cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGRILAND
ISSN : 20895844     EISSN : 25991361     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agriland adalah wadah informasi bidang Ilmu Pertanian berupa hasil penelitian atau review maupun tulisan ilmiah terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
Uji Konsentrasi Ekstrak Daun Serai (Cymbopogon citratus) Terhadap Mortalitas Hama Ulat Api (Setothosea asigna) Pada Pembibitan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Farida, Aida; Parinduri, Sulthon; Kahar, Abdul; Handoko, Habib
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 3 (2023): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v11i3.9000

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsenterasi ekstrak daun serai (Cymbopogon citratus) terhadap mortalitas hama ulat api (Setothosea asigna), Daun serai (Cimbopogon citratus) berpotensi sebagai insektisida nabati karena kandungan alkaloid, terpenoid dan flavonoid yang sangat beracun bagi serangga. Penelitian dilaksanakan kebun Praktek Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan. Waktu penelitian selama Mei sampai Juni 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan jumlah taraf 5, dengan perlakuan S0 (Kontrol), S1 (10%), S2 (20%), S3 (30%), dan S4 (40%). Parameter yang di amati yaitu : Mortalitas ulat api, Intensitas serangan ulat api, dan Kecepatan kematian. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ekstrak daun serai (Cymbopogon citratus) dapat mengendalikan ulat api, dengan konsentrasi 40% efektif meningkatkan mortalitas ulat api sebesar 100% pada hari ke 5 dan menekan intensitas serangan ulat api sebesar 27.17 % pada daun bibit kelapa sawit dan kecepatan kematian terbesar 3.06 hari
Pengaruh Curah Hujan Terhadap Produksi dan Produktivitas Padi di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara Chaniago, Noverina
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 3 (2023): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v11i3.8756

Abstract

Salah satu unsur iklim yang dapat digunakan sebagai indikator terhadap produksi dan produktivitas padi adalah curah hujan. Oleh karena itu penting untuk menganalisis korelasi curah hujan terhadap produksi dan produktivitas padi di Kecamatan Percut Sei Tuan, yang merupakan salah satu sentra produksi beras di Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh curah hujan terhadap produksi dan produktivitas padi di Kecamatan Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara pada tahun 2017–2021. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa curah hujan, yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika Sampali dan data Produksi dan Produktivitas padi serta data pendukung lainnya seperti luas lahan sawah irigasi dan non irigasi; luas tanam dan luas panen; musim tanam dan varietas padi yang ditanam di Kecamatan Percut Sei Tuan. Metode penelitian menggunakan analisis korelasi. Hasil analisis menunjukkan ada pengaruh nyata antara curah hujan dengan produksi dan produktivitas padi di Kecamatan Percut Sei Tuan. Semakin tinggi curah hujan maka produksi dan produktivitas padi semakin menurun. Hal ini terjadi tahun 2020 dan 2021, dimana jumlah curah yang tinggi (358,75 mm/bulan dan 238,75 mm/bulan) melebihi curah hujan normal akibatnya terjadi banjir, sehingga tanaman padi terendam air dan berdampak terhadap penurunan produksi dan produktivitas padi. Hal ini didukung dengan topologi di Kecamatan Percut Sei Tuan terletak di pesisir pantai yang sangat mendukung terjadinya banjir rob jika musim penghujan akibat naiknya air di permukaan laut.
Peningkatan ketersediaan N tanah inceptisol dan pengaruhnya terhadap tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) melalui pemberian bokashi jerami padi dan pupuk NPK Perdana, Yogi; Siregar, Chairani; Rambe, Rahmi Dwi Handayani; Mindalisma, Mindalisma
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2024): AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v12i1.9657

Abstract

Tanaman jagung manis merupakan salah satu tanaman yang respontif terhadap pemupukan. Oleh karena itu, ketersediaan nitrogen yang cukup selama fase pertumbuhannya perlu diperhatikan. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara, Jln. Karya Wisata, Gedung Johor Kecamatan Medan Johor Kota Madya Medan, Provinsi Sumatera Utara pada Oktober 2021 sampai Desember 2021. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokasi jerami padi dan puuk NPK terhadap tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu bokhasi jerami padi dan pupuk NPK. Faktor pertama pemberian bokhasi jerami padi yaitu : B0 (kontrol); B1(1,5 kg/plot); B2 (3 kg/plot); B3 (4,5 kg/ plot). Faktor kedua pemberian pupuk NPK yaitu N0 (Kontrol); N1 (15 g/plot; N2 (30 g/ plot); N3 (45 g/ plot). Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, bobot buah pertanaman, bobot buah perplot, bobot tongkol perplot, dan N-Tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi jerami padi dan pupuk NPK mampu meningkatkan pertumbuhan,  produksi tanaman jagung manis dan ketersediaan N tanah. Interaksi perlakuan terbaik yang menghasilkan pertumbuhan, produksi tanaman jagung manis serta ketersediaan N tanah tertinggi adalah pada perlakuan B3N3 (4.5 kg bokashi/plot dan 45 g pupuk NPK/plot).
Respon Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L) Terhadap Pengaruh Lama Perendaman dan Kedalaman Tanam Benih Gunawan, Indra; Rambe, Rahmi Dwi Handayani; Nurhayati, Nurhayati
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 3 (2023): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v11i3.8913

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara, Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Ketinggian tempat ± 25 mdpl dengan topografi datar. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Maret sampai dengan Bulan Mei 2022. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan kedalaman tanam benih terhadap pertumbuhan bibit tanaman padi. Penelitian ini menggunakan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan, faktor pertama yaitu lama perendaman benih dengan 4 taraf perlakuan yaitu R0 = kontrol, R1 = 12 jam, R2 = 24 jam dan R3 = 36 jam. Faktor kedua yaitu kedalaman tanam benih dengan 4 taraf perlakuan, yaitu : D0 = tanpa kedalaman tanam, D1 = 1 cm, D2 = 2 cm dan D3 = 3 cm. Parameter yang diamati adalah laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan tanaman, bobot segar akar, bobot segar tajuk dan rasio tajuk akar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman benih berpengaruh nyata terhadap bobot segar akar dan bobot segar tajuk, namun tidak berpengaruh nyata terhadap laju asimilasi bersih, laju tumbuh relatif dan rasio tajuk akar. Kedalaman tanam benih berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diuji. Interaksi antara lama perendaman benih dan kedalaman tanam benih tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati
Pengaruh Konsentrasi Natrium Metabisulfit dan Lama Perendaman Terhadap Mutu Tepung Biji Alpukat (Persea americana Mill) Miranti, Miranti; Danil, Mahyu; Suhardianto, Dedi; Barus, Wan Bahroni Jiwar; Sitompul, Aprilawati
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 2 (2023): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v11i2.7718

Abstract

Biji buah alpukat sampai saat ini hanya dibuang sebagai limbah. Padahal didalam biji alpukat mengandung zat pati yang cukup tinggi, yakni sekitar 23%. Hal ini memungkinkan biji alpukat sebagai alternatif sumber pati. Biji alpukat mengandung polifenol, flavonoid, triterpenoid, kuinon, saponin, tannin, monoterpenoid dan seskuiterpenoid. Rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua (2) ulangan. Faktor I adalah konsentrasi natrium metabisulfit dengan sandi “K” terdiri atas 4 taraf : K1 = 0 ppm, K2 = 500 ppm, K3 = 1000 ppm, K4 = 1500 ppm. Faktor II adalah lama perendaman dengan sandi “L” terdiri atas  4 taraf : L1 = 2 jam , L2 = 4 jam,    L3 = 6 jam, L4 = 8 jam. Parameter yang diamati adalah  kadar air, rendemen, kadar protein, kadar abu, kadar serat dan nilai organoleptik warna. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh konsentrasi natrium metabisulfit dan lama perendaman  dapat diambil kesimpulan bahwa konsentrasi natrium metabisulfit  berpengaruh  berbeda sangat nyata (P0.01) terhadap nilai organoleptik warna, lama perendaman  berpengaruh berbeda sangat nyata (P0.01) terhadap  kadar air, rendemen, kadar protein  dan  nilai organoleptik warna, dan interaksi perlakuan konsentrasi natrium metabisulfit dan lama perendaman berpengaruh berbeda sangat nyata (P0.01) terhadap nilai organoleptik warna. Untuk memperoleh tepung biji alpokat yang bermutu baik disarankan menggunakan konsentrasi natrium metabisulfit 1500 ppm  dan lama perendaman 8  jam karena menghasilkan rendemen yang tinggi dan warna yang disukai
Kajian sifat kimia dan fisika tanah pada beberapa penggunaan lahan di desa Laimeta, kecamatan Kambata Mapambuhang, kabupaten Sumba Timur Kilimandang, Ebenheizer Umbu; Killa, Yonce Melyanus; Jawang, Uska Peku
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2024): AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v12i1.9334

Abstract

Penggunaan lahan yang beragam di suatu wilayah dapat mempengaruhi sifat fisik dan kimia tanah yang ada di daerah tersebut. Berbagai tipe penggunaan lahan seperti sawah tadah hujan, kebun, ladang, semak belukar serta padang memiliki dampak yang berbeda terhadap karakteristik tanah. Penelitian dilakukan di Desa Laimeta Kecamatan Kambata Mapambuhang, Kabupaten Sumba Timur. Waktu pelaksanaan pada bulan Januari-Maret tahun 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan analisis sampel laboratorium. Penentuan lokasi pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive. Parameter penelitian meliputi pH tanah, Bahan organik, Kapasitas Tukar Kation (KTK), Tekstur Tanah, Permeabilitas, dan Porositas. Sampel tanah yang telah diambil di setiap titik dikering anginkan dan dianalisis di Laboratorium Terpadu Universitas Kristen Wira Wacana Sumba. Data hasil penelitian kemudian dideskripsikan hasil dan dipaparkan atau disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat kimia tanah seperti nilai pH di lokasi penelitian dalam kategori Netral dengan kriteria bahan organik tanah mulai dari rendah, sedang tinggi sangat tinggi. Nilai kapasitas tukar kation (KTK) dalam kategori rendah hingga sangat tinggi. Sedangkan sifat fisika tanah seperti tekstur tanah memiliki kelas tekstur lempung berpasir dan liat berpasir. Permeabilitas termasuk dalam kriteria lambat dan cepat, sedangkan porositas tanah semua dalam kriteria sangat porous.
Perbaikan P Tersedia Tanah Inceptisol dengan Pemberian Pupuk Guano dan Poc Limbah Sayuran Serta Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Siregar, Chairani; Mindalisma, Mindalisma; Fauziah, Dwi Nurul
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 3 (2023): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v11i3.8788

Abstract

tanaman pangan penghasil biji-bijian yang sangat penting karena mengandung gizi tinggi terutama protein, lemak, vitamin B1, vitamin B2, vitamin A dan vitamin D. Penelitian ini dilakukan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara, Jalan Karya Wisata, Keamatan Medan Johor, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini betujuan untuk menguji pengaruh pemberian Pupuk Guano dan Pupuk Organik Cair Sayuran terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai serta ketersediaan P pada tanah Inceptisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan duan faktor pertama yaitu : Pupuk Guano terdiri 4 taraf yaitu : G0 = 0 ton/ha, G1 = 25gr/Polibag (5 Ton/ha), G2 = 50gr/polibag (10 ton/ha), G3 = 75gr/polibag (15 ton/ha). Faktor kedua yaitu : P0 = 0 ton/ha, P1 = 75 ml/polibag, P2 = 150 ml/polibag, P3 = 225 ml/polibag. Pemberian Pupuk Organik Cair berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, bobot polong (g), bobot biji kering (g), bobot 100 butir biji kering (g). Pemberian pupuk organik cair terbaik diperoleh pada dosis 225 ml/polibag (P3). Secara umum interaksi perlakuan G3P3(75 g/polibag guano dan 225 ml/L/polybag poc limbah sayuran) memberikan hasil yang terbaik
Pertumbuhan dan hasil jagung komposit varietas lamuru pada beberapa kelas lereng dan dosis pemupukan di desa Payu Kabupaten Gorontalo Djuna, Ilyas; Nurdin, Nurdin; Pembengo, Wawan; Rahman, Rival
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2024): AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v12i1.9785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman jagung komposit pada beberapa kelas lereng dan dosis pemupukan di Desa Payu Kabupaten Gorontalo. Waktu pelaksanaan mulai Oktober 2019 sampai Mei 2020. Metode Penelitian menggunakan Rancangan petak terpisah dengan petak utama adalah empat kelas lereng dan anak petak adalah dosis pemupukan dengan 3 perlakuan. Paremeter yang diamati adalah sampel tanah, tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga jantan dan betina, panjang tongkol, jumlah biji dan berat biji. Analisis data diuji dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas lereng bergelombang (8-15%) dan pupuk NPK 50 kg/ha mempengaruhi pertumbuhan dan hasil jagung. Terdapat interaksi antara kelas lereng bergelombang (0-8%) dan tanpa pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung komposit.
Aplikasi Limbah Cacing Tanah Berasal Dari Jerami Padi (CJP) dan Sampah Kota (CSK) Untuk Memperbaiki Kualitas Tanah Sulfat Masam (TSM) Sebagai Media Budidaya Tanaman Bunga Kol (Brassica oleraceae L) di Sicanggang Langkat Sumatera Utara Basyaruddin, Basyaruddin
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 3 (2023): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v11i3.8919

Abstract

Suatu percobaan yang bertujuan untuk mempelajari  pengaruh sumber bahan organik (jerami padi dan sampah perkotaan) yang dikonsumsi oleh cacing tanah terhadap beberapa sifat kimia castcingnya, pemanfaatan kotoran cacing tanah  berasal dari jerami padi (CJP) dan sampah kota (CSK)  untuk memperbaiki kualitas  tanah sulfat masam (TSM) dan pengaruhnya pertumbuhan dan hasil tanaman bunga kol (Brassica oleraceae L.). Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Block (RAK) faktorial. Setiap perlakuan diatur  dalam 4 dosis (0, 0.5, 1.0, dan 1.5 kg/polybag). Hasil penelitian yang diperoleh  menunjukan bahwa kandungan unsur hara (N, P, K, dan Mg) dan pH dalam bahan CJP dan CSK relative tinggi dan bervariasi, pemberian CJP dan CSK dapat memperbaiki kualitas tanah yang diperlihatkan oleh meningkatnya kandungan unsur hara  (N, P, K, dan Mg) dan menaikkan pH TSM  dari 3,0 menjadi 6,36 oleh CJP dan 6,42 oleh CSK. Pemberian CJP dan CSK masing-masing juga berpengaruh  meningkatkan secara  nyata tinggi tanaman, jumlah daun, diameter bunga dan hasil  bunga kol. Pengaruh interaksi CJP x CSK nyata terhadap jumlah daun dan diameter bunga. CJP dan CSK dapat menjadi bahan pembaik tanah alternatif untuk memperbaiki kualitas TSM dalam mendukung budidaya tanaman bunga kol.
Inventarisasi Hama dan Penyakit Pada Beberapa Varietas Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Terhadap Pemberian Cocopeat Sebagai Media Tanam Simbolon, Fenty Maimunah
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 2 (2023): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v11i2.7808

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui serangan hama dan penyakit pada beberapa varietas kelapa sawit terhadap pemberian cocopeat. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara Medan yang terletak di jalan. Karya Wisata, Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Madya, Propinsi Sumatera Utara dengan ketinggian tempat ± 25 m dpl, kelembaban udara (RH) 68% serta topografi datar. Penelitian dilaksanakan mulai Januari-Maret 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu : Cocopeat sebagai campuran media tanam yang terdiri 4 taraf : C0 = Tanah Topsoil (Kontrol), C1 = Tanah Topsoil: cocopeat tidak direndam (2 : 1), C2 = Tanah Topsoil : cocopeat direndam di ember (2 : 1), C3 = Tanah Topsoil : cocopeat direndam dengan air mengalir (2 : 1). Penggunaan beberapa Varietas kelapa sawit yang terdiri 3 taraf : V1 = Simalungun SP540 DXP, V2 = Yangambi DXP PPKS718, V3 = Langkat DXP Langkat. Hasil pengamatan memperlihatkan jenis hama yang ditemukan pada tanaman adalah Aderatus Compresus, kumbang malam (Apogonia expeditionis), ulat tentara (Spodoptera litura), tungau merah (Tetranychus piercie),dan Ulat Api (Limacodidae, spp). Sedangakan penyakit yaitu karat daun (penyakit curvularia).