cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
ISSN : 24425133     EISSN : 25277227     DOI : -
Core Subject : Education,
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. Investigated the dynamics of learning of children at the primary level / Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary school). Besides focusing on the development of studies issues of basic education.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2022): October 2022" : 16 Documents clear
Development of Digital Teaching Materials Based on Betawi Local Food to Increase Ecoliteracy in Elementary School Students Vioreza, Niken; Supriatna, Nana; Abdul Hakam, Kama
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.11888

Abstract

AbstractEcoliteracy is an awareness about the importance of saving the environment from potential hazards. Consuming local food is part of ecoliteracy which can be introduced through digital teaching materials. This research aims to produce such materials based on Betawi local food to increase ecoliteracy in elementary school students. The approach used was research and development involving 52 grade IV elementary school students from two different schools in East Jakarta for a small-scaled trial. Product validation was carried out through qualitative descriptive analysis by classifying information from inputs, suggestions, responses, and criticisms acquired from data collection instruments. Quantitative descriptive data was also used to process data obtained through tests and questionnaires in the form of descriptive percentages. Results show that digital teaching materials based on Betawi local food can be implemented in learning and can increase student ecoliteracy effectively in the aspect of head (cognitive). Based on these results, the product is ready to be implemented on a large scale and can be enhanced to increase students’ ecoliteracy.Keywords: digital teaching materials, Betawi local food, ecoliteracy.AbstrakEcoliteracy merupakan kesadaran akan pentingnya melindungi lingkungan dari potensi kerusakan. Mengonsumsi pangan lokal merupakan bagian dari ecoliteracy yang dapat diperkenalkan melalui bahan ajar digital. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar digital berbasis pangan lokal Betawi untuk menumbuhkan ecoliteracy siswa sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan adalah research and development yang melibatkan 52 siswa kelas IV sekolah dasar dari dua sekolah yang berbeda di Jakarta Timur untuk uji skala kecil. Validasi produk dilakukan melalui analisis data deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan mengelompokkan informasi berupa masukan, saran, tanggapan, dan kritik yang terdapat dalam instrumen pengumpulan data. Data deskriptif kuantitatif juga dilakukan untuk mengolah data yang diperoleh melalui tes dan angket dalam bentuk persentase deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan produk bahan ajar digital berbasis pangan lokal Betawi dapat diimplementasikan dalam pembelajaran dan efektif menumbuhkan ecoliteracy siswa pada aspek head (kognitif). Berdasarkan hasil tersebut, bahan ajar siap diimplementasikan pada skala besar dan dapat dikembangkan untuk menumbuhkan ecoliteracy siswa.Kata kunci: bahan ajar digital, pangan lokal Betawi, ecoliteracy.
Online Learning and Scientific Literacy in Elementary Schools during the Covid-19 Pandemic Fhilrizki, Salma Ihsani; Sopandi, Wahyu; Fauzi, Irfan
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.10095

