cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 1,519 Documents
Neutrofil Limfosit Rasio sebagai Prognosis Kelangsungan Hidup Anak dengan Osteosarkoma Ramadhan, Qeis; Riza, Muhammad; Kawuryan, Diah Lintang
Sari Pediatri Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.1.2024.43-7

Abstract

Latar belakang. Osteosarkoma merupakan suatu keganasan yang terjadi pada tulang panjang dan dapat menyebabkan kematian. Berbagai penanda inflamasi sistemik dan kondisi nutrisi sudah digunakan dalam menilai prognosis seorang pasien dengan osteosarkoma. Namun marker dan penilaian nutrisi tersebut membutuhkan pemeriksaan laboratorium yang tidak rutin dilakukan pada anak dengan osteosarkoma dan memakan biaya. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan marker inflamasi dan penilaian status nutrisi dengan pengukuran lingkar lengan atas (LILA) yang rutin dikerjakan dan tidak memakan biaya tambahan.Tujuan. Menganalisa penggunaan neutrofil limfosit rasio (NLR) sebagai prognosis kelangsungan hidup anak dengan osteosarkoma dan menganalisa hubungan usia dan status gizi dalam mempengaruhi kelangsungan hidup anak dengan osteosarkomaMetode. Penelitian ini merupakan studi observational analitik dengan pendekatan analisis retrospektif pada 30 anak dengan osteosarkoma yang terdiagnosis pada periode Januari 2018 – Desember 2021 di rumah sakit dr. Moewardi Surakarta. Data diambil berdasarkan rekam medis dari rumah sakit dr. Moewardi dan data anak osteosarkoma dari divisi hemato – onkologi ilmu kesehatan anak rumah sakit dr. MoewardiHasil. Pada pasien dengan NLR ? 2 mempunyai kesintasan sebesar 14.9 bulan, sedangkan pada pasien dengan NLR < 2 mempunyai kesintasan sebesar 22 bulan. Tidak didapatkan adanya perbedaan yang bermakna pada usia dan LILA antara pasien yang hidup dan meninggal duniaKesimpulan. Didapatkan pasien dengan nilai NLR ? 2 mempunyai prognosis yang lebih buruk dibandingkan dengan nilai NLR < 2. Tidak didapatkan adanya pengaruh usia dan status gizi pada saat awal pasien terdiagnosis osteosarkoma terhadap prognosis pasien tersebut
Sindrom Nefrotik Idiopatik Sensitif Steroid pada Anak: Telaah Perbandingan Panduan Klinis Trihono, Partini Pudjiastuti; Fahlevi, Reza; Kinesya, Edwin; Hidayati, Eka Laksmi; Puspitasari, Henny Adriani; Pardede, Sudung Oloan
Sari Pediatri Vol 25, No 4 (2023)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.4.2023.231-42

Abstract

Latar belakang. Sindrom nefrotik idiopatik merupakan penyakit ginjal tersering pada anak di dunia. Penelitian terkait sindrom nefrotik idiopatik pada anak terus berkembang. Namun, pada praktiknya masih terdapat variasi yang lebar terkait evaluasi dan tata laksana sindrom nefrotik idiopatik pada anak di dunia. Tujuan. Membandingkan panduan klinis sindrom nefrotik idiopatik sensitif steroid pada anak. Metode. Membandingkan empat panduan klinis sindrom nefrotik idiopatik sensitif steroid pada anak, yaitu panduan klinis sindrom nefrotik idiopatik Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2012, Kidney Disease Improving Global Outcome tahun 2021, International Pediatric Nephrology Association tahun 2022, dan Indian Society of Pediatric Nephrology tahun 2021. Dikembangkan 7 lingkup bahasan kajian, meliputi diagnosis, pemeriksaan penunjang awal, batasan kriteria, dan terapi sindrom nefrotik inisial, sindrom nefrotik relaps jarang, sindrom nefrotik relaps sering dan sindrom nefrotik dependen steroid.Hasil. Didapatkan beberapa perbedaan mendasar yang ditemukan, antara lain, terkait batasan proteinuria dan hipoalbuminemia yang digunakan, dosis maksimal steroid, definisi relaps sering, pilihan terapi imunosupresan pada SN relaps sering, dependen steroid, dan pemeriksaan genetik yang dirasonalisasikan berdasarkan bukti-bukti penelitian terbaru.Kesimpulan. Terdapat beberapa perbedaan mendasar antara panduan klinis sindrom nefrotik idiopatik Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2012 dengan panduan klinis terbaru lainnya. Perlu dipertimbangkan pembaharuan konsensus sindrom nefrotik di Indonesia dengan menelaah bukti ilmiah terbaru dan disesuaikan dengan ketersediaan obat serta fasilitas pemeriksaan di Indonesia. 
Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Pemenuhan Hak Anak Zuhairini, Yenni; Fauzan, Ahmad Asyraf; Dhamayanti, Meita
Sari Pediatri Vol 25, No 6 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.6.2024.414-9

