cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 1,519 Documents
Fungsi Hati Anak Leukemia Limfoblastik Akut dalam Kemoterapi Fase Induksi berdasarkan Usia dan Status Gizi Anggraini, Syahzalya; Izzah, Amirah Zatil; Anggraini, Fika Tri; Alioes, Yustini; Handayani, Tuti
Sari Pediatri Vol 26, No 3 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.3.2024.131-6

Abstract

Latar belakang. Kemoterapi merupakan pengobatan utama pada anak leukemia limfoblastik akut (LLA). Kemoterapi fase induksi adalah kemoterapi pertama yang membunuh 95-98% sel leukemik. Pemberian kemoterapi menyebabkan kerusakan hati ditandai dengan peningkatan kadar enzim transaminase dan dapat disertai peningkatan kadar bilirubin. Faktor yang mempengaruhi pengobatan LLA, di antaranya usia dan status gizi.Tujuan. Melihat gambaran kadar enzim transaminase dan bilirubin pada anak LLA berdasarkan usia dan status gizi pada kemoterapi fase induksi.Metode. Penelitian deskriptif retrospektif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling pasien anak LLA di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil, Padang, periode September 2022 sampai Agustus 2023. Data demografis, SGOT, SGPT, dan bilirubin total pasien didapatkan melalui rekam medis.Hasil. Penelitian ini mendapatkan sebanyak 49 sampel, dengan mayoritas responden adalah perempuan (53,1%), usia <10 tahun (65,3%) dan status gizi normal (77,6%). Cenderung terjadi peningkatan ringan SGOT (65,3%) dan SGPT (49%) serta kadar normal bilirubin (49%) pada kemoterapi fase induksi. Kadar SGOT dan SGPT cenderung mengalami peningkatan ringan pada semua kelompok status gizi. Pada 4 anak overweight ditemukan peningkatan berat SGOT (25%) dan SGPT (50%). Kadar bilirubin cenderung normal pada setiap status gizi, tetapi meningkat sedang pada overweight (75%). Peningkatan kadar SGOT dan SGPT cenderung ringan pada setiap kelompok usia. Bilirubin meningkat sedang pada anak ?10 tahun (53%).Kesimpulan. Pada umumnya SGOT dan SGPT mengalami peningkatan kadar ringan serta bilirubin dalam kadar normal pada anak LLA selama kemoterapi fase induksi. Peningkatan berat SGOT,SGPT dan bilirubin ditemukan pada overweight dan usia ?10 tahun. 
Peran Measles-Containing-Vaccine dalam Pencegahan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) Tatiana, Diandra; Utami, Felicitas Anindya; Devaera, Yoga
Sari Pediatri Vol 26, No 4 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.4.2024.249-56

Abstract

Latar belakang. Saat ini, penyebaran virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) atau Novel Coronavirus masih terus berkembang. Novel alphacoronavirus dan paramyxoviruses (keluarga campak) memiliki strain virus yang mirip. Selain itu, terdapat homologi urutan asam amino antara virus COVID-19 dan virus rubella yang dapat memunculkan reaktivitas imun silang. Hingga saat ini, belum ada vaksin COVID-19 yang dapat diberikan kepada anak di bawah 12 tahun. Pertanyaan yang muncul adalah apakah pemberian vaksin Measles-Containing-Vaccine (MCV) memiliki peran dalam pencegahan COVID-19 jika dibandingkan dengan vaksinasi virus hidup lainnya.Tujuan. Mengetahui peran vaksin MCV pada anak terhadap mortalitas dan morbiditas COVID-19.Metode. Penelusuran pustaka dilakukan melalui database elektronik, yaitu Pubmed, Cochrane, dan Google Scholar dengan kata kunci “MCV vaccine” AND “COVID-19 children” AND “mortality” AND “morbidity”.Hasil. Dari penelusuran literatur, diperoleh 3 artikel yang terpilih dan kemudian dilakukan telaah kritis. Pemberian vaksin MMR (RR= 0.56; p=0,0032) berhubungan dengan tingkat infeksi yang lebih rendah. Sedangkan vaksin MCV menunjukkan 87,5% (OR=0,125, 95% CI) berhubungan dengan gejala ringan (p<0,0001). Vaksin MCV berpengaruh terhadap mortalitas dan morbiditas infeksi COVID-19, karena sekuens glikoprotein virus SARS-CoV-2 dan virus dalam MCV memiliki kemiripan.Kesimpulan. Vaksin MCV berperan dalam mengurangi infeksi COVID-19 secara langsung. Pemberian vaksin MCV menurunkan angka kematian COVID-19, tingkat infeksi, dan severitas manifestasi infeksi COVID-19.
Stres Ibu Menyusui dan Keberhasilan ASI Eksklusif di Banda Aceh: Studi Cross-Sectional Aminah, Siti; Dimiati, Herlina; Utami, Niken Asri
Sari Pediatri Vol 26, No 3 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.3.2024.164-70

