cover
Contact Name
ayumahyumi@gmail.com
Contact Email
ayumahyumi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jtk@fkip.unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Tumbuh Kembang
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23557443     EISSN : 26570785     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Tumbuh Kembang: Kajian Teori dan Pembelajaran PAUD (P-ISSN: 2355-7443, E-ISSN: 2657-0785), adalah jurnal peer-review online yang bertujuan untuk menyediakan forum nasional bagi para peneliti, profesional, dosen, dan praktisi pendidikan pada semua topik yang berkaitan dengan pendidikan anak usia dini. Jurnal ini diterbitkan oleh PG-PAUD FKIP Universitas Sriwijaya. Jurnal Tumbuh kembang terdiri dari naskah teknis berkualitas tinggi tentang kemajuan dan inovasi dalam pendidikan anak usia dini yang canggih; baik pendekatan teoretis dan pendekatan praktis yang berkaitan dengan perkembangan anak, psikologi, kurikulum dan semua hal yang berkaitan dengan pendidikan anak usia dini. Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal tumbuh kembang dapat diakses secara bebas di situs website ini. Frekuensi terbitan: 2 Edisi per tahun (Mei dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 134 Documents
KEMAMPUAN BERMAIN PERAN TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Rini Nuraeni; Aam Kurnia; Teti Ratnasih
Tumbuh Kembang: Kajian Teori dan Pembelajaran PAUD Vol 8, No 1 (2021): JURNAL TUMBUH KEMBANG EDISI MEI
Publisher : FKIP Universitas sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v8i1.13459

Abstract

Penelitian ini dilakukan atas temuan terjadinya kesenjangan antara tingginya kemampuan bermain peran dengan rendahnya keterampilan sosial anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kemampuan bermain peran dengan keterampilan sosial anak usia 5-6 tahun. Keterampilan sosial anak usia dini dapat dikembangkan dengan berbagai cara, salah satunya yaitu dengan bermain peran. Bermain peran dapat membantu anak belajar berinteraksi dengan temannya. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kemampuan bermain peran dengan keterampilan sosial anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional, Subjek penelitian ini adalah peserta didik Kelompok B RA Al-Kautsar Panyileukan-Bandung yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode analisis data korelasi spearman rank. Hasil penelitian menenunjukan hubungan antar kedua variabel yaitu positif dan signifikan antara kemampuan bermain peran dengan keterampilan sosial anak usia 5-6 tahun. Hal ini ditunjukan dengan koefesien korelasi (r) sebesar 0,55 angka tersebut berada pada interval 0,400 – 0,599 dengan kategori cukup kuat. Hal ini ditunjukan pula oleh hasil pengujian hipotesis diperoleh t hitung = 2,38  t tabel = 2,16 maka dapat diinterpretasikan Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan kata lain kemampuan bermain peran memiliki hubungan positif yang signifikan dengan keterampilan sosial anak usia dini di Kelompok B RA Al-Kautsar Panyileukan-Bandung.
STIMULASI PERKEMBANGAN BERBICARA ANAK USIA 2-3 TAHUN SELAMA PANDEMI COVID 19 RT 09 DESA SAKO BANYUASIN Tira Helvianis; Mahyumi Rantina
Tumbuh Kembang: Kajian Teori dan Pembelajaran PAUD Vol 8, No 1 (2021): JURNAL TUMBUH KEMBANG EDISI MEI
Publisher : FKIP Universitas sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v8i1.14448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai stimulasi perkembangan berbicara anak usia 2-3 tahun selama pandemi Covid 19 RT 09 Desa Sako Banyuasin.  Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi tak berstruktur dan dokumentasi mengenai stimulasi perkembangan berbicara anak usia 2-3 tahun. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif Miles dan Huberman, meliputi mengumpulkan data awal berupa transkip wawancara, catatan lapangan serta dokumentasi kemudian dianalisis, membaca keseluruhan data, melakukan koding, mendeskrisikan data dalam narasi singkat, mengkontruksikan data berdasarkan tema dan melakukan pemaknaan terhadap tema yang disusun sehingga, dapat menarik suatu kesimpulan yang menggambarkan hasil penelitian. Penelitian menggunakan empat subjek penelitian yaitu orang tua yang memiliki anak usia 2-3 tahun di RT 09 Desa Sako banyuasin. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Stimulasi perkembangan berbicara anak usia 2-3 tahun dari orang tua selama pandemi Covid 19 yaitu bermain boneka, bermain mobil-mobilan, menonton youtobe, melalui gambar dan  melakukan kegiatan bernyanyi. 2) Stimulasi perkembangan berbicara anak usia 2-3 tahun lingkungan sekitar selama pandemi Covid 19 yaitu bermain dengan anggota keluarga, melalui tanaman yang ada di perkarangan rumah dan jalan-jalan. Berdasarkan hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa stimulasi yang didapatkan anak selama pandemi covid 19 berasal dari stimulasi yang diberikan orang tua dan stimulasi dari lingkungan sekitar sekitar anak
STIMULASI KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK MELALUI TALEMPONG PACIK Yulsyofriend Yulsyofriend; Vivi Anggraini
Tumbuh Kembang: Kajian Teori dan Pembelajaran PAUD Vol 8, No 1 (2021): JURNAL TUMBUH KEMBANG EDISI MEI
Publisher : FKIP Universitas sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v8i1.13042

Abstract

Anak usia dini adalah sosok individu mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Pengamatan di lapangan yang terjadi di Taman Kanak-kanak Nurul Hidayah Kota Bukittinggi, terlihat kecerdasan interpersonal anak masih rendah. memperlihatkan bahwa: 1) 75% anak belum mampu bermain dengan teman sebaya, hal ini terlihat ketika di sentra-sentra kegiatan mereka  sibuk bermain sendiri, 2) 84 % anak belum mampu berbagidengan orang lain, hal ini terlihat ketika anak tidak mau berbagi mainannya, 3) 76 % anak belum mampu bersikap kooperatif dengan teman, hal ini terlihat ketika kegiatan berkelompok, anak ingin bekerja sendiri tanpa mau dibantu oleh teman, 4) 78% anak belum mampu mengekspresikan emosi yang sesuai dengan kondisi yang ada seperti (marah, sedih, gembira,dll) degan tepat sesuai dengan ekspresi. Akibat yang dirasakan ketika kecerdasan interpersonal anak tidak berkembang adalah lahirnya individu yang individual dan tidak mampu berinteraksi serta bersosialisasi dengan lingkungan. Tujuan Penelitian ini untuk melihat efektivitas talempong pacik terhadap kecerdasa interpersonal. Metode penelitian yaitu penelitian eksperimen.  Salah satu alternatifnya penggunaan talempong pacik yang dapat membantu system bermain sambil belajar untuk stimulus kecerdasan interpersonal. Hasil penelitian ini kecerdasan interpersonal anak yang diberikan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh angka rata-rata kelas eksperimen yaitu 89,3. Angka rata-rata kelas kontrol yaitu 80,15.Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan bahwa thitung sebesar 4,78 dibandingkan dengan ? 0,05 (ttabel, = 2,024) dengan derajat kebebasan dk (N1-1)+(N2-1)=38. Dengan demikian thitung >ttabel, yaitu 4,78> 2,024, maka dapat dikatakan bahwa hipotesis H1 diterima atau H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil analisis  anak di kelas eksperimen yang menggunakan talempong pacik dengan kelas kontrol yang menggunakan alat music perkusi.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN ANTI KORUPSI DALAM MENINGKATKAN MORAL ANAK USIA 4-5 TAHUN DI PAUD SPS ARRAYAN Santa Idayana Sinaga; Melinda Puspita Sari Jaya
Tumbuh Kembang: Kajian Teori dan Pembelajaran PAUD Vol 8, No 1 (2021): JURNAL TUMBUH KEMBANG EDISI MEI
Publisher : FKIP Universitas sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v8i1.13218

