cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 24608173     EISSN : 25283219     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) merupakan media publikasi kegiatan pengabdian pada masyarakat di bidang agrokompleks, sains, sosial kemasyarakatan dalam bentuk penerapan IPTEKS maupun peningkatan pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini terbit dua kali setahun di bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
PROSES PRODUKSI SAYUR ORGANIK Sjam, Sylvia; Dewi, Vien Sartika; Rosmana, Ade
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i1.9694

Abstract

Pertanian organik sebagai suatu solusi dalam sistem budidaya pertanian dengan menggunakan bahan alami dan tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Inovasi teknologi  yang  diterapkan dalam  sistem budidaya organik adalah dengan teknologi ramah lingkungan mulai dari perlakuan benih (seed treatment) dengan bahan alami bioaktif tanaman, pemanfaatan mikroorganisme dan bahan alami bioaktif tanaman untuk pembuatan pupuk organik (pupuk padat dan cair), pengendalian hama dan penyakit dan pengelolaan pertanaman. Kata Kunci: Sayur, organik, pupuk organik, bahan bioaktif tanaman
KELOMPOK USAHA BERSAMA PENGRAJIN SUTERA MANDAR DI DESA KARAMA KECAMATAN TINAMBUNG KABUPATEN POLEWALI MANDAR PROVINSI SULAWESI BARAT B., Indayani; Qamariah, Nur; Fitri, Nurul
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10142

Abstract

Mandar silk crafts is a creative industry that utilizes the basic ingredients of silk that are processed into a piece of cloth that can be sarong, shirt, shawl and etc. One of the Mandar silk artisants is in the Karama village, Tinambung subsdistrict, Polewali Mandar district. The Area manages the Mandar silk sarong commonly known by the term " Lipa Sa'be Mandar" is one of the Mandar tribes woven has a high cultural value passed down from generation to generation. Lipa Sa'be Mandar has long been known, because it has special characteristic that is in terms of style (Sure') and how to make it. Most of the people of the Karama Village, Tinambung subdistrict, especially women work as a mandar silk artisants by developing their potential and trying to get the maximum income to meet their daily needs. The problems faced by these craftsmen are the lack of Knowledge and skills in entrepreneurship, relatively small capital technology (Weaving equipment) that is used is still simple and that marketing of silk weaving products is also an obstacle. Therefore, it is necessary to carryout PKM activities to overcome these problems. The target to be achieved from this PKM activity is to (1) Increase the knowledge and skills of the mandar silk craftsmen craftsmen group in relation to the added value of products, management and marketing; (2) The formation of a wider marketing network for the sale of mandar silk products produced; and (3) Increased income of Mandar silk artisan families approaches that will be offered to achieve these objectives are through the empowerment model, which includes several stages including : 1) Preparation, 2) Assesment, 3) Action Plan, 4) Implementation, and 5) Evaluation. To achieve the expected output targets, the implementation method that will be used in this PKM activity is the Method of counseling, training and mentoring in the joint silk bussines group (KUB) in Karama village, Tinambung Subsdistrict, Polewali Mandar disftrict.Keywords: Silk Sarong Craftsman, Creative Economy, and Entrepreneurship. ABSTRAKKerajinan Sutera Mandar merupakan industri kreatif yang memanfaatkan bahan dasar sutera yang diolah menjadi selembar kain yang bisa dibuat sarung, baju kemeja, selendang dan lain-lain. Salah satu daerah pengrajin sutera mandar berada di Desa Karama Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar. Daerah tersebut mengelola Sarung Sutera Mandar yang biasa dikenal dengan istilah “Lipa’ Sabe Mandar” merupakan salah satu tenunan suku bangsa mandar memiliki nilai budaya tinggi yang diwariskan turun temurun. Lipa’ Sabe Mandar ini telah lama dikenal, karena memiliki ciri khusus yakni dari segi corak (Sure’) dan cara pembuatannya. Sebagian besar masyarakat Desa Karama Kecamatan Tinambung ini, terutama perempuan bekerja sebagai Pengrajin Sutera Mandar dengan mengembangkan potensi yang dimiliki dan berusaha semaksimal mungkin mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Adapun permasalahan yang dihadapi oleh pengrajin tersebut adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam berwirausaha, modal yang relatif kecil, teknologi (peralatan tenun) yang digunakan masih sederhana dan pemasaran produk tenunan sutera juga menjadi kendala. Oleh karena itu, perlu melaksanakan kegiatan PKM guna mengatasi permasalahan tersebut.Target yang ingin dicapai dari kegiatan PKM ini adalah (1) meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kelompok pengrajin Sutera Mandar dalam kaitannya dengan nilai tambah produk, manajemen dan pemasaran; (2) terbentuknya jaringan pemasaran yang lebih luas untuk penjualan produk Sutera Mandar yang dihasilkan; dan (3) meningkatnya pendapatan keluarga pengrajin Sutera Mandar. Pendekatan-pendekatan yang  akan ditawarkan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui model pemberdayaan, yang meliputi beberapa tahapan antara lain: 1) persiapan, 2) assessment, 3) rencana aksi, 4) implementasi, dan 5) evaluasi. Untuk mencapai target luaran yang diharapkan maka metode pelaksanaan yang akan digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah metode penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sutera Mandar di Desa Karama Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar.Kata kunci: Pengrajin Sutera Mandar, Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan
EFEKTIVITAS PROGRAM PENUNTASAN BUTA AKSARA (PBA) DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN PERTANIAN DAN EKOWISATA MELALUI KKN - PPM DI KAMPUNG ANGGRA DISTRIK MINYAMBOUW KABUPATEN PEGUNUNGAN ARFAK Sonbait, Lukas Y.; Wambrauw, Yustina L. D.; Mulyadi, .
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10133

Abstract

Arfak Mountains Regency is one of the expanded districts in West Papua Province with the potential of exotic regions and great potential for the development of natural ecotourism and organic agriculture. But behind the existing potential, in this area is an area with a low level of education. The Hatam and Sough people, in general, cannot write and read. According to the data, 3,477 people in this region are the illiterate and highest population in West Papua Province. Anggra Village in the Minyambouw District is a sample village through the KKN-PPM Literacy Eradication Program in West Papua Province 2019. This village is one of the disadvantaged and backward villages from various aspects including education, economy and human resources both the community and village officials in building the village To be more developed, this is likely the reason for KKN-PPM activities in conducting literacy teaching assistance for eradicating illiteracy and training in financial and agricultural management. Through this activity it is hoped that the implementation of teaching reading and writing to eradicate illiteracy, so that there is a decrease in illiteracy, especially in the Arfak Mountains District. In general, all programs can be absorbed thanks to the support of the local government, especially the activity partners of the Culture and Tourism Office of West Papua Province, village officials, and the community in the KKN target location. The obstacles that are still encountered are the low level of community participation in several activities, as well as the low independence of the target group. In the future, to be used as a model, the facilitation of established programs must be continued through the next KKN activities.Keywords: KKN-PPM, effectiveness, literacy, agriculture and ecotourism. ABSTRAKKabupaten Pegunungan Arfak Merupakan salah satu kabupaten pemekaran di Provinsi Papua Barat dengan potensi wilayah yang eksotis dan berpotensi besar untuk pengembangan ekowisata alam dan pertanian organik. Namun di balik potensi yang ada, di daerah ini merupakan wilayah dengan tingkat pendidikan yang rendah. Masyarakat Hatam dan Sough pada umumnya tidak bisa menulis dan membaca. Menurut data, 3.477 orang di wilayah ini merupakan penduduk buta aksara dan tertinggi di Provinsi Papua Barat. Kampung Anggra di Distrik Minyambouw merupakan satu kampung yang dijadikan sampel melalui program KKN-PPM Pemberantasan Buta Aksara Provinsi Papua Barat 2019. Kampung ini merupakan salah satu kampung tertinggal dan terkebelakang dari berbagai aspek diantaranya pendidikan, ekonomi dan SDM baik masyarakat maupun aparat kampung dalam membangun kampung untuk lebih berkembang, hal inilah kemungkinan yang menjadi alasan dilakukan kegiatan KKN-PPM dalam melakukan pendampingan pengajaran baca tulis untuk pemberantasan buta aksara serta pelatihan pengelolahan keuangan dan pertanian. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi pelaksanaan pengajaran membaca dan menulis untuk pemberantasan buta aksara, sehingga terjadi penurunan Buta Aksara khususnya di Kabupaten Pegunungan Arfak. Secara umum seluruh program bisa terserap berkat dukungan dari pemerintah daerah khususnya mitra kegiatan ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, aparat kampung dan masyarakat di lokasi sasaran KKN. Kendala yang masih ditemui adalah masih rendahnya partisipasi masyarakat di beberapa kegiatan, serta masih rendahnya kemandirian pada kelompok sasaran. Harapan kedepan untuk dijadikan model, maka pendampingan program yang sudah terbentuk harus dilanjutkan melalui kegiatan KKN berikutnya.Kata kunci: KKN-PPM,  efektivitas, penuntasan buta aksara, pertanian dan ekowisata.Kabupaten Pegunungan Arfak Merupakan salah satu kabupaten pemekaran di Provinsi Papua Barat dengan potensi wilayah yang eksotis dan berpotensi besar untuk pengembangan ekowisata alam dan pertanian organik. Namun di balik potensi yang ada, di daerah ini merupakan wilayah dengan tingkat pendidikan yang rendah. Masyarakat Hatam dan Sough pada umumnya tidak bisa menulis dan membaca. Menurut data, 3.477 orang di wilayah ini merupakan penduduk buta aksara dan tertinggi di Provinsi Papua Barat. Kampung Anggra di Distrik Minyambouw merupakan satu kampung yang dijadikan sampel melalui program KKN-PPM Pemberantasan Buta Aksara Provinsi Papua Barat 2019. Kampung ini merupakan salah satu kampung tertinggal dan terkebelakang dari berbagai aspek diantaranya pendidikan, ekonomi dan SDM baik masyarakat maupun aparat kampung dalam membangun kampung untuk lebih berkembang, hal inilah kemungkinan yang menjadi alasan dilakukan kegiatan KKN-PPM dalam melakukan pendampingan pengajaran baca tulis untuk pemberantasan buta aksara serta pelatihan pengelolahan keuangan dan pertanian. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi pelaksanaan pengajaran membaca dan menulis untuk pemberantasan buta aksara, sehingga terjadi penurunan Buta Aksara khususnya di Kabupaten Pegunungan Arfak. Secara umum seluruh program bisa terserap berkat dukungan dari pemerintah daerah khususnya mitra kegiatan ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, aparat kampung dan masyarakat di lokasi sasaran KKN. Kendala yang masih ditemui adalah masih rendahnya partisipasi masyarakat di beberapa kegiatan, serta masih rendahnya kemandirian pada kelompok sasaran. Harapan kedepan untuk dijadikan model, maka pendampingan program yang sudah terbentuk harus dilanjutkan melalui kegiatan KKN berikutnya.
PENINGKATAN MUTU DAN KAPASITAS PRODUKSI KERIPIK POTO-POTO PADA UKM KELOMPOK USAHA (PENGANAN) TANETE JAYA MELALUI PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT DI BULUKUMBA Ratnawati, .; Mustafa, Arnida
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10304

Abstract

Potatoes are one of the most popular and traditional snacks and have a special place in the minds of the people. The PKM program manages better quality and durable snacks through a selected partner, the Tanete Jaya Business Group (Confectionery), by improving the production process and increasing the packaging stage, to enable the Burunka district in Burkampa district to manage. This aims to increase community capacity. The implementation of the PKM program has resulted in the production of snacks specifically for factory-made potato chips (local name: poto-poto chips), with flavors that match a variety of flavors: cheese, roasted corn and original flavors. In addition, the implementation produces results in the form of determining the expiration date of the poto-poto chips and providing a type of traditional snacks produced by selected partners. In addition, package repairs are carried out. It is a replacement of 0.90 mm thick PE plastic with packaging design including product information (label) and use of a hand sealer machine. The addition of production equipment to increase production capacity is also carried out by the dough grinder. Tanete Jaya Business Group partners can increase the use of raw materials from 25 kg / day to 45 kg / day. The PKM program is carried out in Bulukumba Regency by a team of instructors at the Pangkep State Agricultural Polytechnic, which consists of two disciplines: financial management and agricultural industry technology. The total cost required is IDR.47,200,000.00 for a 10-month implementation.  Keywords: Traditional snacks, Potato chips, Packaging, Processing.ABSTRAK Poto-poto merupakan salah satu penganan tradisional yang cukup popular dan mendapatkan tempat tersendiri di hati masyarakat. Program PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat di Kabupaten Bulukumba Kecamatan Bulukumpa melalui mitra yang terpilih yaitu kelompok usaha (penganan) Tanete Jaya dalam mengelola penganan poto-poto dengan kualitas yang lebih baik dan tahan lama dengan perbaikan pada proses produksi, dan perbaikan pada tahap pengemasan. Pelaksanaan Program PKM ini menghasilkan luaran berupa cara pembuatan penganan khusus untuk keripik poto-poto yang dihasilkan oleh mitra dengan kualitas rasa yang konsisten dengan berbagai rasa yaitu rasa keju, jagung bakar dan original. Selain itu dalam pelaksanaannya dihasilkan juga luaran berupa penentuan expired date dari keripik poto-poto dan jenis penganan tradisional sejenis yang diproduksi oleh mitra terpilih. Selain itu perbaikan juga dilakukan pada segi pengemasan yaitu penggantian jenis plastik PE dengan tebal 0,90 mm yang dilengkapi dengan desain kemasan yang berisi informasi produk (labeling) serta penggunaan mesin hand sealer. Penambahan peralatan produksi untuk meningkatkan kapasitas produksi juga dilakukan yaitu dengan alat penggiling adonan. Mitra kelompok usaha (penganan) Tanete Jaya dapat meningkatkan produksi dari pemakaian bahan baku 25 kg/hari menjadi 45 kg/hari. Program PKM dilaksanakan di kabupaten Bulukumba oleh tim dosen Politeknik Pertanian Negeri Pangkep yang terdiri dari 2 bidang keahlian yaitu Managemen keuangan dan Teknologi industri pertanian. Jumlah biaya yang dibutuhkan sebesar Rp.47.200.000,00 (empat puluh tujuh juta dua ratus ribu rupiah) dengan pelaksanaan selama 10 bulan.Kata kunci: Cemilan tradisional, Keripik poto-poto, Pengemasan, Pengolahan.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI KENTANG UNTUK MEWUJUDKAN SENTRA KENTANG UNGGUL DI KECAMATAN ULU ERE, KABUPATEN BANTAENG Muhibuddin, A.; Boling, Jeferson; Fatmawati, .
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10138

Abstract

The main problem faced by the Potato Farmer Group (FG) in the Ulu Ere Sub-District, Bantaeng Regency, South Sulawesi is the lack of knowledge about seedling management, cultivation and distribution of seeds, and processing of potato products. The purpose of this empowerment program is to increase FG participation in efforts to increase production, quality, seed clustering and processing of potato products. The methods used in achieving the program's objectives are counseling, demonstrating, and action research with stages as follows: a. Socialization, discussion of in the FG and community leaders, b. Empowerment of FG which includes demonstration plot of G2 potato (basic seed), and c. The development phase includes demonstration of the G3 (staple seed) potato cultivation area and improvement of the seed clustering system and processing of potato products. The results of the empowerment program show that: a. Demonstration plots for seedlings of G2 seedlings improves health, growth and seed production (18 tons/ha) and (b) Demonstration area of G3 potato seed cultivation increases health, growth, quality and seed production (20 tons/ha), and (c). It improves the ability of FG and their families in seed clustering, and processing of potato products (cake donuts, chips and potato chips).Keywords: Empowerment, farmer groups, potatoes.ABSTRAKPermasalahan utama yang dihadapi Kelompok Tani (KT) kentang di Wilayah Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan adalah masih rendahnya pengetahuan tentang pengelolaan pembibitan, budidaya, dan distribusi benih, serta pengolahan hasil kentang. Tujuan program pemberdayaan ini adalah meningkatkan partisipasi KT dalam melakukan usaha peningkatan produksi, mutu, klasterisasi benih dan pengolahan hasil kentang. Metode yang  digunakan dalam pencapaian tujuan program adalah penyuluhan, peragaan, dan kaji tindak dengan tahapan: a. Sosialisasi, diskusi KT dan tokoh masyarakat, b. Pemberdayaan KT yang meliputi demonstrasi plot pembibitan kentang G2 (benih dasar), dan c. Pengembangan yang meliputi demonstrasi area budidaya kentang G3 (benih pokok) dan perbaikan sistem klasterisasi benih dan pengolahan hasil kentang. Hasil program pemberdayaan menunjukkan bahwa: (a) Demonstrasi plot pembibitan benih kentang G2 meningkatkan kesehatan, pertumbuhan dan produksi benih (±18 ton/ha); (b) Demonstrasi area budidaya benih kentang G3 meningkatkan kesehatan, pertumbuhan, mutu  dan produksi benih (±20 ton/ha), dan (c) Meningkatkan kemampuan KT dan keluarganya dalam klasterisasi benih, dan pengolahan hasil kentang (Donat, Kripik dan Perkedel kentang).Kata kunci: Pemberdayaan, kelompok tani, kentang.
PENERAPAN TEKNOLOGI PEMUPUKAN SEMI-ORGANIK PADA TANAMAN CABAI RAWIT DI DESA SANROBONE Syam, Netty; Alimuddin, Suraedah; Rasyid, Rasmeidah
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10093

Abstract

Desa Sanrobone merupakan desa Mitra Binaan Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan menjadi daerah pengembangan cabai rawit di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Produksi cabai rawit di daerah ini mengandalkan penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia dosis tinggi  pada tanaman cabai rawit hibrida. Jenis cabai hibrida membutuhkan pupuk dengan dosis yang tinggi untuk dapat berproduksi secara optimal. Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan ini yaitu penerapan teknologi budidaya cabai rawit semi-organik untuk mencapai peningkatan produksi cabai rawit dan menjaga kualitas lahan petani. Solusi yang ditawarkan berupa: (1) Transfer  teknologi Budidaya cabai rawit semi-organik melalui pengurangan dosis pupuk kimia dan disubtitusi dengan penggunaan pupuk organik/Bokashi; (2)  Penanaman  cabai  bukan  hanya  di  lahan  pertanian/sawah melainkan juga di pekarangan kelompok mitra menggunakan polybag; (3) Pelatihan dan pendampingan pembuatan pupuk organik berupa kompos yang dimanfaatkan pada budidaya tanaman cabai rat. Metode yang digunakan pada Program Pengembangan Desa Mitra (PPMD) ini berupa partisipasi aktif (pemberdayaan) masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan penanaman cabai rawit pada lahan petani. Hasil yang dicapai dari program ini diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat  terutama petani dalam budidaya cabai rawit semi-organik.  Kata kunci: Pengembangan desa mitra, cabai rawit semi-organik.  ABSTRACT Sanrobone Village is a the Partner Village of the Indonesian Muslim University and is an area for the development of chilli pepper in Takalar District, South Sulawesi. The production of chilli pepper in this area relies on the use of high-dose of chemical fertilizers and pesticides on hybrid crops. The hybrid crops requires high doses of fertilizer to produce optimally. The objectives to be achieved in this study are the application of semi-organic chilli pepper cultivation technology to achieve increased production of chilli pepper and maintain the quality of farmers' land. The solutions offered are: (1) technology transfer Cultivation of semi-organic chilli pepper through the reduction of chemical fertilizer doses and substituted with the use of organic fertilizer / Bokashi; (2) Chili cultivation not only in agricultural / paddy fields but also in the yard of partner groups using polybags; (3) Training and assistance in making organic fertilizer (compost) which is used in the cultivation of chilli pepper. The method used in this Program is development of active participation (empowerment) of the community through training and assistance in the cultivation of chilli pepper on the field. In addition, a comparison was also made between production of the chili pepper cultivation using chemical fertilizers (inorganic) with semi-organic chilli pepper cultivation. The results achieved from this program expected can change the mindset of the village people, especially the farmers  in semi-organic chilli pepper cultivation. Keywords: Partner village development, chilli pepper, semi-organic.
PERBAIKAN TEKNIS BUDIDAYA KELAPA RAKYAT DI KABUPATEN WAJO Nasaruddin, .; BDR, Muh. Farid; Ridwan, Ifayanti; Mollah, Abdul; Dariati, Tigin; Yanti, Cri Wahyuni Brahmi; Sukendar, Nandi K.
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10143

Abstract

Coconut Plant is one of the annual plantations which is generally managed in the form of People's Plantation. Coconut plays an important role in the economic, cultural and social life of rural communities as a Heaven plant and a hundred uses plant. Coconut as a source of income for farming families in rural areas, can produce wealth and improve the quality of life in rural communities. Coconut plantations are generally managed on a small scale and are an important contributor to food security. At the industry level, coconut products have high added value and are an important source of employment and income for rural communities. Coconut oil is consumed by the wider community as food and as a raw material for the chemical industry, making soap, margarine and other products of high economic value. The level of management of smallholder coconuts is still very low and unsustainable so productivity is very low. To improve the productivity of smallholder coconuts, it is necessary to improve plant management systems so that they can be sustainable and can provide better added value.Keywords: Coconut, smallholder plantations, cultivation techniques. ABSTRAKTanaman Kelapa merupakan salah satu tanaman perkebunan yang bersifat tahunan yang pada umumnya dikelola dalam bentuk Perkebunan Rakyat. Kelapa memainkan peran penting dalam kehidupan ekonomi, budaya dan sosial masyarakat pedesaan sebagai tanaman surga dan tanaman seratus kegunaan. Kelapa sebagai sumber pendapatan bagi keluarga tani di pedesaan, dapat menghasilkan kekayaan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di pedesaan. Perkebunan kelapa umumnya dikelola dalam skala kecil merupakan kontributor penting bagi ketahanan pangan. Di tingkat industri, produk kelapa bernilai tambah tinggi dan merupakan sumber lapangan pekerjaan dan pendapatan penting masyarakat pedesaan. Minyak kelapa dikomsumsi masyarakat luas sebagai makanan dan sebagai bahan baku industri oleokimia, pembuatan sabun, margarine dan produk  lainnya bernilai ekonomi tinggi. Tingkat pengelolaan tanaman kelapa rakyat sampai saat ini masih sangat rendah dan tidak berkelanjutan sehingga produktivitas yang dicapai sangat rendah. Untuk memperbaiki produktivitas tanaman kelapa rakyat diperlukan perbaikan sistem pengelolaan tanaman agar dapat berkelanjutan dan dapat memberikan nilai tambah yang lebih baik.Kata kunci: Kelapa, perkebunan rakyat, teknis budidaya.
PENYULINGAN DAN ANALISIS MINYAK LAWANG (Cinnamoum sp.) MENGGUNAKAN PENYULINGAN TERMODIFIKASI DI KECAMATAN TELUK ELPAPUTIH KABUPATEN MALUKU TENGAH Catherina M. Bijang; Adriani Bandjar; . Mohtar; I Wayan Sutapa
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10134

Abstract

One of the distillations of Lawang oil in the District of Elpaputih Bay still uses conventional methods. Therefore, through this activity a distillation process and analysis of the composition of Lawang oil (Cinnamomum sp.) was carried out using a modified distillation. Lawang oil (Cinnamomum sp.) was distilled using a steam distillation process with mace as a source of raw material. Content analysis was performed using GC-MS. From the results of the refining process with the modified refining model, an increase in yield of 47.2 % was obtained compared to the previous refining. Tests on the oil content of obtained show that the oil mostly contained eugenol, safrol, and 4-terpineol. Based on these results, it can be concluded that the modified refining tool has increased the yield of the oil produced. In addition, the compounds of the oil produced are identified.Keywords: Distillation, lawang, GC-MS. ABSTRAKSalah satu penyulingan minyak lawang di Kecamatan Teluk Elpaputih masih menggunakan metode konvensional. Oleh karena itu melalui kegiatan ini telah dilakukan proses penyulingan dan analisis komposisi minyak Lawang (Cinnamomum sp.) menggunakan penyulingan termodifikasi.  Minyak Lawang (Cinnamomum sp.) disuling menggunakan proses destilasi uap dengan kulit kayu lawang sebagai sumber bahan baku.  Analisis kandungan dilakukan dengan menggunakan GC-MS. Dari hasil proses penyulingan dengan model penyulingan termodifikasi diperoleh peningkatan rendemen sebesar 47,2% dibandingkan dengan penyulingan terdahulu. Uji terhadap kandungan minyak lawang yang diperoleh menunjukkan bahwa minyak tersebut sebagian besar mengandung eugenol, safrol, dan 4-terpineol. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa alat penyulingan termodifikasi telah meningkatkan hasil minyak lawang yang diproduksi. Selain itu, senyawa penyusun minyak lawang yang dihasilkan telah diketahui.Kata kunci: Destilasi, lawang, GC-MS.
PEMBINAAN KELOMPOK TANI MENJADI PETANI PENANGKAR BENIH UNGGUL SEBAGAI UPAYA DALAM MENGATASI KELANGKAAN BENIH PADI DI KECAMATAN BENGO KABUPATEN BONE BDR, Muh. Farid; Nasaruddin, .; Ridwan, Ifayanti; Jamil, Hatta; Iswoyo, Hari; Mantja, Katriani; Nurfaida, .
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10139

Abstract

Problems faced by the Pangisoreng UPB partners and Allapporeng II farmer groups are the unavailability of superior seeds and scarcity of fertilizer during the planting season, low farming capital, the land is saturated with inorganic fertilizers and there is no use of organic fertilizers, resulting in soil cracking in the dry season and cause rice drought. The use of liquid fertilizer has not been carried out, the waste planting system is wasteful use of seeds, rat pest attacks due to the wrong planting system, and the knowledge and expertise of farmers in producing seeds, compost, liquid fertilizer / biopesticides are lacking; thus causing rice productivity and low farmer income. From the range of solutions offered, the activities that have been carried out are: (a) fostering farmer groups to become seed breeders so they can produce superior seeds independently, while encouraging new potential entrepreneurs, (b) training farmers to process locally available organic waste into fertilizer compost, liquid fertilizer / biopesticide, (c) improve the planting system from hambur into a planting system, move through seed demonstration plot and (d) provide assistance during the activity. The output targets to be achieved on PKM are: Superior seed production, compost production, liquid fertilizer / biopesticide, increased productivity from 5.5 tons / ha to 8-9 tons / ha. From the implementation of the activities carried out it can be concluded that the activities were welcomed by members of partner farmer groups because they were classified as new. Making compost and liquid organic fertilizer can be done by utilizing local materials and considering the function of each ingredient.Keywords: Rice seeding, compost, liquid fertilizer, planting system.  ABSTRAKPermasalahan yang dihadapi oleh mitra UPB Pangisoreng dan kelompok tani Allapporeng II adalah tidak tersedianya benih unggul dan kelangkaan pupuk saat musim tanam, modal usaha tani yang rendah, lahan sudah jenuh dengan pupuk anorganik dan tidak ada penggunaan pupuk organik, sehingga terjadi keretakan tanah pada musim kemarau dan menyebabkan padi kekeringan. Penggunaan pupuk cair belum dilaksanakan, sistem tanam hambur yang boros penggunaan benih, serangan hama tikus akibat sistem tanam yang salah, serta pengetahuan dan ketermpilan petani dalam memproduksi benih, pupuk kompos, pupuk cair/biopestisida yang kurang; sehingga menyebabkan produktivitas padi dan pendapatan petani rendah. Dari rangkaian solusi yang ditawarkan, kegiatan yang telah dilaksanakan adalah: (a) pembinaan kelompok tani menjadi penangkar benih sehingga mampu memproduksi benih unggul secara mandiri, sekaligus mendorong menjadi calon wirausaha baru, (b) melatih petani mengolah limbah organik yang tersedia secara lokal menjadi pupuk kompos, pupuk cair/ biopestisida, (c) memperbaiki sistem tanam dari hambur menjadi sistem tanam pindah melalui demplot perbenihan serta (d) melakukan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Target luaran yang ingin dicapai pada PKM adalah: Produksi benih unggul, produksi kompos, pupuk cair /biopestisida, peningkatan produktivitas dari 5,5 ton/ha menjadi 8-9 ton/ha. Dari pelaksanaan kegiatan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kegiatan disambut baik oleh anggota kelompok tani mitra karena tergolong baru. Pembuatan kompos dan pupuk organik cair dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan local dan mempertimbangkan fungsi dari masing-masing bahan.Kata kunci: Perbenihan padi, kompos, pupuk cair, sistem tanam
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MELALUI PEMANFAATAN LALAT TENTARA HITAM DAN Trichoderma sp. SEBAGAI AGEN BIOFUNGISIDA DAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI MAKASSAR, SULAWESI SELATAN Dermawan, Rahmansyah; Permana, Agus Dana; Faizal, Ahmad
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10128

Abstract

Chili cultivation activities in various regions encounter many problems. Therefore, this encouraged us to develop technology transfer on utilization of black soldier fly (Hermetia illucens), Trichoderma , and organic fertilizer through community service activities. This activity was a collaboration between Institut Teknologi Bandung and Hasanuddin University to transfer knowledge and skills to farmer women group members on utilization of black soldier fly and beneficial microorganisms such as Trichoderma . Both agents could be employed in converting organic waste into organic fertilizer for chilli plantation plants in Makassar, South Sulawesi. The methodology used in this activity including explanation of the important role of both black soldier flies and Trichoderma  sp. in the chili cultivation system, compost making practices, as well as training and assistance during chili cultivation. Outputs in this activity were increased knowledge and skills of farmer women groups regarding the utilization of black soldier flies and Trichoderma , the ability to make compost, and increased skills of farmer women group members in chili cultivation. It can be concluded that the introduction of black soldier flies and Trichoderma  was responded very well by farmer women group members as well as fully supported by village officials and stakeholders at the activity site. Not only did farmer group members get new information and insights, but they also gained skills in the use of black soldier flies and Trichoderma  as biodecomposers and biofungicide agents. This activity was expected to increase the motivation of farmer women groups in improving the quality of life and independence in the family by optimizing their backyard for the cultivation of horticultural crops such as chili. The harvested chili was successful and subsequently delivered to consumers. The results of this activity were also disseminated at the National Seminar on Community Services, carried out by the Jurnal Dinamika Pengabdian, UNHAS in August 2019.Keywords: Farmer women group, black soldier fly, Trichoderma, organic fertilizer. ABSTRAKKendala yang dihadapi pada kegiatan budidaya cabai di berbagai daerah mendorong alih teknologi pemanfaatan lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (Hermetia illucens), Trichoderma  serta pupuk organik melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari Institut Teknologi Bandung dan Universitas Hasanuddin yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anggota kelompok wanita tani (KWT) dalam memanfaatkan lalat tentara hitam dan mikroorganisme bermanfaat seperti Trichoderma. Kedua agen hayati ini dapat dimanfaatkan untuk mengkonversi limbah organik menjadi pupuk yang bermanfaat untuk budidaya tanaman cabai di Makassar, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan berupa penjelasan tentang peran lalat tentara hitam dan mikroorganisme Trichoderma  spp. dalam sistem budidaya tanaman cabai, praktik pembuatan kompos, serta pelatihan dan pendampingan dalam budidaya cabai. Luaran pada kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota KWT mengenai pemanfaatan lalat tentara hitam dan Trichoderma, kemampuan dalam membuat kompos, serta meningkatnya keterampilan anggota KWT dalam budidaya cabai. Dari kegiatan yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa konsep pengenalan lalat tentara hitam dan Trichoderma  kepada anggota KWT mendapat respons yang sangat baik serta didukung penuh oleh aparat desa dan berbagai pemangku kepentingan di lokasi penyuluhan. Anggota kelompok tani tidak hanya mendapat informasi dan wawasan baru, tetapi juga mereka mendapatkan keterampilan dalam pemanfaatan lalat tentara hitam dan Trichoderma  sebagai biodekomposer dan agen biofungisida. Budidaya cabai yang yang dilaksanakan oleh anggota KWT berproduksi dengan baik dan hasilnya dapat dijual kepada konsumen. Hasil kegiatan ini juga diseminarkan dalam Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh Jurnal Dinamika Pengabdian Pengabdian, UNHAS pada Agustus 2019.Kata kunci: Kelompok Wanita Tani, lalat tentara hitam, Trichoderma, pupuk organik.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026 Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025 Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 4 JULI 2025 Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 3 APRIL 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025 Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 1 OKTOBER 2024 Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024 Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023 Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023 Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022 Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022 Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021 Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021 Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020 Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020 Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019 Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019 Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018 Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 2 MEI 2018 Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018 Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017 Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017 Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 2 MEI 2016 Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 1 OKTOBER 2015 More Issue