cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jip@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Department of Pharmacy Building 2nd Floor, Faculty of Medicine and Health Sciences, 3rd Campus Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Islamic Pharmacy
ISSN : 24605182     EISSN : 25276123     DOI : http://dx.doi.org/10.18860/jip
Core Subject : Health, Science,
Welcome to Journal of Islamic Pharmacy (e-ISSN : 2527-6123) formerly Jurnal Farmasains (p-ISSN : 2460-5182) Department of Pharmacy, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia. The journal was established in 2015 and online publication was begun in 2016. Since 2016, the journal has been published in English and only receives manuscripts in English.
Articles 156 Documents
Formulasi dan Evaluasi Suspensi Granul Effervescent Ekstrak Kitosan Cangkang Kepiting Bakau (Scylla serrata) Dengan Perbandingan Natrium Bikarbonat Oktavina, Windy Riyan; Imtihani, Hilya Nur
Journal of Islamic Pharmacy Vol 8, No 2 (2023): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v8i2.23533

Abstract

Ekstrak kitosan dari cangkang kepiting bakau (Scylla serrata) diketahui dapat menurunkan kolesterol. Formulasi ekstrak kitosan cangkang kepiting bakau dibuat dalam bentuk suspensi granul effervescent menggunakan variasi kadar komponen basa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan natrium bikarbonat 25% (F1) dan natrium bikarbonat 30% (F2) terhadap sifat fisik granul effervescent sebelum dan sesudah rekonstitusi. Formulasi granul effervescent ekstrak kitosan cangkang kepiting bakau dilakukan dengan metode granulasi kering, yaitu tidak menggunakan air atau pelarut lain. Hasil penelitian menunjukkan granul effervescent yang dihasilkan memenuhi syarat dengan laju alir (F1 3,1 detik); (F2 7,1 detik), sudut diam (F1 23,9 ̊); (F2 24 ̊), kadar air (F1 1,6%); (F2 2%), persentase fines (F1 5,6%); (F2 34,31%), waktu dispersi (F1 01,49 menit); (F2 03,65 menit), tinggi buih (F1 3,5 cm); (F2 3,2 cm), pH (F1 4,23); (F2 5,15), viskositas (F1 2,22 mPa.s); (F2 1,91 mPa.s). Keseluruhan evaluasi memenuhi persyaratan kecuali pH pada F1, sehingga F2 merupakan formula terbaik karena menghasilkan pH yang tidak terlalu asam dibandingkan dengan F1 dan F2 menjadi granul effervescent yang paling banyak disukai karena memiliki rasa yang segar.
Efek Ganja Medis pada Pasien Parkinson: A Literature Review of Clinical Evidence Komalasari, Rita
Journal of Islamic Pharmacy Vol 8, No 1 (2023): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v8i1.17832

Abstract

Ganja atau ganja medis adalah obat psikedelik yang terdiri dari komponen tinggi lipofilik tetrahydrocannabinol (THC) dan Cannabidiol (CBD) yang berasal dari tanaman C. sativa dan C. indica. Penyakit Parkinson (PP), di mana interaktivitas jalur sinyal biokimia dan seluler menginduksi sistem kanabinoid endogen, sistem neuromodulatory, mentransmisikan efek fisiologis spesifik ketika dipasangkan dengan reseptor G-protein-coupled (GPCR) melalui reseptor kanabinoid tipe 1 (CB1) dan reseptor kanabinoid tipe 2 (CB2), merintis perubahan dalam sistem saraf dan kekebalan tubuh. Banyak penelitian terbaru menunjukkan bahwa interaksi antara sistem ganja dan dopamin di daerah ganglia basal mengurangi diskinesia (LID) akibat levodopa dan gejala lainnya. Karena terbatasnya pilihan pengobatan farmakologi yang tersedia untuk PP, penelitian mendalam dengan uji klinis sangat penting dalam pencarian molekul dengan studi potensial terapeutik dalam berbagai pekerjaan epidemiologi PP untuk meningkatkan transmisi saraf. Makalah ini mengulas modus tindakan cannabinoid dalam PP.
Formulation and Physical Quality Testing of Solid Soap From a Combination of Citronella Oil with Patchouli Leaf Oil Againts Staphylococcus aureus Bacteria Pradana, Anugrah Riska; Hamzah, Hasyrul; Dewi, Sinta Ratna; Wirnawati, Wirnawati
Journal of Islamic Pharmacy Vol 9, No 1 (2024): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v9i1.26885

