cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Santri Terhadap Skabies di Pondok Pesantren Syafa'ah Darussalam Bali kumara, i made bagus bayu; Swastika, I Kadek; Sudarmaja, I Made; Diarthini, Ni Luh Putu Eka
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i09.P10

Abstract

Latar belakang: Skabies atau yang lebih dikenal kudis adalah infestasi dari Sarcoptes scabiei varian hominis yang menyebabkan penyakit kulit. Pada tahun 2008 berdasarkan data Depkes RI, tercatat angka kejadian skabies yaitu sebesar 5,6% sampai 12,95% dengan insiden tertinggi terjadi di Pondok pesantren.Rancangan penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode Cross Sectional Study. Penelitian ini menggunakan metode total sampling kepada semua santri yang ada di Pesantren. Responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah santri di Pesantren Syafa’ah Darussalam Bali dimana jumlah responden yaitu 63 orang. kelompok usia santri yang paling banyak yaitu usai 13 tahun berjumlah 27 orang (42,8%), dan usia yang paling sedikit yaitu usia 15 tahun berjumlah 15 orang (23,8%). Tingkat pengetahuan santri terhadap skabies dengan kategori baik berjumlah 14 orang (22,2%), 35 orang (55,6%) dengan kategori cukup, 14 orang (22,2%) dengan kategori kurang. Sikap santri dalam upaya pencegahan skabies dengan kategori baik berjumlah 45 orang (71,4%), kategori cukup berjumlah 18 orang (28,6) dan kategori kurang berjumlah 0 orang (0%). Kata kunci: skabies, tingkat pengetahuan, sikap
Perbedaan Efektivitas Metformin dan Glimepirid dalam Menurunkan Glukosa Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSD Mangusada Badung Dwiputra, Made Wahyu Dharma; Wijaya, Made Dharmesti; Witari, Ni Putu Diah
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i07.P15

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit gangguan metabolisme yang ditandai dengan kenaikan kadar glukosa darah akibat gangguan produksi insulin, dan atau gangguan fungsi insulin. Jumlah penderita DMT2 di Indonesia diperkirakan akan meningkat hingga 21,3 juta jiwa pada tahun 2030. Dalam penatalaksanaan farmakologis awal DMT2 dapat diberikan monoterapi metformin atau glimepirid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas metformin dan glimepirid dalam menurunkan glukosa darah puasa pasien DMT2 rawat jalan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada Badung. Variabel pada penelitian ini adalah efektivitas metformin dan glimepirid serta kadar glukosa darah puasa. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan studi cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah rekam medis penderita DMT2 rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam RSD Mangusada Badung dengan jumlah 96 orang menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik consecutive sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen rekam medis pasien DMT2 sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis menggunakan uji statistik parametrik chi-square. Hasil penelitian menunjukan penggunaan monoterapi metformin efektif dalam menurunkan glukosa darah puasa pada 36 pasien (75%), sedangkan monoterapi glimepirid efektif pada 25 pasien (52,1%). Terdapat perbedaan bermakna efektivitas metformin dan glimepirid dalam menurunkan glukosa darah dengan nilai P<0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metformin lebih efektif dalam menurunkan glukosa darah puasa dibandingkan dengan glimepirid pada pasien DMT2 rawat jalan di RSD Mangusada Badung.
Pengaruh TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II RAWAT JALAN TERHADAP KEPATUHAN TERAPI OAD DI PUSKESMAS KABUPATEN GIANYAR SELAMA PANDEMI COVID-19 Tresnayanthi, Kadek Ayu Sri; Mahendra, Agung Nova; Indrayani, Agung Wiwiek; Sumardika, I Wayan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i07.P07

