Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan Ibu Post Sectio Caesarea dan Dukungan Suami dengan Pelaksanaan Mobilisasi Dini Elfira Sri Futriani; Sri Baeti Janati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 02 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v8i02.257

Abstract

Mobilisasi dini adalah sesegra mungkin membimbing ibu keluar dari tempat tidurnya dan membimbing ibu sesegra mungkin bisa berjalan secara bertahap. Agar proses mobilisasi ini dapat berjalan dengan baik sangat terkait dengan pengetahuan ibu post partum dengan secsio cesaria dan dukungan suami.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu post sectio caesarea dan dukungan suami dengan pelaksanaan mobilisasi dini di RS Anna Medika Bekasi tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post sectio caesarea di RS Anna Medika Bekasi yang dirawat pada tanggal 26 Januari s/d 20 Februari 2018 sebanyak 50 orang. Berdasarkan hasil penelitian analisis univariat terbanyak pada responden yang melakukan mobilisasi dini (80%), pengetahuan baik (56%) dan mendapat dukungan dari suami (62%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan pengetahuan (Pv=0,001) dan dukungan suami (Pv=0,007) dengan pelaksanaan mobilisasi dini. Diharapkan kepada suami agar memberikan dukungan kepada pasien pasca operasi SC.
Efektifitas Pemberian ASI terhadap Penurunan Kadar Bilirubin pada Bayi Baru Lahir di Ruang Perinatologi Rumah Sakit Khusus Bedah Columbia Asia Pulomas Mulyani, Esti; Futriani, Elfira Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i3.19341

Abstract

ABSTRACT Globally, in 2022, 2.3 million children will die in the first 20 days of life. Sub-Saharan Africa has the highest neonatal mortality rate at 27/1000 live births, Central and South Asia with 21/1000 live births. The highest neonatal mortality rate in Southeast Asia is in Myanmar at 22.3/1,000 KH, the second is Laos 21.7/1000 KH, while Indonesia is in 5th place at 11.7/1000 KH. One of the causes of infant death is hyperbilirubinemia, which is caused by several factors including gestation period, birth weight, blood type, breast milk intake, prematurity and congenital diseases or disorders. Objective to determine the effectiveness of breastfeeding in reducing bilirubin levels in newborn babiesQuasy experiments use a one group pretest-posttest design, which does not have a control group. The sampling technique uses total sampling. The frequency distribution of bilirubin levels before being given breast milk was mostly grade III bilirubin levels (40.0%) and after being given breast milk every 2 hours the bilirubin levels dropped to grade II (50.0%). There is an effectiveness of breastfeeding in reducing bilirubin levels in newborn babies, because there is a difference in the average value before and after being given breast milk.  Keywords: Breast Milk, Bilirubin, Newborns  ABSTRAK Secara global pada tahun 2022 terdapat 2,3 juta anak meninggal dalam 20 hari pertama kehidupannya. Afrika Sub-Sahara memiliki angka kematian neonatal tertinggi sebesar 27/1000 kelahiran hidup, Asia Tengah dan Selatan dengan 21/1000 kelahiran hidup. Angka kematian neonatal di Asia Tenggara tertinggi berada di negara Myanmar sebesar 22,3/1.000 KH, yang kedua Laos 21,7/1000 KH, sedangkan Indonesia berada di urutan ke-5 sebesar 11,7/1000 KH. Salah satu penyebab kematian bayi adalah hiperbilirubinemia, yang dikarenakan oleh beberapa faktor diantaranya masa gestasi, berat badan lahir, golongan darah, asupan ASI, prematuritas dan penyakit atau gangguan bawaan. Tujuan penelitian mengetahui efektivitas pemberian ASI terhadap penurunan kadar bilirubin pada bayi baru lahir. Quasy eksperimen menggunakan rancangan one grup pretest-postest design, yang tidak memiliki control grup. Teknik pengambilan sampel menggunakan total Sampling. Distribusi frekuensi kadar bilirubin sebelum diberikan ASI sebagian besar kadar bilirubin derajat III (40,0%) dan sesudah diberikan ASI dalam 2 jam sekali kadar bilirubin turun menjadi derajat II (50,0%). Ada efektivitas pemberian ASI terhadap penurunan kadar bilirubin pada bayi baru lahir, karena ada perbedaan nilai rata-rata sebelum dan sesudah diberikan ASI. Kata Kunci: ASI, Bilirubin, BBL
Efektifitas Perawatan Metode Kanguru terhadap Peningkatan Suhu Tubuh Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Ruang Nicu Rsia Bunda Jakarta Faradila, Syara; Futriani, Elfira Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i3.16828

Abstract

ABSTRACT The abbreviation LBW is often used to describe low birth weight babies, namely babies who can weigh less than 2500 grams regardless of age. This disease is less likely to affect babies with low birth weight, which means they are at higher risk of death or infection if not treated . To maintain the baby's stability, care is often carried out in his room while maintaining his weak physical condition at that time (LBW). Adapt to the new environment after birth, supporting the environment to keep the baby warm. The use of kangaroo therapy in hospitals for low birth weight babies is considered an alternative treatment. FMD is a non-invasive condition that is beneficial for both mother and baby. Many studies have shown that the kangaroo method can handle LBW better than incubators, and this has been proven through various studies. The aim of this research was to determine the effectiveness of the kangaroo method of care for increasing the body temperature of low birth weight babies in the NICU room at RSIA BUNDA. This research is experimental research using a pre-test design and one-group pre-test and post-test design. This research was conducted on groups who received specific treatment/interventions that were seen before and after the intervention carried out at RSIA Bunda Jakarta. From the results of this study, it shows that the kangaroo method of treatment is effective for the body temperature of low birth weight babies at RSIA Bunda Jakarta 2024, it is known that the significance value (Sig.) is <0.000, where if the p value is <α (α = 0.05). The effectiveness of treatment using the kangaroo method in increasing body temperature in LBW babies in the NICU room at RSIA Jakarta in 2024. It is hoped that with the results of this research, kangaroo method treatment can reduce the baby's body temperature and return it to a normal state, which makes mothers believe that they can helps regulate baby's body heat. Keywords: LBW, Body Temperature, Kangaroo Method.  ABSTRAK Singkatan BBLR sering digunakan untuk menggambarkan bayi berat lahir rendah, yaitu bayi yang beratnya dapat kurang dari 2500 gram tanpa memandang usianya.Penyakit ini lebih kecil kemungkinannya menyerang bayi dengan berat badan lahir rendah, yang berarti mereka berisiko lebih tinggi mengalami kematian atau infeksi jika tidak diobati. Untuk menjaga stabilitas bayi, perawatan sering kali dilakukan di kamarnya sambil menjaga kondisi fisiknya yang lemah pada saat itu (BBLR). Beradaptasi dengan lingkungan baru setelah lahir, mendukung lingkungan agar bayi tetap hangat. Penggunaan terapi kangguru di rumah sakit untuk bayi dengan berat badan lahir rendah dianggap sebagai pengobatan alternatif. PMK merupakan kondisi non-invasif yang bermanfaat bagi ibu dan bayi. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa metode kangguru dapat menangani BBLR lebih baik daripada inkubator, dan ini telah dibuktikan melalui berbagai penelitian. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas perawatan metode kanguru Terhadap Peningkatan Suhu Tubuh bayi berat lahir rendah di ruang NICU RSIA BUNDA. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain pre-test dan one-group pre-test dan post-test design. Penelitian ini dilakukan pada kelompok yang menerima perlakuan/intervensi spesifik yang dilihat sebelum dan sesudah intervensi yang dilakukan di RSIA Bunda Jakarta. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perawatan metode kanguru efektif terhadap suhu tubuh bayi berat lahir rendah di Di RSIA Bunda Jakarta  2024 diketahui nilai signifikansi (Sig.) < 0.000 dimana Bila nilai p<α (α = 0,05). Adanya efektifitas perawatan dengan metode kangguru terhadap peningkatan suhu tubuh pada bayi BBLR di ruang NICU RSIA Jakarta pada tahun 2024. Diharapkan dengan adanya hasil penelitian ini perawatan metode kangguru dapat menurunkan suhu tubuh bayi dan mengembalikannya ke keadaan normal, yang membuat para ibu percaya bahwa mereka dapat membantu mengatur panas tubuh bayi. Kata Kunci: BBLR, Suhu Tubuh, Metode Kangguru.
EFFECTIVENESS OF PRENATAL YOGA AND PREGNANCY EXERCISE TO REDUCE BACK PAIN IN 3rd TRIMESTER PREGNANT WOMEN AT PMB YANA PERMATA SARI Yuniarsih, Yuniarsih; Futriani, Elfira Sri
HEARTY Vol 13 No 2 (2025): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i2.16083

Abstract

Background The problem of back pain that occurs in pregnant women in the third trimester with an incidence varying from 50% in England and Australia to 70%, while in Indonesia it reaches 60-80% of 180 pregnant women who experience pain in the spine (Wulandari, 2020). This pain causes discomfort in pregnant women so there are various efforts that can be made to reduce this pain, one of which is holistic action, namely prenatal yoga and pregnancy exercise. Research purposes In general, this research aims to determine the effectiveness of prenatal yoga and pregnancy exercises to reduce back pain in pregnant women in the third trimester at PMB Yana Permata Sari. Research methods This research uses experimental research with pretest and posttest with control group type which has the characteristics of research that reveals cause and effect relationships by conducting trials on groups of research objects by making comparisons with the control group (Sujarweni, 2014). The research sample was 46 respondents with data collection techniques, namely interviews and questionnaires and data analysis techniques using bivariate and univariate tests.Research result Based on a comparison of the average value of the back pain scale from the 46 respondents, the results obtained by doing prenatal yoga reduced the level of pain by 1.48 while pregnancy exercise was only 1.18 so it was concluded that prenatal yoga was more effective in reducing the level of back pain in pregnant women in the first trimester. 3 at PMB Yana Permata Sari. Conclusions and recommendations This research concluded that prenatal yoga was more effective in reducing the level of back pain in pregnant women in the third trimester at PMB Yana Permata Sari.
THE INFLUENCE OF HEALTH EDUCATION ON MASSAGE FOR BABIES AGED 3-6 MONTH ON MOTHERS' ATTITUDES AT POSYANDU DELIMA Harahap, Lenni Ana; Futriani, Elfira Sri
HEARTY Vol 13 No 2 (2025): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i2.16089

Abstract

Background: according to data from the World Health Organization (WHO), 200 million children aged under 5 years in the world do not fulfill their developmental potential. The incidence of stunting in Australia is 3.4%, Japan 5%, Saudi Arabia 12.4%, Malaysia 21.9%, and Indonesia 31%. Based on the results of interviews, it was found that there was still a high negative attitude of mothers towards massage for babies aged 3-6 months at Posyandu Delima, Jatiluhur Village, Jatiasih District, Bekasi City. The aim of this research is to determine the effect of Health Education regarding massage for babies aged 3-6 months on the attitudes of mothers at Posyandu Delima, Jatiluhur Village, Jatiasih District, Bekasi City. Specific objectives identifying maternal characteristics based on age, education, occupation, whether or not they received information and sources of information, attitudes before and after being given Health Education, analyzing the influence of Health Education on maternal attitudes. This research method uses a pre-experimental method with a one group pretest-posttest design. The sample for this research was 60 ressspondents using purposive sampling. Data collection techniques include editing, coding, processing, cleaning and tabulating. Data processing uses the help of the IBM SPSS Statistics 22.0 for Windows 10 program. The research results showed that of the 52 respondents before being given Health Education about massage for babies aged 3-6 months, almost all of them had a negative attitude, 41 respondents (78.8%), and after being given Health Education, the majority of respondents had a positive attitude, 34 respondents (65.4%). %). The results of the Mc Nemar Statistical Test obtained a significant number (r value=0.000) which was lower than the standard value (a=0.05) or r < a. The conclusion in writing this research is that there is an influence of Health Education regarding massage for babies aged 3-6 months on the attitude of mothers at Posyandu Delima, Jatiluhur Village, Jatiasih District, Bekasi City.
Pengaruh waiting time pre anestesi terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi Kaharudin, Endang; Futriani, Elfira Sri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.721

Abstract

Background: Long waiting times before anesthesia often exacerbate patient anxiety, as they have more time to think about the risks and potential complications. The impact of prolonged waiting time increases the risk of dehydration due to fasting, changes in patient condition, increased anxiety, and patient discomfort. Purpose: To determine the effect of pre-anesthesia waiting time on the anxiety level of pre-operative patients. Method: Quantitative research, using the cross sectional method, was carried out at Karawang Regional General Hospital in November 2024 - January 2025. The sampling technique used purposive sampling with the number of samples used as many as 87 respondents. The independent variable in this study was preoperative waiting time, while the dependent variable was anxiety level. Data analysis used univariate in the form of frequency distribution and bivariate using Spearman Rank. Results: The correlation between waiting time and anxiety level was significant (p=0.000, r=0.854). The value of r contains a positive relationship that is if the long waiting time for surgery will cause anxiety. Conclusion: Anesthesia, long waiting time, and lack of medical information increase the anxiety of pre-operative patients and their families. Adequate education is needed to reduce anxiety and improve family readiness.   Keywords: Anxiety; Pre-Anesthesia; Waiting Time.   Pendahuluan: Waktu tunggu yang lama sebelum tindakan anestesi seringkali memperburuk kecemasan pasien, karena mereka memiliki lebih banyak waktu untuk memikirkan risiko dan kemungkinan komplikasi. Dampak waiting time yang panjang meningkatkan risiko dehidrasi karena puasa, perubahan kondisi pasien, peningkatan kecemasan, dan ketidaknyamanan pasien. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh waiting time pre anestesi terhadap tingkat kecemasan pasien pre-operasi. Metode: Penelitian kuantitatif, menggunakan metode cross sectional, dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang pada bulan November 2024 - Januari 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 87 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah waiting time pre operasi, sedangkan variabel dependen adalah tingkat kecemasan. Analisis data yang digunakan univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan Spearman Rank. Hasil: Menunjukkan korelasi lama waktu tunggu dan tingkat kecemasan memiliki hubungan yang signifikan (p=0.000, r=0.854). Nilai r mengandung hubungan yang positif, yaitu jika lamanya waktu tunggu operasi dapat menimbulkan kecemasan. Simpulan: Anestesi, waktu tunggu lama, dan kurangnya informasi medis meningkatkan kecemasan pasien pre-operasi dan keluarganya. Edukasi yang memadai diperlukan untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesiapan keluarga.   Kata Kunci: Kecemasan; Pre-Anestesi; Waiting Time.
Hubungan Peran Orang Tua dengan Tingkat Kejadian Pernikahan Diusia Dini pada Remaja Perempuan di Kampung Assalam Kabupaten Bekasi Akmelia, Wulandari; Futriani, Elfira Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19700

