cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
jurnaltropika@unud.ac.id
Phone
+62361-222096
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Kampus UNUD, Bukit Jimbaran Badung, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : jurnaltr     EISSN : 27227286     DOI : https://doi.org/10.24843/JPT
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) was published by the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) is published regularly, three times a year, in January-April, May-August, and September - December. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) summarizes various manuscripts in the field of animal husbandry such as nutrition, production, reproduction, post-harvest (processing and technology) and socio-economic fields of livestock. Open manuscripts for lecturers and researchers related to the field of animal husbandry, and open to S1, S2 and S3 students, by following the rules set by Jurnal Peternakan Tropika (JPT).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 718 Documents
KUALITAS ORGANOLEPTIK DAGING SAPI BALI PADA POTONGAN KOMERSIAL KARKAS YANG BERBEDA Apriyanti N. N. S.; N.L.P Sriyani; I G. A. A. Putra
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 1 (2022): Vol. 10 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas organoleptik karkas sapi bali pada lokasi otot yang yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Mikrobiologi Fakultas Peternakan Universitas Udayana selama 2 bulan dari bulan Agustus sampai September 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perbandingan tiga sampel daging yang dinilai oleh 15 panelis semi-terlatih. Ketiga perbandingan yakni: otot pasif pada potongan komersial karkas short loin (P1), otot semi aktif pada potongan komersial karkas round (P2), otot aktif pada potongan komersial karkas hind shank (P3). Variabel yang diamati yakni uji organoleptik yang meliputi warna, aroma, tekstur, citarasa, dan penerimaan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan lokasi otot dari ketiga karkas sapi bali yang berbeda terhadap organoleptik berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap warna, tekstur dan penerimaan keseluruhan namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap aroma dan citarasa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dari perbedaan lokasi potongan komersial karkas daging sapi bali melalui kualitas organoleptik yang paling disukai dan diterima oleh panelis adalah short loin dari otot pasif, dilihat dari penilaian warna, tekstur serta penerimaan keseluruhan yang berpengaruh nyata sedangkan aroma dan citarasa belum memberikan pengaruh nyata. Kata kunci : Uji organoleptik, daging sapi bali, potongan komersial
MASA SIMPAN DAGING BROILER PASCA-PEMELIHARAAN DI DALAM CLOSED HOUSE DITINJAU DARI ASPEK KUALITAS KIMIA-FISIK Fathurrohman M. A.; I N. T. Ariana; I N. S. Miwada
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia-fisik daging broiler pasca-pemeliharaan di dalam closed house yang disimpan pada suhu kamar. Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola sederhana dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Keempat perlakuan yakni M1 (masa simpan 1 jam) ; M2 (masa simpan 3 jam) ; M3 (masa simpan 5 jam) serta M4 (masa simpan 7 jam) dan setiap perlakuan diulang 4 kali. Daging broiler bagian dada, Musculus pectoralis superficialis digunakan sebagai sampel pada penelitian ini berasal dari hasil penyembelihan enam belas ekor ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan masa simpan daging pada suhu ruang, belum mempengaruhi nilai pH (P>0,05), kisaran nilai pH antara 6,10 – 6,19. Daya ikat air daging berkisar antara 20,94% - 30,47% (P>0.05). Susut masak daging berkisar antara 28,92% - 32,55%, (P>0,05). Kadar air daging diperoleh pada kisaran antara 69,53% - 79,05%, (P>0,05). Kadar protein daging berada pada kisaran normal antara 20,97% - 21,59%, (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah daging broiler pasca-pemeliharaan di dalam closed house memiliki masa simpan 7 jam pada suhu ruang, ditinjau berdasarkan karakteristik kimia-fisik (nilai pH, daya ikat air, susut masak, kadar air dan kadar protein) belum mengalami perubahan kualitas kimia-fisik daging. Kata kunci: kualitas kimia-fisik, daging broiler (dada).
KARAKTERISTIK MASKER KEFIR SUSU SAPI DENGAN FORTIFIKASI SERBUK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) PASCA INKUBASI Raharjo D. C.; S. A. Lindawati; I N. S. Miwada
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 1 (2022): Vol. 10 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik masker kefir susu sapi fortifikasi serbuk bunga telang pasca inkubasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Pebruari hingga April 2021 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Mikrobiologi Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Rancangan percobaan yang digunakan, Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan yaitu fortifikasi 0% serbuk bunga telang (P0), fortifikasi 4% serbuk bunga telang (P1), fortifikasi 6% serbuk bunga telang (P2), fortifikasi 8% serbuk bunga telang (P3). Variabel yang diamati meliputi pH, daya lekat, fenol, flavonoid, warna, tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik masker kefir yang difortifikasi mempunyai nilai pH pada perlakuan P0 (4,74), P1 (4,86), P2 (4,97), dan P3 (4,97) secara statistik berbeda nyata (P<0,05), daya lekat pada perlakuan P0 (23,67), P1 (15,46), P2 (12,36), dan P3 (10,23) secara statistik berbeda nyata (P<0,05), fenol pada perlakuan P0 (9,96), P1 (25,90), P2 (40,98), dan P3 (46,86) secara statistik berbeda nyata (P<0,05), flavonoid pada perlakuan P0 (146,97), P1 (166,09), P2 (165,95), dan P3 (170,22) secara statistik berbeda nyata (P<0,05), warna pada perlakuan P0 (putih), P1 (ungu muda), P2 (ungu muda), dan P3 (ungu) secara statistik berbeda nyata (P<0,05), tekstur pada perlakuan P0 (cair), P1 (cair), P2 (sedikit kental), dan P3 (sedikit kental) secara statistik berbeda nyata (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa masker kefir dengan fortifikasi bunga telang pasca inkubasi mempengaruhi nilai pH, daya lekat, total fenol, flavonoid, warna, tekstur dan fortifikasi 4% mampu memberikan karakteristik terbaik. Kata Kunci: masker kefir, susu sapi, karakteristik masker dan bunga telang
PENGARUH PEMBERIAN SABUN KALSIUM DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMANS ITIK BALI JANTAN Suamba A.A.A.A.S.; I G.N.G Bidura; D.P.M.A. Candrawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sabun kalsium dalam ransum terhadap performans itik bali jantan. Penelitian dilaksanakan selama 42 hari di Jalan Tegal Wangi II Gang Kavling No. 9 Sesetan, Denpasar, Bali. Rancangan yang digunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan. Tiap petak percobaan diisi dengan 4 ekor itik bali jantan berumur 14 hari dengan berat badan rata-rata 178 g ± 20,8. Keempat perlakuan tersebut adalah itik bali jantan yang diberi ransum tanpa sabun kalsium sebagai kontrol (A), ransum dengan pemberian 1% sabun kalsium (B), ransum dengan pemberian 2% sabun kalsium (C), dan ransum dengan pemberian 3% (D). Variabel yang diamati yaitu berat badan awal, konsumsi ransum, berat badan akhir, pertambahan berat badan, dan Feed Convertion Ratio (FCR). Konsumsi ransum itik bali jantan yang mendapat perlakuan B, C, dan D secara statistik nyata (P<0,05) lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan A. Berat badan akhir dan pertambahan berat badan secara statistik nyata (P<0,05) lebih tinggi dari perlakuan A. Feed Convertion Ratio perlakuan B, C, dan D secara statistik nyata (P<0,05) lebih rendah dari perlakuan A. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian sabun kalsium pada itik bali jantam umur 2 – 8 minggu dapat menurunkan konsumsi ransum, meningkatkan bobot badan akhir dan pertambahan berat badan serta Feed Convertion Ratio semakin efisien. Kata Kunci: Itik Bali Jantan, Performans, Sabun kalsium
PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAGING SAPI BALI DENGAN LARUTAN FERMENTASI SELADA (Lactuca sativa) TERHADAP KUALITAS FISIK DAN TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT Panjaitan K. S. S.; S. A. Lindawati; I N. S. Miwada
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 1 (2022): Vol. 10 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daging merupakan bahan pangan asal hewani yang mudah mengalami kerusakan oleh karena aktivitas mikroorganisme perusak pangan. Larutan fermentasi selada (Lactuca sativa) merupakan salah satu alternatif pengawet alami karena terdapat bakteri asam laktat didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama perendaman daging sapi bali dengan larutan fermentasi selada (Lactuca sativa) berpengaruh terhadap kualitas fisik dan total bakteri asam laktat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juni 2021 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Mikrobiologi Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Keempat perlakuan tersebut yaitu: tanpa perendaman dengan larutan fermentasi selada (P0), perendaman dengan larutan fermentasi selada selama 30 menit (P1), perendaman dengan larutan fermentasi selada selama 60 menit (P2), dan perendaman dengan larutan fermentasi selada selama 90 menit (P3). Variabel yang diamati adalah kualitas fisik berupa pH, daya ikat air, susut masak, susut mentah, warna serta total bakteri asam laktat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman daging sapi dengan larutan fermentasi selada diperoleh nilai pH 5,95-5,97; daya ikat air 25,11% - 26,15%; susut masak 42,06% - 40,74%; susut mentah 9,29% - 8,12%; warna 4,25% - 5,25%; bakteri asam laktat 3,8 x 105 – 2,7 x 105 CFU/g. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lama perendaman 30, 60, dan 90 menit daging sapi bali dengan larutan fermentasi selada (Lactuca sativa) tidak mempengaruhi nilai pH, daya ikat air, susut masak, susut mentah, warna dan total bakteri asam laktat, tetapi berpengaruh terhadap susut mentah daging dan lama perendaman 60 menit daging sapi bali dengan larutan fermentasi selada (Lactuca sativa) memiliki kualitas fisik yang baik. Kata kunci : Daging sapi, fermentasi selada, kualitas fisik, total bakteri asam laktat
SUBSTITUSI PUPUK UREA DENGAN PUPUK KOTORAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL RUMPUT GAJAH KATE (Pennisetum purpureum cv. Mott) Aginandita I M.; N. N. C. Kusumawati; I W. Wirawan
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui substitusi pupuk urea dengan pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil rumput gajah kate (Pennisetum purpureum cv. Mott). Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Penelitian ini berlangsung selama 8 minggu, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 5 dosis pupuk perlakuan dan 5 kali ulangan sehingga terdapat 25 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah A = 200 kg urea ha-1; B = 150 kg urea ha-1 + 5 ton pupuk kotoran sapi ha-1; C = 100 kg urea ha-1 + 10 ton pupuk kotoran sapi ha-1; D = 50 kg urea ha-1 + 15 ton pupuk kotoran sapi ha-1; E = 20 ton pupuk kotoran sapi ha-1. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu variabel pertumbuhan, variabel hasil, dan variabel karakteristik tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, substitusi pupuk urea dengan pupuk kotoran sapi dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil rumput gajah kate (Pennisetum purpureum cv. Mott). Dosis pupuk kotoran sapi sebesar 20 ton ha-1 memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil rumput gajah kate. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan kotoran sapi pada dosis 20 ton ha-1 memberikan pertumbuhan dan hasil rumput gajah kate (Pennisetum purpureum cv. Mott) Kata kunci: pupuk kotoran sapi, substitusi urea, Pennisetum purpureum cv. Mott
KEPUASAN PETERNAK SAPI TERHADAP PELAYANAN INSEMINATOR DI DESA BUAHAN KECAMATAN PAYANGAN KABUPATEN GIANYAR BALI Purnawiasa I P.; I W. Sukanata; I G. Suranjaya
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 1 (2022): Vol. 10 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar yang berlangsung dari bulan September s/d November 2020. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui atribut-artibit yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan yaitu kualitas pelayanan berdasarkan dimensi pelayanan seperti bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati. Data yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan melalui wawancara terhadap 60 orang peternak sapi induk yang telah melaksanakan IB (aseftor IB) minimal 3 kali yang dipilih secara acak. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan, secara keseluruhan dimensi kualitas pelayanan tersebut tingkat kepuasan peternak terhadap kualitas pelayanan inseminator di desa Buahan sudah tergolong puas dengan nilai CSI 77%. Sedangkan secara terpisah peternak sudah puas dengan dimensi pelayanan bukti fisik, daya tanggap, empati dengan nilai CSI masing-masing CSItangible sebesar 76.4%, nilai dari CSIresponsiveness sebesar 74,6%, nilaiCSIempathy sebasar 76,2%, nilai dari CSIreriability sebesar 81,6% dan CSIassurance 80,8%. Nilai CSI yang belum maksimal harus diperhatikan oleh inseminator untuk diperbaiki supaya kepuasan peternak maksimal. Adapun atribut-atribut pelayanan yang perlu dipertahankan atau ditingkatkan supaya kepuasan peternak maksimal yaitu: peralatan kawin suntik, kualitas anak yang dihasilkan, prosedur pelayanan, pengetahuan petugas IB, keahlian petugas IB, Garansi, jaminan. Kata kunci : CSI, IPA, Sapi
ANALISIS RANTAI PASOK DAGING BABI DI PASAR TRADISIONAL KECAMATAN ABIANSEMAL Rahmat S.; B. R. T. Putri; I W. Sukanata
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran rantai pasok produk daging babi di pasar tradisional Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Metode penelitian yang digunakan Purposive Sampling (sengaja). Sampel responden pada penelitian ini berjumlah 40. Berdasarkan prasurvey lokasi penelitian dimulai dari pasar tradisional yang terdapat di Kecamatan Abiansemal diantaranya sebagai berikut: Pasar Tegal Darmasaba, Pasar Sibang Gede, Pasar Mambal, Pasar Tenten, Pasar Blahkiuh. Metode untuk mengambil sampel menggunakan teknik snowball sampling. Data yang digunakan ialah data primer dan data sekunder. Penelitian dilakukan pada bulan September hingga Oktober 2021. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif Food Supply Chain Network. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) terdapat 3 aliran dalam rantai pasok daging babi di pasar tradisional Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung yaitu aliran finansial (keuangan), aliran informasi, aliran material (produk). (2) terdapat beberapa lembaga yang terlibat dalam rantai pasok daging babi pada lokasi penelitian yaitu: peternak, pengepul ternak babi, jagal, pedagang daging, warung makan olahan daging babi, konsumen akhir. Seluruh anggota rantai pasok saling melengkapi dalam proses pergerakan produk. Saran: diharapkan pemerintah setempat dapat membantu untuk menstabilkan harga daging babi. Pedagang daging sebaiknya melakukan pengolahan daging menjadi produk olahan lain sehingga mampu meningkatkan nilai tambah dan meminimalisir kerugian apabila daging tidak terjual habis Kata Kunci: daging babi, pasar tradisional, rantai pasok.
