cover
Contact Name
Zulkifli Ahmad
Contact Email
ahmadzulkifli477@gmail.com
Phone
+6282195892562
Journal Mail Official
jurnal.bioedukasi@unkhair.ac.id
Editorial Address
Jl. Bandara Sultan Baabullah Kelurahan Akehuda Kota Ternate Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Bioedukasi
Published by Universitas Khairun
ISSN : 2301427X     EISSN : 28290844     DOI : 10.33387/bioedu.v6i2
Jurnal Bioedukasi diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Khairun. Jurnal ini memuat hasil penelitian ataupun kajian yang berkaitan dengan masalah dalam Pendidikan Biologi dan Biologi Sains yang diterbitkan dua kali dalam setahun (April dan Oktober).
Articles 174 Documents
PERAN PRIOR KNOWLEDGE DALAM SELF REGULATION SISWA PADA MATERI SISTEM REPRODUKSI Toharudin, Uus
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i1.5977

Abstract

Kondisi intenal dan kondisi eksternal berperan penting dalam proses pembelajaran. salah satu faktor internal yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah prior knowledge dan self regulation. Prior knowledge merupakan faktor utama yang akan mempengaruhi pengalaman belajar bagi para peserta didik dan amat penting perannya dalam meningkatkan kebermaknaan pengajaran, selain itu belajar juga dikontrol oleh aspek internal yang diatur oleh diri sendiri (self regulation) dengan mengelola proses belajar individu melalui pengaturan dan pencapaian tujuan dengan menggunakan strategi yang melibakan kognitif, motivasi dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai prior knowledge dan kemampuan self regulation serta mendapatkan informasi mengenai hubungan antara prior knowledge dan self regulation pada pembelajaran sistem reproduksi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek pada  penelitain ini adalah siswa SMA Pasundan 2 Cimahi, kelas XI IPA 1 dengan total 32 siswa. Teknik pengumpulan data untuk prior knowledge menggunakan tes, sedangkan untuk self regulation menggunakan angket. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji korelasi dan uji regresi. Hasil penelitian menujukan bahwa, prior knowledge siswa termasuk kedalam kategori tinggi, yaitu sebanyak 62,5% memiliki skor di atas KKM. Self regulation  siswa  dikategorikan baik, dengan 8 aspek yang sudah baik dan 2 aspek yang masih harus ditingkatkan. Terdapat kontribusi yang signifikan pada prior knowledge terhadap self regulation yaitu sebesar 56,6%. Dengan demikian dapat disimpulakn bahwa  prior knowledge merupakan kemampuan yang harus dimiliki siswa karena secara tidak langsung akan membentuk self regulation siswa dengan sendirinya.
Sistem Pengelolaan dan Upaya Penanggulangan Sampah Di Kelurahan Dufa- Dufa Kota Ternate Sahil, Jailan; Al Muhdar, Mimien Henie Irawati; Rohman, Fachtur; Syamsuri, Istamar
JURNAL BIOEDUKASI Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioedukasi Edisi Maret
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v4i2.160

Abstract

Persoalan sampah tidak henti hentinya untuk dibahas, karena berkaitan dengan pola hidup serta budaya masyarakat itu sendiri. Kota Ternate adalah salah satu kota yang mengalami pertumbuhan penduduk dan ekonomi yang cukup memicu meningkaknya kegiatan jasa, industri, bisnis dan sebagainya di wilayah Ternate sehingga akan memicu meningkatnya produksi limbah buangan atau sampah. Kota Ternate mengalami permasalahan pengelolaan persampahan yakni masalah pengangkutan sampah, berdasarkan data bahwa jumlah ketersediaan prasarana pengangkutan hanya mampu mengngkut timbulan sampah sebesar 214 m³/hari, dinas kebersihan kota Ternate, (2012) sedangkan berdasarkan hitungan bahwa timbulan sampah tahun 2012 adalah 413 m³/hari didasari pada jumlah penduduk kota Ternate saat ini yakni 172.559 jiwa BPS Ternate dalam angka, (2011) bararti menyisakan 52% sampah tidak terangkut ke TPA. Meningkatnya produksi sampah tanpa sistem pengolahan yang tepat menjadi alasan tidak terciptanya lingkungan yang bersih. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode analisis data distribusi frekuensi dengan dilakukan analisis terhadap sistem pengelolaan sampahan di Kelurahan Dufa-Dufa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengelolaan persampahan di Kota ternate belum cukup baik, beberapa faktor yang mempengaruhui sistem pengelolaan sampah di Kelurahan Dufa-Dufa masih mengalami permasalahan yakni budaya sikap dan perilaku masyarakat, timbunan dan karakteristik sampah, serta sarana pengumpulan, pengangkutan, pengelolaan dan pembuangan akhir sampah.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN SISWA KELAS VII DI MTs NEGERI 1 KOTA TERNATE Fardi, yayu; Taher, Dharmawaty M.; Bahtiar, Bahtiar; Saibi, Ningsi
JURNAL BIOEDUKASI Vol 7, No 2: Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober 2024
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v7i2.9238

Abstract

Penelitian ini menggunakan model pembelajaran problem based learning pada materi pencemaran lngkungan siswa kelas VII MTs Negeri 1 Kota Ternate. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar biologi melalui model Problem Based Learning (PBL) materi pencemaran lingkungan siswa kelas VII MTs Negeri 1 Kota Ternate. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian (PTK). Pengumpulan data menggunakan observasi, tes, serta dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, peneliti menggunakan tehnik analisis deskriptif kualitatif. Objek penelitiannya yaitu siswa kelas VII MTs Negeri 1 Kota Ternate. Hasil penelitian menunjukan penerapan model Problem Based Learning (PBL) materi pencemaran lingkungan, dapat meningkatkan hasil belajar biologi, khususnya pada kelas VII MTs Negeri 1 Kota Ternate. Hal ini dapat dilihat pada siklus I, siswa yang dikatakan tuntas 35% atau 9 siswa, dengan nilai rata-rata yang di peroleh 48,19% sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan siswa yang tuntas 92% atau 24 siswa dengan nilai rata-rata 84,92%. Peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa dipengaruhi oleh aktivitas siswa dan guru. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam proses pembelajaran pada siklus II dengan menggunakan model Problem Based Learning telah mengalami peningkatan dari 50% meningkat menjadi 83%. Hal tersebut disebabkan karena pada siklus II aktivitas guru juga telah mengalami peningkatan dari 58% menjadi 83%. Dengan demikian model Problem Based Learning (PBL) materi pencemaran lingkungan, dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas VII MTs Negeri 1 Kota Ternate.
KEPADATAN, DISTRIBUSI, DAN ETNO ORNITOLOGI KAKATUA PUTIH (Caccatua alba) DI DESA KAHATOLA Puasa, Nurjani; Tamalene, M. Nasir; Ahmad, Zulkifli
JURNAL BIOEDUKASI Vol 7, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2024
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v7i1.8025

Abstract

Kakatua putih (Cacatua alba) merupakan salah satu spesies endemik burung yang ada di Indonesia. Kakatua putih menempati area berhutan. Mereka ditemukan di hutan terbuka, bakau, rawa, area pertanian dan sangat umum di sekitar tepi pembukaan lahan dan sungai. Penelitian ini bertujuan mendekripsikan kepadatan, pola distribusi, dan etno-ornitologi di Desa Kahatola Kabupaten Halmahera Barat. Penelitian menggunakan metode survei eksploratif dengan pengamatan terhadap satwa burung berdasarkan metode Variable Circular Plot 5 titik pengamatan. Data ini dianalisis menggunakan petunjuk Misra (1968) untuk data kepadatan, dan Chai Rani (2003) untuk data distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan burung kakatua putih yang ditemukan dengan jumlah kepadatan 1.34 individu/km, dan pola distribusi burung kakatua putih yang terjadi di Desa Kahatola termasuk dalam kriteria pola sebaran seragam. Hasil wawancara etno-ornitologi burung kakatua putih di Desa Kahatola menunjukkan bahwa masyarakat mengetahui tentang pengetahuan umum, pengetahuan lokal dan pemanfaatan lokal burung kakatua putih.
JENIS - JENIS BULU BABI (ECHINOIDEA) DI ZONA INTERTIDAL PANTAI GERAK MAKMUR KECAMATAN SAMPOLAWA KABUPATEN BUTON SELATAN Purnamasari, Resti; Tala, WD. Syarni; Kusrini, Kusrini; Rasyid, Magfirah
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 2: Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i2.6792

Abstract

Bulu babi (Echinoidea) merupakan salah satu kelas dalam filum Echinodermata. Hewan ini umumnya berbentuk bulat dan memiliki duri yang berfungsi sebagai alat gerak. Beberapa jenis bulu babi ini dapat dikonsumsi. Pengambilan sampel menggunakan metode jelajah dengan menelusuri zona intertidal. Pengambilan sampel dilakukan di pagi hari dan malam hari saat air laut surut. Identifikasi bulu babi (Echinoidea) dilakukan berdasarkan karakteristik morfologi bulu babi, seperti bentuk tubuh, warna tubuh, warna duri dan panjang duri. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 8 jenis bulu babi di lokasi penelitian yaitu Diadema setosum, Echinothrix calamaris, Astropyga radiata, Tripneustes gratilla, Mespillia globulus, Salmacis sphaeroides, Echinometra mathaei,  dan E. oblonga. Bulu babi ini mendiami substrat yang berbeda-beda yaitu pasir, batu dan karang. Jenis-jenis yang dapat dikonsumsi adalah Diadema setosum, Echinothrix calamaris, Tripneustes gratilla dan Salmacis sphaeroides.
KAJIAN JENIS - JENIS TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT YANG DIMANFAATKAN UNTUK PENGOBATAN OLEH MASYARAKAT KECAMATAN SENDANG KABUPATEN TULUNGAGUNG Fahrurin, Wilis Afin; Hadi, Samsun; -, Sukarsosno; Susetyarini, Rr. Eko; Permana, Fendy Hardian
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i1.5754

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara dengan tingkat keanekaragaman hayati flora yang sangat beragam dan keanekaragaman indigenous knowledge seperti pangan fungsional dan ramuan tradisional lainnnya. Kecamatan Sendang merupakan daerah yang memiliki kelimpahan tumbuhan untuk dijadikan obat dan masyarakatnya memanfaatkan tumbuh – tumbuhan sebagai pengobatan tradisional. Ilmu pemanfaatan tumbuhan sebagai obat ini diwariskan secara turun – temurun. Sehingga dikhawatirkan ilmu pemanfaatan tumbuhan ini akan hilang oleh kemajuan zaman. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis, cara pemanfaatan, serta khasiat tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung menunjukkan kajian implementasi sebagai sumber belajar biologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan snowball sampling yang melibatkan 30 responden. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 47 spesies tumbuhan obat yang dikelompokkan ke dalam 34 famili. Cara pemanfaatannya yaitu dengan cara direbus, diseduh, dihaluskan, diparut, diperas, ditumbuk dan tanpa diolah. Khasiat tumbuhan obat dapat digunakan untuk mengobati 4 kategori jenis penyakit, yaitu penyakit kronis, penyakit kronis, penyakit menular, penyakit tidak menular, dan menjaga kesehatan tubuh.
Discovery Learning Based on Local Potential Ternate Island: Strategies for Enhancing 21st Century Skills and Scientific Process of Multiethnic Students Haerullah, Ade; Sahil, Jailan; Hasan, Said; N., Arini Z.; Ahmad, Iswdi M.; Pagala, Jassia I.
JURNAL BIOEDUKASI Vol 8, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2025
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v8i1.9707

Abstract

This research aims to test the effectiveness of the local potential-based Discovery Learning model on improving 21st-century skills and students' understanding of the science process in seventh-grade students at Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sahabat Cendikia Kota Ternate, who come from diverse cultural backgrounds. The research method uses a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group, involving 40 students from classes VIIA and VIIB as samples. The instruments used were 21st-century skills tests and tests of the science process understanding of multiracial students. Inferential statistical analysis shows a significant effect (p0.05) of the implementation of local potential-based Discovery Learning on improving the 21st-century skills of multiracial students (p=0.013) and the understanding of the science process of multiracial students (p=0.000). This can be interpreted that the use of Discovery Learning based on local potential is effective in developing both aspects. Additionally, the results of this study reveal how multi-ethnic students with different learning styles can achieve the same learning goals and appreciate diversity during and after using Discovery Learning based on the local potential of Ternate Island. 
Uji Antimikroba Minyak dengan Variasi Katalisator Hasil Pengolahan Limbah Medis Padat Pasca Sterilisasi Secara Pirolisis terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Alam, Vania Aramintana; Hasan, Rusdi; Rosada, Keukeu Kaniawati; Fitria, Novi
JURNAL BIOEDUKASI Vol 7, No 2: Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober 2024
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v7i2.8365

Abstract

Semakin hari peningkatan limbah medis semakin bertambah seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Pengolahan limbah medis dapat dilakukan dengan metode insinerasi, microwaving, hingga pirolisis. Dalam proses pirolisis diperlukan katalisator untuk mempercepat reaksinya. Hasil pirolisis dapat berupa cair, padat, dan gas. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan uji resistensi antimikroba dari minyak kontrol dan dengan variasi katalisator hasil pengolahan limbah medis padat pasca sterilisasi dengan metode pirolisis menggunakan bakteri Staphylococcus aureus yang tidak dapat mendegradasi hidrokarbon. Minyak hasil pirolisis limbah medis padat kemudian di uji antimikroba dengan bakteri S. aureus dengan metode sumuran. Metode yang digunakan dengan mengukur zona bening yang terbentuk pada media lalu dianalisis dengan uji anova satu arah. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata zona bening yang terbentuk dari minyak kontrol, etilen glikol, dan N-Heksana adalah 15,88 mm, 15,06 mm, dan 13,56 mm dimana termasuk ke dalam kategori kuat. Hal ini menunjukkan bahwa sampel minyak hasil pirolisis memiliki aktivitas sensitivitas kuat terhadap bakteri S. aureus dan bakteri tidak mendegradasi senyawa hidrokarbon. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai 0,247 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan secara signifikan antara minyak kontrol, minyak etilen glikol, dan minyak N-Heksana terhadap zona bening yang terbentuk dengan bakteri uji.    Kata kunci: Antimikroba, limbah medis padat, pirolisis, Staphylococcus aureus
PENGEMBANGAN LKPD IPAS BERBASIS DISCOVERY LEARNING UNTUK MENUNJANG PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SDN 2 KOTA TERNATE Tamalene, Asri S.; Jusuf, Ridwan; Paluu, Safitri A. Dg.
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 2: Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i2.7526

Abstract

In the independent curriculum, teaching materials are needed that can implement the dimensions contained in the curriculum itself and implementing existing dimensions, these teaching materials are also expected to be able to support students in their learning activities and achieving the goals of learning activities. One of them is LKPD. This research aims to determine the validity and practicality of discovery learning-based IPAS LKPD to support learning in the independent curriculum at SDN 2 Ternate City. This research is a type of research and development (RD). The research method used in this research is a 4D model with four stages, namely; 1) Define, 2) Design, 3) Development, and 4) Dissemination. The research results show that the IPAS LKPD based on discovery learning is in the valid category. Meanwhile, the practicality test results obtained from the results of student responses were in the very practical category. Based on data analysis from the research results that have been carried out, it was concluded that the IPAS LKPD based on discovery learning to support learning in the independent curriculum at SDN 2 Ternate City is included in the valid category according to material experts, media experts and teachers. Meanwhile, the practicality of discovery learning-based IPAS LKPD based on the results of student responses is included in the very practical category.
Building Students' Fluency and Flexibility through The Application of E-Learning Modules Integrated with Education for Sustainable Development (ESD) Budiarti, Andita Nur Sakinah Lili; Amprasto, Amprasto; Suparman, Suparman
JURNAL BIOEDUKASI Vol 8, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2025
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v8i1.9685

Abstract

This study aims to improve students' creative thinking skills, particularly in the aspects of fluency and flexibility, through the implementation of learning using an e-module enriched with Education for Sustainable Development (ESD) content. The research subjects consisted of 60 ninth-grade students from a junior high school in Rejang Lebong Regency. This study used a quasi-experimental method with a pretest-posttest design. The instrument used was an essay test that had been tested for validity and reliability. The results showed a significant improvement in students' creative thinking skills after implementing the ESD-enriched e-module. The increase in the fluency aspect was reflected in students' ability to generate multiple ideas from a single problem, while the flexibility aspect was evident in students' ability to view problems from various perspectives and produce diverse solutions. The conclusion of this study is that the implementation of ESD-enriched e-modules is effective in enhancing students' creative thinking skills, especially in the aspects of fluency and flexibility.