Abstract

Bacteria on the skin can cause infections ranging from mild to quite serious. Bacteria that are commonly found on human skin are the pathogenic bacteria Staphylococcus aureus. The choice for making antibacterial solid soap based on active ingredients from patchouli oil and citronella oil is that this oil has inhibitory power in the growth of bacteria on the skin, one of which is Staphylococcus aureus. The aim of this research is to determine how large the inhibition zone is produced by the antibacterial solid soap formulation and to determine the characteristics and physical quality tests of the solid soap preparation combining citronella oil with patchouli leaf oil so that it is safe to use. The method used is a pure experimental method. Data collection was carried out for 4 weeks according to the testing time and then analyzed using the Graphad application. The results of the research on the inhibition zone test used 2 concentrations, namely 50% and 100%, each formulation had different average results, namely at F2 50% the average was 21 mm with a very strong category, at F2 100% the average was 19.5 mm with the strong category, at F3 50% we get an average of 16 mm in the strong category and at F3 100% we get an average of 18.6 mm in the strong category. In the tests that have been carried out, it was concluded that citronella oil and patchouli leaf oil can be made into antiseptic solid soap and can inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria. The results of testing physical quality characteristics for 4 weeks have met the standard requirements for solid soap.
PEMBENTUKAN DAN KARAKTERISASI FISIKA KIMIA KO-KRISTAL PIROXICAM-ASAM TARTRAT-SAKARIN DENGAN METODE SOLVENT DROP GRINDING Imanto, Teguh; Pertiwi, Hany Kartika; Wikantyasning, Erindyah Retno
Journal of Islamic Pharmacy Vol 8, No 2 (2023): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v8i2.24449

Abstract

Piroxicam merupakan obat turunan asam enolat (oksikam) sebagai antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Piroxicam digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan resiko rheumatoid arthritis dan osteoarthritis. Piroxicam dikategorikan sebagai BCS (Biopharmaceutical Classification System) kelas II yaitu memiliki kelarutan rendah dan permeabilitas tinggi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk meningkatkan kelarutan obat piroxicam yang telah termodifikasi ko-kristal pada uji kelarutan dan mengkarakterisasi sifat fisika kimia ko-kristal piroxicam meliputi uji Fourier Transform Infra Red (FTIR), uji Differential Scanning Calorimetry (DSC), uji X-Ray Diffraction (XRD), uji sifat alir, dan uji kerapatan mampat. Pembentukan ko-kristal menggunakan metode Solvent Drop Grinding dengan cara menggerus secara bersama-sama piroxicam, asam tartrat, sakarin selama 15 menit, kemudian ditambahkan sedikit pelarut metanol dan disimpan pada eksikator. Ko-kristal yang terbentuk diuji karakterisasi sifat fisika kimianya. Hasil analisis menunjukkan ko-kristal piroxicam asam tartrat-sakarin perbandingan molar 1:1:1 dalam pelarut HCl 0,1 N memiliki kelarutan yang lebih tinggi dibandingkan piroxicam murni dan ko-kristal piroxicam asam tartrat-sakarin perbandingan molar 2:1:1. Hasil analisis ko-kristal formula 1 (1:1:1) pada uji FTIR menunjukkan panjang gelombang serapan gugus C=O karboksilat yaitu 1736,73 cm-1, hasil uji XRD mengalami penurunan intensitas puncak difraksi pada sudut 8, 14, 17 dan 27o yaitu 1431,23, 1081,58, 1726,28 dan 1228,92 cts. Hasil uji DSC mengalami penurunan titik leleh 163,90oC dan penurunan energi entalpi 53,97J/g. Ko-kristal formula 1 memiliki rata-rata indeks kompresibilitas yaitu 10,8%, hasil uji kelarutan piroxicam dalam pelarut HCl 0,1 N yaitu 59,10 mg/mL.
Formulasi Sediaan Lulur Krim Dari Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Pelembab Kulit Leny, Leny; Rudang, Singgar Ni; Ginting, Indra; Simanjuntak, Heppy Taruli
Journal of Islamic Pharmacy Vol 8, No 1 (2023): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v8i1.20793