KECERNAAN RANSUM AYAM BROILER YANG DIBERIKAN ASAM AMINO LYSINE DAN METHIONIN MELALUI AIR MINUM PADA KANDANG CLOSE HOUSE Udayana P. W. K.; I P. A. Astawa; I G. Mahardika
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian asam amino lysine dan methionine melalui air minum terhadap kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, kecernaan protein kasar, dan kecernaan serat kasar dari ransum yang diberikan. Penelitian dilaksanakan di kandang milik Bapak I Made Arcana yang berlokasi di Desa Candikusma, Jembrana selama 32 hari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan serta disetiap unit percobaan menggunakan 12 ekor ayam strain CP 707. Perlakuan yang diberikan adalah P0= penggunaan 0% lysine dan methionine, P1= penggunaan 0,02% lysine dan methionine, dan P2= 0,025% lysine dan methionine, dan P3= penggunaan 0,03% lysine dan methionine. Variabel yang diamati meliputi kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, kecernaan protein kasar, kecernaan serat kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asam amino lysin dan methionine melalui air minum dapat meningkatkan kecernaan bahan kering serta kecernaan protein kasar, namun berpengaruh tidak nyata terhadap kecernaan bahan organik, dan kecernaan serat kasar. Kata kunci: broiler, asam amino, lysine dan methionine, kecernaan
TINGKAT PENERAPAN SAPTA USAHA TERNAK BABI DI DESA KACARIBU KECAMATAN KABANJAHE KABUPATEN KARO PROVINSI SUMATERA UTARA Kacaribu E. K.; N. W. T. Inggriati; G. Suarta
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan sapta usaha ternak babi serta faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat penerapan sapta usaha ternak babi di Desa Kacaribu. Penelitian ini dilakukan di Desa Kacaribu, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara dari bulan Agustus sampai September tahun 2021. Penentuan lokasi penelitian dengan metode purposive sampling, dan pemilihan responden menggunakan metode stratified random sampling sebanyak 45 orang. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif dan uji Koefisien Korelasi Jenjang Spearman (Siegel, 1977). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan sapta usaha ternak babi di Desa Kacaribu masuk dalam kategori sedang. Faktor-faktor seperti pendidikan non formal, jumlah kepemilikan ternak, pendapatan, pengetahuan, sikap, keterampilan dan motivasi peternak memiliki hubungan yang sangat nyata (P<0,01) dengan tingkat penerapan sapta usaha ternak babi, faktor pendidikan formal peternak memiliki hubungan yang nyata (P<0,05) dengan tingkat penerapan sapta usaha ternak babi, faktor umur, penguasaan lahan, jumlah tanggungan keluarga, dan lama beternak memiliki hubungan yang tidak nyata (P>0,10) dengan tingkat penerapan sapta usaha ternak babi. Simpulan : 1) Tingkat penerapan sapta usaha ternak babi di Desa Kacaribu masuk dalam kategori sedang; 2) Faktor yang berhubungan dengan tingkat penerapan sapta usaha ternak babi adalah pendidikan formal, pendidikan non formal, jumlah kepemilikan ternak, pendapatan, pengetahuan, sikap, keterampilan, dan motivasi. Saran : kepada pemerintahan terkait, agar meningkatkan kualitas dan kuantitas penyuluhan, pelatihan dan bimbingan untuk lebih meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap serta motivasi peternak babi. Kata kunci : faktor, pengetahuan, korelasi, penyuluhan