cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
HUBUNGAN DERAJAT KEPARAHAN AKNE VULGARIS DAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER Paramahamsa, Shirdi; Saraswati Sudarsa, Prima Sanjiwani; Suryawati, Nyoman; Elis Indira, I Gusti Ayu Agung
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i10.P06

Abstract

Akne vulgaris adalah kelainan dermatologis yang multifaktorial, salah satu faktornya yaitu stres. Kondisi stres akan merangsang produksi hormon androgen yang mengakibatkan meningkatnya sebum dan keratinosit sehingga memicu terjadinya akne vulgaris. Tujuan dilakukan penelitian untuk membuktikan apakah ada hubungan derajat keparahan akne vulgaris dengan tingkat stres pada mahasiswa kedokteran di Universitas Udayana. Pada penelitian menggunakan desain penelitan analitik cross sectional dengan pengambilan data primer derajat keparahan akne vulgaris melalui foto wajah responden dan tingkat stres melalui kuisioner PSS-10. Sampel yang didapatkan yakni 72 orang yang diperoleh melalui metode consecutive sampling. Hasil penelitian ditemukan responden dengan derajat keparahan akne ringan, yaitu 34 orang (47,2%) dan akne sedang, yaitu 38 orang (52,8%). Sedangkan responden dengan tingkatan stres ringan, yaitu 10 orang (13,9%), stres sedang, yaitu 49 orang (68,1%) dan stres berat, yaitu 10 orang (13,9%). Dari uji statistik melalui chi-square ditemukan p= 0,024 yang menunjukan ada hubungan derajat keparahan akne vulgaris dengan tingkat stres. Kata kunci: Akne vulgaris, mahasiswa kedokteran, stres
INDEKS KOLAPSIBILITAS (CI) SEBAGAI PREDIKTOR HIPOTENSI PADA PASIEN DENGAN ANESTESI UMUM Pranata, I Made Harry; Adi, Made Septyana Parama; Suarjaya, I Putu Pramana; Kurniyanta, Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i10.P02

Abstract

Intraoperative hypotension (IOH) is important to identify early because it is associated with high morbidity and mortality in old age. Ultrasonographic measurement of the inferior vena cava collapsibility index (IVCCI) can detect volume responsiveness in circulatory shock. The purpose of this study was to examine the collapsibility index (CI) as a predictor of hypotension in patients under general anesthesia. This study was an observational cross-sectional design in adult patients who underwent elective surgery under general anesthesia at Sanglah General Hospital from December 2021 to January 2022 using a consecutive sampling technique. Immediate postinduction changes in systolic and mean blood pressure were compared. The performance of the IVC CI as a diagnostic tool for predicting hypotension (systolic pressure?<?90?mmHg or a???30% drop from the baseline) was evaluated by ROC curve analysis. At the point of collapsibility index (CI) ? 47, there were 29 patients (96.7%) with hypotension. At the point of collapsibility index (CI) < 47, there was 1 patient (3.3%) with hypotension and 24 patients (100%) without hypotension. The cut-off level of collapsibility index (CI) is obtained with the Receiver Operating Curve (ROC) curve, below 0.985. The cut-off CI level for hypotension was 47.0 with a sensitivity of 96.7% and specificity of 100%. There is a significant relationship between IVC CI with a decrease in MAP before and after induction at 4,8, and 10 minutes (p<0,05). The collapsibility index (CI) 50 can be used as a predictor of the incidence of hypotension in patients under general anesthesia. Keywords : hypotension, collapsibility index, general anesthesia.
IDENTIFIKASI SUBTIPE Enterotoxigenic Escherichia coli DAN Enteroaggregative Escherichia coli PADA BIJI KOPI FESES LUWAK (Paradoxorus hermaphroditus) DARI BEBERAPA AGROWISATA DI BALI Wira Guna, I Gede Bhima; Budayanti, Ni Nyoman Sri; Hendrayana, Made Agus; Sukrama, I Dewa Made
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i09.P15

