Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Uji Antiinflamasi Ekstrak Daun Andong Merah (Cordyline Fruticosa L. A Cheval) terhadap Tikus Model Induksi Karagenan: Anti-inflammatory Test of Red Andong Leaf Extract (Cordyline Fruticosa L. A Cheval) in the Rat Model of Carrageenan-Induced Widyasti, Jena; Kurniasari, Fitri
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 7 No. 02 (2024): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v7i02.3310

Abstract

Inflammation is a reaction to stimulation by harmful agents, infection, trauma, or tissue injury. One plant that has anti-inflammatory properties is red andong leaves. The chemical content of Andong leaf extract, which has anti-inflamatorry activity, is flavonoids. This study aims to determine the anti-inflammatory activity of ethanol extract of red andong leaves on carrageenan-induced white rats and determine the effective dose. Testing of the anti-inflammatory activity was carried out using 25 white rats as test animals and divided into 5 treatment groups, namely group 1 (diclofenac sodium dose 4.5 mg/kgBW), group II (Na CMC 0.5%), group III (extract dose 100 mg/kgBW), group IV (extract dose 200 mg/kgBW), group V (extract dose 400 mg/kgBW). After 30 minutes of administering the extract and comparator, the experimental animals were injected with carrageenan. Then, the rat leg volume was measured after 1 hour of injection, starting from the 1st to the 6th hour. The results of anti-inflammatory activity test observations were carried out by determining the percentage of inflammation in the rats' feet. The effective dose in the anti-inflammatory activity test was an extract dose of 200 mg/kgBW, which had inflammation percentage results that were comparable to the positive control.   ABSTRAK Peradangan adalah reaksi terhadap rangsangan agen berbahaya, infeksi, trauma, atau cedera pada jaringan. Salah satu tanaman yang memiliki khasiat antiinflamasi yaitu daun andong merah. Kandungan kimia dari ekstrak daun andong yang memiliki aktivitas antiinflamasi yaitu flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol daun andong merah terhadap tikus putih yang diinduksi karagenan dan mengetahui dosis efektifnya. Pengujian aktivitas antiinflamasi dilakukan dengan menggunakan hewan uji tikus 25 ekor dibagi dalam 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok I kontrol negatif (Na CMC 0,5 %), kelompok II kontrol positif (natrium diklofenak dosis 4,5 mg/kg BB), kelompok III (ekstrak dosis 100 mg/kg BB), kelompok IV (ekstrak dosis 200 mg/kg BB), kelompok V (ekstrak dosis 400 mg/kg BB). Hewan uji diberikan ekstrak dan pembanding, kemudian disuntik karagenan setelah 30 menit. Setelah penyuntikan, volume kaki tikus diukur setiap jam, dimulai pada jam pertama dan berakhir pada jam ke enam. Hasil pengamatan uji aktivitas antiinflamasi dilakukan dengan menentukan persentase peradangan pada kaki tikus. Dosis efektif pengujian antiinflamasi yaitu ekstrak dosis 200 mg/kgBB yang memiliki hasil persentase peradangan yang sebanding dengan kontrol positif.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK KRIM ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum x africanum Lour.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN VARIASI NILAI HYDROPHILE-LYPHOPHILE BALANCE (HLB) EMULGATOR Robuta, Marrsa Rojwaanna; Dewi Ekowati; Fitri Kurniasari
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1131

Abstract

Jerawat merupakan kondisi permasalahan kulit akibat tersumbatnya pori-pori yang disertai dengan peradangan. Salah satu penyebab jerawat adalah bakteri Staphylococcus aureus. Salah satu tanaman yang dapat digunakan yaitu daun kemangi, pada ekstrak daun kemangi mengandung senyawa flavonoid, tannin, alkaloid, dan saponin yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri yang akan dibuat menjadi sediaan krim karena memiliki keunggulan seperti praktis dan mudah diaplikasikan pada wajah dengan menggunakan variasi nilai HLB untuk meihat pengaruh pada stabilitas dan mutu fisik sediaan krim. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental. Pelarut etanol 96% digunakan untuk ekstraksi daun kemangi melalui metode maserasi. Ekstrak daun kemangi dibuat sediaan krim sebanyak 6 formula, kemudian dilakukan penguian organoleptik, homogenitas, viskositas, daya lekat, daya sebar, tipe emulsi, stabilitas, dan aktivitas dilakukan untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Pengujian antibakteri dilakukan menggunakan metode sumuran. Penelitian ini bertujuan menghasilkan krim antibakteri ekstrak daun kemangi dan mengetahui pengaruh variasi nilai HLB emulgator span 60 dan tween 60 terhadap mutu fisik krim. Data dianalisis secara statistik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi emulgator span 60 dan tween 60 mempengaruhi hasil mutu fisik sediaan yaitu viskositas menurun sehingga daya sebar meningkat, dan daya lekat menurun dengan nilai sig < 0,05. Pada hasil penelitian menunjukkan semua sediaan memiliki hasil yang homogen dan memiliki tipe krim M/A. Formula 6 dengan HLB 12 pada perbandingan emulgator span 60 dan tween 60 (1,4% : 3,6%) memberikan stabilitas yang baik dan daya hambat bakteri paling besar diantara formula lainnya yaitu memiliki nilai rata-rata daya hambat 13,53mm dengan kategori sedang.
Noise analysis of grinding machine in the material cutting process Dharmastiti, Rini; Wijaya, Andi Rahadyan; Kurniasari, Fitri
Jurnal Teknosains Vol 14, No 2 (2025): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/teknosains.105448

Abstract

The handheld grinding machine used for cutting materials has generated noise that may affect the operator and individuals nearby. The noise produced by this machine needs to be analyzed to prevent potential health impacts. This study aims to measure the noise levels the handheld grinding machine generates while cutting materials such as ceramic, metal, and natural stone. Noise measurements were taken at the noise source and distances of 2 meters, 3 meters, and 4 meters from the source. A sound level meter was used for the noise measurements. The study's results indicate that the type of material being cut using the handheld grinder does not significantly affect the noise level produced. The highest noise level was recorded when cutting the plate, with an equivalent continuous sound level (Leq) of 91.6 dB at the source. The lowest noise level was recorded when cutting ceramic material, with a Leq of 89.7 dB. Statistical tests on the distance and measurement locations at 2 meters, 3 meters, and 4 meters from the source showed that the distance does not significantly affect the noise level. At distances of 2 meters and 3 meters, the average Leq for all materials was the same, ata 94.2 dB, while at 4 meters, the average Leq was slightly lower, at 93.9 dB.
ANALISIS PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PENUGASAN DI BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS VII SMP BERDASARKAN KURIKULUM 2013 Kurniasari, Fitri; Suhardi, Suhardi
Diksi Vol. 26 No. 1: DIKSI MARET 2018
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.715 KB) | DOI: 10.21831/diksi.v26i1.16012

Abstract

Abstract(Title: Scientific Approach Application Analysis on Task in Indonesia Language Text Book for Seventh Grade Students Based on Curriculum 2013). This research aims to: (1) know the steps of "Scientific Approach" which are reflected on the tasks based on complete steps, (2) know the steps of "Scientific Approach" which are reflected on the tasks based on the sequence steps. The research design used in this research is content analysis. The main  instrument in this research is human instrument. The research data is collected with "simak" method with tecqnique "baca" and "catat". The data analysis is done using distributional method with tecqnique "pemilahan" based on catagory. The research reveals two findings. First, based on the complete steps, there found complete and incomplete task step. Second, based on sequence steps, there are sequence task and not sequence task.Keyword: task, text book, scientific approach, Curriculum 2013
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.) terhadap Kadar Glukosa Darah dan Malondialdehid pada Tikus Yang Diinduksi Aloksan: The Effect Of Ethanolic Extract Of Bandotan Leaves (Ageratum conyzoides L.) on Blood Glucose and Malondialdehyde Levels in Alloxane Induced Rats Johnes Kalfari; Wiwin Herdwiani; Fitri Kurniasari
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 8 No. 01 (2025): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v8i01.3799

