cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jip@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Department of Pharmacy Building 2nd Floor, Faculty of Medicine and Health Sciences, 3rd Campus Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Islamic Pharmacy
ISSN : 24605182     EISSN : 25276123     DOI : http://dx.doi.org/10.18860/jip
Core Subject : Health, Science,
Welcome to Journal of Islamic Pharmacy (e-ISSN : 2527-6123) formerly Jurnal Farmasains (p-ISSN : 2460-5182) Department of Pharmacy, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia. The journal was established in 2015 and online publication was begun in 2016. Since 2016, the journal has been published in English and only receives manuscripts in English.
Articles 156 Documents
Analisis Kadar Timbal dalam Eyeliner berbagai Merek yang Beredar di Surakarta dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom Mauk, Bertha Angela Chameliana; Harmastuti, Nuraini; Kurniasari, Fitri
Journal of Islamic Pharmacy Vol 9, No 2 (2024): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v9i2.28643

Abstract

Eyeliner merupakan sediaan yang digunakan pada kulit tipis sekitar mata dengan fungsi mempertajam dan memperindah bentuk mata. Eyeliner memiliki pigmen warna dasar emulsi minyak dalam air. Eyeliner mengandung logam timbal yang dapat menyebabkan sakit kepala, dan penggunaan dalam jangka panjang dapat mempengaruhi sistem saraf serta dapat bersifat karsinogenik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar timbal dalam eyeliner berbagai merek yang beredar di Surakarta dengan menggunakan spektrofotometri serapan atom. Metode penelitian menggunakan tiga merek sampel eyeliner terdaftar Badan Pengawasan Obat dan Makan (BPOM), tiga merek sampel eyeliner tidak terdaftar BPOM, dan tiga merek sampel eyeliner luar negeri yang beredar di Surakarta. Analisis kualitatif dan kuantitatif logam timbal menggunakan instrumen spektrofotometri serapan atom. Hasil uji kualitatif dan kuantitatif dengan spektrofotometri serapan atom menunjukkan bahwa terdapat timbal dalam sampel dengan kadar berturut-turut A1 = 24,4075 ± 2,3970 mg/Kg, A2 = 24,8934 ± 4,4417 mg/Kg, A3 = 51,4224 ± 20,9957 mg/Kg, B1= 296,8730 ± 33,2398 mg/Kg, B2 = 294,8082 ± 26,7292 mg/Kg, B3 = 264,3652 ± 39,3059 mg/Kg, C1 = 177,0400 ± 22,7420 mg/Kg, C2 = 220,0130 ± 39,6887 mg/Kg, dan C3 = 708,4181 ± 163,9650 mg/Kg. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh sampel tidak memenuhi syarat kadar timbal yang telah ditentukan oleh BPOM Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2019 yaitu tidak lebih dari 20 mg/Kg atau 20 mg/L.
Desain dan Studi In Silico Senyawa Daun Kelor (Moringa oleifera) sebagai Kandidat Antimikroba terhadap Staphylococcus aureus Sa'banah, Nonah; Mardianingrum, Richa; Endah, Srie Rezeki Nur
Journal of Islamic Pharmacy Vol 9, No 2 (2024): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v9i2.29099

Abstract

Infeksi adalah suatu penyakit dimana bakteri patogen masuk ke dalam tubuh dan berkembang biak sehingga menimbulkan penyakit. Bakteri patogen Staphylococcus aureus bisa menyebabkan infeksi pneumonia yang terjadi karena peradangan pada alveoli. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan kandidat obat dari 68 senyawa daun kelor sebagai antibakteri S. aureus. Metode yang diujikan meliputi skrining toksisitas, farmakokinetik, drug scan, penambatan molekul, visualisasi docking, serta simulasi molekuler dinamik secara in silico. Hasil toksisitas dan farmakokinetik dengan menggunakan web server PkCSM terdapat 8 senyawa yang lolos dan memenuhi kriteria. Hasil penambatan molekul dengan menggunakan PyRx nilai binding energy yang rendah yaitu -8.02 dan -6.19 masing-masing pada senyawa genistein dan benzylamine, dapat dibuktikan dengan simulasi molekuler dinamik selama 100 ns menggunakan Desmond yang berinteraksi dengan sisi aktif terhadap reseptor inhibitor benzamide pada residu asam amino Gln 192, Leu 209, Gly 227, Asn 243, Val 310, serta memiliki interaksi yang stabil pada waktu 66-100 ns. Hasil ini menunjukkan bahwa genistein menunjukkan potensi antibakteri yang lebih unggul dibandingkan linezolid dan bisa menjadi agen antibakteri yang menjanjikan melawan S. aureus.
Studi Literatur: Analisis Efektivitas-Biaya Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Preeklamsia di Beberapa Rumah Sakit Indonesia Maulidia, Shofia Siza; Andayani, Tri Murti; Endarti, Dwi
Journal of Islamic Pharmacy Vol 9, No 2 (2024): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v9i2.29361

Abstract

Preeklamsia menjadi salah satu penyakit yang menyumbang hampir 75% angka kematian ibu (AKI) diseluruh dunia. Penanganan kasus preeklamsia di Indonesia masih menjadi tantangan besar diantara para praktisi maupun setiap rumah sakit. Kejadian ini tidak hanya dapat menimbulkan masalah kesehatan, tetapi juga berdampak pada masalah ekonomi yang cukup besar. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat antihipertensi yang paling cost-effective pada pasien preeklamsia di Indonesia berdasarkan perspektif rumah sakit. Naskah ini disusun dengan pencarian literatur melalui database Google Scholar dan GARUDA hingga diperoleh sebanyak 4 artikel. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan obat antihipertensi tunggal yang paling cost-effective pada pasien preeklamsia adalah nifedipin, sedangkan pada terapi kombinasi adalah kombinasi nifedipin dengan metildopa. Metildopa dapat digunakan pada preeklamsia ringan sampai sedang, sedangkan nifedipin dapat diberikan pada preeklamsia ringan sampai sedang dan berat, sehingga pasien preeklamsia disarankan untuk menggunakan antihipertensi nifedipin dan/atau metildopa.
Kontrol Kualitas Minuman Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dengan Tambahan 5% Sari Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Syafitri, Meyke Herina; Rahmawati, Risma
Journal of Islamic Pharmacy Vol 9, No 2 (2024): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v9i2.29628

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia memerlukan makan dan minum. Namun, di era modern ini seseorang lebih suka jenis minuman yang diolah serba instan dan berasa manis. Tidak banyak yang menyadari bahwa mengonsumsi minuman kemasan terusmenerus dapat mengganggu kesehatan. Salah satu alternatif cara yang digunakan untuk tetap memperhatikan kandungan nutrisinya yaitu dengan mengonsumsi minuman yang mengandung antioksidan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan hasil uji kontrol kualitas dari minuman bunga telang dengan tambahan 5% sari buah belimbing wuluh. Penelitian dilakukan pada dua kondisi penyimpanan yaitu suhu ruang dan suhu dingin selama 12 pekan. Parameter fisik diperiksa melalui uji hedonik yang meliputi warna, rasa, aroma, dan daya terima, serta homogenitas dengan menggunakan 10 panelis. Hasil rata-rata nilai keseluruhan seluruh panelis untuk parameter warna, rasa, aroma, daya terima dan homogenitas secara berturut-turut pada suhu ruang sebesar 3,7; 2,6; 3,1; 3,2; 3,4 sedangkan pada suhu dingin yaitu 3,8; 3; 3,2; 3,4; 3,5. Skor uji hedonik secara keseluruhan baik pada suhu ruang maupun suhu dingin memenuhi spesifikasi yang ditentukan, kecuali parameter rasa pada suhu ruang. Parameter kimia dilakukan dengan menguji pH sediaan selama tiga pekan, diperoleh data secara berturut-turut pada suhu ruang yaitu 5,59; 5,27; 4,35 sedangkan pada suhu dingin sebesar 5,59; 5,83 4,34. Hasil ini memenuhi spesifikasi yang ditentukan yaitu masuk pada rentang 4 - 7.
Formulasi Sediaan Patch Ekstrak Daun Gamal (Gliricidia sepium) terhadap Penyembuhan Luka Insisi pada Tikus Putih (Rattus novergicus) Asjur, Asti Vebriyanti; Saputro, Syaifullah; Yunaldi, Yunaldi; Latu, Saparuddin
Journal of Islamic Pharmacy Vol 9, No 2 (2024): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v9i2.29418

Abstract

Luka insisi merupakan luka yang ditimbulkan karena teriris oleh instrumen tajam, seperti luka yang terjadi setelah pembedahan atau operasi. Salah satu tanaman yang telah digunakan secara tradisional dalam penyembuhan luka sayat adalah daun gamal (Gliricidia sepium). Analisis fitokimia ekstrak daun gamal sebelumnya menunjukkan hasil positif adanya kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan glikosida yang dapat mempercepat penyembuhan luka. Formulasi sediaan patch ekstrak daun gamal bertujuan untuk mengetahui sifat patch ekstrak daun gamal dalam penyembuhan luka insisi dan nilai optimum ekstrak daun gamal dalam penyembuhan luka insisi. Patch transdermal dari ekstrak daun gamal dibuat dengan 3 formula yaitu F1, F2, dan F3. Pengujian luka sayat terhadap tikus putih dilakukan dengan metode SPSS one-way ANOVA menggunakan 15 ekor tikus putih dengan 15 luka yang terdiri dari 5 kelompok perlakuan; kontrol negatif (tidak diberikan apapun), kontrol positif (plaster povidone-iodine), dan F1, F2, F3 (ekstrak daun gamal). Parameter yang diamati adalah sifat fisik dan efektivitas luka insisi terhadap tikus putih yaitu panjang luka sayat dan persentase penyembuhan luka. Formula terbaik yaitu formula F2 dengan % persembuhan luka sebesar 0,65%, 0,66%, dan 0,68%, namun tidak melebihi efektivitas dari kontrol positif (plaster povidone-iodine) dengan % persembuhan luka sebesar 0,68%, 0,71% dan 0,72%. Diikuti formula F1 dengan % persembuhan luka sebesar 0,62%, 0,63%, 0,64%. Terakhir formula F3 dengan % persembuhan luka sebesar 0,54%, 0,55% dan 0,55%.
Advances in Electrospun Polymer-Based Nanofibers for Wound Healing: A Narrative Review Imanto, Teguh; Zahra, Veirda
Journal of Islamic Pharmacy Vol 9, No 2 (2024): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v9i2.30062

Abstract

Polymer-based nanofibers produced using electrospinning techniques have become a significant innovation in drug delivery systems, particularly in wound healing. The nanofiber structure, which resembles the extracellular matrix (ECM), provides an advantage in supporting tissue regeneration and drug release control, making it an effective solution for the treatment of acute and chronic wounds. The aim of this review is to analyze recent advancements in the use of polymer-based nanofibers for drug delivery in wound healing therapy. The method used is a systematic approach with modified PRISMA guidelines. Relevant literature was extracted from the ScienceDirect database using the keywords "polymers", "nanofiber", "electrospinning" and "wound healing," with the publication period limited to 2016–2025. From the search results that yielded 5,750 articles, a strict selection process narrowed them down to 21 relevant articles for analysis. The analysis results show that polymer-based nanofibers such as PVA, PCL, and PVP demonstrate outstanding abilities in delivering antibacterial drugs, enhancing wound healing efficiency, and combating infections, especially in chronic wounds. Nanofiber technology also provides innovative solutions in mitigating bacterial resistance. In conclusion, polymer-based nanofibers open significant opportunities in the pharmaceutical field and wound healing therapy with more precise and effective drug release control.
Informasi Obat Non Etiket pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kota Bandar Lampung Isnenia, Isnenia; Fauziyah, Ageng Hasna
Journal of Islamic Pharmacy Vol 10, No 1 (2025): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v10i1.32432

Abstract

Etiket sebagai media informasi obat memiliki keterbatasan dalam menampung informasi. Beban kerja yang tinggi menjadi alasan pemberian informasi obat secara lisan tidak adekuat. Hipertensi sebagai penyakit kronis, membutuhkan pengobatan jangka panjang. Ketidakpatuhannya dapat berdampak buruk bagi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media selain etiket yang diperoleh pasien, jenis informasi lisan selain yang ada di etiket, tingkat kepentingan untuk dicantumkannya, dan sumber informasi obat selain dari puskemas. Penelitian dilakukan secara cross-sectional pada 134 pasien hipertensi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi saat pasien memperoleh obat dan wawancara. Hasil yang diperoleh yaitu sebanyak 69,4% responden adalah perempuan, 73% berada pada rentang umur 61-80 tahun, lama menderita hipertensi 1-5 tahun. Media selain etiket berupa kartu kendali kronis dan potongan kertas diperoleh 33,5% responden. Jenis informasi tertulis pada media tersebut adalah nama obat, jumlah obat, tanggal berobat ulang pada kartu kendali kronis, dan waktu minum obat pada potongan kertas. Informasi lisan yang tidak tercantum pada etiket adalah penggunaan rutin di malam hari, pagi hari, dan tanggal berobat ulang. Responden menyatakan tidak perlu menuliskan informasi lisan tersebut. Responden memperoleh informasi obat selain dari puskesmas sebesar 17,2% (kerabat, kader posyandu, dan tenaga kesehatan). Dapat disimpulkan bahwa terdapat media non etiket (kartu kendali dan potongan kertas) sebagai informasi tambahan tertulis dan informasi lisan tidak tertulis pada etiket yang diberikan pada responden. Sebagian kecil responden memperoleh informasi selain dari puskesmas.Labels, as a tool for drug information, have limitations in accommodating comprehensive information. A high workload often leads to the inadequate provision of verbal drug information. Hypertension, being a chronic disease, necessitates long-term treatment. Non-compliance can significantly impact a patient's quality of life. This study aimed to identify media used by patients other than labels, types of verbal information provided beyond what is written on labels, the perceived importance of documenting this information, and sources of drug information other than the health center. This cross-sectional study was conducted on 134 hypertensive patients. Data were collected through observation when patients received drugs and through interviews.The results show that 69.4% of respondents were female, 73% were in the 61-80 age range, and they had suffered from hypertension for 1-5 years. Media other than labels, such as 'kartu kendali kronis' and pieces of paper, were obtained by 33.5% of respondents. The types of information written on these media included the name of the drug, the quantity of the drug, and the date of repeat treatment on the 'kartu kendali kronis', as well as the time to take the drug on the pieces of paper. Verbal information not listed on the labels included routine use at night, in the morning and the date of repeat treatment. Respondents indicated that they did not need to have this verbal information written down. A small percentage of respondents (17.2%) obtained drug information from sources other than the health center, including relatives, integrated health post cadres, and other health workers. In conclusion, non-label media (specifically 'kartu kendali kronis' and pieces of paper) serve as sources of additional written information, and verbal information not written on labels is also provided to respondents. A minority of respondents obtained information from sources other than the health center.
Kualitas Hidup Pasien Parkinson Berdasarkan Jenis Obat yang Digunakan Fatkhiya, Musa Fitri; Jeff, Jamaludin Al; Setiana, Cita; Yaasiin, Muhammad Malik; Haq, M. Fahmi Izzul
Journal of Islamic Pharmacy Vol 10, No 1 (2025): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v10i1.28856

Abstract

Parkinson merupakan penyakit neurodegenerative yang memerlukan pengobatan jangka panjang atau bahkan seumur hidup. Dampak yang ditimbulkan dari penyakit Parkinson adalah gangguan pergerakan dan otot seperti tremor, gerakan melambat atau kekakuan otot pada penderita. Terapi farmakologi dan non farmakologi diperlukan untuk meminimalkan gejala. Keberhasilan manajemen dampak dan gejala tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien Parkinson.  Tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui kualitas hidup pada kemampuan aktivitas pasien Parkinson berdasarkan jenis obat yang digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dan data diambil secara prospektif dengan mengambil data pasien Parkinson rawat jalan di RSUD dr. M. Ashari dan menyebarkan kuisioner kualitas hidup kepada pasien Parkinson. Teknik sampling menggunakan purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dianalisis univariat dan bivariate menggunakan SPSS. Hasil penelitian dari 23 sampel menunjukkan karakteristik paling banyak pasien jenis kelamin laki-laki sebesar 70%, dan sebanyak 52% berusia 65 tahun. Sebanyak 33% pasien Parkinson menerima obat Levodopa dan Triheksiphenidil. Pasien Parkinson dengan kemampuan aktivitas berdasarkan jenis pengobatan paling besar pada pemberian Triheksiphenidil dengan aktivitas Baik Sekali sebesar 90%. Kualitas hidup pasien berdasarkan jenis terapi yang digunakan mendapatkan hasil p value = 1  (0,05). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kualitas hidup berdasarkan terapi yang yang digunakan.
Rasionalitas Penggunaan Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Kota Martapura Tahun 2023 Normila, Normila; Soemarie, Yulistia Budianti; Ramadhani, Juwita
Journal of Islamic Pharmacy Vol 10, No 1 (2025): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v10i1.32341

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 dikatakan sebagai gangguan metabolisme yang umum di dunia, penyakit ini disebabkan oleh rusaknya sekresi insulin oleh sel ẞ pankreas serta ketidakmampuan jaringan tubuh dalam merespon insulin. Tujuan studi ini agar mengetahui rasionalitas pengobatan diabetes melitus tipe 2 pada pasien di Puskesmas  Kota Martapura di Kabupaten Banjar tahun 2023.  Metode yang dimanfaatkan agar studi ini ialah non-eksperimental observasional bersama rancangan studi deskriptif serta pengambilan data secara retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 173 dengan menggunakan rekam medis pasien diabetes melitus tipe 2 yang dianalisis kesesuaiannya dengan standar PERKENI 2019 penelitian ini juga menggunakan probability sampling dalam pengambilan sampel.  Hasil penelitian berdasarkan demografi pasien pada jenis kelamin yang paling banyak ialah perempuan, sebanyak 64%, pekerjaan pasien terdapat Ibu rumah tangga 29%, paling tinggi dan rentang umur pasien ditemui 47,89% pada rentang 56-65 tahun. Jumlah penyakit penyerta pasien yang banyak ditemui DM Tipe 2 dengan  Hipertensi 46%.  Hasil evaluasi rasionalitas  ditemukan di Puskesmas Kota Martapura memiliki tepat indikasi (99%) serta  tidak tepat (1%), tepat pasien 100%, tepat obat 100%. Tepat dosis 100%,  cara pemberian obat  sebesar 100%, tepat interval waktu pemberian  98 % tidak tepat 2%, tepat lama pemberian obat sebesar 100% tepat.  
Perbandingan dan Optimasi Metode Pembuatan Kompeten Sel Escherichiae coli, Media dan Suhu Transformasi pET-32-HCR-CTB sebagai Dasar Pengembangan Kandidat Vaksin COVID Poejiani, Soeyati; Megasari, Suci; Yurina, Valentina
Journal of Islamic Pharmacy Vol 10, No 1 (2025): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v10i1.31390

Abstract

Vaksinasi merupakan salah satu strategi utama dalam mengatasi pandemi. Saat ini sebagian besar vaksin yang dikembangkan merupakan vaksin berbasis teknologi rekombinan. Protein rekombinan sering menggunakan bakteri Escherichia coli (E. coli) karena mudah dimanipulasi secara genetik dan relatif aman untuk dikembangkan. Teknologi DNA rekombinan menggunakan berbagai jenis plasmid sebagai vektor utama yang memfasilitasi masuknya DNA rekombinan ke dalam bakteri. Plasmid pET-32 merupakan plasmid yang dikembangkan untuk kloning dan ekspresi protein rekombinan pada E. coli. Meskipun metode transformasi plasmid pada bakteri cukup lama dikembangkan, namun sering menemui kendala dalam prosesnya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode pembuatan sel kompeten dan metode transformasi yang paling efektif. Metode pembuatan sel kompeten dengan menggunakan calcium chloride (CaCl₂) dan dimethyl sulfoxide (DMSO), serta optimasi transformasi gen pET-32-HCR-CTB ke dalam sel kompeten BL21 dilakukan menggunakan kondisi heat shock pada suhu 42°C selama 45 detik dan 60 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan DMSO dalam pembuatan sel kompeten menghasilkan efisiensi transformasi sebesar 3,5 × 10³ CFU/µg. Klon bakteri yang tumbuh setelah proses transformasi kemudian diuji menggunakan PCR, yang mengonfirmasi keberadaan gen pET-32-HCR-CTB. Dengan demikian, variasi metode pembuatan sel kompeten BL21 dan kondisi optimum transformasi yang diperoleh dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan lebih lanjut dalam produksi vaksin COVID berbasis protein rekombinan. Vaccination is one of the main strategies in combating the pandemic. Currently, most vaccines being developed are based on recombinant technology. Recombinant protein production frequently utilizes E. coli due to its ease of genetic manipulation and relative safety for development. Recombinant DNA technology employs various types of plasmids as primary vectors to facilitate the insertion of recombinant DNA into bacterial cells. The pET-32 plasmid is one such vector, designed for cloning and expressing recombinant proteins in E. coli. Although plasmid transformation methods in bacteria have been developed for a long time, the process often encounters several challenges. This study aims to develop an effective method for preparing competent cells and optimizing the transformation process. The competent cells were prepared using calcium chloride (CaCl₂) and dimethyl sulfoxide (DMSO), and the transformation of the pET-32-HCR-CTB gene into BL21 competent cells was optimized using a heat shock at 42°C for 45 seconds and 60 seconds. The results showed that the use of DMSO in competent cell preparation resulted in a transformation efficiency of 3.5 × 10³ CFU/µg. Bacterial clones that grew after the transformation process were tested using PCR, confirming the presence of the pET-32-HCR-CTB gene. Therefore, the variation in the BL21 competent cell preparation method and the optimized transformation conditions obtained in this study can serve as a foundation for further development of recombinant protein-based COVID vaccine production.