cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
Pengaruh Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap Deposisi Kolagen pada Hepar Tikus Model Menopause Kenjiro, Eduardo; Arijana, I Gusti Kamasan Nyoman; Sugiritama, I Wayan; Ratnayanti, I Gusti Ayu Dewi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i06.P18

Abstract

Background : Estrogen is a steroid hormone that is not only the primary sexual hormone in women, but also functions to protect the body from many damaging conditions, especially in the liver. Red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) rind is known to have a higher antioxidant potential than the fruit flesh and has the potential to be an alternative solution for this condition. Objective : To determine the effect of giving Hylocerus polyrhizus rind extract on collagen deposition in the livers of menopausal wistar rats. Methods : This randomized post-test only control group design study was conducted on in vivo experimental animals in the form of rats that had undergone the ovariectomy procedure and were randomly divided into three groups. Group P0 served as the control without intervention, P1 with the intervention of ethanol extract of red dragon fruit rind at a dose of 60 body weight/200gr/day, while P2 with the intervention at a dose of 90 body weight/200grBB/day. Results : Of the 30 mice divided into three groups, the mean area of collagen deposition was obtained in the P0 (24,130 ± 7,205), P1 (18,325 ± 4,221) and P2 groups (12,576 ± 3,739). The test results with One Way ANOVA found a significant difference with a value of p = 0.000189. The results of the LSD Post Hoc test found a significant difference in mean between the P0 and P2 groups (p = 0.00017). Conclusion : Administration of Hylocereus polyrhizus ethanol extract inhibited the expansion of collagen deposition in the treatment group's livers when compared to the control group's livers.
PREVALENSI NYERI PERGELANGAN TANGAN PADA SISWA PENGENDARA SEPEDA MOTOR DI SMA NEGERI 11 DENPASAR TAHUN 2022 Sengga, Agnes Simona; Muliani, Muliani; Yuliana, Yuliana; Karmaya, I Nyoman Mangku
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i08.P06

Abstract

Nyeri pergelangan tangan memiliki prevalensi yang cukup tinggi baik di Indonesia maupun luar negeri. Nyeri pergelangan tangan dapat disebabkan oleh penyebab traumatis dan non traumatis. Nyeri pergelangan tangan yang disebabkan oleh trauma fisik salah satunya adalah akibat aktivitas mengendarai sepeda motor yang turut dialami pula pada siswa sekolah menengah atas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi nyeri pergelangan tangan pada siswa pengendara sepeda motor di SMA Negeri 11 Denpasar tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang deskriptif. Metode pengambilan sampling adalah purposive sampling. Subyek penelitian adalah 315 siswa SMA Negeri 11 Denpasar yang memenuhi kriteria inklusi yaitu siswa yang mengendarai sepeda motor dan bersedia menjadi subyek penelitian serta kriteria eksklusi berupa siswa yang mengalami infeksi atau trauma serta pernah dilakukan operasi pada pergelangan tangannya. Data primer diambil dari kuesioner dan pengukuran langsung oleh peneliti. Berdasarkan hasil penelitian, prevalensi nyeri pergelangan tangan pada siswa pengendara sepeda motor di SMA Negeri 11 Denpasar pada tahun 2022 adalah 33,0%. Berdasarkan faktor risiko yaitu lama pengalaman berkendara, durasi berkendara per hari, jarak berkendara per hari, indeks massa tubuh, dan jenis kelamin, proporsi nyeri pergelangan tangan lebih banyak terjadi pada siswa yang mengendarai sepeda motor lebih dari 3 tahun (34,1%), siswa yang berkendara lebih dari 4 jam per hari (50,0%), siswa yang berkendara lebih dari 5 kilometer per hari (40,5%), siswa yang mengalami kekurangan berat badan tingkat berat (46,3%), dan siswa perempuan (49,0%). Diharapkan penelitian ini dapat digunakan lebih lanjut untuk meneliti hubungan antar faktor risiko. Kata kunci : prevalensi, nyeri pergelangan tangan, pengendara sepeda motor, siswa SMA
PREVALENSI TUMOR TULANG GANAS RSUP SANGLAH DENPASAR PADA TAHUN 2013-2015 Indraharsana, Ida Bagus Yudharma; Wiratnaya, I Gede Eka
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i09.P09

