cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan
ISSN : -     EISSN : 2502471X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan (Education Journal: Theory, Research, and Development) is an electronic journal focuses on a scientific article concerning education issues in general published by Graduate School of Universitas Negeri Malang since January 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 1,938 Documents
Gesture Anak Autis dalam Menyelesaikan Soal Matematika Materi Penjumlahan Bilangan Bulat Rizky Nova Damayanti; Subanji Subanji; Cholis Sa’dijah
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 9: SEPTEMBER 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i9.12690

Abstract

Abstract: Children with autism spectrum disorders or ASD are one of the developmental disorders of the nerves that are characterized by social and communication definitions. Developmental abnormalities in the nerve will affect brain development and child communication. Therefore, when children communicate, a gesture will emerge as a sign the child is communicating to convey the message. Based on this, researchers will conduct research on child gestures that arise in solving math problems. Gesture that appears will be recorded using a camera so that it will be known what gesture appears in the child. The study was conducted on two moderate autistic children with different levels but the same material. This study resulted in the gesture of an autistic child appearing in solving a mathematical problem as a gesture of conformity and incompatibility. Where the suitability of the corresponding gesture shown by the child is like pointing and counting. Whereas for gesture mismatch shows the child turns to another object, calculates with different hand gestures and points but not to solve the problem.Abstrak: Anak dengan gangguan spektrum autisme atau ASD adalah salah satu kelainan perkembangan pada saraf yang ditandai oleh definisi sosial dan komunikasi. Kelainan perkembangan pada saraf tersebut akan memengaruhi perkembangan otak dan komunikasi anak. Oleh karena itu, ketika anak berkomunikasi, maka akan muncullah gesture sebagai tanda anak berkomunikasi untuk menyampaikan pesan. Berdasarkan hal tersebut peneliti akan melakukan penelitian tentang gesture anak yang muncul dalam menyelesaikan soal matematika. Gesture yang muncul akan direkam menggunakan kamera sehingga akan diketahui gesture apa yang muncul pada anak. Penelitian dilakukan pada dua anak autis sedang dengan jenjang tingkatan yang berbeda tetapi materi yang sama. Penelitian ini menghasilkan bahwa gesture anak autis yang muncul dalam menyelesaikan soal matematika merupakan gesture kesesuaian dan ketidaksesuaian. Dimana kesesuaian berisi gesture yang sesuai ditunjukkan anak, seperti menunjuk dan menghitung. Sementara itu, untuk ketidaksesuaian gesture menunjukkan anak menoleh ke objek lain, menghitung dengan gesture tangan yang berbeda dan menunjuk, tetapi bukan untuk menyelesaikan soal.
Teknik Tutur Guru yang Bermuatan Motivasi dalam Interaksi Pembelajaran Wevi Lutfitasari; Imam Suyitno; Martutik Martutik
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 11: NOVEMBER 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i11.13019

Abstract

Abstract: This study aims to describe teacher’s specch motivation technique in learning interaction. The method used in this study is refer and extralingual equivalent. The refer method is used to obtain research data. The extralingual equivalent method is used for data analysis. There are two findings presented in this study. Frist, the speech technique used by the teacher to motivation is giving questions for students with mention of student names, singular pronouns, mentioning word to designate more then one person. Secound, the speech technique of attract attention of students by the teacher is speech sung, information, commands, and analogy for student.      Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan teknik tutur guru ketika memotivasi siswa melalui interkasi pembelajaran. Metode yang digunakan berupa metode simak dan padan ekstarlingual. Metode simak digunakan untuk pemerolehan data penelitian. Metode padan ekstralingual digunakan untuk analisis data. Ada dua hasil temuan yang dipaparkan dalam penelitian ini. Pertama, teknik tutur guru untuk memotivasi siswa berupa pemberian pertanyaan dengan penunjukan langsung, penyebutan nama, kata ganti orang kedua tunggal, dan penyebutan orang kedua jamak. Kedua, teknik tutur penarikan perhatian siswa oleh guru. Teknik tutur penarikan perhatian diwujudkan guru dalam tuturan yang dinyanyikan, penyampaian informasi faktual, perintah, dan penganalogian.
Menumbuhkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi melalui Open Ended Problem Apdwi Syaeruldinata; Abdur Rahman As’ari; Abadyo Abadyo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 8: AGUSTUS 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i8.12658

Abstract

Abstract: This study aimed to describe both process and result of the development of teaching materials used to enhance higher order thinking skills based on open ended problem and its products should be valid, effective and practice. This study adopted a 4D developmental model modified be 3D which comprises three stages: define, design, and develop. The results showed: (1) The teaching materials that have been develop declared valid with the mean score 3,30, lesson plan declared valid with the mean score 3,125, achievement test declared valid with the mean score 3,45, (2) effectiveness characterized by whole class achievement test mean score obtained 78,83, and whole class questionnaire mean score obtained 2,35, (3) practicality of teaching materials characterized by observation sheet mean score for whole observer obtained 3,6, and (4) using open ended problem significantly enhances students higher order thinking skills, as well as students justify effectiveness of several procedure that is followed by appropriate arguments, integrate different characteristic within it’s unity, also think creatively construct the problem themselves.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan perangkat ajar untuk menumbuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi beracuan open ended problem yang valid, efektif, dan praktis. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian pengembangan menggunakan modifikasi model 4-D (four-D model) menjadi 3-D yang meliputi tahap penetapan (define), perancangan (design), dan pengembangan (develop). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peragkat ajar yang dikembangkan valid dengan skor rerata 3,30 untuk bahan ajar; 3,125 untuk RPP; dan 3,45 untuk lembar tes hasil belajar, (2) perangkat ajar efektif ditandai dengan rerata skor tes hasil belajar seluruh siswa adalah 78,83, dan rerata skor respons keseluruhan siswa adalah 2,35 (3) bahan ajar praktis ditandai dengan rerata skor hasil observasi keterlaksanaan bahan ajar dari seluruh observer adalah 3,6, dan (4) penggunaan open ended problem memberi dampak yang signifikan dalam menumbuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Siswa antara lain telah dapat menjustifikasi tingkat efektifitas dari beberapa alternatif prosedur yang ada disertai  dengan argumentasi yang sesuai, siswa dapat mengaitkan unsur-unsur yang berlainan dalam sajian masalah dengan satu kesatuan strukturnya yang utuh dan mengorganisasikannya dalam menentukan penyelesaian, serta siswa berpikir kreatif ditandai dengan kemampuan mengonstruksi masalah sekaligus penyelesaiannya sendiri.
Kesulitan Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Cerita Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Widi Pradini; Gatot Muhsetyo; Swasono Rahardjo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 1: JANUARI 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i1.13126

Abstract

Abstract: Mathematical word problem is one of the difficult problems to solve. The purpose of this research is to describe the difficulties of SMP Negeri 1 Karanngejo students when solving word problem about system of linear equation in two variables. Data collection is done by using test and direct interview to 3 research subjects. Data is analyzed qualitatively through data reduction, data presentation, and drawing conclusion. The result of the research show that student difficulties lie on the devise a plan step, those are difficulty to transform relevant information into variable and difficulty to construct linear equation in two variables that represents the relation between relevant information in the word problem.Abstrak: Soal cerita matematika merupakan salah satu soal yang sulit diselesaikan oleh siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan siswa SMP Negeri 1 Karangrejo saat menyelesaikan soal cerita matematika tentang materi sistem persamaan linear dua variabel. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan wawancara langsung terhadap tiga subjek penelitian. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan dialami siswa pada tahap merencanakan penyelesaian masalah, yaitu kesulitan dalam mengubah informasi relevan ke dalam variabel dan kesulitan dalam menyusun persamaan linear dua variabel yang menunjukkan hubungan antar informasi relevan dalam soal cerita.
Hubungan Sikap Belajar dengan Kualitas Isi Karya Tulis Ilmiah Siswa Kelas XI Mahmud Mushoffa; Dawud Dawud; Imam Suyitno
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 4: APRIL 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i4.12230

Abstract

Abstract: This research was aimed to explain the relationship between learning attitudes and the quality of the contents of scientific writing of class XI students. Learning attitudes include (1) attitude to accept learning and (2) attitude to respond to various things related to learning. The design of this study is correlation research. The results showed that there was a non-significant negative relationship between learning attitudes and the quality of the contents of scientific papers.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan sikap belajar dengan kualitas isi karya tulis ilmiah siswa kelas XI. Sikap belajar, meliputi (1) sikap menerima pembelajaran dan (2) sikap menanggapi berbagai hal terkait pembelajaran. Rancangan penelitian ini adalah penelitian korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang tidak signifikan antara sikap belajar dengan kualitas isi karya tulis ilmiah.
Kemampuan Literasi Saintifik Siswa SMA pada Materi Optik Geometri Tuti Resri Yanti; Lia Yuliati; Hari Wisodo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 6: JUNI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i6.12476

Abstract

Abstract: The trend of 21st century education is learning based on scientific literacy. Scientific literacy is a key for improving science education in many countries in the world. This article aims to give a profile of the scientific literacy of senior high school students of class XII in the year 2019 in optic subject. This research was conducted with Survey methods. The data is done by providing scientific literacy problem in the form of essays. The subjects of research is the students of class XII at two SMAN Kerinci Regency. Results of this research is scientific literacy of students still low. So that Indonesia can afford prices in the era of the 21st century education, thope that this research can help in determining the solution for improve the ability of students ' scientific literacy.Abstrak: Tren pendidikan abad-21 adalah pembelajaran yang berpatokan pada Literasi Saintifik yang dijadikan sebagai kunci utama dalam meningkatkan pendidikan sains di banyak Negara di dunia. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kemampuan Literasi Saintifik siswa SMA kelas XII pada tahun 2019 terhadap materi Optik. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Teknik pengambilan data dilakukan dengan memberikan soal literasi saintifik yang berbentuk esai. Subjek penelitian adalah siswa-siswa kelas XII di dua SMAN yang ada di kabupaten Kerinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi saintifik siswa masih rendah. Agar Indonesia mampu bersaing di era pendidikan abad-21, diharapkan penelitian ini dapat memberikan solusi dalam meningkatkan kemampuan literasi saintifik siswa.
Authentic Learning Berbasis Inquiry dalam Program STEM terhadap Literasi Saintifik Siswa Berdasarkan Tingkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Idawati Idawati; Muhardjito Muhardjito; Lia Yuliati
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 8: AGUSTUS 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i8.12663

Abstract

Abstract: Scientific literacy is one of the basic skills that must be possessed in the XXI century. The 2015 PISA results show that scientific, mathematical, and reading literacy in Indonesian students is ranked 64th out of 72 countries and it is still relatively low. In the process of learning physics students are very weak in applying physics concepts learned because learning is less stressed on problem solving. The purpose of this study was to determine the effect of students 'problem solving abilities in inquiry-based authentic learning in the STEM program on students' scientific literacy. This study was a quasi-experimental study using a 2x2 factorial design. Data collection was carried out by tests conducted before and after the study in the experimental class and the control class. Test results data were analyzed by different tests. The results showed that scientific literacy of students who have high problem-solving skills is higher when learning with authentic inquiry-based learning approaches in STEM programs than conventional, while scientific literacy of students who have low problem-solving abilities is higher when learning with authentic inquiry-based learning approaches in STEM programs rather than conventional.Abstrak: Literasi saintifik merupakan salah satu keterampilan dasar di abad XXI yang harus dimiliki peserta didik. Pada proses pembelajaran fisika, peserta didik sangat lemah dalam mengaplikasikan konsep fisika yang dipelajari karena pembelajaran kurang menekankan pada pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kemampuan pemecahan masalah peserta didik dalam pembelajaran authentic learning berbasis inquiry dalam program STEM pada literasi saintifik peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment dengan menggunakan rancangan penelitian faktorial 2x2. Pengumpulan data dilakukan dengan tes yang dilakukan sebelum dan sesudah penelitian pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data hasil tes dianalisis dengan uji lanjut Tukey. Hasil penelitian menunjukkan literasi sainstifik peserta didik yang memiliki kemampuan pemecahan masalah tinggi, lebih tinggi jika belajar dengan pendekatan authentic learning berbasis inquiry dalam program STEM daripada yang belajar dengan cara konvensional dan sedangkan literasi saintifik peserta didik yang memiliki kemampuan pemecahan masalah rendah, lebih tinggi jika belajar dengan pendekatan authentic learning berbasis inquiry dalam program STEM daripada yang belajar dengan cara konvensional.
Kompetensi Guru Keahlian Ganda Pasca Pelatihan On-In-On-In Dian Julianto Wahyudi; Purnomo Purnomo; Yoto Yoto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 6: JUNI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i6.12547

Abstract

Abstract: The position of vocational productive teachers is very strategic in educating the life of the nation. In 2016, there were still a shortage of vocational productive teachers totaling 91,861 with details of 41,861 in State Vocational Schools and 50,000 in Private Vocational Schools. To fulfill teacher shortages with the addition of productive vocational teachers, the Dual Skills Program was performed. The Dual Skills Program is the addition of assignments and functions of teachers from normative and adaptive teachers plus the task of teaching productive expertise competencies, carried out for 12 months using the On-In-On-In learning model. This study answers how the expertise of multiple teacher competencies after On-In-On-In training in Jombang and Mojokerto. First, pedagogical mastery of dual expertise participants is good. Second, mastery of the skills of dual expertise teachers needs to be added. Third, mastery in making teaching aids for both products and services is quite good. Fourth, mastery in the learning method is quite good, the method used is the lecture method.Abstrak: Posisi guru produktif SMK sangat strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kondisi di tahun 2016 masih terdapat kekurangan guru produktif SMK sejumlah 91.861 dengan rincian 41.861 di SMK Negeri dan 50.000 di SMK Swasta. Upaya pemenuhan kekurangan guru tersebut dengan penambahan guru produktif SMK melalui Program Keahlian Ganda. Program keahlian ganda merupakan penambahan tugas dan fungsi guru dari guru normatif dan adaptif ditambah tugas mengajar kompetensi keahlian produktif, dilaksanakan selama 12 bulan menggunakan model pembelajaran On-In-On-In. Penelitian ini menjawab bagaimana kompetensi guru keahlian ganda pasca pelatihan On-In-On-In di kabupaten Jombang dan Mojokerto. Pertama, penguasaan pedagogik peserta keahlian ganda baik. Kedua, penguasaan keterampilan guru keahlian ganda perlu ditambah lagi. Ketiga, penguasaan dalam membuat alat peraga baik produk maupun jasa cukup baik. Keempat, penguasaan dalam metode pembelajaran cukup baik, metode yang digunakan adalah metode ceramah plus.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Mitigasi Bencana Sarifah Nur Isra Jairina; Budi Handoyo; I Komang Astina
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 2: FEBRUARI 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i2.13182

Abstract

Abstrack: Geography learning in high school has not been able to develop problem solving. Learning to Overcome Successful Problems This study aims to determine the effect of Problem Based Learning models on the ability to solve problems in disaster mitigation material in the field of Geography. The design used was a quasi-experimental design with pretest and posttest research. This study uses the t-test. The research subjects were students of class XI IPS at SMAN 1 Purwosari. The results showed an increase. This is proven by testing the hypothesis obtained results of 0.001 <0.05 so that it is concluded that the Problem Based Learning model is effectively used to improve problem solving abilities.Abstrak: Pembelajaran Geografi di SMA belum mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah. Pembelajaran geografi dianggap membosankan sehingga kurang mampu mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi mitigasi bencana bidang studi Geografi. Rancangan yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain penelitian pretest and posttest. Penelitian ini menggunakan uji-t. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS di SMAN 1 Purwosari. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan kemampuan pemecahan masalah. Hal ini dibuktikan melalui uji hipotesis sebesar 0,001<0,05 dapat disimpulkan model Problem Based Learning efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
MODEL CHALLENGE BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA Naim, Suratman S.; Ibnu, Suhadi; Santoso, Aman
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 4: APRIL 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i4.13227

Abstract

Abstract: The purpose of this research was to determine the influence of challenge based learning model on students creative thinking ability. This research is used a quasy-experimental design of the type nonequivalent pretest-posttest control group design. The sample of this research consisted of students of Chemistry Education, Khairun University in the sixth semester, enrolling in the subject of Environmental Chemistry during education year in 2018/2019 from two classes. The experimental class was taught with challenge based learning model and the control class was taught with problem based learning model. The instrument of the research was a creative thinking ability tests with the type of open essay questions that had validity of 77.08% and Alpha Cronbach reliability coefficient of 0.896. The results showed that there was no statistically significant difference in creative thinking ability between the  students from the two research classes (? = 0.05), although descriptively the creative thinking ability of the experimental class was better than the control class.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model challenge based learning terhadap kemamampuan berpikir kreatif mahasiswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu tipe nonequivalent pretest-posttest control group design. Sampel penelitian ini terdiri dari mahasiswa Pendidikan Kimia, Universitas Khairun angkatan 2016 yang menempuh matakuliah Kimia Lingkungan pada tahun ajaran 2018/2019 dari dua kelas. Kelas ekperimen dibelajarkan dengan model pembelajaran challenge based learning dan kelas kontrol dibelajarkan dengan model pembelajaran problem based learning. Intrumen penelitian adalah tes kemampuan berpikir kreatif dengan jenis soal essay terbuka yang memiliki validitas isi 77,08% dan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach 0,893. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dari kedua kelas penelitian (? = 0.05), walaupun secara deskriptif kemampuan berpikir kreatif kelas eksperimen lebih bagus daripada kelas kontrol.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 8: AUGUST 2025 VOL 10, NO 7: JULY 2025 Vol 10, No 4: APRIL 2025 Vol 10, No 3: MARCH 2025 Vol 10, No 2: FEBRUARY 2025 Vol 10, No 1: JANUARY 2025 Vol 9, No 12: DECEMBER 2024 Vol 9, No 11: NOVEMBER 2024 Vol 9, No 10: OCTOBER 2024 Vol 9, No 9: SEPTEMBER 2024 Vol 9, No 8: AUGUST 2024 Vol 9, No 7: JULY 2024 Vol 9, No 6: JUNE 2024 Vol 9, No 5: MAY 2024 Vol 9, No 4: APRIL 2024 Vol 9, No 3: MARCH 2024 Vol 9, No 2: FEBRUARY 2024 Vol 9, No 1: JANUARY 2024 Vol 8, No 10: OCTOBER 2023 Vol 8, No 9: SEPTEMBER 2023 Vol 8, No 8: AUGUST 2023 Vol 8, No 7: JULY 2023 Vol 8, No 6: JUNE 2023 Vol 8, No 5: MAY 2023 Vol 8, No 4: APRIL 2023 Vol 8, No 3: MARCH 2023 Vol 8, No 2: FEBRUARY 2023 Vol 8, No 1: JANUARI 2023 Vol 7, No 12: DECEMBER 2022 Vol 7, No 11: NOVEMBER 2022 Vol 7, No 10: OKTOBER 2022 Vol 7, No 9: SEPTEMBER 2022 Vol 7, No 8: AGUSTUS 2022 Vol 7, No 7: JULI 2022 Vol 7, No 6: JUNI 2022 Vol 7, No 5: MAY 2022 Vol 7, No 4: APRIL 2022 Vol 7, No 3: MARET 2022 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2022 Vol 7, No 1: JANUARI 2022 Vol 6, No 12: DESEMBER 2021 Vol 6, No 11: NOVEMBER 2021 Vol 6, No 10: OKTOBER 2021 Vol 6, No 9: SEPTEMBER 2021 Vol 6, No 8: AGUSTUS 2021 Vol 6, No 7: JULI 2021 Vol 6, No 6: JUNI 2021 Vol 6, No 5: MEI 2021 Vol 6, No 4: APRIL 2021 Vol 6, No 3: MARET 2021 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2021 Vol 6, No 1: JANUARI 2021 Vol 5, No 12: DESEMBER 2020 Vol 5, No 11: NOVEMBER 2020 Vol 5, No 10: OKTOBER 2020 Vol 5, No 9: SEPTEMBER 2020 Vol 5, No 8: AGUSTUS 2020 Vol 5, No 7: JULI 2020 Vol 5, No 6: JUNI 2020 Vol 5, No 5: MEI 2020 Vol 5, No 4: APRIL 2020 Vol 5, No 3: MARET 2020 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2020 Vol 5, No 1: JANUARI 2020 Vol 4, No 12: DESEMBER 2019 Vol 4, No 11: NOVEMBER 2019 Vol 4, No 10: Oktober 2019 Vol 4, No 9: SEPTEMBER 2019 Vol 4, No 8: AGUSTUS 2019 Vol 4, No 7: JULI 2019 Vol 4, No 6: JUNI 2019 Vol 4, No 5: MEI 2019 Vol 4, No 4: APRIL 2019 Vol 4, No 3: MARET 2019 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2019 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2019 Vol 4, No 1: JANUARI 2019 Vol 3, No 12: DESEMBER 2018 Vol 3, No 12: DESEMBER 2018 Vol 3, No 11: NOVEMBER 2018 Vol 3, No 10: OKTOBER 2018 Vol 3, No 10: OKTOBER 2018 Vol 3, No 9: SEPTEMBER 2018 Vol 3, No 9: SEPTEMBER 2018 Vol 3, No 8: AGUSTUS 2018 Vol 3, No 8: AGUSTUS 2018 Vol 3, No 7: JULI 2018 Vol 3, No 6: JUNI 2018 Vol 3, No 5: MEI 2018 Vol 3, No 4: APRIL 2018 Vol 3, No 3: MARET 2018 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2018 Vol 3, No 1: JANUARI 2018 Vol 3, No 1: JANUARI 2018 Vol 2, No 12: Desember 2017 Vol 2, No 11: November 2017 Vol 2, No 10: Oktober 2017 Vol 2, No 9: September 2017 Vol 2, No 8: AGUSTUS 2017 Vol 2, No 7: JULI 2017 Vol 2, No 6: Juni 2017 Vol 2, No 5: Mei 2017 Vol 2, No 4: April, 2017 Vol.2, No.3, Maret 2017 Vol.2, No.2, Februari 2017 Vol.2, No.1, Januari 2017 Vol.1, No.12, Desember 2016 Vol.1, No.11, Nopember 2016 Vol.1, No.10, Oktober 2016 Vol.1, No.9, September 2016 Vol.1, No.8, Agustus 2016 Vol.1, No.7, Juli 2016 Vol.1, No.6, Juni 2016 Vol.1, No.5, Mei 2016 Vol.1, No.4, April 2016 Vol.1, No.3, Maret 2016 Vol.1, No.2, Februari 2016 Vol.1, No.1, Januari 2016 More Issue