Abstract

Pengelupasan kulit diperlukan dalam membuang atau mengangkat sel-sel permukaan kulit yang mati dan kering serta dapat membuat tekstur kulit menjadi merata dan halus. Eksfolian fisik seperti scrub bekerja untuk mengelupaskan kulit mati secara instan. Kebanyakan orang mungkin tidak cocok melakukan eksfoliasi setiap hari, karena dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan mudah teriritasi. Untuk itu, senyawa alami yang digunakan dalam pembuatan lulur dapat menjadi pilihan yang lebih baik dalam mengangkat sel mati sekaligus menutrisi kulit dengan banyak senyawa antioksidan. Daun pepaya mengandung senyawa kimia yang bersifat antiseptik, antiradang, antijamur, dan antibakteri. Senyawa antibakteri yang terdapat pada daun pepaya antara lain tanin, flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan saponin. Selain itu, daun pepaya mengandung vitamin C dan E (masing-masing 68,59 dan 39,78mg/100 g). Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasi sediaan krim lulur ekstrak etanol 70% dari daun pepaya yang memiliki kemampuan dalam meningkatkan kelembaban. Penelitian dilakukan secara eksperimental, meliputi pembuatan simplisia, ekstrak, sediaan lulur krim dan pemeriksaan sediaan secara fisik maupun efektivitasnya terhadap kulit sukarelawan. Studi menunjukkan bahwa tidak ada perubahan bentuk, warna dan bau setelah 12 minggu penyimpanan; uji homogenitas menunjukkan preparat homogen; sediaan menunjukkan kisaran pH 6,5-6,9; jenis emulsi adalah fase minyak dalam air sehingga krim mudah diaplikasikan, menyebar dan didispersikan dengan air; tes iritasi menunjukkan tidak ada kemerahan, gatal dan panas pada kulit sukarelawan. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% dari daun pepaya (Carica papaya L.) dapat diformulasikan sebagai krim lulur dan dengan konsentrasi 15% ekstrak daun pepaya memberikan efek terbaik dalam meningkatkan kelembaban kulit. 
Analisis Mutu Pelayanan Pengelolaan Obat di Puskesmas X dan Puskesmas Y Kabupaten Sukoharjo Tahun 2022 Hananto, Laura Angelica; Boedirahardja, Partana; Wijayanti, Tri
Journal of Islamic Pharmacy Vol 9, No 1 (2024): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v9i1.25845