Abstract

Hyperglycemia causes an increase of ROS (Reactive Oxygen Species) in the body, causing oxidative stress and tissue destruction. Oxidative stress occurs through increased levels of Malondialdehyde (MDA) in the blood. Bandotan leaves (Ageratum conyzoides L.) have antihyperglycemic and antioxidant activity from flavonoid compounds are able to minimize Malondialdehyde levels. The following research aims to observe the effect of ethanolic extract of bandotan leaves on blood glucose and malondialdehyde levels in alloxan-induced rats and the effective dose. The study began with extracting bandotan leaves using maceration method and continued with phytochemical screening test. Pharmacological tests were applied to rats, grouped into negative control group (Na-CMC 0.5%), positive control group (Glibenclamid 0.45 mg/kg), and group of bandotan leaves extract with doses of 72,5 mg/kg, 145 mg/kg, and 290 mg/kg. After 14 days of treatment, rats blood was collected to measure glucose levels using a glucometer test and Malondialdehyde levels using a MDA ELISA kit. The results showed bandotan leaves extract had antihyperglycemic and antioxidant effects by the mean of blood glucose and Malondialdehyde levels were significantly different from negative control group. Statistical analysis showed that in antihyperglycemic activity, bandotan leaves extract produced an effective dose at 72.5 mg/kg. In antioxidant activity with the parameter of Malondialdehyde levels, bandotan leaves extract produced an effective dose at 290 mg/kg.   ABSTRAK Hiperglikemia menyebabkan bertambahnya jumlah ROS (Reactive Oxygen Species) dalam tubuh yang akan menimbulkan stres oksidatif dan perusakan jaringan. Stres oksidatif muncul melalui kenaikan kadar malondialdehid (MDA) dalam darah. Daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) mempunyai aktivitas antihiperglikemik dan antioksidan dari senyawa flavonoid yang mampu menekan kadar malondialdehid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati pengaruh pemberian ekstrak etanol daun bandotan pada kadar glukosa darah serta malondialdehid terhadap tikus yang diinduksi aloksan serta dosis efektifnya. Penelitian diawali dengan mengekstraksi simplisia serbuk daun bandotan dengan metode maserasi dan dilanjutkan uji skrining fitokimia. Uji farmakologi dilakukan terhadap tikus yang dikelompokkan menjadi kelompok kontrol negative (Na-CMC 0,5%), kelompok kontrol positif (Glibenclamid 0,45 mg/kg BB), dan kelompok ekstrak etanol daun bandotan dengan dosis 72,5 mg/kg BB, 145 mg/kg BB, dan 290 mg/kg BB. Setelah perlakuan 14 hari, darah tikus diambil untuk diukur kadar glukosa darah menggunakan glukometer tes dan kadar malondialdehid menggunakan Kit ELISA MDA. Hasil menunjukkan ekstrak daun bandotan memiliki aktivitas antihiperglikemik dan antioksidan dengan rerata kadar glukosa darah dan kadar malondialdehid berbeda signifikan terhadap kelompok kontrol negatif. Analisis statistik menunjukkan bahwa pada aktivitas antihiperglikemik, ekstrak daun bandotan mengahasilkan dosis efektif sebesar 72,5 mg/kg BB. Pada aktivitas antioksidan dengan parameter kadar malondialdehid, ekstrak daun bandotan mengahasilkan dosis efektif sebesar 290 mg/kg BB.
ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS FIBRINOLITIK EKSTRAK ENZIM FIBRINOLITIK BAKTERI YANG BERASAL DARI LIMBAH CAIR RUMAH PEMOTONGAN AYAM (RPA) DI KARANGANYAR Permatasari, Ensa Ayu; Indrayati, Ana; Kurniasari, Fitri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.24140

Abstract

Penumpukan fibrin berlebihan mengakibatkan thrombosis yang menyebabkan kelainan miokard serta penyakit kardiovaskular lain. Enzim fibrinolitik merupakan golongan enzim protease yang bekerja memecah fibrin. Enzim fibrinolitik dari mikroba dipilih sebagai alternatif yang lebih aman dan efektif untuk terapi trombolitik. Tujuan penelitian ini mengetahui bakteri yang diduga berpotensi sebagai agen fibrinolitik dan jenis bakteri yang mempunyai aktivitas enzim fibrinolitik tertinggi. Penelitian ini menggunakan sampel limbah cair industri RPA di Karanganyar. Penelitian ini diawali pengambilan sampel, isolasi bakteri, uji aktivitas proteolitik, pemurnian bakteri, identifikasi bakteri pewarnaan gram serta uji biokimia, ekstraksi enzim, pemurnian ekstrak kasar enzim, uji aktivitas fibrinolitik metode Clot lysis, dan identifikasi secara molekuler berdasarkan sekuens gen 16S rRNA yang dibandingkan dengan data base National Centre for Biotechnology Information (NCBI) menggunakan Basic Local Alignment Search Tool (BLAST). Hasil uji proteolitik menghasilkan 4 koloni bakteri yang memiliki aktivitas proteolitik pada media SMA. Hasil identifikasi pewarnaan Gram menunjukan isolat bakteri 2, 5, 11 adalah Gram positif, sedangkan isolat bakteri 7 adalah Gram negatif. dan uji biokimia menujukkan hasil yang bervariasi pada tiap isolat bakteri. Isolat RPA 7 menghasilkan persentase lisis terbesar dengan rata-rata nilai persentase lisis konsentrasi 20%, 40%, dan 80% secara berturut-turut adalah 6,42%; 30,57%; dan 55,13%. Berdasarkan hasil sekuensing yang dibandingkan dengan data base NCBI menggunakan BLAST isolat RPA 7 merupakan bakteri Morganella morganii.
Tinjauan Sistematis Dampak Perubahan Iklim terhadap Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Asia Tenggara : Analisis Artikel Tahun 2016-2025 Farah Fauziah Rahmasari; Fitri Kurniasari; Adang Bachtiar; Cicilya Candi
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.5441

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a significant public health issue in Southeast Asia, with its transmission closely linked to climatic factors such as temperature, rainfall, and humidity. Climate change has intensified these factors, leading to increased mosquito breeding, faster virus replication, and broader geographic spread. This systematic review aims to examine the impact of climate change on DHF incidence in Southeast Asia. Using Sytematic Review methods with PRISMA guidelines flow, articles published from 2016 to 2025 were identified from PubMed, Scopus, ScienceDirect, ProQuest, and SageJournal databases. Fourteen relevant studies meeting inclusion criteria were analyzed in this research.The findings indicate that temperatures, increased rainfall, and high humidity significantly contribute to higher DHF transmission by supporting mosquito survival and virus development. Seasonal outbreaks are often observed during rainy seasons, and extreme climate events such as El Niño and La Niña further influence case surges. Based on Systematic Review from various arcticles, climate change significantly affects Dengue Hemorrhagic Fever patterns in the Southeast Asia. Climatic factors such as temperature, rainfall, humidity, and extreme climate phenomena like El Niño and La Niña have been shown to accelerate the life cycle of Aedes aegypti mosquitoes, increase the virus transmission capacity, and expand the geographic distribution of dengue-endemic areas. Climate change, both seasonal and long-term, has the potential to exacerbate the burden of dengue fever in this region, particularly in tropical and subtropical areas that are vulnerable to climate impacts.
Environmental Factors and the Pulmonary Tuberculosis Cases in Bandung City in 2015-2019: an Ecological Study Atillah, Cecilia Nadine; Wulandari, Ririn Arminsih; Kurniasari, Fitri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i4.566