Abstract

AbstractThis study aims to investigate the relationship between online learning and scientific literacy of students in fifth grade of elementary school in the Covid-19 era. Employing a correlational research design, this study involved 54 fifth grade students of an elementary school in Bandung City, Indonesia. The data were collected using a scientific literacy test referring to the indicators of PISA 2018 and a questionnaire in an online learning evaluation. The analysis of the data was carried out using descriptive statistics through calculating the average and percentage scores. The data were also analyzed using inferential statistics in the form of the Pearson correlation test to determine the relationship between online learning and scientific literacy. The results of this study revealed that, based on the Pearson correlation test, the sig score was 0.81. There was no relationship between online learning and scientific literacy of fifthgrade students of elementary school. Therefore, efforts should be made to improve the scientific literacy of elementary school students, one of which is through optimizing online learning.Keywords: online learning, scientific literacy, elementary school.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara pembelajaran daring dengan literasi sains siswa kelas 5 sekolah dasar (SD) di era Covid-19. Dengan menggunakan desain penelitian korelasi, penelitian ini melibatkan 54 siswa kelas 5 sekolah dasar di Kota Bandung, Indonesia. Data diperoleh dengan menggunakan tes literasi sains yang merujuk pada indikator PISA 2018 dan kuesioner pada evaluasi pembelajaran daring. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dengan menghitung skor rata-rata dan persentase. Data juga dianalisis menggunakan statistik inferensial berupa uji korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara pembelajaran online dan literasi sains. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, berdasarkan uji korelasi Pearson, diperoleh skor sig 0,8. Pembelajaran online tidak memiliki hubungan dengan literasi sains siswa kelas 5 sekolah dasar. Maka dari itu, perlu ada upaya untuk meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar, salah satunya dengan mengoptimalkan pembelajaran online.Kata kunci: pembelajaran online, literasi sains, sekolah dasar.
Strengthening Anticorruption Character at Elementary Schools in Indonesia: Study on Instructional Practices by In-Service Islamic Education Teachers Kholiq, Abdul
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.11579

Abstract

AbstractThe corruption phenomenon in Indonesia must get all parties’ attention, including education. The failure to resolve it seriously will lead to the nation’s destruction. This study aimed to explore how anti-corruption characters were integrated into Islamic education instruction at elementary schools. This study used a qualitative descriptive method focusing on Islamic education instructional practices of 10 in-service teachers involved in the Professional Teacher Education Program Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Data were collected through documentation and observation and were analyzed using descriptive analytical techniques. The results of this study proved that Islamic education subjects could be a good medium for strengthening anti-corruption characters through integrating anti-corruption values in Islamic education instruction. Hence, to become a massive movement, it is necessary to formulate more operational and binding policies to conduct anti-corruption education at all levels of education, especially at elementary school levels.Keywords: anti-corruption characters, Islamic education, integration, professional teacher education program, instruction. AbstrakFenomena korupsi di Indonesia harus mendapatkan perhatian dari semua pihak, termasuk dunia pendidikan. Kalau tidak diselesaikan secara serius, korupsi di Indonesia dapat membawa negara Indonesia menuju kehancuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakter antikorupsi diintegrasikan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang berfokus pada praktek pembelajaran PAI 10 guru yang terlibat dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan observasi, dan selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif analitis. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa mata pelajaran PAI dapat menjadi media yang baik bagi penguatan karakter antikorupsi melalui integrasi nilai-nilai antikorupsi dalam pembelajaran PAI. Sehingga, agar menjadi gerakan yang massif perlu dirumuskan kebijakan yang lebih operasional dan mengikat untuk menyelenggaran pendidikan antikorupsi pada semua jenjang Pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar.Kata kunci: karakter antikorupsi, Pendidikan Agama Islam, integrasi, Pendidikan Profesi Guru, pembelajaran.
Improving Prospective Basic Education Teachers' Capabilities on Digital Literacy: A Systematic Literature Review Hasanah, Uswatun; Rahayu, Sri; Anggraini, Ade Ika
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.10339