Abstract

Pengelolaan obat dapat menjadi jaminan tersedianya stok obat yang cukup dan tidak kurang dan mutu dapat terjamin dengan harga obat yang ekonomis, sehingga dapat meningkatkan kepuasan masyarakat dalam pelayanan kesehatan. Pengelolaan obat perlu dikelola secara optimal demi terwujudnya ketetapan jumlah dan jenis perbekalan farmasi. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui standar pengelolaan obat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) X dan Puskesmas Y Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional kuantitatif dengan pendalaman deskriptif kualitatif, dimana dilaksanakan pengamatan serta wawancara terhadap kegiatan pengelolaan obat di puskesmas. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung di Puskesmas Grogol dan Puskesmas Tawangsari Kabupaten Sukoharjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata persentase tingkat ketersediaan obat Puskesmas X dan Puskesmas Y Kabupaten Sukoharjo adalah ketepatan perencanaan 121,09% dan 227,64%, ketepatan item dengan Formularium Nasional (FORNAS) untuk Puskesmas X dan Puskesmas Y adalah 29,37% dan 32,66%, kecukupan dana 121,09% dan 233,83%, kesesuaian item penerimaan 75,94% dan 72,61%, kesesuaian jumlah penerimaan 85,01% dan 115,41%, Inventory Turn Over Ration (ITOR) 3,05 kali/tahun dan 2,60 kali/tahun, item stok kosong 0%, item obat kurang 0%, item obat aman 81,90% dan 88,88%, item obat berlebih 7,53% dan 11,11%, item obat tidak diresepkan 25,62% dan 16,65%, nilai obat kadaluarsa 0,01% dan 0,03%, dan nilai obat rusak 0%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa indikator pengelolaan obat di Puskesmas X dan Puskesmas Y belum memenuhi standar, hal ini dipengaruhi oleh faktor manajemen dan sumber daya manusia.
Pengaruh Jenis dan Dosis Vaksin Covid-19 Terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi di Puskesmas Poncokusumo Kabupaten Malang Yuliastuti, Reny; Purnamayanti, Anita; Kirtishanti, Aguslina
Journal of Islamic Pharmacy Vol 8, No 2 (2023): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v8i2.23684

Abstract

Terdapat beberapa jenis vaksin Covid-19 yang telah diberikan untuk mencegah infeksi SARS-CoV-2, namun perlu dilengkapi dengan data keamanan pada subjek Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) vaksin COVID-19 pada subjek yang diimunisasi di Puskesmas Poncokusumo Kabupaten Malang. Jenis vaksin yang digunakan yaitu CoronaVac, Pfizer, Astra Zeneca, dan Moderna. Data diperoleh dari aplikasi P-care, kuisioner, dan wawancara. Desain penelitian adalah potong lintang. Subjek penelitian usia > 15 tahun, yang telah menerima vaksin hingga dosis ketiga (booster). Kriteria eksklusi penelitian adalah wanita hamil dan menyusui. Total sampel penelitian ini adalah 315 orang dengan karakteristik responden adalah laki-laki (34,96%) dan perempuan (65,08%). CoronaVac paling banyak digunakan pada pemberian dosis pertama dan kedua, sedangkan Astra Zeneca paling banyak digunakan sebagai booster. KIPI yang terbanyak terjadi adalah pada dosis ketiga berupa nyeri tempat injeksi dan demam. Hasil uji regresi linear berganda yaitu (a) uji T parsial menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna (p=0,004) angka kejadian KIPI pada dosis vaksin pertama, kedua, dan ketiga (booster), namun jenis vaksin tidak berdampak pada angka kejadian KIPI (p=0,492); serta (b) uji F simultan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian jenis dan dosis vaksin secara simultan terhadap angka kejadian KIPI (p=0.013). Dapat disimpulkan bahwa jenis dan dosis vaksin secara bersama-sama mempengaruhi angka kejadian KIPI (p=0.013).
Formula Optimization From Halal Lip Cream Variety With Tomato Extract (Lycopersicum esculentum L.) Nastiti, Ginanjar Putri; Qosim, Abdul; Puspitaningrum, Nabilla; Fuadi, M. Nauval Nadhirul
Journal of Islamic Pharmacy Vol 8, No 1 (2023): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v8i1.18944