Abstract

Latar belakang. Pemberian ASI eksklusif mulai sejak bayi berusia 0-6 bulan pertama kehidupan, memberikan dampak positif bagi bayi dan juga ibu. Beberapa faktor seperti nutrisi ibu, frekuensi menyusui, pengetahuan ibu, dukungan keluarga, pekerjaan, dan stres yang dialami ibu dapat memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres pada ibu menyusui dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Banda Raya Banda Aceh.Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan berjumlah 68 orang. Pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Data tingkat stres ibu diperoleh dari hasil pengisian kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10).Hasil. Responden dengan tingkat stres ringan memberikan ASI eksklusif (84,9%). Responden dengan tingkat stres sedang mayoritas tidak memberikan ASI eksklusif (60,7%), dan responden dengan tingkat stres berat tidak memberikan ASI eksklusif (100%). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan p value sebesar 0,000 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi – 0,503 (hubungan sedang).Kesimpulan. Terdapat hubungan tingkat stres pada ibu menyusui terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif, yaitu semakin ringan tingkat stres akan semakin tinggi keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Neutrophil Gelatinase-Associated Lipocalin Plasma sebagai Prediktor Gangguan Fungsi Ginjal pada Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan Asianotik di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Safrizal, Safrizal; Dimiati, Herlina; Amna, Eka Yunita; Sovira, Nora; Haris, Syafruddin; Darussalam, Dora
Sari Pediatri Vol 26, No 4 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.4.2024.218-23

Abstract

Latar belakang. Penyakit jantung bawaan asianotik merupakan kelainan struktur dan fungsi jantung sejak lahir yang tidak ditandai dengan sianosis. Morbiditas PJB asianotik signifikan, dengan prevalensi 69,3-78,5%. Pada PJB dapat terjadi gangguan fungsi ginjal yang dapat meningkatkan mortalitas pada anak. Neutrophil Gelatinase-Associated Lipocalin (NGAL) plasma merupakan penanda prediktor gangguan fungsi ginjal pada anak. Tujuan. Mengetahui kadar NGAL plasma sebagai prediktor gangguan fungsi ginjal pada anak dengan penyakit jantung bawaan asianotik.Metode. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan prospektif pada anak usia 1 tahun sampai 10 tahun dengan diagnosis PJB asianotik yang melakukan rawat jalan maupun rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Banda Aceh pada bulan Februari hingga Juni 2024 yang memenuhi kriteria penelitian.Hasil. Dari 35 anak dengan PJB asianotik, terbanyak berusia usia 1 tahun sampai dengan kurang dari 5 tahun (41,7%). Sebanyak 31,2% anak dengan diagnosis defek septum atrium terdapat gangguan fungsi ginjal. Kadar NGAL plasma sebesar 100,18 ng/ml menjadi cut-off point gangguan fungsi ginjal pada anak dengan PJB asianotik. Pada nilai AUC sebesar 0,95 didapat nilai sensitivitas, spesifisitas, PPV dan NPV masing-masing sebesar 100%; 94,73%; 94,1%; dan 100%. Kadar NGAL plasma pada anak dengan PJB asianotik memiliki hubungan signifikan (p=0,001) dengan gangguan fungsi ginjal.Kesimpulan. Neutrophil Gelatinase-Associated Lipocalin plasma dapat digunakan sebagai prediktor gangguan fungsi ginjal pada anak dengan PJB asianotik.
Hubungan Pemakaian Steroid Inhalasi dengan Osteoporosis pada Pasien Asma Anak Tjahjono, Harjoedi Adji; Sayyaf Haydar, Farel Muhammad; Yuliarto, Saptadi; Olivianto, Ery
Sari Pediatri Vol 26, No 3 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.3.2024.158-63

