Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Model Sosialisasi dan Edukasi Kearifan Lokal Pasar Sarwono sebagai Laboratorium IPS Mahasiswa Wafiq Maulana Ibrahim; Saila Mizab Rifdal Kafili; Muhammad Fani Chakim; Agung Supriyanto; Noor Fatmawati
ABDISOSHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdisoshum.v4i2.5703

Abstract

This This community service activity aims to optimize the utilization of local wisdom at Pasar Sarwono in Wonosoco Village, Kudus, as a Social Studies (IPS) learning laboratory for university students through socialization and educational programs. The method used is a community service approach with descriptive qualitative techniques, including Focus Group Discussions (FGD), literature review, and field observations. The results show that Pasar Sarwono holds great potential in strengthening contextual learning through direct practice, such as social interaction, a traditional economic system using wooden coins, the use of traditional Javanese clothing (lurik), and the preservation of local culture such as Wayang Klitik performances. Educational strategies were implemented through socialization with the community and village stakeholders, student field visits, and academic reflection. However, the program faced several challenges, including limited community awareness of the educational value of local culture, insufficient human resources among educators, and geographic and administrative constraints. These findings underscore the importance of integrating higher education with local communities to foster students’ social character and preserve cultural heritage. Ethnopedagogy and constructivism serve as the theoretical foundations in developing contextual and relevant Social Studies education in the era of globalization. It can be concluded that this traditional market functions not only as a center of economic activity but also as an educational space rich in local cultural values, such as the use of wooden coins, traditional lurik attire, and traditional culinary offerings.
Mitigasi Bencana Banjir di Karanganyar Demak: Kajian Sosial dan Edukatif dalam Pendidikan IPS Mujib, Muhammad Fathul; Fatmawati, Noor; Nur, Dany Miftah M.
INFOMATEK Vol 27 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/infomatek.v27i2.26046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi mitigasi banjir di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, dalam perspektif keilmuan pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih banyak menekankan aspek teknis pengendalian banjir. Fokus utama penelitian adalah memahami keterkaitan antara aspek sosial, ekonomi, politik, geografis, dan pendidikan dalam upaya pengurangan risiko bencana. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, melibatkan tujuh informan utama, yaitu tokoh masyarakat, perangkat desa, dan warga terdampak yang aktif dalam kegiatan mitigasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dokumentasi, serta studi pustaka dari laporan resmi BNPB, BPBD, dan literatur akademik. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitigasi banjir di Karanganyar melibatkan sinergi antara pemerintah, lembaga kebencanaan, dan masyarakat melalui pendekatan struktural (perbaikan tanggul, pemasangan pompa air, pemeliharaan drainase) serta nonstruktural (pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), Membentuk Pos Komando Darurat Bencana Untuk Koordinasi Penanganan Banjir, Melakukan evakuasi warga terdampak ke lokasi pengungsian, Menyiapkan Dapur Umum Dan Distribusi Bantuan Pangan Serta Obat-Obatan.). Nilai-nilai sosial seperti gotong royong, solidaritas dan tanggung jawab kolektif menjadi faktor utama dalam penguatan ketahanan masyarakat. Penelitian ini mengintegrasikan perspektif pendidikan IPS ke dalam studi mitigasi bencana, menjadikan bencana sebagai sumber belajar kontekstual yang menumbuhkan karakter tangguh, peduli lingkungan, dan berpikir kritis. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada penguatan kebijakan mitigasi berbasis masyarakat, tetapi juga memperkaya pengembangan pembelajaran IPS yang relevan dengan konteks sosial dan ekologis lokal.
Implementation of Character Education Based on Tahfidzul Qur'an at the Yanbu'ul Qur'an Tahfidz Islamic Boarding School in Menawan Village Farohi, Ahmad; Fatmawati, Noor; Maula, Nurkholifatul
Al Hikmah: Journal of Education Vol 5, No 1 (2024): Al Hikmah: Journal of Education
Publisher : Lembaga Pendidikan Hikmatun Najah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54168/ahje.v5i1.266

Abstract

This study explores the integration of Tahfidzul Qur'an with character education at the Yanbu'ul Qur'an Tahfidz Islamic Boarding School in Menawan Village. Utilizing a library research method, the study examines how Quran memorization (Tahfidzul Qur'an) is systematically embedded into the educational framework to foster noble character traits among students, such as discipline, politeness, solidarity, religious character, and patriotism. The analysis highlights the interactions and activities within halaqah sessions, identifying them as critical moments for character development. Furthermore, this research addresses a gap in the existing literature by investigating the specific role of Quran memorization in character formation, a topic that has been insufficiently explored in previous studies. The findings indicate that the structured memorization of the Qur'an, alongside targeted character education strategies, significantly contributes to the holistic development of students, offering a robust model for character education in similar Islamic educational institutions.
KENDALA SEKOLAH DALAM PENYEDIAAN LABORATORIUM IPS DI MTS NEGERI KABUPATEN PATI Yusrotin Meila Rizqina; Evi Wahyuningtyas; Febrina Nur Hikmah; Nurul Istiqomah; Mohammad Ilham Zaki Zakaria; Noor Fatmawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1376

Abstract

Laboratorium IPS sebagai salah satu prasaranapenunjang proses pembelajaran IPS disekolah, hal ini terlihat dari munculnya laboratorium IPS di beberapa daerah. Fenomena tersebut belum didapati di MTS Negeri se- kecamatan Pati.  Pemenitian ini bertujuan guna mengetahui kendala yang dialami oleh sekolah dalam penyediaan Laboratorium IPS di MTs Negeri di Kabupaten Pati. Guna mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan bentuk deskripsi, yakni menyajikan secara sistematis, faktual, dan akurat serta menyajikan kejadian apa adanya di lapangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi dalam penyediaan laboratoriun IPS di Mts Negeri di Kabupaten Pati diantaranya yaitu: Kebijakan standar sarana prasarana pendidikan, skala prioritas kebutuhan sarana prasarana sekolahan, keterbatasan lahan dan peralihan menjadi Boarding School. Adapun upaya dalam mengatasi ketersediaan Labortorium IPS di MTs Negeri di Kabupaaten Pati yaitu: memanfaatkan alam dan praktik sosial sebagai sarana Laboratorium Out Door, dan menggunakan museum sebagai sumber belajar.
DEMAK GREEN GARDEN : OASE HIJAU DI JANTUNG TANAH WALI Nafisatur Rohmah; Cahyani Dwi Arsanti; Muhammad Imam Taqiyyudin; Melinda Puspita; Najwa Zakial Faza; Noor Fatmawati
Jurnal Komunikasi dan Budaya Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Komunikasi dan Budaya
Publisher : Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/jkb.v5i1.2634

Abstract

Demak Green Garden (DeGeGa) is the largest family tourist attraction in Demak Regency, Central Java. DeGeGa has an area of around 120 hectares and offers a variety of tourist facilities and attractions, ranging from gardens, swamps, rice fields, to rides. This journal aims to analyze DeGeGa's potential as a family tourism destination. The research was conducted using qualitative methods, with data collection techniques in the form of interviews, observation and documentation. The research results show that DeGeGa has great potential as a family tourism destination. DeGeGa has a variety of facilities and tourist attractions that are interesting and educational for children and families. Apart from that, DeGeGa also has a strategic location, namely near the city of Demak, which is one of the religious tourism destinations in Central Java. However, DeGeGa also has several challenges that need to be overcome, such as lack of promotion and management that is not yet optimal. To overcome these challenges, efforts are needed to increase DeGeGa promotion and improve its management.
Efektivitas Penerapan Fungsi POAC dalam Pengelolaan Bank Sampah Tunjung Seto Desa Bae Kabupaten Kudus Binta Binta Atiul Azka; Fatmawati Noor Fatmawati
Social Science Academic Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah menjadi salah satu isu lingkungan yang memerlukan partisipasi masyarakat dalam pengelolaannya secara terorganisasi. Bank sampah hadir sebagai solusi alternatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tidak hanya berfungsi mengurangi sampah, akan tetapi membangun kesadaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan sampah di Bank sampah Tunjung Seto di Desa Bae, Kabupaten Kudus berdasarkan perspektif POAC George Terry yaitu Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pengelola bank sampah dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi planning dilakukan melalui penyusunan program pengelolaan sampah dan penjadwalan kegiatan bank sampah. Fungsi organizing terlihat dari koordinasi dan pembagian tugas antar pengurus. Fungsi Actuating dilihat dari pelaksanaan kegiatan pengelolaan di bank sampah serta kegiatan edukasi kepada masyarakat dalam menjaga lingkungan. Fungsi controlling melalui adanya evaluasi rutin terhadap pelaksanaan kegiatan serta partisipasi masyarakat. Implementasi fungsi manajemen ini mendukung keberlanjutan pengelolaan bank sampah sebagai upaya dalam meningkatkan sadar lingkungan di kalangan masyarakat Desa Bae, Kabupaten Kudus.
Construction of Cultural Identity of Lombok Society Through Ethno-Social Learning Models in School Noor Fatmawati; Elya Umi Hanik; Islahuddin Islahuddin
J-PIPS (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial) Vol 12, No 2 (2026): JPIPS
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jpips.v12i2.41397

Abstract

Social change has a major influence on the erosion of local cultural identity, so this study attempts to construct the cultural identity of the Lombok community through learning, which aims to explore the social and cultural values of the Lombok community that are integrated into learning at school. This field research uses a qualitative method with an ethnographic approach to understand a person's behaviour and experience based on their cultural environment. Data collection was carried out using interview with informants including: school principals, class teachers, and students using purposive sampling techniques. Next observations based on the experiences and behaviour of informants, and documentation. The integration of cultural, social, and religious values in the Elementary School at Lombok shows a harmonious synergy between local traditions and Islamic teachings. This approach not only strengthens students' understanding of the noble values of the Sasak community, but also helps them internalize religious teachings in their daily lives. Therefore, the sustainability of this model requires policy support, teacher training, and strengthening the synergy between the school and the local community.