Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Perancangan Sustainable Bag Melalui Eco-Art Framework: Kreasi Kolaboratif dengan Siswa Penyandang Disabilitas Pratiwi, Diah Indah; Mahardhika, Cholis; Sepsilia Elvera, Resi; Tersinaningsih, Rily
INVENSI Vol 10, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Graduate School of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/invensi.v10i2.17191

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses kreatif dalam merancang tas berkelanjutan dengan menerapkan Eco-Art Framework melalui kolaborasi bersama siswa disabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan practice-based research yang menitikberatkan pada kesadaran ekologis, eksplorasi estetika, partisipasi inklusif, dan penggunaan material yang berkelanjutan. Eco-Art Framework diterapkan melalui enam tahapan: (1) Kesadaran Lingkungan, (2) Eksplorasi Estetika Ekologis, (3) Keterlibatan Komunitas, (4) Konstruksi Berkelanjutan, (5) Ekspresi Naratif, dan (6) Evaluasi Reflektif. Setiap tahap dilaksanakan melalui lokakarya partisipatif bersama siswa disabilitas dengan memanfaatkan material limbah seperti perca kain batik dan limbah kayu. Hasilnya adalah serangkaian prototipe tas ramah lingkungan yang mengintegrasikan motif budaya tradisional dengan tampilan desain kontemporer berkelanjutan. Studi ini menyoroti potensi eco-art sebagai pendekatan pedagogis yang kreatif dan inklusif, yang mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan, ekspresi artistik, serta pemberdayaan sosial. Temuan menunjukkan bahwa penciptaan karya seni, ketika berlandaskan etika ekologi dan kolaborasi inklusif, dapat menjadi alat yang efektif dalam pendidikan desain berkelanjutan dan pengembangan komunitas.Designing Sustainable Bags Through the Eco-Art Framework: A Collaborative Creation with Students with Disabilities ABSTRACTThis research aims to explores the creative process of designing sustainable bags by applying the Eco-Art Framework in collaboration with students with disabilities. The study adopts a practice-based research methodology that emphasizes ecological awareness, aesthetic experimentation, inclusive participation, and sustainable material use. The Eco-Art Framework guided the process through six stages: (1) Environmental Awareness, (2) Eco-Aesthetic Exploration, (3) Community Engagement, (4) Sustainable Construction, (5) Narrative Expression, and (6) Reflective Evaluation. Each stage was implemented through participatory workshops involving students with disabilities, using waste materials such as fabric scraps and repurposed plastic. The result is a series of eco-friendly bag prototypes that integrate traditional cultural motifs with a contemporary sustainable design. This study highlights the potential of eco-art as both a creative and inclusive pedagogical approach, fostering environmental consciousness, artistic expression, and social empowerment. The findings demonstrate that artistic creation, when grounded in ecological ethics and inclusive collaboration, can serve as an effective tool for sustainable design education and community development.  
Edukasi dan pelatihan teknologi pemipihan eceng gondok untuk meningkatkan kualitas produk kerajinan di Maeswara Keranjang Basket, Kulonprogo-Yogyakarta Nur Kholifah; Triyanto Triyanto; Muhammad Nurtanto; Aris Eko Wibowo; Danang Satya; Shculastica Brilian Milen Febriawan; Fitri Oktariani; Resi Sepsilia Elvera; Zaenab Syahrbanu Mulachela; Farid Mutohhari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27739

Abstract

AbstrakProgram pengabdian masyarakat ini berfokus pada edukasi dan pelatihan bagi pengrajin eceng gondok di Maeswara Keranjang Basket, Kulonprogo-Yogyakarta, dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas produk. Fokus utama kegiatan adalah pengembangan dan penggunaan teknologi pemipihan, yang sebelumnya terbatas pada proses manual. Program ini berlangsung selama empat bulan, dari April hingga Juli 2024, melibatkan seluruh pekerja termasuk pemilik usaha. Kegiatan utama meliputi diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion), perancangan dan pembuatan alat pemipihan, serta sesi pelatihan langsung yang diikuti dengan evaluasi kinerja. Sasaran program adalah lima orang, termasuk pengrajin dan administrator. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan operasional dan produktivitas. Selain itu, kemampuan pekerja dalam merawat dan mengoperasikan teknologi baru secara aman juga meningkat. Inisiatif ini berhasil meningkatkan daya saing produk Maeswara di pasar. Kata Kunci: eichhornia crassipes; teknologi pemipihan; produksi kerajinan; edukasi dan pelatihan; maeswara. AbstractThe community service program focused on educating and training water hyacinth artisans at Maeswara Keranjang Basket, Kulonprogo-Yogyakarta, with the aim of increasing productivity and product quality. The primary focus of the activities was on the development and use of a flattening tool technology, which had previously been limited to manual processes. The program was conducted over four months, from April to July 2024, involving all workers, including the owner. The main activities included Focus Group Discussions, the design and fabrication of the flattening tool, as well as hands-on training sessions followed by performance evaluation. The target audience consisted of five individuals, including artisans and administrators. The training results demonstrated significant improvements in operational capabilities and productivity. Additionally, the workers’ ability to maintain and safely operate the new technology was enhanced. This initiative successfully increased the competitiveness of Maeswara's products in the market. Keywords: eichhornia crassipes; flattening technology; craft production; education and training; maeswara.