Abstract

ABSTRAK Pernikahan Dini merupakan ikatan antar pasangan yang masih dalam usia muda pubertas. Sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 7 Ayat 1 disebutkan bahwa usia diperbolehkan menikah adalah 19 tahun bagi laki-laki dan 16 tahun bagi perempuan. Proporsi peran orang tua yang kurang mendukung sebesar 52,1% lebih banyak dibandingkan peran orang tua. orang tua yang mendukung (47,9%). Proporsi persepsi orang tua mengenai pernikahan dini kurang baik sebesar 64,2%, dibandingkan orang tua yang mempunyai persepsi baik sebesar 35,8%. Besarnya peran orang tua menjadi salah satu faktor penentu keputusan remaja untuk menikah di usia dinin. Untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan kejadian pernikahan dini pada remaja putri di desa kertajaya bekasi. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik chi square dengan menggunakan perhitungan statistik yang sesuai. Teknik datanya meliputi analisis univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan menggunakan perhitungan statistik dari program SPSS. Berdasarkan hasil uji statistik chi square pada penelitian ini pada seluruh wilayah penelitian diperoleh nilai p-value <0,05. H0 ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan antara peran orang tua dengan kejadian pernikahan usia dini pada remaja putri. Berdasarkan hasil uji statistik chi square pada penelitian ini pada seluruh wilayah penelitian diperoleh nilai p-value <0,05. H0 ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan antara peran orang tua dengan kejadian pernikahan usia dini pada remaja putri. Kata Kunci: Manarche, Menstruation, Pengetahuan, Dukungan Keluarga  ABSTRACT Early marriage is a union between couples who are still in puberty. Article 7, Paragraph 1 of Law Number 1 of 1974 states that the permissible age for marriage is 19 years for boys and 16 years for girls. The proportion of parents who are less supportive (52.1%) is higher than the proportion of parents who are supportive (47.9%). The proportion of parents with unfavorable perceptions of early marriage is 64.2%, compared to parents with favorable perceptions (35.8%). The extent of parental influence is a determining factor in adolescents' decisions to marry at an early age. To determine the relationship between parental influence and the incidence of early marriage among adolescent girls in Kertajaya Village, Bekasi. The statistical test used in this study was the chi-square test using appropriate statistical calculations. Data analysis techniques included univariate analysis using frequency distributions and bivariate analysis using statistical calculations from the SPSS program. Based on the results of the chi-square statistical test in this study, the p-value <0.05 was obtained for all study areas. H0 was rejected and Ha was accepted, indicating a relationship between parental role and the incidence of early marriage among adolescent girls. Based on the results of the chi-square statistical test in this study, the p-value <0.05 for all study areas. H0 was rejected and Ha was accepted, indicating a relationship between parental role and the incidence of early marriage among adolescent girls. Keywords: Menarche, Menstruation, Knowledge, Family Support
Hubungan Kelahiran Bayi Asfiksia terhadap Usia Kehamilan dan Pre Eklamsia di RSUD Wamena Futriani, Elfira Sri; Lestari, Luh Dewi Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19691

Abstract

ABSTRACT Neonatal asphyxia, or the failure of a newborn to breathe spontaneously and regularly immediately after birth, is one of the leading causes of neonatal death worldwide. According to the World Health Organization (WHO), birth asphyxia causes around 900,000 deaths each year and is one of the leading causes of early neonatal death. According to WHO, the infant mortality rate in the world in 2020 reached 54 per 1000 live births in the world, while the maternal mortality rate in the world in 2020 reached 152 deaths per 100,000 live births, an increase from 2019, which was 151 deaths per 100,000 live births (Organization, 2023). This study uses a quantitative design with an observational analytical approach through a cross-sectional study that has been conducted at the Wamena Regional Hospital. The population of all babies born alive, the number of samples used in this study was 50 samples. Data collection was collected from medical records at Wamena Regional Hospital based on medical documents during 2022. Data analysis was done univariately (frequency distribution) and bivariately (chi square). The Asymp. Sig. (2-sided) value in the Pearson Chi-Squere test is 0.013 <0.05, so it can be concluded that there is a relationship between mothers who experience preeclampsia and the incidence of neonatal asphyxia. The Asymp. Sig. (2-sided) value in the Pearson Chi-Squere test is 0.020. Because the Asymp. Sig. (2-sided) value is 0.020 <0.05, it can be concluded that there is a relationship between the incidence of neonatal asphyxia and gestational age. From the results of this study, it can be concluded that both gestational age and preeclampsia have a significant relationship with the incidence of asphyxia.  Keywords: Neonatal Asphyxia, Preeclampsia, Gestational Age  ABSTRAK Asfiksia neonatorum, atau kegagalan bayi baru lahir untuk bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir, merupakan salah satu penyebab utama kematian neonatal di seluruh dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), asfiksia saat lahir menyebabkan sekitar 900.000 kematian setiap tahun dan menjadi salah satu penyebab utama kematian neonatal dini. Menurut WHO, angka kematian bayi di dunia tahun 2020 mencapai 54  per 1000 kelahiran bayi di dunia, sedangkan angka kematian ibu di dunia tahun 2020 mencapai 152 kematian per 100.000 kelahiran bayi yang meningkat dari tahun 2019 yaitu 151 kematian per 100.000 kelahiran (Organization, 2023). Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional melalui studi cross-sectional telah dilakukan di di RSUD Wamena. Populasi seluruh bayi yang lahir dalam kondisi hidup jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50 sampel. pengambilan data dikumpulkan dari rekam medis di RSUD Wamena berdasarkan dokumen medis selama tahun 2022. Analisis data secara univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (chi square). Nilai Asymp. Sig. (2-sided) pada uji pearson Chi-Squere adalah sebesar 0,013<0,05, maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara ibu yang mengalami preeklampsia dengan kejadian asfiksia neonatorum. Nilai Asymp. Sig. (2-sided) pada uji pearson Chi-Squere adalah sebesar 0,020. Karena nilai Asymp. Sig. (2-sided) 0,020 < 0,05, maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara kejadian asfiksia neonatorum dengan umur kehamilan. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa baik usia kehamilan maupun preeklamsia memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian asfiksia. Kata Kunci: Asfiksia Neonatorum, Preeklamsia, Usia Kehamilan
Efektivitas Pemberian Edukasi tentang HIV/AIDS melalui Video dan Leaflet Terhadap Remaja di Kecamatan Muaragembong Futriani, Elfira Sri; ardiansah, Dendi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19701

Abstract

ABSTRACT HIV/AIDS remains a major public health issue worldwide, especially in Indonesia. The Indonesian Ministry of Health reported more than 500,000 cases of HIV/AIDS in 2023, with the majority of those affected being young people. One of the main factors contributing to the spread of HIV/AIDS is the lack of awareness, particularly among adolescents. Therefore, education on HIV/AIDS prevention is crucial for improving their understanding and awareness. This study compares the educational methods using videos and leaflets to determine which medium is more effective in increasing adolescents' understanding of HIV/AIDS. The study aims to assess the effectiveness of HIV/AIDS education through videos and leaflets in improving adolescents' knowledge in Muaragembong District. The method used is a quantitative study with a pre-test post-test control group design, where two randomly selected adolescent groups were given a pre-test and post-test after receiving education. The results showed that the group receiving education through videos had a significant improvement in knowledge (p<0.05), while the group receiving leaflets did not show a significant change (p>0.05). Therefore, it can be concluded that education through videos is more effective than leaflets in improving adolescents' understanding of HIV/AIDS. Keywords: HIV/AIDS, Health Education, Video, Leaflet, Adolescents  ABSTRAK HIV/AIDS tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di seluruh dunia, terutama di Indonesia. Kementerian Kesehatan Indonesia melaporkan lebih dari 500.000 kasus HIV/AIDS pada tahun 2023, dengan mayoritas penderitanya adalah kelompok usia muda. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap penyebaran HIV/AIDS adalah kurangnya kesadaran, terutama di kalangan remaja. Oleh karena itu, edukasi tentang pencegahan HIV/AIDS sangat penting dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran mereka. Penelitian ini membandingkan metode edukasi menggunakan video dan leaflet untuk menentukan media yang paling efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi tentang HIV/AIDS melalui video dan leaflet terhadap pemahaman remaja di Kecamatan Muaragembong. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre-test post-test control group, dimana dua kelompok remaja yang dipilih secara random diberikan pre-test dan post-test setelah menerima edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang menerima edukasi melalui video mengalami peningkatan pengetahuan yang signifikan (p<0.05), sementara kelompok yang menggunakan leaflet tidak menunjukkan perubahan yang signifikan (p>0.05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa edukasi melalui video lebih efektif dibandingkan dengan leaflet dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang HIV/AIDS. Kata Kunci: HIV/AIDS, Edukasi Kesehatan, Video, Leaflet, Remaja
Hubungan Usia dan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di Rawat Inap RS Kanker Dharmais Futriani, Elfira Sri; Irsadi, Dapid
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19735

Abstract

ABSTRACT Cancer is a large group of diseases that can begin in almost any organ or tissue of the body when abnormal cells grow uncontrollably, beyond their normal limits to invade adjacent parts of the body and/or spread to other organs. Cancer is the second cause of death globally, causing approximately 9.6 million deaths, or 1 in 6 deaths, in 2018. According to the World Health Organization (2024) Breast cancer is the number one cancer in women. In 2022, there will be 2,296,840 new cases of breast cancer in women occurring throughout the world (World Cancer Research Fund).To determine the relationship between age and family support with quality of life in breast cancer patients undergoing chemotherapy inpatients at Dharmais Cancer Hospital.This research uses quantitative methods with a cross sectional approach. The research sample consisted of 165 breast cancer patients undergoing chemotherapy at Dharmais Cancer Hospital. The Asymp value. Sig. (2-sided) in the Pearson Chi-Square test was 0.013. Because the Asymp value. Sig. (2-sided) 0.000 <0.05, it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted, which means that there is a relationship between mothers who experience preeclampsia and the incidence of asphyxia neonatorum. The Asymp value. Sig. (2-sided) in the Pearson Chi-Square test was 0.020. Because the Asymp value. Sig. (2-sided) 0.020 <0.05, it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted, which means that there is a relationship between the incidence of asphyxia neonatorum and gestational age.The results showed that there was a significant relationship between age and quality of life (p-value = 0.000). Other results also show a very significant relationship between family support and quality of life (p-value = 0.000). Individuals with good family support tend to have a higher quality of life, with 86.1% in the good category, and no one has a poor quality of life. It is hoped that hospitals and medical personnel will provide further education to patients and families regarding the importance of family support for breast cancer patients undergoing chemotherapy in improving the patient's quality of life. Keywords: Breast Cancer, Family Support and Quality of Life  ABSTRAK Kanker merupakan kelompok besar penyakit yang dapat bermula di hampir semua organ atau jaringan tubuh ketika sel-sel abnormal tumbuh tak terkendali, melampaui batas normalnya untuk menyerang bagian tubuh yang berdekatan dan/atau menyebar ke organ lain. Kanker merupakan penyebab kematian kedua secara global, yang menyebabkan sekitar 9,6 juta kematian, atau 1 dari 6 kematian, pada tahun 2018. Menurut World Health Organization (2024) Kanker payudara merupakan kanker nomor satu pada wanita. Pada tahun 2022, terdapat 2.296.840 kasus baru kanker payudara pada wanita yang terjadi di seluruh dunia (World Cancer Research Fund). Untuk Mengetahui hubungan usia dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di rawat inap RS Kanker Dharmais. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RS kanker Dharmais sebanyak 165 sampel. Hasil uji Chi-Square mendukung temuan ini, dengan nilai Pearson Chi-Square sebesar 23.126 dan p-value sebesar 0.000. Karena p-value lebih kecil dari 0.05, maka peneliti menolak hipotesis nol (H₀) dan menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara usia dan kualitas hidup. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa nilai Pearson Chi-Square sebesar 150.856 dengan derajat kebebasan (df) = 4, dan memiliki p-value sebesar 0.000. Karena p-value jauh lebih kecil dari 0.05, maka peneliti menolak hipotesis nol (H₀) dan menyimpulkan bahwa dukungan keluarga memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan kualitas hidup.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia dan kualitas hidup (p-value = 0.000). Hasil lain juga menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup (p-value = 0.000). Individu dengan dukungan keluarga baik cenderung memiliki kualitas hidup lebih tinggi, dengan 86.1% di kategori baik, dan tidak ada yang memiliki kualitas hidup buruk. Diharapkan Rumah sakit dan tenaga medis memberikan edukasi lebih lanjut kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya dukungan keluarga terhadap pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Kata Kunci: Kanker Payudara, Dukungan Keluarga dan Kualitas Hidup
Co-Authors Achmad Fauzi Achmad Setya Roswendi Ajeng Aprilia Putri Akmelia, Wulandari Al-Ghonny Dian Utari Amini, Risa Warisatul Zahro Anastasya, Sri Ratu Anggraini, Sri Aninda Dinar Widiantari Aninda Dinar Widiantari Aninda Dinar Widiantari ardiansah, Dendi Asep Barkah Astuti, Ersi Bayu Laksmana Jati Bunga Romadhona Haque Chinthia, Chinthia Chusnul Cusmarih, Cusmarih Een Nuraenah Een Nuraenah Ermasari Ermasari Ernawati Eti Nopyanti Fadhillah, Anisa Candra Rini Faradila, Syara Farida Murtiani Farida Murtiani Farlikhatun, Lili Fatmawati, Kiki Fenty Ika Wardani Fiah, Zahwa Alip Fitria, Maulida Gita Permata Sari Harahap, Lenni Ana Haryani Helmalia Julianto Putri Hernanda, Assyiffa Herni Nurhayati Himawan Himawan Ibad Badriyah Iin Nuraeni Ika Bela Indah Yuliani Inne Bunga Heliana Irsadi, Dapid Isnaeni Isnaeni Ita Herawati Jailani, Hafiz Kaharudin, Endang Komala sari, Komala Lestari, Luh Dewi Sri Luthfi Assy Mahmujianah Mahmujianah Mahyar Suara Mailinda Makassar, Netri Maria Adelgonda Oki Mariyani Mariyani Mayunita, Abela Meneng Alinda Febriani Mudalifah, Mudalifah Mulyani, Esti Mustikasari Mustikasari Muzdalivah, Silvia Nikita Tiara Khalila Adhitama Nofa Anggraini Nopiyanah, Nopiyanah Nova Ciendy Putri Lestari Novia Rizki Amaliyah Novita Novita Nur Arifin, Tika Nur Ismi Wahyuni Nur, Marrotin Nurilah, Endah Puspita, Infi Dian Raihana, Ananda Alvi Ratu Damayanti, Almara Rizanggini Rohanah rosalia rosalia Sahrudi Salsa Khoirunnisa Salsabilla, Aura Rizka Saogo, Lasma Angelita Septiana Dwi Nur Prajati Shella Sulistiatun Nisa Sirait, Irawati Siti Sarah, Siti Soleha, Dini Oktaviani SR, Nurqalbi Sri Baeti Janati Sri Muningsih Sriwahyunita, Neneng Suherni Suherni, Suherni Sukawati, Helis Suliati Suliati Sumiyati Susanti1, Tri Toyibah Tridiyawati, Feva Warahmah, Sakinah Mawadah Wijayanti, Puji Wijayanti, Tutik Prima Yulia Agustina Yuniarsih, Yuniarsih Yuningsih, Kasti