Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

The effect of 20 repetitions badminton footwork training on increasing maximum oxygen volume (VO2Max) I Putu Astrawan; I Made Dhita Prianthara; I A Pascha Paramurthi
Bravo's: Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Vol 13 No Special Issue 2 (2025): Bravo's: Journal of Physical Education and Sport Science
Publisher : Physical Education Departement of University PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/bravos.v13si2/148

Abstract

Footwork is foot movements that regulate the body to position the body in such a way that makes it easier to make the movement to hit the shuttlecock according to its position. The type of quasi-experimental research with the design used in this research is "Pre-Test and Post-Test One Group Design". Researchers looked for samples in one group that received the same treatment and were given 20 repetitions of badminton footwork training. The research sample was a total sampling involving all 15 male athletes at UKM Badminton. The percentage increase in maximum oxygen volume in the training group for four weeks shows that the maximum oxygen volume increased after treatment. The percentage increase in maximum oxygen volume in group training was 30.25%. Can be conluded Badminton Footwork Training 20 Repetition Can Increase Maximum Oxygen Volume (VO2Max) in Badminton UKM Male Athletes at Bali International University in 2024.
Peningkatan Kesadaran Osteoporosis pada Penderita Lupus di Denpasar Yoga, I Gusti Made Suandinata; Manuaba, Ida Ayu Ratih Wulansari; Astrawan, I Putu; Suparwati, Komang Tri Adi; Novianti, I Gusti Ayu Sri Wahyuni; Paramurthi, IA Pascha; Prianthara, I Made Dhita; Jaya, I Putu Prisa; Suadnyana, Ida Ayu Astiti
UNBI Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2023): UNBI Mengabdi Juli
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v4i2.398

Abstract

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyakit autoimun kronis yang meningkatkan risiko osteoporosis akibat pengobatan dan peradangan kronis. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi 25 pasien SLE di Laboratorium Prodia, Denpasar, tentang risiko dan pencegahan osteoporosis. Metode yang digunakan adalah ceramah informatif, kuesioner, dan pemeriksaan tanda vital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92% peserta memiliki pengetahuan mengenai osteoporosis, dan 88% berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan tulang melalui suplementasi kalsium dan olahraga. Namun, beberapa peserta mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas fisik yang konsisten. Inisiatif ini menyoroti pentingnya edukasi kesehatan secara teratur dalam mencegah komplikasi sekunder seperti osteoporosis pada pasien SLE.   Systemic lupus erythematosus (SLE) is a chronic autoimmune disease that increases the risk of osteoporosis due to medication and chronic inflammation. This community service program aimed to educate 25 SLE patients at Prodia Laboratory, Denpasar, about osteoporosis risks and prevention. The methods included informative lectures, questionnaires, and vital sign checks. The results showed that 92% of participants gained awareness about osteoporosis, with 88% committed to improving bone health through calcium supplementation and exercise. However, a few participants struggled with consistent physical activity. This initiative highlights the importance of regular health education in preventing secondary complications like osteoporosis in SLE patients.
SENAM DON DAP DAPE EFEKTIF MENINGKATKAN VO2max LANSIA DARI PADA SENAM KEBUGARAN JASMANI Surya Wisesa, Kadek Arya Putra; Astrawan, I Putu; Suparwati, Komang Tri Adi; Prianthara, I Made Dhita; Wahyuni Novianti, I Gusti Ayu Sri
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 4, No 1 (2025): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v4i1.3515

