Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Edukasi Tentang Pre Eklamsia Berat Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Di Rsia Bunda Jakarta Haryani; Elfira Sri Futriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2266

Abstract

Angka kematian ibu selama dan setelah kehamilan dan persalinan di dunia tahun 2020 sekitar 287.000. Hampir 95% dari seluruh kematian ibu terjadi di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah ke bawah. Jumlah kematian ibu di Afrika Sub-Sahara sekitar 70%, dan Asia Selatan sekitar 16 %, sedangkan di Indonesia sebanyak 7.389. Penyebab tertinggi kematian ibu adalah hipertensi (pre eklamsia) sebanyak 1.077 ibu. Dampak preeklampsia yaitu kelahiran prematur, oliguria, kematian, pertumbuhan janin terhambat, oligohidramnion, Upaya untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang preeklampsia dapat diwujudkan salah satunya dengan memberikan edukasi atau pendidikan kesehatan. Mengetahui efektivitas edukasi tentang pre eklamsia berat terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil trimester I. Quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester I yang melakukan ANC di RSIA Bunda Jakarta pada bulan Desember 2023 sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Sebelum diberikan edukasi tentang pre eklamsia berat mayoritas responden berpengetahuan cukup (47,5%) dan sesudahnya berpengetahuan baik (72,5%). Edukasi tentang pre eklamsia berat efektif dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester I (p value 0,000). Edukasi tentang pre eklamsia berat efektif dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester I. Diharapkan tenaga kesehatan lebih giat lagi dalam memberikan edukasi kepada ibu hamil supaya pengetahuan ibu hamil bertambah baik.
Pengaruh waiting time pre anestesi terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi Kaharudin, Endang; Futriani, Elfira Sri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.721

Abstract

Background: Long waiting times before anesthesia often exacerbate patient anxiety, as they have more time to think about the risks and potential complications. The impact of prolonged waiting time increases the risk of dehydration due to fasting, changes in patient condition, increased anxiety, and patient discomfort. Purpose: To determine the effect of pre-anesthesia waiting time on the anxiety level of pre-operative patients. Method: Quantitative research, using the cross sectional method, was carried out at Karawang Regional General Hospital in November 2024 - January 2025. The sampling technique used purposive sampling with the number of samples used as many as 87 respondents. The independent variable in this study was preoperative waiting time, while the dependent variable was anxiety level. Data analysis used univariate in the form of frequency distribution and bivariate using Spearman Rank. Results: The correlation between waiting time and anxiety level was significant (p=0.000, r=0.854). The value of r contains a positive relationship that is if the long waiting time for surgery will cause anxiety. Conclusion: Anesthesia, long waiting time, and lack of medical information increase the anxiety of pre-operative patients and their families. Adequate education is needed to reduce anxiety and improve family readiness.   Keywords: Anxiety; Pre-Anesthesia; Waiting Time.   Pendahuluan: Waktu tunggu yang lama sebelum tindakan anestesi seringkali memperburuk kecemasan pasien, karena mereka memiliki lebih banyak waktu untuk memikirkan risiko dan kemungkinan komplikasi. Dampak waiting time yang panjang meningkatkan risiko dehidrasi karena puasa, perubahan kondisi pasien, peningkatan kecemasan, dan ketidaknyamanan pasien. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh waiting time pre anestesi terhadap tingkat kecemasan pasien pre-operasi. Metode: Penelitian kuantitatif, menggunakan metode cross sectional, dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang pada bulan November 2024 - Januari 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 87 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah waiting time pre operasi, sedangkan variabel dependen adalah tingkat kecemasan. Analisis data yang digunakan univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan Spearman Rank. Hasil: Menunjukkan korelasi lama waktu tunggu dan tingkat kecemasan memiliki hubungan yang signifikan (p=0.000, r=0.854). Nilai r mengandung hubungan yang positif, yaitu jika lamanya waktu tunggu operasi dapat menimbulkan kecemasan. Simpulan: Anestesi, waktu tunggu lama, dan kurangnya informasi medis meningkatkan kecemasan pasien pre-operasi dan keluarganya. Edukasi yang memadai diperlukan untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesiapan keluarga.   Kata Kunci: Kecemasan; Pre-Anestesi; Waiting Time.
The Relationship Between Psychological Impact And Resilience And Social Support In School-Age Children After The Flood In The Taman Kintamani-Bekasi Futriani, Elfira Sri; Mustikasari, Mustikasari; Roswendi, Achmad Setya
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49546

