cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi
ISSN : 20856873     EISSN : 25409271     DOI : -
Jurnal Pendidikan Biologi (JPB) publishes peer-reviewed research of special importance and broad interest in any area of biology education by research and or result of conceptual studies.
Arjuna Subject : -
Articles 146 Documents
PENGARUH PENDEKATAN ETNOPEDAGOGI SENI RAKYAT BARONG TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP Putri, Wima Rahayu; Mulyaningrum, Eko Retno; Hayat, M. Syaipul
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v15i2p145-152

Abstract

Abstrak. Permasalahan yang terjadi di SMP Islam Yasna adalah rendahnya hasil belajar kognitif yang dimiliki siswa, salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa yaitu menggunakan pembelajaran berbasis pendekatan etnopedagogi seni rakyat barong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan etnopedagogi seni rakyat barong terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi klasifikasi makhluk hidup di SMP Islam Yasna, Kabupaten Grobogan. Metode penelitian adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMP Islam Yasna dengan Sampel kelas VII A dan VII B. Teknik pengumpulan data menggunakan Pretest dan Postest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan etnopedagogi seni rakyat barong mempunyai pengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa dengan skor hasil belajar kognitif siswa yaitu pada kelas VII A memiliki nilai rata-rata 85,79 dan kelas VII B memiliki nilai rata-rata 75,35. Pendekatan etnopedagogi seni rakyat Barong berdampak positif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada pembelajaran IPA dibandingkan dengan pendekatan inkuiri karena dengan pendekatan etnopedagogi siswa akan lebih aktif dalam pembelajaran. Abstract. The problem that occurs at Yasna Islamic Junior High School is the low level of cognitive learning that students have, one of the efforts to improve students’ cognitive learning results is using a learning based on the ethnopedagogi approach of barong folk art. This study aims to find out the effect of the ethnopedagogi approach of folk art on students’ cognitive learning results on the classification material of living things at SMP Islam Yasna, Grobogan Regency. The research method is experimental quessi with the research design of Nonequivalent Control Group Design. The population used in this study was all grade VII students at SMP Islam Yasna with Class VII A and VII B samples. Data collection techniques using Pretest and Postest. Research results show that the ethnopedagogical approach of barong folk art has a significant effect on students’ cognitive learning outcomes with a grade VIIA average of 85.79 and grade VIIB average of 75.35. Barong folk art ethnopedagogy has a positive effect on improving students’ cognitive learning outcomes on IPA learning compared to the inquiring approach because students will be more active in learning with the ethnopedagogy approach.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PBL “RUNGGU RAKUT SITELU” (PBL_RAS) PADA MATERI EKOLOGI & KEANEKARAGAMAN HAYATI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Tarigan, Nadia Patricia; Keliat, Natalia Rosa; Cahyaningrum, Desti Christian
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v15i1p48-68

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran berbasis masalah “Runggu Rakut Sitelu” (PBL_RAS) pada materi “Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia” yang valid, reliabel, praktis dan efektif. Metode penelitian ini menggunakan prosedur pengembangan Plomp. Subjek dalam penelitian yaitu SMP Negeri 4 Kota Salatiga. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test, uji independent sample t-test serta uji N-Gain. Berdasarkan hasil penelitian dibuktikan bahwa model pembelajaran, perangkat pembelajaran serta instrumen penelitian yang digunakan dinyatakan valid dan reliabel. Model pembelajaran praktis untuk digunakan dengan perolehan nilai 4,9 kategori semuanya terlaksana dan respon siswa memperoleh nilai 0,8 kategori sangat positif. Berdasarkan hasil uji paired t-test dibuktikan model pembelajaran PBL_RAS berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis dengan nilai p-value 0,01
KELAYAKAN MEDIA DARING ASINKRON INTERAKTIF BERBASIS H5P PADA MATA KULIAH STRUKTUR PERKEMBANGAN TUMBUHAN Alamsyah, Muhammad Radian Nur; Prajoko, Setiyo; Khotijah, Siti Lailatul
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v14i2p153-164

Abstract

Abstrak. Fleksibilitas akses materi menjadi kelebihan pembelajaran daring asinkron. Namun, terdapat kendala pemenuhan aspek interaktif dalam pembelajaran daring asinkron karena terbatasnya pola komunikasi. Kurangnya aspek interaktif dapat menjadikan pencapaian pemahaman materi mahasiswa tidak maksimal. Oleh karena itu, diperlukan media yang berisi materi sekaligus memenuhi aspek interaktif dalam pembelajaran daring asinkron. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media daring asinkron interaktif yang telah dikembangkan untuk perkuliahan Struktur Perkembangan Tumbuhan. Pengembangan media dilakukan melalui pendekatan ADDIE, menggunakan aplikasi developer H5P. Data kelayakan media ditinjau dari hasil validasi ahli, menggunakan instrumen rating scale. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai validitas media pada aspek kebenaran materi sebesar 98,21%, kejelasan tampilan 91%, kemudahan penggunaan 100%, aspek muatan interaktif 96,87%, dan respon mahasiswa sebesar 87,96%. Secara keseluruhan, media daring asinkron interaktif untuk mata kuliah Struktur Perkembangan Tumbuhan tersebut memperoleh nilai kelayakan 96,52% dengan kategori sangat baik. Abstract. The flexibility of access to materials is an advantage of asynchronous online learning. However, there are obstacles to fulfilling the interactive aspects of asynchronous online learning due to limited communication patterns. The lack of interactive aspects can make the achievement of student understanding of the material not optimal. Therefore, it is necessary to have media that contains material while fulfilling the interactive aspects of asynchronous online learning. This study aims to determine the feasibility of an interactive asynchronous online media that has been developed for the Plant Development Structure lecture. Media development is carried out through the ADDIE approach, using the H5P developer application. The media feasibility data is reviewed from the results of expert validation, using a rating scale instrument. Based on the results of data analysis, the validity of the media in the aspect of material truth is 98.21%, display clarity is 91%, ease of use is 100%, interactive content is 96.87%, and student responses are 87.96%. Overall, the interactive asynchronous online media for the Plant Development Structure course obtained a feasibility score of 96.52% in the very good category.
ANALISIS KEVALIDAN PAKET PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING BIOLOGI SMA KELAS XI Panennungi, Paewa; Adnan, Adnan; Palenneri, Muhiddin
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v15i1p110-116

Abstract

Abstrak. Analisis Kevalidan Paket Pembelajaran Blended Learning Biologi SMA Kelas XI. Perangkat ajar pembelajaran bauran dikembangkan berdasarkan kaidah kevalidan untuk mencapai bentuk pembelajaran ideal. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui validitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Blended Learning Biologi SMA Kelas XI, (2) mengetahui validitas Lembar Kerja Peserta Didik Blended Learning Biologi SMA Kelas XI, dan (3) mengetahui validitas Learning Management System (LMS) Blended Learning Biologi SMA Kelas XI. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah validator ahli yang berasal dari Program Pascasarjana S2 Pendidikan Biologi Universitas Negeri Makassar. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa (1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Blended Learning Biologi SMA Kelas XI dinyatakan Sangat Valid, (2) Lembar Kerja Peserta Didik Blended Learning Biologi SMA Kelas XI dinyatakan Sangat Valid, dan (3) Learning Management System (LMS) Blended Learning Biologi SMA Kelas XI dinyatakan Sangat Valid. Abstract. Validity Analysis of Package Blended Learning in Grade XI High School Biology. Blended learning instructional materials were developed based on the principles of validity to achieve an ideal learning format. The objectives of this research were (1) to determine the validity of the Blended Learning Lesson Plan in Grade XI High School Biology, (2) to determine the validity of the Student Workbook in Blended Learning Biology for Grade XI High School, and (3) to determine the validity of the Learning Management System (LMS) in Blended Learning Biology for Grade XI High School. This research used a descriptive research design. The research subjects consisted of expert validators from the Postgraduate Program in Biology Education, State University of Makassar. The results of the research showed that (1) the Blended Learning Implementation Plan in Grade XI High School Biology was deemed highly valid, (2) the Student Worksheets in Blended Learning Biology for Grade XI High School were deemed highly valid, and (3) the Learning Management System (LMS) in Blended Learning Biology for Grade XI High School was deemed highly valid.
HUBUNGAN SELF-MANAGEMENT DAN SELF-EFFICACY DENGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DI KELAS XI MIPA Zulaikhah, Masyitoh Khumrotun; Mustofa, Romy Faisal; Agustian, Dita
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v15i1p1-8

Abstract

Abstrak. Keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi oleh banyak faktor di antaranya self-management dan self-efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dari kedua aspek tersebut dengan hasil belajar pada pelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis data uji korelasi berganda. Penelitian dilakukan di salah satu SMA Negeri di Kota Tasikmalaya dengan sampel penelitian sebanyak 50 peserta didik yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan terdiri dari instrumen self-management yang terdiri dari empat indikator yaitu self-motivation, self-organization, self-control, dan self-development, serta instrumen self-efficacy yang yang terdiri dari 3 indikator yaitu magnitude, strength, dan generality. Sementara itu, data hasil belajar diperoleh dari nilai PAS (Penilaian Akhir Semester) peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi korelasi bivariat. Berdasarkan hasil penelitian, besar koefisien korelasi antara self-management dan self-efficacy terhadap hasil belajar adalah sebesar 0,303 dan berada pada kategori yang rendah. Kemudian diperoleh juga nilai koefesien determinasi (R2) sebesar 0,092 atau 9,2% artinya terdapat sedikit kontribusi dari kedua variabel bebas terhadap hasil belajar Biologi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan antara self-management dan self-efficacy dengan hasil belajar Biologi peserta didik. Abstract. Students' learning success is influenced by many factors including self-management and self-efficacy. This research aims to find out the relationship of these two aspects with the results of learning in biology lessons. This research uses quantitative methods with double correlation test data analysis techniques. The research was conducted at one of the State High Schools in the city of Tasikmalaya with a sample of 50 pupils determined using purposive sampling techniques. The instruments used consist of self-management instruments that consist of four indicators: self-motivation, self-organization, Self-control, and self-development, as well as self-efficacy instruments which consist of three indicators namely magnitude, strength, and generality. Meanwhile, learning results data is obtained from PAS (Semester End Assessment) students. The data analysis technique used is a bivariate correlation regression test.. Based on the results of the study, the large correlation coefficient between self-management and self-efficacy towards learning outcomes is 0.303 and is in the low category. Then obtained also the value of the determination factor (R2) of 0.092 or 9.2%, which means there is little contribution of both free variables to the learning outcome of Biology. So it can be concluded that there is no significant correlation between self-management and self-efficacy with the learning results of Biology students.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH KONTEKSTUAL PADA MATERI LIMBAH UNTUK SISWA KELAS X SMA Reza, Salsabiela Praha Karima; Fatmawati, Umi; Oetomo, Dwi
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v14i2p112-124

