Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Perbandingan Metode MAUT dan TOPSIS dalam Menentukan Ponsel Terbaik Trianovie, Sri; Pane, Rahmadani; Putra Juledi, Angga
Bulletin of Information Technology (BIT) Vol 6 No 1: Maret 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/bit.v6i1.1876

Abstract

Usaha kerupuk ikan merupakan salah satu industri kecil dari UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) tentang kerupuk yang didirikan oleh Febi. Industri ini masih berskala rumah tangga dan kecil. Usaha kerupuk ikan Febi masih tergolong baru dan masih dalam proses pengembangan. Permasalahan yang ada meliputi muncul usaha kerupuk yang sudah mapan dan berkembang pesat. Selain itu terdapat juga usaha kerupuk yang sejenis namun dengan harga yang lebih murah. Permasalahan tersebut menimbulkan persaingan diantara sesama usaha kerupuk. Setiap usaha kerupuk akan terus berinovasi dan mengeluarkan keunggulan dari masing-masing produknya. Hal ini membuat suatu usaha memerlukan strategi untuk bisa berdaya saing dan melakukan proses pengembangan usaha. Pada penelitian ini bertujuan menentukan strategi dalam peningkatan daya saing dan pengembangan usaha kerupuk ikan Febi. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat tiga strategi terbaik yang dapat digunakan oleh Usaha kerupuk ikan Febi yaitu efisiensi biaya, membangun kerja sama (mitra) dengan pemerintah, dan pelaksaanaan promosi (offline dan online) mengenai produk.
Infus Desain Notifikasi Dengan Aplikasi Media Sosial Berbasis Internet of Things (IOT) Azhari Lubis, Haldina Syahfitri; Munthe, Ibnu Rasyid; Pane, Rahmadani
Jurnal Teknik Informatika UNIKA Santo Thomas Vol 6 No. 1 : Tahun 2021
Publisher : LPPM UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jtiust.v6i1.1286

Abstract

Penelitian ini membahas tentang alat pendeteksi infus di sebuah ruangan rumah sakit. Alat ini dirancang untuk membantu perawat rumah sakit untuk mengatasi lebih cepat untuk menghindari masalah akibat pemasangan infus. Sensor load cell digunakan sebagai pendeteksi berat yang mengirimkan notifikasi kepada perawat melalui aplikasi telegram yang telah terpasang. Perawat akan mendapatkan pesan notifikasi yang dikirimkan ke telegram jika sensor telah membaca berat badan. Alat ini dibuat menggunakan sensor load cell dan NodeMCUWi-FiESP866 yang berfungsi untuk mengirimkan notifikasi hasil input data sensor ke platform Internet of Things (IOT) yaitu Telegram. Perawat perlu terkoneksi dengan jaringan internet untuk mendapatkan notifikasi di telegram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk mengirim dan menerima notifikasi di Telegram membutuhkan waktu sekitar 2-5 detik. Pesan akan dikirim 3 kali, pertama infus WARNING hampir habis (waspada), kedua WARNING infus hampir habis (standby) dan WARNING infus hampir habis (silahkan ganti). Jika infus tidak diganti oleh perawat, akan diperingatkan oleh Buzzer. Namun, waktu dapat dipengaruhi oleh konektivitas jaringan internet yang tersedia. Namun, waktu dapat dipengaruhi oleh jaringan internet yang tersedia.
Infus Desain Notifikasi Dengan Aplikasi Media Sosial Berbasis Internet of Things (IOT) Azhari Lubis, Haldina Syahfitri; Munthe, Ibnu Rasyid; Pane, Rahmadani
Jurnal Teknik Informatika UNIKA Santo Thomas Vol 6 No. 1 : Tahun 2021
Publisher : LPPM UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.631 KB) | DOI: 10.54367/jtiust.v6i1.1286

Abstract

Penelitian ini membahas tentang alat pendeteksi infus di sebuah ruangan rumah sakit. Alat ini dirancang untuk membantu perawat rumah sakit untuk mengatasi lebih cepat untuk menghindari masalah akibat pemasangan infus. Sensor load cell digunakan sebagai pendeteksi berat yang mengirimkan notifikasi kepada perawat melalui aplikasi telegram yang telah terpasang. Perawat akan mendapatkan pesan notifikasi yang dikirimkan ke telegram jika sensor telah membaca berat badan. Alat ini dibuat menggunakan sensor load cell dan NodeMCUWi-FiESP866 yang berfungsi untuk mengirimkan notifikasi hasil input data sensor ke platform Internet of Things (IOT) yaitu Telegram. Perawat perlu terkoneksi dengan jaringan internet untuk mendapatkan notifikasi di telegram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk mengirim dan menerima notifikasi di Telegram membutuhkan waktu sekitar 2-5 detik. Pesan akan dikirim 3 kali, pertama infus WARNING hampir habis (waspada), kedua WARNING infus hampir habis (standby) dan WARNING infus hampir habis (silahkan ganti). Jika infus tidak diganti oleh perawat, akan diperingatkan oleh Buzzer. Namun, waktu dapat dipengaruhi oleh konektivitas jaringan internet yang tersedia. Namun, waktu dapat dipengaruhi oleh jaringan internet yang tersedia.
Penerapan Internet Of Things Dalam Pemisahan Telur Ayam Di Pt.Nasha Poultry Indonesia Indrayani, Puput; Sitorus, Sahat Parulian; Pane, Rahmadani
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i2.15094

Abstract

Permintaan telur ayam yang tinggi mengharuskan peternak meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam proses produksi. Salah satu tantangan utama adalah pemisahan telur berdasarkan ukuran (besar dan kecil), yang selama ini masih dilakukan secara manual sehingga memakan waktu lama dan rentan kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pemisahan telur ayam berbasis Internet of Things (IoT) di PT. Nasha Poultry Indonesia menggunakan Arduino Uno, sensor load cell, sensor infrared, dan motor servo. Metode pengembangan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Sistem ini mampu mendeteksi berat telur dengan sensor load cell dan mengarahkan telur ke jalur sesuai kategorinya menggunakan motor servo. Hasil sortir ditampilkan melalui LCD dan jumlah telur dikirim ke pengguna melalui bot Telegram secara real-time. Hasil pengujian menunjukkan sistem dapat mengklasifikasikan telur besar dan kecil dengan akurasi tinggi, merespons perintah /data dan /reset dengan baik, serta meningkatkan efisiensi proses pemisahan. Dengan demikian, teknologi IoT dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tenaga kerja manual dan meningkatkan produktivitas peternakan.
Implementation of Convolutional Neural Network (CNN) Method in Determining the Level of Ripeness of Mango Fruit Based on Image Sari, Mei Wita; Sitorus, Sahat Parulian; Rohani; Pane, Rahmadani
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 5 (2025): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i5.11436

Abstract

This study aims to classify the ripeness level of mango fruit using a Convolutional Neural Network (CNN) model based on digital images. This classification is important to help the automatic sorting process in the agricultural industry that relies on accuracy in determining fruit quality. Based on the literature review, CNN has been widely used in image-based object recognition because of its ability to extract visual features automatically. Previous studies have shown that CNN is effective in image classification, but the results are highly dependent on the quality of the data and the model parameters used. This research method involves collecting mango fruit images at three levels of ripeness (raw, half-ripe, ripe), which are then processed and analyzed using the Orange application with CNN architecture. Model evaluation was carried out using accuracy metrics, AUC, confusion matrix, and visualization through box plots and scatter plots to see the distribution and differences in data between classes. The results showed that the CNN model obtained an accuracy of 53.3% and an AUC value of 0.717, which indicates the model's initial ability to distinguish ripeness categories but with a fairly high level of misclassification. There is still overlapping data between classes, especially between the raw and half-ripe classes, which indicates the need for additional features and parameter refinement. In conclusion, CNN has the potential to be used in classifying the ripeness level of mango fruit, but its performance can be improved through feature development and deeper model tuning. 
Penanaman Bibit Pohon MPTS (Multi-Purpose Tree Species) Dalam Upaya Penghijauan Lingkungan Desa Sidingkat Kecamatan Padang Bolak Harahap, Fitra Syawal; Junita; Rahmadani Pane; Rahmi Nazliah; Rohana; Siti Zahara Saragih; Laili Habibah Pasaribu; Nur , Hikmah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13958

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesadaran masyarakat melalui penanaman bibit pohon Multi-Purpose Tree Species (MPTS) di Desa Sidingkat, Kecamatan Padang Bolak. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah berkurangnya tutupan vegetasi, keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai tanaman bernilai guna ganda, serta rendahnya pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan terbuka secara optimal. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif yang meliputi analisis kondisi awal desa, sosialisasi dan edukasi lingkungan, penanaman bibit MPTS, serta pemantauan dan evaluasi awal. Jenis tanaman MPTS yang ditanam dipilih berdasarkan kesesuaian agroekologi dan potensi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat keberhasilan hidup bibit yang relatif tinggi serta meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan penghijauan lingkungan. Selain memberikan manfaat ekologis berupa peningkatan tutupan vegetasi dan kualitas lingkungan, kegiatan ini juga berpotensi mendukung penguatan ekonomi rumah tangga melalui pemanfaatan hasil tanaman MPTS di masa mendatang. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model penghijauan desa yang berkelanjutan dan dapat direplikasi pada wilayah perdesaan lain dengan karakteristik yang serupa.