cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 24608173     EISSN : 25283219     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) merupakan media publikasi kegiatan pengabdian pada masyarakat di bidang agrokompleks, sains, sosial kemasyarakatan dalam bentuk penerapan IPTEKS maupun peningkatan pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini terbit dua kali setahun di bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
PENGEMBANGAN USAHA MIKRO DAN KECIL BERDASARKAN PEMETAAN MASALAH DALAM BERUSAHA DI DESA SAYANG KABUPATEN SUMEDANG Susanti, Elisa; Kudus, Imanudin
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10144

Abstract

One reason for business failure is due to lack of exploration problems. Therefore, it is important to identify the problem before developing the business. The purpose of this article is to describe the development of micro and small businesses based on mapping the problems in conducting business in Sayang Village of Sumedang Regency. Problem mapping in doing business is done through interviews, observations and questionnaires, the results of which are then written on a canvas map. Efforts in developing micro and small businesses are carried out based on the results of the mapping. There are four activities in developing micro and small businesses, with a combination of community education method and training method. The results of the mapping show that there are problems in conducting business in Sayang Village, namely: lack of skilled resources, several business actors do not have the desire to develop their businesses, problems in the production process, problems in the process of packaging and food security, capital problems, lack of expertise in business development, lack of networks and relationships, lack of marketing, many products do not yet have a PIRT license and halal logo, and Bumdes (village-owned business entity) is not well-managed. The efforts made in developing micro and small businesses in Sayang Village are: (1) entrepreneurship education, aimed at enhancing the spirit of entrepreneurship and knowledge regarding business processes; (2) capital education, regarding capital management from capital programs provided by the government; (3) food product packaging training, aims to make food more durable; (4) creation and information dissemination of a website to market products through desasayang.hydroweb.id. Evaluation results show that education and training are considered to be useful, increase knowledge, and become motivations in conducting business. There is an expectation from business people in Sayang Village that other education and training should be held more continuously.Keywords: Entrepreneurship, problems in conducting business, micro and small business development. ABSTRAKSalah satu alasan kegagalan usaha adalah karena kurangnya eksplorasi masalah. Sehingga sangat penting mengidentifikasi masalah sebelum pengembangan usaha. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah menggambarkan pengembangan usaha mikro dan kecil berdasarkan pemetaan masalah dalam melakukan usaha di Desa Sayang Kabupaten Sumedang. Pemetaan masalah dalam berusaha dilakukan melalui wawancara, observasi dan kuisioner, yang selanjutnya dituangkan dalam peta kanvas. Upaya pengembangan usaha mikro dan kecil dilakukan berdasarkan hasil pemetaan tersebut. Terdapat empat kegiatan dalam pengembangan usaha mikro dan kecil, dengan kombinasi metode pendidikan masyarakat dan metode pelatihan. Hasil pemetaan menunjukkan terdapat masalah dalam berusaha di Desa Sayang yaitu: kekurangan sumber daya terampil, beberapa pelaku usaha tidak memiliki keinginan untuk mengembangkan usahanya, masalah dalam proses produksi, masalah dalam proses pengemasan dan ketahanan makanan, masalah permodalan, kurangnya keahlian dalam pengembangan bisnis, kurangnya jejaring dan relasi, kurangnya pemasaran, banyak produk belum memiliki ijin PIRT dan logo halal, dan Bumdes tidak berjalan dengan baik. Upaya yang dilakukan dalam pengembangan usaha mikro dan kecil di Desa Sayang adalah: (1) Pendidikan kewirausahaan, bertujuan untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan dan pengetahuan mengenai mengenai proses bisnis; (2) Penyuluhan permodalan, mengenai pengelolaan modal dari program permodalan yang diberikan pemerintah (3) Pelatihan pengemasan produk makanan, bertujuan agar makanan lebih bertahan lama (4) Pembuatan dan sosialisasi website untuk memasarkan produk melalui desasayang.hydroweb.id. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pendidikan dan pelatihan dianggap sangat bermanfaat, menambah pengetahuan, dan menjadi motivasi dalam berusaha. Terdapat harapan dari pelaku usaha di Desa Sayang yaitu dilakukan pendidikan dan pelatihan lainnya dengan lebih kontinu.Kata kunci: Kewirausahaan, masalah dalam berusaha, pengembangan usaha mikro dan kecil.
PRODUKSI HEALTH COCO (HyCo) DI DESA KAMIRI KECAMATAN BALUSU KABUPATEN BARRU Sukmawati, .; Anshariah, .; Hamri, .
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10135

Abstract

Coconut is one of the many plantation products found in Kamiri Village, Balusu District, Baru Regency. It is known that coconut is a plant that has many benefits, one of which is most often used is coconut fruit which is processed into coconut milk. The type of coconut milk processed by the local community is still using conventional methods, so it is classified as non-economical because it is only used privately, when it is used only when processed, because coconut milk is also one of the most sensitive preparations because the taste can change if you process it wrongly. Incorrect processing, the taste will be unpleasant and easy to stale. We have facilitated coconut farmers and housewives (IRT) as community service partners through counseling, training / mentoring and coaching We also helped by preparing more modern coconut milk processing equipment with a closed system, training groups of coconut farmers to modify the press machine  coconut becomes more economical by using fuel that is easily available (from using electricity to gas), and helps to package according to market conditions and will help market its products to the provincial and even national level, so that this partner group is expected to be more productive in processing coconut milk  sustainably.  The specific target that has been achieved from this PKM activity is the application of science and technology through training that is an increase in understanding, knowledge and skills of partners of housewife groups (IRT) in processing coconut milk which is of better quality, healthier and hygienic with good packaging, producing coconut juice machines  the economical one is able to apply financial management and marketing strategies that have been obtained in the training.Keyword: Barru, coconut, coconut milk, modification, scarring.ABSTRAKKelapa merupakan salah satu hasil perkebunan yang banyak ditemui di Desa Kamiri, Kecematan Balusu, Kabupaten Barru. Diketahui bahwa kelapa merupakan tumbuhan yang memiliki banyak manfaat, salah satunya yang paling sering digunakan adalah buah kelapa yang diolah menjadi santan. Jenis santan yang diolah oleh masyarakat setempat masih menggunakan cara yang konvensional, sehingga tergolong non ekonomis karena penggunaannya hanya pribadi, saat mau digunakan baru diolah, karena santan juga merupakan salah satu olahan yang sangat sensitif karena rasanya bisa berubah jika salah mengolahnya. Salah dalam mengolahnya maka rasanya pun akan tidak enak dan gampang basi. Petani kelapa dan ibu rumah tangga (IRT) selaku mitra pengabdian kepada masyarakat telah kami fasilitasi melalui penyuluhan, pelatihan/pendampingan, dan pembinaan. Kami juga membantu dengan menyiapkan peralatan pengolahan santan kelapa yang lebih modern dengan sistem tertutup, melatih para kelompok petani kelapa untuk memodifikasi mesin perasan kelapa menjadi lebih ekonomis dengan menggunakan bahan bakar yang mudah didapatkan (dari menggunakan listrik menjadi gas), dan membantu untuk pengemasan sesuai kondisi pasar dan akan membantu memasarkan produknya ke tingkat provinsi bahkan nasional, sehingga kelompok mitra ini diharapkan bisa lebih produktif dalam melakukan pengolahan santan kelapa secara berkelanjutan. Target khusus yang telah tercapai dari kegiatan PKM ini adalah penerapan ipteks melalui pelatihan yakni terjadinya peningkatan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan mitra kelompok ibu rumah tangga (IRT) dalam pengolahan santan kelapa yang lebih berkualitas, sehat dan higienis dengan kemasan yang baik, menghasilkan mesin perasan kelapa yang ekonomis serta mampu menerapkan manajemen keuangan dan strategi-strategi pemasaran yang sudah diperoleh dalam pelatihan. Kata kunci: Barru, kelapa, mesin parut, modifikasi, santan.
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA DI DESA TALABANGI MELALUI KEGIATAN DIVERSIFIKASI PANGAN OLAHAN BERBASIS PISANG Syarifuddin, Adiansyah; Dirpan, Andi; Rukka, Rusli Muhammad; Latief, Rindam
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10140

Abstract

Communities, especially housewives, may be involved in food security programs by utilizing local based food materials. Banana is potentially to be developed in Talabangi district due to its production can reach 508,914 quintals/year or 52.48% of all fruit production in Pinrang Regency. Flavored banana sale with butter aroma is one of the derivative products of banana that has been potentially to be developed by the housewives at the district. The objectives of this community service were: (1) Developing local based food materials such as banana into flavored banana sale with butter aroma; 2) Providing an understanding of the diversification of to support food security and family economy. Methods in the implementation of community service programs included: (1) Socialization of the activity; (2) Problem mapping; (3) Organizing training involving residents; and (4) Community assistance in the term of banana processing. The outputs of this service are among others: (1) Enhancing the capacity of the community in diversifying banana-based businesses; (2) Increasing the involvement and reach of universities in the community service program; and (3) Increased adoption of the benefits of the results of research activities and community service.Keywords: Banana, banana sale, talabangi village, flavor.ABSTRAKMasyarakat khususnya ibu rumah tangga dapat dilibatkan pada program ketahanan pangan dengan memanfaatkan pangan lokal yang tersedia. Potensi pisang di Desa Talabangi Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang dapat dimanfaatkan untuk mendukung perekonomian keluarga dikarenakan produksi buah pisang dapat mencapai 508.914 kuintal/tahun atau sebesar 52,48% dari seluruh produksi buah. Salah satu produk diversifikasi pisang yang berpotensi dikembangkan oleh ibu rumah tangga adalah pisang sale cokelat aroma butter. Tujuan dari kegiatan ini adalah: (1) Memanfaatkan potensi buah pisang yang melimpah; (2) Memberikan pemahaman mengenai diversifikasi buah pisang menjadi pisang sale cokelat aroma butter agar dapat mendukung ketahanan pangan dan ekonomi keluarga. Metode dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini meliputi: (1) Sosialisasi kegiatan; (2) Pemetaan masalah; (3) Penyelenggaraan pelatihan dengan melibatkan warga yang memanfaatkan olahan pisang; dan (4) Pendampingan masyarakat berupa pembuatan pisang sale cokelat aroma butter. Output kegiatan pengabdian ini  antara lain: (1) Peningkatan kemampuan masyarakat dalam melakukan diversifikasi pisang; (2) Peningkatan keterlibatan dan jangkauan perguruan tinggi dalam program pengabdian kepada masyarakat; dan (3) Peningkatan adopsi kemanfaatan hasil kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.Kata kunci: Pisang, pisang sale, Desa Tabalangi, flavor.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK SERTA PESTISIDA NABATI UNTUK MENUNJANG KEAMANAN PANGAN DI KAMPUNG NASEM Sembiring, Jefri; Susanti, Diana S.; Prasetia, Andri; Mendes, Johanna
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10129

Abstract

The purpose of this service is to build the Nasem village into a safe, friendly and prosperous village of agrotourism by developing organic farming. The current condition of the residents of Nasem village usually still buys the necessities of life from outside the Nasem village, both vegetables and other ingredients. Organic agriculture is a production management system that can improve soil health and the quality of soil ecosystems and crop production. In its implementation, organic agriculture focuses on the use of natural materials that can improve and even improve soil quality. The development and application of the organic farming approach continues to increase along with the increasing clarity of the negative impacts and increasing population awareness about the dangers of using chemicals. Organic farming system that aims to maintain harmony with the natural system, by utilizing and developing as much as possible natural processes in the management of farming. Planting vegetables such as leeks, petsay, cabbage and kale need the right cultivation techniques so that increased production can be in line with the quality of the products produced. The Nasem village farmers do not have the knowledge and skills to grow vegetables after returning from the neighbouring state of Papua New Guinea. For this reason, it is very necessary to conduct training in organic farming skills so that the concept has been applied by the Nasem community from the start. It is expected in the future that Nasem village farmers can produce vegetable products that are free of pesticides and chemical fertilizers. In addition, with the training to plant vegetables organically, it will improve the economy of the community and make people consume healthy vegetables. This service is expected to be carried out continuously.Keywords: Nasem, organic, agrotourism. ABSTRAKPengabdian ini bertujuan untuk membangun kampung Nasem menjadi kampung Agrowisata yang aman, ramah dan makmur dengan mengembangkan pertanian organik. Kondisi pada saat ini warga kampung Nasem biasanya masih membeli kebutuhan hidup  dari luar kampung Nasem baik itu sayuran maupun bahan lain. Pertanian organik merupakan sistem manajemen produksi yang dapat meningkatkan kesehatan tanah maupun kualitas ekosistem tanah dan produksi tanaman. Dalam pelaksanaannya pertanian organik menitikberatkan pada peng-gunaan bahan alam yang dapat memperbaiki bahkan meningkatkan kualitas tanah.  Perkembangan dan penerapan pendekatan pertanian organik terus meningkat seiring dengan semakin jelasnya dampak negatif dan bertambahnya kesadaran penduduk tentang bahaya penggunaan bahan-bahan kimia. Sistem pertanian organik yang bertujuan untuk tetap menjaga keselarasan  dengan sistem alami, dengan memanfaatkan dan mengembangkan semaksimal mungkin proses-proses alami dalam pengelolaan usaha tani. Penanaman sayur-sayuran seperti bawang daun, petsay, kubis dan kangkung perlu adanya teknik budidaya yang tepat sehingga peningkatan produksi dapat selaras dengan kualitas produk yang dihasilkan.  Para petani kampung Nasem belum memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk bercocok tanam sayur pasca kembali dari negara tetangga Papua New Guinea. Untuk itu sangat perlu dilakukan pelatihan keterampilan bercocok tanam organik sehingga dari awal konsep ini sudah diterapkan oleh masyarakat Nasem. Hal ini diharapkan kedepan bahwa petani kampung Nasem dapat menghasilkan produk sayuran yang bebas pestisida dan pupuk kimia. Selain itu dengan adanya pelatihan bercocok tanam sayur-sayuran secara organik akan meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuat masyarakat mengkonsumsi sayuran sehat. Pengabdian ini diharapkan akan dilakukan secara berkesinambungan.Kata kunci: Nasem, organik, agrowisata.
TEKNIK BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa) DI TAMBAK BUDIDAYA KOTA PALOPO SULAWESI SELATAN Halid, Irman; Patahiruddin, .
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10145

Abstract

Seaweeds (Gracilaria verrucosa) is a red algae (Rhodophyta) often cultivated in the ponds and known as the basic material for gelatin. Gelatin is used as thickener and as emulsifier in food, drug, cosmetic, paper, textile, oil industries, and biotechnology. The production of G. verrucosa seaweed in ponds can reach at least one ton dry seaweed per hectare every culture. The high demand, high price, easily obtained propagules and short harvest make G. verrucosa one of the leading commodities of the fishery sector. This service uses an extension method that was held on January 2019 with the reason to increase the knowledge and technology of cultivation of G. verrucosa, one of which is to increase the participation of seaweed farmers in extension activities that aim to facilitate the community (target) in implementing production and marketing strategies in order to accelerate the changes in social, political and economic conditions so that they can (in the long run) improve the standard of living and the community of cultivators of G. verrucosa in Palopo City, South Sulawesi. The impact and benefits of this activity are to increase the knowledge, skills and attitudes of seaweed cultivators. The achievement of the extension activities was marked by the active participation of G. verrucosa cultivators in adopting G. verrucosa cultivation technology.Keywords: Red algae, agar, cultivation technology. ABSTRAKRumput laut (Gracilaria verrucosa) merupakan salah satu jenis alga merah (Rhodophyta) yang banyak dibudidayakan di tambak dan menjadi bahan dasar penghasil agar. Agar digunakan sebagai pengental yang larut dalam air dan pengemulsi dalam industri makanan, obat-obatan, kosmetik, kertas, tekstil, minyak bumi, dan bioteknologi. Produksi G. verrucosa di tambak dapat mencapai hasil minimal satu ton kering per hektar setiap periode. Tingginya permintaan, harga tinggi, bibit yang mudah diperoleh dan masa panen yang singkat menjadikan G. verrucosa sebagai salah satu komoditas unggulan di sektor budidaya perikanan. Pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan yang dilaksanakan pada bulan Januari 2019 dengan alasan untuk meningkatkan pengetahuan dan teknologi budidaya G. verrucosa, salah satunya adalah melalui peningkatan partisipasi pembudidaya rumput laut dalam kegiatan penyuluhan yang bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat (sasaran) dalam menerapkan strategi produksi dan pemasaran agar mempercepat terjadinya perubahan-perubahan kondisi sosial, politik dan ekonomi sehingga mereka dapat (dalam jangka panjang) meningkatkan taraf hidup pribadi dan masyarakat pembudidaya G. verrucosa di Kota Palopo Sulawesi Selatan. Dampak dan manfaat kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap pembudi daya rumput laut. Capaian keberhasilan kegiatan penyuluhan ditandai timbulnya partisipasi aktif dari pembudidaya G. verrucosa dalam mengadopsi teknologi budidaya G. verrucosa .Kata kunci: Alga merah, agar, teknologi budidaya.
PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN BERKELANJUTAN DAN TERPADU DI STITEK BALIK DIWA Basir, Buana; Kabangnga, Arnold; Saokani, Jawiana; Hidayani, Mesalina Tri; Hamsia, .
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.7628

Abstract

The underdeveloped entrepreneurial condition at the Balik Diwa Marine Technology College is suspected to be due to the limited business facilities. Moreover, the student mindset is not focused on the benefits of sustainable business independence. High entrepreneurial motivation is defeated by the desire of students to immediately graduate and get a certificate to find work in various agencies. The solution presented by higher education institutions and the Ministry of Research, Technology and Higher Education is to motivate students about the benefits of doing independent and sustainable business activities, by rolling out several student activity programs such as the Student entrepreneurship program, village development grant programs, student creativity programs, integrated learning and work programs, and programs. Entrepreneurial development. The entrepreneurship development program (PPK) is a program that is temporarily run by the Balik Diwa Makassar high school of marine technology which involves students and alumni as tenants. The method used in fostering tenants is through entrepreneurship training, comparative studies, and apprenticeships to small and medium-sized companies, assistance in starting and developing businesses according to their respective competencies, talents, and interests. After going through the selection, training, comparative study, and apprenticeship stages, Tenan seemed to be more enthusiastic with high enthusiasm in starting their respective businesses. There are 12 types of businesses formed from 20 tenants, and more than five types of businesses that have worked from upstream to downstream, starting from the process of pioneering and producing products to marketing. Several types of business, namely Herbal Probiotic (PH) Jolly, Saline to Fresh Ornamental Fish, aquaponic catfish enlargement, crab shell chitosan, seaweed lotion, seaweed crackers /sticks, and LACUBA fishing aid.   Keywords: Entrepreneurship program, tenants, business, students.   ABSTRAK Kondisi kewirausahaan yang kurang berkembang di Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan Balik Diwa diduga karena masih terbatasnya fasilitas usaha dan pola pikir mahasiswa yang kurang terarah terhadap manfaat dari kemandirian usaha yang berkelanjutan. Motivasi wirausaha yang tinggi terkalahkan oleh keinginan mahasiswa untuk segera lulus dan mendapatkan ijazah buat mencari pekerjaan di berbagai instansi. Solusi yang dihadirkan oleh perguruan tinggi dan Kemristek Dikti adalah memberi motivasi kepada mahasiswa tentang manfaat melakukan kegiatan usaha mandiri dan berkelanjutan, dengan menggulirkan beberapa program kegiatan mahasiswa seperti program kewirausahaan mahasiswa, program hibah bina desa, program kreativitas mahasiswa, program belajar dan bekerja terpadu, dan program pengembangan kewirausahaan. Program pengembangan kewirausahaan (PPK) merupakan program yang sementara dijalankan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan Balik Diwa Makassar yang melibatkan mahasiswa dan alumni sebagai tenan. Metode yang digunakan dalam membina tenan yaitu melalui pelatihan kewirausahaan, studi banding dan magang ke perusahaan kecil dan menengah, pendampingan dalam merintis dan mengembangkan usaha sesuai dengan kompetensi, bakat dan minat masing-masing. Setelah melalui tahap seleksi, pelatihan, studi banding dan magang, tenan terlihat lebih antusias dengan semangat yang tinggi dalam merintis usahanya masing-masing. Usaha yang terbentuk sebanyak 12 jenis dari 20 orang tenan, dan lebih dari lima jenis usaha yang sudah berkiprah dari hulu hingga hilir, mulai dari proses merintis dan menghasilkan produk hingga sampai ke pemasaran sudah dilakukan. Beberapa jenis usaha tersebut, yaitu Probiotik Herbal (PH) Jolly, Ikan Hias salin ke tawar, pembesaran lele akuaponik, Kitosan cangkang rajungan, lotion rumput laut, krupuk/stik rumput laut, dan alat bantu tangkap ikan LACUBA.   Kata kunci: Program kewirausahaan, tenan, usaha, mahasiswa.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI SAWAH PAYO KABUPATEN TANAH DATAR DALAM PEMBUATAN RIZOKOMPOS DAN PESTISIDA NABATI Yanti, Yulmira; Hamid, Hasmiandy; Santoso, Putra; Hermeria, Noveriza
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.7702