Abstract

AbstractDigital literacy is a fundamental competency that must be mastered in the 21st century. Digital literacy skills are the key to presenting interesting, interactive, actual, and factual learning. Therefore, efforts to improve the digital literacy abilities of prospective teachers need to be carried out. The purpose of this research is to explore the efforts that need to be made by teachers and institutions to improve teachers' digital literacy skills. The method used in this research is a literature study. Literature is obtained from various kinds of research articles that are reputable in the national and international spheres. Article analysis was carried out by examining efforts to increase digital literacy skills from each source, and categorizing several efforts into several categories. The results of this study indicate that there are several efforts to improve the digital literacy abilities of prospective teachers, including, procuring partnership programs between tertiary institutions and schools, developing digital-based teaching modules, developing digital web in the learning process, increasing digital literacy skills of prospective teachers using product-based methods, such as making videos/learning media), using problem-solving-based methods, using some frameworks in implementing education, procuring supporting facilities and developing curricula that integrate digital literacy content into each subject.Keywords: digital literacy, prospective teacher, basic education. AbstrakLiterasi digital merupakan kompetensi dasar yang harus dikuasai di abad 21. Kemampuan literasi digital menjadi kunci tersajinya pembelajaran yang menarik, interaktif, aktual, dan faktual. Oleh karenanya, upaya peningkatan kemampuan literasi digital calon guru perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi upaya-upaya yang perlu dilakukan oleh guru maupun lembaga untuk meningkatkan kemampuan literasi digital guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Literatur didapatkan dari berbagai macam artikel penelitian yang bereputasi dalam ranah nasional dan internasional. Analisis artikel dilakukan dengan menelaah upaya-upaya peningkatan kemampuan literasi digital dari setiap sumber, dan mengkategorikan beberapa upaya menjadi beberapa kategori. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat sejumlah upaya dalam meningkatkan kemampuan literasi digital calon guru, diantaranya, pengadaan program kemitraan antar perguruan tinggi dan sekolah, pengembangan modul ajar berbasis digital, pengembangan web digital dalam prose pembelajaran, meningkatkan kemampuan literasi digital calon guru dengan menggunakan metode perbasis produk (seperti membuat video/media pembelajaran), menggunakan metode berbasis pemecahan masalah, penggunaan sejumlah frame work dalam pelaksanaan pendidikan, pengadaan fasilitas yang mendukung dan mengembangkan kurikulum yang mengitegrasikan konten literasi digital ke dalam setiap mata pelajaran.Kata kunci: literasi digital, calon guru, pendidikan dasar.
Improving the Critical Thinking Skills of Elementary School Students through Problem Based Learning and Inquiry Models in Social Science Learning Haryanti, Yuyun Dwi; Sapriya, Sapriya; Permana, Johar; Syaodih, Erna Wulan; Kurino, Yeni Dwi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.10485

Abstract

AbstractThe critical thinking skills are an important component to be instilled in elementary schools. The purpose of this study was to test the critical thinking skills of fifth grade students elementary school through the Problem Based Learning model and the Inquiry model based on the interest in learning social science using authentic assessments. Employing a quasi-experiment with Pretest-Posttest Control Group Design, this study involved 49 fifth grade elementary school students in two classes. A total of 24 students in the experimental class A learned using the Problem Based Learning (PBL) model, whereas 25 students in the experimental class B learned using the Inquiry model. The data were collected using description tests and questionnaires. The test was based on the level of reliability of 0.551, while the questionnaire with reliability of 0.893 was tested using ANOVA. The results of the study revealed that the implementation of the PBL model in social science learning was quite effective in improving critical thinking skills compared to the Inquiry model. The highest critical thinking ability was in students who had high learning interest in social science learning. This research contributed differently to the improvement of the social science learning process to acquire one of the 21st century thinking skills.Keywords: problem-based learning model, inquiry model, critical thinking.Abstrak Kemampuan berpikir kritis merupakan komponen penting yang perlu ditanamkan di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kemampuan berpikir kritis siswa kelas V sekolah dasar melalui model Problem Based Learning (PBL) dan model Inquiry berdasarkan minat belajar mata pelajaran IPS dengan menggunakan penilaian autentik. Menggunakan eksperimen semu dengan Pretest-Posttest Control Group Design, penelitian ini melibatkan 49 siswa kelas V sekolah dasar. Sebanyak 24 siswa di kelas eksperimen A belajar dengan model Problem Based Learning, sedangkan 25 siswa pada kelas eksperimen B belajar dengan model Inquiry. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes deskripsi dan kuesioner. Pengujian didasarkan pada tingkat reliabilitas 0,551, sedangkan kuesioner dengan reliabilitas 0,893 diuji menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dalam pembelajaran IPS cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dibandingkan dengan model Inquiry. Kemampuan berpikir kritis tertinggi terdapat pada siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi pada pembelajaran IPS. Penelitian ini memberikan kontribusi yang berbeda terhadap peningkatan proses pembelajaran IPS untuk memperoleh salah satu keterampilan berpikir abad 21.Kata kunci: model PBL, model inquiry, berpikir kritis.
Teacher’s Strategy in Improving Reading Comprehension Skills of Arabic Texts at Madrasah Ibtidaiyah Masnun, Moh; Putri, Alvy Salmia; Jaelani, Aceng; Ummah, Inayatul
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.11456

Abstract

AbstractThis study aims to describe the teacher's strategy for improving reading comprehension skills of Arabic texts in class v at Madrasah Ibtidaiyah (Islamic Elementary School) in Cirebon City. This qualitative research uses a descriptive approach. The sources of data or informants in this research are Arabic teachers, fifth-grade students, and school principals. The data were collected through observation, in depth-interviews and documentation. Data analysis starts with data reduction, presentation, and interpretation. The results showed that the Arabic teacher's strategies in improving reading comprehension skills of Arabic texts in class V were as follows: 1. Reading texts Aloud, 2; translating texts, 3. Reviewing translation results, 4, Answering questions, 5. Sharing answers, and 6. Repetition. Arabic text comprehension reading skills in class V are quite good, obtaining an average score that has met the minimum completeness criteria. The teacher and student experienced during the learning process reading comprehension skills in Class V supported by the activity of reading the Holy Qur'an every Monday to Thursday, which is carried out after learning activities, recitation activities at home with a teacher of the Qur'an, the availability of a library at school, and studying with peers. Then some of the difficulties faced are the lack of parental support, the habits of students who often play with gadgets, and the lack of availability of book facilities in the library.Keywords: teacher strategy, reading comprehension skills, Arabic text.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan keterampilan pemahaman membaca teks bahasa Arab di kelas V di salah satu Madrasah Ibtidaiyah di Kota Cirebon. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber data atau informan dalam penelitian ini adalah guru bahasa Arab, siswa kelas V, dan kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang dianalisis dimulai dari reduksi data, penyajian data, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru bahasa Arab dalam meningkatkan keterampilan pemahaman membaca teks bahasa Arab di kelas V adalah sebagai berikut; 1. membaca teks dengan keras, 2. menerjemahkan teks, 3. menelaah hasil terjemahan, 4, menjawab pertanyaan, 5. berbagi jawaban, dan 6. pengulangan. Keterampilan membaca pemahaman teks bahasa Arab pada siswa kelas V sudah cukup baik dengan memperoleh nilai rata-rata yang telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Pengalaman guru dan siswa selama proses pembelajaran keterampilan membaca pemahaman di Kelas V didukung dengan adanya kegiatan membaca Al-Qur'an setiap hari senin sampai dengan kamis yang dilaksanakan setelah kegiatan pembelajaran, kegiatan pengajian di rumah bersama guru mengaji, dan tersedianya perpustakaan di sekolah, serta belajar bersama teman sebaya. Kemudian beberapa kendala yang dihadapi adalah kurangnya dukungan orang tua, kebiasaan siswa yang sering bermain gadget, dan kurangnya ketersediaan fasilitas buku di perpustakaan.Kata kunci: strategi pembelajaran, keterampilan membaca pemahaman, teks
Development of Android-based "Pete" Educational Game to Improve Elementary School Student Learning Outcomes in Social Science Learning Hanifah, Nur Hidayah; Walid, Muhammad; Putri, Candra Avista; Sinta, Laila Nuriya; Ningrum, Dian Eka Aprilia Fitria
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.11467

Abstract

AbstractSocial science has an essential role in training students' abilities to interact and participate in society. However, social science learning has complex material, so many students have difficulty in learning social science material. This research aims to answer these problems, namely by developing an Android-based educational game to improve social studies learning outcomes. This research is a development research using the ADDIE model, i.e. Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Collecting data using observation, interviews, questionnaires, and tests. Qualitative data were analyzed using descriptive analysis techniques, while quantitative data were analyzed using percentage analysis techniques. Based on the validation and trial results, it is stated that this android-based educational game is valid and feasible to use. Android-based educational games are proven to be able to improve student learning outcomes, especially in social science learning. However, some improvements are still being made in accordance with the suggestions and input from the validators and students.Keywords: educational games, android based, social science learning outcomes.Abstrak Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran penting untuk melatih kemampuan peserta didik dalam berinteraksi dan berpartisipasi di masyarakat. Akan tetapi pembelajaran IPS memiliki materi yang kompleks sehingga banyak peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mempelajari materi IPS. Penelitan ini bertujuan untuk menjawab permasalahan tersebut, yakni dengan mengembangkan game edukasi berbasis android untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket, dan tes. Data kualiatatif dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan teknis analisis persentase. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba produk yang telah dilakukan, dinyatakan bahwa game edukasi berbasis android ini valid dan layak digunakan. Game edukasi berbasis android terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya pada pelajaran IPS. Namun demikian, beberapa perbaikan masih dilakukan sesuai dengan saran dan masukan dari para validator dan siswa.Kata kunci: game edukasi, berbasis android, hasil belajar IPS.
The Antecedents and Consequences of Using Online Learning in Elementary School During a Pandemic: A Systematic Literature Review Syamsi, Atikah; Patimah, Patimah; Mudiyanto, Heru
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.11037