Abstract

Perubahan iklim memengaruhi berbagai kebutuhan dasar kehidupan manusia. Anak-anak lebih rentan dibandingkan orang dewasa terhadap perubahan lingkungan, baik langsung maupun tidak langsung. Hak anak untuk bertumbuh kembang, mendapat pelayanan kesehatan yang baik, kesejahteraan, pendidikan, dan gizi sebagaimana tercantum dalam Konvensi Hak Anak akan dipengaruhi oleh perubahan iklim, krisis pola cuaca, dan dampak jangka pendek dan jangka panjangnya. Kelangsungan hidup anak sebagai generasi penerus menjadi terancam oleh perubahan iklim, terutama, mereka yang rentan akan menanggung  beban penyakit yang sangat besar akibat perubahan iklim ini, Kesenjangan sosial dan edukasi di antara negara miskin dan maju sangat menentukan dampak perubahan iklim terhadap anak-anak. Negara paling berisiko terdampak merupakan negara berkembang minim sumber daya dan infrakstruktur untuk menanggulangi perubahan iklim. Anak-anak yang kurang beruntung akan menanggung beban kesehatan yang sangat tinggi dan tidak adil akibat perubahan iklim ini.
Efektivitas Pemberian Makan Dini pada Anak dengan Pankreatitis Akut Oswari, Hanifah; Rachmajati, Arinurtia
Sari Pediatri Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.2.2024.116-24

Abstract

Latar belakang. Pankreatitis akut pada anak dapat menyebabkan morbiditas hingga mortalitas yang signifikan. Tata laksana saat ini meliputi terapi simtomatis, pasien dipuasakan, dan pemberian nutrisi parenteral. Pada dewasa, pemberian makan dini dapat menurunkan komplikasi, durasi perawatan dan mortalitas. Belum ada cukup data mengenai keefektivan pemberian makan dini pada anak.Tujuan. Mengetahui efektivitas pemberian makan dini pada anak dengan pankreatitis akut terhadap perbaikan klinis dan durasi rawat. Metode. Penelusuran pustaka database elektronik, yaitu Pubmed, Cochrane, ScienceDirect, Scopus dan Embase dengan kata kunci “child*”, ‘OR” “pediatric* “OR” paediatric” “AND” “acute pancreatitis”, “AND” “early feeding”, “OR” “early nutrition. Hasil. Penelusuran literatur diperoleh 4 artikel yang terpilih kemudian dilakukan telaah kritis. Studi oleh Ledder, dkk, dengan level of evidence 1b, diperoleh tidak terdapat perbedaan lama rawat anak yang diberi makan tanpa restriksi lemak dalam 24 jam pertama perawatan dibandingkan dengan yang dipuasakan dengan median 2,6 (IK95%: 2,5-3,1, p=0,56). Hal ini serupa dengan penelitian oleh Abu El-Hajja, dkk. Namun, studi oleh Szabo dkk dan Rivera dkk menunjukkan lama rawat yang lebih singkat pada anak yang diberi makan dalam 48 jam dan 72 jam pertama perawatan.Kesimpulan. Pemberian makan dini dalam 24 jam pertama perawatan masih mungkin mempersingkat lama rawat.
Perbedaan Kadar Vitamin 25-Oh-D antara Nefritis Lupus dengan Lupus Eritematosus Sistemik pada Anak Putri, Elita Verina Adikara; Subandijah, Krisni; Tjahjono, Harjoedi Adji
Sari Pediatri Vol 25, No 5 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.5.2024.305-9

Abstract

Latar belakang. Lupus eritematosus sistemik adalah penyakit autoimun yang bisa berdampak pada manifestasi klinis di beberapa organ tubuh. Nefritis lupus termasuk salah satu konsekuensi manifestasi klinis LES derajat berat pada ginjal. Kadar vitamin D dalam tubuh dapat turun pada LES dan nefritis lupus karena faktor insufisiensi ginjal dan penggunaan obat-obatan kortikosteroid. Di Indonesia, belum terdapat penelitian yang melihat perbandingan kadar vitamin D antara nefritis lupus dan LES pada anak. Tujuan. Untuk mengetahui perbedaan kadar vitamin 25-OH-D antara nefritis lupus dengan lupus eritematosus sistemik pada anak. Metode. Penelitian analitik observasional ini menggunakan metode cross sectional pada subjek penelitian 17 pasien LES anak dan 17 pasien nefritis lupus anak di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar Malang. Data hasil penelitian menunjukkan kadar vitamin 25-OH-D pada pasien LES anak maupun nefritis lupus anak paling banyak tergolong insufisiensi. Analisis data dengan uji komparatif Mann Whitney.Hasil. Perbedaan signifikan didapatkan pada kadar vitamin 25-OH-D antara nefritis lupus dengan LES (p=0,004). Analisis data dengan uji korelatif Spearman menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara klasifikasi kadar vitamin 25-OH-D dengan peningkatan keparahan LES pada terjadinya nefritis lupus (p=0,003). Kesimpulan. Kadar vitamin 25-OH-D pasien nefritis lupus anak lebih rendah dibandingkan dengan pasien LES anak, serta klasifikasi kadar vitamin 25-OH-D berkolerasi negatif dengan keparahan penyakit LES pada anak dengan terjadinya nefritis lupus.
Risiko Mortalitas akibat Bakteri Gram-negatif Penghasil Extended-spectrum beta-lactamase pada Anak dengan Leukemia Akut Armytasari, Inggar; Laksanawati, Ida Safitri; Supriyadi, Eddy
Sari Pediatri Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.1.2024.30-5

Abstract

Latar belakang. Infeksi menjadi penyebab utama kematian pada leukemia akut anak, dengan bakteremia sebagai bentuk infeksi yang serius. Organisme penyebab diduga berhubungan dengan kematian. Identifikasi organisme penyebab dengan risiko kematian tertinggi diharapkan dapat meningkatkan kelangsungan hidup anak-anak dengan leukemia akut.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi organisme penyebab bakteremia sebagai faktor prognostik pada leukemia akut anak dengan bakteremia.Metode. Penelitian ini adalah studi kohort retrospektif. Pasien anak dengan leukemia akut dengan kultur darah positif dari tahun 2021 hingga 2023 diikutsertakan. Karakteristik dasar pasien, hasil kultur darah, dan luaran mortalitas dianalisis dan disajikan sebagai risk ratio (RR) dengan interval kepercayaan 95% menggunakan analisis multivariat.Hasil. Sebanyak 110 pasien yang dianalisis. Bakteri Gram-negatif, khususnya Escherichia coli penghasil Extended-spectrum beta-lactamase (ESBL), menjadi penyebab mayoritas infeksi. Sebagian besar bakteri Gram-positif adalah Staphylococcus hominis yang multi-drug resistant. Faktor prognosis yang terbukti terkait dengan mortalitas adalah infeksi bakteri Gram-negatif penghasil Extended-spectrum beta-lactamase (RR 3,25; IK95% 1,94-59,1). Sementara, bakteri Gram-positif tidak terbukti sebagai faktor prognostik.Kesimpulan. Risiko kematian pada anak leukemia akut dengan bakteremia secara signifikan lebih tinggi pada infeksi bakteri Gram-negatif penghasil ESBL.
Rapid Nucleic Acid Test pada Kasus Faringitis yang Disebabkan oleh Bakteri Group A Streptococcus Rika Febriana Pinem; Febi Arfini; Zaenab Azzahra; Dimas Seto Prasetyo
Sari Pediatri Vol 25, No 4 (2023)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.4.2023.271-7

Abstract

Latar belakang. Faringitis streptokokal akut adalah salah satu infeksi saluran napas atas yang sering menyerang anak usia 5- 15 tahun. Insidensinya sangat tinggi di Indonesia, sekitar 20% pada rentang usia di atas, dan 10-15% pada usia dewasa (>15 tahun). Komplikasi sering berupa abses peritonsilar, glomerulonefritis pasca infeksi, atau penyakit jantung rematik, apabila penanganan tidak tepat dapat menyebabkan kematian.Tujuan. Menilai Rapid Nucleic Acid Test sebagai alat diagnosis pasien suspek faringitis.Metode. Penelusuran pada database elektronik, yaitu Pubmed, Embase, dan ProQuest dengan kata kunci “pharyngitis” “AND” “Nucleic Acid Amplification Test”.Hasil. Keenam penelitian yang masuk dalam pembelajaran Laporan Kasus Berbasis Bukti ini memiliki nilai sensistifitas cukup baik, yaitu >95%, kecuali oleh Hashavya S dkk (79%). Hal tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan ini dapat diaplikasikan secara klinis.Kesimpulan. Rapid Nucleic Acid Tests digunakan sebagai alat uji diagnostik pasien suspek Group A Streptococcal faringitis, cenderung lebih mudah serta hasil didapatkan lebih cepat jika dibandingkan dengan kultur. 
Pengaruh Palliative Care pada Pasien Penyakit Jantung Bawaan Asianotik dengan Kualitas Hidup Permatasari, Sylva Medika; Artiko, Bagus; Soebagyo, Bambang
Sari Pediatri Vol 25, No 6 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.6.2024.398-404

Abstract

Latar belakang. Penyakit jantung bawaan dapat menjadi kondisi kronis yang berdampak pada fisik, emosional, dan psikososial pasien. Perawatan paliatif merupakan bagian integral dari layanan kesehatan berbasis komunitas yang komprehensif. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perawatan paliatif memengaruhi kualitas hidup pada pasien Penyakit Jantung Bawaan.Metode. Uji coba terkontrol secara acak ini berlangsung selama periode tiga bulan pada 31 pasien kelompok intervensi dan 32 kelompok kontrol. Perawatan paliatif diberikan kepada pasien Defek septum atrium (atrial septal defect, ASD), Defek septum ventrikel (ventricular septal defect, VSD), atau Duktus arteriosus paten (patent ductus arteriosus, PDA) yang menjalani perawatan di Bagian Pediatri Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta.Hasil. Uji beda berpasangan menunjukkan effect sixe yang lebih tinggi pada kelompok intervensi (0,899; p<0,001) dibandingkan kontrol (0,846; p<0,001). Nilai size effect pada kelompok intervensi untuk pasien 8-17, 5-7, 2-4, dan 0-2 tahun berturut turut 0,912 (p<0,001), 0,979 (p<0,001), 0,877 (p<0,001), dan 0,966 ( p<0,001). Sementara effect size pada kelompok kontrol berturut-turut sebesar 0,845 (p<0.001), 0,940 (p<0.001), 0,874 (p<0,001), dan 0,902 (p<0,001).Kesimpulan. Perawatan paliatif berdampak positif terhadap kualitas hidup pasien Penyakit Jantung Bawaan asianotik di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi.
Koreksi Anemia dengan Terapi Recombinant Human Erythropoietin pada Anak dengan Penyakit Ginjal Kronis Savira, Savira; Hermawan, Kristia; Widjajanto, Pudjo Hagung
Sari Pediatri Vol 25, No 6 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.6.2024.363-70