Abstract

Karakter antikorupsi penting ditanamkan sedini mungkin pada anak agar menjadi generasi bermoral nantinya. Bertolakbelakang dengan fakta bahwa belum optimalnya perkembangan moral anak usia dini di PAUD SPS Arrayan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan moral anak usia 4-5 tahun melalui implementasi media anti korupsi . Subjek Penelitian ini adalah  anak kelompok A yang berjumlah 15 orang anak. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan dengan metode Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 4 tahap yaitu (rencana, tindakan, observasi dan refleksi). Penelitian ini terdiri dari 2 siklus masing-masing siklus sebanyak 8 pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis data kuantitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan deskripsi statistik untuk membandingkan pra siklus sampai siklus II. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan moral anak  melalui implementasi media pembelajaran anti korupsi  dengan skor pada pra siklus 29,2 dengan kategori mulai berkembang, meningkat menjadi 41,9 pada siklus I dengan kategori berkembang sesuai harapan, dan mengalami peningkatan sebesar 58,8 pada siklus II  kategori berkembang sesuai harapan.
PERAN ORANG TUA DALAM STIMULASI KEMAMPUAN BERJALAN ANAK USIA 0-1 TAHUN DI JALAN CANGKRING RT 20 RW 05 KABUPATEN BANYUASIN Diana Ulpa Sari; Sri Sumanrni
Tumbuh Kembang: Kajian Teori dan Pembelajaran PAUD Vol 8, No 1 (2021): JURNAL TUMBUH KEMBANG EDISI MEI
Publisher : FKIP Universitas sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v8i1.14419

Abstract

Every ability that a child acquires will definitely involve people in it. Parents have an important role in providing stimulation for children. The stimulation given by parents to children aged 0-1 years will be very beneficial for children in gaining the ability to walk. With the stimulation of the ability to walk children aged 0-1 years can prevent delays in walking children. The purpose of this study was to find out what stimulation was given by parents to children in helping children's walking ability. This study used descriptive qualitative method. The study was conducted on three research subjects who live on Jalan Cangkring RT 20 RW 05, Banyuasin Regency. Researchers used observation guidelines and interview guidelines in obtaining data. The data analysis technique in this study uses the Miles and Hubberman type of data analysis. The results of this study stated that child holden of parents in bacak or front of for ti-ta-ta, and then child holden in wald or door fence to start walk. And while to use tool walking ability are baby walker, chair and wheeled paralon.
Penerapan Penilaian Pembelajaran Bidang Motorik Halus Anak Kelompok B dalam Masa Pandemi Covid-19 di TK Se-Kecamatan Indralaya Windy Anggraini; Syafdaningsih Syafar
Tumbuh Kembang: Kajian Teori dan Pembelajaran PAUD Vol 8, No 1 (2021): JURNAL TUMBUH KEMBANG EDISI MEI
Publisher : FKIP Universitas sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v8i1.14467

Abstract

v>Penelitian ini bertujuan untuk melihat berapa persentase penerapan penilaian pembelajaranbidang pengembangan motorik halus anak kelompok B dalam masa pandemi covid-19 yangdilaksanakan oleh guru di TK se-Kecamatan Indralaya dengan menggunakan metode deskriptifkuantitatif. Populasi penelitian ini adalah 45 orang guru yang ada di 6 TK di KecamatanIndralaya. Sampel diambil 30% dari jumlah populasi yaitu 13 guru dengan menggunakan teknikpurposive sampling dengan alasan perizinan dan perwakilan guru dari 6 TK yang ada diKecamatan Indralaya. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, angket, dandokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan statistik dekskriptif yaitu menghitungpersentase nilai dari hasil angket dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secarakeseluruhan capaian persentase nilai akhir dari skor lembar observasi dan angket yang diperolehadalah 78,75% berada pada kategori baik. Dengan rincian 4 guru dari 13 guru atau sebesar 31%berasal dari TK Islam Luthfiah dan TK Islam Raudhatul Ulum mendapatkan nilai dengankategori sangat baik. Kemudian 9 guru dari 13 guru atau sebesar 69% berasal dari TKN Pembina,TK Pertiwi, TK IT Menara Fitrah, dan TK Islam Al-Ittifaqiah mendapatkan nilai dengan kategoribaik.
IDENTIFIKASI CERITA ORANG TUA PADA ANAK USIA 4- 5 TAHUN di DESA TANJUNG BULAN KECAMATAN PULAU BERINGIN Ira Hasrita; Hasmalena hasmalena
Tumbuh Kembang: Kajian Teori dan Pembelajaran PAUD Vol 8, No 2 (2021): JURNAL TUMBUH KEMBANG EDISI NOVEMBER
Publisher : FKIP Universitas sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v8i2.14815

Abstract

 Cerita merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran kepada anak usia dini. Pada saat sebelum masuknya teknologi berupa digital seperti saat ini, orang tua sering memberikan cerita kepada anak dengan teknik cerita secara langsung dan biasanya bercerita tentang kisah legenda dan dongengdaerah setempat. Di Desa Tanjung Bulan Kecamatan Pulau Beringin juga terdapat berbagai macam cerita rakyat yang diceritakan turun temurun. Pada kenyataannya untuk kondisi saat ini diera digital seperti sekarang ini, orang tua dan anak di Desa Tanjung Bulan Kecamatan Pulau Beringin sudah mengenal bahkan menggunakan alat komunikasi yang dapat menjangkau informasi yang lebih luas. Cerita sudah dapat disampaikan dalam berbagai macam teknik dan berbagai jenis cerita yang dapat disampaikan oleh orang tua kepada anak, sehingga memungkinkan penyampaian teknik dan jenis cerita dapat berubah dari waktu ke waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cerita orang tua kepada anak usia 4- 5 tahun di Desa Tanjung Bulan Kecamatan Pulau Beringin yang memuat teknik dan jenis cerita yang digunakan orang tua dalam bercerita kepada anak usia 4- 5 tahun. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Objek pada penelitian yaitu tiga orang tua di Desa Tanjung Bulan yang menggunakan metode cerita dalam memberikan pembelajaran kepada anaknya. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa teknik yang digunakan orang tua kepada anak ketika memberikan cerita adalah membaca langsung dari buku cerita, bercerita secara langsung, dramatisasi suatu cerita, bercerita melalui film dan bercerita sambil memainkan jari- jari tangan. Kemudian jenis cerita yang digunakanorang tua ketika bercerita kepada anak yaitu dongeng, lelucon atau anekdot, mitos, legenda, fabel dan hikayat
PERAN GURU MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK MELALUI PEMBELAJARAN KLASIKAL PADA MASA PANDEMI DI RA AL ANWAR KEDIRI Lutfiyati Unsiyah Zulfa; Hibana Hibana; Susilo Surahman
Tumbuh Kembang: Kajian Teori dan Pembelajaran PAUD Vol 8, No 2 (2021): JURNAL TUMBUH KEMBANG EDISI NOVEMBER
Publisher : FKIP Universitas sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v8i2.14412

Abstract

Guru memiliki berbagai macam peran yaitu guru sebagai fasilitator, sebagai motivator dan guru sebagai penentu model pembelajaran yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Anak akan merasa bahagia apabila dapat menentukan kegiatan apa yang ingin anak lakukkan, sehingga minat belajar anak akan semakin meningkat. Namun pada model pembelajaran klasikal ini hanya disediakan satu jenis kegiatan saja dan setiap anak harus menyelesaikan tugas dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah:  1. Untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran klasikal pada bimbingan belajar RA Al Anwar Kediri 2. Untuk mendeskripsikan tentang strategi guru pada proses pembelajaran klasikal pada bimbingan belajar di RA Al Anwar Kediri 3. Untuk memahami kelebihan dan kekurangan dari model pembelajarann klasikal. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk menggali data. Lokasi penelitian ada di Kediri pada 1 Mei hingga 1 April. teknik analisis data menggunakan reduksi data. Displey serta penarikan kesimpulan. Peneliti mendapatkan hasil bahwa pelaksanaan pembelajaran klasikal adalah dimulai dengan kegiatan awal, kegiatan inti dan penutup. Pembelajaran klasikal akan memudahkan guru untuk menyajikan karena hanya fokus pada satu jenis kegiatan saja. namun anak yang kurang meminati pembelajaran klasikal akan susah fokus, mainan sendiri, dan tidak menyelesaikan tugas dari guru.
KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM MENGENALKAN KONSEP SAINS UNTUK ANAK ADHD Yubaedi Siron; Alifia Silmi Zahrah; Ifa Syahreyn Alim Putri; Miftahul Jannah; Monita Sari; Novita Sari; Sabrina Pebriani
Tumbuh Kembang: Kajian Teori dan Pembelajaran PAUD Vol 8, No 2 (2021): JURNAL TUMBUH KEMBANG EDISI NOVEMBER
Publisher : FKIP Universitas sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v8i2.14662

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengekplorasi bagaimana cara orang tua dalam mengenalkan konsep sains pada anak Attention Deficit Hyperactivity Disorders (ADHD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 6 partisipan. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur secara daring. Pengambilan subjek menggunakan metode purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Miles dan Huberman.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keterlibatan orang tua dalam mengenalkan konsep sains untuk anak ADHD sangat penting dan berpengaruh untuk perkembangan di masa yang akan datang. Cara orang tua dalam memperkenalkan konsep sains kepada anak ADHD sangat kreatif dan beragam. Banyak orang tua memilih metode yang mudah dipahami anak dan tidak membosankan, sehingga anak sangat antusias dan penuh semangat dalam mempelajari konsep sains. Orang tua mempunyai alternatif cara mengembalikan fokus anak dan cara mengatasi hambatan yang dialami ketika mengenalkan sains pada anak ADHD.
PERMAINAN TRADISIONAL BENTENG DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI JORONG CUBADAK Restu Yuningsih; Sri Wahyuni
Tumbuh Kembang: Kajian Teori dan Pembelajaran PAUD Vol 8, No 2 (2021): JURNAL TUMBUH KEMBANG EDISI NOVEMBER
Publisher : FKIP Universitas sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v8i2.14825

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan sosial anak di jorong cubadak nagari lima kum. Peneliti melakukan penelitian di Jorong Cubadak Nagari Cubadak Kecamatan Lima Kaum dengan menggunakan permainan tradisional benteng, pada saat bermain anak-anak tetap mematuhi protokol covid-19 sehingga aman untuk peneliti dan juga anak-anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat peningkatan keterampilan sosial anak usia 5-6 tahun di Jorong Cubadak Nagari Cubadak setelah bermain benteng. Jenis penelitian  kuantitatif ini menggunakan metode penelitian pre-experimental design dengan one group pretest postest design. Tehknik pengambilan data berupa lembar observasi, analisis data menggunakan uji “t”. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh melalui permainan tradisional benteng, anak mampu berketerampilan sosial yang meliputi, bekerja sama, berempati, kemurahan hati atau kedermawanan dan memberikan bantuan.  Dimana Hipotesis alternatif (Ha) diterima dan Hipotesis nihil (H0) ditolak. Hasil akhir pada taraf signifikansi 5%= 1,895 dengan membandingkan besarnya “t” yang peneliti peroleh (t0= 11,2874) dan besarnya “t” yang tercantum pada tt yaitu 1,895,. Maka dapat diketahui bahwa t0 lebih besar dari tt, gambarannya sebagai berikut: 11,2974>1,895. Karena t0 lebih besar dari tt maka hipotesis alternatif (Ha) diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional benteng dapat meningkatkan keterampilan sosial pada anak. peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh antara sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan permainan tradisional benteng pada keterampilan sosial anak.  

Page 10 of 14 | Total Record : 134