Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum mill.) DENGAN PEMBERIAN BERBAGAI JENIS PUPUK KOMPOS DAN KOMPOSISI NPK Muh Syahdan; Harli A. Karim; Iinnaninengseh Iinnaninengseh
Jurnal Agroterpadu Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Agroterpadu Volume 1, Nomor 1, Agustus 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v1i1.2818

Abstract

Tanaman tomat (Lycopersicum Esculentum mill) merupakan tanaman hortikultura yang buahnya banyak digemari dan dikembangkan  di Indonesia, Penelitian ini dilaksanakan didesa bunga- bunga  kec. matakali Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi barat. Yang berlangsung pada bulan september 2020-januari 2021. Tujuan penilitian ini ialah untuk mengetahui  peningkatan keberhasilan produktiviitas tanaman tomat dengan menggunakan berbagai jenis pupuk kompos dan komposisi NPK majemuk. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan pola factorial, yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor pertama pemberian pupuk kompos yang terdiri dari 3 taraf  yaitu:  pupuk kompos kambing,  pupuk kompos ayam, dan pupuk kompos sapi. Faktor kedua pemberian komposisi pupuk  NPK yang terdiri dari 3 taraf yaitu : NPK:16:16:16,NPK:12:6:22:3,NPK:16:10:18.Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara pemberian berbagai jenis pupuk kompos dan berbagai komposisi pupuk NPK terhadap semua parameter pengamatan. Pemberian pupuk kompos tidak memberikan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, hari munculnya bunga, bobot buah per tanaman, dan jumlah buah pertanaman.Pemberian komposisi pupuk NPK memberikan pengaruh terbaik terhadap parameter tinggi tanaman.Pada pupuk kompos kotoran sapi.
IDENTIFIKASI JAMUR BUSUK BUAH PADA TANAMAN KAKAO (Theobroma Cacao L.) DI KABUPATEN POLEWALI MANADAR Suaib Radiah F; Harli A Karim; Frederik Depparaba
Jurnal Agroterpadu Vol 1, No 2 (2022): : Jurnal Agroterpadu Volume 1, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v1i2.2998

Abstract

Theobroma cacao L. atau yang lebih dikenal dengan kakao merupakan salah satu komoditas tanaman yang terbukti mampu meningkatkan pendapatan nasional. Karena kakao adalah satu-satunya tanaman perkebunan penghasil ekspor yang sangat penting bagi perekonomian, kao terus mendapat perhatian.Di Indonesia, ekspansi perkebunan kakao terus berkembang, dengan tingkat pertumbuhan tahunan minimal 20% per tahun. Kita dapat melihat bagaimana kontribusi Kawasan Perkebunan Kaao sebagai komoditas ekspor telah membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Penyakit busuk buah P. palmivora dan P.megakarya, yang merupakan satu-satunya penyakit utama yang secara serius dapat merusak sistem produksi kakao dunia, adalah penyebab utama rendahnya produktivitas industri kakao tanaman. Penyakit ini dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 90%, terutama selama musim hujan atau musim kemarau dengan populasi semut yang besar. Pengendaliansecaramekanikadalahpengendalian yang dilakukandengancaramelakukansanitasidanpemangkasanringan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari observasi langsung di lapangan dengan wawancara untuk memperoleh informasi yang efektif. Wawancara dilakukan dengan teknik wawancara sistematis, dimana peneliti membuat daftar terlebih dahulu agar pengumpulan data lebih terfokus pada tujuan penelitian.Menurut data BPS Polewali Mandar (2020), tiga kecamatan Bulo, Luyo, dan Tapango merupakan penghasil kakao terbesar di dunia. Statistik yang digunakan untuk menentukan sampling didasarkan pada data ini.wawancara yang sedang berlangsung dengan pembicaraDalam survei ini, 15 responden dikumpulkan dari setiap kecamatan, dan kelayakan mereka didasarkan pada partisipasi mereka dalam dinas militer dan pengetahuan mereka tentang penggunaan kakao
EEKTIFITAS DOSIS PUPUK NPK GOLD DAN PEREMPELAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L.) Zulhamdi Zulhamdi; Harli A Karim; Masdar Fatman
Jurnal Agroterpadu Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Agroterpadu Volume 1, Nomor 1, Agustus 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v1i1.2825

Abstract

Rata-rata produktivitas cabai saat ini 3,6 ton/hektar, produktifitas masih diaktegorikan rendah di banding dengan produktifitas nasional maksimum yang dapat mencapai 10 ton per hektar. Penelitian ini di PaoPao, Kelurahan Lamungan Batu, Kec Malunda, yang berlangsung dari bulan Maret 2019 sampai dengan bulan Mei 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 (dua) faktor yaitu: Faktor pertama adalah dosis pemberian pupuk NPK Gold dengan  3  taraf: 2 gr/tanaman, 4 gr/tanaman dan 6 gr/tanaman. Faktor kedua adalah teknik perempelan yang terdiri atas 3 yaitu: Tanpa perempelan (Countrol), perempelan pada tunas yang tumbuh diketiak daun, perempelan pada daun-daun dibawah cabang. Hasil penelitian sebagai berikut: Interaksi antara pemberian pupuk NPK Gold dosis 6 gr/tanaman dengan perempelan pada tunas yang tumbuh diketiak daun memberikan pengaruh baik pada parameter berat buah (kg)/perlakuan. Pemberian pupuk NPK Gold dosis 6 gr/tanaman memberikan pengaruh baik pada parameter tinggi tanaman umur 21 HST, jumlah daun umur 49 HST bunga, jumlah buah dan berat buah (kg)/perlakuan. Sedangkan pada dosis 4 gr/tanaman berpengaruh baik pada parameter tinggi tanaman umur 49 HST. Perempelan pada tunas yang tumbuh diketiak daun memberikan pengaruh lebih baik  pada parameter umur 21, umur 49 HST, dan berat buah. Sedangkan perempelan pada daun-daun dibawah cabang juga memberikan pengaruh lebih baik pada parameter jumlah buah.
PENGARUH PEMANGKASAN DAN PEMBERIAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH AIR TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Arni Indrayani; Harli A. Karim; Hasanuddin Kandatong
Jurnal Agroterpadu Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Agroterpadu Volume 1, Nomor 1, Agustus 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v1i1.2816

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Rea Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat dan berlangsung pada bulan Agustus sampai bulan November 2020. Kacang tanah (Arachis hypogaea L) menjadi salah satu makanan terpenting di indonesia setelah kedelai yang memiliki tugas yang berhubungan dengan makanan nasional sebagai sumber protein dan minyak nabati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemangkasan dan pemberian dosis pupuk organik cair limbah air tahu terhadap pertumbuhan dan hasil tanamn kacang tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan Pola Faktorial, terdapat 2 faktor ialah Faktor pertama Pemangkasan yang terdiri dari 3 taraf yaitu: Tanpa pemangkasan,  Pemangkasan sebelum berbunga, Pemangkasan setelah berbunga.  Faktor kedua pemberian takaran pupuk organic cair limbah air tahu yang terdapat 3 taraf yaitu:0, 150 ml/ liter air, 250 ml/ liter air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara pemangkasan dan pemberian takaran pupuk organik cair limbah air tahu tidak memberikan pengaruh pada parameter pengamatan tinggita naman,  berat keseluruhan polong, jumlah polong,jumlah polong berisi,  jumlah polong hampa, berat biji basah, berat 100 biji basah dan berat biji kering.  Pemberian pupuk organik cair limbah air tahu dengan takaran 250 ml/liter air memberikan pengaruh terbaik pada parameter pengamatan berat 100 biji kering.
Respon Pemberian Pupuk Hijauan terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Sawah Gamaruddin Gamaruddin; Hendra Jaya; Harli A Karim
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 1, MEI 2024
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i1.5104

Abstract

Pupuk hijau merupakan salah satu jenis pupuk organik yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi padi.  Pupuk hijauan dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respons pemberian pupuk hijauan terhadap pertumbuhan dan produksi padi sawah. Penelitian ini dilakukan di Desa Limbua, Kecamatan Sendana Kabupatn Majene Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara faktorial dengan 5 level perlakuan dan 3 ulangan.  Pupuk organik padat diberikan seragam sebelum dilakukan penanaman dan pupuk organik cair hijauan diberikan setelah penanaman sebanyak 5 kali dengan konsentrasi berbeda. yaitu: G0 (tanpa pupuk 0 lt/ha), G1 (pupuk hijau 1,5 lt/ha), G2 (pupuk hijau 2 lt/ha), G3 (pupuk hijau 2,5 lt/ha), dan G4 (pupuk hijau 3 lt/ha).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hijauan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi padi sawah. Padi yang diberi pupuk hijauan memiliki tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, dan jumlah malai yang lebih tinggi dibandingkan dengan padi yang tidak diberi pupuk hijauan. Padi yang diberi pupuk hijauan juga memiliki hasil panen yang lebih tinggi dibandingkan dengan padi yang tidak diberi pupuk hijauan. Perlakuan G0 menghasilkan gabah kering panen 1,7 ton/ha, perlakuan G1 menghasilkan 1,9 ton/ha, perlakuan G2 menghasilkan 2,2 ton/ha, perlakuan G3 menghasilkan 2,3 ton/ha, dan perlakuan G4 menghasilkan 2,5 ton/ha.  Perbandingan kenaikan persentase antara control dengan perlakuan adalah G1 mengalami kenaikan produksi 10,53 %, G2 kenaikan produksi 22,73 %, G3 kenaikan produksi 26,09 dan G4 mengalami kenaikan sebesar 47.06 %.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian pupuk hijau dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi sawah. Pupuk hijauan merupakan salah satu pilihan yang dapat memberikan hasil terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi sawah.
Mitigasi Berkelanjutan Dalam Pencegahan Banjir Bandang Di Kabupaten Polewali Mandar: Pendekatan Adaptif Dan Partisipatif Ahmad Al Yakin; Harli A Karim; Nurul Iqraini D
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i1.6148

Abstract

Banjir bandang merupakan salah satu bencana hidrometeorologi akibat degradasi hutan dan alih fungsi lahan yang tidak terkontrol yang berdampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Artikel ini mengkaji strategi mitigasi berkelanjutan berbasis adaptasi lokal dan partisipasi masyarakat guna mengurangi risiko bencana. Dengan metode deskriptif-kualitatif dan tinjauan literatur, kajian ini menekankan pentingnya pengelolaan lahan terpadu, pelibatan masyarakat dalam rehabilitasi hutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Upaya mitigasi yang direkomendasikan mencakup penguatan kapasitas kelembagaan lokal, pengelolaan DAS secara terpadu, pembangunan infrastruktur hijau seperti hutan lindung dan sabuk hijau, serta edukasi kebencanaan berbasis komunitas. Penerapan pendekatan partisipatif terbukti meningkatkan kesadaran dan ketahanan masyarakat terhadap bencana. Selain itu, penerapan teknologi tepat guna dan kebijakan tata ruang yang berwawasan lingkungan menjadi elemen penting dalam strategi mitigasi jangka panjang. Studi ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat sipil dalam membangun sistem mitigasi yang tangguh dan berkelanjutan
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS PUPUK SANTAMIKRO DAN INTERVAL WAKTU YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena.L) Saha Buddin; Harli A Karim; Abdul Jamal
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 2 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.2, November 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i2.850

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tappalang Kabupaten Mamuju Propinsi Sulawesi Barat, dan dilksanakan pada bulan Juli sampai September 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk mikro (santamikro) dan interval waktu yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu (Solanummelongena L). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan analisis faktorial 3 x 2 yang terdiri atas 3 ulangan. Faktor perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari dua (2) faktor, yaitu Faktor I, adalah pemberian Dosis pupuk mikro (santamikro) Terdiri 3 taraf yaitu 1,5 gram/20 liter air, 2,5 gram/20 liter air  dan 3,5 gram/20 liter air. Sedangkan faktor kedua  adalah Interval waktu pemberian pupuk santamikro  yang terdiri dari 2 taraf, yaitu Pemberian pupuk 2 minggu sekali  danPemberian pupuk 3 minggu sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat interaksi yang sangat nyata antara pemberian dosis pupuk santamikro 3,5 gram/20 liter air dan interval waktu pemberian pupuk santamikro 3 minggu sekali terhadap parameter berat buah terung per tanaman. Pemberian dosis pupuk santamikro berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 15, 30 45 HST, Jumlah daun umur 30, 45 HST, diameter buah, Jumlah buah per tanaman berat buah pertanaman dan berpengaruh nyata terhadap panjang buah. Perlakuan dosis pupuk santamikro 3,5 gram /20 liter air pada umumnya memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman terung yang terbaik.KataKunci : Terung, Santamikro, interval waktu, dan produksi.
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS PUPUK KANDANG AYAM DAN WAKTU PEMBERIAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) Masdar Fatman; Harli A. Karim; Hasanuddin Kandatong; Resky Resky
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 1 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.541 KB) | DOI: 10.35329/jp.v3i1.1812

Abstract

Untuk meningkatkan pengetahuan tentang tehnik budidaya suatu tanaman maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor pertumbuhan dan produksi tanaman tersebut. Ada berbagai faktor yang menentukan pertumbuhan dan produksi. Salah satu yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktifitas tanaman sawi adalah pemberian pupuk kandang ayam dan waktu pemberiannya. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mannababa, Kecamatan Tandukkalua’, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat pada bulan Desember 2020 sampai pada bulan Januarii 2021. Penelitian ini dilaksanan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam bentuk faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu: Faktor Pertama yaitu pemberian dosis pupuk kandang ayam: (D1) pupuk kandang ayam 1 kg/petak, (D2) pupuk kandang ayam 1,5 kg/petak, (D3) pupuk kandang ayam 2 kg/petak, dan Faktor kedua yaitu waktu pemberian: (W1) 7 hari sebelum tanam, (W2) pada saat penanaman, (W3) 7 hari setelah penanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi antara pemberian pupuk kandang ayam 2 kg/petak dengan waktu pemberian pupuk 7 hari sebelum tanam (D3W1) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi, ini terlihat pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun dan berat tanaman. Dosis Pupuk kandang 2 kg/petak (D3) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi, ini terlihat pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun dan berat tanaman. Pemberian pupuk kandang 7 hari sebelum tanam (W1) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi, ini terlihat pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun dan berat tanaman.
PENGARUH PEMBERIAN MIKROORGANISME LOKAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frustescens L.) Putry Nilmala Sary; Dahliah Nurdin; Iinnaninengseh Iinnaninengseh; Harli A. Karim
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 1 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.721 KB) | DOI: 10.35329/jp.v3i1.802

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Deking, Desa Lombong, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Adapun waktu pelaksanaan dimulai dari bulan Agustus sampai dengan bulan November 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian mikroorganisme lokal yang diharapkan akan memberikan pengaruh baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit. Metode penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari tanpa pemberian mikroorganisme lokal, mikroorganisme lokal bonggol pisang, mikroorganisme lokal nasi berjamur, mikroorganisme lokal daun lamtoro, dan mikroorganisme lokal daun trambesi. Sehingga dalam penelitian ini terdapat 5 perlakuan masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Jumlah perlakuan sebanyak 20 dan setiap perlakuan masing-masing 4 tanaman sehingga jumlah keseluruhan 80 tanaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian mikroorganisme lokal daun lamtoro memberikan pengaruh baik terhadap tanaman cabai rawit pada parameter umur panen, jumlah buah dan berat buah.
EVALUASI REKOMENDASI PEMUPUKAN TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) SPESIFIK LOKASI PADA MUSIM GADU DI POLEWALI MANDAR Hasma Agustini; Hasanuddin Kandatong; Harli A. Karim
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 1 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.277 KB) | DOI: 10.35329/jp.v3i1.1925

Abstract

Padi merupakan tanaman pangan yang sangat berperang penting dalam komsumsi pangan utama dalam rumah tangga dan apa bila tidak terpenuhi akan mempengaruhi keamanan nasional. Masalah yang terjadi pada tanaman padi yaitu anjuran pemupukan dalam teknik budidaya tanaman padi masih belum optimal. Penelitian ini telah dilaksanakan di UPTD Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura. Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat pada bulan Juni - September 2020. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam bentuk non faktorial yaitu berbagai dosis pupuk (R) yang terdiri dari enam taraf yaitu: 250 kg Urea + 50 kg SP36 + 50 kg KCl, 175 kg Urea + 200 kg NPK, 200 kg Urea + 100 kg SP36 + 100 kg KCl, 200 kg Urea + 100 kg SP36 + 200 kg NPK, 416 kg GMOP + 600 kg Basic + 432 kg Mestac, 500 kg/ha NPK Phonska. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian berbagai dosis pemupukan spesifik lokasi berpengaruh nyata terhadap pemberian pupuk GMOP 416 kg, Basic 600 kg, dan Mestac 432 kg memberikian rata-rata terbaik pada parameter berat gabah 1000 biji.