Abstract

AbstractThe increasing elderly population leads to a higher risk of functional decline, including reduced VO₂max, which reflects physical fitness. Physical exercise, such as aerobic gymnastics, is an effective intervention to improve VO₂max in older adults. This study aimed to compare the effectiveness of Don Dap Dape exercise and Physical Fitness Gymnastics in increasing VO₂max among the elderly in Banjar Kerta Bumi, East Denpasar. This research employed an experimental design with a two-group pre-test and post-test approach. A total of 20 elderly participants meeting the inclusion criteria were divided into two groups of 10. Group I performed Physical Fitness Gymnastics, while Group II performed Don Dap Dape gymnastics for four weeks. VO₂max was measured using the Six Minutes Walking Test, and the data were analyzed using the independent sample t-test. The results showed a significant increase in VO₂max in both groups; however, Group II (Don Dap Dape) showed a higher increase (31.23%) compared to Group I (22.21%), with a p-value of 0.032. These findings indicate that Don Dap Dape gymnastics is more effective in enhancing VO₂max in the elderly. This study recommends Don Dap Dape gymnastics as an alternative physical activity to improve physical fitness in older adults.Keywords: elderly, VO₂max, Don_Dap_Dape_exercise, physical_fitness, cardiorespiratory_endurance AbstrakPeningkatan populasi lansia berdampak pada meningkatnya risiko penurunan kapasitas fungsional, salah satunya VO2max yang mencerminkan kebugaran jasmani. Latihan fisik seperti senam dapat menjadi intervensi efektif untuk meningkatkan VO2max pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas senam Don Dap Dape dibandingkan Senam Kebugaran Jasmani dalam meningkatkan VO2max pada lansia di Banjar Kerta Bumi, Denpasar Timur. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan pendekatan two group pre-test and post-test. Sebanyak 20 responden lansia yang memenuhi kriteria inklusi dibagi ke dalam dua kelompok, masing-masing 10 orang. Kelompok I mengikuti Senam Kebugaran Jasmani dan kelompok II mengikuti Senam Don Dap Dape selama empat minggu. Pengukuran VO2max dilakukan menggunakan Six Minutes Walking Test, dan analisis data menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan VO2max secara signifikan, namun peningkatan pada kelompok Senam Don Dap Dape (31,23%) lebih tinggi dibandingkan kelompok Senam Kebugaran Jasmani (22,21%), dengan nilai p = 0,032. Hasil ini menunjukkan bahwa Senam Don Dap Dape lebih efektif dalam meningkatkan VO2max pada lansia. Penelitian ini merekomendasikan Senam Don Dap Dape sebagai alternatif latihan fisik bagi lansia untuk meningkatkan kebugaran jasmani.Kata kunci: lansia, VO2max, senam_Don_Dap_Dape, senam_kebugaran, kebugaran_jasmani
PERBEDAAN NEURODYNAMIC SLIDING TECHNIQUE DENGAN STATIC STRETCHING TERHADAP PENINGKATAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA PENJAHIT DI LESTARI JAYA KONVEKSI Chandra, Anita; I Made Dhita Prianthara; IA Ratih Wulansari Manuaba
Media Physiotherapy Journal of Science Vol. 1 No. 2 (2024): Media Physiotherapy Journal of Science
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/9kra7b42

Abstract

Latar belakang: Fleksibilitas otot hamstring merupakan kemampuan otot hamstring dalam menggerakan sendi lutut dengan full ROM (Range of Motion), secara mudah, tanpa ada hambatan, rasa nyeri atau rasa sakit. Fleksibilitas otot hamstring dapat mengalami penurunan pada penjahit akibat postur tubuh yang tidak tepat dan dalam durasi yang lama. Fleksibilitas yang tidak baik dapat meningkatkan risiko seseorang terkena cedera, menyebabkan timbulnya rasa nyeri dan menimbulkan gangguan muskuloskeletal sehingga dapat mengganggu aktivitas fungsional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara neurodynamic sliding technique dengan static stretching terhadap peningkatan fleksibilitas otot hamstring pada penjahit di Lestari Jaya Konveksi. Metode: Penelitian ini bersifat quasi-eksperimental yang dilakukan pada bulan April-Mei 2022 dengan total sampel berjumlah 22 orang penjahit di Lestari Jaya Konveksi yang memenuhi kriteria inklusi, ekslusi dan drop out serta dibagi menjadi 2 kelompok. Pengukuran Pengukuran fleksibilitas otot hamstring dilakukan dengan menggunakan active knee extension test. Dalam penelitian ini digunakan uji normalitas Shapiro Wilk test untuk menguji normalitas data dan Levene’s test untuk uji homogenitas, uji perbedaan rerata sebelum dan setelah perlakuan pada tiap kelompok paired samples t-test dan uji beda selisih kelompok 1 dengan kelompok 2 dengan menggunakan independent samples t-test. Hasil: Dari hasil uji beda rerata didapatkan hasil p=0,000 untuk kelompok 1 dan 2 sedangkan uji beda selisih rerata kelompok 1 dengan kelompok 2 didapatkan hasil p=0,000 dimana p<0,05. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa neurodynamic sliding technique dan static stretching dapat meningkatkan fleksibilitas otot hamstring dengan neurodynamic sliding technique yang memiliki tingkat kefektivitasan yang lebih tinggi.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap Daya Tahan Kardiorespirasi pada Pemain Futsal Universitas Bali Internasional I Komang Arya Triguna; I Made Dhita Prianthara; Komang Tri Adi Suparwati
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 3 No. 4 (2025): October : Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v3i4.1682

