cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 24608173     EISSN : 25283219     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) merupakan media publikasi kegiatan pengabdian pada masyarakat di bidang agrokompleks, sains, sosial kemasyarakatan dalam bentuk penerapan IPTEKS maupun peningkatan pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini terbit dua kali setahun di bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
PEMANFAATAN KOTORAN BURUNG PUYUH SEBAGAI PAKAN IKAN LELE Abdullahi, Alima Bachtiar; Rusli, Arham; Mursida, .; Fitriani, Nur
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v4i2.7418

Abstract

Program diseminasi produk teknologi ke masyarakat merupakan upaya yang lebih komprehensif untuk mengakselerasi proses hilirisasi teknologi hasil penelitian suatu lembaga yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan adalah penerapan integrated farming system dengan pemanfaatan kotoran burung puyuh sebagai pakan ikan lele. Mitra kegiatan adalah warga binaan Rutan Kelas IIB Pinrang. Untuk pemanfaatan kotoran puyuh sebagai pakan ikan lele, metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan pembuatan pakan lele dari kotoran burung puyuh. Metode pembuatan pakan lele dengan memanfaatkan kotoran burung puyuh yang dikembangkan melalui beberapa tahap yaitu: pengeringan bahan; pemasakan bahan; penggilingan bahan; pencetakan bahan menjadi butiran pellet dan pendinginan. Selain menggunakan kotoran puyuh kering, pembuatan pakan ikan lele juga dapat menggunakan kotoran burung puyuh fermentasi. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, dapat disimpulkan antara lain: Program Diseminasi Produk Teknologi ke Masyarakat sangat membantu PPPM Politani Pangkep dalam mendiseminasikan hasil-hasil penelitian dan pengabdian yang telah dilakukan sebelumnya; terbentuk jaringan yang baik dan kuat antara PPPM Politani Pangkep dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, dalam hal ini Rutan Kelas IIB Pinrang; kotoran puyuh dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik tanaman hortikultura dan sebagai pakan ikan lele; meningkatnya keterampilan warga binaan Rutan Kelas IIB Pinrang dalam hal budidaya puyuh, dan budidaya ikan lele; terbentuknya kemandirian warga binaan Rutan Kelas IIB Pinrang sehingga tujuan dari Program Diseminasi Produk Teknologi ke Masyarakat terwujud yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Kata kunci: pemanfaatan, kotoran, burung puyuh, pakan ikan lele.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PETANI DAN PETERNAK DI KELURAHAN TANDEBURA KECAMATAN WATUBANGGA KABUPATEN KOLAKA Hastuti, H; Husnaeni, H
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v4i2.7409

Abstract

Kelurahan Tandebura merupakan salah satu dari beberapa desa atau kelurahan sentra ternak sapi dan kambing di kecamatan Watubangga Kabupaten Kolaka, dikelilingi areal perkebunan dan pertanian.  Selama ini limbah ternak berupa feses dan urine belum termanfaatkan dan relatif dibiarkan begitu saja, sehingga menyebabkan gangguan lingkungan seperti pencemaran bau dan estetika.  Limbah ternak tersebut dapat menjadi sumberdaya lokal yang potensial untuk membantu usahatani masyarakat, jika dimanfaatkan atau diolah menjadi pupuk organik sebagai “pengganti” pupuk anorganik yang harganya kian melambung.  Oleh karena itu, penanganan limbah perlu dilakukan untuk meminimalisir polusi lingkungan, dan meningkatkan nilai tambah bagi petani/peternak. Kegiatan aplikasi Ipteks ini bertujuan mengembangkan teknologi ramah lingkungan dengan memanfaatkan dan memberdayakan sumber-sumber daya lokal guna meningkatkan produksi serta mereduksi input-input sintetik (anorganik) menjadi input non-sintetic untuk mendukung Good Agricultural Practice (GAP) atau pertanian ramah lingkungan berkelanjutan.  Bentuk kegiatan berupa demonstrasi / pelatihan (sekolah lapang terpadu) dan semi-riset untuk mengaplikasikan teknologi proses pembuatan Pupuk Organik Cair / padat dan dapat berfungsi alami sebagai  Hormon Tumbuh dengan memanfaatkan Limbah Padat dan Cair dan Feses Ternak kambing, dengan  tambahan pemberian perlakuan pengganti  unsur kimia N,P,K  yaitu  Sabuk kelapa (Kg) : Batang Pisang (kg) : Azolla (Kg), kotoran kambing, Urine sapi (L), Air  50 L.  Untuk melihat konsentrasi mana yang terbaik untuk dijadikan Produk Hasil Olahan UKM. Selain itu juga dipraktekkan cara memproduksi pupuk organik padat dari feses yang telah dikomposkan bersama jerami dan Limbah Organik lain.  Produk utama berupa POC maupun POP dikemas sebagai produk UKM dan diberi label “Pupuk Organik petani Tandebura Plus Hormon Tumbuh” (PORTAWA Plus).Kata kunci: PORTAWA Plus, Pupuk Organik, feses ternak kambing, POC, POP.
PENINGKATAN MUTU BOLU CUKKE MELALUI INTRODUKSI PERALATAN DAN PERBAIKAN KEMASAN Abdullahi, Alima Bachtiar; Rusli, Arham; Malle, Sriwati; D M, Zulfitriany
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i1.8126

Abstract

ABSTRAKUsaha bolu cukke merupakan salah satu usaha yang mulai banyak digeluti oleh masyarakat Kabupaten Pinrang dalam tiga tahun terakhir. Meskipun telah banyak diusahakan, namun usaha ini masih memiliki banyak kendala dalam pengembangannya terutama dari sisi ketersediaan peralatan, pengetahuan kemasan dan pengelolaan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk penerapan Iptek Bagi Masyarakat (IbM) pada usaha bolu cukke ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan produksi, memperbaiki mutu kemasan produk dan meningkatkan kemampuan pengelolaan Usaha Kecil Menengah (UKM) mitra. Metode pelaksanaan kegiatan IbM ini dilakukan melalui introduksi peralatan, pelatihan dan pendampingan dengan dengan beberapa tahapan kegiatan yaitu; 1) Sosialisasi program IbM untuk menyatukan persepsi tim pengusul dan mitra dalam pelaksanaan program, 2) Penyiapan sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan kegiatan, 3) Penyiapan peralatan dan introduksi peralatan yang dirancang dan dilaksanakan oleh tim pengusul, 4) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra melalui beberapa pelatihan, dan 5) Pendampingan pengelolaan usaha dan pemasaran. Hasil yang dicapai dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini antara lain; kegiatan yang dilaksanakan sangat direspon oleh kedua mitra maupun masyarakat sekitar mitra, kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan mitra dan kebutuhan masyarakat untuk mencapai kehidupan mandiri dan sejahtera, terjadi peningkatan semangat wirausaha bagi anggota mitra dan produk bolu cukke yang dihasilkan oleh mitra telah dipasarkan dengan variasi rasa dengan kemasan yang menarik.Kata kunci: mutu, bolu cukke, kemasan. ABSTRACTBolu Cukke business is one of the businesses that the Pinrang Regency community has begun to cultivate in the last three years. Although much effort has been made, this business still has many obstacles in its development, especially in terms of equipment availability, packaging knowledge and business management. Community service activities in the form of the application of Science and Technology for the Community (IbM) in the Bolu Cukke business aim to increase production capabilities, improve product packaging quality and improve management capabilities of Small and Medium Enterprises (UKM) partners. The method of implementing this IbM activity is carried out through the introduction of equipment, training and assistance with several stages of activities namely; 1) Socialization of the IbM program to unite the perception of the proposing team and partners in the implementation of the program, 2) Preparation of facilities and infrastructure that supports the implementation of activities, 3) Preparation of equipment and introduction of equipment designed and implemented by the proposing team, 4) Increasing partner's knowledge and skills through some training, and 5) Business management and marketing assistance. The results achieved from the implementation of community service activities include; the activities carried out were greatly responded by both partners and the community around the partners, activities carried out in accordance with the needs of partners and the needs of the community to achieve an independent and prosperous life, there was an increase in entrepreneurial spirit for partner members and the products produced by partners had been marketed with a variety of flavors with attractive packaging.Keywords: quality, bolu cukke, packaging.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TANI DENGAN INTEGRATED FARMING SYSTEM DI DESA PAL IX KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Gafur, Sutarman; Hayati, Rita; Tribudi, Yuli Arief
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v4i2.7414

Abstract

Kecamatan Sungai kakap selama ini dikenal sebagai sentra produksi sapi dan padi dan mensuplai hasilnya bagi masyarakat kota Pontianak. Masing masing sektor ini masih diusahakan secara konvensional sehingga sumberdaya lokal berupa limbah belum dimanfaatkan secara maksimal. Metode pelaksanaan di lapangan terdiri dari sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan, praktek dan pendampingan serta evaluasi kegiatan. Tujuan kegiatan adalah memberikan teknologi integrated farming system kepada masyarakat. Melalui kegiatan KKN PPM ini masyarakat telah diberikan seperangkat alat instalasi biogas, pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan alat instalasi biogas dan cara penggunaannya, demplot budidaya tanaman padi dan rumput gajah menggunakan pupuk organik, pembuatan pakan ternak dari limbah pertanian serta pengemasan pupuk organik padat dan cair. Bagi mahasiswa kegiatan ini mampu meningkatkan kemampuan dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi, softskills dan empati terhadap masyarakat.Kata kunci: Integrated farming system, Sungai kakap, biogas, padi
PENDAMPINGAN PROGRAM USAHA MIKRO KECIL MENENGAH BERBASIS PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) MELALUI KKN-PPM DAERAH PEMEKARAN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT Asriati, Nuraini; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i1.9040

Abstract

Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil Menengah merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial lingkungan yang bertujuan untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat melalui pembinaan dan pendampingan kepada pengusaha-pengusaha lokal yang berpotensi untuk menggerakkan perekonomian daerah serta membuka peluang bagi masyarakat sekitar dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan termasuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). PKBM berbasis kewirausahaan memang bukan wacana baru yang dicanangkan, wacana ini sudah lama di gulirkan dan disosialisasikan, tapi sebagian PKBM belum menuju ke arah sana Sekitar 90% penduduk buta aksara berusia produktif dan berada di kalangan ekonomi lemah. Upaya untuk mengatasi salah satunya dengan menerjunkan mahasiswa ke lapangan melalui kegiatan KKN-PPM. Kegiatan diikuti sebanyak total 15 orang yang tersebar pada lima lokasi PKBM, yaitu PKBM Marga Jaya, PKBM Aprilla, PKBM Surya Kencana, PKBM Siratul Jannah dan PKBM Melati dengan tiga orang mahasiswa di setiap kelompok PKBM. Pelaksanaan kegiatan program KKN-PPM berjalan lancar karena sebelum pelaksanaan kegiatan terlebih dahulu dilaksanakan survey lokasi, pendekatan dengan beberapa kelompok PKBM dan melakukan sosialisasi program ini pada usaha-usaha industri yang termasuk dalam kelompok PKBM. Selain itu, mahasiswapun dibekali pengetahuan, sikap, dan keterampilan usaha-usaha industri yang dilakukan oleh kelompok warga belajar di PKBM sebagai mata pencaharian. Rekomendasi kegiatan KKN-PPM yang akan datang dapat dilanjutkan dengan menambah unit-unit usaha lainnya yang dapat mendukung perekonomian masyarakat setempat. Dengan demikian, peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat dapat terlihat nyata diberbagai sektor di pedesaan. Kata Kunci: UMKM, PKBM, Program KKN-PPM.
PENDAMPINGAN PETANI MELALUI PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KAKAO DI KABUPATEN BANTAENG Asman, .; Rosmana, Ade; Zainal, .
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10136

Abstract

In recent years, cocoa productivity in South Sulawesi has tended to decline, resulting in many farmers turning to other jobs and planting other commodities whose economic value is no better than cocoa. Various cocoa development programs have been launched, but significant improvements than expected productivity have not yet occurred. Bantaeng Regency has great potential in developing cocoa plants. Although positive results have been obtained for some cocoa farmers, the target of 2000 kg / ha has not been achieved. Various problems have been able to be mapped both at the on-farm level and at the off-farm level. The introduction of cocoa management technology and empowerment of farmers is an important key in increasing cocoa production, involving all stakeholders including universities will be an important and sustainable solution for the sustainability of people's cocoa. In addition, the government has the desire to develop organic cocoa. To support the achievement of productivity targets and organic cocoa, the improvement of the production system using non-chemical fertilizers and pesticides will be carried out in collaboration with the Faculty of Agriculture, Hasanuddin University. This activity will focus on good plantation practices, rejuvenation of planting and nursery management, manufacture of fertilizer from plant materials, composition of plant materials, and formulation of plant materials, multiplication of disease control microorganisms, mixing of microorganisms with composted plant material, and post-harvest management. This program has distributed cocoa plantation management technology and improved skills and knowledge to cocoa farmers, especially to students, farmers and farmer groups who were very satisfied with the arrival of KKN PPM DIKTI students who accompanied them to improve their gardens, activities and assistance materials were carried out well and Successful, students are very happy with this activity because of their increased knowledge and skills.  Keywords: Community services, Empowerment, Cacao Farmers, University students.ABSTRAK Dalam beberapa tahun belakangan, produktivitas kakao di Sulawesi Selatan cenderung menurun mengakibatkan banyak petani beralih ke pekerjaan lain dan menanam komoditi lain yang nilai ekonominya tidak lebih baik dari kakao. Berbagai program pengembangan kakao telah banyak diluncurkan, namun peningkatan signifikan daripada produktivitas yang diharapkan belum juga terjadi. Kabupaten Bantaeng memiliki potensi yang besar dalam pengembangan tanaman kakao. Walau hasil positif telah diperoleh bagi sebagian petani kakao, namun target 2000 kg/ha belum dicapai. Berbagai persoalan telah mampu dipetakan baik pada tingkat on-farm maupun pada tingkat off-farm. Introduksi teknologi pengelolaan kakao dan pemberdayaan petani menjadi kunci penting dalam peningkatan produksi kakao, pelibatan semua stakeholder termasuk universitas akan menjadi solusi penting dan berkelanjutan bagi kelangsungan perkakaoan rakyat. Selain itu pemerintah mempunyai keinginan untuk mengembangkan kakao organik. Untuk mendukung pencapaian target produktivitas dan kakao organik, maka perbaikan sistem produksi dengan penggunaan pupuk dan pestisida non kimia akan dilakukan dengan kerjasama Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini akan difokuskan pada praktek perkebunan yang baik, peremajaan tanam dan manajemen pembibitan, pembuatan pupuk  dari bahan tanaman, komposisi bahan tanaman, dan formulasi bahan tanaman, perbanyakan mikroorganisme pengendali penyakit, pencampuran mikroorganisme dengan bahan tanaman yang dikomposkan, dan pengelolaan pasca panen. Program ini telah melakukan distribusi teknologi manajemen kebun kakao dan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan kepada petani kakao, terkhusus kepada mahasiswa, Petani dan Kelompok Tani sangat puas dengan kedatangan Mahasiswa KKN-PPM DIKTI yang mendampingi mereka memperbaiki kebun mereka, Kegiatan dan materi Pendampingan terlaksana dengan baik dan berhasil, Mahasiswa sangat senang dengan kegiatan ini karena bertambahnya pengetahuan dan keterampilan mereka.Kata kunci: Pengabdian masyarakat, Pemberdayaan, Petani Kakao, Mahasiswa.
PEMBERDAYAAN WARGA KARANG TARUNA KELURAHAN TAMARUNANG MELALUI PENGOLAHAN CABAI DI KABUPATEN GOWA Triana, Dien; Syamsinar, .; Ishak, Andi Abdul Azis
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10141

Abstract

Community empowerment through chili processing is an effort to provide knowledge and motivation to utilize the chili harvest in the environment around the partners. The goals are to provide knowledge to partner about the processing of excessive fresh chili post-harvest around the area and provide business opportunities for the chili powder home industry for partner to improve it welfare. The program partner is Karang Taruna Kelurahan Tamarunang, Somba Opu District, Gowa Regency, South Sulawesi Province. The method used in this program are the training and monitoring method. The steps taken are chili processing, evaluation, packaging, and marketing training. The chilli processing training stage teaches partners about the chili processing by utilizing the available chili processing technology. The evaluation phase is carried out through sensory tests of product appearance. The packaging stage is done by packaging the product in a safe container for sale. The marketing phase is carried out using market and consumer networks. The output of this activity is chilli processed products, namely "Tamarunangfood Chili Powder".Keywords: Empowerment, youth, chili powder. ABSTRAKPemberdayaan masyarakat melalui pengolahan cabai adalah upaya memberikan pengetahuan dan motivasi untuk memanfaatkan hasil panen cabai di lingkungan sekitar mitra. Tujuannya, yaitu, memberikan pengetahuan kepada mitra tentang pengolahan cabai segar yang berlebihan pasca panen di sekitar wilayahnya dan memberikan peluang usaha home industry cabai bubuk bagi mitra untuk meningkatkan kesejahteraannya. Adapun mitra program ini adalah Karang Taruna Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan dalam program ini yaitu metode pelatihan dan pemantauan. Adapun tahapan yang dilakukan yaitu pelatihan pengolahan cabai, evaluasi, pengemasan, dan pemasaran. Tahap pelatihan pengolahan cabai mengajarkan kepada mitra tentang proses pengolahan cabai dengan memanfaatkan teknologi mesin olah cabai yang tersedia. Tahap evaluasi dilakukan melalui uji indrawi terhadap tampilan produk. Tahap pengemasan dilakukan dengan mengemas produk dalam wadah yang aman untuk dijual.  Tahap pemasaran dilakukan dengan memanfaatkan jaringan pasar dan konsumen. Output kegiatan ini adalah produk olahan cabai, yaitu “Cabai Bubuk Tamarunangfood”.Kata kunci: Pemberdayaan, karang taruna, cabai bubuk.
PENINGKATAN EKONOMI MELALUI AKUAPONIK PADA KELOMPOK BUDIDAYA IKAN LELE (BIL) DUSUN PASIRDATAR DESA MEKARJAYA KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS Setiawan, Iwan; Kusniawati, Aini
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10130

Abstract

The problems are in this community service were the lack of socialization of the aquaponic system, the lack of knowledge of the aquaponic system in creating double income, community do not understand the implementation of the aquaponic system, The absence of assistance in finding solutions to problems, what is the impact of community service activities on increasing family income. The purpose of community service is to help find solutions in solving problems faced by catfish enlargement cultivation business groups. Mainly related to increasing community economic income through a simple Aquaponic Production Management system. The solution provided is by introducing Mutualism Production Management, namely processing water for catfish enlargement ponds to be used as liquid fertilizer as vegetable nutrition with the aquaponic system. The target is to increase the economy (valued added) through the use of available resources such as catfish excrement as an additional effort in the hope that they can add business units to increase their income apart from the core business of raising catfish. The method used were training and Science and Technology Substitution Method. Result from the activities were: 1) Aquaponic system socialization activities on catfish enlargement can increase members' understanding of the aquaponic system in increasing family income; 2) Aquaponic system preparation training activities can increase knowledge about aquaponic techniques in creating double income; 3) Aquaponic system practice activities can encourage the independence of the members in developing vegetable growing places as additional income; 4) Assistance activities can provide moral assistance and assist group members in finding solutions to various operational and marketing management constraints; and 5) Community service activities on group aquaponic have an impact on additional revenue from the vegetable crop sales sector, although it is relatively small.Keywords: Double Income, catfish waste, aquaponic, production management.ABSTRAKPermasalahan mitra pada kegiatan pengabdian diantaranya: kurangnya sosialisasi sistem akuaponik, kurangnya pengetahuan sistem akuaponik dalam menciptakan double income, belum memahami implementasi sistem akuaponik, tidak adanya pendampingan dalam mencari solusi atas masalah, dan apa dampak dari kegiatan pengabdian terhadap peningkatan pendapatan keluarga. Tujuan pengabdian adalah untuk membantu mencari solusi dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi kelompok usaha budidaya pembesaran ikan lele terutama berkaitan dengan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat melalui manajemen produksi sistem akuaponik sederhana. Solusi yang diberikan adalah dengan memperkenalkan manajemen produksi mutualisme yaitu mengolah air kolam pembesaran ikan lele untuk dijadikan pupuk cair sebagai nutrisi sayuran dengan sistem akuaponik. Targetnya agar dapat meningkatkan ekonomi (valued added) melalui pemanfaatan sumber daya yang ada seperti limbah kotoran lele sebagai usaha tambahan dengan harapan mereka dapat menambah unit usaha guna meningkatan pendapatannnya selain dari usaha inti pembesaran ikan lele. Metode yang digunakan adalah melalui pelatihan dan metode substitusi Ipteks. Hasil dari pengabdian ini adalah: 1) Kegiatan sosialisasi sistem akuaponik pada pembesaran ikan lele dapat meningkatkan pemahaman para anggota terhadap kelebihan dari sistem akuaponik dalam menambah penghasilan keluarga; 2) Kegiatan pelatihan penyusunan sistem akuaponik dapat meningkatkan pengetahuan tentang teknik akuaponik dalam menciptakan double income; 3) Kegiatan praktek sistem akuaponik dapat mendorong kemandirian para anggota dalam mengembangkan tempat tanam sayuran sebagai tambahan pendapatan; 4) Kegiatan pendampingan dapat memberikan bantuan moril dan membantu para anggota kelompok dalam mencari solusi terhadap berbagai kendala manajemen operasional maupun manajemen pemasaran, dan 5) Kegiatan pengabdian tentang sistem akuaponik pada anggota kelompok memberikan dampak terhadap penambahan pendapatan dari sektor penjualan tanaman sayuran walaupun relatif kecil.Kata kunci: Double income, limbah ikan lele, akuaponik, manajemen produksi.
SENTRA PENGEMBANGAN SUTERA, DESA PISING, KABUPATEN SOPPENG Yunianti, Andi Detti; Nuraeni, Sitti; Malina, Asmi Citra; Suhasman, .
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10238

Abstract

Sabbeta Village ', Pising Village, Soppeng Regency is a pilot village for silk development in Soppeng Regency. Service activities undertaken are Focus Group Discussion (FGD) and training. Partners of this community service activity are the Sabbeta Village Farmers Group and the Mega Sutera Farmers Group. The purpose of the FGD is to examine the debates and challenges raised by silk farmers in developing women's relations in Pising Village. From the results of the FGD chose a number of problems to make training materials as a solution for farmers. In general, topics related to farmers are silk related to marketing, low productivity and eco print on silk fabrics. Monopoly-producing marketing makes the price of yarn produced very low. Until now, silk farmers in Soppeng Regency only produce silk yarn, while silk fabric production is in Wajo District. Low productivity because it is related to the importance and the product, especially the yarn produced, is not standard. In addition, women-only societies develop eco-print techniques on silk fabrics. The FGD was closed with a visit to the houses of the people which were used as caterpillars, seed gardens, spinning and souvenir galleries. Based on a review of the FGD results, the activities carried out were training on entrepreneurship, silkworm maintenance and eco print. The business of silkworm maintenance can be optimal if carried out in accordance with the procedure so as to produce threads that meet the standards. The maintenance of silkworms by farmers is very conventional, not in accordance with standard procedures. The results of the eco print technique were not satisfactory because the coloring was not optimal. The training provided is expected to increase their knowledge, so that it becomes a solution to the problem so far.Keywords: Sabbeta Village, Pising Village, silkworm maintenance, eco print. ABSTRAKKampung Sabbeta’, Desa Pising, Kabupaten Soppeng merupakan kampung percontohan untuk pengembangan sutera di Kabupaten Soppeng. Kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah Focus Group Discussion (FGD) dan pelatihan. Mitra dari kegiatan pengabdian ini, yaitu Kelompok Tani Kampung Sabbeta’ dan Kelompok Tani Mega Sutera. Tujuan dari FGD untuk mengkaji permasalahan dan kendala yang dihadapi para petani sutera dalam mengembang-kan persuteraan di Desa Pising. Dari hasil FGD dipilih beberapa masalah untuk dijadikan bahan pelatihan sebagai solusi dari permasalahan para petani. Secara umum, permasalahan yang dihadapi petani sutera terkait pemasaran, produktifitas yang rendah dan eco print di kain sutera. Pemasaran yang bersifat monopoli membuat harga benang yang dihasilkan sangat rendah. Sampai saat ini, petani-petani sutera di Kabupaten Soppeng hanya menghasilkan benang sutera, sedangkan produksi kain sutera ada di Kabupaten Wajo. Produktifitas yang rendah disebabkan karena ketergantungan akan bibit impor dan produk, khususnya benang yang dihasilkan, tidak standar. Selain itu, masyarakat khususnya para wanita mengem-bangkan teknik eco print di kain sutera. Kegiatan FGD ditutup dengan kunjungan ke rumah-rumah penduduk yang dijadikan tempat pemeliharaan ulat, kebun benih, pemintalan, dan galeri souvenir. Berdasarkan kajian dari hasil FGD, kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan yaitu kewirausahaan, pemeliharaan ulat sutera dan eco print. Usaha pemeliharaan ulat sutera dapat optimal jika dilakukan sesuai dengan prosedur sehingga menghasilkan benang yang memenuhi standar. Pemeliharaan ulat sutera yang dilakukan petani sangat konvensional, tidak sesuai dengan prosedur standar. Hasil teknik eco print yang dikerjakan kurang memuaskan karena pewarnaan belum maksimal. Pelatihan yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mereka, sehingga menjadi solusi dari permasalahan selama ini. Kata kunci: Kampung Sabbeta’, Desa Pising, pemeliharaan ulat sutera, eco print.
PERBAIKAN MUTU PRODUK USAHA JAGUNG MARNING “MAWAR” DI KABUPATEN TAKALAR Rahman, Andi Nur Faidah; Jalaluddin, .; Langkong, Jumriah
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10137

Abstract

The "Mawar" marning corn business group is a group business located in Sompu Village, Pattallassang District, Takalar Regency, South Sulawesi. Marning corn is a processed product of corn by boiling it with a solution of calcium hydroxide, dried, then fried. However, based on the results of direct interviews with owners, several obstacles faced were the problem of drying in the rainy season and marketing problems that were constrained by the short shelf life of marning corn. This is caused by the use of simple packaging. This activity is aimed to improve the quality of "Mawar" marning corn through the application of vacuum packaging, drying oven technology, and the use of oxygen adsorbent. The method used in this activity is counseling and training. Community service activities have been done by inviting mothers who are around the business as many as 20 people as the partner. The activity was carried out with two sessions namely: (1) Delivery of material and discussion; (2) Practice. Based on the results of filling in the questionnaire by the participants it was found that there was an increase in participant's knowledge from 15% to 90% regarding the benefits of vacuum packaging, drying oven, and oxygen adsorbent. In addition there was an increase in the skills of participants in using vacuum packaging equipment and drying oven from 10% to 100%. Based on the result, it can be concluded that the counseling and training activities carried out successfully because of an increase in knowledge and skills of participants.Keywords: Marning corn, vacuum packaging, drying oven. ABSTRAKKelompok usaha jagung marning “Mawar” merupakan salah satu kelompok usaha yang terletak di Desa Sompu, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Jagung marning merupakan produk hasil olahan jagung dengan cara direbus dengan larutan kapur sirih (kalsium hidroksida), dikeringkan, kemudian digoreng. Namun, berdasarkan hasil wawancara langsung dengan pemilik usaha, beberapa kendala yang dihadapi yaitu masalah pengeringan pada musim penghujan dan masalah pemasaran yang terkendala dengan masa simpan jagung marning yang tidak terlalu lama. Hal ini salah satunya disebabkan oleh penggunaan kemasan yang sederhana. Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk memperbaiki mutu jagung marning “Mawar” melalui penerapan pengemasan vakum, teknologi oven pengering dan penggunaan penyerap oksigen. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan pengabdian telah dilakukan dengan mengundang ibu-ibu yang berada disekitar usaha sebanyak 20 orang sebagai mitra. Kegiatan dilakukan dengan dua sesi yaitu: (1) Penyampaian materi dan diskusi; (2) Praktek. Berdasarkan hasil pengisian kuisioner oleh peserta diperoleh bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta dari 15% menjadi 90% mengenai manfaat pengemasan vakum, oven pengering, dan penyerap oksigen. Selain itu terjadi peningkatan keterampilan peserta dalam menggunakan alat pengemas vakum dan oven pengering yaitu dari 10% menjadi 100%. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang diadakan berhasil karena adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta.Kata kunci: Jagung marning, kemasan vakum, oven pengering.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026 Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025 Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 4 JULI 2025 Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 3 APRIL 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025 Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 1 OKTOBER 2024 Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024 Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023 Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023 Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022 Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022 Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021 Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021 Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020 Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020 Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019 Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019 Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018 Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 2 MEI 2018 Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018 Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017 Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017 Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 2 MEI 2016 Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 1 OKTOBER 2015 More Issue