cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
ISSN : 24425133     EISSN : 25277227     DOI : -
Core Subject : Education,
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. Investigated the dynamics of learning of children at the primary level / Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary school). Besides focusing on the development of studies issues of basic education.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2022): June 2022" : 16 Documents clear
Developing Supplementary Book for Constructing Tests with Minimum Competency Assessment for Elementary Schools Teachers Sigit Priatmoko; Wiku Aji Sugiri; Agus Mukti Wibowo
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 1 (2022): June 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i1.9451

Abstract

AbstractThe government through the Ministry of Education and Culture launched a new policy that was quite controversial, abolishing the National Examination and replacing it with a new assessment mechanism, namely the Minimum Competency Assessment (Asesmen Kompetensi Minimum, abbreviated as AKM). The implementation of AKM has elicited various responses from schools, teachers, and the community. One of the responses that emerged was confusion regarding the concepts, mechanisms, and forms of questions in the AKM. This study aims to answer these issues, by developing a supplementary book for preparing AKM-based questions. This study is developmental research by adapting the Borg and Gall model. There were four stages in this study, including planning, developing, try-out, and dissemination. Data collection technique used questionnaires, interviews, and observations. Quantitative data from the questionnaire were analysed using percentage analysis techniques. While the qualitative data used were descriptive analysis techniques.  Based on the results of the validation and try-out had been carried out, this supplementary book can be said to be valid and worthy of distribution. The validity test and try-out of prospective users showed that the product that had been developed provides benefits for teachers. The supplementary book for preparing AKM-based questions is a product that can provide information about technical steps for teachers in developing learning evaluation models. However, some improvements still need to be made following the suggestions obtained from the validators and potential users.Keywords: minimum competency assessment, supplementary book, teacher, elementary school. AbstrakPemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan kebijakan baru yang cukup kontroversial, yaitu meniadakan Ujian Nasional dan menggantinya dengan mekanisme penilaian baru, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Implementasi AKM menuai berbagai tanggapan dari pihak sekolah, guru, dan masyarakat. Salah satu tanggapan yang muncul adalah kebingungan mengenai konsep, mekanisme, dan bentuk soal dalam AKM. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan tersebut, dengan mengembangkan buku pelengkap penyusunan soal berbasis AKM. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan mengadaptasi model Borg and Gall. Ada empat tahapan dalam penelitian ini, yaitu perencanaan, pengembangan, uji coba, dan diseminasi. Pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, dan observasi. Data kuantitatif dari kuesioner dianalisis dengan menggunakan teknik analisis persentase. Sedangkan data kualitatif dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba yang telah dilakukan, maka buku pelengkap ini dapat dikatakan valid dan layak edar. Uji validitas dan uji coba calon pengguna menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memberikan manfaat bagi guru. Buku pelengkap penyusunan soal berbasis AKM merupakan produk yang dapat memberikan informasi tentang langkah-langkah teknis bagi guru dalam mengembangkan model evaluasi pembelajaran. Namun demikian, beberapa perbaikan masih perlu dilakukan mengikuti saran yang diperoleh dari validator dan calon pengguna.Kata kunci: asesmen kompetensi minimum, buku suplemen, guru, sekolah dasar.
Developing Ancermat (Anthology of Mathematics Story) Digital Learning Media to Improve Students’ Problem-Solving Ability Nuhyal Ulia; Mohamad Hariyono; Imam Kusmaryono; Rida Fironika Kusumadewi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 1 (2022): June 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i1.8072

Abstract

AbstractThe use of digital-based learning media is very necessary for teachers.  The existing limited media becomes the main reason why Ancermat (anthology of mathematical stories) learning media is developed and expected to be able to improve elementary school students’ problem solving skills. This study aims to describe the stages of the development of Ancermat learning media and find out whether it meets valid, practical criteria, and its effectiveness. The method used was the development research. The data analysis comprised of validity test analysis, practicality test analysis, and analysis of Ancermat media effectiveness using descriptive statistics and gain normalization test. The results showed that Ancermat learning media met the valid score of 4.53 with very high criteria and fulfilled the practicality test based on the students’ responses reaching an average score of 4.41 with very good criteria. Based on the gain test, it reached 0.580 with moderate criteria and met the minimum criteria of mastery learning with t count = 27.33> t table = 2.042, meaning that the average score of the problem-solving skill tests met the minimum criteria of mastery learning. So, it can be concluded that the Ancermat learning media meets the criteria of being valid, practical, and effective in improving the mathematical problem solving abilities of elementary school students.Keywords: ancermat, learning media digital, problem solving skills, elementary school students. AbstrakPenggunaan media pembelajaran berbasis digital sangat diperlukan bagi para guru. Keterbatasan media yang ada menjadi alasan utama dikembangkannya media pembelajaran Ancermat (antologi cerita matematika) dan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan pengembangan media pembelajaran Ancermat dan mengetahui apakah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Analisis data meliputi analisis uji validitas, analisis uji kepraktisan, dan analisis efektivitas media Ancermat menggunakan statistik deskriptif dan uji normalisasi Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran Ancermat memenuhi skor valid sebesar 4,53 dengan kriteria sangat tinggi dan memenuhi uji kepraktisan berdasarkan respon siswa mencapai skor rata-rata 4,41 dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil uji n-gain mencapai 0,580 dengan kriteria sedang dan memenuhi kriteria ketuntasan minimal dengan t hitung = 27,33 > t tabel = 2,042, artinya skor rata-rata tes keterampilan pemecahan masalah matematika siswa memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Ancermat memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar.Kata kunci: ancermat, media pembelajaran digital, keterampilan pemecahan masalah, siswa sekolah dasar.
The Analysis of Primary Students’ Learning Obstacles on Plane Figures’ Perimeter and Area using Onto-Semiotic Approach Rina Milinia; Mohammad Faizal Amir
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 1 (2022): June 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i1.9958

Abstract

AbstractPrimary school students frequently encounter plane figures’ perimeter and area. Using an onto-semiotic approach, this study examine students' learning challenges when learning the plane figures’ perimeter and area. As part of the didactic design research, this study used an interpretive paradigm. The study included 25 fourth-grade students in one of elementary school in Sidoarjo, Indonesia. Data was gathered through tests, interviews, and documentation, as well as descriptive analysis techniques. The results showed that students face three types of learning obstacles, i.e. ontogenic, epistemological, and didactic. Students have difficulty describing plane figures, understanding mathematical situations in problems, and using mathematical procedures to solve problems using the onto-semiotic approach. This study examines students' reactions to learning about the plane figures’ perimeter and area. Furthermore, the findings of this study serve as a starting point for educators, practitioners, and researchers in developing new didactic designs. So that grade four primary students can overcome the obstacles discovered.Keywords: learning obstacles, plane figures, onto-semiotic approach. AbstrakSiswa sekolah dasar sering menjumpai keliling dan luas bangun datar. Dengan menggunakan pendekatan onto-semiotik, penelitian ini mengkaji hambatan belajar siswa dalam mempelajari keliling dan luas bangun datar. Sebagai bagian dari penelitian desain didaktik, penelitian ini menggunakan paradigma interpretif. Penelitian ini melibatkan 25 siswa kelas empat di salah satu sekolah dasar di Sidoarjo, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, wawancara, dan dokumentasi, serta teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menghadapi tiga jenis hambatan belajar, yaitu ontogenik, epistemologis, dan didaktik. Siswa mengalami kesulitan mendeskripsikan bangun datar, memahami situasi matematis dalam masalah, dan menggunakan prosedur matematis untuk menyelesaikan masalah dengan menggunakan pendekatan onto-semiotik. Penelitian ini menguji reaksi siswa terhadap pembelajaran tentang keliling dan luas bangun datar. Selanjutnya, temuan penelitian ini menjadi titik awal bagi pendidik, praktisi, dan peneliti dalam mengembangkan desain didaktik baru. Sehingga siswa kelas empat sekolah dasar dapat mengatasi hambatan yang ditemukan.Kata kunci: hambatan belajar, bangun datar, pendekatan onto-semiotik.
The Geometry E-module Based on Numerical Literacy for the Fifth Grade of Elementary School Dyah Triwahyuningtyas; Wahyu Meganingrum; Arnelia Dwi Yasa; Nyamik Rahayu Sesanti
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 1 (2022): June 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i1.9351

Abstract

AbstractAs a learning innovation, it is necessary to have e-module that brings an interesting learning atmosphere and increase student interests in learning mathematics. This research aims to develop a valid and practical geometry e-module based on numerical literacy for the fifth grade of elementary school. The method in development research uses the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model. Data were collected using validation questionnaires and student questionnaires. Data were then analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques. The results showed that the validator's assessment obtained the valid criteria, with a percentage of 99% (media experts), 83% (material experts), and 87% (linguists). In the practicality test, the teacher got 96% (excellent) and the students got 94% (excellent). Based on the assessment results, the geometry e-module based on numerical literacy for the fifth grade of elementary school has met the eligibility and practicality criteria. Therefore, teachers can use this e-module as a companion book in distance learning.Keywords: geometry, e-module, numerical literacy. AbstrakSebagai inovasi pembelajaran, perlu adanya e-modul yang membawa suasana pembelajaran yang menarik dan meningkatkan minat siswa dalam belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul bangun ruang berbasis literasi numerasi untuk kelas 5 sekolah dasar yang valid dan praktis. Metode dalam penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner validasi dan angket siswa. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian validator memperoleh kriteria valid dengan persentase 99% (ahli media), 83% (ahli materi), dan 87% (ahli bahasa). Pada uji kepraktisan, guru memperoleh 96% (sangat baik) dan peserta didik memperoleh 94% (sangat baik). Berdasarkan hasil penilaian tersebut, maka e-modul bangun ruang berbasis literasi numerasi untuk kelas 5 sekolah dasar dapat digunakan karena telah memenuhi kriteria kelayakan dan kepraktisan. Guru dapat menggunakan e-modul ini sebagai buku pendamping dalam pembelajaran jarak jauh.Kata kunci: bangun ruang, e-modul, literasi numerasi.
The Analysis of Creativity and Misconceptions of Elementary School Student Teachers in Science Learning through the Mind Map in Virtual Classrooms Nur Inayah Syar
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 1 (2022): June 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i1.8010

Abstract

AbstractThis research aimed at assessing the student teachers’ creativity and detecting their misconceptions about the material of Organism Reproduction. This descriptive research involved a total of 28 students of MI/elementary school student teachers. The Mind Map was used as a tool to assess the students' creativity and misconceptions. The data were then analyzed descriptively with scoring techniques based on the Creative Mind Map Rubric. The creativity assessment was categorized into four aspects including fluency, flexibility, originality, and elaboration. Of these four aspects, the highest level of achievement was on the fluency aspect (60.72%). Meanwhile, the lowest level of achievement was on the originality aspect (3.57%). The category of students’ creativity was “Almost Not Creative” with the percentage of 39.29%. It means that on average each student only acquired one to two aspects of creativity. The students’ misconceptions were detected almost in each sub material of Organism Reproduction. However the highest number of misconceptions was found in the material of Animal Reproduction, 21 times on the generative reproduction of vertebrates and invertebraes animals. This study provided an evaluation of alternative instruments to measure the students’ creativity and misconceptions in science learning.Keywords: mind map, creativity, misconception, virtual classrooms. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menilai kreativitas mahasiswa calon guru dan mendeteksi miskonsepsi mereka pada materi Perkembangbiakan Makhluk Hidup. Penelitian deskriptif ini melibatkan 28 orang mahasiswa calon guru MI/SD. Mind map digunakan sebagai alat untuk menilai kreativitas dan miskonsepsi mahasiswa. Data kemudian dianalisis secara deskriptif dengan teknik penskoran berdasarkan creative mind map rubric. Penilaian kreativitas dibagi menjadi empat aspek, yaitu fluency, flexibility, originality dan elaboration. Dari keempat aspek tersebut fluency memiliki tingkat ketercapaian yang paling tinggi (60,72%). Sementara itu, aspek terendah adalah originality (3,57%). Tingkat kreativitas mahasiswa berada pada kategori “almost not creative” dengan persentase 39,29%. Ini berarti bahwa rata-rata setiap mahasiswa hanya menguasai satu hingga dua aspek kreativitas. Miskonsepsi mahasiswa terdeteksi hampir di setiap sub materi Perkembangbiakan Makhluk Hidup. Namun demikian, jumlah miskonsepsi tertinggi ditemukan pada sub materi Perkembangbiakan Hewan, yaitu sebanyak 21 kali pada konsep perkembangbiakan generatif mengenai hewan vertebrata dan invertebrata. Penelitian ini memberikan alternatif instrumen evaluasi yang mampu mengukur kreativitas serta miskonspsi mahasiswa pada pembelajaran IPA.Kata kunci: mind map, kreativitas, miskonsepsi, kelas virtual.
The Effects of Problem-Based Learning Model with Environmental Literacy-Oriented on the Elementary School Students' Narrative Writing Skills Misbah Binasdevi; Idah Faridah Laily; Tamsik Udin; Syibli Maufur; Inayatul Ummah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 1 (2022): June 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i1.10494

Abstract

AbstractThis research aimed to determine the effects of a problem-based learning model with environmental literacy-oriented on the elementary school students' narrative writing skills. Using the quasi-experimental method, this research employed a non-equivalent control group design. The research participants were 50 fifth-grade students of Islamic Elementary School (MI) Darul Qirom, consisting of 25 students in the experimental class and 25 students in the control class. The data were collected using a test instrument consisting of five questions about writing narratives. The data were then analyzed using the independent sampel t-test with the assistance of the SPSS application. The data analysis showed a significant difference between the class that used the problem-based learning model with environmental literacy-oriented and the class that used the conventional learning model, with a significant value (2-tailed) of 0.006 < 0.05. In this study, the average post-test score for the experimental class after the treatment was 5.52 higher than the control class  (78.2 > 72.68). It can be concluded that the environmental literacy-oriented problem-based learning model has a significant effect on the narrative writing skills of elementary school students.Keywords: problem-based learning, environmental literacy, writing skill.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh problem-based learning berorientasi literasi lingkungan terhadap keterampilan menulis narasi siswa sekolah dasar. Dengan menggunakan metode kuasi eksperimen, penelitian ini menggunakan non-equivalent control group design. Partisipan penelitian ini adalah 50 siswa kelas V MI Darul Qirom, terdiri dari 25 siswa kelas eksperimen dan 25 siswa kelas kontrol. Data diambil melalui instrumen tes yang terdiri dari lima soal uraian tentang menulis narasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji t dengan bantuan aplikasi SPSS. Analisis data menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas yang menggunakan model pembelajaran problem-based learning berorientasi literasi lingkungan dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional, dengan nilai signifikansi (2 tailed) sebesar 0,006 < 0,05. Pada penelitian ini, nilai rata-rata post-test kelas eksperimen setelah diberikan perlakuan menjadi 5,52 lebih tinggi dibanding kelas kontrol (78,2 > 72,68). Dapat simpulkan bahwa model problem-based learning berorientasi literasi lingkungan berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis narasi siswa sekolah dasar.Kata kunci: problem-based learning, literasi lingkungan, keterampilan menulis.
The Development of Articulate Storyline-based Learning Media to Improve 5th Grade Students’ Mathematical Representation Ability Fery Muhamad Firdaus; Ika Nur Azizah; Sonia Pritin; Oktiana Damayanti; Fatika Chandra Annisa
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 1 (2022): June 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i1.9827

Abstract

AbstractThis study aims to produce Articulate Storyline-based learning media on cubes and blocks nets material for fifth-grade elementary school students. This is Research and Development study. This study uses the ADDIE development procedure (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The sample of this study was 26 fifth-grade students in an elementary school in Gunung Kidul, Yogyakarta. Expert judgment or validation is carried out by 2 media experts and 2 material experts to assess and revise the product. The method of data collection is a representation test, observation and questionnaires. The data analysis technique used content analysis and narrative analysis techniques. The result is a product of Articulate Storyline-based learning media on cubes and blocks nets material for fifth-grade elementary school students. The overall result of the trial shows good results, namely obtaining a decent category with details: (1) the material expert test got 3.8 or 76% good results, (2) the media expert test got 4.8 or 80% good results, (3) the results of the calculation of the n-gain score of 0.3877 which indicates an increase in students' mathematical representation abilities using articulate storyline-based learning media with moderate categories. So, it can be concluded that the Articulate Storyline-based learning media is good to be used as learning media on cubes and blocks in improving the mathematical representation abilities of fifth-grade elementary school students.Keywords: learning media, articulate storyline, mathematical representation, elementary school students. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis articulate storyline materi jaring-jaring kubus dan balok pada siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Tahapan penelitian ini menggunakan prosedur pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Sampel penelitian ini adalah 26 siswa kelas V di salah satu sekolah dasar di Gunung Kidul, Yogyakarta. Uji ahli atau validasi dilakukan oleh 2 orang ahli media dan 2 orang ahli materi untuk menilai produk awal serta merevisi produk awal sesuai saran ahli. Metode pengumpulan data penelitian ini dengan tes representasi, observasi, dan angket. Teknik analsis data menggunakan teknik analisis konten dan analisis naratif. Hasil penelitian ini berupa produk media pembelajaran berbasis articulate storyline pada materi jaring-jaring kubus dan balok kelas V sekolah dasar. Keseluruhan hasil uji coba menunjukkan hasil yang baik yaitu memperoleh kategori layak dengan rincian: (1) uji ahli materi mendapatkan hasil 3,8 atau 76 % layak, (2) uji ahli media mendapatkan hasil 4,8 atau 80 % layak, (3) hasil perhitungan skor n-gain sebesar 0,3877 yang menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan representasi matematis siswa dengan menggunakan media pembelajaran berbasis articulate storyline dengan kategori sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis articulate storyline layak digunakan sebagai media pembelajaran materi jaring-jaring kubus dan balok dalam meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa kelas V sekolah dasar..Kata kunci: media pembelajaran, articulate storyline, representasi matematis, siswa sekolah dasar.
Technical Assistance Program as A Media to Overcome the Problem of Children’s Dyslexia in Madrasah Ibtidaiyah Hasan Baharun; Nurhidayah Trisilia; Siti Maryam Munjiat; Bannaga Taha Al-Zubair Hussen
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 1 (2022): June 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i1.9804

Abstract

AbstractReading is an important activity in everyday life and must be mastered by children from an early age. However, many children still cannot read, especially in one of the madrasah ibtidaiyah in Probolinggo Regency, East Java which is the location of this research. This study aims to analyze the teacher's strategy in overcoming the reading problem of dyslexic children with technical guidance. This study used a phenomenological approach, where researchers try to understand the phenomena in the field through interviews, observations, and documentation. Data analysis was carried out in stages, including data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. The results showed that the teacher's strategy in overcoming the reading problem of dyslexic children through Technical Guidance was carried out through preparation of technical assistance, implementation of technical assistance, and evaluation of technical assistance. This research has implications for the importance of the teacher's understanding of student learning characteristics from an early age so that teachers can find out the students’ various problems so that learning objectives can be achieved optimally.Keywords: technical assistance, children’s dyslexia, madrasah ibtidaiyah. AbstrakMembaca merupakan kegiatan penting dalam kehidupan sehari-hari dan harus dikuasai oleh anak-anak sejak dini, namun masih banyak anak-anak yang belum bisa membaca, terutama di salah satu madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur yang menjadi lokasi penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang strategi guru dalam mengatasi masalah membaca anak disleksia dengan bimbingan teknis. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis, di mana peneliti mencoba memahami fenomena yang terjadi di lapangan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara bertahap, mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam mengatasi masalah membaca anak disleksia melalui Bimbingan Teknis yang dilakukan dengan penyusunan bantuan teknis, pelaksanaan bantuan teknis, dan evaluasi bantuan teknis. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya pemahaman guru terhadap karakteristik belajar siswa sejak dini, sehingga guru dapat mengetahui berbagai permasalahan yang akan dihadapi oleh siswa, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.Kata Kunci: bimbingan teknis, anak-anak disleksia, madrasah ibtidaiyah.
Teacher Intervention for Coping with Students’ Learning Difficulties of Madrasah Ibtidaiyah in the Covid-19 Social Restrictions Enung Nugraha; Encep Syarifudin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 1 (2022): June 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i1.9769

Abstract

AbstractDue to the Covid-19 pandemic, the government implemented a large-scale social restriction policy that impacted online learning. There are obstacles where not all students have supporting learning facilities and have learning difficulties requiring teacher intervention in the learning process. The study aimed to determine teacher intervention in the learning process for students with learning difficulties. The research method used descriptive qualitative at Madrasah Ibtidaiyah (Islamic Elementary School) Ats-Tsauroh Serang City, Banten Province. Data collection was limited to interviews with eight informants, including teachers, madrasa heads, and deputy madrasa heads, during the social restrictions period in February-April 2021. The results showed that teacher intervention in overcoming student learning difficulties was carried out directly, namely by understanding student conditions, understanding the typology of student learning difficulties, communicating with students' parents, observing students' family environmental conditions, conducting study visits to students' homes, and assessing student motivation. Teacher creativity is essential in making decisions for the benefit of student learning so that teachers provide the best service under challenging conditions. The implication of this research is that teacher intervention is effective in overcoming students' learning difficulties in the Covid-19 social restrictions.Keywords: teacher intervention, learning difficulty, home visits. AbstrakAkibat pandemi Covid-19, pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar yang berdampak pada pembelajaran daring. Terdapat kendala di mana tidak semua siswa memiliki fasilitas belajar yang mendukung dan mengalami kesulitan belajar yang memerlukan campur tangan guru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intervensi guru dalam proses pembelajaran bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif di Madrasah Ibtidaiyah Ats-Tsauroh Kota Serang, Provinsi Banten. Pengumpulan data terbatas pada wawancara dengan delapan informan, termasuk guru, kepala madrasah, dan wakil kepala madrasah selama masa pembatasan sosial pada Februari-April 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa dilakukan secara langsung, yakni dengan memahami kondisi siswa, memahami tipologi kesulitan belajar siswa, berkomunikasi dengan orang tua siswa, mengamati kondisi lingkungan keluarga siswa, melakukan kunjungan belajar ke rumah siswa, dan menilai motivasi siswa. Kreativitas guru sangat penting dalam mengambil keputusan untuk kepentingan belajar siswa sehingga guru memberikan pelayanan terbaik dalam kondisi yang penuh tantangan. Implikasi dari penelitian ini adalah intervensi yang dilakukan guru efektif dalam mengatasi kesulitan belajar siswa di masa pembatasan sosial Covid-19.Kata kunci: intervensi guru, kesulitan belajar, kunjungan rumah.
The Level of Parents' Motivation in Helping Elementary School Children during Online Learning at Home; Case Studies in Indonesia and the Philippines Siti Dewi Maharani; Evy Ratna Kartika Waty; Sri Sumarni; Makmun Raharjo
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 1 (2022): June 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i1.9861

Abstract

AbstractThe Covid-19 pandemic has affected various aspects of life, including education. For this reason, it is necessary for parents and students to work together to optimize the online learning process at home. This study aims to determine the self-efficacy of parents when helping elementary school children in doing online learning at home. This research is qualitative research approach with a descriptive quantitative analysis. The data collection method used a self-assessment questionnaire. The sample of this study was 150 parents of elementary school students, with various backgrounds and different school origins. Data were analyzed using percentage calculations. The scores were categorized by the scale and then described. The results of this study show that on average the parents of elementary school students, both in Indonesia and in the Philippines, have good motivation to help children learn from home. This can be seen from the data that the average motivation level of parents is in the good category (80.62%)Keywords: motivation, online learning, parents, self-efficacy. AbstrakPandemi Covid-19 telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Untuk itu diperlukan kerjasama orang tua dan siswa untuk membantu mengoptimalkan proses pembelajaran online di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi diri orang tua dalam membantu anak sekolah dasar dalam melakukan pembelajaran online di rumah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan angket self-assessment. Sampel penelitian ini adalah 75 orang tua siswa sekolah dasar, dengan berbagai latar belakang dan asal sekolah yang berbeda. Data dianalisis dengan menggunakan perhitungan persentase. Skor dikategorikan berdasarkan skala kemudian dideskripsikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata orang tua siswa SD baik di Indonesia maupun di Filipina memiliki motivasi yang baik untuk membantu anak belajar dari rumah. Hal ini terlihat dari data bahwa rata-rata tingkat motivasi orang tua sebesar berada dalam kategori baik (80,62%).Kata kunci: motivasi, pembelajaran online, orang tua, self-efikasi.

Page 1 of 2 | Total Record : 16