Abstract

Latar belakang. Anemia merupakan salah satu komplikasi tersering pada penyakit ginjal kronis serta dapat meningkatkan risiko mortalitas hingga 52%. Terapi anemia dengan recombinant human erythropoietin mampu meningkatkan kadar hemoglobin dengan sifat dose dependent.Tujuan. Untuk mengetahui hubungan dosis terapi recombinant human erythropoietin dengan kadar hemoglobin dan kebutuhan transfusi darah pasien anak dengan anemia pada penyakit ginjal kronis.Metode. Dilakukan studi kohort retrospektif dengan subjek pasien anak usia 2-18 tahun dengan anemia dan penyakit ginjal kronis di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito periode Januari 2019 - Januari 2023. Sampel diambil secara consecutive sampling. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak program pengolah data yang terkomputerisasi. Kurva receiver operating character digunakan untuk menghitung cut-off, kemudian dilakukan analisis bivariat dan analisis multivariat. Hubungan antar variabel dinyatakan dengan risk ratio dan interval kepercayaan 95% dengan tingkat kemaknaan statistik p<0,05.Hasil. Empat belas (23%) dari 61 total sampel yang mendapat dosis optimal sesuai rekomendasi KDIGO. Berdasarkan kurva ROC, didapatkan ambang batas dosis 76 IU/kgBB/minggu untuk mencapai target Hb >10 g/dL. Dosis ?76 IU/kgBB/minggu dapat meningkatkan pencapaian target Hb >10 g/dL dibandingkan dengan dosis yang lebih rendah (RR 2,02; IK95%: 1,19-3,42; p=0,007). Dosis ?76 IU/kgBB/minggu tidak signifikan dalam menurunkan kebutuhan transfusi darah dibandingkan dosis yang lebih rendah (RR 0,3; IK95% 0,08-1,46; p>0,05). Kesimpulan. Dosis recombinant human erythropoietin ?76 IU/kgBB/minggu dapat meningkatkan pencapaian target hemoglobin, tetapi tidak signifikan dalam menurunkan kebutuhan transfusi darah pasien anak anemia dengan penyakit ginjal kronis.
Efektivitas Early Bubble Continuous Positive Airway Pressure Sederhana Terhadap Perbaikan Down Score Bayi Prematur di Rumah Sakit Umum Daerah Sambas, Kalimantan Barat Chandra, Chandra; Zulkarman, Zulkarman
Sari Pediatri Vol 26, No 4 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.4.2024.224-9

Abstract

Latar belakang. Respiratory Distress Syndrome adalah masalah kesehatan yang umum, terutama pada bayi prematur. Diagnosis RDS ditegakkan secara klinis ketika sistem pernapasan bayi tidak mampu melakukan pertukaran gas secara normal tanpa bantuan. Derajat distress pernapasan dapat dinilai menggunakan Down score, yang merupakan alat ukur kegawatan pernapasan pada neonatus yang cepat dan sederhana. Down score juga digunakan sebagai acuan untuk menentukan jenis terapi oksigen yang akan diterapkan. Penanganan awal yang tepat sangat menentukan prognosis bayi dengan distress pernapasan di masa mendatang.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Early Bubble CPAP sederhana terhadap perbaikan Down Score pada bayi prematur di Rumah Sakit Umum Daerah Sambas, Kalimantan Barat.Metode. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik secara prospektif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental total sampling, dan analisis data dilakukan menggunakan SPSS dengan uji Wilcoxon.Hasil. Rata-rata Down score responden sebelum perlakuan adalah 4,50, sedangkan setelah perlakuan rata-rata menjadi 2,82. Hasil analisis menunjukkan nilai Z sebesar 4,097 dan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p<0,05).Kesimpulan. Terapi oksigen Early Bubble CPAP sederhana efektif dalam memperbaiki Down score pada bayi prematur yang mengalami distress pernapasan.

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 (2025) Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue