Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Peran Gut Microbiome dalam Personalized Medicine: Pendekatan Molekuler dan Fisiologis Ghea Farmaning Thias Putri; Dwi Widyawati; Zahara Nurfatihah Z
Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 6 (2026): Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/ns.v1i6.224

Abstract

Pendahuluan: Personalized medicine berkembang sebagai pendekatan inovatif yang bertujuan meningkatkan pencegahan, diagnosis, dan terapi penyakit dengan mempertimbangkan karakteristik biologis individu. Dalam beberapa tahun terakhir, gut microbiome semakin mendapat perhatian sebagai salah satu faktor penting yang memengaruhi kerentanan terhadap penyakit dan respons terapi melalui interaksi kompleks dengan metabolisme inang, fungsi imun, serta jalur pensinyalan molekuler. Tujuan: Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengevaluasi peran gut microbiome dalam personalized medicine dari perspektif molekuler dan fisiologis serta mengeksplorasi potensinya sebagai biomarker dan target terapi. Metode: Tinjauan sistematis dilakukan dengan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed dan ScienceDirect menggunakan kombinasi kata kunci yang berkaitan dengan gut microbiome, personalized medicine, metabolomik, dan precision medicine. Sebanyak 929 artikel teridentifikasi melalui pencarian awal. Setelah proses penyaringan dan penilaian kelayakan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, sebanyak 21 artikel diikutsertakan dalam sintesis akhir. Hasil: Hasil tinjauan menunjukkan bahwa gut microbiome berperan sebagai regulator molekuler yang memengaruhi ekspresi gen, metabolisme, respons imun, dan berbagai jalur pensinyalan seluler melalui produksi metabolit bioaktif. Selain itu, gut microbiome berkontribusi terhadap variasi antarindividu dalam luaran terapi melalui mekanisme farmakomikrobiomik serta menunjukkan potensi yang signifikan sebagai biomarker diagnostik, prognostik, dan prediktif pada berbagai penyakit. Berbagai intervensi berbasis mikrobioma, termasuk modulasi pola makan, senyawa bioaktif, dan fecal microbiota transplantation, juga menunjukkan potensi terapeutik yang menjanjikan dalam mendukung strategi precision medicine. Kesimpulan: Gut microbiome memiliki peran penting dalam personalized medicine melalui regulasi proses molekuler dan fisiologis yang terlibat dalam perkembangan penyakit dan respons terapi. Integrasi profil mikrobioma dengan pendekatan multi-omics berpotensi mendukung pengembangan strategi diagnosis dan terapi yang lebih presisi pada masa mendatang. Kata kunci: gut microbiome, personalized medicine, farmakomikrobiomik, multi-omics
Hubungan Chronotype Berbasis Skor Morningness-Eveningness Questionnaire dengan Indeks Massa Tubuh Pada Mahasiswa Zahara Nurfatihah Z; Nurul ‘Afifah Hijami; Ghea Farmaning Thias Putri
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.357

Abstract

Latar Belakang: Gangguan ritme sirkadian banyak terjadi pada mahasiswa akibat pola tidur tidak teratur, paparan cahaya biru, dan gaya hidup malam yang mendorong pergeseran chronotype ke tipe malam (eveningness). Pergeseran chronotype ini berdampak pada regulasi metabolisme lipid, sekresi leptin-ghrelin, dan jalur insulin-signaling. Individu dengan chronotype malam diketahui memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan metabolisme. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara chronotype berbasis skor Morningness-Eveningness Questionnaire (MEQ) dengan parameter risiko metabolik Indeks Massa Tubuh (IMT) pada mahasiswa. Metode: Penelitian observasional dengan desain cross-sectional melibatkan 57 mahasiswa aktif berusia 17–25 tahun yang dipilih menggunakan convenience sampling. Chronotype dinilai menggunakan MEQ dan IMT dihitung berdasarkan data berat badan dan tinggi badan yang dilaporkan secara mandiri. Analisis statistik meliputi uji Shapiro-Wilk, korelasi Spearman, dan one-way ANOVA dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Sebagian besar responden termasuk chronotype intermediate (68,4%) dengan rerata skor MEQ 54,35 ± 6,58 dan rerata IMT 21,51 ± 4,34 kg/m². Korelasi Spearman antara skor MEQ dan IMT menunjukkan hubungan negatif lemah yang tidak signifikan (p = 0,305). Tidak terdapat perbedaan IMT yang bermakna antar kelompok chronotype (p = 0,962). Kesimpulan: Hubungan antara chronotype dan IMT pada mahasiswa tidak signifikan secara statistik. Penelitian lanjutan dengan ukuran sampel lebih besar, pengukuran antropometri objektif, dan penambahan biomarker metabolik seperti kadar leptin dan profil lipid diperlukan untuk mengevaluasi hubungan ini secara lebih komprehensif.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan terhadap Pengetahuan tentang Peran Aktivitas Fisik pada Kelompok Pengajian Siti Khadijah di Rajabasa, Bandar Lampung Maya Ulfah; Nurul &#039;Afifah Hijami; Andiansyah Andiansyah; Zahara Nurfatihah Z; M. Aditya Permana
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4334

Abstract

Aktivitas fisik berperan penting dalam menjaga kesehatan, meningkatkan kebugaran, serta menurunkan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit kardiovaskular. Meskipun demikian, tingkat aktivitas fisik di masyarakat masih rendah, salah satunya akibat keterbatasan pengetahuan mengenai manfaat, jenis, dan prinsip pelaksanaan aktivitas fisik yang aman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang peran aktivitas fisik melalui penyuluhan kesehatan pada kelompok pengajian Siti Khadijah di Rajabasa, Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain one group pretest dan post test. Teknik sampling yang digunakan pada kegiatan ini adalah total sampling. Sebanyak 22 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang terdiri dari pengisian pretest, pemberian materi penyuluhan secara ceramah dan diskusi interaktif, serta pengisian post test menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 81,44 pada pretest menjadi 87,20 pada post test dengan selisih 5,76 poin. Distribusi nilai post test juga lebih merata dan terkonsentrasi pada kategori skor lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan berbasis komunitas efektif meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya aktivitas fisik sebagai upaya promotif dan preventif.
Efektivitas Video Micro-Learning terhadap Pemahaman Biokimia pada Mahasiswa Kedokteran Zahara Nurfatihah Z; Syazili Mustofa
KOLONI Vol. 5 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i2.869

Abstract

High remediation rates in Biochemistry examinations at the Faculty of Medicine, Universitas Lampung underscored the need for supplementary digital learning media. This study aimed to evaluate the effectiveness of short video-based micro-learning in improving Biochemistry comprehension among medical students. An experimental one-group pretest posttest design was employed involving 188 paired data records from the students enrolled in Biochemistry 2. An animated video of approximately seven minutes was uploaded to YouTube and made accessible one day before each face-to-face session. Comprehension was assessed using ten multiple-choice questions administered before and after the intervention. Shapiro-Wilk testing confirmed non-normal score distributions in both assessments, warranting the Wilcoxon Signed-Rank test. Mean scores increased significantly from 81.76 ± 21.29 to 96.44 ± 9.05 (W = 272.5, p < 0.001; Cohen's d = 0.735), indicating a large effect size. The passing rate rose from 77.1% to 98.9%, accompanied by a marked narrowing of score variance, reflecting reduced comprehension disparity among students. The score distribution shifted markedly, with the proportion of students achieving scores in the 90–100 range increasing from 55.9% to 94.1%. These results support the view that learning through a combination of visual and auditory is more effective in building comprehension than methods relying on a single sensory. These findings demonstrate that short video micro-learning constitutes a supplementary strategy capable of substantially improving Biochemistry comprehension and reducing remediation rates in medical education.
Antibiotik sebagai Praterapi Fecal Microbiota Transplantation pada Inflammatory Bowel Disease: Tinjauan Sistematis dari Uji Acak Terkendali dan Studi Kohort Prospektif Jihan Siti Muthmainah; Altisa Liviadianti; Fayyaza Khairunnisa; Inas Qonita; Anisa Nuraisa Djausal; Tri Umiana Sholeha; Lydia Theresia; Zahara Nurfatihah Z
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13 No 1 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13.1 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v13i1.1165

Abstract

Pendahuluan: Inflammatory Bowel Disease (IBD) merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran cerna yang berhubungan dengan disbiosis mikrobiota usus. Fecal Microbiota Transplantation (FMT) dikembangkan untuk memulihkan keseimbangan mikrobiota, tetapi efektivitasnya masih bervariasi akibat banyaknya variasi praterapi. Tinjauan sistematis ini bertujuan mengevaluasi efektivitas dan keamanan pemberian antibiotik sebelum FMT pada pasien IBD. Metode: Tinjauan sistematis ini disusun sesuai pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada PubMed/MEDLINE dan ScienceDirect hingga Mei 2026. Studi yang diinklusi meliputi uji acak terkendali dan studi kohort prospektif yang mengevaluasi penggunaan antibiotik sebelum FMT pada pasien IBD. Luaran utama adalah respons dan remisi klinis, sedangkan luaran sekunder meliputi remisi endoskopik, engraftment mikrobiota donor, biomarker inflamasi, dan keamanan terapi. Hasil: Antibiotik sebelum FMT berpotensi mendukung keberhasilan terapi dengan mengurangi disbiosis dan memfasilitasi kolonisasi mikrobiota donor. Sebagian besar studi melaporkan perbaikan respons dan remisi klinis, diversitas mikrobiota, engraftment donor, serta komposisi bakteri usus, meskipun besar manfaat bervariasi antarstudi. Beberapa studi juga melaporkan perubahan biomarker inflamasi dan metabolik. Simpulan: Pemberian antibiotik sebagai praterapi FMT berpotensi meningkatkan efektivitas terapi pasien IBD melalui peningkatan respons, remisi klinis, perbaikan komposisi mikrobiota usus, serta keberhasilan engraftment donor. Penelitian lebih lanjut dengan protokol yang terstandar diperlukan untuk menentukan jenis, dosis, dan durasi pemberian yang paling efektif.
Exosomes from Stem Cells as Emerging Therapeutics for Chronic Kidney Disease: A Systematic Review Ghea Farmaning Thias Putri; Dwi Widyawati; Zahara Nurfatihah Z
International Journal of Medicine and Public Health Vol 2, No 2 (2025): October
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/inomed.v2i2.35502

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan tantangan kesehatan global dengan pilihan terapi yang terbatas di luar pengobatan konvensional. Eksosom yang berasal dari sel punca mesenkimal (MSC) telah muncul sebagai kandidat yang menjanjikan karena sifat regeneratifnya dan kemampuannya untuk memodulasi inflamasi, fibrosis, dan apoptosis. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi terapeutik eksosom turunan MSC untuk PGK. Pencarian komprehensif dilakukan di PubMed, Scopus, dan ScienceDirect untuk studi yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025 menggunakan kata kunci spesifik. Dua puluh empat studi praklinis in vivo memenuhi kriteria inklusi. Temuan ini secara konsisten menunjukkan bahwa eksosom turunan MSC meningkatkan luaran ginjal dengan mengurangi fibrosis, inflamasi, stres oksidatif, dan apoptosis sekaligus meningkatkan fungsi ginjal dan regenerasi jaringan. Aksi mekanistik dikaitkan dengan modulasi jalur TGF-β/Smad, Wnt/β-catenin, dan p38MAPK/ERK yang dimediasi ROS, serta aktivitas mikroRNA spesifik seperti miR-21a-5p, miR-186-5p, dan miR-381-3p. Strategi prekondisi meningkatkan efikasi terapeutik, termasuk hipoksia, stimulasi melatonin, dan modifikasi genetik. Hasil ini menyoroti eksosom turunan MSC sebagai strategi terapeutik yang menjanjikan untuk PGK. Namun, translasi klinis memerlukan protokol isolasi standar, dosis optimal, dan uji klinis skala besar untuk memastikan keamanan dan efikasi jangka panjang.Kata Kunci : Penyakit Ginjal Kronis, Sel Punca Mesenkimal, Eksosom, Terapi Regeneratif