Abstract

Abstrak. Penanganan limbah perlu dikuasai siswa sebagai bentuk kemampuan pemecahan masalah dalam menghadapi permasalahan tentang limbah, sehingga topik ini dapat dikembangkan menjadi sumber belajar untuk melatih kemampuan problem solving siswa. Pengembangan bahan ajar ini dapat dilakukan dengan pembuatan video pembelajaran berbasis masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan video pembelajaran, mengetahui kelayakan dan mengetahui efektifitas penggunaan video dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi limbah. Desain penelitian pada penelitian ini adalah Research and Development (R&D) mengacu model 4D oleh Thiagarajan yang dimodifikasi menjadi 3-D, yang meliputi tahap Define, Design, dan Develop. Teknik analisis data meliputi analisis kelayakan produk dan analisis efektifitas penggunaan media. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran berbasis masalah yang dikembangkan mendapatkan persentase penilaian sebesar 85,61% dengan kategori sangat layak. Implementasi video pembelajaran juga menunjukkan kenaikan kemampuan pemecahan masalah siswa awal (85.4) dan kemampuan pemecahan masalah akhir (98.78). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai probabilitas (sig) 0,001 < 0,05 artinya terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah sebelum dan sesudah implementasi video pembelajaran berbasis masalah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa video pembelajaran berbasis masalah kontekstual pada materi limbah layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Abstract. Waste treatment needs to be acquired by the students which is associated with the solution of waste problems, therefore this topic can be developed as a learning resource to enhance students' problem-solving skills. This teaching material can be developed by making problem-based learning videos. This study aimed to develop learning videos, determine the feasibility, and determine the differences the effectivity of developed media to promote students' problem-solving abilities before and after implementing problem-based learning videos for class X high school students on waste management topics. The research design in this research is Research and Development (R&D) referring to the Four Door (4-D) model by Thiagarajan which is modified to 3-D, which includes the Define, Design, and Develop stages. Data analysis techniques include product feasibility analysis and effectiveness of media use in learning. The results of the research show that the developed problem-based learning videos get an assessment percentage of 85.61% in the very feasible category. The implementation of learning videos also showed an increase in students' initial problem solving abilities (85.4) and final problem solving abilities (98.78). Test results: The results of the analysis of problem-solving abilities using the Wilcoxon Signed Rank Test show that a probability value (sig) of 0.001
THE EFFECT OF PROBLEM-ORIENTED-PROJECT-BASED-LEARNING (POPBL) MODEL ON CRITICAL THINKING SKILLS AT SENIOR HIGH SCHOOL 1 CIBITUNG Syajaroh, Imroatul Murodatusy; Ibrohim, Ibrohim; Susilo, Herawati
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v15i2p153-161

Abstract

Abstrak. Keterampilan berpikir kritis adalah keterampilan penting abad ke-21 yang perlu ditingkatkan melalui pembelajaran inovatif. Beberapa literatur menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa di beberapa wilayah di Indonesia masih dikategorikan rendah. POPBL adalah model pembelajaran inovatif yang berpotensi untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model POPBL terhadap keterampilan berpikir kritis siswa SMA pada pembelajaran biologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA di SMAN 1 Cibitung. Kelas yang digunakan untuk sampel penelitian adalah kelas XI MIPA 7 diajar dengan model POPBL sebagai kelompok eksperimen, kelas XI MIPA 6 diajar dengan model PBL sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes esai keterampilan berpikir kritis terintegrasi dengan rubrik penilaian 1-4. Analisis data menggunakan uji ANCOVA. Hasil uji ANCOVA menunjukkan bahwa penerapan model Problem-Oriented Project-Based Learning (POPBL) berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI. Siswa yang belajar dengan POPBL memiliki nilai rerata berpikir kritis lebih tinggi yaitu sebesar 70,20 dibandingkan dengan siswa dibelajarkan PBL sebesar 53,18. Abstract. Critical thinking skills are essential 21st-century skills that need to be enhanced through innovative learning. Several studies indicate that students' critical thinking skills in various regions of Indonesia are still categorized as low. POPBL is an innovative learning model that has the potential to improve critical thinking skills. This study aims to analyze the effect of the POPBL model on high school students' critical thinking skills in biology learning. The research design used is a quasi-experimental design. The population of this study consists of all 11th grade MIPA students at high school 1 Cibitung. The classes used as research samples are class XI MIPA 7, taught with the POPBL model as the experimental group, and class XI MIPA 6, taught with the PBL model as the control group. The sampling technique used is random sampling. The instrument used is an essay test on critical thinking skills, integrated with a 1-4 assessment rubric. Data analysis was conducted using ANCOVA. The results of the ANCOVA test show that the implementation of the Problem-Oriented Project-Based Learning (POPBL) model has an effect on students' critical thinking skills in grade XI. Students who learned with POPBL had a higher average critical thinking score of 70.20, compared to students taught with PBL, who scored 53.18.
PENGARUH MEDIA 3D ANATOMY AND PHYSIOLOGY BERBASIS LESSON STUDY TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Maulidin, Sahrul; Mustofa, Romy Faisal; Triyanto, Samuel Agus
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v15i1p69-78

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh media 3D Anatomy and Physiology berbasis Lesson Study terhadap hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pre-experimental dengan sampel menggunakan 35 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan desain penelitian one grup pretest-posttest. Berdasarkan hasil penelitian, pengaruh media 3D Anatomy and Physiology sebagai media pembelajaran dan kegiatan Lesson Study sebagai bentuk upaya meningkatkan kualitas pembelajaran pada materi sistem sirkulasi, didapatkan bahwa uji hipotesis data hasil belajar dengan Wilcoxon Match Pairs Test memperoleh nilai signifikansi 0,000 (< 0,05) dan uji hipotesis kemampuan berpikir kritis dengan uji t memperoleh nilai 0,000 (< 0,05). Hal tersebut, dapat diartikan ada pengaruh media 3D Anatomy and Physiology berbasis Lesson Study terhadap hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa. Kegiatan Lesson Study yang dilakukan dalam penelitian, terdiri dari tahap Plan (perencanaan), Do (pelaksanaan), dan See (refleksi) selama 3 kali pertemuan pembelajaran materi sistem sirkulasi. Pengaruh yang ditunjukkan setiap indikator hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa, menunjukkan bahwa peningkatan tertinggi indikator hasil belajar terdapat pada indikator C4 (menganalisis) dan setelahnya pada indikator C1 (mengingat), sedangkan peningkatan terendah terdapat pada indikator C2 (memahami). Selanjtutnya, peningkatan nilai tertinggi indikator kemampuan berpikir kritis siswa terdapat pada indikator dukungan dasar (basic support), sedangkan peningkatan terendah terdapat pada indikator strategi dan taktik (strategy and tactics). Asbtract. The purpose of this study was to determine whether there is an influence of 3D Anatomy and Physiology media based on Lesson Study on student learning outcomes and critical thinking skills. The research method used was a pre-experimental method with a sample using 35 students selected using purposive sampling techniques and one group pretest-posttest research design. Based on the results of the study, the influence of 3D Anatomy and Physiology media as a learning medium and Lesson Study activities as an effort to improve the quality of learning on circulatory system material, it was found that the hypothesis test of learning outcome data with the Wilcoxon Match Pairs Test obtained a significance value of 0.000 (< 0.05) and a hypothesis test of critical thinking skills with a t test obtained a value of 0.000 (< 0.05). This can be interpreted as the influence of 3D Anatomy and Physiology media based on Lesson Study on student learning outcomes and critical thinking skills. Lesson Study activities carried out in research consist of Plan (planning), Do (implementation), and See (reflection) stages for 3 learning meetings of circulation system material. The influence shown by each indicator of learning outcomes and students' critical thinking skills, shows that the highest increase in learning outcome indicators is found in indicator C4 (analyzing) and afterwards in indicator C1 (remembering), while the lowest increase is found in indicator C2 (understanding). Furthermore, the highest increase in the indicator of students' critical thinking ability was found in (the basic support) indicator, while the lowest increase was found in (the strategy and tactics) indicator.
PROFIL INTEGRASI ASPEK SAINTIFIK PADA RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH MICROTEACHING TA 2020/2021 Chotimah, Yesi; Agustina, Putri
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v14i2p165-180

Abstract

Abstrak. Pembelajaran biologi seharusnya dilakukan sesuai hakikat biologi sebagai sains. Salah satu pendekatan yang sesuai dengan karakteristik biologi sebagai sains adalah pendekatan saintifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil integrasi aspek saintifik pada RPP mata kuliah microteaching semester genap T.A 2020/2021. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan menggunakan rumus Slovin sebagai metode penentuan jumlah sampel. Sampel RPP berjumlah 78 dokumen RPP dari 39 mahasiswa calon guru biologi FKIP UMS yang menempuh mata kuliah microteaching. Hasil penelitian integrasi aspek saintifik pada RPP microteaching menunjukkan, bahwa persentase tertinggi terdapat pada kegiatan inti dari RPP 1 dan RPP 2 yaitu mengamati (100% dan 92,31%), menanya (38,46% dan 43,59%), mengumpulkan informasi (97,44% dan 100%), dan mengomunikasikan (94,87% dan 100%), sedangkan mengasosiasi (100% dan 97,44%) tertinggi pada tujuan pembelajaran. Persentase integrasi terendah terdapat pada kegiatan pendahuluan dan penutup. Integrasi terendah aspek mengamati (5,13%) terdapat pada penutup, aspek menanya (0%) pada semua bagian RPP 1 kecuali kegiatan inti dan (0%) pada tujuan, pendahuluan dan penutup pada RPP 2, aspek mengumpulkan informasi (2,56%) pada pendahulaun dan penutup RPP 1 dan (2,56%) pada penutup di RPP 2. Aspek mengasosiasi (2,56%) pada pendahuluan RPP 1 dan (5,13%) pada pendahuluan dan penutup RPP 2. Aspek mengomunikasikan (0%) pada pendahuluan. Abstract. The biology learning should be carried out according to the nature of biology as a science. One approach that fits the characteristics of biology as a science is a scientific approach. This study aims to determine the profile of the integration of scientific aspects in the implementation of microteaching courses in the even semester of the 2020/2021 academic year. The sampling technique was carried out by purposive sampling using the Slovin formula as a method of determining the number of samples. The sample of the lesson plan amounted to 78 learning implementation plan documents from 39 prospective biology teacher students at the Faculty of Teacher Training and Education at the University of Muhammadiyah Surakarta who took microteaching courses. The results of the integration of scientific aspects in the microteaching learning implementation plan showed that the highest percentage was found in the core activities of the learning implementation plan 1 and lesson plan 2, namely observing (100% and 92.31%), asking questions (38.46% and 43, 59%), collecting information (97.44% and 100%), and communicating (94.87% and 100%), while associating (100% and 97.44%) was highest on learning objectives. The lowest percentage of integration is in the preliminary and closing activities. The lowest integration of the observing aspect (5.13%) is in the closing, the questioning aspect (0%) in all parts of the learning implementation plan 1 except for the core activities and (0%) in the objectives, introduction and closing of the lesson plan 2, information gathering aspects (2.56%) at the introduction and closing of the lesson plan 1 and (2.56%) at the end of the lesson plan 2. Associating aspects (2.56%) at the introduction to the lesson plan 1 and (5.13%) in the introduction and closing of the lesson plan 2. The aspect of communicating (0%) in the introduction.
IDENTIFIKASI STRATEGI MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI DALAM MELAKSANAKAN PTK Allvemy, Allecya Riany; Anwar, Yenny; Tibrani, Masagus Mhd; Vianty, Machdalena
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v15i2p117-124

Abstract

Abstrak. Strategi dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) penting untuk dipertimbangkan oleh para guru dan calon guru. Merancang strategi yang tepat dapat membantu mencapai tujuan PTK secara efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi calon guru biologi yang mengikuti ppg prajabatan dalam melaksankan PTK. Sampel penelitian ini adalah 26 orang calon guru biologi yang mengikuti PPG Prajabatan gelombang ke-II di Universitas Sriwijaya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif, sedangkan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebar melalui LMS dan Google Form. Berdasarkan analisis data menggunakan software Nvivo14 terlihat bahwa strategi calon guru biologi dalam melaksanakan PTK adalah sebagai berikut (1) Menemukan topik, teknik yang paling banyak digunakan adalah observasi, 2) Latar belakang yang diangkat, Hasil belajar yang rendah merupakan latar belakang yang paling banyak diminati, (3) Hasil yang paling diinginkan adalah peningkatan hasil belajar, (4) Metode pengajaran atau strategi yang paling sering digunakan pada saat PTK yaitu model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Abstract. Strategies for conducting Classroom Action Research (CAR) are important for teachers and teacher candidates to consider. Designing the right strategy can help achieve the objectives of CAR effectively and efficiently. The purpose of this study was to determine the strategy of prospective biology teachers in implementing PTK. The sample of this research was 26 biology teacher candidates who participated in the second wave of Pre-Service PPG at Sriwijaya University. The research used a qualitative descriptive method, while the data collection method used a questionnaire distributed through LMS and Google Form. Based on data analysis using Nvivo14 software, it can be seen that the strategies of prospective biology teachers in implementing CAR are as follows (1) Finding a topic, the most widely used technique is observation, 2) The background raised, low learning outcomes are the most popular background, (3) The most desired result is an increase in learning outcomes, (4) The teaching method or strategy most often used during CAR is the Problem Based Learning (PBL) learning model.