Abstract

The majority of the population of Indonesia embraces Islam, which is obliged to consume halal products. One of the most popular products is the lip cream variant. One of the forms and physical stability of halal lip cream variants is influenced by the selection and content of the base Wax. The halal aspect of the lip cream variant is viewed from the components and processing process. Tomatoes are used as natural dyes with a concentration of 5% to support the halal element. This research aims to get the optimal Wax base in the halal lip cream formula so that the variant can meet the necessities. This research was conducted experimentally by using a base comparison. The base Wax used in this research were Carnauba Wax (15%), Microcrystalline Wax (15%), and a combination of the two (6%:9%). The results showed an orange color variant, semi-solid form, rose smell, homogeneous composition, pH, spreadability, good smearing power, and not irritating. The adhesion test showed that F1 adhered well while F2 and F3 did not. In the stability test, F1 and F3 were stable, while F2 was unstable with the formation of 2 phases. Based on the evaluation of the halal lip cream variant showed the most optimal result, namely the F1 combination of Carnauba Wax and Microcrystalline Wax
Perbandingan Metode Pemeriksaan Glukosa Darah Metode Heksokinase dan Peroksidase pada Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Widiastuti, Widiastuti; Riyanto, Slamet
Journal of Islamic Pharmacy Vol 9, No 1 (2024): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v9i1.26890

Abstract

Kenaikan prevalensi Diabetes Melitus (DM) di dunia setiap tahunnya menjadikan DM menjadi salah satu penyakit yang membutuhkan perhatian secara lebih, baik pencegahan maupun penangannya. Salah satu bentuk usaha dalam mengatasi DM adalah dengan pengembangan metode pemeriksaan nilai glukosa darah yang optimal, efektif, dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan metode pemeriksaan glukosa darah antara metode heksokinase (HK) dan peroksidase (PAP). Tikus wistar (Rattus norvegicus) jantan berusia 8 minggu dengan berat rata-rata 200g dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan: 1) Kelompok diabetes dengan induksi streptozotocin (STZ) secara interperitonial; 2) Kelompok non-diabetes dengan induksi metformin secara peroral; dan 3) Kelompok normal tanpa perlakuan apapun. Setelah tikus diinduksi sesuai dengan kelompoknya, sampel darah kemudian diambil dan dianalisis dengan metode HK dan PAP menggunakan spektrofotometer. Hasil analisis menunjukkan metode HK dan PAP diperoleh nilai p sebesar 1,000; 1,000; dan 0,896 dimana menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam pengukuran kadar glukosa darah, sehingga baik metode HK maupun PAP dapat digunakan untuk mengukur kadar glukosa darah dengan baik.
Overview of The Level of Outpatient Satisfaction with Pharmaceutical Services in The Pharmacy Room Jenggawah Sub-District Public Health Jember Regency Maulina, Novia; Sugihantoro, Hajar; Syahrir, Achmad; Pratiwi, Nurvita Cindy Dwi
Journal of Islamic Pharmacy Vol 8, No 2 (2023): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v8i2.24572

Abstract

Health is one of the important things for human life as a supporting factor of the quality of human life. Public health center is the first health facility for the community as an effort to improve health with several health services. One of the health services at the Public health center is pharmaceutical services whose activities are directly responsible for preventing the misuse of drugs against patients by providing the best service so that patient satisfaction arises. The purpose of this research was to determine the level of satisfaction of outpatients with pharmaceutical services in the pharmacy room of the Public health center at Jenggawah sub- district, Jember Regency. This type of research was descriptive research with a quantitative approach. The sampling method uses a nonprobability sampling method with purposive sampling techniques. Samples were obtained 100 respondents. This study refers to service quality (servqual) questionnaire instrument using a Likert scale satisfaction calculation and processed using SPSS 25. The results of the research on the level of patient satisfaction with pharmaceutical services on the pharmacy room's appearance were 78.95% (very satisfied), drug information services 80.33% (very satisfied), The pharmacist hospitality was 84.75% (very satisfied), the speed and accuracy of the officers were 80% (very satisfied), and at the indicators of drug availability 74.25% (medium). So that the majority of outpatient satisfaction with pharmaceutical services in the Pharmacy Room of the Public health center at Jenggawah Sub-district, Jember Regency is in the satisfied category.