Abstract

AbstractThis study aims to trace and examine the antecedent perspectives and the consequences of online learning portraits in elementary schools during the pandemic by reviewing research articles published in reputable journals. Due to educators' efforts to reduce learning loss, it is hoped that it will be able to become an analytical force concerning driving causes and influencing factors. This research used a systematic literature review approach which uses published resources in the form of books, journals, and other scientific works. Analytical techniques are carried out through descriptive analysis techniques from online literature searches. In addition to using traceability, researchers also use biometric techniques with the VosViewer Visualization application. The goal is to biometrically map variables that are closely related to antecedents and consequences. After searching on Google Scholar, Ebsco, and Crossref using the keywords “Online Learning” AND “Pandemic Covid” AND “Learning Loss, researchers found 100 reputable journal articles (indexed by Scopus) that were relevant to the keyword. Of the 100 journal articles found, 22 journal articles were screened, while 22 journal articles were excluded because there were no full-text articles. As a result of the feasibility or compatibility examination of 78 full-text journals, 68 articles were found to be unfit due to duplications and/or failure to match the criteria, leaving 10 full-text journal articles that could be examined. The result obtained from the data analysis is that the factors of using online learning are the replacement of learning spaces in the classroom becoming classless and limitless. Besides that, the readiness in adapting online learning is also an important part of the expected changes because teachers are expected to also be able to accompany students in online learning. However, what is still found in some articles is the speed and ability of the school internet network which is also a driver for optimizing the use of online learning. The consequence is that emergency online learning during the Covid-19 Pandemic makes teachers have to practice special skills in adapting to technological developments, so teachers at the elementary level also need special training, either in program preparation or in continuous professional development, to create online course content that can be used by all students.Keywords: online learning, learning loss, elementary school, antecedents, consequences.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menelusuri dan mengkaji dari perspektif anteseden dan konsekuensi potret pembelajaran online di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) selama pandemi dengan strategi penelusuran terhadap artikel penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal bereputasi. Sehingga diharapkan mampu menjadi daya analisa terkait faktor pendorong (anteseden) dan faktor pengaruh sebagai konsekuensi dari upaya pendidik dalam meminimalisir learning loss. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Sistematik Literatur Reviu dengan menggunakan kajian terhadap sumber, baik berupa buku ataupun jurnal serta karya ilmiah lainnya. Teknik analisis yang dilakukan melalui teknik analisa deskriptif dari penelusuran literatur secara online menggunakan traceability dan juga menggunakan teknik biometrik dengan aplikasi VosViewer Visualization. Tujuannya adalah untuk memetakan secara biometrik variabel yang terkait erat dengan anteseden dan konsekuensi. Adapun hasilnya berdasarkan hasil pencarian di Google Schoolar, Ebsco dan Crossref menggunakan kata kunci “Online Learning” AND “Pandemic Covid” AND “Learning Loss, peneliti mendapatkan 100 artikel jurnal bereputasi (terindeks scopus) yang relevan dengan kata kunci. Dari 100 artikel jurnal yang ditemukan selanjutnya dilakukan screening, sedangkan 22 artikel jurnal dilakukan eksklusi karena tidak terdapat artikel full text. Dari hasil penilaian kelayakan atau kecocokan terhadap 78 jurnal full text, ada 68 artikel yang dinyatakan tidak layak karena ada duplikasi dan juga tidak sesuai dengan kriteria, sehingga diperoleh 10 artikel jurnal full text yang selanjutnya dapat direview. Hasilnya diperoleh anteseden (pendorong) pemanfaatan pembelajaran online yaitu adanya pengganti ruang belajar dalam kelas menjadi tanpa kelas dan tanpa batas, selain itu faktor kesiapan dalam melakukan adaptasi juga menjadi bagian penting dari perubahan yang diharapkan, karena guru sebagai pendamping siswa diharapkan juga mampu mendampingi siswa dalam pembelajaran online. Namun yang masih banyak ditemukan dalam sejumlah artikel ialah kecepatan dan kemampuan jaringan internet sekolah yang juga menjadi pendorong adanya optimalisasi pemanfaatan belajar online ini. Adapun konsekuensinya ialah pembelajaran online darurat selama pandemic Covid-19 membuat guru harus berlatih keterampilan khusus dalam melakukan adaptasi dengan perkembangan teknologi. Sehingga guru di tingkat SD/MI juga membutuhkan pelatihan khusus, baik dalam persiapan program atau dalam pengembangan profesional keberkelanjutan untuk menciptakan konten kursus online yang dapat digunakan oleh semua siswa.Kata kunci: online learning, learning loss, elementary school, antecedents, consequences.
Changing the Concept of Prospective Primary Education Teachers through Ethnoscience-based Critical Thinking Wibowo, Agus Mukti
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.10273

Abstract

AbstractA suitable environment as a learning resource can improve critical thinking skills. Increasing critical thinking skills will strengthen the concepts mastered or change the concepts if there is an error in understanding. The purpose of this study is to find out the change or shift of concepts through critical thinking of prospective teachers of primary school in ethnoscience-based learning. It is carried out using questionnaires and interviews to see the concept changes experienced by prospective primary school teachers through critical thinking in ethnoscience learning. The survey results and participant interviews show that the concept change in ethnoscience-based learning occurs because of an increase in critical thinking skills. This increase occurs because of relevant problems that critically encourage prospective primary school teachers to provide argumentation and analysis. The real problems that exist around us and are easy to find in everyday life are about the culture or the surrounding environment. A learning environment based on culture or local wisdom is one of the alternatives that can be used in science learning to increase concern for the environment and the surrounding culture.Keywords: ethnoscience, argumentation, critical thinking.Abstrak Lingkungan, budaya, dan kearifan lokal menjadi inspirasi, imajinasi, dan kreativitas dalam belajar. Lingkungan yang cocok sebagai sumber belajar dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis akan memperkuat konsep yang dikuasai atau mengubah konsep jika terjadi kesalahan dalam pemahaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan atau pegeseran konsep melalui berpikir kritis dari calon guru madrasah ibtidaiyah/sekolah dasar dalam pembelajaran berbasis etnosains. Dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara untuk melihat perubahan konsep yang dialami oleh calon guru madrasah ibtidaiyah/sekolah dasar melalui pemikiran kritis dalam pembelajaran etnosains. Hasil survei dan wawancara partisipan menunjukkan bahwa perubahan konsep pembelajaran berbasis etnosains terjadi karena adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis. Peningkatan ini terjadi karena adanya permasalahan relevan yang secara kritis mendorong calon guru madrasah ibtidaiyah/sekolah dasar untuk memberikan argumentasi dan analisis. Permasalahan nyata yang ada di sekitar kita dan mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah tentang budaya atau lingkungan sekitar. Lingkungan belajar berbasis budaya atau kearifan lokal merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran sains untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan budaya sekitar.Kata kunci: etnosains, argumentasi, berpikir kritis.
Exploring the Students' Reading, Writing, and Numeracy Skills in Southeast Maluku Regency Coastal Elementary Schools Banawi, Anasufi; Latuconsina, Adam; Latuconsina, Satiah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.10189

Abstract

AbstractThis study aims to explore students' reading, writing, and numeracy skills in ten coastal elementary schools targeted for the 2021 Elementary School Quality Improvement Program. This study used an ex-post-facto quantitative descriptive method.  The data source is a database of the 2021 Elementary School Face-to-Face Learning Quality Improvement Program in Southeast Maluku Regency, i.e., the literacy and numeracy skills scores of 500 students. Normalized gain was used to determine the magnitude of the increase in scores from the pre-test and post-test. The results showed that eight elementary schools (80%) had a mean literacy final score of more than 60 (mean 68.23). The final score of literacy in each class is above 60, with the highest average final score achieved by Grade 3 (74.83). The increase in students' reading and writing literacy scores was still in the Low category (0.28). Two elementary schools (20%) have an average final numeracy score below 60. In general, the average final numeracy score is above 60 (63.40). The lowest numeracy score is in Grade 4 (58.31). The increase in numeracy skill scores is still in the low category (0.23). The results indicate the school's need for reflection, evaluation, follow-up plans, and program sustainability to strengthen students' skills.Keywords: reading and writing literacy, numeracy literacy, elementary school students. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan literasi baca tulis dan numerasi peserta didik di sepuluh Sekolah Dasar (SD) daerah pesisir yang menjadi sasaran Program Kejar Mutu Sekolah Dasar Tahun 2021. Metode deskriptif kuantitatif ex-post-facto digunakan dalam penelitian ini. Sumber data berupa database Program Kejar Mutu Pembelajaran Tatap Muka Sekolah Dasar Tahun 2021 di Kabupaten Maluku Tenggara, yakni skor kemampuan literasi baca tulis dan numerasi dari 500 peserta didik. Gain-ternormalisasi digunakan untuk mengetahui besarnya peningkatan skor dari pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan delapan SD (80%) telah mempunyai rerata skor akhir literasi baca tulis lebih dari 60 (rerata 68,23). Skor akhir literasi baca tulis tiap kelas di atas 60, rerata skor akhir tertinggi dicapai Kelas-3 (74,83). Peningkatan skor kemampuan literasi baca tulis peserta didik masih dalam kategori Rendah (0,28). Terdapat dua SD (20%) yang memiliki rerata skor akhir numerasi di bawah 60. Secara umum rerata skor akhir numerasi berada di atas 60 (63,40). Skor numerasi terendah pada Kelas-4 (58,31). Peningkatan skor kemampuan numerasi masih dalam kategori Rendah (0,23). Hasil yang ada mengindikasikan perlunya refleksi, evaluasi dan rencana tindak lanjut serta keberlanjutan program oleh pihak sekolah untuk memperkuat kemampuan peserta didik.Kata kunci: literasi membaca dan menulis, literasi numerasi, siswa sekolah dasar.

Page 1 of 2 | Total Record : 16