Abstract

Futsal is a high-intensity team sport that requires a combination of speed, agility, and physical endurance, particularly cardiorespiratory endurance. Cardiorespiratory endurance is crucial because it directly relates to a player's ability to maintain optimal performance throughout a match, particularly when facing fast-paced and stressful play. Therefore, variables that can influence this ability, such as body composition and nutritional status, are crucial in developing athlete performance. One indicator that can be used to measure nutritional status and body composition is the Body Mass Index (BMI), which is obtained by measuring weight and height. BMI not only reflects whether a person is within the ideal weight range but also potentially influences the efficiency of the body's organs, including the cardiovascular and respiratory systems. In the context of futsal, players with a higher BMI tend to have a higher body weight, which can hinder movement efficiency and increase fatigue during matches. Conversely, players with a lower BMI may have insufficient energy reserves and muscle mass to maintain stamina during matches. This study shows a significant negative relationship between BMI and cardiorespiratory endurance in futsal players at Bali International University. The results of statistical tests using the Spearman rank correlation method showed a correlation coefficient (r) of -0.504 with a significance value of p = 0.005. This indicates that the higher a player's BMI, the lower their cardiorespiratory endurance tends to be. These findings support the importance of ideal body weight management in futsal athlete training, both through dietary adjustments and measured physical exercise programs.
The Effectiveness of Muscle Energy Technique in Reducing Pain and Disability With Patients Lateral Epicondylitis Ayu Sri Wahyuni Novianti, I Gusti; Ayu Astiti Suadnyana, Ida; Dhita Prianthara, I Made
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 1 No. 1 (2025): The 3rd MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Lateral epycondylitis is a disorder experienced by individuals who often use their hands during activities such as tennis athletes or people who like to play tennis, housewives and office workers. Repeated hand movements will cause inflammation in the muscles and tendons on the lateral side of the elbow, causing pain and interfering with activities. This problem can be overcome with exercises in the form of muscle energy technique. This exercise uses isometric muscle contractions that lead to muscle relaxation reflexes that reduce tissue tension and improve joints. Objective : This study aims to determine the effectiveness of muscle energy technique in reducing pain and disability in patients with lateral epicondylitis Research Methods/ Implementation Methods : TThis study is a pre-experimental study with a pre-test and post test one group design conducted at one of the clinics in Denpasar for 4 weeks. The sample of this study was 14 people in accordance with the inclusion and exclusion criteria. The sampling technique is purposive sampling. The research instruments used the Visual Analog Scale to measure pain and the Patient-Rated Tennis Elbow Evaluation to measure disability. Results : The reduction in pain and disability before and after the intervention using the paired sample t-test was obtained p<0.001 respectively Conclusion/Lesson Learned : Based on the results of the study, it can be concluded that the muscle energy technique is effective in reducing pain and disability in patients with lateral epicondylitis.
PERBEDAAN NEURODYNAMIC SLIDING TECHNIQUE DENGAN STATIC STRETCHING TERHADAP PENINGKATAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA PENJAHIT DI LESTARI JAYA KONVEKSI Chandra, Anita; I Made Dhita Prianthara; IA Ratih Wulansari Manuaba
Media Physiotherapy Journal of Science Vol. 1 No. 2 (2024): Media Physiotherapy Journal of Science
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/9kra7b42

Abstract

Latar belakang: Fleksibilitas otot hamstring merupakan kemampuan otot hamstring dalam menggerakan sendi lutut dengan full ROM (Range of Motion), secara mudah, tanpa ada hambatan, rasa nyeri atau rasa sakit. Fleksibilitas otot hamstring dapat mengalami penurunan pada penjahit akibat postur tubuh yang tidak tepat dan dalam durasi yang lama. Fleksibilitas yang tidak baik dapat meningkatkan risiko seseorang terkena cedera, menyebabkan timbulnya rasa nyeri dan menimbulkan gangguan muskuloskeletal sehingga dapat mengganggu aktivitas fungsional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara neurodynamic sliding technique dengan static stretching terhadap peningkatan fleksibilitas otot hamstring pada penjahit di Lestari Jaya Konveksi. Metode: Penelitian ini bersifat quasi-eksperimental yang dilakukan pada bulan April-Mei 2022 dengan total sampel berjumlah 22 orang penjahit di Lestari Jaya Konveksi yang memenuhi kriteria inklusi, ekslusi dan drop out serta dibagi menjadi 2 kelompok. Pengukuran Pengukuran fleksibilitas otot hamstring dilakukan dengan menggunakan active knee extension test. Dalam penelitian ini digunakan uji normalitas Shapiro Wilk test untuk menguji normalitas data dan Levene’s test untuk uji homogenitas, uji perbedaan rerata sebelum dan setelah perlakuan pada tiap kelompok paired samples t-test dan uji beda selisih kelompok 1 dengan kelompok 2 dengan menggunakan independent samples t-test. Hasil: Dari hasil uji beda rerata didapatkan hasil p=0,000 untuk kelompok 1 dan 2 sedangkan uji beda selisih rerata kelompok 1 dengan kelompok 2 didapatkan hasil p=0,000 dimana p<0,05. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa neurodynamic sliding technique dan static stretching dapat meningkatkan fleksibilitas otot hamstring dengan neurodynamic sliding technique yang memiliki tingkat kefektivitasan yang lebih tinggi.
Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Risiko Jatuh Pada Lansia di Banjar Kalanganyar, Desa Dangin Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara Antara, I Made Surya Widi; Paramurthi, I A. Pascha; Prianthara, I Made Dhita
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 10 (2025): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i10.3684

Abstract

Proses penuaan pada lansia menyebabkan perubahan fisik, termasuk perubahan indeks massa tubuh (IMT) yang mempengaruhi keseimbangan tubuh dan meningkatkan risiko jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan risiko jatuh pada lansia. Jenis penelitian observasional non-eksperimental dengan desain cross sectional study dilakukan pada Mei 2022, melibatkan 50 lansia di Banjar Kalanganyar, Desa Dangin Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran IMT menggunakan timbangan dan stature meter, sedangkan risiko jatuh diukur dengan BBS (Berg Balance Scale) test. Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05) dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,832, yang menunjukkan hubungan yang sangat kuat dan positif antara IMT dengan risiko jatuh pada lansia. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi praktik klinis dan kebijakan kesehatan masyarakat, khususnya dalam pengembangan program pencegahan jatuh pada lansia melalui pemantauan dan pengelolaan IMT yang optimal. Program intervensi berbasis komunitas yang mengintegrasikan edukasi gizi, aktivitas fisik teratur, dan skrining risiko jatuh perlu dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian lansia.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN DURASI LAMA DUDUK DENGAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING DAN LUMBAL Prianthara, I Made Dhita; Suparwati, Komang Tri Adi; Suandari, Putu Vierda Lya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 21, No 1 (2025): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v21i1.1517

Abstract

Remaja yang masuk dalam kategori remaja akhir atau dewasa awal adalah mereka yang berusia 18 hingga 25 tahun. Diantaranya adalah para pelajar yang sedang memasuki masa remaja, mereka menghabiskan banyak waktu di perkuliahan dan cenderung mengabaikan aktivitas fisik. Pada masa ini orang menghabiskan lebih banyak waktu sekarang dalam posisi duduk dan berdiri saat berkegiatan. Kurangnya aktivitas fisik serta gaya hidup yang buruk bisa meningkatkan risiko penurunan fleksibilitas dengan adanya pengecilan otot terutama otot ekstremitas bawah. Sehingga duduk terlalu lama juga bisa menyebabkan pemendekan otot hamstring. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan Index Massa Tubuh (IMT) dan Durasi Lama Duduk Dengan Fleksibilitas Otot Hamstring dan Lumbal. Penelitian ini adalah cross sectional study dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Penelitian dilakukan di Program Studi Fisioterapi, Universitas Bali Internasional. Sampel penelitian ini berjumlah 94 orang. IMT diukur dengan Rumus IMT, Durasi Duduk diukur dengan IPAQ SF, dan Fleksibilitas otot hamstring diukur dengan Active Knee Extension (AKE), dan Fleksibilitas Otot Lumbal diukur dengan Modified-Modified Schober Test (MMST). Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan bahwa nilai signifikansi antara IMT dengan fleksibilitas otot hamstring adalah 0,006 dan nilai signifikansi antara IMT dengan fleksibilitas otot lumbal adalah 0,044, sedangkan nilai signifikansi antara durasi duduk dengan fleksibilitas hamstring adalah 0,032 dan nilai signifikansi antara durasi duduk dengan fleksibilitas otot lumbal 0,435. Simpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara IMT dengan fleksibilitas otot hamstring dan lumbal, ada hubungan antara durasi duduk dengan fleksibilitas hamstring, sedangkan pada hasil lainnya tidak ada hubungan antara durasi duduk dengan fleksibilitas otot lumbal.
SCREENING AND PHYSIOTHERAPY SERVICES FOR MUSCULOSKELETAL COMPLAINTS IN THE ELDERLY DURING THE COVID-19 PANDEMIC AT TRESNA WERDHA WANA SOCIAL ORIGINAL SERAYA Tri Adi Suparwati, Komang; Dhita Prianthara, I Made; Paramurthi, I.A Pascha; Astrawan, I Putu; Ayu Astiti Suadnyana, Ida; Prisa Jaya, I Putu; Sri Wahyuni Novianti, I Gusti Ayu
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v6i4.1432