Abstract

Tumor tulang ganas sering bermetastasis atau menyebar keseluruh tubuh. Di hampir semua kasus, pengobatan untuk tumor ganas melibatkan kombinasi kemoterapi, radiasi, dan pembedahan. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran dan prevalensi tumor tulang ganas di RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian ini menggunakan rancangan retrospektif deskriptif terhadap 28 orang pasien tumor tulang ganas di RSUP Sanglah tahun 2013-2015. Terdiri dari tiga jenis tumor tulang ganas yaitu Osteosarcoma, Ewing Sarcoma, dan Chondrosarcoma. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa penderita tumor tulang ganas ganas (Osteosarcoma, Ewing Sarcoma, dan Chondrosarcoma) dari 28 orang sampel lebih banyak ditemukan pada jenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 15 orang (54%) dibandingkan penderita dengan jenis kelamin laki-laki yang berjumlah 13 sampel (46%). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tumor tulang ganas utamanya Osteosarcoma, Ewing Sarcoma, dan Chondrosarcoma didominasi oleh penderita pada usia remaja (13-20 tahun) yaitu sebanyak 17 orang (60,7%), usia dewasa awal (21-35 tahun) sebanyak 5 orang (17,9%), dewasa madya (36-60 tahun) sebanyak 4 orang (14,3%), dan masing-masing satu kejadian (3,6%) pada individu dengan pada usia anak dan dewasa lanjut. Kata kunci : Tumor tulang ganas, umur, jenis kelamin, jenis tumor, lokasi
KORELASI NEUTROPHIL TO LYMPHOCYTE RATIO DAN VOLUME PERDARAHAN MENGGUNAKAN COMPUTED TOMOGRAPHY (CT SCAN) KEPALA PADA PASIEN STROKE INTRACEREBRAL HEMORRHAGE AKUT Tiorisman, Nola; Baan, Junus; Asriyani, Sri; Zainuddin, Andi Alfian
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i07.P14

Abstract

Pendahuluan : Stroke merupakan keadaan darurat neurologis yang serius dan dapat menyebabkan kematian. Stroke merupakan tanda-tanda klinis gangguan fungsi otak fokal (atau global dalam kasus koma) yang berkembang cepat, yang berlangsung lebih dari 24 jam dan disebabkan oleh vascular. Intracerebral Hemorrhage (ICH) merupakan jenis stroke perdarahan yang terjadi pada parenkim otak. Metode: Desain Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien perdarahan otak akut untuk menilai korelasi antara kadar Neutrophil to Lymphocyte Ratio (NLR) dan volume perdarahan pada CT scan kepala pasien Intracerebral Hemorrhage (ICH). Stroke adalah penyebab kematian nomor dua di dunia, yang mempengaruhi sekitar 13,7 juta orang dengan mortalitas sekitar 5,5 juta setiap tahun. Sekitar 87% merupakan stroke infark, dan prevalensi terus meningkat secara substansial. Hasil: Penelitian ini terdiri dari 63 subjek menemukan bahwa 69,1% dari pasien stroke hemoragik adalah berusia 46-59 tahun, sedangkan 30,9% berusia 15-45 tahun. pada pasien dengan trauma kepala dengan nilai OR 1,309 (IK95% = 1,254-1,367). Bukti menunjukkan bahwa neutrofil meningkat secara dramatis dalam darah tepi selama 48 jam awal setelah terjadi perdarahan intracranial. Simpulan: Terdapat korelasi yang signifikan antara neutrophil to lymphocyte ratio (NLR) dengan volume perdarahan pasien ICH.Semakin rendah NLR maka semakin sedikit volume perdarahan yang ditemukan pada pasien ICH.Terdapat perbedaan yang signifikan antara rerata NLR pada kelompok ICH dengan kelompok non-ICH Kata Kunci: neutrophil to lymphocyte ratio., Intracerebral Hemorrhage., CT scan., Stroke
PENGARUH PENGARUH BUERGER ALLEN EXERCISE TERHADAP SKOR PEDIS PADA PENYEMBUHAN LUKA KAKI PASIEN ULKUS DIABETIK Desnita, Ria
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i07.P05

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan komplikasi yang menjadi masalah hospitalisasi utama pasien Diabetes Melitus (DM). Penyembuhan luka yang terganggu bisa berujung dengan amputasi sehingga menimbulkan masalah fisik dan psikososial pada pasien dan keluarganya. Proses penyembuhan luka kaki diabetik tidak hanya dipengaruhi oleh ketepatan dalam perawatan luka tetapi juga perlu memperbaiki sirkulasi perifer. Buerger allen exercise dapat memperbaiki sirkulasi perifer melalui mekanisme peningkatan perfusi dengan vasodilatasi pembuluh darah sehingga mempercepat penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh buerger allen exercise terhadap skor PEDIS (perfusi,extent,deept,infeksi,sensasi) penyembuhan luka pasien ulkus diabetik. Desain penelitian quasi experiment menggunakan pendekatan one group pre dan posttest without control group. Penelitian dilakukan di Kampuang Health Care Center. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling dengan besar sampel 16 orang. Kriteria inklusi: bersedia menjadi responden, pasien dengan ulkus kaki diabetik dan mengkonsumsi obat diabetes oral, menjalani perawatan luka modern dressing, berkomunikasi dengan baik. Intervensi diberikan 5 hari, 2 kali sehari. Hasil perbedaan skor PEDIS sebelum dan sesudah pemberian intervensi buerger allen exercise adalah sebesar 1,63. Berdasarkan uji statistik t-dependent test (paired test) didapatkan nilai p value = 0,000 (?<0,05), artinya buerger allen exercise berpengaruh terhadap skor PEDIS pada penyembuhan luka kaki pasien ulkus diabetik. Buerger allen exercise dapat digunakan sebagai salah satu terapi non farmakologis untuk membantu proses penyembuhan luka kaki diabetik.
Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Sambiloto (Andrographis paniculata Nees) dan Daun Kelor (Moringa oleifera L.) terhadap Bakteri Streptococcus pyogenes Pratiwi, Kadek Prastiti Surya; Jawi, I Made; Indrayani, Agung Wiwiek; Mahendra, Agung Nova
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i08.P11

Abstract

Cases of infection and antibiotic resistance by Streptococcus pyogenes are increasing. Sambiloto leaf has unique phytochemical, namely andrographolide as antibacterial and other phytochemicals such as alkaloids, flavonoids, phenols, saponins. Meanwhile, moringa leaves which are often consumed as vegetables have antibacterial activity with phytochemicals including vitamin C, alkaloids, flavonoids, phenolics, triterpenoids, and tannins. This study aimed to analyze the inhibition of the ethanolic extract of sambiloto leaf, moringa leaf, and their combination on the growth of Streptococcus pyogenes bacteria in vitro. This type of research is a research using true experimental post-test only control group design. The sample was divided into 2 groups: control group and the treatment group with variations in concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100%. Data were analyzed using the SPSS application using Kruskal-Wallis method with p<0.05. The results showed that the ethanolic extract of sambiloto leaves had no inhibition against Streptococcus pyogenes at a concentration of 25%, but had the highest inhibitory power at a concentration of 100%, which was 8.67 mm. The highest inhibitory power of moringa leaf ethanol extract was at 100%, which was 9 mm. The inhibition zone produced by the combination of the ethanol extract of sambiloto and moringa leaves showed a synergistic effect at a concentration of 100%, which was 9.33 mm. The positive control used amoxicillin with an inhibitory zone of 26.4 mm. Sambiloto leaf extract, moringa leaf, and their combination have an inhibitory effect on the growth of Streptococcus pyogenes bacteria with different concentrations of the extracts given. Keywords: inhibition test, extract, Andrographis paniculata Nees, Moringa oleifera L., Streptococcus pyogenes
CORRELATION OF HEMOGLOBIN LEVEL WITH CANCER STADIUM AT SANGLAH HOSPITAL DENPASAR IN 2019-2020 Andika Budiartha, Putu Gede; Suega, Ketut; Saraswati, Made Ratna; Bagiada, I Made
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i10.P05

Abstract

Kanker merupakan keganasan yang terjadi akibat sel dalam tubuh yang berkembang secara tidak terkendali sehingga dapat menyebabkan kerusakan bentuk maupun fungsi dari organ dimana sel tersebut tumbuh. Sel kanker memiliki keterkaitan dengan kerusakan gen yang mengontrol pertumbuhan, pembelahan, dan kematian sel. Kanker termasuk dalam salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Anemia merupakan gejala yang sering muncul pada pasien kanker. Kadar hemoglobin dapat menjadi parameter untuk menyatakan pasien mengalami anemia atau kadar hemoglobin yang rendah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin dengan stadium kanker pada pasien tahun 2019-2020 di RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode penelitian cross-sectional dan menggunakan pendekatan retrospektif dengan 50 pasien kanker yang terdata di buku register Divisi Hematologi dan Onkologi Medik (HOM) RSUP Sanglah Denpasar pada tahun 2019-2020. Dilakukan pada bulan Juli-September 2021 di RSUP Sanglah Denpasar dengan variabel bebas stadium kanker dan variabel terikat kadar hemoglobin. Hasil pengujian Chi-square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan (p>0,05) antara kadar hemoglobin dengan stadium kanker. Hal ini dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti seperti keadaan pasien sebelum dan sesudah melakukan kemoterapi, dan juga faktor usia. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan faktor lainnya yang lebih mempengaruhi seperti keadaan pasien sebelum dan sesudah melakukan kemoterapi, faktor usia, dan status gizi pada pasien yang menimbulkan penurunan kadar hemoglobin dan keparahan pada stadium kanker. Kata Kunci: kadar hemoglobin, stadium kanker, kanker, anemia
KARAKTERISTIK PASIEN SIROSIS HEPATIS DI RSUD Dr. H. CHASAN BOESOIRIE TERNATE zulhadji, fadilah megalisa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i09.P17

Abstract

Latar Belakang. Sirosis hepatis adalah akibat paling sering dari perjalanan klinis yang lama dari semua penyakit hati kronis yang ditandai dengan rusaknya parenkim hati. Sirosis hepatis menempati urutan ke-7 penyebab kematian di dunia. Maluku Utara sendiri belum ada data khusus yang menggambarkan karakteristik sirosis hepatis. Tujuan. Untuk mengetahui karakteristik pasien sirosis hepatis di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate tahun 2017-2021. Metode. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif observasional. Hasil. pasien sirosis hepatis paling banyak terjadi pada kelompok usia lansia akhir (56-65 tahun) sebanyak 11 kasus (47.8%) dan lebih sering pada laki-laki sebanyak 15 kasus (65.2%). Dari pekerjaan yang dikelompokan peneliti, pegawai mempunyai angka persentase yang lebih tinggi dibanding wiraswasta dan tidak bekerja yaitu kelompok pegawai sebanyak 7 kasus (30.4%), terdapat juga kategori lainnya (ibu rumah tangga dan swasta) sebanyak 11 kasus (47.8%). Pasien sirosis hepatis memiliki nilai kreatinin terbanyak 0,7-1,3 (normal) sebanyak 15 kasus (65%), jumlah trombosit paling banyak <150.000 yaitu sebanyak 13 kasus (57%), dan kadar albumin tertinggi pada kategori <3,0 sebanyak 19 kasus (83%). Untuk etiologi paling banyak yaitu hepatitis B sebanyak 13 kasus (57%). Simpulan. Usia lansia akhir (56-65 tahun), pekerjaan pada kategori lainnya termasuk ibu rumah tangga dan swasta, serta nilai kreatinin normal, penurunan trombosit (trombositosis), kadar albumin menurun, dan etiologi hepatitis B adalah karakteristik pasien sirosis hepatis di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate tahun 2017-2021. Kata kunci: Sirosis Hepatis., Karakteristik., Ternate
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI DEMAM BERDARAH TERHADAP PROFIL DARAH PASIEN DEMAM BERDARAH RAWAT INAP DI RSUD KOTA TANGERANG 2021 Hasanah, Nur; Hikma, Febrial; Betty, ,; Rahmah Fariati, Andriyani; Pratiwi, Sindia
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i10.P10

Abstract

Demam Berdarah Dengue adalah penyakit infeksi karena virus dengue yang ditularkan melalui gigitan Nyamuk Aedes Aegypti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi pengobatan Demam Berdarah (DBD) terhadap nilai Hematokrit, Trombosit, HB, SGOT, SGPT, dan Leukosit Pada pasien DBD di RSUD Kota Tangerang Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan teknik non probility sampling, metode retrospektif menggunakan data rekam medis pasien, sampel yang digunakan sebanyak 134 pasien. Hasil penelitian diperoleh bahwa karakteristik pasien DBD di dominasi oleh jenis kelamin laki-laki (50.7%), dengan rentan usia 26-45 (36.2%), berpendidikan SLTA (31.3%), tidak memiliki penyakit penyerta (87,7%), hasil laboratorium sebelum pengobatan menunjukkan nilai Hematokrit dalam kadar rendah atau <37% sebanyak 50.0% pesien, setelah pengobatan nilai hematocrit pasien menjadi normal atau 37-52%, sebanyak 55.5% pasien, nilai trombosit pasien sebelum pengobatan memiliki kadar rendah (<150.000 µl) sebanyak 91,8% pasien dan setelah pengobatan nilai trombosit berada pada katagori normal (150.000-450.000µl) sebanyak 62,6% pasien. Nilai Hemoglobin sebelum pengobatan rendah <12g/DL sebanyak 61,9% pasien dan setelah pengobatan menjadi normal 12-18 g/DL sebanyak 68,7% pasien, dan nilai leukosit sebelum pengobatan rendah <4500(µl) (92,5% pasien) dan setelah pengobatan normal 4500-11000(µl) (54,4% pasien), Nilai SGOT normal 5-35 U/L sebanyak 66.7% pasien,dan SGPT normal 5-35 U/L(83.3%). Kesimpulan: Pasien DBD menunjukkan nilai trombosit, hemaglobin dan leukosit yang rendah, terapi pengobatan yang diberikan yaitu golongan cairan infus Ring Lactat (100.0%), golongan analgetik sebanyak (87.7%) dan suplemen makanan berupa Curcuma, vitamin, zink dan asam folat (21%) serta obat lainnya sesuai gejala klinis pasien. Terapi pengobatan yang digunakan mampu memperbaiki kondisi hematologi pasien, dengan masa rawat inap 3 hari
PERBANDINGAN GAMBARAN MRI DARI PERUBAHAN PATOLOGIS ELEMEN COLLUMNA VERTEBRALIS PADA FRAKTUR VERTEBRA METASTASIS DAN FRAKTUR VERTEBRA INFEKSI. Malik, Dwi Maheza; Ilyas, Muhammad; Muis, Mirna
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i09.P14

Abstract

Salah satu kelainan vertebra yang mengakibatkan kecacatan dan kematian tertinggi adalah fraktur vertebra. Sumber daya yang diperlukan dalam penanganan atau manajemen perawatan akibat fraktur vertebra ini sangat besar sehingga diperlukan suatu manajemen yang efektif dalam pencegahan dan tatalaksana fraktur vertebra. Penelitian ini dlakukan untuk mengetahui bagaimana perbandingan gambaran MRI dari perubahan patologis elemen collumna vertebralis pada fraktur vertebra metastasis dan fraktur vertebra InfeksiPenelitian dilakukan di Instalasi Radiologi RS Wahidin Sudirohusodo Makassar dari bulan Juli 2022 hingga Januari 2023 dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 112 orang. Terdapat 59 pasien laki-laki (52%) dan 53 pasien perempuan (48%) dari usia 31 hingga usia 90 tahun. Pada penelitian ini didapatkan bahwa fitur MRI yang paling akurat untuk diagnosis fraktur vertebra metasatsis adalah destruksi tulang dengan lesi osteolitik, osteoblastik maupun campuran serta sparing dari discus intervertebralis sedangkan pada fraktur vertebra infeksi adalah keterlibatan diskus dengan penyempitan celah dan perubahan intensitas discus disertai pembentukan abses jaringan lu`nak paravertebra, jika temuan MRI ini ada lalu ditambahkan satu atau 2 temuan lainnya maka akan cukup untuk penegakkan diagnosis pasien Kata Kunci: Perbandingan., Fraktur Vertebra Metastasis., Fraktur Vertebra Infeksi., MRI Vertebra., Derajat Fraktur Vertebra (Klasifikasi Genant)

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue