Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan (Education Journal: Theory, Research, and Development) is an electronic journal focuses on a scientific article concerning education issues in general published by Graduate School of Universitas Negeri Malang since January 2016.
Articles
1,938 Documents
Keefektifan Penggunaan Modul Sistem Gerak pada Manusia Berbasis Inkuiri Interactive Demonstration untuk Memberdayakan Keterampilan Berpikir Analitis Siswa
Fakhrurrazi Fakhrurrazi;
Sajidan Sajidan;
Puguh Karyanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 4: APRIL 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (330.376 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i4.12265
Abstract: The aims of this research is to know effectiveness motion system module in humans based on interactive demonstration inquiry in empowering analytical thinking skills. This research method is quantitative descriptive. Data analysis techniques using pretest-posttest control group design were then tested using independent sample t-test and n-gain test. The results of the research show interactive demonstration inquiry based module stated quite effective in empowering analytical thinking skills. It was shown that the average n-gain was 68.52% and the results of independent sample t-test showed that the value of Sig. (2-tailed) was 0.000<0.05, meaning there are significant differences between cognitive learning outcomes of students in the experimental and control class.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keefektifan modul sistem gerak pada manusia berbasis inkuiri interactive demonstration dalam memberdayakan keterampilan berpikir analitis. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan pretest-posttest control group design kemudian diuji menggunakan independent sample t- test dan uji n-gain. Hasil penelitian menunjukkan modul berbasis inkuiri interactive demonstration dinyatakan cukup efektif memberdayakan keterampilan berpikir analitis. Ditunjukkan perolehan rerata n-gain (%) sebesar 68,52% dan hasil uji independent sample t-test tersebut diketahui nilai Sig.(2-tailed) adalah sebesar 0.000 < 0,05, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kognitif peserta didik di kelas eksperimen dan kontrol.
Kemampuan Pematematikaan Horizontal Siswa Sekolah Dasar dalam Menyelesaikan Masalah Bilangan Bulat Positif
Wulida Arina Najwa;
Susiswo Susiswo;
Abdur Rahman As’ari
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 12: DESEMBER 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (450.896 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v3i12.12555
Abstract: One of the mathematisation processes in Realistic Mathematics Education is horizontal mathematisation. Using a qualitative approach, this research describes the horizontal mathematisation ability of grade 4 elementary school students in solving problem-solving questions on positive integers. The result of this research shows that there is a relationship between students' mathematical abilities and their horizontal mathematisation abilities. Students with moderate ability levels have moderate horizontal mathematisation abilities and students with high levels of ability have high horizontal mathematisation abilities.Abstrak: Salah satu proses matematisasi dalam Realistic Mathematics Education adalah pematematikaan horizontal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mendeskripsikan kemampuan pematematikaan horizontal siswa kelas IV sekolah dasar dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah bilangan bulat positif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kemampuan matematika siswa dengan kemampuan pematematikaan horizontal siswa. Siswa pada tingkat kemampuan rendah memiliki kemampuan pematematikaan horizontal yang rendah, sedangkan siswa pada tingkat kemampuan tinggi memiliki kemampuan pematematikaan horizontal yang tinggi.
Literasi Saintifik Siswa SMA pada Hukum Archimedes
Anissa Rakhma Putri;
Lia Yuliati;
Arif Hidayat
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 8: AGUSTUS 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (657.622 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i8.12651
Abstract: This study aims to describe and describe students scientific literacy Archimedes law. This research was conducted at Ambulu Public High School with 34 students in the XI MIA 5 class. Data was collected through tests. The student scientific literacy test instrument in the Archimedes law uses three essay questions with Cronbach’s alpha reliability 0.548. Scientific literacy of students is at a nominal level, which means students mention scientific concepts and explain understanding but misconceptions. Scientific literacy of students because students can't be associated knowledge with the phenomenon and teacher not accustomed to using his knowledge on scientific phenomena so that the learning applied learning materials do not link with everyday life.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan literasi saintifik siswa pada Hukum Archimedes. Penelitian ini dilakukan di SMAN Ambulu dengan subjek sebanyak 34 siswa pada kelas XI MIA 5. Pengumpulan data dilakukan melalui tes. Instrumen tes literasi saintifik siswa pada Hukum Archimedes menggunakan tiga soal esai dengan nilai reliabilitas Cronbach’s alpha 0,548. Literasi saintifik siswa berada pada level nominal yang berarti siswa menyebutkan konsep sains dan menjelaskan pemahaman tetapi miskonsepsi. Literasi saintifik siswa disebabkan karena siswa tidak dapat mengasosiasi pengetahuan dengan fenomena dan tidak terbiasa menggunakan pengetahuannya pada fenomena ilmiah sehingga pembelajaran yang diterapkan tidak menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
Perbedaan Pemahaman Konsep Siswa sebagai Hasil Penerapan Model Pembelajaran LC 5E-Analogi dan LC 5E
Gusti Wahyuni;
Suhadi Ibnu;
Suharti Suharti
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 4: APRIL 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (511.322 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i4.12361
Abstract: This research aims to see differences in students' conceptual understanding of the reaction rate material as the result of LC 5E-Analogy learning model. LC 5E-Analogy is related to double coding theory, information received by learner is obtained through one of two channels, where LC 5E is expected to facilitate students to obtain information from the enggament phase to the elaboration phase, while the analogy is expected to visualize the submicroscopic aspect, so as to improve understanding of concepts students. This study uses a reasoned multiple choice test instrument that has 91% content validity with a very good category and a reliability coefficient of 0.799 in the high category. The research was conducted in two classes of XI Science at SMAN 9 Malang. Analysis of the data using the Man Whitney U Test, and the Effect Size test to see the meaning of differences in understanding of students' concepts. The results showed that there were differences students understanding in both research classes, where the difference in the values of the two classes (Sig.2-tailed 0.002) and the Effect Size (d = 0.74).Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan pemahaman konsep siswa pada materi laju reaksi sebagai hasil penerapan model pembelajaran LC 5E-Analogi. Pemahaman konsep diperlukan siswa untuk memahami materi laju reaksi, sehingga siswa dapat menjelaskan fenomena serta penerapan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari. LC 5E-Analogi berdasarkan theory double coding yaitu informasi yang diterima seseorang diperoleh melalui salah satu dari dua channel, dimana LC 5E diharapkan dapat memudahkan siswa memperoleh informasi dari fase enggament hingga fase elaboration, sedangkan analogi diharapkan dapat memvisualisasikan aspek submikroskopik sehingga meningkatkan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini menggunakan instrument tes pilihan ganda beralasan yang memiliki validitas isi 91% dengan kategori sangat baik dan koefisien reliabilitas 0,799 dengan kategori tinggi. Sampel penelitian terhadap dua kelas yang diambil dari keseluruhan kelas XI IPA di SMAN 9 Malang. Analisa data menggunakaan Man Whitney U Test, serta uji Effect Size untuk melihat kebermaknaan perbedaan pemahaman konsep siswa. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pemahaman konsep siswa pada kedua kelas penelitian, dimana nilai perbedaan kedua kelas (Sig.2-tailed 0,002) dan nilai Effect Size (d= 0,74) dengan kriteria sedang.
Relationship between Adversity Quotient and English Proficiency at the English Language Teaching Department
Agil Abdur Rohim;
Siusana Kweldju
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 9: SEPTEMBER 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (614.415 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i9.12745
Abstract: This quantitative study examined the role of AQ on English proficiency. The four dimensions of AQ named Control (x1), Ownership (x2), Reach (x3) and Endurance (x4) were independent variables while TOEIC score (y) was dependent variable. The subjects were 77 students of ELT Department. The result showed that AQ had influenced 15.9% (R2 = .159) to TOEIC score. There was significant influence of CORE to TOEIC score simultaneously (F>Ftable=3.44>2.33). Nevertheless, the result of partial regression analysis showed only Control (t>ttable=2.89>1.66) had significantly influenced TOEIC. Thus, this research had statistically proven that AQ provided minor contribution to students’ English Proficiency.Abstrak: Penelitian kuantitatif ini menguji pengaruh Kecerdasan Adversiti terhadap kecakapan berbahasa Inggris. Empat dimensi Kecerdasan Adversiti, yakni kontrol (x1), kepemilikan (x2), pencapaian (x3), dan ketahanan (x4) adalah variabel bebas sementara skor TOEIC adalah variabel terikat. Hasil menunjukkan bahwa Kecerdasan Adversity berpengaruh 15.9% (R2 = .159) terhadap skor TOEIC. Terdapat pengaruh signifikan emapt dimensi Kecerdasan Adversiti terhadap skor TOEIC secara simultan (F>Ftable=3.44>2.33). Namun, hasil regresi parsial menunjukkan hanya kontrol (t>ttable=2.89>1.66) yang memberikan pengaruh signifikan terhadap skor TOEIC. Penelitian ini telah membuktikan secara statistik bahwa Kecerdasan Adversity hanya memberikan kontribusi minor terhadap kecakapan siswa berbahasa Inggris.
Pembelajaran Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal dengan Model Experiential Learning
Bunga Dwi Immaniar;
Sumarmi Sumarmi;
I Komang Astina
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 5: MEI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (506.398 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i5.12431
Abstract: Environmental damage that occurs on earth is caused by human activities. Human activities that use the environment excessively cause the environment to be damaged. These activities describe human attitudes and behavior that are low in environmental preservation. Low human behavior towards the environment can be improved through education through environmental learning. Environmental learning takes the form of real learning activities to gain knowledge through everyday life. Environmental learning in everyday life is obtained through local wisdom to improve environmental care behavior. The purpose of this study was to determine the participation of students using local wisdom-based environmental learning through the Experiential Learning model. The study design included the participation of students using local wisdom-based environmental learning through the Experiential Learning model.Abstrak: Kerusakan lingkungan yang terjadi di bumi disebabkan oleh aktivitas manusia. Aktivitas manusia yang memanfaatkan lingkungan secara berlebihan menyebabkan lingkungan menjadi rusak. Aktivitas tersebut menggambarkan sikap dan perilaku manusia yang rendah dalam pelestarian lingkungan. Perilaku manusia yang rendah terhadap lingkungan dapat diperbaiki melalui pendidikan melalui pembelajaran lingkungan. Pembelajaran lingkungan berupa kegiatan belajar secara nyata untuk memperoleh pengetahuan melalui kehidupan sehari-hari. Pembelajaran lingkungan dalam kehidupan sehari-hari didapatkan melalui kearifan lokal untuk meningkatkan perilaku peduli lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui partisipasi peserta didik menggunakan pembelajaran lingkungan berbasis kearifan lokal melalui model Experiential Learning. Desain penelitian terdapat partisipasi peserta didik yang menggunakan pembelajaran lingkungan berbasis kearifan lokal melalui model Experiential Learning.
Kemampuan Siswa Field Dependent Level Multistructural dalam Menyelesaikan Soal Pythagoras dan Pemberian Scaffolding
Siti Na’imah;
I Made Sulandra;
Rustanto Rahardi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 6: JUNI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (640.658 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v3i6.11234
Abstract: This study aimed to describe the ability of multilateral FD students to solve the problem of Pythagoras and its scaffolding. The data collection begins with GEFT and test 1. The subject's examination process is analyzed based on the SOLO taxonomy to see its level of ability. The results showed that the ability of multistructural level FD subjects could use some of the information provided for problem solving, but the answer given was not accurate. Scaffolding efforts to increase the level of FD students' ability from multistructural level to relational level consist of reviewing, restructuring, and developing contextual thinking. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa FD level multistructural dalam menyelesaikan soal Pythagoras dan pemberian scaffolding. Pengumpulan data diawali dengan pemberian GEFT dan soal tes 1. Proses penyelesaian yang dilakukan subjek dianalisis berdasarkan taksonomi SOLO untuk melihat level kemampuannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan subjek FD level multistructural dapat menggunakan beberapa informasi yang diberikan untuk menyelesaikan soal, namun jawaban yang diberikan kurang tepat. Upaya pemberian scaffolding untuk meningkatkan level kemampuan siswa FD dari level multistructural ke level relational terdiri dari reviewing, restructuring, dan developing contextual thinking.
Pengaruh Blended Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA pada Materi Suhu dan Kalor
Anggian Anggraeni;
Edi Supriana;
Arif Hidayat
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 6: JUNI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (511.549 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i6.12505
Abstract: The purpose of this research is to know the effect of blended learning on students' critical thinking skills in the heat and temperature material. The sample of this study was students of SMA Negeri 5 Malang consisting of 2 class, that is XI G-3 class as a control and XI H-3 class as an experimental class with 34 people in each class. This research design used a posttest only control group that is analyzed quantitatively. The results of this research show that there is an effect significantly of blended learning on students' critical thinking skills in temperature and heat material.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh blended learning pada keterampilan berpikir kritis siswa dalam materi suhu dan kalor. Sampel penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 5 Malang yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas XI G-3 sebagai kelas kontrol dan kelas XI H-3 sebagai kelas eksperimen dengan 34 siswa di setiap kelas. Desain penelitian adalah posttest only control group design yang dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari blended learning pada keterampilan berpikir kritis siswa dalam materi suhu dan kalor.
Keefektifan Model Discovery Learning dengan Brainstorming terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik
Nurhasanah Nurhasanah;
Djukri Djukri
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 5: MEI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (773.932 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i5.12417
Abstract: This reseach was aimed to determine the effectiveness of the Discovery Learning model with Brainstorming on students' critical thinking skills. This research is a quasi-experiment with a non-equivalent pretest-posttest control group design. Data analysis used t-test and continued with an analysis of the N-gain value. The results showed that there was a significant difference between the experiment class and the control class with a significance value of 0,001 ≤ 0,05. N-gain values in the experiment class and control class were 0.53 and 0.30, this means that the improvement of students' critical thinking skills in the experimental class is better than the control class.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model Discovery Learning dengan Brainstorming terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini adalah penelitian quasi-eksperimen dengan desain non-equivalent pretest-posttest control group design. Analisis data menggunakan uji independent t-test dan dilanjutkan dengan analisis nilai N-gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu dengan nilai signifikansi 0,001 ≤ 0,05. Nilai N-gain pada kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing 0,53 dan 0,30, ini berarti peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol.
Komunikasi Matematis Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Persamaan Garis Ketika Folding Back
Syafitri, Intan;
Susiswo, Susiswo;
Permadi, Hendra
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 10: Oktober 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i10.12751
Abstract: Describing student?communication experienced foldingback in solving mathematics problem is the destination of this research. The eight grade students of SMP Islam Syabilurrosyad Malang have participated here. Student with high communication going through folding back effectively and clearly following logic reasoning. Student with high communication could write folding back result rightly and consecutively. Student with medium communication going through folding back after intervention. Student with medium communication have communicated folding back result clearly and consecutively but still there were mistakes in the last solution.Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan komunikasi matematis siswa yang mengalami folding back ketika menyelesaiakan masalah matematika. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII SMP Islam Syabilurrosyad kota Malang. Siswa dengan kemampuan tinggi mengomunikasikan folding back nya dengan efektif dan jelas disertai alasan logis. Subjek berkemampuan tinggi juga menuliskan respon hasil folding back nya dengan benar dan terurut. Subjek berkemampuan sedang mengalami folding back setelah adanya intervensi. Subjek mengomunikasikan hasil folding back dengan jelas dan terurut namun masih terdapat kesalahan pada solusi akhir jawabannya.