Abstract

Flood disasters have substantial psychosocial impacts on school-aged children, including depression, anxiety, and post-traumatic stress disorder (PTSD). Resilience and social support are critical protective factors that facilitate psychological recovery in this vulnerable group. This study aimed to examine the relationship between psychological impacts (depression, anxiety, PTSD), resilience, and social support among children affected by flooding.: A quantitative analytical study with a cross-sectional design was conducted on 60 children aged 6–12 years in Taman Kintamani Housing, Bekasi, using a total sampling technique. Data were collected using validated instruments: the Center for Epidemiological Studies Depression Scale for Children (CES-DC), the Chinese version of the State Anxiety Scale for Children (CSAS-C), and the PTSD Checklist. Analyses included univariate, bivariate (Chi-square), and multivariate (multiple logistic regression) tests.Most respondents were aged 10–12 years (73.3%) and male (53.3%). Significant associations were found between depression, anxiety, and PTSD with resilience (p = 0.018; p = 0.030; p = 0.013) and social support (p = 0.023; p = 0.036; p = 0.022). Children without depression were 4.48 times more likely to demonstrate high resilience (p = 0.032). Those with mild anxiety were nearly six times more likely to show high resilience compared to those with moderate/severe anxiety (p = 0.014). Similarly, children with mild PTSD were 5.25 times more likely to report high resilience (p = 0.015). Although not statistically significant, children aged 10–12 years tended to have higher resilience (OR = 3.07, p = 0.061), suggesting clinical relevance. Higher levels of depression, anxiety, and PTSD were associated with lower resilience and reduced social support among school-aged children after flooding. These findings highlight the importance of community-based psychosocial interventions aimed at strengthening coping strategies, enhancing social support, and empowering families to promote resilience and accelerate recovery in disaster-affected children.
Gambaran Pola Asuh Orang Tua yang Bekerja dan Tidak Bekerja Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia 5–6 Tahun di Tk Nurul Iman Kota Bekasi Futriani, Elfira Sri; Prajati, Septiana Dwi Nur
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50148

Abstract

Perkembangan kognitif anak usia dini sangat dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Status orang tua yang bekerja maupun tidak bekerja dapat memengaruhi kualitas pengasuhan, yang pada akhirnya berdampak pada perkembangan anak. Tujuan: Mengetahui gambaran pola asuh orang tua yang bekerja dan tidak bekerja terhadap perkembangan kognitif anak usia 5–6 tahun di TK Nurul Iman Kota Bekasi. Metode Penelitian ini penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif cross sectional. Sampel sebanyak 20 responden menggunakan purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner pola asuh dan lembar observasi perkembangan kognitif. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (uji chi-square). Mayoritas orang tua yang bekerja menerapkan pola asuh demokratis (50%), sedangkan orang tua yang tidak bekerja cenderung permisif (20%). Sebagian besar anak memiliki perkembangan kognitif kategori mampu (70%). Uji chi-square menunjukkan hubungan bermakna antara pola asuh dan status pekerjaan dengan perkembangan kognitif anak (p = 0,032).Kesimpulan: Pola asuh orang tua yang bekerja maupun tidak bekerja berpengaruh terhadap perkembangan kognitif anak. Disarankan orang tua lebih memperhatikan pola asuh yang diterapkan agar perkembangan anak optimal.
Hubungan Peran Orang Tua dengan Tingkat Kejadian Pernikahan Diusia Dini pada Remaja Perempuan di Kampung Assalam Kabupaten Bekasi Akmelia, Wulandari; Futriani, Elfira Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19700

Abstract

ABSTRAK Pernikahan Dini merupakan ikatan antar pasangan yang masih dalam usia muda pubertas. Sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 7 Ayat 1 disebutkan bahwa usia diperbolehkan menikah adalah 19 tahun bagi laki-laki dan 16 tahun bagi perempuan. Proporsi peran orang tua yang kurang mendukung sebesar 52,1% lebih banyak dibandingkan peran orang tua. orang tua yang mendukung (47,9%). Proporsi persepsi orang tua mengenai pernikahan dini kurang baik sebesar 64,2%, dibandingkan orang tua yang mempunyai persepsi baik sebesar 35,8%. Besarnya peran orang tua menjadi salah satu faktor penentu keputusan remaja untuk menikah di usia dinin. Untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan kejadian pernikahan dini pada remaja putri di desa kertajaya bekasi. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik chi square dengan menggunakan perhitungan statistik yang sesuai. Teknik datanya meliputi analisis univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan menggunakan perhitungan statistik dari program SPSS. Berdasarkan hasil uji statistik chi square pada penelitian ini pada seluruh wilayah penelitian diperoleh nilai p-value <0,05. H0 ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan antara peran orang tua dengan kejadian pernikahan usia dini pada remaja putri. Berdasarkan hasil uji statistik chi square pada penelitian ini pada seluruh wilayah penelitian diperoleh nilai p-value <0,05. H0 ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan antara peran orang tua dengan kejadian pernikahan usia dini pada remaja putri. Kata Kunci: Manarche, Menstruation, Pengetahuan, Dukungan Keluarga  ABSTRACT Early marriage is a union between couples who are still in puberty. Article 7, Paragraph 1 of Law Number 1 of 1974 states that the permissible age for marriage is 19 years for boys and 16 years for girls. The proportion of parents who are less supportive (52.1%) is higher than the proportion of parents who are supportive (47.9%). The proportion of parents with unfavorable perceptions of early marriage is 64.2%, compared to parents with favorable perceptions (35.8%). The extent of parental influence is a determining factor in adolescents' decisions to marry at an early age. To determine the relationship between parental influence and the incidence of early marriage among adolescent girls in Kertajaya Village, Bekasi. The statistical test used in this study was the chi-square test using appropriate statistical calculations. Data analysis techniques included univariate analysis using frequency distributions and bivariate analysis using statistical calculations from the SPSS program. Based on the results of the chi-square statistical test in this study, the p-value <0.05 was obtained for all study areas. H0 was rejected and Ha was accepted, indicating a relationship between parental role and the incidence of early marriage among adolescent girls. Based on the results of the chi-square statistical test in this study, the p-value <0.05 for all study areas. H0 was rejected and Ha was accepted, indicating a relationship between parental role and the incidence of early marriage among adolescent girls. Keywords: Menarche, Menstruation, Knowledge, Family Support
Hubungan Kelahiran Bayi Asfiksia terhadap Usia Kehamilan dan Pre Eklamsia di RSUD Wamena Futriani, Elfira Sri; Lestari, Luh Dewi Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19691

Abstract

ABSTRACT Neonatal asphyxia, or the failure of a newborn to breathe spontaneously and regularly immediately after birth, is one of the leading causes of neonatal death worldwide. According to the World Health Organization (WHO), birth asphyxia causes around 900,000 deaths each year and is one of the leading causes of early neonatal death. According to WHO, the infant mortality rate in the world in 2020 reached 54 per 1000 live births in the world, while the maternal mortality rate in the world in 2020 reached 152 deaths per 100,000 live births, an increase from 2019, which was 151 deaths per 100,000 live births (Organization, 2023). This study uses a quantitative design with an observational analytical approach through a cross-sectional study that has been conducted at the Wamena Regional Hospital. The population of all babies born alive, the number of samples used in this study was 50 samples. Data collection was collected from medical records at Wamena Regional Hospital based on medical documents during 2022. Data analysis was done univariately (frequency distribution) and bivariately (chi square). The Asymp. Sig. (2-sided) value in the Pearson Chi-Squere test is 0.013 <0.05, so it can be concluded that there is a relationship between mothers who experience preeclampsia and the incidence of neonatal asphyxia. The Asymp. Sig. (2-sided) value in the Pearson Chi-Squere test is 0.020. Because the Asymp. Sig. (2-sided) value is 0.020 <0.05, it can be concluded that there is a relationship between the incidence of neonatal asphyxia and gestational age. From the results of this study, it can be concluded that both gestational age and preeclampsia have a significant relationship with the incidence of asphyxia.  Keywords: Neonatal Asphyxia, Preeclampsia, Gestational Age  ABSTRAK Asfiksia neonatorum, atau kegagalan bayi baru lahir untuk bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir, merupakan salah satu penyebab utama kematian neonatal di seluruh dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), asfiksia saat lahir menyebabkan sekitar 900.000 kematian setiap tahun dan menjadi salah satu penyebab utama kematian neonatal dini. Menurut WHO, angka kematian bayi di dunia tahun 2020 mencapai 54  per 1000 kelahiran bayi di dunia, sedangkan angka kematian ibu di dunia tahun 2020 mencapai 152 kematian per 100.000 kelahiran bayi yang meningkat dari tahun 2019 yaitu 151 kematian per 100.000 kelahiran (Organization, 2023). Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional melalui studi cross-sectional telah dilakukan di di RSUD Wamena. Populasi seluruh bayi yang lahir dalam kondisi hidup jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50 sampel. pengambilan data dikumpulkan dari rekam medis di RSUD Wamena berdasarkan dokumen medis selama tahun 2022. Analisis data secara univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (chi square). Nilai Asymp. Sig. (2-sided) pada uji pearson Chi-Squere adalah sebesar 0,013<0,05, maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara ibu yang mengalami preeklampsia dengan kejadian asfiksia neonatorum. Nilai Asymp. Sig. (2-sided) pada uji pearson Chi-Squere adalah sebesar 0,020. Karena nilai Asymp. Sig. (2-sided) 0,020 < 0,05, maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara kejadian asfiksia neonatorum dengan umur kehamilan. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa baik usia kehamilan maupun preeklamsia memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian asfiksia. Kata Kunci: Asfiksia Neonatorum, Preeklamsia, Usia Kehamilan
Efektivitas Pemberian Edukasi tentang HIV/AIDS melalui Video dan Leaflet Terhadap Remaja di Kecamatan Muaragembong Futriani, Elfira Sri; ardiansah, Dendi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19701

Abstract

ABSTRACT HIV/AIDS remains a major public health issue worldwide, especially in Indonesia. The Indonesian Ministry of Health reported more than 500,000 cases of HIV/AIDS in 2023, with the majority of those affected being young people. One of the main factors contributing to the spread of HIV/AIDS is the lack of awareness, particularly among adolescents. Therefore, education on HIV/AIDS prevention is crucial for improving their understanding and awareness. This study compares the educational methods using videos and leaflets to determine which medium is more effective in increasing adolescents' understanding of HIV/AIDS. The study aims to assess the effectiveness of HIV/AIDS education through videos and leaflets in improving adolescents' knowledge in Muaragembong District. The method used is a quantitative study with a pre-test post-test control group design, where two randomly selected adolescent groups were given a pre-test and post-test after receiving education. The results showed that the group receiving education through videos had a significant improvement in knowledge (p<0.05), while the group receiving leaflets did not show a significant change (p>0.05). Therefore, it can be concluded that education through videos is more effective than leaflets in improving adolescents' understanding of HIV/AIDS. Keywords: HIV/AIDS, Health Education, Video, Leaflet, Adolescents  ABSTRAK HIV/AIDS tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di seluruh dunia, terutama di Indonesia. Kementerian Kesehatan Indonesia melaporkan lebih dari 500.000 kasus HIV/AIDS pada tahun 2023, dengan mayoritas penderitanya adalah kelompok usia muda. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap penyebaran HIV/AIDS adalah kurangnya kesadaran, terutama di kalangan remaja. Oleh karena itu, edukasi tentang pencegahan HIV/AIDS sangat penting dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran mereka. Penelitian ini membandingkan metode edukasi menggunakan video dan leaflet untuk menentukan media yang paling efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi tentang HIV/AIDS melalui video dan leaflet terhadap pemahaman remaja di Kecamatan Muaragembong. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre-test post-test control group, dimana dua kelompok remaja yang dipilih secara random diberikan pre-test dan post-test setelah menerima edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang menerima edukasi melalui video mengalami peningkatan pengetahuan yang signifikan (p<0.05), sementara kelompok yang menggunakan leaflet tidak menunjukkan perubahan yang signifikan (p>0.05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa edukasi melalui video lebih efektif dibandingkan dengan leaflet dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang HIV/AIDS. Kata Kunci: HIV/AIDS, Edukasi Kesehatan, Video, Leaflet, Remaja
Hubungan Usia dan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di Rawat Inap RS Kanker Dharmais Futriani, Elfira Sri; Irsadi, Dapid
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19735

Abstract

ABSTRACT Cancer is a large group of diseases that can begin in almost any organ or tissue of the body when abnormal cells grow uncontrollably, beyond their normal limits to invade adjacent parts of the body and/or spread to other organs. Cancer is the second cause of death globally, causing approximately 9.6 million deaths, or 1 in 6 deaths, in 2018. According to the World Health Organization (2024) Breast cancer is the number one cancer in women. In 2022, there will be 2,296,840 new cases of breast cancer in women occurring throughout the world (World Cancer Research Fund).To determine the relationship between age and family support with quality of life in breast cancer patients undergoing chemotherapy inpatients at Dharmais Cancer Hospital.This research uses quantitative methods with a cross sectional approach. The research sample consisted of 165 breast cancer patients undergoing chemotherapy at Dharmais Cancer Hospital. The Asymp value. Sig. (2-sided) in the Pearson Chi-Square test was 0.013. Because the Asymp value. Sig. (2-sided) 0.000 <0.05, it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted, which means that there is a relationship between mothers who experience preeclampsia and the incidence of asphyxia neonatorum. The Asymp value. Sig. (2-sided) in the Pearson Chi-Square test was 0.020. Because the Asymp value. Sig. (2-sided) 0.020 <0.05, it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted, which means that there is a relationship between the incidence of asphyxia neonatorum and gestational age.The results showed that there was a significant relationship between age and quality of life (p-value = 0.000). Other results also show a very significant relationship between family support and quality of life (p-value = 0.000). Individuals with good family support tend to have a higher quality of life, with 86.1% in the good category, and no one has a poor quality of life. It is hoped that hospitals and medical personnel will provide further education to patients and families regarding the importance of family support for breast cancer patients undergoing chemotherapy in improving the patient's quality of life. Keywords: Breast Cancer, Family Support and Quality of Life  ABSTRAK Kanker merupakan kelompok besar penyakit yang dapat bermula di hampir semua organ atau jaringan tubuh ketika sel-sel abnormal tumbuh tak terkendali, melampaui batas normalnya untuk menyerang bagian tubuh yang berdekatan dan/atau menyebar ke organ lain. Kanker merupakan penyebab kematian kedua secara global, yang menyebabkan sekitar 9,6 juta kematian, atau 1 dari 6 kematian, pada tahun 2018. Menurut World Health Organization (2024) Kanker payudara merupakan kanker nomor satu pada wanita. Pada tahun 2022, terdapat 2.296.840 kasus baru kanker payudara pada wanita yang terjadi di seluruh dunia (World Cancer Research Fund). Untuk Mengetahui hubungan usia dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di rawat inap RS Kanker Dharmais. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RS kanker Dharmais sebanyak 165 sampel. Hasil uji Chi-Square mendukung temuan ini, dengan nilai Pearson Chi-Square sebesar 23.126 dan p-value sebesar 0.000. Karena p-value lebih kecil dari 0.05, maka peneliti menolak hipotesis nol (H₀) dan menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara usia dan kualitas hidup. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa nilai Pearson Chi-Square sebesar 150.856 dengan derajat kebebasan (df) = 4, dan memiliki p-value sebesar 0.000. Karena p-value jauh lebih kecil dari 0.05, maka peneliti menolak hipotesis nol (H₀) dan menyimpulkan bahwa dukungan keluarga memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan kualitas hidup.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia dan kualitas hidup (p-value = 0.000). Hasil lain juga menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup (p-value = 0.000). Individu dengan dukungan keluarga baik cenderung memiliki kualitas hidup lebih tinggi, dengan 86.1% di kategori baik, dan tidak ada yang memiliki kualitas hidup buruk. Diharapkan Rumah sakit dan tenaga medis memberikan edukasi lebih lanjut kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya dukungan keluarga terhadap pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Kata Kunci: Kanker Payudara, Dukungan Keluarga dan Kualitas Hidup
Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Menstruasi dengan Kesiapan Menghadapi Menstruasi Pertama pada Siswi Kelas VI SDN Jakamulya V Bekasi Selatan Fiah, Zahwa Alip; Futriani, Elfira Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i8.10721

Abstract

ABSTRACT Adolescence is also known as puberty for early adolescents, namely the transition period from childhood to early adulthood where the first menstruation will occur. The average age for first menstruation in Indonesia is between 12-14 years. There are also some people who menstruate at the age of 9 but the population is still small. To find out the relationship between the level of knowledge about menstruation and readiness for the first menstruation in class VI students at SDN Jakamulya V South Bekasi in 2023. The method in this study used an analytic survey design with a cross sectional approach. From the results of the study of 40 respondents, the results obtained were less knowledge (50%), and readiness for the first menstruation, most of the respondents were in the unprepared category (85%). Then the P-Value = 0.018 < a = 0.05 then Ho is rejected and Ha is accepted. There is a significant relationship related to the level of knowledge and readiness for first menstruation in class VI students at SDN Jakamulya V South Bekasi. Keywords: Knowledge, Readiness for First Menstruation  ABSTRAK Masa remaja juga dikenal sebagai masa pubertas bagi remaja awal, yaitu masa transisi dari kanak-kanak menjadi dewasa awal dimana akan terjadi menstruasi pertama.  Usia menstruasi pertama di Indonesia rata-rata antara 12-14 tahun ada juga beberapa orang yang menstruasi pada usia 9 tahun tetapi masih sedikit populasinya. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang menstruasi dengan kesiapan menghadapi menstruasi pertama pada siswi kelas VI di SDN Jakamulya V Bekasi Selatan Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain survey analitik, cross sectional. Hasil penelitian dari 40 responden, didapatkan hasil pengetahuan kurang (50%), dan kesiapan menghadapi menstruasi pertama sebagian besar responden dengan kategori tidak siap (85%). Maka didapatkan nilai P-Value = 0,018 < a = 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Ada hubungan yang signifikan terkait tingkat pengetahuan dengan kesiapan menghadapi menstruasi pertama pada siswi kelas VI di SDN Jakamulya V Bekasi Selatan. Kata kunci: Pengetahuan, Kesiapan Menstruasi Pertama
Hubungan Tingkat Stres dengan Kadar Gula Darah dan Penyembuhan Luka Gangren pada Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Umum Petukangankota Jakarta Selatan Futriani, Elfira Sri; Chinthia, Chinthia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19687

Abstract

ABSTRACT Diabetes is a major global health issue with a significant increase in prevalence from 4.7% in 1980 to 8.5% in 2014. It was the ninth leading cause of death worldwide in 2019. To analyze the relationship between stress levels and both blood sugar levels and gangrene wound healing in patients with Diabetes Mellitus at Petukangan General Hospital in South Jakarta. This analytic study utilized a cross-sectional approach with a sample of 49 diabetes patients selected through purposive sampling at Petukangan General Hospital. There is a significant relationship between stress levels and increased blood sugar levels (p-value = 0.004) and slower gangrene wound healing (p-value = 0.006). Stress negatively affects blood sugar control and wound healing in diabetic patients. Effective stress management is crucial for improving clinical outcomes. Integration of stress management programs in diabetes care is recommended, along with further research to identify the best interventions. Keywords: Stress, Blood Sugar Levels, Gangrene Wound Healing, Diabetes Mellitus, Stress Management. ABSTRAK Diabetes adalah isu kesehatan global utama dengan prevalensi yang meningkat secara signifikan dari 4,7% pada tahun 1980 menjadi 8,5% pada tahun 2014. Penyakit ini merupakan penyebab kematian nomor sembilan di dunia pada tahun 2019. Menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan kadar gula darah dan penyembuhan luka gangren pada pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Umum Petukangan, Jakarta Selatan. Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan sampel 49 pasien diabetes yang dipilih melalui purposive sampling di Rumah Sakit Umum Petukangan. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dengan peningkatan kadar gula darah (p-value = 0,004) dan lambatnya penyembuhan luka gangren (p-value = 0,006). Stres memiliki pengaruh negatif terhadap kontrol gula darah dan penyembuhan luka pada pasien diabetes. Manajemen stres efektif penting untuk memperbaiki outcomeklinis. Disarankan pengintegrasian program manajemen stres dalam perawatan diabetes serta penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi intervensi terbaik.. Kata Kunci: Stres, Kadar Gula Darah, Penyembuhan Luka Gangren, Diabetes Melitus, Manajemen Stres.
Co-Authors Achmad Fauzi Ajeng Aprilia Putri Akmelia, Wulandari Al-Ghonny Dian Utari Amini, Risa Warisatul Zahro Anastasya, Sri Ratu Aninda Dinar Widiantari Aninda Dinar Widiantari Aninda Dinar Widiantari ardiansah, Dendi Asep Barkah Astuti, Ersi Bayu Laksmana Jati Bela, Ika Bunga Romadhona Haque Chinthia, Chinthia Chusnul Cusmarih, Cusmarih Een Nuraenah Ermasari Ermasari Ernawati Eti Nopyanti Fadhillah, Anisa Candra Rini Faradila, Syara Farida Murtiani Farida Murtiani Farlikhatun, Lili Fatmawati, Kiki Febriani, Meneng Alinda Fenty Ika Wardani Fiah, Zahwa Alip Gita Permata Sari, Gita Permata Harahap, Lenni Ana Haryani Helmalia Julianto Putri Hernanda, Assyiffa Herni Nurhayati Ibad Badriyah Iin Nuraeni Indah Yuliani Inne Bunga Heliana Irsadi, Dapid Isnaeni Isnaeni Ita Herawati Jailani, Hafiz Kaharudin, Endang Lestari, Luh Dewi Sri Luthfi Assy Mahmujianah Mahmujianah Mahyar Suara Mailinda Makassar, Netri Mariyani Mariyani Mayunita, Abela Mudalifah, Mudalifah Mulyani, Esti Mustikasari Mustikasari Muzdalivah, Silvia Nikita Tiara Khalila Adhitama Nisa, Shella Sulistiatun Nofa Anggraini Nopiyanah, Nopiyanah Nova Ciendy Putri Lestari Novia Rizki Amaliyah Novita Novita Nur Arifin, Tika Nurilah, Endah Oki, Maria Adelgonda Prajati, Septiana Dwi Nur Puspita, Infi Dian Raihana, Ananda Alvi Ratu Damayanti, Almara Rizanggini Rohanah Roswendi, Achmad Setya Sahrudi Salsa Khoirunnisa Sirait, Irawati Siti Sarah, Siti Sri Baeti Janati Sri Muningsih Sriwahyunita, Neneng Sukawati, Helis Suliati Suliati Sumiyati Susanti1, Tri Toyibah Tridiyawati, Feva Wijayanti, Tutik Prima Yulia Agustina Yuniarsih, Yuniarsih Yuningsih, Kasti