cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Nady al-Adab
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 16938135     EISSN : 26864231     DOI : -
Officially Nady al-Adab: Jurnal Nady al-Adab has partnered with Ittihad Mudarrisii al-Lughah al-'Arabiyyah (IMLA). In each upcoming issue, the manager of the Nadi al-Adab journal is committed to prioritizing articles that discuss language, literature, art and culture studies in an Arabic perspective.
Arjuna Subject : -
Articles 171 Documents
Pembentukan Istilah Bahasa Arab Melalui Metode Tarjamah: Kajian Leksikologis, Leksikografis, dan Tantangannya Rasiyani, Alfiyah; Nurfazri, Aulidina; Asy Shyifaauzzahra, Fasya; Okta Taufika Rahma; Rania Izzati; Rizky Umi Nasihatus Sholihah
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 22 No. 3 (2025): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v22i3.46376

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses pembentukan istilah bahasa Arab modern melalui metode tarjamah (penerjemahan), dengan fokus pada tinjauan leksikologis, leksikografis, dan tantangan yang menyertainya. Di tengah arus globalisasi, bahasa Arab menghadapi tuntutan untuk terus beradaptasi dengan konsep-konsep baru, terutama dalam bidang teknologi, sains, dan ekonomi. Tarjamah menjadi strategi kunci, tidak hanya sebagai alih makna literal, tetapi juga sebagai proses adaptasi morfologis, semantik, dan kultural untuk menciptakan istilah yang relevan dan fungsional. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi pustaka untuk menganalisis berbagai jenis tarjamah—seperti harfiyah (literal), maknawiyah (kontekstual), dan tafsiriyah (interpretatif)—serta aplikasinya dalam pembentukan istilah. Hasil kajian menunjukkan bahwa tarjamah maknawiyah dan deskriptif menjadi pendekatan yang paling dominan dalam menciptakan padanan istilah modern seperti al-barīd al-iliktrūnī (email) dan at-taḍakhkhum (inflasi). Proses ini melibatkan pencarian padanan semantik, penyesuaian pada wazn (pola morfologis), dan adaptasi budaya agar istilah mudah diterima. Meskipun demikian, proses ini menghadapi tantangan signifikan, antara lain ketidaksesuaian makna kontekstual, ambiguitas leksikal, dan kurangnya standardisasi antar lembaga bahasa. Makalah ini menyimpulkan bahwa tarjamah memegang peran strategis dalam modernisasi leksikon Arab, namun diperlukan koordinasi yang lebih sistematis untuk memastikan konsistensi dan akurasi istilah yang dihasilkan.
Stilistika dan Pragmatik: Ruang Lingkup, Relasi dan Contoh Penerapannya Umam, Muhammad Choirul; Amrullah, Friendis Syani
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 22 No. 3 (2025): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v22i3.47757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan stilistika dan ruang lingkupnya, pragmatik dan ruang lingkupnya, ‎relasi stilistika dan pragmatik dan contoh penerapannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif ‎deskriptif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dengan teknik baca ‎dan catat. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode taksonomi dengan tahap penyusunan dan ‎interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Stilistika adalah ilmu yang mengkaji gaya bahasa dan ruang ‎lingkup stilistika meliputi aspek fonologi, morfologi, sintaksis, semantik dan imagery, 2) Pragmatik adalah ‎ilmu yang mengkaji makna dengan mempertimbangkan situasi tuturan‎ dan ruang lingkup pragmatik meliputi ‎tindak tutur, prinsip percakapan, implikatur, dan deiksisi (cakupan primer) serta postulat pragmatik dan ‎performatif (cakupan sekunder), 3) Relasi antara stilistika dan pragmatik terdapat pada aspek makna, aspek ‎retorika dan stilistika ekspresif memiliki kedekatan dengan tindak tutur dalam pragmatik. Di samping itu, ‎muncul pendekatan baru stilistika pragmatik yang menggabungkan kedua disiplin ilmu dalam proses ‎analisisnya, dan 4) Penggunaan analisis stilistika dan pragmatik secara berurutan menjadikan hasil penelitian ‎lebih utuh dan komprehensif. ‎ Kata Kunci: Stilistika; Pragmatik; Relasi; Penerapan
التجربة الشعرية لدى أبوبكر أحمد أباجَي من خلال ديوانه "كأنها حروف شريدة": Ahmad Agbaje's Poetic Experience from his Divan titled As If They Are Fugitive Letters Abdulkareem, Jamiu Saadullah
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 22 No. 3 (2025): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v22i3.48036

Abstract

يتناول هذا المقال دراسة نقدية للتجربة الشعرية لدى الشاعر أبوبكر أحمد أباجَي من خلال ديوانه "كأنها حروف شريدة" حيث تحدث عن الحياة المادية والروحية، بواسطة الصنعة الفنية المشتملة على جودة الفكر وصدق العاطفة وروعة الخيال ووضوح الأسلوب ودلالة الموسيقى. وتكمن مشكلة البحث في الحقيقة أن ديوانه السالف الذكر لما ينل عناية الدارسين، على الرغم من احتوائه على القيم الفكرية واللغوبة والفنية من حيث التعبير والشعور. وتتمثل أهداف البحث في إبراز الجودة الفكرية والملكة اللغوية والمقدرة الفنية التي أتيحت للشاعر، وتنقيب مدى استطاعة الشاعر لتوظيف تلك القيم في قصائد الديوان، وإصدار الحكم فيها على حساب نظرية التجربة الشعرية. واعتمدت الدراسة منهجين هما التاريخي والوصفي؛ فالمنهج التاريخي لتوثيق ترجمة حياة الشاعر والمنهج الوصفي لتقييم مظاهر التجربة الشعرية في قصائد الديوان. وتوصل البحث إلى بعض النتائج ومنها: تحقيق مقدرة الشاعر في قرض الشعر عن موضوعات الوجدان الروحي والمديح، والرحلة والاغتراب والحنين، والتعبير عن القضايا الدينية والثقافية والاجتماعية والسياسية والوطنية والدولية. وكذلك إقرار عاطفته الجياشة مع التطبيق المناسب للإيقاعات الموسيقية وأساليب الكلام الدلالية، وتصوير الأحداث والوقائع بالروعة والجودة. ويدل كل ذلك على احتواء الديوان على قِيَم التجربة الشعرية: الشعورية والتعبيرية، على أوضح تركيب وأقوى تصوير وأجمل تخييل. ويوصي البحث الدارسين اللاحقين بإعداد البحوث اللغوية لقصائد الديوان لتكملة الدراسات.
Media Kartu dan Pembelajaran Kolaboratif: Upaya Meningkatkan Penguasaan Dasar-Dasar Nahwu di Smp Azharyah Palembang Harahap, Zalika Safitri; mukmin, Mukmin; Sabana, Rendi
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 22 No. 3 (2025): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v22i3.48465

Abstract

Pembelajaran Bahasa Arab pada aspek nahwu menarik untuk dikaji, karena pembelajaran nahwu yang masih didominasi metode ceramah serta Keterbatasan dalam penggunaan media pembelajaran ini menyebabkan proses belajar nahwu belum sepenuhnya menarik bagi siswa. Tidak adanya variasi media pendukung sehingga proses pembelajaran terkesan tidak berinovasi, Selain itu pemilihan model pembelajaran yang tepat diperlukan. pada masa sekarang pendidik memiliki berbagai pilihan media dan model pembelajaran yang dapat dimanfaatkan. Salah satunya Media kartu ini menyajikan materi ajar dengan menggunakan kata kata singkat dalam bentuk kartu permainan dan model collaborative learning untuk mendorong erja sama siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Efektivitas penggunaan media kartu dan collaborative learning sebagai alat pendukung dan model pembelajaran untuk melihat pemahaman siswa dalam pembelajaran nahwu. penelitian ini menggunakan pendekatan mixmethod dengan Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, tes dan angket. Analisis data kuantitatif dilakukan melaui uji normalitas, uji homogenitas, uji t independent sampel t test, uji n-gain score. Dilihat pada hasil uji statistik diperoleh nilai.sig (2-tailed) adalah 0,003lebih kecil 0,05, dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya efektivitas media kartu dan collaborative learning dalam pembelajaran nahwu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kartu dan pembelajaran kolaboratif efektif dalam meningkatkan penguasaan siswa terhadap dasar dasar nahwu Keywords: Media Kartu; Collaborative Learning; Pembelajaran Nahwu
Social Religious Conflict in Taufik Al-Hakim’s Short Story Iblīsu Yantaṣiru: An A.J. Greimas Narratological Analysis Angraini, Lia; Surur, Misbahus; Meysarah, Meysarah; Munir, Mubasyir; Mustofa, Arif
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 23 No. 1 (2026): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v23i1.48418

Abstract

Bahasa Indonesia: Cerpen Iblīsu Yantaṣiru karya Taufiq Al-Hakim mengisahkan seorang laki-laki saleh yang bertekad menegakkan kebenaran dan melawan kesesatan masyarakat. Akan tetapi, tekadnya akhirnya runtuh akibat godaan hawa nafsu duniawi. Narasinya disusun untuk menggambarkan pergulatan batin antara idealisme agama dan godaan materi, yang mencerminkan konflik moral yang kerap muncul di masyarakat. Alur cerita berkembang dari munculnya masalah dan tujuan sang tokoh utama hingga klimaks, yang mengungkap kegagalan spiritual akibat integritas moral yang lemah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antartokoh dan bentuk-bentuk konflik dalam cerpen tersebut dengan menerapkan teori aktansial dan struktural fungsional AJ Greimas, menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan naratologis. Sumber data utama adalah cerpen Iblīsu Yantaṣiru dan berbagai rujukan relevan. Data dikumpulkan melalui teknik baca, terjemah, dan catat, sedangkan analisisnya mengikuti model Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian, dan simpulan. Analisis menunjukkan bahwa Nasik, sosok yang dikenal karena kesalehannya, adalah subjek yang ingin menebang “pohon kesesatan” demi menyelamatkan masyarakat (objek), didorong oleh keimanannya (pengirim) dan dibantu oleh kapak (penolong). Ia terhalang oleh setan dan hawa nafsunya sendiri (rintangan). Dalam kerangka struktur fungsional, Nasik gagal pada tahap transformasi karena motivasinya telah berubah dari niat tulus demi Allah menjadi hawa nafsu duniawi. Akibatnya, tujuan tidak tercapai dan masyarakat tetap dalam keadaan kebingungan.
Quraysh Commercial Dominance: Political and Security Strategies on the Arabian North–South Trade Route Apipudin, Apipudin; Fazlin, Tarasyah
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 23 No. 1 (2026): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v23i1.48630

Abstract

This article critically analyzes the commercial hegemony of the Quraysh tribe over the Yemen–Levant trade routes during the pre-Islamic era. Moving beyond descriptive narratives, this study employs an economic history approach and socio-political analysis, integrated with critical source evaluation of Islamic historiographical traditions, to examine Quraysh dominance. The focus includes the institutionalization of ilaf diplomacy, the Ahabish military alliance, and the capitalization of the Ka‘bah’s sacred status (haram). Findings indicate that Quraysh success was not merely geographical, but a synthesis of structured mercantile networks, strategic maneuvering, and spiritual legitimacy. This trade dominance transformed Mecca into a cosmopolitan hub and fostered regional integration. The study concludes that Quraysh commercial hegemony provided the vital socio-economic and logistical infrastructure for the subsequent emergence and expansion of Islam. Keywords: Quraysh; Pre-Islamic Trade; Yemen–Levant Route; Ilaf Diplomacy; Economic Hegemony.
Pempribumian Istilah Keagamaan Islam Serapan Bahasa Arab: Kajian Nativisasi Istilah Berawalan Fonem /R/ Fathan, Andini Adelia; Rohim, Fathur; Pribadi, Mohammad
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 23 No. 1 (2026): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v23i1.49233

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses pempribumian (nativisasi) istilah keagamaan Arab berawalan fonem /r/ dalam bahasa Indonesia dengan fokus pada aspek fonologis, semantik, dan perluasan fungsi antroponimi. Kajian ini tidak hanya menyoroti perubahan bentuk dan makna kosakata serapan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana istilah keagamaan mengalami perluasan fungsi dalam kehidupan sosial masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memahami dinamika hubungan antara bahasa, agama, dan identitas budaya dalam konteks kebahasaan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Sumber data berupa Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kamus bahasa Arab, serta dokumen kebahasaan yang relevan, dengan data utama berupa kosakata rasul, rida, ramadan, rahim, dan rezeki yang juga digunakan dalam praktik penamaan masyarakat. Data dikumpulkan melalui metode simak dan teknik catat. Analisis data dilakukan menggunakan kombinasi metode agih untuk mengkaji perubahan fonologis dan metode padan untuk menganalisis aspek semantik serta fungsi sosial kosakata. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh istilah mengalami penyesuaian fonologis yang sistematis, seperti substitusi /q/-/k/, /ḥ/-/h/, /ḍ/-/d/, /ṣ/-/s/, serta pemendekan vokal panjang. Dari sisi semantik, ditemukan pola beragam: pemertahanan makna (ramadan), penyempitan makna (rida, rezeki), perluasan makna (rasūl), serta pemertahanan sekaligus pergeseran makna (rahim). Selain itu, seluruh istilah mengalami perluasan fungsi ke ranah antroponimi sebagai nama diri dengan variasi fonologis dan ortografis sesuai kebiasaan lokal.Pempribumian istilah keagamaan Arab berawalan fonem /r/ khususnya kosakata rasul, rida, ramadan, rahim, dan rezeki dalam bahasa Indonesia bersifat multidimensional, mencakup aspek linguistik, sosial, dan budaya. Proses ini menunjukkan adanya kesinambungan makna religius, sekaligus adaptasi lokal yang memperkaya identitas kebahasaan dan kultural masyarakat Indonesia. Keywords: Antroponimi; Fonologi; Istilah Keagamaan Arab; Nativisasi; Pempribumian; Semantik.
Al-Itnab dalam Narasi Kisah al-Qur'an: Studi Verbositas Retoris pada Kisah Nabi Musa Husen Z, Muhammad; Haniah, Haniah
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 23 No. 1 (2026): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v23i1.49366

Abstract

Penelitian ini menganalisis penggunaan al-Itnāb (verbositas retoris) dalam narasi kisah Nabi Musa di dalam Al-Qur’an, dengan pendekatan ilmu balaghah (retorika Arab). Melalui metode analisis konten kualitatif, kajian berfokus pada identifikasi bentuk dan fungsi retoris al-Itnāb dalam ayat-ayat yang memuat kisah Nabi Musa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Itnāb muncul dalam tiga bentuk utama, yaitu pengulangan leksikal (Itnāb al-Tikrār), perincian deskriptif (Itnāb al-Tafṣīl), dan penyebutan untuk makna lain (Itnāb al-Ḏikr al-Murād bi al-Maqṣūd). Bentuk-bentuk tersebut berfungsi untuk menegaskan pesan moral, memperdalam karakterisasi tokoh, serta membangun keterlibatan emosional dan psikologis audiens. Dengan demikian, al-Itnāb dalam kisah Nabi Musa bukan merupakan redundansi bahasa, melainkan strategi retoris yang disengaja untuk memperkuat dampak pedagogis dan naratif kisah Al-Qur’an. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman yang lebih mendalam tentang dimensi kebahasaan dan retoris dalam penafsiran kisah-kisah Al-Qur’an, sekaligus menegaskan keistimewaan stilistika kitab suci tersebut. Kata Kunci: al-Itnāb, narasi Qur’ani, retorika, kisah Nabi Musa, balaghah.
Alexithymia Tokoh Zahra dalam Novel “Ḥikāyah Zahrā” Karya Hanan al-Shaykh: Analisis Psikologi Sastra Haque, Karishma Nurtasyani Ishwara; Al Bahar, Ali Hasan; Abshar, Ulil
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 23 No. 1 (2026): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v23i1.49380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi alexithymia pada tokoh utama Zahra dalam novel Ḥikāyah Zahrā karya Ḥanān al-Shaykh dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra melalui teori alexithymia Taylor, Bagby, dan Parker. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan teknik close reading untuk mengidentifikasi gejala-gejala alexithymia yang terdapat di dalam teks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Zahra mengalami empat ciri utama alexithymia, yaitu kesulitan mengenali emosi (4 data), kesulitan mengekspresikan emosi (4 data), keterbatasan imajinasi (1 data), dan kecenderungan berpikir eksternal (3 data). Dari keseluruhan data, ciri yang paling dominan adalah kesulitan mengekspresikan emosi. Selain itu, ditemukan bahwa kondisi alexithymia Zahra memiliki keterkaitan erat dengan trauma masa kecil, gangguan psikosomatis, serta gejala kecemasan. Hubungan tersebut berdampak pada ketidakstabilan emosional dan kesulitan dalam menjalin hubungan sosial. Melalui analisis ini, dapat disimpulkan bahwa novel Ḥikāyah Zahrā karya Ḥanān al-Shaykh tidak hanya menggambarkan penderitaan individu, tetapi juga menjadi kritik terhadap sistem sosial patriarkal yang menekan perempuan secara emosional dan psikologis. Kata Kunci: Alexithymia, Psikologi Sastra, Ḥikāyah Zahrā, Hanan al-Shaykh
Realitas Problematika Sosial Palestina dalam Film Farha (Kajian Strukturalisme Genetik) Aminuloh, Diki; Akmaliyah, Akmaliyah; Rohanda, Rohanda
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 23 No. 1 (2026): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v23i1.49982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi realitas problematika sosial Palestina dalam film Farha dengan menelusuri hubungan antara struktur karya dan struktur sosial-historis yang melatarbelakanginya melalui perspektif Strukturalisme Genetik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis Strukturalisme Genetik Lucien Goldmann, yang menekankan hubungan dialektis antara struktur teks film dan struktur sosial. Data penelitian berupa dialog, adegan visual, dan narasi yang berkaitan dengan isu sosial dalam film dikumpulkan melalui teknik simak-catat dan dianalisis menggunakan model reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Farha merepresentasikan realitas sosial Palestina pada masa Nakba 1948 melalui penggambaran penjajahan, kekerasan kolonial, krisis kemanusiaan, Pengusiran masalah, krisis identitas, Ketimpangan pendidikan dan hambatan sosial, Struktur patriarki, pernikahan dini, dan stereotif gender. Film ini menghadirkan pandangan dunia bangsa Palestina sebagai dasar pembentukan kesadaran kolektif yang lahir dari pengalaman penindasan dan perjuangan bertahan hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Farha bukan hanya karya estetik, melainkan media artikulasi memori sejarah dan simbol perlawanan yang menegaskan bahwa sinema dapat berfungsi sebagai ruang dokumentasi kultural, kritik sosial, dan penyampai pesan kemanusiaan universal