Abstract

Type II Diabetes Mellitus dominates DM cases in primary health care. The limitations type II DM services during the COVID-19 pandemic by Puskesmas risk decreasing the level of knowledge and adherence to OAD therapy in type II patients. A good level of patient knowledge about type II DM can influence a patient’s decision to comply with OAD therapy during the COVID-19 pandemic. This study aims describe effect of knowledge level type II Diabetes Mellitus patients on OAD therapy adherence at Gianyar district health center during the COVID-19 pandemic. The method used analytic method with a cross-sectional approach during the period March-August 2022 in four health centers of Gianyar regency. The level of measurement using the Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) and therapeutic compliance with the Morisky Medication Adherence Scales (MMAS-8) questionnaire, the data was taken using google form.Based level knowledge 96 respondents (43,7%) high knowledge, 46 people (48%) moderateknowledge, and 8 people (8,3%) low knowledge. Meanwhile based on level of compliance, there were 53 people (55,2%) with hight compliance, 35 people (36,5%) with moderate compliance, and 8 people (8,3%) with low compliance. The level knowledge and compliance to patients during COVID-19 was moderate knowledge and high compliance, may be influenced by the ease of access to information for patients in internet. Outpatient type II DM at the Gianyar district health center during the COVID-19 pandemic moderate knowledge and high compliance, and there was a significant effect between the level of knowledge to therapy adherence and a p-value of 0,000. Keywords : knowledge, compliance, influence, diabetes mellitus type II, pandemic COVID-19.
Tatalaksana Awal Pasien Gagal Jantung Akut Akibat Penyakit Jantung Koroner di Ruang Emergency Pelayanan Jantung Terpadu Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Cahya Ningrum, Ni Komang Sri Adelia; Suastika, Luh Oliva Saraswati; Swi Antara, I Made Putra; Wita, I Wayan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i08.P13

Abstract

ABSTRACT Acute heart failure is a clinical syndrome with a complex of symptoms that is typical shortness of breath at rest or during activity. Acute heart failure is mostly caused by coronary heart disease. Coronary heart disease is a heart failure disease with narrowed coronary arteries can be caused by the buildup of a layer of fat on the walls of the coronary arteries. The purpose of this study was to determine the initial management of patients with acute heart failure due to coronary heart disease in the Integrated Heart Service Emergency Room, Sanglah Hospital. This study is a descriptive study using a cross sectional research method on a sample of 43 people who came to the PJT Emergency Room at Sanglah Hospital with a diagnosis of acute heart failure due to coronary heart disease in 2019-2020. The data that has been obtained were then analyzed using SPSS version 24. The results showed that most of the patients 30 sample (69.77%) were male compared to women, there were 13 sample (30.23%). The majority of patients with acute heart failure due to coronary heart disease come to the Emergency Room with complaints of shortness of breath. Initial treatment given in the Emergency Room included intravenous diuretic Furosemide with a dose range of 20-80 mg/IV (93.02%), Beta blockers (2.35%), Nitroglycerin (13.95%), Digoxin (13.95%), and Dobutamine (30.23%). Most of the patients in this study were given Furosemide as an initial treatment according to the PERKI 2020 guidelines which suggest the administration of Furosemide as a treatment for fluid congestion in acute heart failure. Some patients require inotropic support such as Dobutamine which is adjusted according to individual clinical criteria. Supporting examinations were carried out on all study samples (100%) including electrocardiogram (ECG) and chest X-ray examinations. Keywords: Acute heart failure, Coronary heart disease, Initial management
Kantuk Berlebihan di Siang Hari dan Prestasi Akademik di Kalangan Mahasiswa Kedokteran Praklinik Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya Besin, Valentinus; Sukmaya, Dita
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i09.P01

Abstract

Latar Belakang: Aktivitas akademik menyebabkan siklus tidur dan bangun yang tidak teratur serta kualitas tidur yang buruk pada mahasiswa kedokteran. Rasa kantuk berlebihan di siang hari pada siswa ini dapat menyebabkan rendahnya prestasi dan masalah emosional. Penelitian yang spesifik tentang gangguan tidur mahasiswa kedokteran praklinik dan performa akademik masih jarang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kantuk berlebihan di siang hari dan prestasi akademik mahasiswa kedokteran praklinik. Metode: Studi potong lintang ini melibatkan seluruh mahasiswa praklinik Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Surabaya. Partisipan diminta mengisi formulir dalam Google Form yang berisi pertanyaan demografis dan Epworth-sleepiness scale (ESS). Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dikumpulkan dari Bagian Pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya. Skor ESS ? 10 dianggap mengalami rasa kantuk berlebihan di siang hari dan IPK ? 3.0 sebagai memuaskan. Uji chi-square digunakan untuk melihat perbedaan kejadian kantuk berlebihan di siang hari antar kelompok. Hasil: Secara total, terdapat 162 peserta yang didominasi oleh perempuan (74,1%). Rata-rata skor ESS adalah 10,62 ± 4,55. Berdasarkan skor ESS total, 57,4% partisipan mengalami kantuk berlebihan di siang hari. Tidak ada perbedaan IPK yang signifikan antara mahasiswa dengan dan tanpa kantuk berlebihan di siang hari (p = 0,620). Kesimpulan: Tingginya prevalensi kantuk di siang hari yang berlebihan pada populasi ini tidak berhubungan dengan IPK mahasiswa kedokteran praklinik. Studi selanjutnya harus mempertimbangkan sleep hygiene, faktor gaya hidup termasuk konsumsi teh atau kopi, dan fleksibilitas kognitif siswa.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) TERHADAP EKSPRESI KOLAGEN DINDING VAGINA PADA TIKUS MODEL MENOPAUSE Rahcmanita, Dhila Cahya; Sugiritama, I Wayan; Ratnayanti, I Gusti Ayu Dewi; Wahyuniari, Ida Ayu Ika
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i06.P16

Abstract

The skin of red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) contains polyphenols, in particular anthocyanins, which may act as phytoestrogens and antioxidants. Phytoestrogens can help synthesize collagen through their bonds with estrogen receptors and antioxidants prevent the accumulation of free radicals that can damage collagen, so the skin of red dragon fruit has the potential to prevent vaginal organ disorders due to the reduced amount of collagen in the vaginal wall during menopause. This study aims to prove the effectiveness of the ethanol extract of Hylocereus polyrhizus rind in preventing decreased collagen in the vaginal wall of menopausal rats. This study was structured using a randomized post-test only control group design on 30 female Wistar rats, which were divided into three groups, namely the control group (P0) was given normal saline, the treatment group (P1) was given ethanol extract 60mg/200grBW and (P2) was given ethanol extract 90mg/200grBB. Dosing rats orally for 30 days, then vaginal wall samples were taken to examine vaginal collagen levels with Sirius red staining. The amount of collagen is calculated by the percentage area of ??the collagen pixels compared to the pixels of the entire vaginal tissue. The results show that the mean amount of collagen at P0, P1 and P2 is 55.53 ± 8.12 respectively; 67.50±3.89; 78.14±5.87. The One-way ANOVA test shows statistically significant differences among the groups (p = 0.000). The post hoc analysis using the LSD test finds that the mean amount of vaginal collagen in P2 is the highest than P0 (p=0.000) and P1 (p=0.001) and P1 is higher than P0 (p=0.000). It is concluded that giving of ethanol extract of Hylocereus polyrhizus rind is able to prevent the decrease in vaginal wall collagen in menopausal rats.
UJI EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU “PIPER BETLE L” DAN MADU SEBAGAI ANTIMALARIA PADA MENCIT YANG DIINFEKSI PLASMODIUM BERGHEI Swastika, I Nengah Raka; Sri Laksemi, Dewa Ayu Agus; Damayanti, Putu Ayu Asri; Diarthini, Ni Luh Putu Eka
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i08.P03

Abstract

Malaria is an infectious disease caused by the parasite Plasmodium sp. transmitted by the female Anopheles mosquito vector through its bite. Patients infected with malaria worldwide in the last two decades have increased, mainly due to the emergence of strains of Plasmodium falciparum that have become resistant to antimalarial drugs. This has resulted in the emergence of efforts to find alternative medicinal plants that can overcome this problem. One of the plants that have the potential to be developed is Piper betle L, or commonly known as green betel plant. This study aims to determine the effect of green betel leaf extract (Piper betle L) and honey at doses of 50, 100, and 200 mg/kgBW as antimalarials in Balb/c mice infected with Plasmodium berghei. This study is an in vivo experimental study using the Randomized Post-test Only Controlled Group method design using 24 samples of mice which were divided into four groups, one negative control group and three treatment groups. The average degree of parasitemia in the control group was 45.51%, the treatment group at a dose of 50 mg/kgBW was 35.71%, a dose of 100 mg/kgBW was 30.96% and a dose of 200 mg/kgBW was 31.67%. Based on the results of the analysis using One Way ANOVA, it was found that the mean difference between the control and treatment groups with p value <0.001 was found. The results showed that green betel leaf extract (Piper betle L) could inhibit the growth of Plasmodium berghei by looking at the mean difference between the control group and the treatment group and obtained that the average treatment group of 100 mg/kgBW and 200 mg/kgBW were equally effective at inhibiting parasitemia levels. Keywords : Antimalarial, Piper betle L, Degree of Parasitemia
IDENTIFIKASI BAKTERI Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus PADA TELEPON GENGGAM MAHASISWA PSSKPD 2019 FAKULTAS KEDOKTRERAN UNIVERSITAS UDAYANA Hendrawan, Gresya; Sukrama, I Dewa Made; Budayanti, Ni Nyoman Sri; Hendrayana, Made Agus
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i07.P12

Abstract

Latar belakang: Kebersihan dari telepon genggam kerap dilupakan oleh penggunanya, tidak terkecuali oleh mahasiswa. Hal ini menyebabkan telepon genggam dapat beresiko menjadi tempat hidup berbagai bakteri, salah satunya adalah Staphylococcus aureus. Beberapa strain S. aureus memiliki kemampuan bertahan terhadap antibiotik metisilin atau yang disebut Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Adanya bakteri resisten dapat menyebabkan berbagai infeksi serius sehingga lebih sulit untuk disebuhkan dan membutuhkan biaya pengobatan yang tinggi. Maka dari itu skrining sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan agar dapat mencegah kontaminasi dan infeksinya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase mahasiswa PSSKPD 2019 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang telepon genggamnya teridentifikasi bakteri S. aureus dan MRSA. Metode: Penelitian adalah observasional dengan pendekatan potong lintang deskriptif. Sampel penelitian dipilih secara acak dengan teknik simple random sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan melakukan swab pada layar telepon genggam dengan menggunakan lidi kapas steril. Spesimen kemudian ditumbuhkan pada media Mannitol Salt Agar. Koloni yang terbentuk diuji dengan menggunakan metode katalase, koagulase dan pengecatan gram. Sampel yang teridentifikasi positif S. aureus kemudian diperiksa kemampuan resistensinya terhadap antibiotik dengan menggunakan disk cefoxitin 30?g. Hasil: Penelitian dilakukan pada 37 sampel telepon genggam milik mahasiswa PSSKPD angkatan 2019 FK Unud yang diperiksa untuk mengidentifikasi bakteri S. aureus dan MRSA. Ditemukan sebanyak 4 sampel atau sebesar 10,81% positif S. aureus. Dari total isolat S. aureus, 50% merupakan bakteri MRSA. Simpulan: Terdapat kontaminasi bakteri S. aureus pada telepon genggam milik mahasiswa kedokteran yang cukup tinggi. Di antara bakteri tersebut yang terdapat bakteri yang resisten terhadap antibiotik yaitu MRSA.
PENENTUAN NILAI SPF KRIM BUAH JERUK PURUT (CITRUS HYSTRIX DC.) DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV Juliadi, Debby; Shantini Suena, Ni Made Dharma; Astya Putri, Ni Kadek Dita
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i09.P07

Abstract

Buah jeruk purut mengandung senyawa flavonoid, ?-pinene dan ?-pinene. Senyawa tersebut dapat sebagai tabir surya karena memiliki aktivitas penyerapan sinar UV. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai SPF minyak atsiri dan sediaan krim minyak atsiri buah jeruk purut dan perbedaan nilai SPFnya. Proses ekstraksi buah jeruk purut dilakukan dengan metode destilasi uap air selama 6-7 jam. Ujj kandungan flavonoid minyak atsiri buah jeruk purut dilakukan dengan meneteskan reagen H2SO4, kemudian dilakukan pembuatan sediaan krim dari minyak atsiri buah jeruk purut. Penentuan nilai SPF dilakukan secara in vitro menggunakan instrumen spektrofotometri UV pada panjang gelombang 290-320 nm. Hasil rata-rata nilai SPF minyak atsiri buah jeruk purut yaitu 6.37 termasuk kategori ekstra. Pada basis krim memiliki rata-rata nilai SPF yaitu 5.36 yang menunjukkan bahwa bahan tambahan pada formula krim mempunyai potensi sebagai tabir surya dalam kategori sedang. Krim minyak atsiri buah jeruk purut F1 memiliki rata-rata nilai SPF yaitu 8.72 yang termasuk kategori maksimal. Peningkatan nilai SPF pada formula 1 terjadi karena penambahan minyak atsiri buah jeruk purut dan bahan tambahannya. Kesimpulan dari penelitian ini minyak atsiri dan krim minyak atsiri buah jeruk purut memiliki potensi sebagai tabir surya dilihat dari nilai SPFnya dan terdapat perbedaan bermakna antara nilai SPF minyak atsiri dan sediaan krim minyak atsiri buah jeruk purut.
ARAKTERISTIK PASIEN YANG MENJALANI BAYI TABUNG DENGAN PROTOKOL ANTAGONIS DI KLINIK BAYI TABUNG RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH TAHUN 2014 – 2017 Putri, Putu Mahadevy Pradnyandhari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i09.P06

Abstract

1 dari 7 pasangan di dunia mengalami infertilitas. Di Indonesia, prevalensi infertilitas mencapai lebih dari 20% pada populasi dan meningkat setiap tahunnya. In Vitro Fertilization (IVF) dapat menjadi solusi bagi pasien yang mengalami infertilitas. Pada awalnya, stimulasi ovarium yang sering digunakan adalah protokol agonis. Namun, seiring waktu, masyarakat lebih banyak menggunakan protokol antagonis oleh karena hari stimulasi yang lebih pendek dan lebih murah. Namun, data mengenai pasien yang menjalani bayi tabung dengan protokol antagonis di Indonesia khususnya di Denpasar masih sulit ditemukan. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien yang menjalani bayi tabung dengan protokol antagonis di Klinik Bayi Tabung RSUP Sanglah tahun 2014 - 2017. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan menggunakan data rekam medis dan teknik penentuan sampel total sampling. Data yang didapat kemudian dianalisis dengan SPSS versi 26. Penelitian ini menunjukkan dari 87 pasien yang menjalani program bayi tabung, 83 pasien menggunakan protokol antagonis. Kemudian, 9 pasien tereksklusi sehingga pasien yang memenuhi kriteria inklusi adalah sebanyak 74. Mayoritas usia pasien wanita dan pria masing – masing adalah ³35 tahun, yakni sebanyak 38 (54,1%) dan 47 (63,5%). Sebagian besar pasien mengalami infertilitas primer yakni sebanyak 52 (70,3%) dan lama infertilitas 4 – 6 tahun sejumlah 18 (24,3%). Serta pasien yang mendapatkan keberhasilan kehamilan lahir hidup adalah 14 (18,9%). Kata kunci : karakteristik, bayi tabung, protokol antagonis, RSUP Sanglah.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue