cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
COPING (Community of Publishing in Nursing)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031298     EISSN : 27151980     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
COPING (Community of Publishing in Nursing) adalah E-Jurnal Keperawatan yang diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. E-Jurnal keperawatan ini akan menjadi salah satu wahana pengembangan Evidence Based Nursing dalam pengembangan dan update ilmu-ilmu keperawatan dan meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien. Jurnal ini terbit tiga kali setahun dan menerima artikel atau publikasi penelitian-penelitian di bidang keperawatan dari berbagai kalangan yang belum pernah diterbitkan. Naskah dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar atau Bahasa Inggris. Tim Redaksi akan melakukan analisis dan memilih naskah publikasi atau artikel yang akan diterbitkan setelah mendapat hasil evaluasi dari Tim Penyunting. Tim Redaksi berhak menolak, menerima atau meminta penulis melakukan revisi pada naskah yang dikirim
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 1 (2024): Februari 2024" : 15 Documents clear
PERILAKU SELF MANAGEMENT PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAKISUNG Renjani, Alda; Diani, Noor; Agianto, Agianto
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i01.p12

Abstract

Diabetes Mellitus adalah penyakit menahun (kronis) berupa gangguan yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal, penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin kerja insulin atau keduanya. Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang bahkan dapat menyebabkan kematian. Mengurangi risiko komplikasi dapat dilakukan melalui self-management. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku self management pada penderita diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Takisung. Metode menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 84 orang penderita diabetes mellitus, menggunakan instrumen kuesioner Summary of Diabetes Self Care Activities (SDSCA). Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian mayoritas penderita diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Takisung berusia 46-55 tahun, dengan mayoritas jenis kelamin laki-laki, tingkat pendidikan SLTA/sederajat, serta mayoritas responden tidak bekerja. Hasil gambaran perilaku self management pada penderita diabetes mellitus dari 84 orang responden, 39 responden (46,4%) self management kurang, dan 45 responden (53,6%) self management baik, dengan lima komponen yang terdiri dari pola makan, latihan fisik, perawatan kaki, minum obat, dan pemantauan gula darah juga menunjukkan hasil yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa self management penderita diabetes mellitus pada tingkatan yang baik, karena tindakan penderita diabetes untuk mengelola dan mengendalikan diabetes mellitus dilakukan dengan baik yaitu pada aspek diet, olahraga, perawatan kaki, minum obat, dan pemantauan gula darah.
PENGARUH PEMBERIAN AKUPRESUR TERHADAP PENURUNAN EFEK SAMPING MUAL DAN MUNTAH PADA PASIEN TB PARU DENGAN PENGOBATAN OAT Pratiwi, Chaterina Janes; Hariyono, Rudi; Wahyuni, Lutfi; Pujiwati, Ely
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i01.p06

Abstract

Pasien dengan infeksi TB Paru yang menjalani terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) umumnya mengalami efek samping mual muntah sehingga dapat meningkatkan tingginya angka drop out pada awal pengobatan. Pemberian akupresur pada titik P6 dan ST36 dipercaya mengurangi kejadian mual dan muntah akibat pemberian OAT. Desain penelitian eksperimental dengan pre-post test design. Teknik sampling yang dipakai dalam penelittian ini adalah purposive sampling. Terdapat 65 responden terlibat dalam penelitian ini. Responden merupakan pasien TB di Poliklinik TB Paru RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Pemberian terapi akupresur dilakukan oleh tenaga profesional bersertifikasi. Pengukuran mual muntah menggunakan Rhodes Index Nausea Vomiting and Retching (RINVR). Tingkat mual muntah sebelum diberikan terapi akupresur yaitu 31% responden mual berat, 42% responden mual sedang, dan 26% responden mual ringan. Sedangkan, tingkat mual muntah setelah terapi akupresur, yaitu 12% responden mual sedang, 80% responden mual ringan, dan 8% responden tidak mual. Hasil uji Wilcoxon Rank Test dengan nilai p = 0,000 yang berarti secara statistic dengan derajat kepercayaan 95% diyakini ada pengaruh pemberian akupresur terhadap penurunan efek samping mual muntah pada pasien TB Paru dengan pengobatan OAT. Semakin sering diberikan intervensi akupresur, maka keluhan mual muntah semakin berkurang.
PERBANDINGAN SENAM TERA DAN SENAM PROLANIS TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Elvianda, Vriska; Mulfianda, Riyan; Desreza, Nanda
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i01.p10

Abstract

Setiap tahun, jumlah penderita hipertensi di Indonesia terus meningkat. Kurangnya aktivitas fisik, seperti olahraga, merupakan salah satu penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek dari dua jenis senam, yakni senam tera dan senam prolanis, terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Dalam penelitian quasi eksperimen ini, digunakan desain two-group pretest posttest dengan double pretest. Sampelnya terdiri dari 60 pasien hipertensi yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan melakukan senam tera dan senam prolanis, masing-masing dilakukan 6 kali selama 3 minggu. Hasil analisis data menggunakan uji T-test sample paired menunjukkan bahwa kedua senam efektif dalam menurunkan tekanan darah, dengan nilai p pada senam tera dan senam prolanis masing-masing adalah 0,000. Analisis statistik juga menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua jenis senam terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi, dengan nilai p masing-masing adalah 0,025 dan 0,032. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan dalam efek penurunan tekanan darah antara senam tera dan senam prolanis.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF CARE BEHAVIOUR LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN Ellen, Rama Marlina; Eko Kurniawan, Wasis; Haniyah, Siti
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i01.p08

Abstract

Proses penuaan yang terjadi pada setiap orang pada akhirnya mengarah pada terjadinya lansia. Tubuh menua dan organ-organ, terutama jantung, mulai rusak. Hipertensi diakibatkan oleh pengerasan pembuluh darah dan membuat dinding ventrikel menjadi kurang elastis. Keluarga adalah cara terbaik untuk mengelola hipertensi pada orang tua; gaya hidup yang sehat adalah alasan mengapa pasien hipertensi harus mampu melakukan perilaku perawatan mandiri. Memberikan bantuan selama terapi dan mempengaruhi perilaku pasien, anggota keluarga merupakan individu terdekat yang terlibat langsung dalam perawatan lansia. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self care behaviour pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Purwokerto Selatan. Penelitian ini melihat korelasi dengan menggunakan metode survei analitik cross-sectional. Sampel yang digunakan adalah 35 responden. Uji univariat dan uji bivariat Rank Spearman digunakan dalam analisis. Dengan p-value sebesar 0,000 dan p-value <0,05; temuan penelitian ini menunjukkan adanya korelasi substansial antara aktivitas self care dan dukungan keluarga. Koefisien korelasi sebesar 0,826 menunjukkan bahwa pada pasien hipertensi lanjut usia di Puskesmas Purwokerto Selatan pada tahun 2023, terdapat korelasi positif yang cukup besar antara dukungan keluarga dengan self care behaviour.
ANIMAL NAMING TEST UNTUK MENGIDENTIFIKASI GANGGUAN KOGNITIF AKIBAT ENSEFALOPATI HEPATIKUM PADA PASIEN SIROSIS HEPATIS: EVIDENCE BASED NURSING Sihombing, Yulia; Dahlia, Debie; Gultom, Yunisar; Arista, Liya
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i01.p04

Abstract

Fibrosis hati dan konversi dari arsitektur normal hati menjadi nodul-nodul abnormal pada pasien sirosis hepatis menyebabkan kegagalan hati menjalankan fungsinya (dekompensata) dan menimbulkan komplikasi yakni ensefalopati hepatikum, baik itu ensefalopati hepatikum bersifat laten/asimtomatik (covert hepatic encephalopathy) ataupun yang bersifat nyata (overt hepatic encephalopathy). Animal Naming Test (ANT) yang merupakan suatu tes dengan pertanyaan verbal sederhana untuk mengidentifikasi fungsi mental seseorang dapat digunakan untuk mengetahui gangguan fungsi mental yang berhubungan dengan ensefalopati hepatikum. Untuk mengidentifikasi penerapan Evidence Based Nursing (EBN) yakni penggunaan ANT sebagai tes fungsi kognitif sederhana yang dapat digunakan sebagai skrining awal gangguan kognitif terutama yang bersifat laten/covert pada pasien dengan sirosis hepatis yang tidak teridentifikasi dengan asesmen klinis rutin yang tersedia yakni pertanyaan verbal untuk menilai orientasi waktu, tempat dan orang; dan asesmen klinis menggunakan West Haven Criteria (WHC). Penelitian ini merupakan studi penerapan EBN dengan total sampling sebanyak 16 orang, yang merupakan seluruh pasien dengan sirosis hepatis yang menjalani rawat inap di satu ruang perawatan penyakit dalam di satu rumah sakit pusat rujukan nasional di Jakarta. Penerapan EBN dilakukan dengan menggunakan ANT untuk mengidentikasi ada/tidaknya gangguan fungsi kognitif pada pasien sirosis dan membandingkannya dengan asesmen rutin yang dilakukan. ANT yang diterapkan pada 16 pasien sirosis dapat mengidentifikasi 12 orang pasien yang mengalami gangguan kognitif, yakni 8 orang lebih banyak bila dibandingkan dengan menggunakan asesmen WHC yakni 4 orang, dan tidak terdeteksi atau 0 orang bila menggunakan asesmen pertanyaan verbal orientasi waktu, tempat, dan orang. ANT dapat digunakan sebagai salah satu asesmen dan skrining awal untuk mendeteksi gangguan fungsi kognitif pasien dengan sirosis hepatis.
ANALISIS PENGARUH BEBAN GEJALA TERHADAP KUALITAS HIDUP ANAK KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI Devi, Ni Luh Putu Shinta; Lestari, Made Pande Lilik; Antari, Gusti Ayu Ary
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i01.p01

Abstract

Anak kanker dapat mengalami berbagai permasalahan baik secara fisik maupun psikologis yang seringkali tidak teridentifikasi dengan baik. Tingginya beban gejala yang dialami oleh anak dapat berisiko menyebabkan anak merasa tertekan dan dapat mempengaruhi kualitas hidup anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat besar pengaruh dari beban gejala anak kanker terhadap kualitas hidup anak. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di ruang rawat inap anak RSUP Prof. I.G.N.G Ngoerah Denpasar. Sampel pada penelitian ini berjumlah 32 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data demografi responden, beban gejala anak kanker yang dinilai menggunakan Memorial Symptom Assessment Scale (MSAS) (7-12) dan kualitas hidup anak yang dinilai menggunakan PedsQL 3.0 Cancer Module. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan regresi linier sederhana didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara beban gejala dengan kualitas hidup anak kanker (p=0,00005; ?=0,05). Hubungan beban gejala dengan kualitas hidup anak kanker menunjukkan hubungan kuat (r=0,685) dan berpola negatif artinya semakin tinggi beban gejala yang dirasakan anak maka semakin rendah kualitas hidup anak. Beban gejala juga ditemukan dapat mempengaruhi kualitas hidup anak sebesar 46,9%.
PERSEPSI PASIEN TENTANG MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DI RSUD AJIBARANG Efendi, Muhamad Arif; Sumarni, Tri; Susanti, Indri Heri
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i01.p09

Abstract

Pelayanan kesehatan dianggap bermutu apabila mampu menimbulkan kepuasan bagi pasien. Terdapat lima dimensi yang dapat dinilai untuk mengukur kepuasan pasien melalui dimensi mutu pelayanan keperawatan, yaitu dimensi keandalan (reliability), dimensi daya tanggap (responsiveness), dimensi jaminan (assurance), dimensi perhatian (empathy), dimensi bukti fisik (tangible). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran persepsi pasien tentang mutu pelayanan keperawatan di RSUD Ajibarang. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Studi ini melibatkan 91 pasien RSUD Ajibarang diambil sampel secara accidental sampling. Penelitian ini mengumpulkan data menggunakan instrumen kuesioner yang telah digunakan oleh peneliti sebelumnya. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 48 responden (52,7%), sebagian besar berpendidikan SMA sebanyak 38 responden (41,8%), dan sebagian besar berada pada usia dewasa (26-45 tahun) sebanyak 53 responden (58,0%). Mutu pelayanan didapatkan sebagian besar responden medapatkan mutu pelayanan di RSUD Ajibarang dengan kategori baik sebanyak 60 responden (65,9%), sebagian besar perawat berada pada kategori handal sebanyak 67 (73,6%), sebagian besar perawat memiliki daya tanggap dengan kategori tanggap sebanyak 67 (73,6%), sebagian besar pasien mendapat jaminan dengan kategori terjamin sebanyak 66 (72,5%), sebagian besar perawat memiliki empati dengan kategori empathy sebanyak 61 (67,0%), sebagian besar pasien mendapat bukti fisik dengan kategori menarik sebanyak 66 (72,5%).
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DENGAN TINGKAT STRES KERJA PADA PERAWAT PUSKESMAS KOTA DENPASAR DI MASA PANDEMI COVID-19 Tustiani, Ni Ketut Nining Aras; Damayanti S, Made Rini; Damayanti, Putu Ayu Asri
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i01.p13

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak bagi perawat dalam melakukan upaya prevensi, deteksi, dan pengendalian Covid-19. Tingginya kasus Covid-19 di Kota Denpasar menyebabkan peran dan tugas perawat menjadi bertambah yang mengakibatkan timbulnya beban kerja fisik dan mental yang memicu terjadinya stres kerja. Stres kerja perawat dipengaruhi oleh banyak faktor baik faktor eksternal maupun internal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik demografi dengan tingkat stres kerja pada perawat Puskesmas di Kota Denpasar pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional analitik. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling dengan jumlah sampel yaitu 44 perawat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Expanded Nursing Stress Scale (ENSS) dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tingkat stres kerja yang dialami oleh perawat adalah stres kerja tinggi 29,55%, stres kerja sedang 54,5% dan stres kerja rendah 15,9%. Terdapat hubungan bermakna antara usia (p=0,000), status perkawinan (p=0,000), tingkat pendidikan (p=0,007), masa kerja (p=0,000), dan jam kerja (p=0,000) dengan stres kerja. Sedangkan karakteristik demografi jenis kelamin tidak berhubungan dengan tingkat stres kerja perawat (p=0,368). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu mayoritas perawat Puskesmas di Kota Denpasar mengalami tingkat stres kerja sedang dan karakteristik usia, status perkawinan, tingkat pendidikan, masa kerja, dan jam kerja berhubungan dengan terjadinya stres kerja pada perawat di Kota Denpasar. Stres kerja harus ditangani secara holistik dan komprehensif untuk memperoleh performa kerja yang optimal.
TERAPI MINDFULNESS DAN EDUCATIONAL-COUNSELLING TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN SLE: A LITERATURE REVIEW Sudiantika, Pande Komang; Raya, Nyoman Agus Jagat
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i01.p02

Abstract

Pasien Systemic Lupus Erythematosus (SLE) mengalami berbagai gejala fisik dan psikologis yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Apabila gejala tersebut tidak diatasi, maka dapat menurunkan kualitas hidup. Literature review ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh intervensi terapi mindfulness dan educational-counselling terhadap kualitas hidup pasien SLE. Studi ini mencakup 1.625 artikel menggunakan database Google Scholar, PubMed, dan Science Direct yang diterbitkan dalam 5 tahun terakhir (2018-2023). Total didapatkan 8 literatur yang dianalisis berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan serta PRISMA flowchart. Hasil literature review ini mendapatkan tiga tema yang dibahas, yaitu terapi mindfulness, educational-counselling, dan kualitas hidup pasien SLE. Intervensi terapi mindfulness dan educational-counselling dapat mengurangi stres, cemas, dan depresi, menurunkan kelelahan, penerimaan diri, mengurangi nyeri, serta meningkatkan aktivitas fisik. Intervensi tersebut berpengaruh terhadap peningkatan kualitas hidup pasien SLE. Keluarga dan tenaga kesehatan salah satunya perawat mempunyai peran penting dalam mendukung dan menjalankan intervensi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KONSUMSI JUNK FOOD PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SELAT NASIK KABUPATEN BELITUNG TAHUN 2023 Juansyah, Trisna
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i01.p11

Abstract

Kecenderungan dalam memilih makanan yang tidak sehat, seperti makanan junk food, cemilan manis atau asin dengan tinggi kandungan gula, garam dan lemak jenuh yang dapat mempengaruhi kesehatan sehingga hal tersebut berdampak pada perilaku konsumsi siswa sekolah dasar yang gemar mengonsumsi makanan junk food. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan perilaku konsumsi junk food pada siswa sekolah dasar di Kecamatan Selat Nasik Kabupaten Belitung Tahun 2023. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode cross-sectional yang bertujuan untuk mengkaji apakah terdapat hubungan antara faktor pengetahuan, sikap dan pengaruh teman sebaya dengan perilaku konsumsi junk food pada siswa sekolah dasar. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa sekolah dasar kelas IV, V dan VI yang berada di Kecamatan Selat Nasik Kabupaten Belitung sebanyak 123 orang. Analisa data menggunakan uji chi square dengan derajat kepercayaan 95%. Penelitian ini menyimpulkan faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi junk food adalah pengetahuan (p=0.028), sikap (p=0.016) dan faktor yang lebih dominan pengaruh teman sebaya (p=0.000 dan POR=5,765). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa pengetahuan, sikap dan pengaruh teman sebaya memiliki hubungan dengan perilaku konsumsi junk food pada siswa sekolah dasar di Kecamatan Selat Nasik Kabupaten Belitung Tahun 2023. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah perlunya pihak sekolah bekerjasama dengan puskesmas memberikan edukasi pengaruh teman sebaya dalam mengonsumsi junk food dan perlu edukasi orang tua siswa untuk pencegahan konsumsi junk food secara berlebihan.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2024): April 2024 Vol 12 No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11 No 6 (2023): Desember 2023 Vol 11 No 5 (2023): Oktober 2023 Vol 11 No 4 (2023): Agustus 2023 Vol 11 No 3 (2023): Juni 2023 Vol 11 No 2 (2023): April 2023 Vol 11 No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022 Vol 10 No 5 (2022): Oktober 2022 Vol 10 No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 10 No 3 (2022): Juni 2022 Vol 10 No 2 (2022): April 2022 Vol 10 No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9 No 6 (2021): Desember 2021 Vol 9 No 5 (2021): Oktober 2021 Vol 9 No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 9 No 3 (2021): Juni 2021 Vol 9 No 2 (2021): April 2021 Vol 9 No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8 No 4 (2020): Desember 2020 Vol 8 No 3 (2020): Oktober 2020 Vol 8 No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 8 No 1 (2020): April 2020 Vol 7 No 3 (2019): Desember 2019 Vol 7 No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7 No 1 (2019): April 2019 Vol 6 No 3 (2018): Desember 2018 Vol 6 No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 6 No 1 (2018): April 2018 Vol 5 No 3 (2017): Desember 2017 Vol 5 No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 5 No 1 (2017): April 2017 Vol 4 No 3 (2016): Desember 2016 Vol 4 No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 4 No 1 (2016): APRIL 2016 Vol 3 No 3 (2015): JURNAL EDISI SEPTEMBER-DESEMBER 2015 Vol 3 No 2 (2015): JURNAL EDISI MEI-AGUSTUS 2015 Vol 3 No 1 (2015): JURNAL EDISI JANUARI-APRIL 2015 Vol 2 No 3 (2014): JURNAL EDISI SEPTEMBER-DESEMBER 2014 Vol 2 No 2 (2014): JURNAL EDISI MEI-AGUSTUS 2014 Vol 2 No 1 (2014): JURNAL EDISI JANUARI-APRIL 2014 Vol 1 No 2 (2013): JURNAL EDISI JULI-DESEMBER 2013 Vol 1 No 1 (2013): JURNAL EDISI JANUARI-JUNI 2013 More Issue