Abstract

Introduction: Pulmonary tuberculosis continues to be primary threat to public health by about 10.6 million cases in 2021. Among the countries, Indonesia being the second-largest contributor of tuberculosis cases. Bandung is the city in Indonesia which the incidence of pulmonary tuberculosis has been risen steadily since 2015. However, there is no information about the causes of the risen cases in Bandung city. Methods: Using an ecological study methodology, this study investigated the relationship between the number of pulmonary tuberculosis cases and the environmental factors including of healthy house coverage, population density, and the coverage of families with clean and healthy living behaviors. The correlation test between variables was done with either the Spearman correlation test or the Pearson correlation test, based on the results of the normality test on each data. Results: This study demonstrates a correlation between the coverage of healthy house and population density with the number of pulmonary tuberculosis cases, with both having a p-value of <0.001, but not the coverage of families with clean and healthy living behaviors. Conclusion: It is advisable to empower local communities, utilize the technology as an empowerment facility, and utilize the role of public figures in health promotion to maximize the government efforts to prevent the pulmonary tuberculosis.Keywords: Healthy house, PHBS, Population density, Pulmonary tuberculosis Latar Belakang: Tuberkulosis paru masih menjadi ancaman utama bagi kesehatan masyarakat dengan jumlah kasus sebesar 10,6 di tahun 2021. Di dunia, Indonesia merupakan kontributor kasus tuberkulosis terbesar kedua. Kota Bandung merupakan kota di Indonesia yang insiden tuberkulosis parunya terus meningkat sejak tahun 2015. Namun, tidak terdapat informasi mengenai penyebab kenaikan kasus di Kota Bandung. Metode: Menggunakan metode studi ekologi, studi ini meneliti hubungan antara kasus tuberkulosis paru dengan faktor lingkungan, termasuk cakupan rumah sehat, kepadatan penduduk, dan cakupan rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat. Uji korelasi antar variabel akan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman atau uji korelasi Pearson, bergantung pada hasil uji normalitasnya masing-masing.Hasil: Studi ini menunjukkan korelasi antara cakupan rumah sehat dan kepadatan penduduk dengan kasus tuberkulosis, dengan keduanya memiliki nilai p sebesar <0,001, namun tidak dengan cakupan rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat. Kesimpulan. Dari hasil studi ini, disarankan untuk memerdayakan komunitas lokal, memanfaatkan teknologi sebagai fasilitas pemberdayaan, dan memaksimalkan peran figur publik dalam upaya promosi kesehatan untuk memaksimalkan upaya pemerintah dalam usaha pencegahan tuberkulosis paru.Kata kunci: Kepadatan penduduk, PHBS, Rumah sehat, Tuberkulosis paru, Usia
Systematic Review: Hubungan Konsumsi Sugar Sweetened Beverages dengan Resiko Masalah Kesehatan Mental pada Orang Dewasa Valencia, Venus; Fathinnisa, Raddin; Asyary, Al; Kurniasari, Fitri
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 12 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12589508

Abstract

Sugar sweetened beverages (SBBs) atau minuman berkarbonasi yang diberi gula adalah minuman dengan gula tambahan dalam jumlah yang tinggi dan tambahan kalori asupan serta mengandung sedikit atau tidak ada zat gizi sama sekali. Penambahan gula pada minuman ini telah diketahui dapat menyebabkan beberapa risiko kesehatan antara lain obesitas, diabetes, hingga berdampak pada masalah kesehatan mental, karena minuman ini mengandung gula dan sirup jagung tinggi fruktosa yang meningkatkan beban glikemik diet dan trigliserida serum, serta menyebabkan resistensi insulin. Beberapa penelitian juga telah menunjukkan adanya risiko masalah kesehatan mental pada populasi yang mengkonsumsi SSBs secara terus menerus, akan tetapi belum ada review sistematis terkait hal ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi SSBs dengan masalah kesehatan mental pada populasi dewasa. Penelitian ini menggunakan metode systematic review. Berdasarkan penelusuran literatur, ditemukan 152 artikel dari dua database, yaitu Pubmed dan Sciencedirect. Setelah dilakukan skrining berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, terdapat 5 artikel yang eligible sesuai dengan konteks penelitian. Berdasarkan hasil telaah artikel, ditemukan bahwa tidak semua jenis SSBs dapat meningkatkan risiko kesehatan mental. SSBs yang memiliki kandungan buah memiliki kecenderungan menurunkan depresi karena mengandung antioksidan. Selain itu, SSB yang memiliki kandungan kafein juga dapat menghambat terjadinya depresi. SSBs yang mengandung buah atau sari buah atau sayuran natural memiliki kecenderungan menurunkan depresi karena kandungan antioksidan. Kandungan kafein juga dapat menghambat depresi. Berdasarkan hasil telaah artikel, ditemukan bahwa risiko depresi berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas dan diabetes pada orang yang mengkonsumsi SSBs secara terus menerus. Berdasarkan hasil telaah literatur, ditemukan bahwa risiko kesehatan mental akibat konsumsi SSBs berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes dan obesitas. Tidak semua jenis minuman SSBs memberi pengaruh pada peningkatan depresi, terkhususnya untuk SSBs yang memiliki kandungan gula dan kafein. Namun, resiko diabetes, obesitas, dan insulin resistance dari konsumsi SSBs meningkatkan resiko terkena depresi