cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Buletin Udayana Mengabdi
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14120925     EISSN : 25498304     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Udayana Mengabdi (JUM) diterbitkan sebagai media komunikasi, informasi, edukasi dan pembahasan masalah-masalah pembangunan, utamanya hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan hasil-hasil penelitian dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya adalah untuk menyebarluaskan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan penelitian, tidak saja kepada masyarakat ilmiah, tetapi juga masyarakat umum. serta meningkatkan kecerdasan penulis dan pembaca.
Arjuna Subject : -
Articles 979 Documents
KAPASITAS PRODUKSI MESIN PENYARING LULUH BAHAN BAKU BATA ASAB (BATA MERAH GOSOK) DENGAN 3 SUDU-PENGADUK-SEJAJAR I.M. Widiyarta; I.M. Parwata; D.N.K.P. Negara; I.G.M. Yudyantara; I.W.J.A. Putra
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.47 KB)

Abstract

Mesin saringan luluh bahan baku bata asab (bata merah gosok) dirancang dan dibuat untuk dapat meningkatkan produktifitas pengerajin batu bata asab. Mesin dirancang dengan tiga bagian utama yaitu bagian penggerak, penghancur dan bagian penyaring. Pada artikel ini, sudu pengaduk mesin saringan dibuat dengan jumlah 3 sudu pengaduk yang diposisikan sejajar poros. Selanjutnya diinvestigasi kapasitas produksi dan sisa bahan yang tidak dapat disaring.
SOSIALISASI BROWNIES KULIT PISANG SEBAGAI PRODUK PANGAN ALTERNATIF DI DESA PIKAT-KECAMATAN DAWAN KABUPATEN KLUNGKUNG T. Darmayanti; N.L.A. Yusasrini; P.A.S. Wipradnyadewi; A.A.G.N.A. Jambe
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 3 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.296 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i03.p07

Abstract

Desa Pikat merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Masyarakat Desa Pikat mayoritas memiliki mata pencaharian sebagai petani. Salah satu jenis tanaman yang banyak ditanam adalah pisang. Pisang banyak dimanfaatkan baik untuk upacara keagamaan bagi masyarakat Hindu di Bali maupun untuk dikonsumsi. Kulit pisang biasanya dibuang atau hanya digunakan sebagai pakan ternak. Pemanfaatan kulit pisang dapat dilakukan dengan mengolah kulit pisang menjadi kue brownies kukus. Pembuatan brownies kukus dari kulit pisang merupakan teknologi yang mudah dilakukan sekaligus mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi konsumsi terigu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi, pengetahuan dan teknologi tepat guna dalam mengolah kulit pisang menjadi kue brownies kepada masyarakat di Desa Pikat. Masyarakat menyambut baik dilaksanakannya pelatihan tersebut, terutama ibu-ibu PKK Desa Pikat yang sangat antusias dan responsif dalam mengikuti pelatihan. Berdasarkan hasil evaluasi, secara umum mereka berpendapat bahwa kegiatan tersebut bermanfaat bagi masyarakat karena dapat menambah informasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat. Masyarakat Desa Pikat memberikan penilaian yang positif untuk produk brownies kulit pisang, baik dari segi warna, aroma, tekstur, rasa, maupun penerimaan secara keseluruhan, dengan kategori suka hingga sangat suka.
PELATIHAN PEMBUATAN LULUR DARI RUMPUT LAUT DAN GARAM PADA IBU-IBU PKK DI DESA KUTUH BADUNG SELATAN N.P.A.D. Wijayanti; K.W. Astuti; N.P.L. Laksmiani; P.S. Yustiantara; I.G.A. Januarta; I.K. Subagia
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 2 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.983 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i02.p03

Abstract

Daerah Kutuh (Pantai Pandawa) Badung Selatan merupakan salah satu wilayah penghasil rumput laut di Bali mencapai 130 sampai 225 per ton. Desa Kutuh memiliki potensi serta produktivitas yang tinggi untuk pengembangan budidaya rumput laut dan garamnya, namun kenyataannya masih terdapat permasalahan yaitu strategi pengembangan usaha rumput laut masih kurang terencana. Dalam 3 tahun terakhir ini mengalami penurunan drastis dikarenakan para petani banyak yang beralih profesi saat ini menjadi pedagang dan penyedia usaha wisata di sekitar Pantai Pandawa. Menyusutnya jumlah petani tersebut semakin cepat seiring dijadikannya Pantai Pandawa sebagai obyek wisata. Untuk dapat tetap membudidayakan rumput laut yang menjadi salah satu keanekaragaman hayati khas yang dimiliki oleh Bali maka perlu dilakukan suatu pengembangan usaha rumput laut dan dapat dikaitkan dengan pantai pandawa dijadikan sebagai obyek wisata. Salah satunya adalah mengolah rumput laut dan garam menjadi produk yang dapat dipasarkan didaerah wisata seperti lulur rumput laut sehingga perlu diadakan kegiatan pelatihan pada ibu-ibu PKK. Pelatihan ini bertujuan untuk melatih keterampilan Ibu-Ibu PKK Desa Kutuh Badung Selatan untuk menghasilkan produk bernilai jual. Kegiatan pelatihan pembuatan lulur telah dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 27 Agustus 2018 bertempat di Aula Kantor Desa Kutuh Badung Selatan. Acara dibuka oleh bagian Hubungan Masyarakat Desa Kutuh Badung dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang lulur dan pembuatannya serta pemanfaatan rumput laut dan garam sebagai bahan baku lulur. Kemudian Ibu-ibu PKK dibagi menjadi 5 kelompok untuk praktek pembuatan lulur rumput laut. Hasilnya kelompok PKK telah mampu menghasilkan lulur rumput laut dengan tingkat kehalusan yang berbeda-beda sesuai dengan selera. Lulur dikemas dalam plastik. Pelatihan pembuatan lulur rumput laut dan garam sangat bermanfaat dalam melatih keterampilan Ibu-ibu PKK dan meningkatkan nilai jual rumput laut. Kata kunci : Rumput laut, Garam, Lulur, Pelatihan, Desa Kutuh Badung
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KAMBING KACANG DI KELURAHAN PENATIH DENPASAR TIMUR MELALUI DEMOPLOT PEMBERIAN KONSENTRAT YANG DISUPLEMENTASI AMONIUM SULFAT VS MINERAL MIX S. PUTRA; I. A. M. SUKARINI
Buletin Udayana Mengabdi Vol 5 No 1 (2006): Volume 5 No.1 – April 2006
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.443 KB)

Abstract

ABSTRACT In line with the regional government programs in sustaining the agricultural ? livestock farming system. An informative talk on enhancing performances and productivity of kacang goat was held at Penatih, Badung reegency on the 20th Dec. 2002. The aim of the community service is to fulfill the farmer?s knowledge and their technical skill in choosing and applying proportional feed stuff, especially using ammonium sulfate mineral as feed supplement on grass-legume based diet. This material which has the capasity to promote rumen microbial growth and their activity in digesting low quality diets. Composing and mixing concentrate diets has also been demonstrated and 4 dietary treatments were tested using 12 goats during a period of 15 days. Ration ( R) A contained 97% rice bran + 3% am. Sulfate; RB was 97% rice brand + 3% mineral miz; RC was pollard + 3% am. Sulfate and RD was 97% pollard + 3% mineral mix. Body weight gain were monitored through out the trial period. The result indicated that quality of ration caused improvement of performance and productivity of kacang goats. Body weight gain being increased to 0,067 ? 0,300 kg/head/day for diet A, C, and D, which the highest mean values of 0,217 kg/head/day were obtained for diet D. This situation may due to the present of ammonium sulfate plus zinc (Zn) mineral to the legumes basal diet, which can act as metabolic modulator . In general, most of the participants (90%) have a very good responses and acceptance for the beneficial information given to them.
INTRODUKSI PEMBUATAN ASINAN UNTUK MEMPERPANJANG MASA SIMPAN BUAH SALAK DI DESA SIBETAN KARANGASEM Duniaji A. S.; I. A Mahatma; Ni. W Wisaniyasa; N. N. Puspawati
Buletin Udayana Mengabdi Vol 13 No 2 (2014): Vol 13, No. 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.144 KB)

Abstract

There are many varieties of salak. Salak Pondoh, Salak Manonjaya and one of very popular is Salak Bali. The taste of Salak Bali is usually sweet and acidic taste, but its pineapple-, pear-, and banana-like aroma, texture very dry and crumbly. Good Manufacturing Practices (GMP) with specific Standard Operating Procedures (SOP) has been recognized as the requirement of quality and safety management system, competition tools in the global market to improve growers’ knowledge and skills on producing commodities in managing farms and products. The community service was done on July- August 2014 to the women farmer group of KWT Srada and KWT Subak Abian Salak at village Sibetan, Bebandem Distric of Karangasem. The objective of training was to improve the skill of women farmer group on snake fruit pickles products. A number of eight kinds of snake fruits pickle product has been produced. The training has been improving the skill of women farmer group of KWT Srada and KWT Subak Abian Salak at Sibetan to produce the good quality snake fruit pickles products in global market competition.Key word: salak, snake fruit pickles
PENGEMBANGAN DESAIN SISTEM BEJANA BERTEKANAN UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN KUALITAS PRODUK PEMINDANGAN Nitya Santhiarsa; Suarnadwipa Suarnadwipa
Buletin Udayana Mengabdi Vol 9 No 2 (2010): Volume 9 No.2 – September 2010
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.29 KB)

Abstract

Production process of boiled [of] sea fish still uses the traditional technology ( boiled with the opened vessel).The business of boiled fish in Kusamba increases quite a lot although it is still traditionally applied. It is the consequence required by effort of development of design system of boiled with the pressure vessel system. System of boiled with the pressure vessel to yield the thrift energy of equal to 25 % compared to by application of boiled standard for the capacities of same and poaching temperature increase to 30? C. The application of boiled with pressure vessel compared to the opened vessel was more effective.
PELAYANAN KESEHATAN SAPI BALI DI WILAYAH LINGKAR KAMPUS UNIVERSITAS UDAYANA BUKIT JIMBARAN KECAMATAN KUTA SELATAN KABUPATEN BADUNG I. N. Suarsana; I. K. Suatha; P. Sampurna; I. M. Kardena; I. W. Suardana; I. H. U Utama
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.573 KB)

Abstract

One of the obstacles that are often faced in livestock raising is a matter of disease. Even sometimes farmerssuffered economic losses and no longer breeding due to the death of livestock. The health service is one ofthe factors that determine the success of a farm. The aim of this implemented service to improve health ofbali cattle by through health services which include spraying, provision of vitamins and treatment of cattle atUniversity of Udayana Campus around area Jimbaran Hill. Results of community service activities on cattleat University of Udayana Campus around area Jimbaran Hill, showed a positive response and a highenthusiasm of livestock farmers, that shown with the large number of cattle (37 cattle ) which can be given alivestock health services. The number and type of service animal on the farm is dominated by provision ofvitamins as much as 32 cattle (86.48%), spraying action of 30 cattle (81.08%), worm medication of 7 cattle(18.92%), and administration of antibiotics of 6 cattle (16.21%). Breeders appreciate the service activities ofthe Institute for Research and Community Services and hope a sustainable because it was felt useful.
PENGEMBANGAN POTENSI WISATA ALAM, BUDAYA LOKAL SERTA KULINER KHAS DI DESA NONGAN KARANGASEM BALI I.N. Budiarsa; N.P.G. Suardana Suardana; I.K. Suarsana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.339 KB)

Abstract

Desa Nongan terletak, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali adalah salah satu desa di kecamatan Rendang dengan ketinggian 450 – 500 meter di atas permukaan laut. Beberapa potensi wisata dan budaya yang mampu untuk dikembangkan seperti tari-tarian, tempat tujuan agrowisata seperti alam perbukitan dan sungai serta tempat wisata alam lain yang tersebar di wilayah tersebut. Di desa Nongan tersimpan berbagai kekayaan sejarah dan budaya yang masih belum diketahui dan dikenal oleh masyarakat luas. Kesuburan tanah dan hasil pertanian menjadikan desa Nongan juga terkenal akan potensi wisata kulinernya terutama pembuatan jajan tradisonal khas Nongan secara turun-temurun. Sumber daya-sumber daya ini belum terpetakan dengan baik apalagi dikembangkan atau dikemas sedemikian rupa untuk menjadi komoditas Pariwisata alam dan kuliner dikarenakan kurangannya sarana dan prasarana maupun SDM dalam menunjang/mendukung kepariwisataan. Pada pengabdian ini dilakukan pemetaan potensi pariwisata sumber daya alam dan budaya lokal serta peningkatan sumber daya manusia, hasil pengembangan akan digunakan untuk mendukung kepariwisataan tersebut. Pengembangan Potensi wisata alam, budaya lokal serta Kuliner Khas di Desa Nongan dikatagorikan ke dalam beberapa bidang seperti bidang promosi wisata, sosial budaya, kesehatan masyarakat dan bidang fisik. Setiap permasalahan tidak akan bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan monodisipliner dimulai dengan pemetaan potensi pariwisata di Desa Nongan. Setelah pemetaan dilakukan kegiatan promosi melalui media internet yang harapannya agar seluruh potensi Desa Nongan bisa dikenal/diketahui wisatawan di seluruh dunia
Penataan Keindahan Lingkungan Desa Ayunan melalui Perencanaan Pembuatan Telajakan di Jalan Desa Ayunan I. K. A. Sukariawan; P. A. S. Cempaka; I. K. A. Handayana; L. Jasa
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 3 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.225 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i03.p07

Abstract

Desa Ayunan terletak di Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung memiliki keindahan alam dan budaya. Bagian selatan desa ini merupakan hamparan sawah yang indah serta didampingi dengan seluruh komponen pendukung didalamnya. Hal ini karena sebagian besar penduduk Desa Ayunan bermata pencaharian sebagai petani yang menjadikan desa ini sebagai desa agraris. Falsafah Tri Hita Karana menjadi hal mutlak di Desa Ayunan yaitu hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan, sehingga kehidupan penduduk di desa ini menjadi tentram. Tempat yang strategis yaitu dapat diakses dari empat arah mulai dari arah selatan melalui Desa Baha, dari arah timur melalui Desa Blahkiuh, dari arah utara melalui Desa Cau Blayu, dan dari arah barat melalui Desa Sobangan merupakan salah satu modal penting untuk perkembangan Desa Ayunan kedepannya. Desa Ayunan memiliki jalan utama yaitu Jalan Rajawali yang terbentang memanjang selatan-utara, serta dihiasi taman telajakan warga dikedua sisi koridor jalan utama tersebut. Namun telajakan di koridor desa Ayunan kurang tertata dengan baik. Di beberapa bagian telajakan dilihat dari segi estetika kurang menarik sehingga perlu adanya penataan telajakan secara menyeluruh untuk mewujudkan lingkungan Desa Ayunan yang bersih, sehat, dan lestari. Kata kunci : Desa Ayunan, Telajakan, Tingkungan.
MENINGKATKAN MANAJEMEN TOKO KELONTONG DALAM MENGHADAPI RITEL MODERN DI DESA MENGWI KABUPATEN BADUNG N.K. Seminari; N.K. Purnawati; L.G.S. Artini; N.M. Rastini; I.N. Nurcaya; I.G.K. Warmika
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1135.257 KB)

Abstract

Modern retail like Alfamart and Indomaret develops really fast at some cities in Indonesia. These retails has a strong management which is a network. In some region this things are considered “threats” to the grocery store or either a small mini-market. One of the problems of this kinds that is being observed is in Mengwi Village Mengwi Sub-district Badung Regency. Seeing this condition then a community service is held which entitled “Increasing the Management of Grocery Store in Order to Face Modern Retail in Mengwi Village Mengwi Sub-district Badung Regency. The purpose of this community service is to increase the management of Grocery Store in order to face the threats of modern retail such as Alfamart and Indomaret. The coaching will be held by visiting one kind of grocery store or mini-market that located in Mengwi Village. The amount of traders that are coached are 40 people. This community service formally held within 5-7 days, this activity is expected to be able reach the traders generally. The result of the community service is expected to be able to arrange the financial administration, the product’s turnover, product’s arrangement, the change of the price’s information, and a better consumer service. For the community service’s team, this activity is useful to apply theories and devoted themselves to the people.

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 23 No 5 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 4 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 3 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 2 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 1 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 4 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 3 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 2 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 1 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 4 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 3 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 2 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 1 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 4 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 3 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 2 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 1 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 4 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 3 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 2 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 1 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 4 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 3 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 2 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 1 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 4 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 3 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 2 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 1 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017) Vol 16 No 2 (2017) Vol 16 No 1 (2017) Vol 15 No 3 (2016) Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi Vol 14 No 1 (2015): April 2015 Vol 13 No 2 (2014): Vol 13, No. 2 (2014) Vol 13 No 1 (2014): Vol 13, No 1, April 2014 Vol 12 No 2 (2013): Volume 12 No.2 – September 2013 Vol 12 No 1 (2013): Volume 12 No.1 – April 2013 Vol 11 No 2 (2012): Volume 11 No.2 – September 2012 Vol 11 No 1 (2012): Volume 11 No.1 – April 2012 Vol 10 No 2 (2011): Volume 10 No.2 – September 2011 Vol 10 No 1 (2011): Volume 10 No.1 – April 2011 Vol 9 No 2 (2010): Volume 9 No.2 – September 2010 Vol 9 No 1 (2010): Volume 9 No.1 – April 2010 Vol 8 No 1 (2009): Volume 8 No.1 – April 2009 Vol 7 No 2 (2008): Volume 7 No.2 – September 2008 Vol 7 No 1 (2008): Volume 7 No.1 – April 2008 Vol 6 No 2 (2007): Volume 6 No.2 - September 2007 Vol 6 No 1 (2007): Volume 6 No.1 - April 2007 Vol 5 No 1 (2006): Volume 5 No.1 – April 2006 More Issue