Abstract

The number of elderly people in Indonesia from year to year continues to increase. With the increasing amount of elderly, it is followed by an increase in musculoskeletal complaints. The outbreak of Covid-19 has resulted in limited and disrupted physical activity and health services for the elderly. The elderly are a group at risk of death if infected with Covid-19 because there is a degenerative process and there are co-morbidities. Community service activities carried out at the Tresna Werdha Wana Seraya Social Home in Ketalanggu Village aims to provide health services so that during the Covid-19 pandemic the quality of life for the elderly will be better. Activities carried out using blood pressure screening methods and examination of musculoskeletal complaints as well as providing physiotherapy services related to musculoskeletal complaints such as exercise and infrared therapy for free to the elderly. The participation in this community service activity was 34 people with the most aged 66-70 years. The results of this activity are the presence of the elderly, and the results of blood pressure screening and services for musculoskeletal complaints in the elderly at the Tresna Werdha Wana Seraya Social Institution during the Covid-19 pandemic.
Co-Authors A A I Ayesa Febrinia Adyasputri Adhitya, I Putu Gde Surya Anak Agung Gede Eka Septian Utama Anak Agung Gede Eka Septian Utama Anita Chandra Antara, I Made Surya Widi Astiti, Suadnyana Ayu Sri Wahyuni Novianti, I Gusti Desak Putu Resmi Widyantari Dharma, I Kadek Dwi Widhi I A Pascha Paramurthi I A Ratih Wulansari Manuaba I Dewa Ayu Putri Hartaningrum I Dewa Gde Alit Kamayoga I Dewa Gede Alit Kamayoga I Gusti Bagus Ngurah Galang Angob Bramana I Kadek Ary Adhitya Pranatha I Kadek Dwi Widhi Dharma I Komang Arya Triguna I Komang Arya Triguna I Made Jawi I MADE MULIARTA . I Made Niko Winaya I Nengah Sandi I Putu Adiartha Griadhi I Putu Astrawan I Putu Astrawan I Putu Astrawan . I Putu Gde Surya Adhitya I Putu Prisa Jaya . I Putu Yudi Pramana Putra I Putu, Astrawan I Wayan Aris Yuliana I.A Pascha Paramurthi I.A. Pascha Paramurthi I.A. Pascha Paramurthi Iga Sri Wahyuni Novianti Jaya, Prisa Kadek Liza Widya Astari Kamayoga, I Dewa Gede Alit Komang Tri Adi Suparwati M Widnyana M. Widnyana Made Ganggas Dwiatmaja Empuaji Marufa, Siti Ainun Maytadewi Negara, Ni Luh Gede Aris Muthiah Munawaroh Ni Kadek Yuni Fridayani Ni Luh Anita Chandra Dewi Ni Putu Diah Anantari Novianti, I Gusti Ayu Sri Wahyuni Paramurthi, I A. Pascha Paramurthi, I.A. Pascha Paramurthi Paramurthi, I.A.Pascha Pramesti, Luh Dian Raika Putra, I Putu Yudi Pramana Putu Ary Sarasdianthi Siti Ainun Marufa Sri Wahyuni Sri Wahyuni Novianti, I Gusti Ayu Suadnyana, Ida Ayu Astiti Suandari P.V.L Suandari, Putu Vierda Lya Surya Wisesa, Kadek Arya Putra Tri Adi, Suparwati Vitalia Fina Carla Rettobjaan Wahyuddin, Wahyuddin Wahyuni Novianti, I Gusti Ayu Sri Wulansari Manuaba, Ida Ayu Ratih Yoga, I Gusti Made Suandinata