Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Evaluasi Kesesuaian Lahan Pada Tanaman Jagung (Zae Mays L.) Di Kecamatan Pangantikan Kabupaten Garut Menggunakan Sistem Informasi Geografis Zulfah, Siti Nadiroh; Akbariah, Salsa Noviana; Nasrulhaq, M. Ofi; Rohman, Randi Saepul; Jamil, Tedi Kustiadi; Swardana, Ardli
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 9 No 1 (2024): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v9i1.3576

Abstract

Karakteristik dan kualitas lahan memiliki hubungan yang erat dengan produktivitas jagung dan setiap kualitas lahan memiliki efek signifikan pada kesesuaian lahan untuk suatu penggunaan lahan jagung. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kondisi kesesuaian lahan untuk tanaman jagung di Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan mempertimbangkan beberapa variable penelitian yang bersifat spasial. Data yang digunakan dalam membangun model evaluasi lahan kesesuaian lahan untuk tanaman jagung adalah berupa data primer dan sekunder. Data primer yang digunakan adalah data tekstur tanah, pH. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah data curah hujan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kategori kelas kesesuaian lahan di Kecamatan Pangantikan untuk tanaman jagung adalah cukup sesuai (S2) dengan luasan 5320 ha atau 94% dan sesuai marjinal (S3) dengan luasan 268 ha atau 6% di mana dari keduanya diperoleh bahwa kategori S2 merupakan kategori terluas. Kecamatan Pangantikan dapat dikatakan sesuai untuk pengembangan tanaman jagung, tetapi harus memperhatikan faktor-faktor pembatas lahan, seperti curah hujan. Saran yang dapat diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah dengan melakukan penelitian tanaman jagung dengan perlakukan berbagai tipe jenis tanah dan perlakukan pada kondisi musim yang berbeda.
Spatial Interpolation Menggunakan Geographic Information System Untuk Pemetaan Penyakit Jagung Di Kecamatan Wanaraja, Garut Santoso, Wirman; Fauzi, Aditia; Langkasani, Alfin; Swardana, Ardli; Fajarfika, Resti
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 9 No 1 (2024): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v9i1.3868

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas pertanian yang digunakan sebagai bahan pangan dan strategis untuk ditanam di berbagai daerah. Sebagai salah satu sumber bahan pangan, jagung telah menjadi komoditas utama setelah beras salah satu penyebab produksi jagung tidak stabil diakibatkan oleh organime pengganggu tanaman yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman jagung karena menyebarkan penyakit seperti hawar daun, karat daun, dan bercak kuning. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi sebaran spasial penyakit tanaman jagung di Kecamatan Wanaraja, Garut. Penelitian dilaksanakan di seluruh lahan pertanian di Kecamatan Wanaraja, Garut pada Maret – Juni 2023. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode survey, sedangkan analisis hasil menggunakan interpolasi secara spasial. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Kecamatan Wanaraja terkena penyakit pada tanaman jagung yaitu hawar daun sebanyak 21,70%, karat daun 13,33% dan bercak kuning 23,13%, dari semua penyakit pada tanaman jagung tersebut masih tergolong ringan serta masih dapat dikendalikan oleh para petani.
Komparasi Sifat Kimia Hara Makro pada Lahan yang Akan Ditanami Padi (Oryza sativa L.) di Kabupaten Garut Swardana, Ardli; Mutakin, Jenal; Asfianti, Asti; Muhidin, Rahmat; Hilma, Ai; Aminudin, Arif; Mahendra, Rafly
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 9 No 2 (2025): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v9i2.42251

Abstract

Rice is an important food crop whose cultivation activities are carried out continuously throughout the year. Rice cultivation activities require soil fertility tests, such as the presence of chemical properties of macronutrients that plants need in large quantities than other nutrients for fertilization efficiency and saving fertilizer resources. The purpose of the study was to compare macronutrients in several locations in Garut Regency that would be planted with rice. The study was conducted in 3 districts, namely Tarogong Kidul, Wanaraja, and Banyuresmi, Garut Regency in August 2024 - January 2025. The data collection method was carried out by sampling at 3 research locations, while data analysis used a descriptive quantitative-qualitative method from the results of laboratory measurements categorized based on the 1983 Soil Research Center. The results showed that the nitrogen and potassium values ​​in the three locations had the same category, namely low for nitrogen nutrients and very high for potassium nutrients. Phosphorus nutrients have a more diverse category compared to nitrogen and potassium, namely from low to moderate.
DINAMIKA TERBENTUKNYA TANAH TIMBUL AKIBAT PASANG SURUT DI MUARA SUNGAI CIWULAN Fauzi, Aditia; Lestari, Indri; Hakiki, Nisa; Sutrisno, Tri; Swardana, Ardli
J SIG (Jurnal Sains Informasi Geografi) Vol 6, No 2 (2023): Edisi November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jsig.v6i2.2281

Abstract

Coastal areas are border areas between land and sea areas. One of the phenomena that occurs in coastal areas is abrasion and sedimentation. Sedimentation results in the formation of raised soil in areas near the estuary. This research aims to identify the formation of emergent soil through continuous observation of Google Earth satellite images. The research was conducted at the mouth of the Ciwulan River, Karangnunggal District, Tasikmalaya Regency, West Java. The research was carried out in April – June 2023. The method used in this research was a comparison of each satellite each year. Based on observations of satellite imagery from year to year, it is observed that the volume of water in the Ciwulan River has increased, causing the area of emerging land to start to decrease from year to year in 2019, 2020, and 2021. The decrease in emerging land is due to abrasion at the mouth of the river, so the emerging land has disappeared because it was submerged by the high volume of river water.
INTERAKSI TIGA FAKTOR PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) Homsa, Ardini Rahayunisa; Sidiq, Rifal Muhammad; Yanuar, Syifa El; Swardana, Ardli; Nafi'ah, Hanny Hidayati
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.6973

Abstract

Interaction of Three Fertilizer Factors on the Growth and Yield of Garlic (Allium sativum L.). Garlic is one of the potential commodities to be developed. One of the efforts to increase garlic production is to provide the nutrients needed. The purpose of this study was to examine the interaction between SP-18 fertilizer, ZA fertilizer and biofertilizer in increasing garlic growth and yield. The research method used is an experimental method with a Random Design Group of factorial patterns 3 x 2 x 3 repeated 2 times. Factor 1 is the dose of SP-18 (P) fertilizer which consists of 3 levels with doses: p1 (50 kg / ha), p2 (100 kg / ha), and p3 (150 kg / ha). Factor 2 is the dose of ZA (A) which consists of 2 levels with doses: a1 (225kg/ha) and a2 (300kg/ha). Factor 3 is the dose of biological fertilizer (H) which consists of 3 levels with doses: h0 (control), h1 (5 kg / ha), and h2 (10 kg / ha). The conclusion of this study is that there is an interaction between SP-18 fertilizer, ZA fertilizer and biofertilizer on garlic growth and yield. The best treatment combination is SP-18 150 kg/ha, ZA fertilizer 225 kg/ha and biofertilizer 10 kg/ha. Application of SP-18 fertilizer and ZA fertilizer can increase soil microbial activity characterized by increased garlic growth and yield.
Komposisi Gulma Dan Pertumbuhan Padi Sawah Pada Aplikasi Teknologi Budidaya Tanpa Olah Tanah Dan Frekuensi Penyiangan Rahmat Muhidin; Jenal Mutakin; Ardli Swardana; Rahmi Fatimah; Maryati Puspitasari
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 25 No 4 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v25i4.3895

Abstract

The purpose of this study is to analyze the composition of weeds and the growth of lowland rice influenced by the use of TOT cultivation technology and varying weeding frequencies. The study was carried out between June and November 2024. The approach employed in this research was an experimental method utilizing a split plot design, with two primary factors: the application of cultivation technology (B), featuring two treatment conditions, and the frequency of weeding (F), with six different levels of treatment. A combination of treatment plots was established for each block. Weed samples were taken at 7 points in each combination plot diagonally, using a square freem of 50cm x 50cm. Weed identification results were analyzed for dominance values (S.D.R) and Diversity Index (H') based on Shannon-Wiener. Data on weed dry weight and paddy growth obtained were analyzed using ANOVA, with a further DRMT (Duncan) test at the 5% level.Result of the research show that TOT cultivation technology and weeding frequency have a significant effect on weeds and rice growth. The most weeds were found in the conventional system with 37 species with the dominant weed being Cynodon dactylon for those that were not weeded and Pistia stratiotes for those that were weeded. In the TOT system, 24 species were found with the dominant weed Pistia stratiotes in both weeded and unlit fields, with the diversity index in each treatment being moderate. A weeding frequency of 3 times provides the lowest dry weight of weeds. on the number of tillers at the age of 40 DAP and the frequency of competition had the best effect on weed suppression and the number of leaves per hil
Pemanfaatan Botol Bekas Sebagai Planter Tanaman Pada Budidaya Hidroponik Di Desa Wanajaya Garut dede, sultan ahmad; Nafi'ah, Hanny Hidayanti; Swardana, Ardli; Rismayanti, Ai Yanti; Fatimah, Rahmi
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.665

Abstract

Permasalahan sampah plastik, khususnya botol bekas, terus meningkat seiring meningkatnya konsumsi masyarakat. Di sisi lain, keterbatasan lahan dan rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pertanian modern menjadi kendala dalam pemenuhan kebutuhan pangan di Desa Wanajaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan botol plastik bekas sebagai media tanam dalam sistem hidroponik sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada 13 Mei 2025 dengan metode sosialisasi dan pemilihan partisapan dengan langkah kerja seperti survei, koordinasi, sosialisasi, pendampingan, dan evaluasi. Botol bekas dimodifikasi menjadi planter untuk budidaya sayuran daun. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam tiga aspek utama. Pada aspek pengetahuan, peserta yang sebelumnya tidak mengetahui materi menurun dari 74% menjadi 7%, sedangkan yang mengetahui meningkat dari 13% menjadi 80%. Pada aspek minat, peserta yang berminat meningkat dari 7% menjadi 80%, dan yang tidak berminat menurun dari 80% menjadi 13%. Sementara pada aspek keterampilan, peserta yang tidak bisa menurun dari 100% menjadi 7%, dengan 67% dinilai terampil dan 26% lainnya berada pada kategori netral. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman, minat, dan keterampilan masyarakat terhadap hidroponik, serta mendorong pemanfaatan limbah plastik sebagai solusi ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut Mubaroq, Dzidan; Swardana, Ardli; Hidayatulloh, Fajar
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 10 No 1 (2025): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v10i1.43135

Abstract

Peningkatan kebutuhan pangan nasional berdampak pada pemanfaatan lahan pertanian yang semakin intensif, yang seringkali memicu degradasi lahan. Evaluasi kesesuaian lahan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) menjadi esensial untuk mengelola sumber daya lahan secara berkelanjutan, khususnya untuk komoditas strategis seperti cabai (Capsicum annuum L.). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan tingkat kesesuaian lahan untuk budidaya tanaman cabai di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, serta menyediakan rekomendasi teknis untuk pengembangannya. Metode yang digunakan adalah Spatial Multi-criteria Evaluation (SMCE) dengan metode skoring. Analisis dilakukan dengan tumpang susun (overlay) peta tematik (penggunaan lahan dan kemiringan lereng) untuk menentukan unit lahan. Parameter yang dievaluasi mencakup temperatur, curah hujan, pH tanah, kedalaman solum, dan lereng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan lahan dengan kategori Sangat Sesuai (S1) di lokasi penelitian. Sebagian besar lahan, seluas 4809.107 ha (89.25%), masuk dalam kelas Cukup Sesuai (S3), dan sisanya seluas 579.4835 ha (10.75%) tergolong Sesuai Marjinal (S2). Faktor pembatas utama yang teridentifikasi di seluruh wilayah studi adalah curah hujan yang tinggi (>1400 mm/tahun) dan kemiringan lereng. Rekomendasi teknis yang diajukan untuk optimalisasi lahan adalah pembuatan saluran drainase untuk mengelola kelebihan air serta penerapan teknik konservasi tanah dan air, seperti terasering, untuk memitigasi risiko erosi.
Pengaruh Berbagai Dosis Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Jagung (Zea Mays L.) Di Berbagai Media Pasir Nulhakim, Yudhi Lukman Nulhakim; Swardana, Ardli; Maesyaroh, Siti Syarah
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 10 No 1 (2025): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v10i1.43350

Abstract

Corn (Zea mays L.) is a horticultural commodity with high economic value. This study aimed to examine the interaction and individual effects of various doses of urea fertilizer and different types of sand media on the vegetative growth of corn plants. The research was conducted in Kersamenak Village, Garut Regency, from June to August 2025. The method used was a 3x3 factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with three replications. The first factor was the dose of urea fertilizer (A), consisting of three levels: a1 = 100 kg,ha-1, a2 = 150 kg.ha-1, a3 = 200 kg.ha-1. The second factor was the type of sand media (M), consisting of three levels: m1 = Cilopang Sand, m2 = River Sand, and m3 = Leles Sand. The results showed that there was no significant interaction between the dose of urea fertilizer and the type of sand media on all parameters of corn plant vegetative growth. Individually, the application of urea fertilizer at a rate of 100 kg ha⁻¹ resulted in vegetative growth that had already reached its optimal level. Cilopang Sand tended to yield better leaf area growth compared to River Sand and Leles Sand.
Peningkatan Kepedulian Lingkungan Siswa SMKN 4 Garut melalui Praktik Pembuatan Lubang Resapan Biopori sebagai Upaya Konservasi Tanah dan Air Swardana, Ardli; Almaudina, Alya Zahira; Laura, Anisya; Rahman, Cahyadi Fadlur; Ulum, Fahmi Saepul; Rahmat, Tino Fauzi
Khidmat: Journal of Community Service Vol 2 No 3 (2025): Desember, 2025
Publisher : Pusat Studi Kebijakan dan Tata Kelola Maritim, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/khidmat.v2i3.7400

Abstract

Perubahan iklim, meningkatnya genangan air, dan belum optimalnya pengelolaan sampah organik di lingkungan sekolah menjadikan upaya konservasi tanah dan air sekaligus pendidikan lingkungan bagi siswa semakin mendesak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMKN 4 Garut dengan tujuan meningkatkan kepedulian lingkungan, pengetahuan, dan keterampilan siswa melalui praktik pembuatan lubang resapan biopori sebagai salah satu teknologi konservasi sederhana. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan siswa, guru, dan tim pengabdi dalam tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, hingga refleksi. Rangkaian kegiatan meliputi observasi awal kondisi sekolah, edukasi dan sosialisasi konsep biopori serta konservasi tanah dan air, pelatihan teknis, praktik langsung pembuatan lubang resapan biopori di titik-titik strategis halaman sekolah, serta evaluasi menggunakan instrumen pretest–posttest, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang biopori dan konservasi lingkungan yang tercermin dari kenaikan skor dan pergeseran kategori pengetahuan ke arah lebih tinggi, diikuti tumbuhnya sikap lebih peduli terhadap pengelolaan sampah organik dan kondisi lingkungan sekolah. Selain itu, terbentuk sejumlah lubang resapan biopori yang berfungsi sebagai sarana resapan air dan media pembelajaran berkelanjutan. Secara keseluruhan, program ini membuktikan bahwa integrasi PAR dan pembelajaran berbasis pengalaman efektif.