cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23557265     EISSN : 26146134     DOI : -
Bhineka Tunggal Ika (BTI), p-ISSN 2355-7265, is an online peer-reviewed journal and aims to provide a forum for researchers, professionals, lecturer, and educational practitioners on all topics related to civics education or PPKn. Bhineka Tunggal Ika consists of high-quality technical manuscripts on advances in the state-of-the-art of civic education; both theoretical approaches and practical approaches are encouraged to submit. All published articles in Bhineka Tunggal Ika are freely accessible in that website. Published 2 issues per year (May and November).
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
PERBANDINGAN KEAKTIFAN BELAJAR PADA MATAPELAJARAN PKN Andini Malinda; Alfiandra Alfiandra; Kurnisar Kurnisar
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 7, No 1 (2020): Bhineka Tunggal Ika : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v7i1.8727

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to investigate the comparison between student’s activity in studying civic through inside-outside circle and bamboo dancing method of SMP Srijaya Negara Palembang. Qualitative approach method was used. The samples were 54 students, selected by using a purposive sampling method in nonprobably sampling of 267 students as population. The obtained data were analysed by using paired sample t-test. Document and observation were used to collect the data. The result showed that there were significant differences in both inside-outside circle class (average = 75.07) and bamboo dancing class (average = 71.44). furthermore, it was also proved through t-test that Sig = .015 < .05 means that Ha was excepted Ho was rejected. In conclusion, there were significant differeces in students activity through inside-outside circle cooperative learning method.  Key Word : Student Activity, Inside-Outside Circle, Bamboo Dancing.  Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan keaktifan belajar siswa antara menggunakan model pembelajaran inside-outside circle dengan tari bambu pada mata pelajaran PKn di SMP Srijaya Negara Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini 267 siswa dengan jumlah sampel 54 siswa yang ditentukan menggunakan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data melalui dokumentasi dan observasi. Pengujian hipotesis menggunakan rumus t-test dua sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan keaktifan belajar siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe inside-outside circle  dan model pembelajaran kooperatif tipr tari bambu. Dimana dibuktikan melalui hasil uji hipotesis bahwa sig = .015 < .05 sehingga Ha diterima Ho ditolak. Kemudian diketahui bahwa nilai rata-rata pada kedua kelas memiliki nilai yang berbeda. Pada kelas inside-outside circle memiliki nilai rata-rata sebesar 75.07 sedangkan nilai rata-rata pada kelas tari bambu adalah sebesar 71.44. Kata Kunci: Keaktifan Belajar, Inside-Outside Circle, Tari Bambu 
PERANAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBANGUN CIVIC CONSCIENCE Yunisca Nurmalisa; Ana Mentari; Rohman Rohman
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 7, No 1 (2020): Bhineka Tunggal Ika : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v7i1.10082

Abstract

The phenomenon at this time, we often find children no longer respect parents, anti-social attitudes that appear from everyday life both at school and society. In global competition, a nation needs to be an innovative nation to become a superior nation. Then the need for a strong order of values and policies so that the crisis of culture and national disintegration does not occur in Indonesia. Education in Indonesia must instill national character and spirit originating from the nation's cultural roots and based on Pancasila as the basis of country, philosophy, and noble values. Through, citizenship education learning is expected to be a solution in fostering citizens who have social awareness.
PENGAJARAN NILAI BELA NEGARA MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI UPAYA CEGAH DINI TERHADAP RADIKALISME Surryanto Waluyo; Fauzia Gustarina Cempaka Timur; Ningsih Susilawati
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 8, No 1 (2021): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v8i1.12125

Abstract

ABSTRAKAncaman radikalisme dan terorisme hingga saat ini masih berkembang di Indonesia. Kelompok yang rentan dari pergerakan gerakan radikal ini adalah pelajar sekolah menengah atas, civitas akademika kampus, serta masyarakat umum secara terbatas. Hal ini tentu saja menjadi ancaman serius bagi negara, karena dapat mengancam keamanannasional dan masyarakatnya. Oleh karena itu, perlu dilalukan pencegahan dini terhadap radikalisme yang dapat berujung pada aksi terorisme. Tindakan pencegahan ini dapat dilakukan melalui berbagai upaya seperti meningkatkanketahanan masyarakat. Dalam menjawab persoalan di atas, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analitis deskriptif, sehingga penelitian ini mendeskripsikan mengenai fenomena gerakan radikal dan aksi terorisme di Indonesua dan menganalisis upaya pencegahan dini yang dapat dilakukan oleh Pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua pola penyebaran radikalisme di Indonesia, yaitu melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tertentu dan pembentukan kelompok-kelompok kajian. mengingat rentanya masyarakat khususnya kaum pelajar akan ancaman radikalisme ini, maka upaya pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan pemahaman bela negara melalui mata pelajaran Pendidikan dan Kewarganegaraan. Dalam pelajaran ini, siswa / mahasiswa diberikan pemahaman mengenai nilai-nilai dasar bela negara, sehingga ancaman dari paham-paham radikalisme terhadap masyarakat dapat dicegah secara dini.Kata kunci: Radikalisme, Terorisme, Bela Negara, Perguruan Tinggi, dan Keamanan Nasional ABSTRACTAbstract:The threat of radicalism and terrorism is still on developing phase in Indonesia. Groups that are vulnerable to this radical movement are high school students, the campus academic community, and society in a limited manner. This is a serious threat to the state because it can threaten national security and the society. Therefore, it is necessary to do early prevention against radicalism which can lead to acts of terrorism. This preventive action can be done through various efforts such as increasing community resilience. In answering the problems above, this study uses a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Furthermore, this research will describe the phenomenon of radical movements and acts of terrorism in Indonesia and analyzes early prevention efforts that can be carried out by the Government. The results showed that there were two patterns of the spread of radicalism in Indonesia, first, through non-governmental organizations (NGOs) and the formation of study groups. Furthermore, preventive action could be carried out by providing an understanding of state defense through Civic Education. In this lesson, the students are given an understanding of the basic values of state defense, so radicalism threat can be prevented early.Keywords: Radicalism, Terrorism, State Defense, Higher Education, and National Security
KOLEKTIVITAS SEBAGAI SISTEM NILAI PANCASILA DALAM PERKEMBANGAN LINGKUNGAN STRATEGIS DI INDONESIA: SUATU STUDI REFLEKTIF Hayatul Khairul Rahmat; M. Adnan Madjid; Syahti Pernanda
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 7, No 2 (2020): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v7i2.11317

Abstract

Abstract: Respondin to the development of the strategic environment provides opportunities and motivation for efforts to solidify the values of Pancasila as a philosophy of national life. For this reason, the study is needed to understand the collectivity as a Pancasila value system in the development of the strategic environment in Indonesia. This research used a library research method with a descriptive approach. The findings of this research are the collectivity in the life of the Indonesian people is a form of joint work of the Indonesian people in achieving the common goals of the Indonesian people so that Indonesia continues to stand on the basis of Unity in Diversity (Bhinneka Tunggal Ika) and not on the basis of the minorities of Indonesia's diversity. Pancasila is a philosophy of the personality of the Indonesian nation that was born from the collectivity of the nation's culture so that becoming a Pancasila is certainly able to face the development of a strategic environment both at the national and local levels. The use of Pancasila has become an instrument in order to maintain the integrity of the Indonesia and also to support national security.Keywords: Pancasila, Strategic Environment, Collectivity. Abstrak:  Menyikapi perkembangan lingkungan strategis memberikan peluang dan motivasi bagi upaya-upaya memantapkan nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa. Untuk itu, maka sangatlah diperlukan sebuah kajian untuk memahami tentang  kolektivitas sebagai sistem nilai Pancasila dalam perkembangan lingkungan strategis di Indonesia. Penulisan ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif. Temuan dari penelitian ini yaitu kolektivitas dalam kehidupan bangsa Indonesia adalah bentuk kerja bersama bangsa Indonesia dalam mencapai tujuan bersama bangsa Indonesia sehingga Indonesia terus berdiri atas dasar ke-Bhinneka Tunggal Ika dan bukan atas dasar minoritas-mayoritas dari keberagaman Indonesia tersebut. Pancasila merupakan sebuah falsafah kepribadian bangsa Indonesia yang terlahir dari kolektivitas budaya bangsa sehingga menjadi Pancasila tentunya mampu menghadapi perkembangan lingkungan strategis baik dalam tataran nasional maupun tataran lokal. Penggunaan Pancasila ini menjadi instrumen dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan juga untuk mendukung keamanan nasional.Kata kunci: Pancasila, Lingkungan Strategis, Kolektivitias
PEMBENTUKAN KARAKTER PADA SISWA DI SEKOLAH BERASRAMA DALAM MENGHADAPI MASALAH SOSIAL Zainul Mustofa; Rini Setiyowati
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 8, No 1 (2021): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v8i1.12479

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pembentukan karakter pada siswa yang bersekolah di sekolah berasrama. Karakter menentukan individu dalam bersikap ketika menghadapi konflik. Manifestasi karakter yang paling fundamental muncul bila seseorang dihadapkan pada permasalahan yang cenderung merugikan mereka. Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam menemukan potensi baik dan mengembangkannya agar menjadi karakter dalam diri siswa. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian survei dilakukan untuk memetakan sejumlah 156 siswa di SMK Al Munawwariyyah. Hasil survei menunjukkan bahwa Sebagian besar siswa memiliki karakter pantang menyerah 66.7%, lapang dada 87.8%, inovatif 73.7%, disiplin 80.6%, bertekad kuad 60.9%, demokratis 78.2%, peduli 97.4%, tanggungjawab 83.3%, dan bersahabat 85,9%. Sebagai upaya dalam pembentukan karakter sekolah perlu meningkatkan program ekstrakurikuler untuk mengasah karakter siswa agar semakin baik saat terjun dalam masyarakat.Kata Kunci : karakter, masalah sosial, sekolah berasrama ABSTRACTThe purpose of this study was to analyze the character building of students who attend boarding schools. Character determines the individual's attitude when facing conflict. The most fundamental manifestation of character appears when a person is faced with problems that tend to harm them. School as an educational institution has an important role in finding good potential and developing it so that it becomes a character in students. This research is a survey research with a quantitative approach. The survey research was conducted to map a number of 156 students at SMK Al Munawwariyyah. The survey results showed that most of the students had an unyielding character of 66.7%, roomy 87.8%, innovative 73.7%, discipline 80.6%, determined to quadruple 60.9%, democratic 78.2%, caring 97.4%, responsibility 83.3%, and friendly 85.9% . As an effort in shaping school character, it is necessary to improve extracurricular programs to hone student character so that it is better when they are involved in society.Keywords: character, social problems, boarding school
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELALUI PENDEKATAN PICTURE AND PICTURE PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Salwa Awa Iqlima; Heri Hidayat; Heny Mulyani; Sely Rosmiati; Tia Rahmawati
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 7, No 2 (2020): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v7i2.10390

Abstract

Abstract: In the learning process every teacher must know must know the models in teaching, so students can follow the learning well. One learning model that can be done is to use picture and picture model that can develop students’s abilities in obtaining material. In the learning process picture and picture the teacher shows the pictures to students in an sorted / paired into a logical sequence. These images are the main factors in the learning process from beginning to end. So students can focus and rull well. The learning has the characteristics of active, innovative, creative and fun. In conducting research in class 2 SDN 267 Griya Bumi Antapani we conducted 2 studies, namely the control class and the experimental class. In entering the control class we only use the lecture method while in the experimental class we use a picture and picture model with image media. From the result of the data that we obtained showed that the control class did not understand the material provided by the teacher while the experimental class understood the material provided by the teacher and could apply it in everyday life.
PERAN PARTAI KEADILAN SEJAHTERA SEBAGAI WAHANA PENDIDIKAN POLITIK GUNA MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI PANCASILA Arif Prasetyo Wibowo; Cecep Darmawan
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 8, No 1 (2021): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v8i1.11985

Abstract

Partai politik memiliki peranan yang sangat menentukan dalam keberlangsungan sistem demokrasi modern dan merupakan pilar utama sistem politik nasional. Oleh karena itu pendidikan politik dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mengetahui fenomena yang terjadi dalam kehidupan partai politik sebagai proses demokratisasi di Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini membahas mengenai makna pendidikan politik bagi Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Jawa Barat, hubungan platform partai terhadap nilai-nilai Pancasila, pendekatan, metode, dan media yang digunakan oleh partai dalam menumbuhkan nilai-nilai Pancasila kepada para kadernya. Adapun temuan dari penelitian ini, 1) pendidikan politik yang dilakukan oleh partai politik kepada para kadernya merupakan proses sosialisasi politik yang di dalamnya merupakan upaya edukatif guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Jawa Barat. 2) Dalam hubungan platform partai dengan nilai-nilai Pancasila merupakan sebuah proses pendidikan politik yang di dalamnya para kader di berikan pengetahuan, pemahaman, serta pengalaman baru dalam mentransformasikan nilai-nilai dan orientasi politiknya terhadap sistem ideal yang di harapkan. 3) Hambatan yang dihadapi adalah terdapatnya beberapa kader partai yang masih menganggap Pancasila sebagai thogut.
PENDIDIKAN KARAKTER: AKTIVITAS KETERLIBATAN SUKARELAWAN MUDA ERA MODERN BEKERJA SECARA DARING DAN LURING Muhammad Mona Adha; Eska Prawisudawati Ulpa
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 7, No 2 (2020): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v7i2.10146

Abstract

Abstract: Young people participation would be runs to the maximum by being given the opportunity and place to be creative carried out as volunteers. The experience and learning process of working both online and offline voluntarily can increase the knowledge, practical skills, and experience of every volunteer. Qualitative research with an ethnographic approach is implemented to find the context and social interactions that occur between volunteers and the environment in which they are active. Opportunities for self-development through acts of sincere and noble service become significant to continue to be developed in the midst of society and become a habituation as a form of strengthening character and character so that character education can continue to be turned on and become a servant for themselves and for people around them. 
PERAN GURU PKN DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK Marta Da Rince; Gisela Nuwa; Petrus Kpalet
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 8, No 1 (2021): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v8i1.11722

Abstract

Abstrak: Fenomena kedisiplinan yang terjadi di tempat penelitian menunjukan ada gejala ketidakdisiplinan peserta didik meskipun sekolah yang bersangkutan memiliki peraturan dan tata tertib yang jelas dan mudah diakses. Atas dasar inilah penelitian ini bertujuan untuk mengupas Peran guru PKN dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di SMPK Hewerbura Watublapi dan faktor-faktor penghambat kurangnya kedisplinan peserta didik di SMPK Hewerbura Watublapi. Metode Penelitian yang digunakan  bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran guru PKN bukan hanya mengajar tetapi meraka juga berperan sebagai guru pembimbing dalam hal kegiatan akademik dan non akademik, sebagai penasehat bagi setiap siswa yang melanggar, sebagai teladan dalam menjalankan peraturan dan tata tertib sekolah  dan sebagai motivator bagi setiap siswa yang kehilangan orientasi hidup. Hal ini dibuktikan oleh guru PKN dengan datang tepat waktu, displin dalam berpakaian, memelihara dan menjaga ketertiban sekolah, menjunjung tinggi nama baik sekolah, tidak meninggalkan sekolah tanpa ijin. Sedangkan faktor-faktor penghambat kurangnya kedisiplinan peserta didik yaitu partisipasi orangtua masing sangat minim dalam menjaga kedisiplinan siswa, pengaruh teman sebaya terhadap kedisiplinan sangat kuat, lingkungan masyarakat, Sikap Masa  Bodoh Peserta Didik terhadap nasehat guru. Kata Kunci: Peran Guru, kedisiplinan, dan peserta didik.Abstract: The phenomenon of discipline that occurs in the research location shows that there are symptoms of student indiscipline even though the school concerned has clear and easily accessible rules and regulations. On this basis, this study aims to examine the role of PKN teachers in improving student discipline at SMPK Hewerbura Watublapi and the factors inhibiting the lack of discipline of students at SMPK Hewerbura Watublapi. The research method used is descriptive qualitative. The results show that the role of PKN teachers is not only teaching but they also play a role as a mentor teacher in terms of academic and non-academic activities, as an advisor to every student who violates, as a role model in implementing school rules and regulations and as a motivator for every student who loses life orientation. This is proven by PKN teachers by coming on time, disciplined in dress, maintaining and maintaining school order, upholding the good name of the school, not leaving school without permission. While the inhibiting factors for the lack of discipline of students are very minimal parental participation in maintaining student discipline, peer influence on discipline is very strong, the community environment, students' ignorant attitude towards teacher advice.Keywords: The role of the teacher, discipline, and students.
MENGGALI NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN MO’AN TEKA IKU DITINJAU DARI ASPEK PEMBELAJARAN PKn Gustav Gisela Nuwa
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 7, No 2 (2020): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v7i2.11718

Abstract

This study aims to determine the heroic values of Mo'an Teka Iku to find out the efforts to maintain the heroic values of Mo'an Teka Iku. This research is descriptive qualitative in order to obtain a picture of the heroic values of Mo'an Teka Iku according to figures society, cultural and elders by using related questions so that all data collected in accordance with the research objectives achieved. The results showed that the heroism values of Mo'an Teka Iku are as follows: Democracy, Responsibility, Nationalism, Willing to sacrifice, Fighting spirit, Openness, Courage and Patriotism and efforts to maintain the values of the heroism of Mo'an Teka Iku are education and participation.

Filter by Year

2014 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2023): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 9, No 2 (2022): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 9, No 1 (2022): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn Vol 8, No 2 (2021): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn Vol 8, No 1 (2021): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn Vol 7, No 2 (2020): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn Vol 7, No 1 (2020): Bhineka Tunggal Ika : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 6, No 2 (2019): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 6, No 1 (2019): Bhineka Tunggal Ika : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 5, No 2 (2018): Bhineka Tunggal Ika : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 5, No 1 (2018): Bhineka Tunggal Ika : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 4, No 2 (2017): Bhineka Tunggal Ika : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 4, No 1 (2017): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 3, No 2 (2016): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 3, No 1 (2016): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 2, No 2 (2015): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 2, No 1 (2015): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 1, No 2 (2014): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 1, No 1 (2014): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn More Issue