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Kopi luwak merupakan salah satu kopi yang terkenal akan citra rasanya. Indonesia merupakan salah satu penghasil kopi luwak terbaik di dunia, Bali merupakan salah satu tempat yang banyak memproduksi kopi luwak. Kopi luwak berasal dari hasil pencernaan hewan luwak yang memakan biji kopi. Luwak merupakan hewan berdarah panas yang didalam sistem pencernaannya terdapat banyak bakteri flora nomal, yaitu Escherichia coli. Pada proses pengolahan dari biji kopi feses luwak masih banyak dilakukan secara tradisional, hal tersebut membuat petani luwak yang mengolah berpeluang tercemar bakteri Escherichia coli sehingga dapat menyebabkan diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengdentifikasi adanya bakteri Escherichia coli subtipe Enterotoxigenic Escherichia coli (ETEC) dan Enteroaggergative Escherichia coli (EAEC) pada biji kopi feses luwak dari beberapa agrowisata di Bali. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian observasional. Penelitian ini menggunakan sebanyak 18 sampel yang diambil pada agrowisata di setiap kabupaten dan kota di Bali. Seluruh sampel diperiksa di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Sampel tersebut dikultur pada media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA) dan hasil murni bakteri Escherichia coli dilanjutkan uji konfrontasi menggunakan pengecatan gram, serta tahap identifikasi subtipe ETEC dan EAEC dengan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Hasil: Dari 18 sampel yang dikumpulkan, 13 (72%) sampel positif bakteri Escherichia coli. 13 sampel positif dilanjutkan ke proses PCR dan didapatkan tidak terdeteksi adanya subtipe ETEC dan EAEC. Simpulan: Pada penelitian ini ditemukan bakteri Escherichia coli pada Sebagian besar sampel biji kopi feses luwak yaitu 72%. Namun setelah diidentidikasi lebih lanjut pada metode PCR, tidak adanya subtipe ETEC dan EAEC pada seluruh sampel positif Escherichia coli. Kata Kunci : Biji kopi feses luwak, Escherichia coli, Diare
KARAKTERISTIK OSTEOSARKOMA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT PROF. DR. I.G.N.G. NGOERAH DENPASAR Ghanaputri, Made Maharani Calistha; Eka Wiratnaya, I Gede; Suyasa, I Ketut; Yuda Asmara, Anak Agung Gde
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i10.P07

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Osteosarkoma adalah keganasan jaringan tulang yang dapat ditemukan pada anak-anak, remaja, serta lansia. Osteosarkoma memerlukan pendeteksian dan penanganan sejak dini. Tujuan: Mengetahui karakteristik penderita osteosarkoma di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar Tahun 2018 – 2020 berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi tulang, klasifikasi tipe lesi, dan penatalaksanaan. Metode: Sampel populasi penelitian ini adalah penderita osteosarkoma yang dirawat di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar pada tahun 2018 – 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan lini waktu secara retrospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil dan Kesimpulan: Sebagian besar penderita berada dalam kelompok usia 11-20 tahun. Sebagian besar penderita berjenis kelamin laki-laki. Sebagian besar lesi terjadi pada os femur. Lesi kebanyakan adalah osteosarkoma konvensional. Sebagian besar penderita menjalani perawatan kemoterapi. Hasil penelitian yang dilakukan sesuai dengan hasil penelitian-penelitian sebelumnya. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas serta untuk menemukan hubungan antarvariabel dengan outcome penderita. Kata kunci : Karakteristik, Kemoterapi, Osteosarkoma, Tumor Tulang
PENGARUH MODEL PELATIHAN DIRECT INSTRUCTIONAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PERSIAPAN MENYUSUI PADA IBU HAMIL DI KLINIK IDAMAN PADANG amna, fitra afrida
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i10.P03

Abstract

Persiapan menyusui merupakan pengetahuan dan keterampilan pada ibu hamil untuk memberikan ASI pada bayi tanpa tambahan makanan atau minumam apapun kecuali obat dan vitamin, selama 6 bulan berturut-turut. Kasus rendahnya pengetahuan dan keterampilan persiapan menyusui pada ibu hamil setiap tahun meningkat. Berdasarkan Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia tahun 2022 cakupan ASI Eksklusif meningkat menjadi 55,4 % namun data dari Dinkes Kota Padang tahun 2022 angka cakupan ASI Eksklusif sebesar 73,7%. Hal ini jauh dibawah target nasional sebesar 80%. Persiapan pemberian ASI sebaiknya mulai dilakukan saat ibu hamil secara fisik dengan cara memperhatikan nutrisi, istirahat cukup, serta mempersiapkan payudara dengan melakukan perawatan payudara. Persiapan secara psikologis dengan meyakini bahwa dirinya siap untuk menyusui, mampu menghasilkan ASI yang cukup untuk bayinya serta mendapat dukungan dari lingkungan sekitar dan petugas kesehatan. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil tentang persiapan menyusui menggunakan model Pelatihan Direct Instructional yang merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil tentang persiapan menyusui, agar ibu hamil memiliki pengetahuan dasar untuk menghasilkan ASI yang baik. Penelitian ini menggunakan quasi ekperimen. Data menggunakan kuisioner dan lembar observasi. Uji statistik menggunakan uji t-test. Analisis data disajikan untuk mengambarkan Pengaruh Pelatihan Model Direct Instructional Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Hamil tentang Persiapan Menyusui Di Klinik Idaman Kota Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ada perbedaan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam mempersiapkan diri menyusui setelah diberikan pelatihan direct instructional (p = 0.000). Penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam mempersiapkan diri untuk menyusui sebelum melahirkan, serta meningkatkan angka pemberian ASI eksklusif pada bayi di Indonesia. Kata kunci : Pengetahuan; Keterampilan; Direct Instructional.
GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN TB DI PUSKESMAS SERIRIT I PADA TAHUN 2023 Mardaningrat, Gede Ari Mahendra; Utami, Made Aristia; Yuliardiani, Danik
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i09.P16

Abstract

Penyakit tuberkulosis atau TB saat ini adalah masalah kesehatan masyarakat di antara penyakit menular di dunia. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kepatuhan pengobatan dari pasien tuberkulosis di puskesmas Seririt I. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yang dilaksanakan di Puskesmas Seririt I sejak Januari 2023-Juli 2023. Penelitian ini menggunakan design crossectional di mana jumlah sampel digunakan sejumlah 25 orang yang diambil menggunakan teknik sampling yaitu total sampling. Pengumpulan data bersumber dari kartu pengambilan obat-obatan TB dan rekam medis pasien. Data penelitian dirangkum ke dalam microsoft excel dan data kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan SPSS versi 16.0. Hasil penelitian berupa data karakteristik pasien dengan infeksi tuberkulosis di Puskesmas Seririt I yang menunjukkan bahwa pasien dengan infeksi tuberkulosis terbanyak pada kelompok laki-laki (80%), kelompok usia 50-60 tahun (40%), asal daerah Bubunan Buleleng 20%, TB dengan kasus baru (84%), TB tanpa adanya komorbid (80%), pasien TB yang terkonfirmasi bakteriologis (60%), lokasi infeksi TB paling banyak di paru (96%), pengobatan TB menggunakan kategori I reguler (84%) dan pauh berobat (96%). Kepatuhan pengobatan pasien TB sangat penting, dengan keteraturan pengobatan sehingga dapat tercapainya tingkat kesembuhan yang tinggi pada pasien TB dan juga menghindari adanya kekebalan dari bakteri penyebab infeksi TB terhadap obat-obatan TB. Kata kunci : karakteristik, tuberkulosis, kepatuhan.
HUBUNGAN KOMPONEN DALAM PEMERIKSAAN DARAH LENGKAP TERHADAP TINGKAT KEPARAHAN KLINIS PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS UDAYANA Suteja, Richard Christian; Purnamasidhi, Cokorda Agung Wahyu; Krisnawardani K, Cokorde Istri Yuliandari; Suastika, Luh Oliva Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i10.P08

Abstract

COVID-19 merupakan suatu wabah yang memiliki tingkat penularan yang cukup tinggi. Oleh karena ketersediaan yang sangat tinggi, pemeriksaan darah lengkap berpotensi digunakan sebagai skrining awal terjadinya tingkat keparahan klinis yang berat pada pasien COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komponen pemeriksaan darah lengkap terhadap tingkat keparahan klinis pasien pada COVID-19. Sebuah studi potong lintang dilakukan di Rumah Sakit Universitas Udayana pada pasien COVID-19 berusia 18-59 tahun yang terkonfirmasi via RT-PCR dan dirawat inap pada Maret 2020 hingga Maret 2021. Pasien dengan rekam medisnya tidak lengkap, tidak menjalani pemeriksaan darah lengkap pada hari pertama, menderita keganasan hematologis, terinfeksi HIV, atau menderita komorbid autoimun dieksklusi dari subyek yang akan dianalisis. Subyek yang telah dibagi menjadi kelompok kritis dan non-kritis berdasarkan kriteria kementerian kesehatan RI kemudian dianalisis hubungannya terhadap komponen dalam pemeriksaan darah lengkap pada hari pertama rawat inap berupa hemoglobin, leukosit, eosinofil, basofil, neutrofil, limfosit, monosit, trombosit, dan komponen turunannya. Variabel usia, jenis kelamin, dan komorbid juga dianalisis untuk menyingkirkan pengaruh variabel perancu. Analisis menemukan bahwa leukosit, eosinofil, basofil, neutrofil, limfosit, monosit, trombosit, NLR, PLR, dan MLR berhubungan secara signifikan terhadap tingkat keparahan klinis pada pasien COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Udayana. Hemoglobin tidak berhubungan secara signifikan tingkat keparahan klinis pada pasien COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Udayana. Temuan ini dapat membantu klinisi untuk menilai potensi terjadinya perburukan tingkat keparahan klinis menjadi tingkatan berat hingga kritis pada pasien COVID-19.
DETEKSI KEBERADAAN GEN hla SEBAGAI GEN PENYANDI ?-TOXIN HEMOLYSIN PADA ISOLAT METHICILLIN-RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS (MRSA) TERISOLASI DI LABORATORIUM MIKROBIOLOGI KLINIK RSUP PROF. DR. I.G.N.G. NGOERAH Saraswati, I Gusti Ayu Agung Putri Indria; Fatmawati, Ni Nengah Dwi; Darwinata, Agus Eka; Pinatih, Komang Januartha Putra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i09.P18

Abstract

Latar Belakang : MDROs adalah mikrooganisme yang resisten terhadap beberapa antibiotic. Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) termasuk ke dalam MDROs, dimana dapat menyebabkan beberapa penyakit pada manusia seperti misalnya keracunan makanan dan infeksi kulit. Alfa-hemolysin merupakan salah satu faktor virulensi yang dimiliki oleh bakteri S. aureus termasuk MRSA. Faktor virulensi ini banyak berkontribusi dalam patogenesis beberapa penyakit dan infeksi pada tubuh manusia, beberapa diantaranya adalah pneumonia, abses otak, sepsis, infeksi kornea, sepsis artritis, bakteremia, trombositopenia. Oleh karena itu, sangat penting untuk dilakukan deteksi secara genotif terhadap keberadaan faktor virulensi ini dengan mendeteksi gen hla sebagai penyandi protein ?-hemolysin. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan gen hla sebagai gen penyandi ?-hemolysin pada isolat MRSA di Laboratorium Mikrobiologi Klinik RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, Bali. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang (cross-sectional) deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 29 buah dan diambil dari stok gliserol MRSA di Laboratorium Mikrobiologi Klinik RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, kemudian MRSA ditumbuhkan pada media agar darah. Selanjutnya, dilakukan isolasi DNA dengan menggunakan metode boiling. PCR dan elektroforesis dilakukan di Unit Laboratorium Biomedik Terpadu FK Unud divisi Bakteriologi dan Virologi. Setelah didapatkan hasil secara genotif, dilakukan inokulasi 2 sampel yang positif gen hla dan 2 sampel yang negative gen hla untuk konfirmasi secara fenotif keberadaan faktor virulensi ?-hemolysin. Hasil : Sebanyak 29 sampel yang diteliti, ditemukan sejumlah 7 sampel (24.14%) yang memiliki gen hla. Sejumlah 2 sampel (6.90%) berasal dari isolat darah, dan 5 sampel (14.24%) berasal dari isolat jaringan luka. Hasil inokulasi menunjukkan dari 4 sampel, sejumlah 3 sampel menunjukkan hasil positif ?-hemolysis dan 1 sampel tidak terdapat zona hemolysis. Simpulan : Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada isolat MRSA yang terisolasi dari spesimen klinis di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah pada tahun 2021, terdeteksi gen penyandi ?-toxin hemolysin (hla) dengan persentase sebesar 24.14%. Namun demikian terdapat perbedaan hasil antara deteksi genotif dan fenotif, mengindikasikan bahwa terdapat faktor virulensi lain yang dimiliki oleh MRSA untuk menimbulkan hemolisis.
IDENTIFIKASI KEBERADAAN KARBOHIDRAT DALAM SISA AIR PASCA MEMASAK NASI MENGGUNAKAN PENANAK NASI RENDAH KARBOHIDRAT Winarno, Bondan; Saraswati, Made Ratna
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i10.P04

Abstract

Penanak nasi rendah karbohidrat memberikan klaim penurunan kandungan total karbohidrat dalam nasi dengan memisahkan pati yang keluar dari beras saat proses memasak. Pati tersusun atas amilosa dan amilopektin, amilosa hanya memiliki ikatan ?(1-4) sedangkan amilopektin memiliki ikatan ?(1-4) dan cabang ?(1-6). Keduanya mampu membentuk kompleks dengan molekul iodin dan memberikan warna biru. Sifat ini yang digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan pati. Penelitian ini melakukan identifikasi adanya kandungan pati di dalam sisa air pasca masak menggunakan penanak nasi rendah karbohidrat. Identifikasi karbohidrat dilakukan pada sisa air menggunakan larutan lugol iodin 1%. Hasil penelitian menunjukkan sisa air masak teridentifikasi memiliki kandungan pati yang terlarut di dalamnya. Setelah pemberian larutan lugol idoin 1%, sisa air masak mengalami perubahan warna dari keruh menjadi biru yang mengindikasikan adanya pati yang terlarut.
POTENSI EKSTRAK DAUN KUMIS KUCING (Orthosiphon aristatus) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Malassezia furfur SECARA IN VITRO Akbar, Rafi Thoriq; Setyaningsih, Yuni; Faranita, Tri; Thadeus, Maria Selvester
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i10.P01

Abstract

Dermatomikosis dengan frekuensi tertinggi kedua di Indonesia adalah pitiriasis versikolor yang disebabkan oleh jamur Malassezia furfur. Obat berbahan kimia dapat memiliki efek resisten dan merugikan jika digunakan dalam jangka waktu yang lama. Daun kumis kucing mengandung zat bioaktif yang diketahui memiliki kemampuan menekan perkembangan jamur, antara lain alkaloid, saponin, tanin, fenolik, flavonoid, triterpenoid, steroid, dan glikosida. Tujuan dari penelitian ini untuk memastikan apakah ekstrak daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) dapat secara efektif menghentikan pertumbuhan jamur M. furfur. Penelitian ini menggunakan rancangan kelompok post test dan termasuk dalam kategori penelitian eksperimen murni yang dilakukan secara in vitro di laboratorium. Metode difusi sumuran digunakan untuk uji aktivitas antijamur. Pertumbuhan M. furfur sebagai variabel terikat dalam uji aktivitas antijamur yang menggunakan metode difusi sumuran dan variabel bebas berupa konsentrasi ekstrak 1,25%, 2,5%, 5%, 10%, dan 25%. Variabel kontrol terdiri dari kontrol positif ketokonazol 2% dan kontrol negatif larutan DMSO. Uji Post-Hoc Mann-Whitney digunakan setelah uji statistik Kruskal-Wallis. Pada 24 dan 48 jam dilakukan pengamatan zona hambat. Hasilnya menunjukkan bahwa daun kumis kucing berhasil mencegah pertumbuhan M. furfur, dengan zona hambat rata-rata terbesar adalah 5,99 mm pada konsentrasi 10%, sehingga menghasilkan perbedaan signifikan pada hasil uji statistik.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue