cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Nady al-Adab
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 16938135     EISSN : 26864231     DOI : -
Officially Nady al-Adab: Jurnal Nady al-Adab has partnered with Ittihad Mudarrisii al-Lughah al-'Arabiyyah (IMLA). In each upcoming issue, the manager of the Nadi al-Adab journal is committed to prioritizing articles that discuss language, literature, art and culture studies in an Arabic perspective.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
Kebebasan Perempuan dalam Islam; Governmentality MBS dalam Reposisi Perempuan Arab Saudi M Zulifan Zulifan
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 23 No. 1 (2026): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v23i1.50043

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep kebebasan perempuan dalam Islam dan relevansinya dengan kebijakan reformasi yang digagas oleh Muhammad bin Salman (MBS) melalui Visi Saudi 2030. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan utama: (1) apakah gagasan kebebasan perempuan yang diusung MBS selaras dengan konsep kebebasan perempuan dalam hukum Islam otoritatif, dan (2) bagaimana posisi perempuan dalam ranah sosial menurut praktik masyarakat Islam sejak masa Nabi Muhammad SAW hingga generasi ulama fikih. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-analitis dan kerangka teori governmentality yang diadaptasi untuk membaca strategi kekuasaan MBS, artikel ini menelaah kebijakan pemberdayaan perempuan Saudi—seperti perluasan akses kerja, mobilitas publik, dan partisipasi dalam posisi strategis—sebagai bagian dari rasionalitas pemerintahan modern. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, Islam sejak masa Nabi Muhammad Saw telah memberikan ruang partisipasi sosial bagi perempuan dalam batas-batas etika syariat, sebagaimana terlihat dalam praktik sahabiyah dan pandangan ulama fikih klasik. Reformasi MBS dalam beberapa aspek—terutama peningkatan partisipasi perempuan di ruang publik—memiliki titik temu dengan prinsip-prinsip tersebut. Dalam perspektif governmentality, kebijakan tersebut sekaligus merepresentasikan strategi kekuasaan yang bekerja melalui normalisasi peran gender baru, produksi diskursus moderasi, serta integrasi perempuan ke dalam struktur ekonomi-politik negara. Dengan demikian, reformasi perempuan dalam Visi Saudi 2030 tidak hanya dapat dibaca sebagai bentuk emansipasi normatif, tetapi juga sebagai instrumen rasionalitas pemerintahan yang mengarahkan konfigurasi peran perempuan sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan stabilitas politik negara. Kata Kunci: Kebebasan Perempuan; Visi Saudi 2030; Governmentality; Muhammad bin Salman
Pergeseran Mobilisasi Simbolik Dalam Lirik Tahayya Piala Dunia Fifa 2022 Muhammad Ghazi Al Ghifari; Amalia Faradilla
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 23 No. 2 (2026): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v23i2.50194

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tindak tutur ilokusi dalam lirik lagu Tahayya yang dirilis dalam rangka perhelatan Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan kerangka teori tindak tutur John R. Searle untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis-jenis ilokusi yang muncul dalam teks lagu. Data berupa transkripsi lirik lagu dianalisis melalui tahapan reduksi, klasifikasi, dan interpretasi kontekstual berdasarkan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik Tahayya didominasi oleh ilokusi direktif yang berfungsi sebagai mekanisme mobilisasi partisipatif audiens melalui strategi repetisi dan ajakan kolektif. Ilokusi asertif membangun fondasi ideologis yang menegaskan visi, legitimasi, dan identitas nasional, sementara ilokusi komisif menghadirkan komitmen simbolik terhadap realisasi “mimpi” kolektif. Ilokusi ekspresif memperkuat dimensi afektif melalui ekspresi kebanggaan, kegembiraan, dan keramahan budaya Arab. Tidak ditemukan ilokusi deklaratif dalam teks lagu. Secara kontekstual, temuan ini menunjukkan bahwa Tahayya tidak sekadar berfungsi sebagai teks hiburan atau seruan perayaan, melainkan sebagai instrumen pragmatik yang membangun narasi persatuan global, legitimasi nasional, dan diplomasi budaya. Melalui konfigurasi ilokusi yang terstruktur, lagu ini berperan sebagai perangkat mobilisasi simbolik yang mendukung konstruksi citra Qatar sebagai tuan rumah global dan aktor budaya di panggung internasional. Kata Kunci: Tindak Tutur Ilokusi; Pragmatik; Tahayya; Diplomasi Budaya; Piala Dunia FIFA 2022
Pergeseran Kategori Dalam Terjemahan Novel Mamu Zein Karya Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi Perspektif Catford Baiq Hikmatussofa; Shafa Diva An-Nisaa
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 23 No. 2 (2026): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v23i2.50248

Abstract

Penelitian ini mengkaji pergeseran kategori (category shift) dalam terjemahan novel Mamu Zein karya Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia berdasarkan perspektif John Cunnison Catford. Pergeseran kategori merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dalam penerjemahan karena adanya perbedaan sistem kebahasaan antara bahasa sumber dan bahasa sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pergeseran kategori yang meliputi structure shift, class shift, unit shift, dan intra-system shift dalam terjemahan novel tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Sumber data berupa novel Mamu Zein versi bahasa Arab dan versi terjemahan bahasa Indonesianya. Data dikumpulkan melalui teknik membaca dan mencatat, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjemahan novel Mamu Zein mengandung empat bentuk pergeseran kategori, yaitu pergeseran struktur, pergeseran kelas kata, pergeseran unit, dan pergeseran intra-sistem. Di antara keempat bentuk tersebut, pergeseran kelas kata dan pergeseran unit merupakan jenis pergeseran yang paling dominan, sedangkan pergeseran struktur dan pergeseran intra-sistem ditemukan dalam jumlah yang lebih sedikit. Temuan ini menunjukkan bahwa penerjemah cenderung melakukan penyesuaian bentuk kebahasaan untuk menghasilkan terjemahan yang lebih alami dan sesuai dengan sistem bahasa Indonesia tanpa mengabaikan kesepadanan makna. Penelitian ini memberikan kebaruan berupa kajian yang secara khusus menganalisis keseluruhan bentuk category shift Catford pada penerjemahan novel Mamu Zein dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia, sehingga memperkaya kajian empiris mengenai penerapan teori Catford pada penerjemahan karya sastra Arab. Kata Kunci: Penerjemahan; Pergeseran Tataran; Pergeseran Kategori; Catford; Mamu Zein
Bahasa Perempuan Pada Film Aysha El Dor Dalam Youtube Perspektif Coates Kajian Sosiolinguistik Rabbani Azzahra Rayhan; Nursukma Suri; Ira Annisa; Nabila Rosvita
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 23 No. 2 (2026): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v23i2.50744

Abstract

Penggunaan bahasa perempuan dengan latar belakang Arab menjadi salah satu keunikan untuk dikaji. Film ini menceritakan seorang wanita Mesir yang berstatus sebagai ibu tunggal setelah mengalami perceraian dan harus menjalani peran ganda dalam kehidupan untuk mencapai tujuan dan harapannya. Mesir dengan sitem patriarki yang masih berlaku kuat, sehingga menimbulkan adanya perbedaan perbedaan ciri-ciri bahasa antara laki-laki dan perempuan. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ciri-ciri bahasa perempuan yang digunakan oleh tokoh utama yaitu Aisha pada film Aisha El Dor. Jenis fitur bahasa perempuan diidentifikasi berdasarkan teori yang dikemukakan Coates (2013). Kemudian data penelitian ini diambil berdasarkan ucapan tokoh utama perempuan dalam film melalui metode observasi dengan teknik simak dan catat. Melalui teknik tersebut peneliti menyaksikan film terlebih dahulu dengan teliti dan cermat, kemudian menyimak kembali sambil mencatat ulang data-data yang akan diteliti. Data yang dikumpulkan diklasifikasikan kedalam kategori fitur bahasa perempuan dan dianalisis secara deskriptif menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa tokoh utama dalam film Aisha El Dor menggunakan beberapa  jenis fitur bahasa yang dikemukakan oleh Coates diantaranya: minimal responses (2), questions (3), commands and directives (3). Kata Kunci: Bahasa dan Gender; Fitur Peremupan; Film
القيم التربوية في شعر إسماعيل بن النجريلة الأندلسي Nadira Khoirunnisa; Daud Lintang; Hishomudin Ahmad
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 23 No. 2 (2026): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v23i2.50974

Abstract

يحظى البحث في القيم التربوية داخل النصوص الأدبية باهتمام متزايد، لما للأدب من قدرة على توجيه الوعي وبناء السلوك الإنسانيمن خلال اللغة والصورة. وعلى الرغم من المكانة التي يحتلّها شعر إسماعيل بن النجريلة في التراث الأندلسي، فإنّ الدراسات السابقةانشغلت في الغالب بتحليل الجوانب التاريخية أو الفنية لنتاجه الشعري، دون معالجة البعد التربوي الذي يميّز كثيراً من قصائده ويمنحهابعدًا إنسانيًا واضحًا. وتنطلق هذه الدراسة من تلك الفجوة البحثية إلى تقديم قراءة تربوية تحليلية تكشف طبيعة هذه القيم وطريقةبنائها داخل النص، وذلك من خلال تحليل القيم التربوية الواردة في شعره، وبيان الأساليب اللغوية والصور الفنية والحكميّة التياعتمدها في صياغة تلك القيم، إضافة إلى تفسيرها في ضوء نظريات القيم المعاصرة لفهم رؤيته في توجيه السلوك وبناء الوعيالأخلاقي. وتعتمد الدراسة المنهج الوصفي التحليلي عبر تحليل نماذج شعرية مختارة متُثّل حضور القيم في تجربته الشعرية. وتكشفالنتائج أنّ ابن النجريلة لا يقدّم القيم على نحو مباشر، بل يدمجها في سياق شعري متماسك يعكس خبرته الحياتية وحسّه التربوي،وأنّ قيمًا مثل العمل، والصبر، والحكمة، والتواضع، واحترام الإنسان تظهر في شعره من خلال لغة واضحة وصور دقيقة تمبرز معناهادون تكلّف. كما تشير النتائج إلى أنّ الشاعر يوظّف جمالية التعبير لخدمة غاية تربوية، مقدّمًا نموذجًا للأدب الذي يعلّم بلطفويؤثّر بعمق. وتخلص الدراسة إلى أنّ شعر ابن النجريلة يمثّل صورة حيّة من الروح الأندلسية التي جمعت بين القيمة والجمال، وأنّنتاجه قادر على الإسهام في إثراء النقاش المعاصر حول بناء الأخلاق وترسيخ الوعي القيمي .الكلمات المفتاحية : القيم التربوية، إسماعيل بن النجريلة، الشعر الأندلسي
الاقتران اللّفظي في اللّغة العربية؛ دراسة مقارنة لدلالته واستعمالاته في النصوص الكلاسيكيّة والحديثة HUSNI MUBAROK; Arifudin Arifudin
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 23 No. 2 (2026): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v23i2.51398

Abstract

يهدف هذا البحث للبحث في ظاهرة الاقتران اللّفظي في اللغة العربية مع التركيز على تطوّرها الدّلالي والتركيبي من النصوص الكلاسيكية إلى النصوص الحديثة. ويعدّ هذا البحث من البحوث المهمّة التي ينبغي استمرار إجرائها وتطويرها لما لها من دور بارز في اللغة العربية. وتهدف هذه الدراسة إلى تحديد تنوّعات المعنى ووظائف الاقترانات اللفظية في النصوص الكلاسيكية والحديثة، وتحليل أثر الاختلافات الزمانية والثقافية في تطوّر استعمالها وكشف الأنماط اللغوية في تغيّر معاني تلك الاقترانات ووظائفها. ومن خلال التحليل المقارن ذي الطابع النوعي، توصّلت الدراسة إلى جملة من التنوّعات المهمّة في معاني الاقترانات اللفظية ووظائفها عبر الحقب التاريخية المختلفة. وتستخدم النصوص العربية الكلاسيكية الاقتران اللفظي في الغالب لأغراض جمالية وبلاغية، مع التركيز على الترادف والتوازي التركيبي. وعلى النقيض من ذلك، تشهد العربية الحديثة تحوّلا نحو استعمال أكثر طابعا تداوليا، حيث يؤدّي الاقتران اللفظي دورا في توضيح المعنى والانسجام مع حاجات التواصل المعاصر. وتدمج هذه الدراسة بين المدخل الدلالي والتركيبي للكشف عن كيفية تأثير العوامل الزمنية والثقافية والاجتماعية في هذا التحوّل اللغوي. وتبرز النتائج التفاعل الدينامي بين بنية اللغة والتحوّلات الاجتماعية، كما تقدّم آراء جديدة حول تطوّر العربية وتسهم الدراسة في تطوير مجال اللسانيات التعاقبية بشكل عام، وتقدّم أساسًا لأبحاث لاحقة حول تطوّر اللغة العربية. الكلمات المفتاحية: الاقتران اللّفظي؛ التطوّر الدلالي؛ التحليل التركيبي؛ العربية الكلاسيكية والحديثة.
Narasi Palestina Pada Media Arab Pasca Perang Gaza: Analisis Wacana Kritis Model Theo Van Leeuwen Muhammad Bachrul Ulum; Moh. Buny Andaru Bahy; Ahmad Sirfi Fatoni
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 23 No. 2 (2026): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v23i2.51676

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap seberapa besar pengurangan porsi narasi Palestina pada media Arab pasca Perang Gaza 2023, yakni pada portal Al-Arabiya yang berada di bawah MBC group Saudi Arabia, dan portal Al-Jazeera yang berpegang pada ideologi Anti Status-Quo otoritas kawasan di Qatar. Menurut data dari Google Trends, Atensi terhadap Palestina pasca Serangan 7 Oktober 2023 justru cenderung menurun, sedangkan Atensi terhadap Gaza justru melonjak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK ) Model Theo Van Leeuwen karena relevansinya dalam mendeteksi bagaimana aktor sosial dan peristiwa ditampilkan (inklusi) atau disembunyikan (eksklusi) dalam teks media yang menjadi tendensi ideologis di balik pemberitaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 8 teks berita dengan 4 tema krusial pada momentum penting pasca dimulainya Perang Gaza dengan periode pemberitaan mulai 1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2024, pada portal al-Arabiyya dan al-Jazeera. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari total 10 data eksklusi dan 37 data inklusi, penyembunyian (eksklusi) narasi Palestina lebih banyak dilakukan Al-Arabiya dengan total 7 Data sedangkan Al-Jazeera dengan total 3 data, menunjukkan adanya upaya pengaburan narasi Palestina yang lebih besar pada portal al-Arabiyya. sedangkan penampilan (inklusi) narasi Gaza pada Al-Arabiya penuh dengan Pengaburan, Pembingkaian, dan Pengalihan dengan total 23 Data inklusi bermuatan negatif, sementara Al-Jazeera menampilkan narasi Gaza (inklusi) secara lugas dan terbuka dengan total 14 Data. Kata Kunci: Eksklusi; Gaza; Inklusi; Media; Palestina.
Representasi Nilai Moral dalam Iklan Kellogg's Noodles: Sebuah Kajian Semiotika Charles Sanders Peirce Nurhidayah Asgar; Sitti Wahidah Masnani; Andi Agussalim
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 23 No. 2 (2026): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v23i2.52660

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya berbagai tanda verbal dan non-verbal yang ditampilkan oleh pengiklan dalam Iklan Kellogg’s Noodles namun belum diketahui maknanya serta pesan apa yang disampaikan dalam setiap scene yang ditampilkan.  Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis tanda verbal dan non-verbal dalam iklan كيلوجز نودلز طعم قلب الدنيا berdasarkan Semiotika CS Peirce. (2) Menganalisis nilai moral yang terkandung dalam iklan كيلوجز نودلز طعم قلب الدنيا.  Dalam penelitian terhadap “Iklan Kellogg’s Noodles”, peneliti mengumpulkan data-data untuk mendukung hasil penulisan dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan teknik Simak bebas cakap.  Teknik simak merupakan salah satu jenis teknik pengumpulan data dari penggunaan bahasa, baik secara verbal maupun non-verbal. Peneliti tidak berpartisipasi dalam percakapan dengan sumber data. Peneliti hanya berperan sebagai penyimak karena data bebentuk video. Langkah selanjutnya adalah teknik catat yaitu mencatat informasi atau data yang diperoleh dari objek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat Nilai-nilai Moral dalam iklan berupa (1) Sikap sikap hormat dan kelembutan dalam berkomunikasi, (2) Prioritas Utama dalam pengambilan keputusan makanan, (3) Kejujuran dan Transparansi, (4) Keharmonisan dan Kebahagiaan Keluarga, (5) Bertindak bijaksana terhadap manipulasi bahasa, (6) Pentingnya pemahaman kesehatan dalam mengonsumsi makanan, (7) Sikap terbuka dan prasangka baik, dan (8) Kepercayaan dalam Keberagaman. Nilai-nilai moral tersebut ditemukan berdasarkan penjabaran penjelasan makna tanda verbal dan non-verbal dalam Iklan Kellogg’s Noodles menggunakan pendekatan Semiotika CS Peirce.