Abstract

Latar belakang. Asma merupakan penyakit saluran napas akibat adanya peradangan kronis pada saluran napas yang sering terjadi pada anak-anak dengan prevalensi mencapai 20%. Steroid merupakan anti-inflamasi yang dinilai paling efektif dalam terapi penyakit peradangan kronis seperti asma. Akan tetapi, penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa steroid memiliki potensi menyebabkan penurunan kepadatan massa tulang atau osteoporosis. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pemakaian steroid inhalasi dengan osteoporosis pada pasien asma anak. Metode. Studi observasional analitik ini menggunakan desain penelitian cross-sectional terhadap 13 pasien asma anak yang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar, Malang, yang didapat melalui purposive sampling. Pasien asma anak yang memenuhi kriteria inklusi dalam rentang usia 5-18 tahun serta telah menjalani pengobatan steroid inhalasi minimal 3 bulan dilakukan pemeriksaan bone mass density (BMD) melalui alat dual energy x-ray absorptiometry (DXA) kemudian dicatat hasil z-score. Analisis data menggunakan metode korelasi Rank Spearman untuk variabel bebas, yaitu dosis steroid inhalasi dan durasi pemakaian steroid inhalasi dengan variabel terikat yaitu nilai z-score BMD. Hasil. penelitian ini didapatkan hubungan signifikan berkorelasi negatif kuat antara dosis steroid inhalasi kumulatif dengan nilai z-score BMD (p=0.000, r=-0.827) dan hubungan signifikan berkorelasi negatif sedang antara durasi pemakaian steroid inhalasi dengan nilai z-score BMD (p=0.043, r=-0.568). Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemakaian steroid inhalasi menyebabkan penurunan kepadatan massa tulang dan berisiko menyebabkan osteoporosis.
Peran Heparan Sulfate, Chondroitin Sulfate, dan Hyaluronic Acid Sebagai Biomarker Diagnosis Sepsis Neonatus Aswati, Lydia; Yusrawati, Yusrawati; Yani, Finny Fitry; Ali, Hirowati
Sari Pediatri Vol 26, No 4 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.4.2024.257-62

Abstract

Sepsis neonatus menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang bermakna. Berdasarkan penelitian pada populasi di  dua dekade terakhir, diperkirakan insiden sepsis neonatus secara global adalah 2202 per 100.000 kelahiran hidup, dengan mortalitas antara 11-19%. Kultur darah masih menjadi gold standar untuk konfirmasi diagnosis sepsis neonatus, tetapi masih terbatas untuk mendapatkan hasilnya, diperlukan waktu sekitar 24-72 jam. Sepsis berhubungan dengan disfungsi sel endotel yang berat. Disfungsi endotel dapat disebabkan oleh oksidan, hiperglikemia, ROS, endotoksin bakteri serta sepsis. Disfungsi endotel pada sepsis neonatus terjadi penumpahan dari bahan-bahan yang menyusun lapisan glikokaliks endotel. Lapisannya  disusun oleh  proteoglikan, glikoprotein dan glikosaminoglikan. Komponen glikokaliks yang berada di  sirkulasi seperti syndecan-1, hyaluronan, heparan sulfate dan chondroitin sulfate dapat ditemukan di plasma/serum dan urin, diharapkan dapat digunakan  sebagai biomarker diagnosis sepsis neonatus.
Analisis Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Stunting dan Faktor Risiko di Kecamatan Medan Denai Elfrida, Anastasya Valentine; Lubis, Bugis Mardina; Ramayani, Oke Rina; Sitorus, Mega Sari
Sari Pediatri Vol 26, No 3 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.3.2024.171-5

Abstract

Latar belakang. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi secara kronis. Di Indonesia, prevalensi stunting pada tahun 2021 adalah 24,4 persen. Kondisi prevalensi stunting di Sumatera Utara juga sangat memprihatinkan. Sebanyak 13 dari 33 kabupaten/kota yang berada di Sumatera Utara memiliki prevalensi stunting di atas 30%. Kecamatan Medan Denai adalah salah satu kecamatan di Kota Medan dengan kasus gizi buruk anak tertinggi. Salah satu faktor risiko kejadian stunting adalah tingkat pendidikan ibu.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan ibu tentang stunting.Metode. Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional dengan sampel penelitian terdiri dari 96 responden yaitu ibu anak balita yang berdomisili dan menyekolahkan anaknya di TK/PAUD di Kecamatan Medan Denai yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square.Hasil. Pada 96 responden ditemukan tingkat pengetahuan tentang stunting yang sedang (60,4%), rendah (30,2%), dan tinggi (9,4%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan ibu tentang stunting dengan nilai p=0,035 (p<0,05).Kesimpulan. Mayoritas ibu memiliki tingkat pengetahuan tentang stunting yang sedang dan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan ibu tentang stunting.
Faktor Prediktif Kegagalan Hasil High Flow Nasal Cannula pada Anak dengan Gagal Napas Akut Prasetyo, Medita; Martuti, Sri; Salimo, Harsono
Sari Pediatri Vol 26, No 4 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.4.2024.202-11

Abstract

Latar belakang. High Flow Nasal Cannula dapat membawa risiko keterlambatan saat intubasi diperlukan. Pentingnya memprediksi luaran HFNC agar eskalasi terapi dapat segera dilakukan.Tujuan. Menganalisis nilai HR, RR, SpO2, pH, pCO2, HCO3, laktat, FiO2, rasio SF dan indeks ROX sebagai faktor prediktif kegagalan terapi HFNC pada anak dengan gagal napas akut.Metode. Kohort retrospektif dilakukan di Unit Perawatan Intensif Anak/PICU Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi pada bulan Desember 2023 sampai Februari 2024. Analisis data rekam medis menggunakan SPSS 23, nilai p<0,05 dianggap signifikan secara statistik.Hasil. Peningkatan HR (nilai p=0,001; RR=39; IK95%:3,48-437,49), peningkatan RR (nilai p=0,09; RR=16,33; IK95%:2,19-121,42), penurunan SpO2 (nilai p=0,04; RR=7; IK95%:1,20-40,83) dan peningkatan laktat (nilai p=0,04; RR=6,50; IK95%:1,09-36,63) signifikan pada 1 jam setelah HFNC. Peningkatan HR signifikan pada 2 jam dan 4 jam setelah terapi HFNC (p=0,004; RR=17,33; IK95%:2,36-127,34 dan nilai p=0,04; RR=6,50; IK95%:1,09-38,63). Peningkatan HR merupakan faktor prediktif yang signifikan pada 1 jam dan 2 jam setelah terapi HFNC serta peningkatan RR pada 1 jam setelah HFNC berdasarkan uji multivariat (masing-masing p=0,04; RR=42,67; IK95%:1,18-1.518,62, nilai p=0,02; RR=15,29; IK95%:1,42-164,19, dan nilai p=0,04; RR=44,41; IK95%:1,24- 1.595,89).Kesimpulan. Peningkatan HR dan peningkatan RR adalah faktor prediktif kegagalan terapi HFNC yang paling berpengaruh. Perlunya pemantauan ketat utamanya pada 1 jam setelah terapi HFNC sebagai pertimbangan eskalasi.
Hubungan Durasi Tidur dengan Memori Jangka Pendek pada Siswa Sekolah Dasar Putra, Farras Handyra; Umma, Husnia Auliyatul; Moelyo, Annang Giri
Sari Pediatri Vol 26, No 3 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.3.2024.152-7