Abstract

The Sawah Payo Nagari Gunung Rajo farmers group of Batipuh Subdistrict, Tanah Datar Regency has the potential in the production of organic fertilizers and vegetable pesticides because it is supported by the rest of the agricultural products and weeds of Tithonia diversifolia, Piper aduncum and livestock waste (animal waste) which overflow. Utilization of weed crop agricultural waste, whether livestock is still not optimal. The processing of agricultural and agricultural waste into compost carried out by most farmers in Nagari Gunung Rajo has not used the fermentation process, resulting in less than optimal quality and farmers' ignorance in utilizing plants that cause vegetable pesticides. The purpose of this farmer group empowerment activity is to provide knowledge about the process of making organic fertilizers and vegetable pesticides from the supply of raw materials, making bio-activators, and packaging of production results. The method used is structured training and direct practice in making organic fertilizer. The results obtained from this empowerment activity are farmer groups capable of making organic fertilizers and vegetable pesticides independently with a fairly good quality of production results.   Keywords: Empowerment, organic fertilizer, botanical pesticide.   ABSTRAK Kelompok tani Sawah Payo Nagari Gunung Rajo Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar mempunyai potensi dalam produksi pupuk organik dan pestisida nabati hal ini karena didukung oleh sisa hasil pertanian jerami dan gulma tanaman pahitan Tithonia diversifolia, Piper aduncum dan limbah peternakan (kotoran hewan) yang melimpah. Pemanfaatan limbah pertanian tanaman gulma, maupun peternakan masih belum maksimal. Pengolahan limbah pertanian dan peternakan menjadi kompos yang dilakukan oleh sebagian besar petani di Nagari Gunung Rajo belum menggunakan proses fermentasi, sehingga hasilnya dan kualitasnya kurang maksimal serta ketidaktahuan petani dalam memanfaatkan tanaman yang berpotensi sebagai pestisida nabati. Tujuan kegiatan pemberdayaan kelompok tani ini adalah memberikan pengetahuan tentang proses pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati dari penyedian bahan baku, pembuatan bio-aktivator, dan pengemasan hasil produksi. Metode yang digunakan dengan pelatihan terstruktur dan praktik langsung pembuatan pupuk organik. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pemberdayaan ini adalah kelompok tani mampu membuat pupuk organik dan pestisida nabati secara mandiri dengan kualitas hasil produksi yang cukup baik.   Kata kunci: Pemberdayaan, pupuk organik, pestisida nabati.
PEMANFAATAN ECENG GONDOK SEBAGAI CAMPURAN KONSENTRAT PAKAN PADA BUDIDAYA KAMBING DI DESA WANADADI KABUPATEN BANJARNEGARA Bahrun, .; Ratnanigtyas, Nuniek Ina; Noorhidayah, Ratri; Herliana, Okti
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.7857

Abstract

The limitations of forage sources during the dry season and the high cost of manufacturing feeds are one of the obstacles faced by Menda Jaya goat breeders in Wanadadi Village. Water hyacinth is a water weed that can interfere with the quality of the waters of the Mrica Reservoir in the Regency of Banjarnegara. The management of water hyacinth is one of the efforts in the management of water resources and environment to maintain the sustainability of reservoir organizations. On the other hand this plant has several benefits and potential that are feasible to be developed, namely as animal feed ingredients because the protein content is quite high, so that it can be used as a substitute for factory feed for ruminants and poultry. This activity aimedto utilized water hyacinth as a conservation effort for reservoir waters and provide added value in the community, namely improving the community's skills in making concentrate animal feed with additional water hyacinth additives to support the goat breeding business. The method used in this community empowerment activity is the PRA (Participatory Rural Appraisal), which is the active participation of all people involved in this activity. Included activities: counseling and training on the use of water hyacinth as a mixture of concentrated ingredients for goat feed, doing demonstration plots for goat livestock experiments, assistance and evaluation. The results of the activity showed that goats are starting to adapt to feed concentrates with water hyacinth additives   Keywords: Goat, concentrate feed, eceng gondok.   ABSTRAK Keterbatasan hijauan sumber pakan pada saat musim kemarau dan mahalnya pakan pabrikan menjadi salah satu kendala yang dihadapi peternak kambing Menda Jaya di Desa Wanadadi. Eceng gondok merupakan gulma air yang dapat mengganggu kualitas perairan Waduk Mrica di Kabpupaten Banjarnegara. Penanggulangan eceng gondok merupakan salah satu upaya dalam manajemen sumber daya dan lingkungan perairan untuk menjaga kelestarian oraganisme parairan. Di sisi yang lain tanaman ini memiliki beberapa manfaat dan potensi yang layak untuk dikembangkan, yaitu sebagai bahan pakan ternak karena kandungan proteinnya cukup tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti pakan pabrikan untuk ternak ruminansia maupun unggas. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan eceng gondok menjadi usaha konservasi perairan waduk dan memberikan nilai tambah di masyarakat, yaitu meningkatkan ketrampilan masyarakat dalam pembuatan pakan ternak konsentrat dengan bahan tambahan eceng gondok guna mendukung usaha peternakan kambing. Metode yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini adalah PRA (Partisipatory Rural Appraisal) yaitu peran serta aktif seluruh masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini. Meliputi kegiatan: penyuluhan dan pelatihan pemanfataan eceng gondok sebagai bahan campuran konsentrat pakan kambing, Pembuatan Demplot percobaan ternak kambing, pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan ternak kambing mulai beradaptasi dengan pakan konsentrat dengan bahan tambahan eceng gondok.   Kata kunci: Ternak, kambing, konsentrat, eceng gondok.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI BIOPORI UNTUK MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN LINGKUNGAN DI DESA BULUHCINA KECAMATAN SIAK HULU, KABUPATEN KAMPAR Chandra, Fifia; Masdar, Huriatul
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.7964

Abstract

Buluhcina Village, Siak Hulu Subdistrict, Kampar Regency is located on the banks of the Kampar river. Flood occurs almost every year so that pools of water are formed. The behavior of the people of Buluhcina Village in processing the organic waste they produced remain poor. Therefore, there must be a way to overcome it by applying biopori technology in Buluhcina Village, Siak District, Kampar Regency. Counseling activities and training on household waste management were held in the Buluhcina Village Hall, Siak Hulu District, Kampar Regency on October 5th, 2019. The activity was attended by 16 participants. The result showed the increases the level of knowledge about organic household waste management after counseling, from 55.69 ± 10.216 to 72.44 ± 12.101 (p <0.002).   Keywords: Biopori infiltration holes, organic household waste management, organic waste.   ABSTRAK Desa Buluhcina Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar terletak di pinggiran sungai Kampar. Hampir setiap tahunnya Desa Buluhcina ini terjadi banjir. Jika banjir sudah surut maka akan terjadi genangan-genangan air pada halaman rumah masyarakat atau di lahan kosong. Selain itu jika terjadi hujan genangan-genangan air ini pasti banyak terjadi. Perilaku masyarakat desa Buluhcina dalam mengolah sampah organik yang mereka hasilkan tergolong buruk. Oleh karena itu perlu dilakukan cara untuk menanggulangi kondisi tersebut salah satunya dengan cara mengelola sampah rumah tangga organik dengan menerapkan teknologi lubang resapan biopori di Desa Buluhcina Kecamatan Siak Kabupaten Kampar. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga organik berlangsung di Balai Desa Buluhcina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar pada tanggal 5 Oktober 2019. Kegiatan tersebut diikuri oleh 16 peserta. Analisis ketercapaian menunjukkan terjadinya peningkatan yang bermakna pada tingkat pengetahuan tentang pengelolaan sampah rumah tangga organik setelah penyuluhan, yaitu dari 55,69 ± 10,216 menjadi 72,44 ± 12,101 (p<0,002).   Kata kunci: Lubang resapan biopori, pengelolaan sampah rumah tangga organik, sampah organik.
PENERAPAN URBAN FARMING UNTUK MENINGKATKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN PADA HUNIAN PERUMAHAN Rosyad, Anisur; Astuti, Triana Yuni; Tini, Etik Wukir
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.8531

Abstract

Currently, it has developed rapidly in the form of housing in Banyumas Regency. The location of these housing settlements is well-known, mostly near urban areas and some in rural areas. Purwosari Indah Housing is one of the residential housing located in Banyumas Regency, located in Purwosari Village, Baturraden District. Yard and residential roads have not been used optimally for productive activities. Therefore, urban agriculture (Urban Farming) can be applied in housing to increase the added value of land and the income of the community around housing. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of PKK RT 4 RW 5 Purwosari Housing and increase the income of the community and help improve the sustainability of the housing environment. The target audience for this activity is the PKK RT 4 RW 5 Housing Purwosari, Baturraden, Banyumas. Technology transfer activities include training, hands-on practice, and making demonstration plots at partner locations. Activities carried out in the form of counseling, direct practice demonstration plots of leaf vegetable cultivation (caisim, kale, pakcoy, mustard greens, leeks, and celery) verticulture using polybags arranged in stages on racks built from bamboo and gutters that are stratified from bamboo racks. , as well as vegetable plants planted in polybags placed in polybags which are neatly arranged on the side of the road, in the yard, or at home. Partners have been able to grow leafy vegetables well, so they can harvest vegetables for their own consumption or give to neighbors. Vegetable harvest is still limited, so it is only consumed by themselves and not sold.   Keywords: Urban farming, vegetable crops, verticulture.   ABSTRAK Saat ini telah berkembang dengan pesat hunian berbentuk perumahan di Kabupaten Banyumas. Lokasi hunian perumahan tersebut tersebar sebagian besar dekat daerah perkotaan dan sebagian lagi berada di perdesaan. Perumahan Purwosari Indah merupakan salah satu hunian perumahan yang berada di Kabupaten Banyumas, berlokasi di Desa Purwosari Kecamatan Baturraden. Lahan pekarangan rumah dan pinggir jalan perumahan belum dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan produktif. Oleh karena itu pertanian perkotaan (Urban Farming) perlu diterapkan di perumahan untuk meningkatkan nilai tambah lahan dan pendapatan masyarakat disekitar perumahan. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu PKK RT 4 RW 5 Perumahan Purwosari dan menambah pendapatan masyarakatnya serta ikut meningkatkan kelestarian lingkungan perumahan. Khalayak sasaran kegiatan ini adalah ibu PKK RT 4 RW 5 Perumahan Purwosari, Baturraden, Banyumas. Kegiatan alih teknologi berupa pelatihan, praktek langsung, dan pembuatan demplot di lokasi mitra. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan, praktek langsung demplot budidaya tanaman sayuran daun (caisim, kangkung, pakcoy, sawi, bawang daun, dan seledri) secara vertikultur dengan menggunakan polibag yang ditata secara bertingkat pada rak yang terbuat dari bambu serta talang yang diletakkan bertingkat dari rak bambu, serta tanaman sayuran yang ditanam di polibag yang diletakkan dalam polibag yang ditata rapi di pinggir jalan, di pekarangan maupun di dak rumah. Mitra telah mampu menanam tanaman sayuran daun dengan baik, sehingga mereka dapat melakukan panen sayuran untuk di konsumsi sendiri maupun diberikan ke tetangga. Panen sayuran masih terbatas sehingga hanya dikonsumsi sendiri dan belum dijual.   Kata kunci: Urban farming, tanaman sayuran, vertikultur.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026 Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025 Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 4 JULI 2025 Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 3 APRIL 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025 Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 1 OKTOBER 2024 Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024 Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023 Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023 Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022 Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022 Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021 Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021 Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020 Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020 Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019 Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019 Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018 Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 2 MEI 2018 Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018 Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017 Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017 Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 2 MEI 2016 Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 1 OKTOBER 2015 More Issue