Vol 15 No 3 (2016) Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi Vol 14 No 1 (2015): April 2015 Vol 13 No 2 (2014): Vol 13, No. 2 (2014) Vol 13 No 1 (2014): Vol 13, No 1, April 2014 Vol 12 No 2 (2013): Volume 12 No.2 – September 2013 Vol 12 No 1 (2013): Volume 12 No.1 – April 2013 Vol 11 No 2 (2012): Volume 11 No.2 – September 2012 Vol 11 No 1 (2012): Volume 11 No.1 – April 2012 Vol 10 No 2 (2011): Volume 10 No.2 – September 2011 Vol 10 No 1 (2011): Volume 10 No.1 – April 2011 Vol 9 No 2 (2010): Volume 9 No.2 – September 2010 Vol 9 No 1 (2010): Volume 9 No.1 – April 2010 Vol 8 No 1 (2009): Volume 8 No.1 – April 2009 Vol 7 No 2 (2008): Volume 7 No.2 – September 2008 Vol 7 No 1 (2008): Volume 7 No.1 – April 2008 Vol 6 No 2 (2007): Volume 6 No.2 - September 2007 Vol 6 No 1 (2007): Volume 6 No.1 - April 2007 Vol 5 No 1 (2006): Volume 5 No.1 – April 2006 More Issue