Abstract

Latar belakang. Fungsi tidur secara tepat hingga kini masih belum jelas, tetapi dipercaya bahwa kekurangan durasi tidur dapat menurunkan kinerja kognitif memori jangka pendek. Namun, hasil beberapa penelitian yang sudah dilaksanakan tidak sejalan dengan teori tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara durasi tidur dan memori jangka pendek, dengan harapan mendapatkan hasil yang baru dan signifikan yang sejalan dengan teori yang sudah ada.Tujuan. Mengetahui hubungan antara durasi tidur dengan memori jangka pendek pada siswa SD Al-Islam 2 Jamsaren Surakarta.Metode. Penelitian ini menggunakan studi analitik cross-sectional dengan sampel siswa tingkat sekolah dasar kelas 4-6 SD Al-Islam 2 Jamsaren Surakarta. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner SDSC untuk mengetahui durasi tidur dan tes FDST untuk menentukan kualitas memori jangka pendek anak. Teknik analisis yang digunakan adalah uji analisis chi-square dan uji multivariat regresi logistik. Jika pada analisis bivariat terdapat lebih dari 1 variabel bebas/perancu yang signifikan (p<0.25), maka dilanjutkan dengan analisis multivariat. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi logistik dengan signifikansi statistik p<0,05. Hasil. Hasil uji bivariat yang signifikan (p<0,05) didapatkan pada uji chi-square durasi tidur dengan memori jangka pendek.Kesimpulan. Terdapat hubungan antara durasi tidur dengan memori jangka pendek pada siswa tingkat sekolah dasar. 
Pengaruh Kombinasi Terapi Akupunktur dan Medikamentosa Terhadap Keberhasilan Terapi Nyeri Kanker pada Anak Tyas, Nike Estu Renaning; Jusuf, Ahmad Aulia; Andriastuti, Murti; Djaali, Wahyuningsih
Sari Pediatri Vol 26, No 4 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.4.2024.236-43

Abstract

Latar belakang. Di Amerika Serikat, kanker anak mencakup 2% dari seluruh kasus kanker. Kemajuan protokol terapi dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan prognosis pasien kanker anak secara signifikan, tetapi juga memunculkan masalah baru, seperti nyeri kanker. Nyeri yang tidak tertangani dapat menurunkan kualitas hidup, mengganggu tidur, meningkatkan sensitivitas nyeri, dan menyulitkan tindakan medis. Akupunktur terbukti efektif sebagai terapi tambahan bersama pengobatan farmakologis untuk mengatasi nyeri kanker, sekaligus mengurangi dosis analgetik dan efek sampingnya.Tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan obat analgetik, perubahan skor Visual Analog Scale S intra kelompok, dan keberhasilan terapi pada kelompok akupunktur dan medikamentosa dan kelompok medikamentosa saja pada nyeri kanker anak. Metode. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif dengan mengambil data di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo. Populasi terjangkau penelitian ini adalah pasien anak dengan nyeri kanker yang dirawat di Gedung Pusat Kesehatan Ibu Anak RSCM Kiara pada bulan Januari 2022- Juli 2023. Hasil. Kedua kelompok dapat menurunkan skor VAS dan terdapat beda signifikan. Akupunktur dan medikamentosa mempunyai peluang untuk dapat mengurangi penggunaan jenis obat analgetik, penggunaan ekstra obat dan pengurangan dosis total morfin harian, namun diperlukan penelitian lebih lanjut. Kedua kelompok memberikan hasil yang baik pada luaran keberhasilan terapiKesimpulan. Akupunktur dan medikamentosa mempunyai peluang untuk dapat mengurangi obat analgetik, mengurangi skor VAS, dan memberikan hasil yang baik untuk keberhasilan terapi, namun diperlukan penelitian lebih lanjut.

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 (2025) Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue