Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT)

Penguatan Pengelolaan Potensi Desa Wisata Alamendah melalui Perencanaan Masterplan Tata Ruang/Guna Lahan Ahmad Nur Sheha Gunawan, S.T., M.T.; Setiamurti Rahardjo, S.T., M.T.; Kiki Putri Amelia, S.T., M.Ds
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.962 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17536

Abstract

Perencanaan desa wisata perlu didukung pemetaan penggunaan lahan dan potensi yang dimiliki. Umumnya desa wisata tumbuh karena keunikan desa tersebut, baik berupa kondisi bentang alam, kondisi sosial budaya, maupun kegiatan tertentu yang berkembang didesa tersebut. Permasalahan yang dihadapi adalah umumnya desa wisata lahir bukan dari rencana sehingga banyak desa wisata yang tidak memiliki roadmap dalam pembangunan fisik. Selain pembangunan desa wisata tidak merespon potensi yang ada, pembangunan yang sporadis dan mengalih fungsikan lahan karena tidak adanya perencanaan tata kelola ruang dan lahan membuatdesa wisata terancam eksistensinya, khususnya terkait dengan permukiman karena pertambahan jumlah penduduk. Perencanaan masterplan didesa wisata Alamendah mendukung pengelola dan pemerintah desa wisata dalam merencanakan pengembangan serta pembangunan desa wisata Alamendah kedepan sesuai dengan potensi yang ada. Kawasan dipetakan dan ploting peruntukannya sesuai dengan nilai dan potensi Kawasan, sehingga mampu mengendalikan alih fungsi lahan yang mengancam keberadaan desa wisata Alamendah.
KAJIAN MODEL DESA WISATA KAMPUNG SEPATU Imanuddin Hasbi; Putu Nina Madiawati; Nuslih Jamiat; Arif Kuswanto; Brady Rikumahu; Dicky Hidayat; Ahmad Nur Sheha Gunawan
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.705 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17509

Abstract

Kawasan sentra industri kecil sepatu Cibaduyut dirintis sejak tahun 1918 melalui transfer knowledge dari beberapa warga Cibaduyut pada orang Jakarta yang bernama Bang Aden dan Bang Gelang pada waktu itu muncullah tokoh yang bernama Bah Umri dan Bah Omon, mereka adalah penduduk dari blok sepatu Cibaduyut. Luas area sentra industry sepatu 14 km2 yang meliputi wilayah kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung dan Kecamatan Dayeuh Kolot Kabupaten Bandung. Wilayah Bojong Loa Kidul sendiri meliputi Cibaduyut, Cibaduyut Wetan, Kebon Lega, Mekarwangi, Cibaduyut Kidul, sedangkan wilayah Kecamatan Dayeuh Kolot meliputi: Desa Cangkuang Kulon, Desa Cangkuang Wetan dan Desa Sukamenak. Cibaduyut menjelma menjadi tempat belanja terkenal yang dikunjungi banyak wislok, wisnu dan wisman, sejak pandemic Covid 19 pengunjung mengalami penurunan drastis yang berdampak anjloknya penjualan sepatu. Usaha Perajin Sepatu mengurangi dan bahkan beberapa tidak produksi. Strategi berkelanjutan usaha perajin sepatu pasca covid 19 dengan melakukan pengelolaan bisnis dengan jiwa kewirausahaan.